Anda di halaman 1dari 27

Huruf pertama berarti bahan pembuatannya : A berarti germanium, B berarti

silikon. Huruf keduaberarti fungsinya : C adalah transistor umum (general purpose) &
frekwensi rendah, D adalah transistordaya, F adalah transistor frekwensi
tinggi. Angka-angka selanjutnya adalah nomor seri type transistor.Dalam
perkembangannya ada penambahan untuk huruf kedua yaitu huruf L, S, dan U, dan
huruf ketiga,yaitu huruf Q, R, T, V, W, X, dan Y yang kesemuanya menunjukkan
transistor untuk fungsi tertentu yangtelah ditetapkan oleh pabrik
pembuatnya. Contoh : BCX32, BDX37, BFR87, BFY52, BLX95, BLY90,BSX87A,
BU407, BUT11A, BUY70A, BUX16A, dan lain-lain. Beberapa pabrik Eropa
kemudian jugamemproduksi transistor-transistor dengan penamaan tersendiri,
contoh : NKT10419, DT4643, ZTX314,SE4010, ED1402.Dari semua nama-nama
transistor tersebut (Amerika, Jepang, Eropa) pada masa-masa belakangan tidaklagi
menunjukkan asal negeri pembuatnya. Contoh : Transistor 2N3055 juga diproduksi
oleh pabrikJepang Toshiba dan China pun memproduksi juga type transistor
ini. Transistor TIP31, TIP41 banyakdiproduksi pabrik Eropa dan Korea pun
memproduksi type transistor ini. Dan pabrik semikonduktorAmerika, RCA dan TexasInstrument banyak memproduksi type-type transistor Eropa.
Besaran-besaran/parameter dalam karakteristik transistor
Setiap transistor mempunyai karakteristik tersendiri dan dibuat dengan ketentuanketentuan tertentudari pabrik pembuatnya. Berikut adalah besaran-besaran yang
ada dalam karakteristik setiap transistor :
Pd max
.
(Power dissipation, maximal) adalah ketentuan disipasi daya maximal. Daya yang
dibebankankepada transistor harus berada di bawah angka ketentuan ini.
fT
adalah batasan frekwensi-guling. Pada frekwensi ini transistor tidak lagi bekerja
dengan baik (padarangkaian common-emittor).
VCBO
adalah batas tegangan tertinggi kolektor-basis (emitor dalam keadaan terbuka/tidak
tersambung).
VCEO
adalah batas tegangan tertinggi kolektor-emitor (basis dalam keadaan terbuka)

VEBO
adalah batas tegangan terbalik tertinggi basis- emitor (kolektor dalam keadaan
terbuka).
Ic
adalah arus kontinyu tertinggi yang mengalir pada kolektor.
ICBO
adalah arus bocoran yang mengalir ketika kolektor-basis berada pada tegangan
tertentu (emitordalam keadaan terbuka).
hfe
adalah faktor penguatan arus untuk sinyal AC kecil (pada rangkaian commonemittor).
hFE

adalah faktor penguatan arus DC atau sinyal arus besar (pada rangkaian commonemittor). Nilai hFEini berdekatan dengan nilai hfe, karenanya seringkali dianggap
sama.Besaran-besaran dalam karakteristik transistor ini bisa diketahui dari data
pabrik pembuat transistor,atau dalam buku-buku data transistor.
Susunan kaki-kaki elektroda transistor
Adalah menjadi hal yang sangat penting bagi setiap praktisi elektronik dalam
mengetahui susunan kakielektroda transistor, dikarenakan kesalahan dalam
meletakkan kaki transistor bisa berakibat tidakberfungsinya transistor
bahkan terancam kerusakan. Untuk transistor-transistor
low-signal
atau
low- power transistor
, ada beberapa pola susunan kaki elektroda :Gambar (a) untuk semua transistor
Jepang seperti A733, A1015, C458, C828, C930, C945, C1815, D741dan lainlain.Gambar (b) untuk transistor-transistor Amerika seperti : 2N2222,
2N3904, FCS9011...9018, MPS3569,MPS4355, MPSA42, MPSA92 dan lain-lain.

