Anda di halaman 1dari 34

STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Tugas UTS

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


strategi dan daya saing industry

Dosen Pengajar:
Ir. Erry Rimawan, MBA

Mahasiswa

Nilai yang Diharapkan

Atikah
55314120060

Nilai yang Diperoleh

PROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS MERCU BUANA
2015

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI


SOAL 1 : STRATEGI OPERASI
Menganalisis Studi Kasus : Disney Paris

Studi Kasus :
Sejak didirikan pada tahun 1923, Perusahaan Disney Company telah
berkomitmen untuk menyediakan Producing unparalleled entertainment
experience based on its rich legacy of quality creative content and
exceptional storytelling.
Sejalan dengan konsep ini, Disney membuat 4 (empat) divisi bisnis yang
terdiri dari Studio Entertainment, Park and reseorts, Consumer Product dan
Media Network. Tiap divisi terdiri dari entitas bisnis yang terintegrasi dan
bekerja sama untuk tumbuh mendunia.
Pada divisi Parks dan Resorts, yang pada tahun 1952 mewujudkan apa yang
dikenal sebagai Walt Disney Imagineering dan Magic of disneys beloved
characters dengan membangun Disneyland di Anaheim California, kemudian
Walt Disney World Resort di Florida, Tokyo Disney Resort.
Disney berkeinginan untuk melebarkan kembali sayap usahanya ke benua
eropa, hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa 5% dari pengunjung
Disney di US berasal dari benua Eropa. Dan Disney kemudian menjatuhkan
pilihan ke kota Paris. Disney kemudian menandatangani letter of agreement
dengan Pemerintah Perancis pada bukan Desember 1985.
Pada pembukaan Euro Disney pada tanggal 11 April 1992 diwarnai dengan
protes, kekacauan dan hanya mampu mendatangkan 50.000 pengunjung
(10% dari yang diharapkan).
Bahkan sampai bulan agustus 1992 jumlah pengunjung Disney hanya 9 juta
pengunjung yang berdampak pada cash flow perusahaan dan akhirnya
memaksa Disney untuk melakukan restrukturisasi hutang-hutangnya.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Disney kemudian mencoba untuk bangkit dengan mengubah nama Euro


Disney menjadi Disneyland Paris dan kemudian menjadi Disneyland Resort
Paris. Disamping itu Disney membangun wahana wahaan baru antara lain
sleeping beautys castle, the roller coaster Indiana jones and the temple of
peril, space mountain de la terre coaster.

Berdasarkan studi kasus diatas, jawablah pertanyaan dibwawh ini :


1. Menganalisis studi kasus Disney Paris:
a. Segmentasi market seperti apa yang coba untuk disasar oleh Disney
Resort theme park
b. Apakah pilihan strategis Euro Disney di Paris telah tepat.
c. Apa permasalahan utama yang dialami oleh Disney Paris ?
2. Bagaimana Disney mengimplementasikan operational resources yang
dimiliki dengan expected market demand.
3. Factor-factor apa sajakah yang menyebabkan The Walt Disney Company
gagal

mereprodusir

keberhasilan

Tokyo

Disneyland

ke

dalam

pengembangan Euro Disney di Paris.


4. Bagaimana seharusnya proses improvement yang dilakukan Disney untuk
mengembalikan Disneyland Resort Paris sejajar dengan Theme Park
Disney yang lain.
Jawaban :
1. Pertanyaan pada case?
a. Segmentasi market seperti apa yang coba untuk disasar oleh Disney
Resort theme park ? Sejak didirikan pada tahun 1923, Perusahaan Disney
Company telah berkomitmen untuk menyediakan Producing unparalleled
entertainment experience based on its rich legacy of quality creative
content and exceptional storytelling. Sejalan dengan keiinginan tersebut,
Disney kemudian membentuk Park and Resort Division yang pada tahun
1952 mewujudkan apa yang dikenal sebagai Walt Disney Imagineering.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Disney membangun theme parknya dengan membuat area-area yang


berbeda

untuk

masing-masing

thema

di

lokasi

tersebut.

Disney

mambangun thema melalui keajaiban dongeng yang menjadi legenda dan


karakter cerita yang sangat kuat sehingga pengunjung sejenak daapat
lepas dari rutinitas dan kondisi sehari-hari untuk kemudia seakan-akan
dibawa ke alam khayal.
Disney menciptakan theme specific berupa Frontierland, Fantasyland,
Tomorrow and Adventureland. Tipe arsitektural, dekorasi, makanan,
souvenirs

dan

costume

didesain

untuk

merefleksikan

thema

dari

lokasinya, sebagaimana terlihat dalam film dan pertunjukan Disney.


Masing-masing theme tersebut kemudian terdiri dari atraksi-atraksi
dan wahana yang didedikasikan agar pengunjung dan diharapkan mampu
mengajak pengunjung untuk merasakan Magic of disneys beloved
characters.
Disney membangun Disneyland di Anaheim California, kemudian Walt
Disney World Resort di Florida, Tokyo Disney Resort.
Dengan segala usaha tersebut, Disney berharap bahwa segmentasi
yang dibentuk merujuk kepada kelompok segala macam usia, terutama
kelompok masyarakat yang telah berkeluarga dan memiliki anak pada
usia sekolah dan kuliah.
Untuk kasus Euro Disney, The Disney Company juga berharap bahwa
pengunjung Euro Disney juga berasal dari tourist yang mengunjungi Paris.
b. Apakah pilihan strategis Euro Disney di Paris telah tepat.
Setelah kesuksesan konsep theme park Disney di California, Florida di US,
Disney kemudian melebarkan sayap usahanya ke Tokyo Jepang. Dan
pengembangan usaha ini juga meraih sukses yang luar biasa. Disney
kemudian berkeinginan untuk melebarkan kembali sayap usahanya ke benua
eropa, hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa 5% dari pengunjung
Disney di US berasal dari benua Eropa.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Dengan kondisi tersebut, dimulai tahun 1975, Disney mencoba untuk


mencari alternative lokasi pembangunan theme park Disney di benua eropa.
Perancis, Jerman, Inggris, Itali dan Spanyol dipertimbangkan sebagai lokasi
theme park tersebut.
Disney

kemudian

mengambil

keputusan

cepat

dengan

hanya

mempertimbangkan 2 (dua) lokasi di Alicante Spanyol (yang memiliki


iklim/kondisi cuasa yang sama dengan Florida US) dan Marne la Valle di
Perancis (berada di luar kota Paris).
Disney kemudian menjatuhkan pilihan ke kota Paris didasarkan atas
pertimbangan antara lain:

Terdapat lahan cukup luas dan datar di pinggiran kota Paris yang

memungkinkan untuk dibangunnya theme park Disney.


