Anda di halaman 1dari 14

BAB I

DASAR TEORI
1. Gangguan Psikotik Akut (F23)
1.1 Definisi
Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak mampuan individu
menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku
kacau/aneh.
1.2 Epidemiologi
Menrut sebuah sebuah studi epidemiologi internasional, berbeda dengan skizofrenia,
kejadian nonaffective timbul psikosis akut 10 kali lipat lebih tinggi di negara
berkembang daripada di negara-negara industri. Beberapa dokter percaya bahwa
gangguan yang mungkin paling sering terjadi pada pasien dengan sosioekonomi yang
rendah, pasien dengan gangguan kepribadian yang sudah ada sebelumnya dan orang
yang pernah mengalami perubahan kultural yang besar.
1.3 Etiologi
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi sebagian besar dijumpai pada pasien
dengan gangguan kepribadian mungkin memiliki kerentanan biologis atau psikologis
terhadap perkembangan gejala psikotik. Satu atau lebih faktor stres berat seperti
peristiwa traumatis, konflik keluarga, masalah pekerjaan, kecelakaan, sakit parah,
kematian orang yang dicintai, dan status imigrasitidak pasti dapat memicu psikosis
reaktif singkat. Beberapa studi mendukung kerentanan genetik untuk gangguan
psikotik akut.
1.4 Patofisiologi
Perjalanan penyakit gangguan psikotik akut adalah kurang dari satu bulan. Namun
demikian perkembangan gangguan psikiatrik bermakna tertentu dapat menyatakan
suatu kerentanan mental pada pasien. Sejumlah pasien dengan persentase tidak
diketahui, yang pertama kali di klasifikasikan menderita gangguan psikotik singkat
selanjutnya menunjukkan sindroma psikiatrik kronis, seperti skizofrenia dan
gangguan mood. Tetapi pada umumnya pasien dengan gangguan psikotik akut
memiliki prognosis yang baik. Lamanya gejala akut dan residual sering kali hanya
beberapa hari. Kadang-kadang gejala depresif mengikuti resolusi gejala psikotik.
1

1.5 Gejala Klinis


Perilaku yang diperlihatkan oleh pasien yaitu :
a.
b.
c.
d.

Mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya.


Keyakinan atau ketakutan yang aneh/tidak masuk akal.
Kebingungan atau disorientasi.
Perubahan perilak ; menjadi aneh atau menakutkan seperti menyendiri,
kecurigaan berlebihan, mengancam diri sendiri, orang lain dan lingkungan, bicara
dan tertawa serta marah-marah atau memukul tanpa alasan.

1.6 Pedoman Diagnostik


Menggunakan urutan diagnosis yang mencerminka urutan prioritas yang
diberikan untuk ciri-ciri utama terpilih dari gangguan ini. Urutan prioritas yang
dipakai ialah:
a. Onset yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang = jangka waktu gejalagejala psikotik menjadinyata dan mengganggu sedikitnya beberapa aspek
kehidupan dan pekerjaan sehari-hari, tidak termasuk periode prodromal yang
gejalanya sering tidak jelas) sebagai cirri khas yang menentukan seluruh
kelompok
b. Adanya sindrom yang khas (berupa polimormif = beraneka ragam dan
berubah cepat, atau schizophrenia-like = gejala yang khas)
c. Adanya stress akut yang berkaitan (tidak selalu ada, sehingga dispesifikan
dengan karakter ke 5;0 .x0=Tanpa penyerta stress akut; .xi=Dengan penyerta
stress akut). Kesulitan atau problem yang berkepanjangan tidak boleh
dimasukkan sebagai sumber stress dalam konteks ini
d. Tanpa diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung;
Tidak ada gangguan dalam kelompok ini yang memenuhi criteria episode manic
(F.30) atau episode depresif (F32), walaupun perubahan emosional dan gejalagejala afektif individual dapat menonjol dari waktu ke waktu.
Tidak ada penyebab organik, seperti trauma kapitis, delirium, atau dimensia.
Tidak merupakan intoksikasi akibat penggunaan alcohol atau obat-obatan.
1.3 Beberapa Gangguan Psikotik akut
1. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia (F23.0)
a. Onset harus akut (dari suatu keadaan non psikotik sampai keadaan psikotik
yang jelas dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang);
b. Harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis
dan intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama ;
2

c. Harus ada keadaan emosional yang beranekaragamnya ;


d. Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada
secara cukup konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia atau episode
manik atau episode depresif.
2. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dengan Gejala Skizofrenia (F23.1)
i. Memenuhi kriteria yang khas untuk gangguan psikotik polimorfik akut.
ii. Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk diagnosis Skizofrenia
yang harus sudah ada untuk sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran
klinis psikotik itu secara jelas.
iii. Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih dari 1 bulan maka
diagnosis harus diubah menjadi skizofrenia.
3. Gangguan Psikotik Lir Skizofrenia Akut (F23.2)
Suatu gangguan psikotik akut dengan gejala yang stabil dan memenuhi kriteria
skizofrenia, tetapi hanya berlangsung kurang dari satu bulan lamanya.
Pedoman Diagnosis ;
1) Onset psikotiknya akut (dua minggu atau kurang)
2) Memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi lamanya kurang 1 bulan.
3) Tidak memenuhi kriteria psikosis pilimorfik akut.
4. Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham (F23.3)
Gambaran klinis berupa waham dan halusinasi yang cukup stabil, tetapi tidak
memenuhi skizofrenia. Sering berupa waham kejaran dan waham rujukan, dan
halusinasi pendengaran.
1.7 Penanganan Gangguan Psikotik Akut
Farmakoterapi
Obat utama Antipsikotik untuk mengurangi gejala psikotik :
Haloperidol 2-5 mg, 1 sampai 3 kali sehari, atau Chlorpromazine
100-200 mg, 1 sampai 3 kali sehari
Dosis harus diberikan serendah mungkin untuk mengurangi efek
samping, walaupun beberapa pasien mungkin memerlukan dosis
yang lebih tinggi
Obat antiansietas juga bisa digunakan bersama dengan neuroleptika untuk
mengendalikan agitasi akut (misalnya: lorazepam 1-2 mg, 1 sampai 3 kali
sehari)
Lanjutkan obat antipsikotik selama sekurang-kurangnya 3 bulan sesudah
gejala hilang.
Kekakuan otot (Distonia atau spasme akut), bisa ditanggulangi dengan
suntikan benzodiazepine atau obat antiparkinson

Kegelisahan motorik berat (Akatisia), bisa ditanggulangi dengan


pengurangan dosis terapi atau pemberian beta-bloker
Gejala parkinson (tremor/gemetar, akinesia), bisa ditanggulangi dengan
obat antiparkinson oral (misalnya, trihexyphenidil 2 mg 3 kali sehari)
Psikoterapi
Psikoterapi individual, kelompok, dan keluarga
Mengatasi stresor dan episode psikotik
Mengembalikan harga diri dan kepercayaan

LAPORAN KASUS
I.

IDENTITAS PASIEN
Nama
Usia
Jenis kelamin
Agama

:
:
:
:

Tn. A
45 tahun
Laki-laki
Islam
4

Pendidikan terakhir
Suku / warganegara
Alamat
Status perkawinan
Pekerjaan
Tanggal pemeriksaan

: SMA
: Jawa/ Indonesia
: Rogomulyo RT 06/01 Batu
: Menikah
: Wiraswasta
: 1 Februari 2012

II.

RIWAYAT PSIKIATRI
Riwayat psikiatri diperoleh dari hasil autoanamnesa dan alloanamnesa.
Alloanamnesis diperoleh dari: ( 01/02/2012)
Nama
Ny. Sinta
Alamat
Batu
Pekerjaan
IRT
Pendidikan
SMA
Umur
44 tahun
Agama
Islam
Hubungan
Istri pasien
Lama kenal
19 Tahun
Sifat perkenalan Hubungan suami-istri

A.

Sebab dibawa ke Rumah Sakit


Alloanamnesis : Pasien dibawa ke RSJ Lawang pada tanggal 1 Februari 2012
karena pasien sering terlihat seperti ketakutan sampai tidak
mau pergi bekerja
Autoanamnesis : Tidak ada keluhan

B.

Riwayat Gangguan Penyakit


Sejak 2 minggu pasien mengeluh takut, kadang-kadang seperti melihat
mayat dan didalam hatinya seperti ada suara menyuruhnya untuk mati. Dalam 2
minggu ini pasien sering tidak masuk kerja dan kadang-kadang memegangi
istrinya jika rasa takut mendera. Pasien sering berteriak jika ketakutan tidak
mau sendirian ingin selalu ada orang didekatnya, pasien juga susah tidur dan
tidak mau pergi bekerja. Makan dan minum masih mau, mandi masih mau bila
dipaksa. Akhirnya keluarga membawa pasien ke RSJ dr. Radjiman W. Lawang
untuk menjalani pemeriksaan.

C.