Gambar (c) untuk transistor-transistor Eropa seperti : BC237, BC337, BC547,


BC548, BC549, BC556,BC557, BC558, BC559 dan lain-lain.Dan susunan kaki-kaki
elektroda yang lain :Gambar (a) untuk semua transistor germanium terdahulu,
seperti : A101, B56, AC128, OC65, 2N207, danlain-lain.Gambar (b) untuk type-type
seperti : ED1402, SE4010, dan lain-lain.Gambar (c) untuk type seperti : C5070 atau
yang berbentuk fisik sedemikian.Gambar (d) untuk type-type : A1027, C458, C1213
(produksi lama) atau yang berbentuk fisik sedemikian.Untuk transistor-transistor
daya menengah, tidak ada perbedaan di antara transistor Amerika, Jepang,atau
Eropa :Gambar (a) untuk semua yang berbentuk fisik sedemikian, seperti : A715,
C1162, BD139, BD140,MJE13003, dan lain-lain.Gambar (b) untuk semua yang
berbentuk fisik sedemikian, seperti : A671, B507, C1061, C2073, D313,BU407,
TIP31, TIP41, MJE13007, dan lain-lain.Untuk transistor-transistor daya besar, tidak
ada perbedaan di antara transistor Amerika, Jepang, atauEropa :Gambar di atas
untuk semua yang berbentuk fisik sedemikian, seperti : A1105, A1264, B688,
C2580,C3181, D718, BU508, TIP2955, TIP3055, dan lain-lain.
Gambar di atas untuk semua yang berbentuk fisik sedemikian, seperti : 2N3055,
MJ2955, D1080, BU208,dan lain-lain

Componen Elektonik
DIODA
Komponen elektronik yang berfungsi sebagai alat untuk membatasi arah
pergerakan arus listrik, dimana dioda hanya mengijinkan arus listrik untuk
mengalir ke satu arah saja dan menghalangi aliran ke arah yang berlawanan.

Gambar fisik dioda


Pada dioda, kita mengenal istilah potensial barrier yaitu beda potensial pada
persambungan. Beda potensial ini menjadi cukup besar untuk menghalangi
proses penyebaran difusi selanjutnya dari elektron-elektron bebas. Pada suhu
ruangan potensial barrier bekerja sekitar 0,7 Volt untuk Silikon dan 0,3 Volt
untuk Germanium.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANSISTOR
Fungsi utama Transistor adalah sebagai penguat sinyal dan sebagai saklar
elektronik. Dibandingkan dengan Tabung Hampa, transistor mempunyai
kelebihan antara lain bentuk fisiknya yang lebih kecil dan daya yang
digunakan lebih kecil.

Gambar fisik transisitor


Secara tipikal transistor mempunyai tiga pin, yaitu:

Basis

Emitor

Kolektor

Basis merupakan pin untuk meng-aktifkan dan meng-non-aktifkan sebuah


transistor. Emitor dan kolektor dihubungkan ke sumber tegangan positif atan
negatif atau ground (tergantung konfigurasi transistor).
Transistor terbagi menjadi dua tipe yaitu NPN dan PNP. Untuk membedakan
transistor tipe NPN atau PNP, kamu bisa lihat di tanda panah pada kaki
emitornya ( di gambar rangkaiannya lo ya, bukan bentuk fisiknya ). Untuk
NPN

arah

panahnya

keluar,

sedangkan

untuk

PNP

arah

panahnya kedalam Lihat gambar 3 saja, biar lebih jelas.