Kota Paris merupakan destinasi wisata dan secara keseluruhan, perancis

telah dikunjungi oleh sekitar 50 juta turis setiap tahun.


Penduduk di eropa memeliki jumlah hari libur yang lebih sering apabila

dibandingkan dengan penduduk amerika serikat.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% penduduk perancis menyambut

baik dibukanya Disney theme park di negaranya.


Pemerintah pusat dan daerah telah secara signifikan mendukung rencana
dibukanya Disney theme park dengan sejumlah incentive ysang diberikan,
disamping itu, diharapkan theme park tersebut dapat mempekerjakan
sekitar 30.000 lowongan pekerjaan.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka keputusan Disney

untuk membangun theme park di Kota Paris Perancis dirasakan tepat.


Alasan utama berupa kemudahan serta konektifitas transportasi, factor
demografi penduduk dan dukungan pemerintah membuat Disney kemudian
menandatangani letter of agreement dengan Pemerintah Perancis pada
bukan Desember 1985.
c. Permasalahan utama yang dialami oleh Disney Paris?
Jumlah pengunjung yang tidak sesuai ekspektasi Pada pembukaan
Euro Disney pada tanggal 11 April 1992 diwarnai dengan protes, kekacauan
ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

dan hanya mampu mendatangkan 50.000 pengunjung (10% dari yang


diharapkan).
Bahkan sampai bulan agustus 1992 jumlah pengunjung Disney hanya
9 juta pengunjung yang berdampak pada cash flow perusahaan dan akhirnya
memaksa Disney untuk melakukan restrukturisasi hutang-hutangnya karena
Revenue yang didapat tidak sesuai.
2. Bagaimana Disney mengimplementasikan operational resources yang
dimiliki dengan expected market demand
Disney memiliki reputasi yang baik untuk usaha mereka agar focus
menyediakan high level of services dan pengalaman melalui perhatian pada
detail dari operasi. Mereka melakukan itu untuk meyakinkan dipatuhinya
services standard yang telah dikembangkan Disney dengan sejumlah
kebijakan operasi antara lain :

Tujuan utama dari Disney adalah untuk memenuhi ekspektasi pengunjung

setiap hari.
Services delivery telah dipetakan dengan baik dan dikembangkan secara

berkelanjutan untuk memperoleh respon dari pengunjung.


Keterlibatan staff berpengaruh kepada standard quality
perusahaan

dan

standar

servis.

Disney

assurance

mengembangkan

quality

assurancenya berupa safety, courtesy, show dan efficiency.


Lokasi atraksi dijaga sangat bersih.
Tokoh karakter Disney tidak pernah muncul bersamaan.
Staff diberikan pengertian bahwa customer perception adalah kunci untuk
mencapai customer delight, akan tetapi hal tersebut juga sangat sulit
diperoleh

dan

rapuh.

Persepsi

negative

dapat

terbentuk

setelah

mendapatkan hanya satu pengalaman negative.


Sekolah Disney adalah sebuah in house development dan fasilitas belajar
dengan department pada setiap lokasi perusahaan. Sekolah Disney
mengajarkan staff untuk mematuhi standard services dan menyediakan

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

kemampuan

untuk

mengoperasikan

wahana

baru

yang

akan

dikembangkan.
Staff recognitions program dibentuk untuk mengidentifikasi performa
services delivery yang outstanding dan dikenal juga sebagai energy,

enthusiasm, commitment dan pride.


Seluruh taman dilengkapi dengan koneksi telephone ke central question
hot line agar karyawan dapat segera menjawab segala pertanyaan yang
diajukan pengunjung.
Namun dalam aplikasinya the Disney Company, tidak menyiapkan

controlling risk sebagai upaya untuk menghindari kegagalan atau upaya


untuk survive pada segala kondisi yang memungkinkan Disney untuk
mengendalikan resiko dan dampak negative dari resiko yang timbul
Terdapat 3 (tiga) controlling risk yang dapat diterapkan Disney berupa
(1) prevention strategy
(2) mitigation strategy
(3) recovery strategy.
Dalam konteks Euro Disney, maka diketahui Disney tidak menyiapkan
mitigation strategy dan recovery strategy. Disney tidak menyiapkan mitigasi
strategy yang memungkinkan Disney untuk mengurangi dampak negative
dari yang mungkin timbul.
Recovery strategy dapat terlibat pada keseluruhan aktifitas yang
terbentuk. Recovery strategy termasuk dalam langkah langkah recovery
yang penting untuk meminimalkan individual customers dissatisfaction.
3. Factor-factor apa sajakah yang menyebabkan The Walt Disney Company
gagal

mereprodusir

keberhasilan

Tokyo

Disneyland

ke

dalam

pengembangan Euro Disney di Paris.


Sebagai perusahaan yang mendunia dan sangat berpengalaman, ternyata
Disney gagal untuk mereproduksi kesuksesan Disneyland di Amerika dan
Jepang ke pasar Eropa (dalam hal ini kota Paris).

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Beberapa factor kemudian coba digali dan ditelaah oleh Disney antara lain :

Ketidakjelasan konsep yang diusung.


