Anda di halaman 1dari 8

Pandangan Agama Islam Terhadap Kepercayaan Ilmu Kejawen Kuno

yang Dikaitkan dari Sudut Pandang Fisika Mengenai Ilmu Gunung Api
atau Volcanology.
Alfin Sharil Widantoro(125090707111006)
Programm Studi Geofisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahan Alam, Universitas Brawijaya
Jalan Veteran, Malang, Jawa Timur 65145 (0341) 55161.
Email : Alvinsharil@gmail.com

ABSTRAK
Makalah ini membahas mengenai kepercayaan kejawen kuno di Pulau Jawa khususnya daerah Jawa
Timur dan Jawa Tengah. Hal ini di latar belakangai oleh masih banyaknya penduduk jawa kuno yang
menyampingkan kepercayaan islam dan mengedepankan ilmu kejawen kuno. Sehingga Metode yang digunakan
adalah sudut pandang ilmu kejawen dalam ilmu islam yang berkaitan erat dengan penjelasan logis seperti ilmu
fisika, Sehingga ilmu fisika dan ilmu islam akan selalu berkaitan untuk menjawab setiap permasalahan
mengenai kejawen
Kata Kunci : Kejawen, Fisika, Gunung Merapi, Ilmu Islam.

1.

PENDAHULUAN
2.

1.1 Latar Belakang Masalah


3.
Dalam
hasanah
perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia, kita
mengenal dua aliran utama yaitu Aliran
Hikmah dan Aliran Kejawen. Sedangkan
aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya
sudah tidak murni kejawen lagi, melainkan
sudah bercampur dengan tradisi islam.
Mantranya pun kebanyakan diawali dengan
basmalah kemudian dilanjutkan dengan
mantra jawa. Oleh kerena itu, saya
menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam
Kejawen. Tradisi islam-kejawen inilah yang
lebih banyak mewarnai keilmuan Silat
Rohani.Dan banyak dari sudut pandang islam
sendiri yang melarang bahkan mempercayai
ilmu kejawen kuno karena banyaknya yang
bertentangan dengan ilmu islam sendiri. Dan
ilmu Kejawen masih banyak yang digunakan
dalam bidang ilmu Gunung Api yang
dikaitkan dengan kepercayaan kuno dimana
penjelasan logis atau masuk akal sudah
ditemukan
seiringnya
perkembangan
teknologi di era modern.

3.2 Tujuan
4.
Makalah ini terbentuk dan tersusu dengan
Tujuan
1.

Mencari Permasalahan hal apa yang


menyebabkan masih banyaknya masyarakat
yang masih percaya mengenai ilmu Kejawen
Kuno

2.
3.

Mencari Hubungan antara Ilmu Kejawen


kuno dengan Agama Islam Sendiri
Mendapatkan penjelasan Logis mengenai
kepercayaan kuno dari sudut pandang Ilmu
Fisika terutama dibidang Ilmu Gunung
Merapi.

5.

1.3 Rumusan Masalah

6.

Hal hal yang terkait dalam rumusan


masalah adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.

Bagaimana Pandangan Islam Terhadap


Ilmu Kejawen kuno ?
Apakah Islam memperbolehkan bahwa
kaumnya percaya pada ilmu Kejawen
Kuno ?
Adakah Penjelasan Logis mengenai
Gunung merapi yang selalu dikaitkan
dengan ilmu Kejawen Kuno?

7.

2. Dasar Teori.

8.

