Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MTI

Review Paper IT Doesnt Matter by Nicholas Carr


Oleh Cahyaning Satyka 1106075540

Artikel IT Doesnt Matter memaparkan fenomena pengaruh perkembangan IT


(Information Technology) dalam persaingan dunia bisnis. Pergeseran presepsi oleh Top
Management pun turut terlihat, IT tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang hanya sebatas
teknis namun dapat memiliki fungsi stratejik. Tahun 60an hingga 90an IT cukup menjadi
primadona dalam perusahaan, sebab IT dianggap dapat memberikan competitive advantage
dan diferensiasi pada perusahaan, yang dapat berujung pada peningkatan keuntungan
perusahaan. Memang berbagai riset pada masa itu telah membuktikan bahwa penguasaan dan
penggunaan IT dalam mendukung proses bisnis telah berdampak besar bagi perusahaan dalam
mengungguli persaingan. Hal tersebut disebabkan karena memang pada saat itu IT merupakan
sesuatu yang masih scarce, tidak semua perusahaan dapat mengaplikasikannya, maka nilai
stratejik dari IT terbilang tinggi.
Sesuatu hal dapat dikatakan memiliki nilai stratejik, menjadi sustainable competitive
advantage, serta diferensiasi bagi perusahaan apabila sesuatu hal tersebut memiliki keunikan
artinya tidak mudah ditiru oleh pesaing. Sejalan dengan hal tersebut Carr menjelaskan bahwa
kini IT tidak lagi memiliki nilai stratejik yang dapat memberikan competitive advantage bagi
perusahaan sebab kini fungsi utama IT seperti pengolahan data, penyimpanan, dan transmisi
sudah menjadi lebih murah, terstandarisaasi, dan lebih mudah ditiru, oleh karena itu nilai
stratejik dari IT akhirnya semakin berkurang. Selanjutnya dalam artikelnya Carr berpendapat
bahwa sebenarnya saat ini IT sudah dapat dikatakan sebagai komoditas seperti halnya perangkat
infrastruktur lain seperi listrik atau rel kereta api yang disebut teknologi infrasutruktur.
Kebutuhan akan IT menjadi sesuatu yang tidak terelakkan di masa depan. Ketika IT sudah
menjadi komoditas maka kesempatan memperoleh keuntungan melalui penggunaan IT semakin
menurun.
Saat ini menurut Carr ketika IT menjadi sesuatu yang sudah diaplikasikan dimana-mana,
yang perlu menjadi perhatian lebih dibandingkan potensi IT sebagai competitive advantage
adalah resiko yang ditimbulkan oleh aplikasi IT tersebut, seperti ketergantungan berlebihan
pada IT, seringkali adanya gangguan IT terbukti berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan
menghasilkan produk, memberikan services, dan kepuasan dari pelanggan. Resiko lain yang
menjadi perhatian adalah kecenderungan perusahaan melakukan overspending investment pada
IT. Perusahaan mengeluarkan dana yang tidak sedikit dalam investasi IT, seperti contohnya
pembelian system informasi pada vendor kemudian vendor yang mengharuskan perusahaan
secara berkala melakukan pembelian computer, aplikasi, perlengkapan jaringan, upgrading dan
sebagainya, namun seringkali dana yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang dapat
1

diperoleh perusahaan. Carr berpendapat bahwa untuk menghindari overinvesting pada IT maka
perusahaan perlu memperhatikan lebih lagi dana yang dikeluarkan, mengelompokkan mana yang
memang sebenarnya penting dan tidak, serta yang berpengaruh secara signifikan atau tidak
terhadap peninngkatan produktivitas dan profitabilitas dari perusahaan misalnya, kemudian
sebaiknya tunda dahulu investasi IT untuk mengurangi biaya dan mengurangi resiko
membeli teknologi baru yang kemudian hari mungkin menjadi produk gagal, tunggu saja
hingga digunakan oleh perusahaan lain dan telah terbukti memiliki kinerja baik, karena biasanya
initial cost akan lebih mahal, dan fokus pada resiko resiko yang mungkin muncul dari
penggunaan IT.
Artikel Carr berjudul IT Doesnt Matter bukan berarti bahwa IT sudah tidak diperlukan
dalam proses bisnis namun lebih kepada bahwa kini semua perusahaan dapat mengaplikasikan
IT, sudah banyak kemudahan untuk mengadopsi teknologi, nilai stratejik IT mulai berkurang,
sudah saatnya bagi perusahaan untuk membuka mata yakni lebih cermat dalam mengelola biaya
dan resiko melalu spending yang lebih bijaksana pada IT artinya sesuai dengan kebutuhan
perusahaan dengan output yang maksimal dan sesuai dengan tujuan stratejik perusahaan.
Penerapan IT yang tepat tentu saja dapat memberikan benefit bagi perusahaan seperti misalnya
efisiensi kerja, efektifitas operasi bisnis, kemudahan pengelolaan informasi, dan kemudahan bagi
management dalam pengambilan keputusan, namun jika cost yang dikeluarkan tidak sebanding
dengan benefit yang dihasilkan maka keberadaan IT tersebut pada dasarnya kurang optimal.
Agar IT dapat diterapkan secara tepat sasaran dan optimal perusahaan dapat melakukan antara
lain :

Mengetahui kebutuhan bisnis perusahaan dan memastikan bahwa investasi pada IT sesuai
dengan kebutuhan tersebut
Evaluasi terhadap hasil investasi IT
Melakukan pengelolaan biaya dan resiko dengan cermat

Artikel IT Doesnt Matter ini intinya bahwa pada masa sekarang ini nilai stratejik IT untuk
perusahaan adalah jika teknologi atau inovasi dari teknologi tersebut tidak dimiliki atau tidak
dapat ditiru oleh pesaing atau perusahaan lainnya. Kemudian, IT saat ini sudah merupakan
komoditas yang artinya wajib dimiliki oleh perusahaan, namun investasi pada IT haruslah
cermat, bijak, sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan jangan sampai hasil yang diperoleh tidak
sebanding dengan dana yang dikeluarkan.