Disney membangun taman dengan thema yang spesifik seperti
discoverland dengan tema menemukan benua baru yang didasarkan atas
penjelajahan yang dilakukan visionari dari eropa; fantasyland dengan
istana yang menggambarkan eropa; dan adventureland dengan konsep
yang bergaya eropa.
Bahkan, Disney mengganti pengisi suara dari orang amerika menjadi
orang perancis demi memenuhi tuntutan pemerintah agar menggunakan
bahasa perancis sebagai bahasa utama dan bahasa inggris sebagai
bahasa keduanya.
Namun,

Disney

Disneyland berupa

melupakan

positioning

yang

sangat

kuat

dari

Walt Disney Imagineering dan Magic of disneys

beloved characters.
Pengunjung dan press dibuat bingung dengan konsep yang ingin
diterapkan Disney. Is it an American theme park in europa atau is it a
theme park that exploid the European heritage of Disney characters? Had
the park any connections at all with france?
Pengunjung tidak merasakan sensasi akan Walt Disney Imagineering dan
Magic of disneys beloved characters.

Adanya tuduhan bahwa Disney sedang mencoba untuk melakukan


cultural imperialism, Disney coba membantah tuduhan ini dengan
mengembangkan beberapa atraksi dan wahana yang hanya terdapat di

Euro Disney.
Standard Services

Delivery

Euro

Disney

gagal

untuk

melayani

pengunjung.
Disney terkenal sebagai perusahaan yang teropsesi untuk menciptakan
standar pelayanan yang sama di seluruh theme parknya.

Services

delivery yang dibangun Disney telah dipetakan dengan baik dan


dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperoleh respon dari
pengunjung.
ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Disney membangun sekolah sebagai sebuah in house development


dan fasilitas belajar yang mengajarkan para staff untuk mematuhi
standard services. Staff diberikan pengertian bahwa customer perception
adalah kunci untuk mencapai customer delight.
Namun, Disney melupakan budaya tempat Euro Disney berada,
sebagai contoh:
Disney memaksakan untuk menyediakan makanan fast food di
restaurant.
Disney tidak menyadari perbedaan budaya dalam hal eating behavior,
dimana orang amerika mengungah snack dan fash food semetara
orang eropa membutuhkan kursi dan meja makan dengan menu
masakan tradisonal. Hal ini menimbulkan masalah pada saat peak
seasons dimana jumlah tempat duduk direstorant tidak memadai dan

mengurangi kenyamanan berkunjung.


Cross cultural differences perbandingannya hanya 3 dari 11 pengunjung
Euro Disney merupakan warga Perancis, namun Euro Disney menyediakan
informasi dan petunjuk-petunjuk dalam bahasa perancis baru kemudian
inggris, ditambah lagi sekitar 45% staff berbahasa perancis dan hanya
30%

yang

berasal

dari

luar

perancis.

Kondisi

ini

menimbulkan

kesenjangan informasi dan pada akhirnya akan mengurangi kenyamaanan

dari para pengunjung.


Break Event Point yang terlalu tinggi, menjadikan harga tiket yang
diharuskan mahal sehingga pengunjung yang dating tidak sebanyak di
Disney di USA atau Jepang

4. Bagaimana seharusnya proses improvement yang dilakukan Disney untuk


mengembalikan Disneyland Resort Paris sejajar dengan Theme Park
Disney yang lain?
Setelah menyadari terdapat kesalahan konsep dalam implementasi theme
parknya di eropa, maka Disney kemudian melakukan serangkaian
perbaikan.
a. Mencegah

kebangkrutan

dari

Euro

Disney

dengan

melakukan

restrukturisasi hutang-hutang walt Disney di eropa. Michael Eisner,


ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

CEO dari Disney memaksa sejumlah kreditor untuk menyetujui


langkah-langkah Disney tersebut.
b. Mengubah nama Euro Disney (nama yang merujuk pada currency,
hal perekonomian belaka) berubah menjadi Disneyland Paris dan
kemudian konsep theme park-nya berkembang menjadi Disneyland
Resort Paris. Penataan Disneyland Resort Paris mempunyai kemiripan
dengan penamaan sejenis di Walt Disney World Resort di Florida, Tokyo
Disney

Resort

dan

dengan

naama

ini

diharapkan

dapat

menggambarkan sensasi akan Walt Disney Imagineering dan Magic


of disneys beloved characters.
c. Membangun wahana-wahaan yang identik dengan Disney antara lain
tahun 1993 sleeping beautys castle, the roller coaster Indiana jones
and the temple of peril, tahun 1995 membangun space mountain de la
terre coaster, tahhun 1997 melakukan parade the hunchback of notre
dame, tahun 1999 membangun atraksi honey I shrunk the audience.
Sejumlah wahana, atraksi dan parade yang dibangun ditujukan untuk
memulihkan image dari Disneyland Resort Paris.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

10

SOAL 2 : FORECASTING

1. Perusahaan x merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi


Mencari Metode Peramalan Terbaik

sepeda motor, dan

2. Perusahaan XYZ merukan perusahaan yang memproduksi mobil, anda


diminta untuk melakukan peramalan permintaan di tahun 2015 , untuk
dapat menentukan jumlah permintaan yang akan data berikut
merupakan data history penjualan tahun 2013 dan 2014 sebagai
acuan peramalan untuk membuat peramalan di tahun 2015

NO
1

Month
Januari

Actual

Demand

Demand

(2013)
2000

(2014)
4500

Februari

2500

4800

Maret

2700

5000

April

3100

4700

Mei

4000

4300

Juni

4600

4700

Juli

5100

5400

Agustus
Septemb

4700

5000

4300

4400

3800

5200

4600

4600

5500

4100

48913

56700

9
10
11
12

er
Oktober
Novemb
er
Desemb
er

Jumlah
Buatlah

Actual

peramalan

untuk

permintaan

tahun

peramalan Time Series ?