2.1 Spiritualitas Jawa


9.
Sejak
jaman
awal
kehidupan Jawa (masa pra HinduBuddha), masyarakat Jawa telah memiliki
sikap spiritual tersendiri. Telah disepakati
di kalangan sejarawan bahwa, pada jaman
jawa kuno, masyarakat Jawa menganut
kepercayaan animisme-dinamisme. Yang
terjadi sebenarnya adalah: masyarakat
Jawa saat itu telah memiliki kepercayaan
akan adanya kekuatan yang bersifat: tak
terlihat (gaib), besar, dan menakjubkan.
Mereka menaruh harapan agar mendapat
perlindungan, dan juga berharap agar tidak

diganggu kekuatan gaib lain yang jahat


(roh-roh jahat) (Alisyahbana, 1977).

akan datang sesuai dengan konsepsi


sendiri.1

10.
Hindu dan Buddha
masuk ke pulau Jawa dengan membawa
konsep baru tentang kekuatan-kekuatan
gaib. Kerajaan-kerajaan yang berdiri
memunculkan figur raja-raja yang
dipercaya sebagai dewa atau titisan dewa.
Maka berkembanglah budaya untuk patuh
pada raja, karena raja diposisikan sebagai
imam yang berperan sebagai pembawa
esensi kedewataan di dunia (Simuh, 1999).
Selain itu berkembang pula sarana
komunikasi langsung dengan Tuhan (Sang
Pemilik Kekuatan), yaitu dengan laku
spiritual khusus seperti semedi, tapa, dan
pasa (berpuasa).

15.
Dari pengertian diatas
didapat beberapa istilah kunci dari ajaran
kebatinan yaitu: (i) Merupakan hasil pikir
dan angan-angan manusia, (ii) Memiliki
cara beribadat (ritual) tertentu, (iii) Yang
dituju adalah pengetahuan ghaib dan
terkadang
juga
malah
bertujuan
menyatukan diri dengan Tuhan, (iv) Hasil
akhir adalah kesempurnaan hidup dengan
konsepsi sendiri.
16. 2.3 Gunung Merapi Dan Ilmu Kejawen
17.
Gunung
Merapi
menduduki posisi penting dalam mitologi
Jawa, diyakini sebagai pusat kerajaan
mahluk
halus,
sebagai
"swarga
pangrantunan", dalam alur perjalanan
hidup yang digambarkan dengan sumbu
imajiner dan garis spiritual kelanggengan
yang menghubungkan Laut Kidul Panggung krapyak - Karaton Yogyakarta Tugu Pal Putih - Gunung Merapi. Simbol
ini mempunyai makna tentang proses
kehidupan manusia mulai dari lahir
sampai menghadap kepada sang Maha
Pencipta.

11.
Jaman kerajaan JawaIslam membawa pengaruh besar pada
masyarakat, dengan dimulainya proses
peralihan keyakinan dari Hindu-Buddha
ke Islam. Anggapan bahwa raja adalah
Imam dan agama ageming aji-lah yang
turut menyebabkan beralihnya agama
masyarakat karena beralihnya agama raja,
disamping peran aktif para ulama masa
itu. Para penyebar Islam para wali dan
guru-guru tarekat- memperkenalkan Islam
yang bercorak tasawuf. Pandangan hidup
masyarakat Jawa sebelumnya yang
bersifat mistik (mysticism) dapat sejalan,
untuk kemudian mengakui Islam-tasawuf
sebagai keyakinan mereka.

18.
Menurut foklor yang
diceritakan oleh Juru Kunci Merapi yang
bernama R. Ng. Surakso Hargo atau sering
disebut mbah Marijan disebutkan bahwa
konon Karaton Merapi ini dikuasai oleh
Empu Rama dan Empu Permadi. Dahulu
sebelum kehidupan manusia, keadaan
dunia miring tidak stabi

12. 2.2 Konsep Dasar Ilmu Kejawen.


13.
Kejawen
muncul
sebagai bentuk sinkretisme agama
pendatang dengan kepercayaan asli
penduduk Jawa. Kepercayaan asli
penduduk Jawa sebelum datangnya Hindu,
Buddha, Kristen, maupun Islam adalah
Animisme
dan
Dinamisme
Alias
Perdukunan.
14.
Rahnip M., B.A. dalam
bukunya Aliran Kepercayaan dan
Kebatinan dalam Sorotan menjelaskan;
Kebatinan adalah hasil pikir dan anganangan manusia yang menimbulkan suatu
aliran
kepercayaan
dalam
dada
penganutnya dengan membawakan ritus
tertentu, bertujuan untuk mengetahui halhal yang ghaib, bahkan untuk mencapai
persekutuan dengan sesuatu yang mereka
anggap Tuhan secara perenungan batin,
sehingga dengan demikian menurut
anggapan mereka- dapat mencapai budi
luhur untuk kesempurnaan hidup kini dan

19. 2.4 Asal-usul Kepercayaan Masyaraskat


Terhadap Gunung Berapi:
20.

