Anda di halaman 1dari 19

2.

Hyocyami
(FI) batang atau tanpa

Hyocyami Herba,
Herba Herba
adalahHyocyami
daun dengan
batang
dan pucuk-pucuk yang sedang berbunga atau buah yang keringkan
dari tanaman (Hyocyamus niger L.)
Suku : Solanaceae
Isi
: Isi utama : Alkaloid : - Hiosamin, skopolamin
Tanaman ini merupakan tanaman tahunan atau dua tahunan,
berasal dari eropa, asia barat dan afrika utara. Tanaman ini
merupakan racun babi
Pemakaian dan takaran
Hyogyamus digunakan untuk masing-masing tolitik, tetapi sekarang
digunakan dalam bantuk simplisia. Takaran lazim 200 mg.

3. Stramonium, Jenson weed, Jamito wood

Stramonium terdiri dari daun dan pucuk tanaman yang


berbunga atau berbuah serta cabang-cabang yang
dikeringkan dari Datura straminium L. atau Datura Var
Tatula L.
Tanaman asal : - Datura stramonium L.
- Datura stramoni Var Tatula
Suku
: Solanaceae
Nama Darura diperoleh dari bahasa sansekerta
Dheutera dan bahasa arab Tatura yaitu nama aslinya
Stramonium berarti rumput yang berbau busuk.
Tanaman ini adalah herba tahunan yang berasal dari laut
Caspia, diperkmalkan san ditanam didaerah di Eropa
tengah dan Amerika selatan.

Isi : Alkaloid : Hiosiamin, Shapolamin, Atropin


Kegunaan : Antihalinergi dengan takaran 75 mg, obat
asma
Nama Jasimton weed, berasal dari daerah Jamistown,
Vergini karena penduduk disana menggunakannya sebagai
bumbu masak, namun sering menyebabkan kematian,
sehingga diberi nama Jamiston weed
Simplisia dari Solanaceae yang lain :
a. Withania
- Withania merupakan akar yang dikeringkan dari
Withania samnifera, Dunal
- Suku : Solanaceae
- Isi
: Alkaloid : Atropin, pseodo atropin, higrin,
esopelletianin
- Kegunaan : Sedativum

Duboria
- Duboria merupakan simplisia tanaman yang terdiri
dari daun-daun yang dikeringkan dari Duboria
myapanoides
- Suku : Solanaceae
- Isi
: Alkaloid : Hiasiamin, Skopolamin, Nikatin,
Nikotin
- Kegunaan : Antikalinergik, Sedativum
c. Mandrogona, Europian mandroke
- Mandrogona merupakan simplisia yang terdiri dari
akar dari Mandrogona officinanum L.
- Suku : Solanaceae
- Isi
: Hiosiamin, skopolamin, Mandrogonium
- Kegunaan : Sedativum

4. Cocae folium (FI) < Caca, Daun kaca

Daun kaka adalah daun-daun dari Erythracylon caca


L. yang dikeringkan yang dikenal diperdagangkan
sebagai Huanaca caca
Tanaman asal : Erythracylon caca L, Erythracylon
trulillense, Rusby, dikenal Trucillocaca
Suku : Erythrocyllaceae
Tanaman ini merupakan semak atau pohon kecil dengan
ketinggian kira-kira 2 m, berasal dari Amerika serikat.
Erythrocylon bersal dari bahasa yunaniyang berarti
merah dan kayu, sesuai warna tanamannya. Caca dari
nama Spanyol untuk pohon. Traxillens adalah dari truxillo
yaitu satu kata pesisir di Peru.

ada 3 varietas yang menghasilkan alkaloid untuk


produsi yaitu :
a. Var Coca ( F. Coca I Sursushiccoo) menghasilkan Coca
Huanaco (Balivix) dari daun
b. Var Aprucianum Bruch ( L. Truxillense Rusby)
menghasilkan sejenis Coca Thuxillo dari kolombia
kurang diperdagangkan dan perbedaan ketiga simplisia
ini dari bentuk daun.

isi

: ada 3 jenis alkaloid pokok yaitu :


Elegonin: (Kalcoin, sinamil, kokain, dan truksilli)
Tropin
: (tropakokoin, valirin)
Higrin
: (Higralin, kusholigruf)
Kushahigrun merupakan nonester yang penting dalam
perdagangan adalah algoni.
susunan dari campuran alkaloid dalam daun caca
berbeda-beda secara kualitatif dan kuantitatif tergantung
dari jenis tanaman daun muda dan tuanya. Daun pada
waktu dikumpulkan (dipetik)

coca huanaco mengandung - 1 % ester alkaloid


turunan tropan dan elegonin dan kokain merupakan
bagian terbesarnya. Kuskaligrium merupakan alkaloid
utama yang bersifat non ester terdapat pada daun.
coca jawa mengandung ester alkaloid yang agak lebih
tinggi kadarnya yaitu 1- 2 %, tetapi kokain kurang
terdiri dari jumlah bagian terbesar ( Kurang dari
Sinamid kokain)
coca trucillo dari peru, walaupun dihasilkan dari
tanaman yang sama seperti coca jawa, tetapi lebih
sedikit mengandung ester alkaloid dan lebih banyak
kokain (75 %).