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

2015

dengan

metode

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

11

Jawab :
Untuk melakukan forecasting dilakukan dengan cara membandingkan antara
beberapa metode forecasting dengan menggunakan data Demand pada
tahun 2013 yang akan dibandingkan dengan data demand pada tahun 2014
dan metode dengan deviasi terkecil akan digunakan untuk meramalkan
permintaan di tahun 2015, berikut metode yang akan dibandingkan ?
a. Metode Naif
b. Metode moving average (3 bulan)
c. Metode moving average Weight (3 bulan) , dengan bobot
1 bulan lalu 3
2 bulan lalu 2
3 bulan lalu 1
d. Metode eksponential ( alpha : 0,5)
e. Metode Trend Projection
Semua perhitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan Software Ms.
Excel 2007
a. Metode Nave
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Month
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
Septem
ber
Oktober
Novemb
er
Desemb
er

2013
2000
2500
2700
3100
4000
4600
5100
4700

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni

5500
5500
5500
5500
5500
5500

4300
3800
4600
5500

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

Nave
2000
2500
2700
3100
4000
4600
5100
4700
4300
3800
4600
5500
5500
5500
5500
5500
5500

12

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

No

Month

19
20

Juli
Agustus
Septemb
er
Oktober
Novemb
er
Desemb
er

21
22
23
24

2013
5500
5500

Nave
5500
5500

5500

5500
5500

5500
5500

5500

5500

5500

b. Meode MA ( 3 )
No
1
2
3
4

Month
Januari
Februari
Maret
April
Mei

2013
2000
2500
2700
3100
4000

Juni
6
7

Juli
Agustus

8
9
10
11
12

4700
Septem
ber
Oktober
Novemb
er
Desemb
er
Januari

13
Februari
14
Maret
15
April
16
Mei
17
Juni
18
Juli
19
20

4600
5100

Agustus

4300
3800
4600
5500
4233.
33
4633.
33
4777.
78
4788.
89
4548.
15
4733.
33
4704.
94
4690.

MA (3)

2400
2766.6
67
3266.6
67
3900
4566.6
67
4800
4700
4266.6
67
4233.3
33
4633.3
3
4777.7
8
4788.8
9
4548.1
5
4733.3
3
4704.9
4
4690.1
2
4662.1

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

13

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

21

Septem
ber
Oktober

22
23
24

Novemb
er
Desemb
er

12
4662.
14
4709.
47
4685.
73
4687.
24

4
4709.4
7
4685.7
3
4687.2
4
4685.7
8

c. Metode MAW ( 3)
1 bulan lalu 3
2 bulan lalu 2
3 bulan lalu 1

No
1
2
3

Month
Januari
Februar
Maret

2500
2700

April

3100

Mei

4000

6
7

Juni
Juli
Agustu

4600
5100

8
9
10
11
12

2013
2000

14

4700

Septem
ber
Oktobe
r
Novem
ber
Desem
ber

13

maw
(3)

Januari
Februar
i

15

Maret

16

April

4300
3800
4600
5500
4283.
333
4916.
667
4741.
667
4802.
778

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

2516.
667
2866.
667
3483.
333
4150
4750
4816.
667
4566.
667
4116.
667
4283.
333
4916.
667
4741.
667
4802.
778
4723.
611

14

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

No

Month

17

Mei

18

Juni

19

Juli
Agustu

20
21
22
23
24

s
Septem
ber
Oktobe
r
Novem
ber
Desem
ber

maw
2013 (3)
4723.
4801.
611
389
4801.
4753.
389
009
4753.
4775.
009
694
4775.
4764.
694
236
4764.
4772.
236
415
4772.
4766.
415
184
4766.
4770.
184
235
4770.
4767.
235
937

d. Metode Eksponential dengan alpha : 0,5


No

Month

2013

Forecasti
ng ( alpha
: 0,5)

MAD

MSE

1
2
3

Januari
Februari
Maret

2000
2500
2700

2000
2250

500
450

250000
202500

April

3100

2475

625

Mei

4000

2787.50

1212.50

Juni

4600

3393.75

1206.25

Juli
Agustus
Septem
ber

5100
4700

3996.88
4548.44

1103.13
151.56

4300

4624.22

324.22

3800

4462.11

662.11

4600

4131.05

468.95

12

Oktober
Novemb
er
Desemb
er

4365.53

1134.47

13

Januari

4932.76

567.24

14
15

Februari
Maret

5500
4365.
53
4932.
76
4649.

390625
1470156.
25
1455039.
06
1216884.
77
22971.19
105117.8
0
438388.8
2
219909.7
1
1287028.
21
321757.0
5

4649.15
4790.95

283.62
141.81

80439.26
20109.82

7
8
9
10
11

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

MAPE

1.25
1.2
1.2525
25
1.43
1.36
1.28
1.03
0.93
0.85
1.11
1.26
0.89
1.06
0.97

15

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

No

Month

16

April

17

Mei

18

Juni

19

Juli

20
21
22
23
24

Agustus
Septem
ber
Oktober
Novemb
er
Desemb
er

2013
15
4790.
95
4720.
05
4755.
50
4737.
78
4746.
64
4742.
21
4744.
42
4743.
32
4743.
87

Forecasti
ng ( alpha
: 0,5)

MAD

MSE

MAPE

4720.05

70.90

5027.45

1.02

4755.50

35.45

1256.86

0.99

4737.78

17.73

314.22

1.00

4746.64

8.86

78.55

1.00

4742.21

4.43

19.64

1.00

4744.42

2.22

4.91

1.00

4743.32

1.11

1.23

1.00

4743.87

0.55

0.31

1.00

4743.59

0.28

0.08

1.00

e. Metode Trend Projection


Adalah suatu metode peramalan serangkaian waktu yang sesuai
dengan garis tren terhadap serangkaian titik-titik data masa lalu,
kemudian diproyeksikan ke dalam peramalan masa depan untuk
peramalan jangka menengah dan jangka panjang. Persamaan garis :

Dimana :

y = variabel yg akan diprediksi


a = konstanta
b = kemiringan garis regresi
x = variabel bebas (waktu)

Dengan metode kuadrat terkecil (MKT) didapat :

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

16

jumlah

b
a

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

2000
2500
2700
3100
4000
4600
5100
4700
4300
3800
4600
5500

78

46900

x^2
1
4
9
16
25
36
49
64
81
100
121
144
650

xy
2000
5000
8100
12400
20000
27600
35700
37600
38700
38000
50600
66000
341700

Peramala
n
2491.02
2748.71
3006.4
3264.09
3521.78
3779.47
4037.16
4294.85
4552.54
4810.23
5067.92
5325.61
46899.78