Kepercayaan manusia Jawa terhadap


gunung di dalam dua daerah penelitian saya
punya banyak kesamaan sifat walaupun
agama, sejarah dan adat adalah berbeda.
Untuk memeriksaan sistim kepercayaan di
dalam dua daerah tersebut, itu adalah perlu
untuk
mempertimbangkan
asalnya
kepercayaan manusia yang di atas. Menurut
saya ada tiga asalnya yang harus
dipertimbangkan, yaitu unsur sejarah, unsur
agama Hindu-Budah dan unsur kepercayaan
animisme (melihat diagram 5.1).

21. 2.4.1 Unsur Sejarah:


22.

Unsur sejarah dalam kepercayaan mausia


di dalam dua daerah penelitian saya memang
unsur yang penting. Kepercayaan manusia
diresmikan dengan legenda dan setiap
legenda didasarkan pada sejarah. Di dalam

daerah Gunung Merapi legenda 'Kyai


Sapujagad' didasarakn dalam sejarah
Kerajaan Mataram kedua dan terutama pada
waktu kerajaan itu muncul dan berfungsi
mengesahkan kekuatan mistis raja Mataram.
Legenda 'Kyai Sapujagad' memperkuatkan
kepemimpinan Raja Mataram karena
ceritanya mengambarkan dunia manusia
berkeselarasan dengan dunia alam dan gaib.
Legenda Kasada dari orang Tengger pula
adalah didasarkan dalam sejarah. Semua
peran dalam ceritanya adalah orang
Majapahit berfungsi menekankan asal orang
Tengger beragama Hindu-Budah. Karena
legenda-legenda di atas didasarkan dalam
sejarah, unsur sejarah dapat dianggap sebagai
salah satu asal-usul kepercayaan manusia
Jawa terhadap gunung.

Mengenai kosmologi manusia di daerah


Gunung Merapi juga berunsur lima, yaitu
Kraton Mataram Yogyakarta di tengah,
Kraton Mahluk Halus Merapi ke utara,
Kraton Mahluk Halus Laut Selatan ke
selatan, Gunung Lawu ke timur dan
Khayangan, Dhepih ke barat. Kosmologi
manusia Tengger berhubungan lasgsung
dengan kosmologi agama Hindu di atas.
26. 2.4.3 Unsur Kepercayaan Animisme:
27.

23. 2.4.2 Unsur Agama Hindu-Budha:


24.

25.

Agama Hindu-Budha menguasai pulau


Jawa selama delapan abaddan agama itu
memang pengaruhi kepercayaan manusia
Jawa terhadap gunung. Di dalam dua daerah
penelitian saya orang percaya bahwa gunung
didiami oleh mahluk halus, dewa-dewa atau
roh leluhur. Kepercayaan manusia ini sesuai
dengan kepercayaan dalam agama Hindu
tentang Gunung Meru. Gunung Meru
menurut orang beragama Hindu adalah
rumahnya para dewa-dewa dan berada
sebagai hubungan diantara bumi (manusia)
dan Kayangan. Tempat Bergunung-gunung
sepanjang sejarah agama itu dipakai sebagai
tempat semedi. Simbolisme agama Hindu
dalam kepercayaan manusai Jawa memang
kuat sekali. Misalnya nama Gunung Merapi
serta Gunung Mahameru diambil langsung
dari nama Gunung Meru dalam agama
Hindu. Selanjutnya nama Gunung Bromo
dipercayai diambil dari dewa yang dihormati
di daerahnya, yaitu dewa Brama. Pula Laut
Pasir diletak keliling Gunung Bromo
bereferensi dalam ayat wejangan Jawa kuno
bernama 'Prastha Nikaparwa', sebagai tempat
yang harus dilewati oleh para Pandavas dan
berada Gunung Meru di horizon. Kraton
Mahluk Halus Merapi sebagai kerajaan gaib
memang juga sesuai dengan konsep Gunung
Meru.
Selain konsep tentang Gunung Meru di
dalam daerah Gunung Merapi serta Daerah
Tengger manusia percaya pada kosmologi
didasarkan dalam lima unsur. Lima unsur
tersebut termasuk posisi tengah bersama
empat mata angin. Menurut agama Hindu
berada dewa Siva di tengah, dewa Iswara ke
timur, dewa Brama ke selatan, dewa
Mahadewa ke barat dan dewa Visnu ke utara.