Gambar Simbol Transistor


Untuk menentukan kaki Basis Emitor Kolektor dari sebuah transistor
biasanya digunakan multimeter. Tetapi saya punya beberapa tips untuk
menentukan

kaki

transistor

tanpa

menggunakan

multimeter,

caranya

adalah :

Kaki kolektor biasanya terhubung dengan badan transistor apabila


transistor tersebut dipacking menggunakan metal. Apabila transistor
dipacking dengan plastik maka kaki kolektor biasanya terhubung
dengan badan transistor yang akan dihubungkan dengan pendingin.

Apabila transistor tersebut tidak dihubungkan dengan pendingin, maka


sebaiknya dicari dulu kaki basisnya. Kalau sudah ketemu, sekarang
kaki basisnya ditengah apa dipinggir? Kalau kaki basisnya ditengah,
biasanya kaki kolektor berada pada sebelah kanan. Kalau basisnya
dipinggir maka kaki kolektor berada pada sebelah tengah.

Gambar Konfigurasi Kaki Transistor


Cara menentukan Kaki Basis transistor dengan multimeter :

Gambar Cara menentukan kaki basis transistor

Atur multimeter pada pengukuran ohmmeter x100.

Lakukan pengukuran seperti gambar diatas. Perhatikan penunjukkan


pergerakan jarum.

Apabila jarum bergerak ke kanan dengan posisi probe yang satu tetap
pada kaki 3 dan probe lainnya pada kaki 1 atau kaki 2 berarti kaki 3
adalah basis transistor. Jika probe negatif yang berada pada kaki 3
berarti transistor tersebut berjenis NPN, sebaliknya jika probe positif
berada pada kaki 3 berarti transistortersebut berjenis PNP.

Cara menentukan Kaki Kolektor dan Emitter

Gambar Cara menentukan kaki emiter dan kolektor transistor

Misal: transistor berjenis NPN

Lakukan pengukuran seperti gambar diatas.

Perhatikan penunjukkan jarum, apabila jarum bergerak ke kanan maka


kaki 1 (pada probe negatif) adalah emitter dan kaki 2 (pada posisi
probe positif) adalah kolektor. Atau jika dipasang kebalikkannya (probe
negatif pada kaki 2 dan probe positif pada kaki 1) dan jarum tidak
bergerak, maka kaki 1 adalah emitter dan kaki 2 adalah kolektor.

Untuk transistor jenis PNP dapat dilakukan seperti diatas dan hasilnya
kebalikan dari transistor jenis NPN.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Data Sheet transistor Fet UPS


Transistor fet ini sering di gunakan pada ups-ups yang beredar di pasaran.
tapi sayangnya agat sukar mendapatkan suku cadang jenis ini.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

LED (Light Emiting Dioda)


LED (Light Emiting Dioda), is a component can product of emissions light.
LED findings after dioda. With the same structure also dioda, but later found
that the electrons that run into the connection PN also release energy as heat
energy and light energy. LED is made to be more efficient if the light issue.
To produce light emissions in the semiconductor, doping is the use galium,
arsenic and phosporus. A different type of doping will produce a different
color of light also.
symbol LED
At this time the colors of LED that there is a lot of red, yellow and green.
Basically, all colors can be produced, but it will be very expensive and
inefficient.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

DIODA ZENER
Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen
elektronika lainnya yang dinamakan zener. Sebenarnya tidak ada perbedaan
sruktur dasar dari zener, melainkan mirip dengan dioda. Tetapi dengan
memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N,
ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada
dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada
zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada
zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan sebagainya.

Simbol Zener
Ini adalah karakteristik zener yang unik. Jika dioda bekerja pada bias maju
maka zener biasanya berguna pada bias negatif (reverse bias).
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANSISTOR POWER 2N3055|MJ2955


Transistor ini biasa di gunakan pada power (amplifier) tingkat menengah
Fitur:

Arus colektor - emitor max 15 Ampere

Disipasi daya max 115 watt

teganngan Colektor- emitor max 60 volt

penguatan arus (hfe) 20-70

Bentuk fisik Transistor 2N3055/MJ2955

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Rangkaian Regulator IC 79xx


(7905,7912,7915...)
The available voltage from a voltage source that is usually not appropriate to
the needs. It is necessary for a voltage regulator that functions to maintain
the constant voltage value on a certain value. Voltage regulator chip is
usually a code with the 78xx or 79xx. For the 79xx series is used for DC

negative voltage regulator. xx indicates the regulator output voltage. For


example, the system needs is a -5 volt negative, the regulator used is 7905.
Chip regulator consists of three pins, namely input, output and ground. In
this IC uses the input voltage must be greater several percent (depending on
the data sheet) from the value output voltage.

physical 79xx regulator chip

---------------------------------------------------------------------------------------------------

HEXFET Power MOSFET


IRF Z44N

Description
Advanced HEXFET Power

MOSFETs from International Rectifier utilize

advanced processing techniques to achieve extremely low on-resistance per


silicon area. This benefit, combined with the fast switching speed and
ruggedized device design that HEXFET power MOSFETs are well known for,
provides the designer with an extremely efficient and reliable device for use
in a wide variety of applications. The TO-220 package is universally preferred
for all commercial-industrial applications at power dissipation levels to
approximately 50 watts. The low thermal resistance and low package cost of
the TO-220 contribute to its wide acceptance throughout the industry.
Absolute Maximum Ratings

Notes:

Repetitive rating; pulse width limited by max. junction temperature.

Starting TJ = 25C, L = 0.48mH RG = 25W, IAS = 25A.

ISD 25A, di/dt 230A/s, VDD V(BR)DSS, TJ 175C.

Pulse width 400s; duty cycle 2%.

This is a typical value at device destruction and represents operation


outside rated limits.

This is a calculated value limited to TJ = 175C .

IRF Z44N

Description
Fifth Generation HEXFET power MOSFETs from International Rectifer utilize
advanced processing techniques to achieve the lowest possible on-resistance
per silicon area. This benefit, combined with the fast switching speed and
ruggedized device design that HEXFET power MOSFETs are well known for,
provides the designer with an extremely efficient device for use in a wide
variety of applications. The TO-220 package is universally preferred for all
commercial-industrial

applications

at

power

dissipation

levels

to

approximately 50 watts. The low thermal resistance and low package cost of
the TO-220 contribute to its wide acceptance throughout the industry.
Absolute Maximum Ratings

Notes:

Repetitive rating; pulse width limited by max. junction temperature.

VDD = 25V, starting TJ = 25C, L = 1.0mH RG = 25W, IAS = 10A.

ISD 10A, di/dt 280A/s, VDD V(BR)DSS, TJ 175C

Pulse width 300s; duty cycle 2%.

IRF Z48N

Description
Advanced HEXFET Power MOSFETs from International Rectifier utilize
advanced processing techniques to achieve extremely low on-resistance per
silicon area. This benefit, combined with the fast switching speed and
ruggedized device design that HEXFET power MOSFETs are well known for,
provides the designer with an extremely efficient and reliable device for use
in a wide variety of applications. The TO-220 package is universally preferred
for all commercial-industrial applications at power dissipation levels to

approximately 50 watts. The low thermal resistance and low package cost of
the TO-220 contribute to its wide acceptance throughout the industry.
Absolute Maximum Ratings

NOTES:

Repetitive rating; pulse width limited bymax. junction temperature.

Starting TJ = 25C, L = 0.37mH RG = 25W, IAS = 32A.

ISD 32A, di/dt 220A/s, VDD V(BR)DSS, TJ 175C

Pulse width 400s; duty cycle 2%.

This is the destructive value not limited to the thermal limit.

This is the thermal limited value.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Karakteristik Tegangan Dioda Zener

Gambar dan simbol Diode zener


is specially designed to operate in the reverse biased mode. It is acting as
normal diode while forward Diode zener biasing. It has a particular voltage
known as break down voltage, at which the diode break downs while reverse
biased. In the case of normal diodes the diode damages at the break down
voltage. Diode zenerut

is specially designed to operate in the reverse

breakdown

region.

