Anda di halaman 1dari 2

Jawaban Soal Pengantar Filsafat Kedokteran Prof. Dr. R. Syamsu Hidayat Sp.

B
Agustus 2014
Nama: dr. Erica Gilda M. Simanjuntak, Sp.An
Dep: Anestesiologi dan Reanimasi

Dasar filosofis yang digunakan agar ilmu terapan sebagai ilmu-ilmu pendukung menjadi ilmu yang
rasional dan dilakukan secara benar.
Beberapa dasar filosofis yang saya kenal antara lain;
1.
2.
3.
4.

Reduksionisme
Determinisme
Dualisme
Causality

1. Reduksionisme
Adalah suatu paham yang menyatakan bahwa suatu sistem yang kompleks dapat dijelaskan
dengan cara mempelajari hal-hal yang menjadi dasar sistem tersebut ( reduction). Misalnya, Suatu
proses biologis dapat dijelaskan melalui proses kimiawi. Lalu proses kimiawi dapat dijelaskan melalui
proses fisika. Akhirnya proses fisika dapat menjelaskan proses kimia yang menjadi dasar proses
biologis.
Nikolas A. Christakis adalah Seorang ilmuwan dari bidang sosial dan fisika. Beliau mengatakan
bahwa, dalam beberapa abad terakhir proyeksi cartesius dalam ilmu pengetahuan berhasil
memisahkan suatu permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dengan tujuan mencapai
suatu pemahaman dan hal tersebut berhasil dalam batasan-batasan tertentu. Namun menyatukan
kembali bagian-bagian kecil tersebut untuk memahami sebagai suatu kesatuan yang utuh lebih sulit
untuk dilakukan.
Kegunaan reduksionisme yaitu tidak hanya mempengaruhi bagaimana seorang ilmuwan biomedik
menyelidiki dan menjelaskan suatu penyakit, tetapi juga bagaimana seorang klinisi mendiagnosis dan
mengobati penyakit. Sehingga dalam ilmu terapan di klinis kegunaan paham ini dapat digunakan oleh
seorang dokter sebagai landasan untuk mendiagnosis suatu penyakit dan mencari etiologi dari
penyakit itu sendiri, dan bukan hanya untuk mengobati gejala dari penyakit itu sendiri.

2. Determinisme
Berasal dari kata latin determinare yang artinya menentukan atau menetapkan batas dan batasan.
Penganut awal pemikiran determinan adalah demoknitos yang percaya bahwa sebab akibat menjadi
penjelasan bagi semua kejadian, sehingga ilmu terapan yang kita gunakan berdasarkan landasan ini
dan berguna untuk menjelaskan bahwa suatu kejadian pasti sudah ditentukan.
Ilmu terapan yang kita gunakan tidak sembarangan atau semena-mena, tapi harus kita pikirkan
tindakan yang dilakukan untuk menerapkan ilmu dibatasi oleh etis, adat-istiadat, tradisi, norma, dan
nilai masyarakat. Sehingga membuat kita dalam praktek sebelum akan bertindak bahwa semua yang
kita lakukan akan berdampak baik, apabila kita melakukan baik. Demikian juga sebaliknya, bila kita
tidak baik maka dampaknya tidak baik.

3. Dualisme
Dualisme berasal dari bahasa latin yaitu duo (dua). Dualisme adalah ajaran yang menyatakan
realitas itu terdiri dari 2 substansi (jiwa dan raga) yang berlainan dan bertolak belakang. Sejak
jaman Plato dan Aristoteles, dualisme jiwa dan raga berhubungan dengan spekulasi tentang
eksistensi jiwa yang terkait dengan kecerdasan dan kebijakan. Plato dan Aristoteles berpendapat
bahwa kecerdasan seseorang yang disebut bagian dari pikiran atau jiwa tidak bisa diidentifikasi
atau dijelaskan dengan fisik.
Dualisme yang dikenal secara umum yang diterapkan oleh Rene Decartes, menyatakan bahwa
pikiran adalah substansi non fisik. Decartes adalah tokoh yang pertama kali mengidentifikasi
dengan jelas pikiran dengan kesadaran dan membedakannya dengan otak sebagai tempat
kecerdasan.
4. Causality
Bagi para filsuf kedokteran, Causation yaitu gagasan penting untuk menganalisa etiologi
penyakit dan kekhasiatan terapi ( carter,2003). Pada tingkat molekuler, penyebab bekerja secara
fisikokimia untuk menyelidiki dan menjelaskan mekanisme penyakit. Contohnya pada depresi,
serotonin adalah neurotransmitter yang mengikat reseptor khusus dalam lokasi-lokasi tertentu di
dalam otak, sebaliknya menyebabkan siklus molekuler mempertahankan kesehatan mental. Dasar
penyebab ini atau mekanisme fisik tidak hanya untuk memahami penyakit tapi juga untuk
memberikan terapi.
Konsep dari causality, determinisme. Segala sesuatu yang tidak terjadi di dunia berdasarkan
sebuah kausa. Kausa adalah hubungan genetik dari sebuah fenomena melalui suatu penyebab
dalam kondisi tertentu yang menyebabkan hal lain. Dampak esensi dari sebuah causality itu
adalah tahapan dan determinasi sebuah fenomena. Causality adalah sebuah konsep hubungan aktif
yang membawa sesuatu yang baru terjadi, sehingga membuat kemungkinan-kemungkinan yang
terpikirkan menjadi kenyataan. Sebuah penyebab adalah hal yang aktif dan utama yang terkait
dengan sebuah dampak. Sebagai contoh, kulit yang tertusuk akan menyebabkan rasa sakit, atau
kerusakan otak menyebabkan gangguan mental. Tetapi Setelah ini bukan berarti karena ini.
Itu akan menjadi hal konyol bila kita terpaku dimana jika ada hukuman pasti dikarenakan sebuah
kejadian.