Seluruh kepercayaan manusia Jawa


terhadap gunung berunsur kepercayaan
animisme dari zaman prasejarah sampai
sekarang, termasuk kepercayaan tentang
mahluk halus, roh leluhur yang mendiami
macam-macam tempat adalah kepercayaan
animisme. Di daerah Tengger orangnya
percaya bahwa Gunung Bromo didiami oleh
roh leluhur bernama 'Dewa Kusuma' dan dia
adalah penengah diantara dunia manusia dan
dunia gaib. Di daerah Gunung Merapi
didiami oleh kerajaan mahluk halus.
Penduduk di daerah keduanya punya

kepercayaan tentang dunia akhirat. Mereka


percaya waktu manusia meninggal dunia
jiwanya menjadi roh leluhur setelah empat
puluh hari. Kemudian roh leluhur itu akan
mendiami
sesuatu
tempat
menurut
kepercayaan masyarakat setempat. Banyak
orang Jawa percaya bahwa hantu-hantu yang
menganggu manusia dan mendiami tempattempat yang lain. Semua kepercayaan di atas
berasal dari kepercayaan animisme dan
berunsur kepercayaan manusia Jawa terhadap
gunung.
28.

Masih banyaknya kepercayaan yang


mengacu pada seserahan kepada hal ghaib
dimana kita ketahui banyak nya pantangan
dari agama islam tentang mempercayai dan
menyerahkan
seluruh
kejadian
akan
kehendak Allah SWT. Contohnya adalah
seperti gambar 3.1 dimana Para pemeluk
kejawen itu juga melakukan kirab dengan
mengusung aneka sesaji. Mereka berjalan
kaki melewati jalan-jalan kampung setempat

sepanjang sekitar satu kilometer. Warga


setempat lainnya menyaksikan kirab mereka.
29. Gambar 1. Para pemeluk kepercayaan
kejawen "Urip Sejati" di kawasan barat
Gunung Merapi di, bersembahyang di
pendopo Padepokan "Budi Aji" saat
merayakan 1 Sura, tahun baru dalam
kalender Jawa, Kamis (14/11). (Hari
Atmoko/dokumen).

batuan, tetapi tidak mencapai permukaan


Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas
sebagai berikut :

30.
31. 3. ANALISA DAN PEMBAHASAN
32. 3.1 Penjelasan Ilmu Gunung Merapi dari
sudut Pandang Fisika
33. Pengertian Vulkanisme dan tipe gunung api
merupakan pokok pembahasan utama dalam
postingan kali ini. Tetntunya sahabat sering
mendengar kata vulkanisme sewaktu
mengikuti mata pelajaran geografi, juga saat
menyimak pembahasan tentang vulkanisme
ini banyak mendengar kata2 magma, ada
ekstrusi magma, intrusi magma, dll. Nah
sebenarny apa hubungan magma dengan
vulkanisme ini? Langsung saja disimak ya

39. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu


magma menyusup di antara dua lapisan
batuan, mendatar, dan paralel dengan lapisan
batuan tersebut.

Lakolit, yaitu magma yang menerobos di


antara lapisan Bumi paling atas.
Bentuknya seperti lensa cembung atau kue
serabi.

Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi


magma yang menyusup dan membeku di
sela-sela lipatan (korok).
Diatermis, yaitu lubang (pipa) di antara
dapur magma dan kepundan gunung
berapi. Bentuknya seperti silinder
memanjang.

34. 3.1.1 Pengertian Vulkanisme (Gunung Api)


35.
Vulkanisme
adalah
semua peristiwa yang berhubungan
dengan magma yang keluar mencapai
permukaan bumi melalui retakan dalam
kerak bumi atau melalui sebuah pita
sentral yang disebut terusan kepundan atau
diatrema.Magma yang keluar sampai ke
permukaan bumi disebut lava.Magma
dapat bergerak naik karena memiliki suhu
yang tinggi dan mengandung gas-gas yang
memiliki cukup energi untuk mendorong
batuan di atasnya.
36.
Di dalam litosfer magma
menempati suatu kantong yang disebut
dapur magma. Kedalaman dapur magma
merupakan penyebab perbedaan kekuatan
letusan gunung api yang terjadi. Pada
umumnya, semakin dalam dapur magma
dari permukaan bumi, maka semakin kuat
letusan yang ditimbulkannya. Lamanya
aktivitas gunung api yang bersumber dari
magma ditentukan oleh besar atau
kecilnya volume dapur magma. Dapur
magma inilah yang merupakan sumber
utama aktivitas vulkanik.
37. Gambar2. Ilustrasi Gunung Merapi serta
bagian- Bagian Penting
38. Intrusi
magma
adalah
peristiwa
menyusupnya magma di antara lapisan

40. Secara rinci, adanya intrusi magma (atau


disebut
plutonisme)
menghasilkan
bermacam-macam bentuk, yaitu:
41. 3.2 Gunung Merapi (Vulkanisme) dari
sudut Pandang Islam.
42. 3.2.1 Ayat Tentang Gunung dalam AlQuran
43.
Al Quran Allah SWT
menyebut gunung dengan dua perkataan
bahasa Arab. Yang pertama kata jamak
jibal dan disebut sebanyak 33 kali,
manakala kata tunggal jabal disebut
enam kali dan yang kedua kata rawasi
yang diulang sebanyak 10 kali.
44.
Menurut Rosihan dan
Fadlullah, istilah jabal lebih bersifat
umum, sedangkan rawasi kemungkinan
dimaksudkan khusus untuk menyebutkan
gunung yang berfungsi sebagai pasak

bumi. Kata rawasi bermakna sesuatu yang


dapat membuat benda yang bergoncang
menjadi diam, dalam hal ini benda yang
bergoncang adalah bumi.
45.
Penggunaan
isim
makrifat (al) yang mendahului kata ard
dalam Surah Al-Nahl ayat 15. Isim (kata
benda) ini menunjukkan pengkhususan,
dalam hal ini pengkhususan bagian
tertentu daripada bumi. Ini bererti
gunung dimaksudkan dalam ayat
berkenaan tidak terdapat di seluruh
permukaan bumi, akan tetapi hanya pada
wilayah tertentu. Wilayah yang berkenaan
kemungkinan adalah batas-batas lempeng.

51.
Sebagaimana
terlihat,
dinyatakan dalam kedua ayat tersebut
bahwa
gunung-gunung
berfungsi
mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh
siapapun di masa ketika Al Quran
diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja
terungkap sebagai hasil penemuan geologi
modern. Menurut penemuan ini, gununggunung muncul sebagai hasil pergerakan
dan tumbukan dari lempengan-lempengan
raksasa yang membentuk kerak bumi.
Ketika dua lempengan bertumbukan,
lempengan yang lebih kuat menyelip di
bawah
lempengan
yang
satunya,
sementara yang di atas melipat dan
membentuk dataran tinggi dan gunung.

46.
Bagian lain setelah kata
rawasi dalam Surah Al-Nahl ayat 15
adalah perkataan tamiida bikum yang
bermakna supaya ia tidak menghayunhayunkan kamu. Perkataan ini mungkin
menunjukkan gunung, yang dibicarakan
dalam ayat itu ialah gunung berada dekat
dengan permukiman manusia, yakni
gunung-gunung
di
batas
lempeng
konvergen. Gunung di bawah laut (batas
lempeng divergen) mungkin tidak
termasuk
dalam
gunung
yang
dibicarakan ayat ini.