The principle of Diode zener is the zener breakdown. When a diode


is heavily doped, its depletion region will be narrow. When a high reverse
voltage is applied across the junction, there will be very strong electric field
at the junction. And the electron hole pair generation takes place. Thus
heavy current flows. This is known as Diode zener break down.
So a zener diode, in a forward biased condition acts as a normal diode. In
reverse biased mode, after the break down of junction current through diode
increases sharply. But the voltage across it remains constant

Gambar Karakteristik Tegangan Diode zener


Funsi Diode

zener

Zener function is to stabilize the voltage. At the time connected in parallel


with a source voltage swings are installed so that the ration-back, a zener

diode will act like a short circuit (short-circuit) voltage when the voltage
reaches the diode damage. The result, the voltage will be limited to a
number that has been known previously.

Aplikasi dioda zener

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rumus Mengitung Nilai Resistor Seri|Paralel


Resistor
Basically, all materials have resistive properties but some materials such as
copper, silver, gold and metal materials generally have very little resistance.
These materials deliver the electrical current very well, so-called conductors.
The opposite of a conductive material, materials such as rubber, glass,
carbon has a greater resistance restrain the flow of electrons and are called
insulators.
Resistor is the basic electronic components used to limit the amount of
current flowing in one Circuit. As the name implies is a resistive resistor and
generally made of carbon materials. From Ohms law is known, the resistance
is inversely proportional to the amount of current flowing through it. Unit

resistance of a resistor is called Ohm or represented by the symbol W


(Omega).

Resistor physical
Other specifications that need to be considered in choosing a design resitor
the resistance is greater than big watts his. Because resistors working with
electrified, there will be a power dissipation of heat for W = I2R watts. The
greater the physical size of a resistor can demonstrate the greater ability of
the resistor power dissipation.
Generally in the market available sizes 1 / 8, 1 / 4, 1, 2, 5, 10 and 20 watts.
Resistor which has a power dissipation of 5, 10 and 20 watts generally cubicshaped elongated white square, but there is also a cylindrical. But usually for
this jumbo-sized resistor resistance value printed directly on the body, for
example 100W5W.

Rumus mengitung nilai resistor seri|paralel


Resistor paralel
Series of resistors in parallel will result in a replacement value of the smaller
resistance. Below is an example of resistors that are arranged in parallel.

In parallel resistor circuit


applies the formula:

Resistor seri
Series of resistors in series will result in the total resistance value is growing.
In Below are examples of resistors arranged in series.

Series resistor in the


Circuit applies the formula:

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gelang Warna (Nilai) Resistor


Gelang Warna (Nilai) Resistor
Resistor is the basic electronic components used to limit the amount of
current flowing in one circuit. As the name implies is a resistive resistor and
generally made of carbon materials. From Ohms law is known, the resistance
is inversely proportional to the amount of current flowing through it. Unit
resistance of a resistor is called Ohm or represented by the symbol W

(Omega).
A common type of resistor is shaped tube with two feet of copper on the left
and right. In the body there is formed a circle bracelet color code to identify
the user greater ease without measuring the amount of resistance with
ohmmeter. Color code is the manufacturing standards issued by EIA
(Electronic

Industries

Association).

as

shown

in

the

table

below.

Table Gelang Warna Resistor

Example:
The order of the color ring (4 rings resistor color (4 gelang warna)): red,
Purple, blue, gold

bracelet color 1: the first number

bracelet color 2: the second number

bracelet color 3: the multiplication factor

bracelet color 4: tolerance

The order of the color


rings (5 rings resistor color (5 gelang warna)): brown, red, black, orange,
brown

bracelet color 1: the first number

bracelet color 2: the second number

bracelet color 3: the third number

bracelet color 4: the multiplication factor

bracelet color 5: tolerance


The amount depends on

the size watt resistor or the maximum Power that can hold by resistors.
Generally in the market available sizes 1 / 8, 1 / 4, 1, 2, 5, 10 and 20 watts.
Resistor has a maximum power of 5, 10 and 20 watts is generally shaped
white blocks and the value Direct printed dibadannya resistance, such as 1K
5W.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Fungsi Dan Karakteristik Photodioda BPW41N


Fungsi Dan Karakteristik Photodioda
Photodioda often used as a catcher of light waves emitted by the Infrared.
The amount of voltage or electrical current generated by the size depends
photodioda

radiation

emitted

by

the

infrared.

