Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah

: SMP

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

: VII/Satu

Jumlah Pertemuan seluruhnya

: 4 pertemuan

Alokasi Waktu seluruhnya

: 4 jam @ 40 menit

Pertemuan ke

: 1 dari 4 pertemuan

Alokasi Waktu Pertemuan ke-1

: 2 jam @ 40 menit

Kompetensi Inti

KI 1

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI 2

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli


(toleransi, gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI 3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa


ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata

KI 4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,


merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

A. Kompetensi Dasar:
2.1 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika sertarasa percya pada
daya dan kegunaan matematika, yang terbentukmelalui pengalaman belajar
B. IndikatorPencapaian Kompetensi
Siswa mampu:

1. menunjukkan rasa ingin tahu dalam melakukan penyelidikan tentang aritmatika social.
2. bertanggungjawab dalam kelompok belajarnya.
3. mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial.
4. melakukan operasi aritmatika sosial .
5. membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan aritmatika social.
6. menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan aritmatika social.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi kelompok, siswa
dapat: mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggungjawab kelompok dalam:

Pertemuan-1( 2 40 menit)
1. menunjukkan ingin tahu selama mengikuti proses pembelajaran
2. bertanggungjawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas
3. mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial yang melibatkan peristiwa sehari-hari;
4. mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial yang melibatkan konsep matematika;
Pertemuan-2 ( 3 40 menit)
1. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran
2. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas
3. menunjukkan berpikir kritis dan berpikir kreatif;
4.

menemukan ilmu pengetahuan daripemecahan masalah nyata;

5.

mengajak untuk melakukan penelitiandasar dalam membangun konsep;

Pertemuan-3( 2 40 menit)
1. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran
2. bertanggungjawab dalam kelompoknya dalam menyelesaikan tugas
3. dilatih bekerjasama dalam tim untukmenemukan solusi permasalahan;
4. mengajukan ide-ide secara bebasdan terbuka;
5. Mengetahui manfaat aritmatika sosial dalamkehidupan sehari-hari
Pertemuan-4( 3 40 menit)

Ulangan harian dan Pembahasan.


D. Materi Ajar Pertemuan Ke-1:
Siswa SMP/MTs mempelajari aritmatika sosial untuk pertama kali adalah pada Kompetensi Dasar
(KD) ini. KD ini dipelajari dalam beberapa kali pertemuan. Ada beberapa tahapan kemampuan
berurutan yang harus dilalui siswa dalam mempelajari KD ini, yaitu:
1. mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial.
2. melakukan operasi aritmatika sosial(penjualan dan pembelian ).
3. Menyelesaikan persamaan untung dan rugi
4. Mengenali perbedaan diskon, pajak, bruto, netto, dan tara.
Kemampuan-kemampuan tersebut berhubungan hirarkis, sehingga tahapan nomor-1 harus
ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 2, tahapan nomor 2 harus ditempuh sebelum
mempelajari tahapan nomor 3, dan seterusnya.
RPP ini adalah rancangan pembelajaran yang terkait tahapan nomor 1.
Materi ajar yang dipelajari siswa selama pertemuan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan
RPP ini adalah: Pengertian aritmatika sosial, nilai atau harga suatu barang, penjualan, pembelian,
dan pembagiannya.

Nilai atau harga suatu barang


Pernahkah kamu mendengar kata uang?, tentu hal ini tidak asing bagi kehidupan kita. Uang
jugamerupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari baik individu maupun kelompok.
Materi matematika yang menyangkut kehidupan sosial, terutama penggunaan mata uang dikenal
dengan nama Aritmetika Sosial. Dalam masyarakat modern, kehidupan manusia sangat dekat
dengan penggunaan uang. Hampir setiap aktivitas berkaitan dengan penggunaan uang, baik
digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan usaha perorangan dan
badan maupun dalam bidang pemerintahan. Uang juga menjadi penentu nilai dari suatu barang,
Jadi apa sebenarnya uang? Apa fungsi uang tersebut?
C.

Contoh-1:
Beni berkeinginan membeli sebuah pulpen dan 5 buah buku tulis yang ada di sebuah toko
buku, tapi dia ragu dan malu apakah uangnya cukup untuk membeli pulpen dan buku tersebut.
Uang yang ada di saku Beni hanyalah Rp 20.000,00. Karena keraguannya kemudian dia
memperhatikan orang yang membeli jenis pulpen dan buku yang dia inginkan. Dia
memperhatikan ada seorang pembeli membeli 5 buah pulpen dan dibayar orang tersebut pada kasir
sebesar Rp 25.000,00. Beberapa waktu kemudian dia memperhatikan seseorang membeli sebuah
buku dan membayar kepada kasir sebesar Rp 5.000,00. Berilah saran kepada Beni untuk
memutuskan apa yang harus dilakukannya!