52.
Lapisan bawah bergerak
di bawah permukaan dan membentuk
perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini
berarti gunung mempunyai bagian yang
menghujam jauh ke bawah yang tak kalah
besarnya dengan yang tampak di
permukaan bumi. Jadi, Sebagaimana
pasak yang digunakan untuk menahan atau
mencencang sesuatu agar kokoh, gununggunung juga memiliki fungsi penting
dalam menyetabilkan kerak bumi. Mereka
mencegah goyahnya tanah.

47. 3.2.2 Ayat-ayat Al-Quran Tentang Hakikat


Gunung-gunung

53. Artinya: Tidakkah Kami telah menjadikan


bumi ini sebagai hamparan dan gununggunung sebagai pasak? (Q.S. An-Naba: 6-7)

48. Dalam Al-Quran banyak referensi tentang


hakikat dan kegunaan gunung-gunung,
khususnya ayat-ayat berikut di bawah ini
yang mengandung deskripsi grafis dan
adanya berbagai penafsiran berbeda tentang
hal itu.
49. Artinya: Dan Dia telah menegakkan di bumi
gunung-gunung, supaya jangan sampai
berguncang bersama kamu dan sungaisungai serta jalan-jalan, supaya kamu dapat
menemukan jalan ke tempat yang dituju.
(Q.S An-Nahl:15)
50. Artinya: Dan telah Kami jadikan di bumi
ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi
itu (tidak) goncang bersama mereka dan

54.
Maksud
dari
ayat
tersebut dengan kata lain, gunung-gunung
menggenggam
lempengan-lempengan
kerak bumi dengan memanjang ke atas
dan ke bawah permukaan bumi pada titiktitik pertemuan lempengan-lempengan ini.
Dengan cara ini, mereka memancangkan
kerak bumi dan mencegahnya dari
terombang-ambing di atas lapisan magma
atau di antara lempengan-lempengannya.
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi
yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di
bawah
permukaan
akibat
tekanan
gravitasi. (Webster's New Twentieth
Century Dictionary, 2. edition "Isostasy",
New York, s. 975)
55.
Sebuah buku berjudul
Earth menyatakan bahwa gunung-gunung
mempunyai akar di bawah mereka. Akar
ini menghunjam dalam, sehingga seolah
gunung-gunung
mempunyai
bentuk
bagaikan pasak (Gambar 3 dan 4 ).

telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalanjalan yang luas, agar mereka mendapat
petunjuk.(Q.S. Al-Anbiya: 31)

56. Gambar 3. Gunung-gunung memiliki akar


yang dalam di bawah permukaan tanah.
(Earth, Press dan Siever, hal. 413)

57. Gambar 4. Bagan potongan melintang.


Gunung-gunung, sebagaimana
pasak,memiliki akar yang menghunjam di
bawah tanah. (Anatomy of the Earth,
Cailleux, hal. 220)

58.
Ilmu bumi moderen
telah membuktikan bahwa gunung-gunung
memiliki akar di dalam tanah dan akar ini
dapat mencapai kedalaman yang berlipat
dari ketinggian mereka di atas permukaan
tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk
menggambarkan
gunung-gunung
berdasarkan informasi ini adalah kata
"pasak" karena bagian terbesar dari sebuah
pasak tersembunyi di dalam tanah.
Pengetahuan semacam ini, tentang
gunung-gunung yang memiliki akar yang
dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua
dari abad ke-19.
59.

60. Artinya: Dan apabila gunung-gunung


digerakkan. (Q.S. At-Takwir: 3)
61.