Photodiodes made from semiconductors with a popular material is silicon or


gallium arsenide, and others include InSb, Carbuncle, PbSe. This Photodioda
(BPW41N) can detect infrared light with wavelengths ranging from 800 to

1100 nm with a peak sensitivity at 950 nm wavelength as shown in the


picture below

Photodioda BPW41N

Kurva karakteristik photodioda


BPW41N
When a photon (a unit of light energy) from the light source is absorbed, it is
generating an electron and produces a single pair of charge carriers, an
electron and a hole where a hole is part of the semiconductor lattice is losing
electrons. The direction of current through a semiconductor is opposite to the
motion of charge carriers. I was in a Photodiode used to collect photons -

causing charge carriers (such as current or voltage) flows / formed in the


electrode parts.

Rangkaian Penkondisi Sinyal dari Photodioda

This circuit is used as a


current-to-voltage converter by a factor of 1000 times (set by R3) due to
backflow photodioda range from 1 to 100 UA the output of U1A is ranged
from -1 to -100 mV. Negative voltage is then amplified again by the
inverting amplifier circuit to the value corresponding to the input level of
need, amount of reinforcement is done by adjusting the value potensimeter
R1.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sensor Warna TCS230.


Sensor

Warna

TCS230

TCS230 color sensor is a converter IC to the frequency of light colors. There


are two main components of this IC makers, namely photodioda and current
to frequency converters. Each color can be drawn from the basic colors. To
light, color is the color of the basic constituent Red, Green and Blue, or
better known as RGB (Red-Green-Blue).
Photodiode on IC TCS230 array arranged in a 8x8 configuration: 16
Photodiode for red menfilter, 16 Photodiode for the green filter, 16
Photodiode for the blue color filter, and unfiltered Photodiode 16. Photodiode

groups which will be used can be arranged through the leg selector S2 and
S3.

Gambar Sensor
Warna TCS230

sample color and


composition RGB 8-bit scale.

Table Combination pin


function S2 and S3
Photodiode will issue the amount of current is proportional to the level of the
basic colors of light that happened. This current is then converted into a

signal box with a frequency proportional to the amount of current. Output


frequency can be scaled by adjusting the leg selector S0 and S1.

Table Output scaling


Thus, programs that we need to get the RGB composition is a frequency
counter program. There are two typical ways to calculate the frequency. The
first way: We create a timer berperiode 1 second, and during that period we
count

how

many

times

in

wave

the

picture

box.

above

1 second place in 1000 wave means the frequency is 1000Hz or 1khz


The second way: We compute how much a period of one wave, then look for
the frequency by using the formula

F=1/T

1 full-wave mean period


1mS, frequency: 1/1mS = 1000Hz or 1khz

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Datasheet LCD 4 Digits SP521PR


This 4 digits LCD SP521PR based digital thermometer, it is possible to
measure from -40 to +150 degree celsius. It uses S8100 or 1S1588 as
thermal Sensor. The power consumption is very small and it is possible to
operate about 3 months continuously from a 9-V cell.
This is the TN (Twisted Nematic)-type liquid crystal display. It is possible to 4
digits display but the display of the maximum figure is only "1". It isn't
possible

to

work

continuously

in

the

direct

current.

However,

whenapplying the about 5-V DC voltage between the backplane (common)


and the terminal, the color of the segment which corresponds can be
temporarily changed to the black. With this, the correspondence of the
terminal and the display segment can be confirmed.