257.6
9
2233.
33

y = 2233.33 + 257.69x
Berikut merupakan peramalan untuk januari 2014 desember 2014
Bulan
13
14
15
16
17
18
19
20

Peramal
an
5583.3
5840.99
6098.68
6356.37
6614.06
6871.75
7129.44
7387.13

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

17

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI


21
22
23
24

7644.82
7902.51
8160.2
8417.89

Perbandingan untuk memutuskan metode apa yang paling cocok digunakan


untuk meramalkan demand dengan membandingkan demand actual pada
tahun 2013 yang ada dengan percobaan metode time series yang telah
dilakukan dengan data histori actual di tahun 2014

Aktual
2014

Nave

4500

5500

4800

5500

5000

5500

4700

5500

4300

5500

4700

5500

5400

5500

5000

5500

4400

5500

5200

5500

4600

5500

4100

5500

MA (3)

WMA
(3)

4633.333
333
4777.777
778
4788.888
889
4548.148
148
4733.333
333
4704.938
272
4690.123
457
4662.139
918
4709.465
021
4685.733
882
4687.242
798
4685.779
607

4916.6
67
4741.6
67
4802.7
78
4723.6
11
4801.3
89
4753.0
09
4775.6
94
4764.2
36
4772.4
15
4766.1
84
4770.2
35
4767.9
37

Eksponen
tial (alpha
: 0.5)
4932.763
672
4649.145
508
4790.954
59
4720.050
049
4755.502
319
4737.776
184
4746.639
252
4742.207
718
4744.423
485
4743.315
601
4743.869
543
4743.592
572

Trend
Projecti
on
5583.3
5840.99
6098.68
6356.37
6614.06
6871.75
7129.44
7387.13
7644.82
7902.51
8160.2
8417.89

Berikut merupakan Grafik perbandingan antara peramalan dengan data


actual :

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

18

Perbandingan aktual dan peramalan


Aktual 2014

Nave

MA (3)

WMA (3)

Eksponential (alpha : 0.5)

Trend Projection

9000
8000
7000
6000
5000
4000
3000

10

11

12

Dari Grafik diatas terlihat bahwa metode MA (3) yang paling mendekati
data aktual , sehingga untuk membuat peramalan demand untuk
tahun 2015 akan menggunakan metode MA 3 , berikut merupakan
hasil peramalan untuk permintaan mobil pada tahun 2015 dengan
menggunakan metode ma (3).
No
1
2
3

Month
Januari
Februar
i
Maret
April

2014/2
015
4500
4800
5000
4700

Mei
5

4300
Juni

4700
Juli

5400
Agustu

MA (3)

5000

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

4766.6
7
4833.3
3
4666.6
7
4566.6
7
4800.0
0

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

19

9
10
11
12

Septem
ber
Oktobe
r
Novem
ber
Desem
ber
Januari

13
Februar
14

i
Maret

15
April
16
Mei
17
Juni
18
Juli
19
Agustu
20
21
22
23
24

s
Septem
ber
Oktobe
r
Novem
ber
Desem
ber

4400
5200
4600
4100
4733.3
3
4633.3
3
4477.7
8
4488.8
9
4614.8
1
4533.3
3
4527.1
6
4545.6
8
4558.4
4
4535.3
9
4543.7
6
4546.5
0

5033.3
3
4933.3
3
4866.6
7
4733.3
3
4633.3
3
4477.7
8
4488.8
9
4614.8
1
4533.3
3
4527.1
6
4545.6
8
4558.4
4
4535.3
9
4543.7
6
4546.5
0
4545.8
6

Saran : untuk kedepannya dapat dilakukan uji coba untuk dilakukan


percobaan peramalan dengan metode maupun yang lebih beragam
untuk menemukan metode yang bisa memiliki deviasi terkecil dengan
data aktual.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

20

SOAL 3 Lokasi Strategi


Merancang lokasi strategi untuk membuat cabang perusahaan

Studi Kasus:
Anda diminta Sebuah perusahaan furniture yang beroperasi secara global
mencoba menganalisis beberapa alternative Negara di Asia Tenggara untuk
dijadikan nominasi lokasi anak cabang perusahaannya di luar negeri. Dengan
semua pertimbangan yang ada yakni :
a. Aspek nilai dari Negara tersebut
b. Menentukan pilihan kota yang paling efisien biaya berdasarkan waktu
biaya dan jarak (pemilihan kota dilakukan setelah pemilihan negara telah
dilakukan)
Berikut merupakan data nilai dan bobot telah didapat dari hasil survey yang
telah dilakukan sebelumnya . Critical success factor Bobot
Nilai(1-10)
Nilai
Culture
Teknologi
Aspek Ekonomi
Aspek Hukum dan
Politik
Tingkat Pendidikan
Demografi
Jumlah

Bobot
0.1
0.2
0.2

Indonesi
a
9
8
6

Malaysia
8
7
7

Filipina
7
7
8

0.15
0.2
0.15
1

6
8
9
46

7
8
8
45

7
7
8
44

Jawab :
a. Berikut merupakan hasil perhitungan dengan menggunakan metode
Location Factor Ranking
Nilai
Culture
Teknologi
Aspek Ekonomi
Aspek Hukum dan
Politik
Tingkat Pendidikan
Demografi
Jumlah

Bobo
t
0.1
0.2
0.2

Indones
ia
9
8
6

Malays
ia
8
7
7

Filipina
7
7
8

Indones
ia
0.9
1.6
1.2

Malays
ia
0.8
1.4
1.4

Filipin
a
0.7
1.4
1.6

0.15
0.2
0.15
1

6
8
9
46

7
8
8
45

7
7
8
44

0.9
1.6
1.35
7.55

1.05
1.6
1.2
7.45

1.05
1.4
1.2
7.35

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

21

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Dari hasil perhitungan didapatkan Nilai maksimal adalah 7,55 diperoleh


oleh Negara Indonesia sehingga direkomendasikan untuk dipilih sebagai
Negara untuk lokasi pembuka anak cabang di luar negeri

b. Setelah ditentukan bahwa Indonesia terpIlih untuk pembukaan anak


cabang perusahaan, supplier yang berasal dari Amerika Serikat dengan
beberapa cabang di kota Washington, Boston, Virginia, New York akan
mengirim furniture ke Indonesia dengan beberapa alternative kota tujuan:
Bandung, Jakarta, Surabaya untuk tahun 2015 . Manajer tersebut diminta
untuk menentukan pilihan kota yang paling mengefisienkan biaya
berdasarkan waktu biaya dan jarak.
Berikut merupakan data koordinat dari tiap situs di Indonesia :
Situs
Jakarta
Batam
Surabay
a

