Anda di halaman 1dari 2

Spesiasi adalah suatu proses terjadinya suatu spesies baru .

Dialam , terdapat 4 jenis


spesiasi tergantung sejauh mana suatu populasi yang berspesiasi terisolasi secara geografis
dari satu populasi ke populasi yang lain. 4 jenis sesiasi tersebut yaitu spesiasi alopatrik,
spesiasi peripatrik, spesiasi parapatrik dan spesiasi Simpatrik. Masing-masing mekanisme
spesiasi tersebut dapat dijelaskan sebagi berikut :
1. Spesiasi Allopatrik
Yaitu spesiasi suatu populasi yang diakibatkan karena adanya batas barrier atau
pemisahan suatu wilayah akibat aktivitas bumi, Sehingga perubahan geografis
mengakibatkan terisolasinya suatu kelompok populasi dengan kelompok lain sehingga
membentuk formasi sebuah spesies baru. Selain itu, dapat memicu suatu populasi menjadi
tak dapat melakukan inbreeding dengan populasi lainnya karena terjadi penyimpangan
(divergent) yang mekanisme isolasi terjadi secara gradular. Contohnya : Burung Finch
yang ada di kepulauan Galapagos dengan burung Finch yang berada di Benua Amerika
bagian selatan, dimana kedua jenis tersebut berbeda fisik namun sebenarnya merupakan
satu keturunan yang sama, perubahan tersebut diakbatkan karena terdapatnya batas area
geografis yaitu lautan. Sehingga akan mengalam spesiasi atau pembentukan spesies baru
yang dipicu karena kondisi lingkungan yang berbeda akibat adanya batas area geografi
baik yang ada pada kepulauaun Galapagos maupun yang ada di Benua amerika bagian
selatan.
2. Spesiasi Peripatrik
Yaitu merupakan sub-bagian spesiasi alopatrik, dimana spesiasi peripatrik ini terjadi
dalam populasi akibat populasi kecil terisolasi dalam suatu lingkungan yang kecil dari
populsi tetuanya. Spesiasi ini dapat mengurangi variasi genetik, hal tersebut karena tidak
terjadinya perkawinan secara acakm sehingga akan mengakibatkan terjadinya perubahan
baik secara genotip maupun femetik. Contohnya yaitu pada burung pekakak surga(
Tanysipera sp.) yang berasal dari Papua Newguineie.
3. Spesiasi Parapatrik
Yaitu spesiasi yang terjadi bukan karena akibat isolasi geografik. Dalam spesiasi ini,
spesies baru terbentuk secara terisolasidapat membentuk populasi kecil yang dicegah dari
gen bertukar dengan populasi asli. Mekanisme spesiasi ini dengan aliran gen yang sedikit
akan menghilangkan perbedaan genetik antara satu bagian populasi dengan bagian
populasi yang lain. Pada jenis spesiasi ini, tak ada barrier ekstrinsik spesifik untuk gene
flow. Populasi berlanjut, namun populasi tidak kawin secara acak, individu lebiih mudah
kawin dengan sesies yang ada didalamnya(tetangga) dibandingkan dengan individu pada
populasi yang berbeda. Contoh nya pada spesies tanaman rumput jenis Athoxanthum
odoratum.

4. Spesiasi Simpatrik
Yaitu spesiasi yang terjadi didalam wilayah geografis yang sama dan spesies baru
yang saling tumpang tindih dan tidak terjadi pemisahan relung terhadap populasi induk.
Spesiasi ini dikaibatkan karena perbedaan dari reproduksi isolasi spesies dari satu
populasi awal dalam area lokal yang sama. Spesiasi ini terjadi karena pengarug aliran
gen. Fenomena ini banyak terjadi mealui poliploidisasi, dimana kelopok akan
manghasilkan dua kali jumlah kromosom normal. Sehingga terbentuk tetraploid yang tak
akan terjadi inbreeding dengan keturunan yang bersifat diploid. Spesiasi ini lebih banyak
terjadi pada tumbuhan dibandingkan pada hewan. Contoh spesiasi simpatrik adalah bunga
Oenothera lamarckiana yang merupakan spesies dengan 14 kromosom, dan pada suatu
saat muncul variasi baru yang bersifat tetraploid degan 28 kromosom. Sehingga kedua
bunga tersebut tidak mampu intuk melakukan interbreeding karena terjadi isolasi
reproduksi. Pada contoh serangga seperti Drosophila melanogaster.

Daftar pustaka :
Dieckmann, U., Doebeli M., Metz, J.A.J., and Tautz, D. 2004. Cambridge Studies
inAdaptive Dynamics: Adaptive Speciation. Cambridge Univesity Press.United
Kingdom.pp: 232
Hugget, Richard john. 2004. Fundamental of Biogeography.Routledge Taylor and Francis
Group.New York.pp: 156