LCD 4 Digits SP521PR pic


note:
The maximum applied voltage : 10 V
The operating temperature : -10 to 55C

The storage temperature : -20 to 60C


When using the 5-V power supply, the resistor as much as 10K-ohm must be
put in series to prevent from big electric current's flowing in case of the short
circuit. The specification of SP521PR to be using this time is as follows.

Regulator Tegangan DC Sebuah rangkaian elektronik tidak dapat bekerja tanpa Power Supply
(sumber tegangan). Power Supply tersebut dapat berupa sumber tegangan AC atau sumber
tegangan DC. Tegangan AC adalah tegangan bolak-balik (Alternate Current) seperti tegangan linstrk
yang berasal dari PLN atau tegangan output dari sebuah Transformator. Tegangan DC adalah
tegangan searah (Direct Current) seperti tegangan yang berasal dari sebuah Accu, Battery, atau
Adaptor. Sumber tegangan untuk sebuah rangkaian elektronika harus stabil dengan daya yang harus
disesuaikan kebutuhan. Contoh, sebuah IC TTL (Transistor Transistor Logic) membutuhkan
tegaganan DC stabil 5 Volt, IC CMOS membutuhkan tegangan DC stabil 12 Volt, Z80 membutuhkan
tegangan DC stabil 5 Volt, dan sebagainya. Sumber tegangan AC dapat diperoleh di antaranya dari:
Listrik PLN yang telah diturunkan dengan Trafo Step-down Motor Generator Turbin Angin Sumber
tegangan DC dapat diperoleh di antaranya dari: Battery (Accu) Adaptor atau Power Supply dengan
sumber awal dari PLN yang telah diturunkan oleh Trafo dan disearahkan oleh Dioda Solar Cell
(tenaga surya) Salah satu metode agar dapat menghasilkan tegangan output DC stabil adalah
dengan menggunakan IC 78XX untuk tegangan positif dan IC 79XX untuk tegangan negatif dalam
sistem Regulator Tegangan. Di bawah ini adalah besarnya tegangan output yang dapat dihasilkan IC
regulator 78XX dan 79XX dimana XX adalah angka yang menunjukan besar tegangan output stabil.
IC 7805 untuk menstabilkan tegangan DC +5 Volt IC 7809 untuk menstabilkan tegangan DC +9 Volt
IC 7812 untuk menstabilkan tegangan DC +12 Volt IC 7824 untuk menstabilkan tegangan DC +24
Volt IC 7905 untuk menstabilkan tegangan DC -5 Volt IC 7909 untuk menstabilkan tegangan DC -9
Volt IC 7912 untuk menstabilkan tegangan DC -12 Volt IC 7924 untuk menstabilkan tegangan DC -24
Volt Berikut adalah skema elektronik Regulator Tegangan menggunakan IC 78XX dan IC 79XX. IC
regulator tersebut akan bekerja sebagai regulator tegangan DC yang stabil jika tegangan input di atas
sama dengan atau lebih dari MIV (Minimum Input Voltage), sedangkan arus maksimum beban output
yang diperbolehkan harus kurang dari atau sama dengan MC (Maximum Current) sesuai karakteristik
masing-masing. Type IC Regulation Voltage Maximum Current Minimum Input Voltage 78L05 +5V
0.1A +7V 78L12 +12V 0.1A +14.5V 78L15 +15V 0.1A +17.5V 78M05 +5V 0.5A +7V 78M12 +12V 0.5A
+14.5V 78M15 +15V 0.5A +17.5V 7805 +5V 1A +7V 7806 +6V 1A +8V 7808 +8V 1A +10.5V 7812
+12V 1A +14.5V 7815 +15V 1A +17.5V 7824 +24V 1A +26V 78S05 +5V 2A +8V 78S09 +9V 2A +12V
78S12 +12V 2A +15V 78S15 +15V 2A +18V Cara kerka rangkaian Tegangan input AC dari PLN 220240V diturunkan dengan Trafo Step-down sesuai kebutuhan. Apabila keperluan output adalah 5 Volt
DC maka tegangan AC tadi cukup diturunkan menjadi 9V atau 12V. Tegangan AC tersebut
disearahkan dengan 4 buah Dioda (Dioda Bridge) kemudian difilter oleh Condensator C1 dan C2.
Tegangan yang telah difilter (disaring) masih belum stabil dan belum menghasilkan 5Volt. Di sinilah IC
regulator 7805 dan 7905 dipasang untuk menurunkan dan menstabilkan tegangan menjadi 5 Volt.
Condensator C3, C4, C5, dan C6 dipasang sebagai penghilang noise (ripple AC yang masih terbawa)
sekaligus sebagai filter tambahan. Kombinasi Resistor R1-L1 dan R2-L2 adalah sebagai indikator
output. Selamat mencoba dan selamat berkreasi.
Sumber: http://www.linksukses.com/2011/06/regulator-tegangan-dengan-ic-78xx.html
Copyright Link Sukses