62. Artinya: Dan Kami telah membentangkan


bumi ini dan Kami tegakkan gunung-gunung
yang kokoh di dalamnya dan juga Kami
tumbuhkan di dalamnya segala sesuatu
dengan perimbangan yang tepat. (Q.S. Al-

Hijr:19)
63. Artinya: Dan dia menciptakan di bumi itu
gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan
padanya
kadar
makanan-makanan
(penghuni)nya
dalam
empat
masa.
(Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi
orang-orang
yang
bertanya.
(Q.S
Fushshilat:10)
64. 3.3 Larangan Islam Terhadap Kejawen.
65.
Inti ajaran Sapto Darmo
atau Kejawen hanya mengajarkan iman

kepada Allah saja. Hal itu menunjukkan


batilnya ajaran Sapto Darmo dalam
pandangan
Islam.
Aqidah
Islam
memerintahkan untuk mengimani enam
perkara yang dikenal dengan rukun iman,
yaitu beriman kepada Allah, MalaikatNya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya,
Hari Akhir, dan Takdir yang baik maupun
buruk. al-Allamah Ali bin Ali bin
Muhammad bin Abil 'Izzi4 dalam
menjelaskan rukun iman mengatakan;
Perkara-perkara tersebut adalah termasuk
rukun iman. Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
66. Artinya; Rasul telah beriman kepada alQur'an yang diturunkan kepadanya dari
Tuhannya; demikian pula orang-orang yang
beriman; mereka semuanya beriman kepada
Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitabNya dan Rasul-rasul-Nya (QS. alBaqarah [2] : 285).
67. 3.3.1 Larangan nya Islam terhadap ilmuilmu atau ajaran yang bersumber selain
dari kitab Al-Quran
68.
Dan
dalam
sebuah
hadits
yang
keshahihannya
tidak
diperselisihkan
lagi,
Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab
pertanyaan yang disampaikan oleh
Malaikat Jibril 'alaihis-salam kepada
Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam
tentang arti iman. Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam menjawab:
69.
Artinya; Barangsiapa
tidak beriman kepada Allah dan RasulNya maka Kami sediakan untuk orangorang yang kafir neraka yang menyalanyala. (QS. al-Fath [48] :13).
70. Artinya; Bahwa keimanan itu adalah
engkau beriman kepada Allah, para
Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para RasulNya, Hari Akhir, dan Takdir yang baik
maupun buruk.
71. Artinya: Muhammad itu sekali-kali
bukanlah bapak dari seorang laki-laki
diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah
dan penutup Nabi-nabi. Dan adalah Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. alAhzab [33] : 40).
72. dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda;
73. Artinya; Pembatas seseorang dengan
kekafiran adalah meninggalkan shalat.

(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, atTirmidzi, dan Ibnu Majah)

1.

74. dari Buraidah radhiyallahu 'anhu bahwa


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda;
75. Artinya; Sesungguhnya pengikat antara
kami dan mereka adalah shalat; maka
barangsiapa meninggalkan shalat berarti
telah kafir. (HR. Ahmad dan AshabusSunan)
76. Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata; Orang
yang tidak memelihara shalat umumnya
dilalaikan oleh harta, kekuasaan, jabatan,
atau bisnis. Barangsiapa yang lalai karena
harta maka ia akan bersama dengan Qarun;
barangsiapa yang lalai karena kekuasaan
maka ia akan bersama dengan Fir'aun;
barangsiapa yang lalai karena jabatan maka
ia akan bersama dengan Haman; dan
barangsiapa yang lalai karena bisnis maka ia
akan bersama dengan Ubay bin Khalaf.
77. Artinya; Dan mereka bertanya tentang ruh3;
katakanlah, 'Ruh itu urusan Tuhanku dan
tidaklah kalian diberitahu akan hal itu kecuali
hanya sedikit.' (QS. al-Isra' : 85)
78. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
kesesatan/kekufuran ajaran Sapto Darmo
sebagai berikut:

2.

3.

82.
83. 4. PENUTUP
84. 4.1 Kesimpulan
85. Adapun Kesimpulan yang diambil dari sudut
pandang Penulis yaitu :
1.