Koordinat
x
360
250

Koordinat
y
180
400

420

325

Berikut merupakan data koordinat dan muatan dari tiap Supplier:


Supplier
washington
(a)
Virginia (b)
Boston ( c )
Newyork ( d
)

Koordinat x

Koordinat
Y

Li
(Muatan)

200
300
210

210
240
300

75
105
150

105

120

80

Berikut merupakan hasil perhitungan pemilihan lokasi kota tujuan dengan


menggunakan metode Load Distance Technique yang dihitung dengan
menggunakan software Ms Excell 2007
Supplier
Da
Db
Dc
Dd
LD

Situs
Jakarta
162.79
84.85
192.09
261.96
70889.8
2

Situs Batam
196.47
167.63
107.70
315.32

Situs
Surabaya
248.24
147.05
211.48
375.83

73717.25

95848.02

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

22

Dari hasil diatas perhitungan pemilihan lokasi kota tujuan dengan


menggunakan metode Load Distance Technique, maka dipilih situs Jakarta
karena memeiliki nilai beban jarak terkecil. Sehingga pengiriman barang
akan lebih efisien melalui Kota Jakarta

SOAL 4 DAN 5 : ANALYSIS INTERNAL ENVIRONMENT & EXTERNAL ENVIRONMENT


SOAL :
Buatlah Analisis lingkungan Internal dan Eksternal di salah satu lembaga
yang Anda ketahui, serta berikanlah ranvcangan strategi usulan
perbaikannya?
Jawab :
Studi Kasus : PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
Prudential Indonesia didirikan pada tahun 1995. PT. Prudential Life Assurance
(Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, dengan
menggabungkan pengalaman Internasional Prudential di bidang asuransi
jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia
memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit
link) pertamanya di tahun 1999, prudential Indonesia merupakan pemimpin
pasar untuk produk tersebut yang dirancang untuk memenuhi dan
melengkapi setiap kebutuhan pada nasabahnya di Indonesia.
Dari data terakhir per 31 Desember 2008, Prudential Indonesia memiliki 7
kantor pemasaran (Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam
dan Semarang) dan 161 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Surabaya,
Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam dan Bali). Prudential Indonesia memiliki
lebih dari 59.000 jaringan tenaga pemasaran yang melayani lebih dari
720.000 nasabah.
Berikut merupakan Analisis SWOT Lingkungan Internal dan Eksternal PT.
Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dengan menggunakan
analisis SWOT
Lingkungan Internal
Kekuatan / Strengths
Kelemahan / Weakness
ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

23

1. Kinerja Perusahaan sangat baik,


1. Kualitas Agen Belum merata baik
meraih prestasi terbaik berturut turut
dari tingkat pendidikan maupun
tahun 2002 2010
status.
2. Kualitas & Manfaat Produk lengkap
2. Kurangnya Kantor Pemasaran
(melayani berbagai produk :
3. Pelayanan Proses Administrasi
Tradisional, Unit Link : Konvensional
diper-lukan peningkatan
maupun Syariah)
3. Dukungan
Pelayanan Teknologi
Informasi (SFA), sehingga pekerjaan
cepat, akurat dan transparan.
4. Dukungan SDM yang memadai baik
untuk Staf Kantor mauun Kuantitas
Agen.
Lingkungan Eksternal
Peluang / Opportunities
Ancaman / Threats
1. Jumlah Penduduk Indonesia > 200 jt
1. Persepsi negatif masyarakat
merupakan potensi pasar
terhadap Asuransi di Indonesia
2. Fenomena Bencana alam di Indonesia
2. Perusahaan Pesaing Baru yang terus
3. Timbulnya berbagai penyakit di
bermunculan
Indonesia
3. Munculnya Produk produk baru
4. Mahalnya Biaya Rumah sakit
yang ditawarkan
5. Mahalnya Biaya Pendidikan

1.
2.
3.
4.

Selanjutnya dilakukan dengan pembobotan dan rating , dengan skala


rating 1-4 yakni,
Berikut merupakan skala untuk Weakness dan Threats
Sangat penting
Penting
Kurang Penting
Tidak Penting

4.
3.
2.
1.

Sedangkan skala untuk strength dan Opportunity adalah sebagai


berikut :
Sangat penting
Penting
Kurang Penting
Tidak Penting

Berikut merupakan hasil skoring analisis Lingkungan Internal PT. Prudential


Life Assurance (Prudential Indonesia)
FAKTOR-FAKTOR STRATEGI INTERNAL
Kekuatan / Strengths
1. Kinerja
Perusahaan sangat baik,
meraih prestasi terbaik berturut turut

BOBOT

RATING

SKOR

0.20

0.80

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

24

tahun 2002 2010


2. Kualitas & Manfaat Produk lengkap
(melayani berbagai produk : Tradisional, Unit
Link : Konvensional maupun Syariah)
3. Dukungan
Pelayanan Teknologi
Informasi (SFA), sehingga pekerjaan cepat,
akurat dan transparan.
4. Dukungan SDM yang memadai baik untuk
Staf Kantor mauun Kuantitas Agen.
SUB TOTAL

0.20

0.80

0.15

0.45

0.10

0.30

0.65

Kelemahan / Weakness
1. Kualitas Agen Belum merata baik dari
tingkat pendidikan maupun status.
2. Kurangnya Kantor Pemasaran
3. Pelayanan Proses Administrasi diper-lukan
peningkatan
SUB TOTAL
TOTAL