Riwayat Gangguan Sebelumnya

1. Psikiatri
Pasien belum pernah sakit seperti ini sebelumnya.
2. Medis Umum
Riwayat kejang demam disangkal
Riwayat epilepsi disangkal
Riwayat trauma kepala disangkal
Riwayat pingsan / kehilangan kesadaran sebelumnya disangkal
Riwayat alergi disangkal
Riwayat asma disangkal
3. Penggunaan Obat-obatan dan Alkohol
Riwayat pemakaian alkohol dan obat psikoaktif disangkal
D.

Riwayat Premorbid
1. Prenatal dan perinatal
Pasien adalah anak yang diinginkan, merupakan anak keempat dari
tujuh bersaudara. Persalinan ditolong oleh dukun. Lahir spontan, Tidak ada
cacat bawaan atau kelainan lain. Lahir langsung menangis. Selama hamil
ibu tidak pernah sakit, tidak mengkonsumsi obat-obatan, alkohol atau
merokok. Usia kehamilan + 9 bulan, selama masa itu pasien dirawat dan
disusui oleh ibu kandung.
2. Masa anak awal
Pasien diasuh oleh orang tuanya. Pertumbuhan dan perkembangan
sesuai dengan usia. Riwayat kejang saat panas tinggi disangkal. Riwayat
perkembangan pada masa balita normal.
3. Masa anak pertengahan
Pasien dibiarkan bebas bermain, dan penurut. Pasien pernah tinggal
kelas waktu SD sebanyak 1 kali yaitu saat kelas 2 karena tidak dapat
mengikuti pelajaran. Pasien merupakan anak yang sedikit pendiam, tidak
bermasalah dalam bergaul dan tidak pernah berbuat kenakalan di sekolah.
4. Masa Kanak Akhir dan Remaja
Pasien mampu bergaul dengan baik, tidak bermasalah dengan temanteman yang seumur, hubungan dengan keluarga harmonis, tidak pernah
berurusan dengan kekerasan.
5. Masa Dewasa
Pasien bukan termasuk pribadi yang emosional dan lekas marah. Pasien
jarang menceritakan masalah pribadinya.
a. Riwayat Pekerjaan

Saat ini pasien bekerja disebuah perusahaan wiraswasta penghasilan


dirasakan kurang memenuhi kebutuhan keluarga.
b. Riwayat Keagamaan
Pasien beragama islam sholat dijalankan 5 waktu.
c. Riwayat Perkawinan
Pasien sudah menikah.
d. Riwayat Militer
Pasien belum pernah melihat suatu peperangan maupun mengikuti
kemiliteran.
e. Riwayat pelanggaran hukum
Tidak pernah terlibat dalam pelanggaran hukum.
f. Aktivitas sosial
Hubungan dengan tetangga dan teman-temannya baik. Pasien tidak
mempunyai teman dekat.
g. Situasi Hidup Sekarang
Pasien tinggal bersama istri, satu orang anak, ibu dan adik
kandungnya. Untuk biaya berobat menggunakan biaya pribadi.
6. Riwayat Psikoseksual
Pasien tidak memilki kelainan dalam riwayat psikoseksual. Pasien
menyukai lawan jenis, tidak pernah mendapatkan pelecehan seksual atau
melakukan pelecehan seksual.
7. Riwayat keluarga
Pasien merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, situasi dalam
keluarga cukup baik, dukungan dari keluarga selama pasien sakit cukup
baik. 2 tahun yang lalu paman pasien mengalami hal yang serupa dengan
kondisi pasien tapi sekarang sudah sembuh.
Genogram keluarga

III. STATUS MENTAL


A. Diskripsi Umum (01/02/2012)
1.
Penampilan
Kulit sawo matang, tampak lebih tua dari umurnya, kebersihan cukup dan
kerapihan kurang.
2.
Perilaku & aktifitas psikomotor
7

Selama pemeriksaan berlangsung, pasien tampak normoaktif. Pasien


terlihat sedikit gelisah dan sering memegangi tangan pemeriksa.
3.
Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif
4.
Mood dan Afek
Mood
: labil
Afek
: terbatas, tidak serasi
B. Pembicaraan
Jelas dan cukup spontan, berusaha menjawab semua pertanyaan pemeriksa
kadang logorhhea, intonasi suara cukup, volume suara kadang-kadang
menurun kadang meningkat tanpa penyebab yang jelas, nada suara seperti
ketakutan, artikulasi jelas. Kuantitas lebih, kualitas kurang.
C. Gangguan Persepsi :
Ilusi (+)
Riwayat halusinasi auditorik (+), yaitu berupa suara didalam hatinya yang
menyuruhnya untuk mati.
D. Pikiran
1. Bentuk pikir
:
2. Arus pikir
:
Kecepatan proses pikir
Retardasi
Flight of ideas
Verbigerasi
Inkoherensi
3. Isi pikir
:
Pola sentral
Obsesi
Pikiran bermusuhan
Pikiran bersalah
Rasa rendah diri
Kemiskinan isi pikir
Waham
Thought of echo
Thought of insertion
Thought of withdrawl