Berdasarkan ilustrasi di atas diperoleh informasi bahwa harga 5 buah pulpen adalah Rp
25.000,00. Misalkan p adalah harga 1 buah pulpen, maka:
5 p = 25.000
p = 25 000/5
p = 5.000.
Berarti harga 1 buah pulpen adalah Rp 5.000,00.
Berdasarkan ilustrasi di atas diperoleh informasi bahwa harga satu buah buku adalah Rp 5.000,00.
Misalkan b adalah harga 1 buah buku, berarti untuk membeli 5 buah buku dibutuhkan uang
sebesar:
5b = 5 5.000,- = Rp 25.000,Uang yang dimiliki Beni sebesar Rp 20.000,00. Jika Beni menginginkan membeli satu buah
pulpen danlima buah buku, maka dia harus mengeluarkan uang sebesar:
1 p + 5 b = 1(5.000) + 5 (5.000)
= 5.000 + 25.000
= 30.000
Berarti uang yang dimiliki Beni tidak cukup untuk membeli sebuah pulpen dan 5 buah buku,
karena uang Beni hanya tersedia Rp 20.000,-Artinya Beni harus menabung uangnya lagi sampai
bertambah sebesar Rp 10.000,00 agar dia dapat membeli sebuah pulpen dan lima buah buku atau
sebaiknya dia membeli sebuah pulpen dan 3 buah buku agar dia dapat membeli keperluannya
tersebut.

Harga Penjualan, pembelian, Untung dan Rugi


Pak Sardi seorang pedagang buah jeruk musiman di Berastagi. Ia akan berdagang ketika harga
barang yang akan dibelinya murah, misalnya ketika musim panen besar tiba. Pada saat panen besar
buah jeruk di Berastagi, Pak Sardi membeli lima keranjang jeruk dengan harga keseluruhan Rp
125.000,00. Tiap keranjang berisi 10 kg buah. Biaya transportasi yang dikeluarkan sebesar Rp
25.000,00. Agar penjualan buah jeruk tidak rugi, Pak Sardi akan menetapkan harga jual 1 kg jeruk.
Tetapi dia kesulitan menetapkannya, namun anaknya mengusulkan menjual 1 kg jeruk dengan
harga Rp 2.750,00. Dari harga yang diusulkan anaknya, ternyata setelah dihitung,
Pak Sardi mengalami kerugian. Benarkah Pak Sardi mengalami kerugian? Bagaimana cara kamu
menghitung bahwa Pak Sardi mengalami rugi? Jika benar Pak Sardi mengalami kerugian, berapa?

Pak Sardi membeli lima keranjang jeruk dengan harga keseluruhan Rp125.000,00.
Setiap keranjang berisi 10 kg buah.
Biaya transportasi yang dikeluarkan sebesar Rp 25.000,00.
a. Apakah Pak Sardi mengalami kerugian?
b. Bagaimana menghitung besar kerugiannya?
c. Jika benar Pak Sardi mengalami kerugian, berapa kerugiannya?
Jawaban :
a) Menentukan apakah Pak Sardi Mengalami kerugian atau tidak.
5 keranjang jeruk masing-masing berisi 10 kg, maka 5 keranjang jeruk beratnya adalah
10 kg + 10 kg + 10 kg +10 kg +10 kg = 50 kg
Jadi banyaknya jeruk yang terjual adalah 50 kg.
Biaya pembelian 5 keranjang jeruk adalah Rp 125.000,00 Biaya transportasi yang dikeluarkan
adalah Rp.25.000,00.
Jadi biaya yang dikeluarkan Pak Sardi untuk usaha penjualan buah
jeruk adalah
Rp 125.000,00 + Rp 25.000,00 = Rp 150.000,00
Harga penjualan jeruk tiap 1 kg adalah Rp 2.750,00

Harga penjualan jeruk sebanyak 50 kg adalah 50 2.750 = 137.500,00


Jadi harga penjualan 50 kg jeruk adalah Rp 137.500,00.
Berarti harga pembelian (Rp 150.000,00) lebih dari harga penjualan (Rp 137.500,00).
Dengandemikian pak Sardi mengalami kerugian.