2.35

0.15
0.15
0.05

1
2
1

0.15
0.30
0.05

0.35

0.50

1,00

2.85

Berikut merupakan hasil skoring analisis Lingkungan Eksternal PT. Prudential


Life Assurance (Prudential Indonesia)
FAKTOR-FAKTOR STRATEGI
EKSTERNAL
Peluang / Opportunities
1. Jumlah Penduduk Indonesia > 200 jt
merupakan potensi pasar
2. Fenomena Bencana alam di
Indonesia
3. Timbulnya berbagai penyakit di
Indonesia
4. Mahalnya Biaya Rumah sakit
5. Mahalnya Biaya Pendidikan
SUB TOTAL

BOBOT

RATING

SKOR

0.20
0.10
0.15
0.10
0.15

4
3
3
4
4

0.80
0.30
0.45
0.40
0.60

0.70

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

2.55

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

25

Ancaman / Threats
1. Persepsi negatif masyarakat
terhadap Asuransi di Indonesia
2 Perusahaan Pesaing Baru yang terus
bermunculan.
3. Munculnya Produk produk baru
yang ditawarkan.

0.15
0.10
0.05

1
2
1

0.15
0.20
0.05

SUB TOTAL

0.30

0.40

TOTAL

1.00

2.95

Hasil kuadran dari analisis IFAS dan EFAS di PT. Prudential Life Assurance
(Prudential Indonesia)

Analisis :
Hasil tersebut menggambarkan posisi strategis perusahaan berdasarkan
analisis faktor-faktor strategis eksternal (EFAS) dan faktor-faktor strategis
internal (IFAS) perusahaan yang dapat dilihat pada diagram SWOT, di mana
posisi perusahaan berada dalam kuadran I yang mendukung strategi agresif
atau pertumbuhan.
ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

26

Berikut merupakan hasil penilaian masing-masing strategi


IFAS
EFAS
OPPUTUNITIES ( O
)
THREATS ( T )

STRENGTHS (S)

WEAKNESS (W)

STRATEGI SO
2.35 + 2.55 = 4.90
STRATEGI ST
2.35 + 0.40

STRATEGI WO
0.5 + 2.55 = 3.05
STRATEGI WT
0.5 + 0.40 = 0.90

Dari table diketahui bahwa nilai tertinggi adalah pada strategi


STRENGTH OPPORTUNITY (SO) , yakni dengan skor 4,90
Berikut merupakan tabel perancangan usulan perbaikan yang dapat
dilakuakan terhadap masing-masing strategi yang telah dirancang
sebelumnya
IFAS
EFAS

OPPORTUNTIES
(PELUANG)

STRENGTH
(KEKUATAN)
1. Kinerja
perusahaan
sangat baik
2. Kualitas &
Manfaat Produk
3. Pelayanan
dukungan
Teknologi
Informasi
4. SDM (Kuantitas
Agen)
Asumsi Strategi (SO)
Pakai Kekuatan untuk
manfaatkan peluang

1. Penduduk Indonesia 1.
Produk AJ yang
diatas 200 jt
dapat mencover
2. Fenomena Berbagai
pendidikan,
Bencana
kesehatan dll.
3. Fenomena Berbagai 2.
Peningkatan
Penyakit
Promosi perusahaan.
4. Mahalnya Biaya
3. Berikan motivasi kpd
Pendidikan
para agen agar dapat
ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

WEAKNESS
(KELEMAHAN)
1. Pelayanan Proses
Administrasi
2. Kualitas Agen tidak
merata
3. Kurangnya Kantor
Pemasaran.

Asumsi Strategi
(WO)
Tanggulangi Kelemahan
dengan memanfaatkan
Peluang
1. Percepat proses
pelayanan admin.
2. Adakan diklat secara
berjenjang
3. Tambah Kantor Pemasaran/Keagenan

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

27

5. Mahalnya Biaya
Rumah Sakit

meningkatkan premi.

THREATS
(ANCAMAN)
1. Persepsi negative
masy. thd
asuransi di
Indonesia
2. Ancaman
Perusahaan Baru
3. Ancaman Produk
Baru

Asumsi Strategi (ST)

Asumsi Strategi (WT)

Pakai Kekuatan untuk


menghadapi tantangan
atau mengubahnya
menjadi peluang.
1. Sosialisasi & Promosi
perusahaan
2. Berikan pemahaman
& motivasi kpd seluruh
pegawai ttg visi & misi
organisasi
3. Lakukan riset pasar
u/ terbitkan produk
baru

Perkecil Kelemahan dan


hindari tantangan.
1. Percepat proses
admin & pelayanan
klaim
2. Tingkatkan kualitas
agen melalui diklat

Kesimpulan
Melalui analisis lingkungan kerja Internal dan Eksternal melalui analisis SWOT
didapat Strategi Yang dapat dilakukan oleh PT. PLA u/ meningkatkan
penjualan. Menggunakan Srategi Agresif (pertumbuhan), yang berada pada
kuadran I. Analisis Matriks SWOT, Diperoleh nilai 4,90 yakni Strategi SO
memiliki nilai terbaik (best value), sehingga diutamakan melakukan
improvement pada strategi Strength Oppurtunity (SO)
Saran
1. Strategi pemasaran PT. PLA sudah tepat/baik, tetapi masih berpeluang
untuk ditingkatkan lebih lanjut dengan cara menambah kantor
pemasaran/keagenan dan meningkatkan kualitas para agen.
2. Untuk dapat meningkatkan penjualan maka, PT. PLA sebaiknya
menggunakan Strategi Agresif, dengan melakukan langkah langkah
antara lain: meningkatkan promosi/iklan, melalui media cetak ( Koran &
majalah ), media elektronik ( radio, televisi, internet ) dan billboard.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

28

Total Productive Management

SOAL :
Perhatian table Berikut, table berikut merupakan Rata-rata Data Jam Kerja,
Jam Lembur, Waktu Pemberhentian Mesin pada mesin extrusion press di PT
XYZ di tahun 2014

No

Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
Septem
ber
Oktober
Novemb
er
Desemb
er