non realistik
: baik
: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada

Sirkumstansialitas
Blocking
Perseverasi
Asosiasi longgar
Jawaban irelevan

: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada
: ada
: ada

: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada

Fobia
Konfabulasi
Rasa takut
Hipokondri
Preokupasi

: tidak ada
: tidak ada
: ada
: tidak ada
: tidak ada

: tidak ada
: tidak ada
: tidak ada

Thought of broadcasting : tidak ada


Delusion of control
: tidak ada
Delusion of influence : tidak ada
Delusion of passivity
: tidak ada
Delusion of perception : tidak ada
Waham kebesaran
: tidak ada
Waham curiga
: tidak ada
Waham dikejar
: ada
Waham erotomania
: tidak ada
Waham cemburu
: tidak ada
Waham hipochondri
: tidak ada
Waham magic mistik
: tidak ada
Waham somatik
: tidak ada
E. Sensorium dan kognitif
1. Kesadaran
2. Orientasi
Personal
Tempat
Waktu
Situasional
3. Daya ingat
Segera
Jangka Pendek
Panjang / jauh
4. Konsentrasi dan perhatian

F.

: jernih
: baik
: kurang
: kurang
: kurang

5. Kapasitas untuk membaca dan menulis


6. Kemampuan visuospasial
7. Pikiran abstrak

: kurang
: cukup
: cukup
: konsentrasi kurang
Perhatian : Distraktibilitas
: cukup
: cukup
: kurang

Pengendalian impuls

: baik

G. Tilikan
: derajat 1
Derajat tilikan yang dimiliki pasien :
1. Menyangkal sepenuhnya bahwa ia mengalami penyakit/gangguan

2. Sedikit memahami adanya penyakit pada dirinya dan membutuhkan


pertolongan, dan pada saat yang bersamaan pasien sekaligus
menyangkalnya
3. Pasien menyadari dirinya sakit namun menyalahkan orang lain atau
penyebab eksternal atau faktor organik sebagai penyebabnya
4. Pasien menyadari dirinya sakit yang penyebabnya adalah sesuatu yang
tidak diketahui dari diri pasien.
5. Intellectual insight : pasien menerima kondisi dan gejala-gejala sebagai
bagian dari penyakitnya dan hal ini disebabkan oleh gangguan yang ada
dalam diri pasien, namun tidak menerapkan pemahamannya ini untuk
melakukan sesuatu selanjutnya (misalnya perubahan gaya hidup)
6. Emotional insight: pasien memahami kondisi yang ada dalam dirinya
seperti tilikan derajat 5, namun pasien juga memahami perasaan dan
tujuan yang ada pada diri pasien sendiri dan orang yang penting dalam
kehidupan pasien. Hal ini membuat perubahan perilaku pada pasien.
H. Pertimbangan
I . Taraf dapat dipercaya

: cukup
: dapat dipercaya

IV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT (01/02/2011 )


A. Status Internus
1. Keadaan umum
: baik
2. Berat/tinggi badan
: 60 kg /170 cm
3. Kesadaran
: kompos mentis
4. Tekanan darah / nadi
: 130 / 80 mmHg / 80 x / menit
5. Pernafasan / suhu
: 20 x / mnt / 36,7oC
6. Kepala
: Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis
7. Leher
: Dalam batas normal
8. Toraks
: Cor : SI SII murni, suara tambahan (-)
Pulmo : suara vesikuler, ronkhi (-), wheezing (-)
9. Abdomen
: Supel, nyeri tekan (-), peristaltik (+) normal
10.Ekstremitas
: Dalam batas normal
11.Lain-lain
: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
B. Status Neurologi
1. GCS: E4 M6 V5
2. Gejala rangsang selaput otak

: Negatif

10

3. Tanda-tanda efek samping ekstrapiramidal:


- Tremor tangan
: Negatif
- Akatisia
: Negatif
- Bradikinesia
: Negatif
- Cara berjalan
: Normal
- Keseimbangan
: Baik
- Rigiditas
: Negatif
4. Motorik
: Kekuatan baik
5. Sensorik