N-CH3

Acrorychia bakteri : Akrosinin


Comptotleca acuminata : Kamtosin
Pennicillinum viridikalum : Viridikatin
Struktur inti Alkaloid kuinolin

N
Hanya kulit kina dan alkaloidnya yang mempunyai arti
penting untuk terapi
Biosintesisnya
Simplisia yang mengandung alkaloid dengan inti kuinolin
adalah

1. Cinchonae cortex, kulit kina


Cinchonae cortex adalah kulit batang kering atau akar
dari tanaman Cinchona succinubra pavon et klatsch atau
hibridenya, dikenal dalam perdagangan sebagai
Cinchona merah.
Cinchona colisaya Woddell atau hibridanya, yang dikenal
dalam perdagangan Cinchona kuning
Tanaman asal : Cinchona succinubra. Ravon
Cinchona colisaya
Suku : Rubiaceae
Cinchona adalah nama yang diberikan sebagai
penghormatan terhadap ratu Cinchona, istri raja muda
dari peru, sedang Succirubra dari bahasa latin yang
berarti sari berwarna merah. Colisaya dari bahasa
spanyol dan nama indian di peru untuk kulit batang.

Hedgeniana

adalah nama penghormatan terhadap


hedger yang memperkenalkan kina ke

Chanles
Indonesia.
Tanaman kina berupa pohon yang berasal dari
pegunungan Andes di Equador dan peru pada ketinggian
1000-3000 meter. Diindonesia dan india sudah
diperkebunkan dan sudah 36 jenis Cinchona yang
dikenal bersama hibridanya.
Sebelum perang dunia II pulau jawa mensuplai kina 90%
kebutuhan kina didunia. Ketika jepang memutuskan
suplai kina (pada waktu jepang menguasai jawa) maka
diusahakan anti malaria sintetik seperti (Klaroquin,
Kunaikuin, dan Primakuin) untuk menggantikan kina.
Isi : Alkaloid, ada 25 jenis tetapi yang terpenting adalah :
Kinin, Kuinidin, Sinkhonin, Sinkhonidin.

Struktur kimia kinin


HO
H3C

C
O

N
N

Pada lapisan kulit yang kuning paling banyak mengandung kinin,


sedang lapisan merah mengandung banyak sinkhonidin.
Asam sinkhonat dapat terurai menjadi merah ini terjadi karena
adanya oksidasi.
Kegunaan : - Sebagai obat antimalaria, takaran 1 g/hari.

- Sebagai tonikum takaran 0,2 0,4 g


Takaran / dosis yang berlebihan dapat menyebabkan
hilangnya pendengaran dan melemahnya penglihatan
(untuk sementara) selain Cincona sp yang dapat
menghasilkan alkaloid kinin dan kuinidin ada juga
simplisia yang lain yaitu :
Capula Radix (Kulit capula)
Tanaman asal : Renijia pundiena, Renijia pundiculata
Fluchiger
Suku : Rubiaceae
Isi
: Kuinidin, kinin
2. Aeronychiae (Cortex Aeronychia)
Cortex Aeronychiae adalah kulit pohon dari tanaman
Aeronychiae bacceri schatt

Tanaman asal : Aeronychiae bacceri schatt


Suku : Rtaceae
Pohon ini selalu hijau dan tingginya 15 20 m, berasal
dari New south dan Queensland
Isi
: Alkaloid, Akronisin
Kegunaan : Anti tumor
D
Struktur kimia okronisin
O CH2

N
CH3

CH3
CH3

3. Camptotheca
Camptotheca adalah simplisia yang terdiri dari buah
bagian kayu atau kulit dari pohon Camptotheca
acuminata Decaesme
Tanaman asal : Camptotheca acuminata Decaesme
Suku : Nyssaceae
Isi
: Alkaloid kantoksin
Alkaloid ini lain daripada alkaloid yang lain,
karena tidak dapat bereaksi dengan pereaksi alakloid
dan tidak dapat membentuk garam-garam alkaloid, oleh
karena itu namanya juga tidak berakhiran Ina, tetapi
tetap kamtotisin
Kegunaan : Anti leukimia

Struktur kimianya :
N

O
Kamtoksin

4. Golongan alkaloid lupinan


Spantoin suatu alkaloid cair yang merupakan senyawa
satu-satunya yang penting dalam golongan ini.
Spontain berasal dari scoponius yaitu alkaloid kristal
lupinin diperoleh dari Hupirus hutans hinne, suku
gunminoceae dan jenis-jenis lainnya.

Selain itu juga dapat diperoleh dari scoponius atau


Broo,tops. Simplisia ini terdiri dari pucuk-pucuk yang
dikeringkan dari Cytisus scopanius L suku Liguminoceae
Tumbuhan ini merupakan semak tumbuh dieropa, asia
barat dan amerika serikat.
Kegunaan : Sebagai oksitoksis (Obat merangsang
kontraksi uterus)
Takaran lazim 10 mg, 150 mg.
N
Rumus kimia spartain sulfat
N

C15H20Nn.H2SO4H2H

YAYU RAHMI RAMADANI SAPATI


MUSFIRA MUSTAKIM
IRKA BUGIS
BAHRIA