Transistor Sebagai Penguat Salah satu fungsi transistor yang paling banyak digunakan di dunia
Elektronika Analog adalah sebagai penguat yaitu penguat arus,penguar tegangan, dan penguat daya.
Fungsi komponen semikonduktor ini dapat kita temukan pada rangkaian Pree-Amp Mic, Pree-Amp
Head, Mixer, Echo, Tone Control, Amplifier dan lain-lain. Prinsip kerja transistor pada contoh
rangkaian di bawah adalah, arus kecil pada basis (B) yang merupakan input dikuatkan beberapa kali
setelah melalui Transistor. Arus output yang telah dikuatkan tersebut diambil dari terminal Collector
(C). Besar kecilnya penguatan atau faktor pengali ditentukan oleh beberapa perhitungan resistor yang
dihubungkan pada setiap terminal transistor dan disesuaikan dengan tipe dan karakteristik transistor.
Signal yang diperkuat dapat berupa arus DC (searah) dan arus AC (bolak-balik) tetapi maksimal
tegangan output tidak akan lebih dari tegangan sumber (Vcc) Transistor. Rangkaian transistor
sebagai penguat Bentuk signal input dan output penguatan Pada gambar pertama (Transistor
Sebagai Penguat), tegangan pada Basis (dalam mV) dikuatkan oleh Transistor menjadi besar (dalam
Volt). Perubahan besarnya tegangan output pada Collector akan mengikuti perubahan tegangan input
pada Basis. Pada gambar kedua dapat terlihat perubahan dan bentuk gelombang antara input dan
output yang telihat melalui Osciloscope. Berdasarkan cara pemasangan ground dan pengambilan
output, penguat transistor dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Common Base Penguat Common Base
digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor merupakan input dan Collector
adalah output sedangkan Basis di-ground-kan/ ditanahkan. Sifat-sifat Penguat Common Base: Isolasi
input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai
impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi
tinggi Dapat dipakai sebagai buffer Penguat Common Emitor Penguat Common Emitor digunakan
sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor di-ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis,
dan output adalah Collector. Sifat-sifat Penguat Common Emitor: Signal output berbeda phasa 180
derajat Memungkinkan adanya osilasi akibat feedback, untuk mencegahnya sering dipasang
feedback negatif. Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah) Stabilitas penguatan
rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor Penguat Common Collector Penguat
Common Collector digunakan sebagai penguat arus. Rangkaian ini hampir sama dengan Common
Emitor tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke
Emitor. Rangkaian ini disebut juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output
hapir sama dengan tegangan input. Sifat-sifat Penguat Common Collector: Signal output dan sigal
input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor) Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu)
Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor) Impedansi input tinggi dan impedansi output
rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer
Sumber: http://www.linksukses.com/2012/03/transistor-sebagai-penguat.html
Copyright Link Sukses