b) Menentukan besar kerugian yang dialami Pak Sardi Diketahui dari pertanyaan butir (a)
Harga bersih pembelian buah jeruk sebanyak 50 kg adalah Rp150.000,00
Harga penjualan jeruk 50 kg pada hari itu sebesar Rp 137.500,00
Rugi = Harga pembelian Harga penjualan
= 150.000 137.500 = 12.500
c) Jadi Pak Sardi mengalami kerugian sebesar Rp 12.500,00
kesimpulan : dikatakan bahwa penjual untung jika harga penjualan lebih besar dibanding
harga pembelian, sedangkan penjual dikatakan rugi jika harga pembelian lebih besar
dibanding harga penjual.

Berdasarkan rumus keuntungan:


Untung = harga jual harga beli (harga jual > harga beli)
Harga jual = harga beli + untung
Harga beli = harga jual untung
Besar kerugian dirumuskan
Rugi = harga beli harga jual
Harga jual = harga beli + rugi
Harga beli = harga jual rugi

Persentase untung rugi


Paman membeli sebuah sepeda dengan harga Rp750.000,00. Keesokan harinya, Paman menjual
sepeda tersebut seharga Rp 500.000,00 karena butuh uang mendesak. Apakah Paman mengalami

keuntungan atau kerugian dari penjualan sepeda tersebut? Hitunglah besar persentase keuntungan
atau kerugian yang dialami Paman!
Harga pembelian sepeda = Rp 750.000,00.
Harga jual sepeda = Rp 500.000,00.
Dalam kasus ini, harga jual kurang dari harga pembelian
sepeda.
Selisih harga pembelian dengan penjualan sepeda = 750.000 500.000 = 250.000
Karena harga pembelian lebih dari harga penjualan, maka paman mengalami kerugian sebesar
Rp 250.000,00.

Persentase kerugian paman


= Biaya kerugian/Biaya pembelian 100%
= 250 000 /750 000 X 100%
=1/3100%
= 33,33%
Kesimpulan :

Persentase keuntungan = Untung/ Biaya Pembelian 100%


Persentase kerugian = Besar kerugian /Biaya Pembelian 100%

Diskon, Pajak, Bruto, Tara dan Netto


Contoh 1
Pak Ali seorang pedagang beras, sebelum beras dikeluarkan
dari karung, beras dan karungnya ditimbang ternyata beratnya 60 kg. Berat
beras dan karung itu dinamai bruto. Setelah beras dikeluarkan dari karungnya,
beras ditimbang beratnya 59,5 kg. Berat beras 59,5 kg itu dinamai netto.
Kemudian karung ditimbang juga diketahui beratnya 0,5 kg. Berat karung 0,5
kg itu dinamai Tara.
Contoh 2

Di supermarket INDOSATU ibu membeli 1 kotak susu. Pada kotak susu


tersebut tertulis netto 1000gram. Setelah susu dikeluarkan dari kotaknya,
kemudian kotaknya ditimbang beratnya 1,5% dari berat 1 kotak susu. Berat
kotak susu disebut tara dalam persen. Dari netto dan taranya, ibu
menyimpulkan bahwa

berat susu dan kotaknya 1015 gr. Berat susu dan

kotaknya itu disebut bruto.


Contoh 3
Diketahui:

Uang Iwan (Modal) sebesar Rp 65.000,00.


Harga jam tangan seharga Rp 75.000,00.
Jawab:
Diskon = Persen diskon harga barang
Diskon 10 %
Diskon = 10/10075.000 = Rp 7.500
Harga setelah diberi diskon = 75.000 7.500 = Rp 67.500,00.
Pajak (Rp) = Persen Pajak Harga Barang
Pajak 5%
Pajak =5/10067.500= Rp 3.375
Harga yang harus dibayar

= Harga Barang + Pajak


= 67.500 + 3.375
= 70.875

harga jam tangannya adalah Rp 70.850,00, artinya uang Iwan tidak cukup untuk
membeli arloji

kesimpulan :
Bruto atau sering disebut berat kotor adalah berat suatu barang dengan kemasannya/tempatnya.
Netto atau sering disebut berat bersih adalah berat suatu barang tanpa kemasan/tempatnya.
Tara adalah berat kemasan/tempat suatu barang.
Diskon adalah potongan harga suatu barang yang diberikan penjual kepada pembeli, nilai diskon

biasanya diberi dalam bentuk persen (%). Misalkan diskon suatu barang adalah a %, maka nilai
diskon adalah Nilai diskon (dalam satuan harga) =a/100 harga sebelum diskon.