Mereka meyakini adanya sesuatu yang


mereka anggap Tuhan tetapi bukan Allah,
walaupun mereka menggunakan sebutan
Allah dalam Pancasila Allah.
Mereka tidak beriman kepada Malaikat,
para Rasul, Kitab-kitab, Hari Akhir, dan
Takdir.
79. .Mereka memiliki 'kitab suci' sendiri dan
tidak beriman kepada al-Qur'an.
Mereka memiliki sistem peribadatan
sendiri.
Mereka tidak membedakan antara wahyu
dengan bisikan syetan.
Ajaran mereka banyak bersumber dari
ajaran Hindu
80. 3.4
Pendapat
Penulis
Mengenai
Kepercayaan Kejawen yang Dikaitkan
Dengan Gunung Merapi.
81.

Dari hal-hal diatas maka penulis


mengambil Kesimpulan mengnai Sudut
pandang kaum muslin atau agama islam
mengenai adanya kepercayaan kejawen yang
dikaitkan dengan gunung merapi dijelaskan
dalam point-point berikut :

Banyaknya bukti yang bersumber dari


kitab Al-Quran yang telah menjelaskan
mengenai Gunung merapi yang secara
jelas telah terbukti dengan pandangan fisis
ilmu Fisika atau Ilmu Gunung api Bahwa
tidak ada penjelasan yang lebih masuk
akal daripada sudut pandang Firman
Firman Allah SWT.
Masih
Banyaknya
penduduk
atau
masyarakat local yang mengatasnakaman
budaya namun menyampingkan Agama
Islam itu sendiri sehingga bukan budaya
yang ditonjolkan melainkan kemusyrikan
karena masih berharap pada hal-hal
Ghaib bukan pada Allah SWT.
Semua Ilmu modern mengenai gunung
merapi telah dibuktikan dengan adanya
penilitian yang dikaitkan dengan ayat
ayat Al-Quran sehingga tidak ada
pengaruh
lain
selain
Kekuasaan,
Keagungan Sang Pencipta Allah SWT.

2.

3.

Masih banyaknya yang menyebabkan


masyarakat lokal dekat dengan guung
merapi yang mempercayai hal-hal mistis
bahkan menafsirkan dalam ilmu Kejawen
yang akibatkan oleh kearifan lokal turun
temurun nenek moyang terdahulu kala.
Hubungan antara Ilmu Kejawen kuno
dengan Agama Islam Sendiri bahwa
banyaknya larangan serta ayat yang
menjelaskan
mengenai
kemusyrikan
mengenai kepercayaan pada hal- hal yang
berkaitan dengan Kejawen.
Gunung berapi atau merapi sudah banyak
dijelaskan dalam bentuk penelitian yang
dikaitkan dengan Ayat Ayat Al-Quran.

86.
87. DAFTAR PUSTAKA
88. Anonimus,2011. Ajaran Kejawen Sapto
Darmo dalam Pandangan Islam
http://metafisis.net/2011/02/13/ajarankejawen-sapto-darmo-dalam-pandanganislam/
89. Anonimus,2012. Mitos Gunung Di
Masyarakat Kejawen
http://duniarumahgroup.blogspot.com/2011/0
5/mitos-gunung-di-masyarakat-kejawen.html

90. Anonimus. 2010. Tradisi Masyarakat Islam


Yang Bersumber Dari Ajaran Agama Hindu
http://www.abuayaz.blogspot.com/
91. Atmoko M Hari,2012, Saat Mereka di
Kawasan Merapi Rayakan Suran. Jawa
Tengah
http://www.antarajateng.com/detail/index.php
?id=70018
92. Suryani Erma, Muhammad Dahlan,2012,
GUNUNG DALAM PERSPEKTIF
ISLAM, Yogyakarta.

http://mhdhln.blogspot.com/2013/01/gunungdalam-perspektif-islam_7.html
93. Muhammad Abduh Tuasikal,2007
Mengaitkan Gunung Meletus dengan Nomor
Ayat Al Quran,
http://muslim.or.id/tafsir/mengaitkan-gunungmeletus-dengan-ayat-al-quran.html
94.
95.
96.

97.