555
555

555
555

: Baik

Kesan : tidak ada kelainan


C. Laboratorium : (-)
D. Pemeriksaan lain: (-)
V. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Tn A, 45 tahun dibawa oleh keluarga ke RSJ Lawang karena sejak 2
minggu sebelum masuk rumah sakit seperti ketakutan, tidak mau bekerja karena
merasa takut, pasien mengatakan ada suara dalam hatinya yang menyuruhnya
untuk mati, seperti melihat mayat, dan selalu ingin ditemani karena merasa takut.
Suka melamun, dan suka bicara sendiri. Makan dan minum harus dipaksa, mandi
dipaksa. Akhirnya keluarga membawa pasien ke RSJ Lawang untuk menjalani
pemeriksaan. Dari alloanamnesis, autoanamnesis, dan pemeriksaan fisik tidak
didapatkan kelainan yang disebabkan oleh gangguan organik maupun akibat
penyalahgunaan alkohol maupun obat psikoaktif.
Keadaan Umum : tampak sehat, kebersihan cukup dan kerapihan kurang
Status Internus : tak ada kelainan
Status Neurologis: dalam batas normal
Pemeriksaan Status Mental:
Kesadaran
: jernih
Kontak
: (+), tidak wajar, tidak dapat dipertahankan
Perilaku
: normoaktif
Verbalisasi
: kualitas kurang dan kuantitas lebih
Mood
: labil
Afek
: terbatas, tidak serasi
Ggn persepsi : ilusi (+), riwayat halusinasi akustik (+)
Arus pikir
: asosiasi longgar, jawaban irrelevan

11

Isi pikir
Hendaya

: rasa takut (+), waham kejar (+)


: dalam semua fungsi (peran, hubungan sosial, perawatan diri,
penggunaan waktu luang)

VI. FORMULASI DIAGNOSTIK


Formulasi diagnostik didasarkan pada Pedoman Penggolongan Diagnosis
Gangguan Jiwa III. Onset penyakit 2 minggu jangka waktu gejala psikotik
menjadi nyata dan mengganggu aspek kehidupan sehari-hari. Adanya gejala
skizofrenik yang khas berupa halusinasi auditorik, waham dan ilusi. Tidak
diketahui berapa lama gangguan ini akan berlangsung. Tidak ada gangguan yang
memenuhi kriteria episode manik atau episode depresif. Tidak ada penyebab
organik dan bukan merupakan intoksikasi akibat penggunaan alkohol atau obatobatan. Maka diagnosis pasien ini adalah Gangguan Psikotik Akut.
VII. EVALUASI MULTIAKSIAL ( 01/02/2012)
A. Menurut PPDGJ-III
Aksis I
: F.23 Gangguan Psikotik Akut
Aksis II : tidak ada kelainan
Aksis III : tidak ada kelainan
Aksis IV : Masalah dengan ekonomi : ekonomi kurang untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari
Aksis V : GAF mutakhir
: 60

VIII. PROGNOSIS

Pendukung ke arah baik


Genetik tidak ada
Onset akut
Usia tua
Faktor pencetus jelas
Riwayat premorbid baik
Belum pernah sakit seperti ini
Menikah
Suportif lingkungan ada
Tilikan baik
Status ekonomi baik

Pendukung ke arah buruk


Genetik ada
Onset kronik
Usia muda
Faktor pencetus tidak jelas
Riwayat premorbid buruk
Pernah sakit seperti ini
Tidak menikah
Suportif lingkungan tidak ada
Tilikan buruk
Status ekonomi kurang

12

Prognosis: dubia ad bonam

X.

PENATALAKSANAAN
A. Farmakoterapi
:

B. Usul

: ECT (Electro Convulsion Therapy)

C. Psikoterapi
Terapi individual lebih efektif dari terapi kelompok
Terapi suportif berorientasi tilikan, kognitif, dan perilaku sering
afektif.
Bina hubungan dan kepercayaan
Hindari membicarakan waham pasien, dan tidak boleh meremehkan
ataupun mendukung isi waham tersebut.
D. Terapi Keluarga
13

Target hubungan sosial yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
1. Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi ke-III, Depkes RI,
Jakarta, 1993
2. Maramis W.E. Ilmu Kedokteran Jiwa. Penerbit bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
FK- Universitas Airlangga. Surabaya, 1980.
3. Sinaga BR. Skizofrenia dan Diagnosis Banding. Balai Penerbit FKUI, Jakarta,
2007.

14