Bunga Bank
Pada tanggal 2 Desember 2012 Nurwahid menabung di Bank sebesar Rp
500.000,00 dengan bungatunggal 10 % per tahun. Enam bulan kemudian, dia
ingin mengambil tabungannya untuk membeli sepeda seharga Rp 600.000,00
tapi Nurwahid khawatir tabungannya tidak cukup untuk membeli sepeda
tersebut. Apa yang sebaiknya dilakukan Nurwahid? Apakah dia mampu
membeli sepeda itu, atau haruskah dia menunggu beberapa bulan lagi?
Tuliskan Cara kamu menentukan berapa uang Nurwahid setelah 6 bulan
menabung?
Uang Nurwahid (Modal) sebesar Rp 500.000,00.
Harga sebuah sepeda Rp 600.000,00
Bunga tunggal 10%.
Jawab:
Bunga = 6/12 X 10/100 X 500.000 = 25.000
Uang Nurwahid selama enam bulan adalah:
Uang Nurwahid = tabungan + bunga
= 500.000 + 25.000
= 525.000
Jadi uang Nurwahid selama enam bulan adalah sebesar Rp 525.000,00. Karena harga sepeda Rp
600.000,00 maka uang Nurwahid belum cukup untuk membeli sepeda. Nurwahid sebaiknya
menunggu minimal satu tahun enam bulan lagi karena setiap enam bulan Nurwahid mendapat
tambahan uang sebesar Rp 25.000,00. Jadi, jika Nurwahid menunggu dua tahun lagi maka dia akan
dapat membeli sepeda seharga Rp 600.000,00.
Kesimpulan :

Bunga tunggal adalah bunga uang yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu tertentu yang
tidak mempengaruhi besarnya modal.
Modal dalam hal ini besarnya tetap dan tidak berubah. Besarnya bunga berbanding senilai dengan
persentase dan lama waktunya dan dihitung berbanding senilai pula dengan besarnya modal.
Jika modal sebesar M ditabung dengan bunga b % setahun, maka besarnya bunga tunggal (B)
dirumuskan sebagai berikut.
a. Setelah t tahun, besarnya bunga: B = m X b/100 X t
b. Setelah t bulan, besarnya bunga: B = m X b/100 X t/12
c. Setelah t hari (satu tahun adalah 365 hari), besarnya bunga:B = m X b/100 X t/365
E. Daftar Bacaan
Winarti, Atik, dkk. Matematika Pusat Perbukuan, DEPDIKNAS 2008
Nurhani, Dewi, dkk. Matematika Konsep dan Aplikasinya, Pusat Perbukuan
DEPDIKNAS, 2008
Rosida, Dama, Penunjang Belajar Matematika, Pusat Perbukuan Depdiknas,
2009
F. Metode Pembelajaran Pertemuan Ke-1
Pengamatan, tanya-jawab, penugasan individu dan kelompok, dan diskusi kelompok.
G. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke-1
Kegiata

Deskripsi Kegiatan

Waktu

Penda-

1. Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa;

15

huluan

2. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta menit

berdoa;
3. Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat
belajar aritmatika sosial dalam kehidupan sehari-hari;
4. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa;

Kegiata
n

Deskripsi Kegiatan

Waktu

5. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh


(pengamatan dan demonstrasi disertai tanya jawab, latihan
individu dilanjutkan kelompok, pembahasan latihan secara
klasikal, latihan berpasangan, pembahasan secara klasikal,
pemajangan hasil latihan)
6. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
Inti

1. Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait 60


contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan aritmatika menit
sosial.
2. Siswa menganalisis, menalar,

mencoba dan menyimpulkan

pengertian dari aritmatika sosial berdasarkan hasil pengamatan


dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang
berhubungan dengan aritmatika sosial.
3. Secara individu siswa menyelesaikan tugas Latihan-1 tentang
menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial
yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika;
4. Secara kelompok, siswa berdiskusi membahas hasil tugas Latihan1. Anggota

kelompok saling memeriksa, mengoreksi dan

memberikan masukan;
5. Beberapa siswa wakil kelompok (minimal tiga orang) melaporkan
hasil penyelesaian Latihan-1. Siswa tersebut ditunjuk secara acak
oleh guru;
6. Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian Latihan-1. Guru
memberikan umpan balik;
7. Secara berpasangan siswa menyelesaikan Latihan-2 tentang
menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial
yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika;