9
10
11
12

Jumlah

Berikan
menerapkan

Jam
Kerja
Mesin
(Lembur
)
512
505
511
507
512
510
502
512

Jam
Teknisi
(Lembu
r)

Jam
Henti
(Mesi
n)

Jumlah
Unit di
Proses
(Ton)

Cacat
Produ
k
(Ton)

Waktu
Setting
(Jam)

Wakt
u
Start
(Jam)

2
0
3
0
0
0
0
2

29
20
16
18
19
24
8
23

165
145.4
173
163
145
115.7
110
162

3.4
2.5
3.6
3.2
2.2
2
2.1
3

2.8
2.8
2.8
2.8
2.8
2.8
2.8
2.8

4
4
4
4
4
4
4
4

502
511

2.5
0

9
17

143.3
124

1.8
1.63

2.8
2.8

4
4

506

11

104.6

2.8

503
6093

0
9.5

22
216

128
1679

2.05
28.48

2.8

usulan
sistem

perbaikan
pencegahan

terhadap

sistem

menggunakan

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

perawatan

metode

dengan

pemeliharaan

29

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

produktif total (TPM) yang terdiri

dari variabel total

menghitung serta menganalisis variabel total


dalam sistem

efektifitas, dan

efektifitas yang terdapat

TPM dengan menggunakan metode TPM Indeks yang biasa

dikenal dengan Overall Equipment Evectiveness (OEE) Adapun standar dari


JIPM untuk TPM Indeks yang ideal, adalah :
1. Ketersediaan (AV) 90 %.
2. Efektifitas produksi (PE)

95 %.

3. Tingkat kualitas (RQ) 99 %.


4. Efektifitas keseluruhan peralatan dan mesin (OEE) 85 %
(l : ( 0,90 x 0.95 x 0.99 ) x 100 % = 85 %)

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

30

Jawab :
Berikut merupakan Hasil perhitungan nilai OEE mesin extrusion press di PT XYZ di tahun 2014 yang
dibantu menggunakan Software Ms . Excell 2007

N
o

Bulan

Januari

Jam
Teknis
i
(Lemb
ur)

Jam
Henti
(Mesi
n)

Jumlah
Unit di
Proses
(Ton)

Cacat
Produ
k
(Ton)

Wak
tu
Setti
ng
(Jam
)

Wak
tu
Start
(Jam
)

Wakt
u
Loadi
ng

Wakt
u
Oper
asi

AV
(%)

512

29

165

3.4

2.8

518

489

94.40

505

20

145.4

2.5

2.8

509

489

96.07

511

16

173

3.6

2.8

518

502

96.91

507

18

163

5.3

2.8

511

493

96.48

512

19

145

2.2

2.8

516

497

96.32

510

24

115.7

2.8

514

490

95.33

502

110

2.1

2.8

506

498

98.42

512

23

162

2.8

518

95.56

502

2.5

143.3

4.3

2.8

508.5

495
499.
5

511

17

124

2.4

2.8

515

498

96.70

506

11

104.6

2.8

510

499

97.84

503

22

128

2.05

2.8

6093

9.5

216

1679

36.85

33.6

48

0.79

18

139.92

3.07

2.8

485
5934
.5
494.
54

95.66
1157.
92

507.75

507
6150.
5
512.5
4

Februa
ri

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Jam
Kerja
Mesin
(Lemb
ur)

Agustu
s

Septe
9
mber
Oktob
10
er
Nove
11
mber
Desem
12
ber
Jumlah
Rata2

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

98.23

96.49

PE
(%)
94.4
8
83.2
6
96.4
9
92.5
8
81.6
9
66.1
1
61.8
5
91.6
4
80.3
3
69.7
2
58.6
9
73.9
0
950.
73
79.2
3

RQ
(%)

97.94
98.28
97.92
96.75
98.48
96.54
98.09
98.15
97.00
98.06
98.09
98.40
1173.
70
97.81

OEE
(%)
87.3
5
78.6
1
91.5
7
86.4
1
77.4
9
60.8
5
59.7
1
85.9
5
76.5
4
66.1
1
56.3
3
69.5
6
896.
47
74.7
1

31

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

Berdasarkan Rata-rata efektifitas keseluruhan peralatan dan mesin (OEE) : = 74.71 % diketahui bahwa
nilai OEE belum memenuhi standar JIPM, yakni , > 85%

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI

32

Berikut ini adalah

grafik TPM Indeks untuk mesin extrusion press

berdasarkan hitungan TPM yang dibandingkan dengan Standar JIPM

Perbandingan Antara Nilai OEE mesin ectrussion press dengan JPIM


95.00
90.00
85.00
80.00
75.00
70.00
65.00
60.00
55.00
50.00

5
OEE (%)

10

11

12

Standard JIPM

Kesimpulan :
Sistem pemeliharaan yang diterapkan di PT. XYZ masih belum memadai, hal
Ini ditandai dengan rendahnya rendahnya nilai-nilai efektifitas seperti nilai
PE, RQ dan OEE yang kurang dari standar JIPM
Usulan Perbaikan yang tepat adalah dengan meberdayakan SDM sebaik
mungkin seperti :
1. Melibatkan operator mesin produksi, memberikan pelatihan-pelatihan
tentang tata cara
pengoperasian mesin yang benar, dan tata cara pemeliharaan mesin.
2. Membentuk aktifitas kelompok kecil (AKK). AKK ini dibentuk dengan
tujuan

untuk

meningkatkan

kerjasama

tim,

kemampuan

dan

pengetahuan individu tentang kondisi peralatan kerja, dan juga untuk


meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja.
ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI

33

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER STRATEGI DAN DAYA SAING INDUSTRI


3. Training secara berkala mengenai pentingnya pengetahuan dasar dan

pengetahuan

tambahan

tentang

bagaimana

mesin

bekerja,

serta

bagaimana menentukan gejala-gejala kerusakan, sehingga mesin dapat


terawatt dan mempunyai usia pakai lebih lama.

ATIKAH 55314120060 / MAGISTER TEKNIK INDUSTRI