Kegiata

Deskripsi Kegiatan

Waktu

8. Siswa dan guru membahas hasilan Latihan-2. Guru memberi


umpan balik. Hasil Latihan-2 dipajang di tempat pajangan hasil
karya.
Penutup

1. Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang 5


pengertian aritmatika social.

menit

2. Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;


3. Guru memberi pekerjaan rumah;
4. Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan
berikutnya, yaitu mengerjakan kuis tentang mengidentifikasi
unsur-unsur aritmatika sosial.

H. Penilaian Pertemuan Ke-1


1. Prosedur Penilaian:
No

Aspek yang dinilai

Teknik Penilaian

Waktu Penilaian

Rasa ingin tahu

Pengamatan

Kegiatan inti nomor 1, 2, 6, 8

Tanggungjawab

dalam Pengamatan

Kegiatan inti nomor 3, 4, 5, 7

kelompok
3

Pengetahuan

dan Kuis

keterampilan matematika

Portofolio
Latihan-2

2. Instrumen penilaian:
KUIS (Waktu: maksimal 10 menit)
Petunjuk:

Awal pertemuan ke-2


Hasil Akhir pertemuan ke-1

1. Kerjakan soal berikut secara individu, tidak boleh menyontek dan tidak boleh
bekerjasama.
2. Pilihlah jawaban soal kemudian jawablah pertanyaan/perintah di bawahnya.
Soal:
Pak Ahmad mempunyai beberapa jenis burung. Selain merupakan
kegemarannya, ternyata pak Ahmad juga berusaha di bidang jual beli burungburung tersebut. Harga satu ekor burung yang dibeli Pak Ahmad adalah Rp
100.000,00. Pada suatu saat seseorang membeli 10 ekor burung perkutut, dan
5 ekor burung Balam pak Ahmad.
a.berapa modal yang dikeluarkan pak ahmad?
b. Dari hasil penjualan tersebut, pak Ahmad memperoleh uang sebesar Rp
1.800.000,00, dan mengatakan kalau ia memperoleh keuntungan 20%.
Jelaskan dari mana Pak Ahmad mengatakan dapat keuntungan 20% tersebut!

Kunci Jawaban:
Pedoman Penilaian:
No

Aspek Penilaian

Rubrik Penilaian

Skor

Soal

Skor
Maksimal

a. Pilihan jawaban
Alasan jawaban

h. Jawaban
Alasan jawaban

Skor maksimal =
Skor minimal =

Benar
Salah
Tidak ada pilihan jawaban
Benar
Sebagian besar benar
Sebagian kecil benar
Tidak ada alasan jawaban
Benar
Salah
Tidak ada jawaban
Seluruhnya benar
Sebagian besar benar
Sebagian kecil benar
Tidak ada alasan jawaban

10
3
0
15
10
5
0
10
3
0
10
7
3
0
-

25

20

45
0

LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP


Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

: VII/1

Tahun Pelajaran

: 2013/2014

Waktu Pengamatan : ..........................................................................


Kompetensi Dasar

: Nomor 2.2, 3.3, 4.2

Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah rasa ingin tahu dan tanggung jawab
dalam kelompok.
Indikator perkembangan sikap INGIN TAHU
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh tak acuh
(tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada

usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses

pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten


3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses
pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator perkembangan sikap TANGGUNGJAWAB (dalam kelompok)
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas
kelompok
2. Baik jika menunjukkan sudah ada

usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas-tugas

kelompok tetapi belum ajeg/konsisten


3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

N
O
1
2
3

Rasa ingin tahu


SB
B
KB

Nama

...
32
SB = sangat baik

B = baik

Tanggungjawab
SB
B
KB

KB = kurang baik

c. Sumber Belajar Pertemuan Ke-1


1. Bahan informasi tentang pengertian dan manfaat belajar Aljabar;
2. Daftar pertanyaan untuk apersepsi;
3. Contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan unsur-unsur bentuk Aljabar;
4. Bahan latihan-1;
5. Bahan latihan-2;
6. Bahan pekerjaan rumah;
7. Buku Siswa Mata Pelajaran Matematika Jilid VII.
Cipatat, 15 Juli 2013
Kepala Sekolah

Guru