Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Pemanfaatan Limbah B3 sebagai Substitusi Bahan Bakar


Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3), khususnya minyak
bekas/minyak kotor dan oli bekas yang mengandung minyak atau yang biasanya disebut
sebagai Sludge Oil, saat ini telah dijadikan sebagai Bahan Bakar Alternatif pengganti solar
pada beberapa Industri di Indonsia.
Limbah pdat yang bisa dimanfaatkan sebagai alternative fuel lainnya antara lain :
Sludge (paper fiber, WWT sewage), packaging waste, carbon fly ash, bottom ash, paint
residue, waste plastics, dan biomass seperti : rice husk, palm kernel shell, wastewood,
baggase, waste paper, dan waste rubber.
Sedangkan limbah cair yang dapat dipergunakan sebagai alternative fuel antara lain :
waste oil & oiled water, sludge oil, slope oil and recovery oil< solvents, dan lain-lain.
Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup O. 2 Tahun 2008 tentang
Pemanfaatan Limbah, yang menyatakan bahwa Pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar
harus memenuhi criteria sebagai berikut :
1. Kandungan kalori sama atau lebih besar dari 2500 kkal/kg
2. Kadar air sama atau lebih kecil dari 15%
3. Tidak mengandung senyawa terhalogenasi.
Berat jenis Sludge Oil ( Spesific Gravity) secara umum meliputi 2 (dua) jenis, yaitu :

Berat Jenis 0,86


Berat Jenis 0,90
Kondisi harga minyak mentah dunia saat ini yang kurang stabil juga sangat

berpengaruh pada kebutuhan akan minyak bekas/minyak kotor dan oli bekas yan
mengandung minyak (Sludge Oil) yang sering mengalami permintaan berlebihan.
Minyak bekas / minyak kotor dan oli bekas yang mengandung minyak (Sludge Oil)
dapat digunakan pada mesin mesin seperti : Steam Boiler, Power Plant, dan Asphalt Mixing
Plant (AMP).

2.2 Pemanfaatan Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Mesin Diesel


Limbah oli atau limbah minyak pelumas residu dari oli murni atau vaseline berada di
antara C16 sampai ke C20. Di indonesia jumlah limbah pelumas bekas pada tahun 2003 sekitar
465 juta liter pertahun ( www. wikipedia.com ), dan untuk di daerah Riau limbah ini
mencapai 54 juta liter pertahun ( sumber Riau Pos ) . Sumber dari limbah ini berasal dari
berbagai aktivitas sarana mesin serta industri. Proses yang dilakukan melalui tahapan

absorpsi dan distilasi ( untuk mengolah oli bekas menjadi sampel bahan bakar). Tahapan
berikutnya dilakukan uji karakteristik syarat bahan bakar berupa : uji bilangan oktan untuk
melihat kandungan unsur-unsur kimia, titik nyala, bilangan karbon dan residu bahan bakar
serta menentukan beberapa parameter fisisnya antara lain: viskositas, konduktivitas dan
indeks bias.
Hasil karakteristiknya akan dibandingkan dengan karakteristik solar atau mendekati.
Sampel akhir yang diinginkan dari riset ini, bila diuji pada setiap mesin diesel tidak ada
modifikasi pada mesin, artinya sampel ini tidak akan memberi efek atau cocok dengan jenis
mesin diesel apapun. Limbah oli bekas yang setiap bulan banyak dihasilkan di Riau akan
dimanfaatkan melalui pengolahan khusus. Bila keberadaanya diolah dengan proses dan
teknik yang tepat sebenarnya menghasilkan prospek ekonomi cukup menjanjikan di masa
depan. Selanjutnya untuk proses mengolah, direncanakan akan didisain atau dirancang sistem
dengan membuat prototipe mesin pengolahnya dengan serangkaian proses absorpsi dan
distilasi satu tabung melalui beberapa uji karakteristik kimia dan fisika untuk syarat-syarat
bahan oli bekas.
Oli bekas bisa didaur ulang dengan cara berikut:
re-use, yang melibatkan mengeluarkan kotoran dari oli dan menggunakan lagi. Bentuk
daur ulang ini tidak mungkin mengembalikan oli ke bentuuk semula, hanya
memperpanjang umurnya.
Dimasukkan ke dalam kilang minyak bumi, yang melibatkan minyak digunakan
sebagai bahan baku yang memperkenalkan ke depan baik akhir dari proses atau coker
untuk memproduksi bensin dan kokain.
Re-refined, yang melibatkan minyak digunakan untuk menghilangkan kotoran
sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak pelumas baru.
Diproses dan dibakar untuk pemulihan energi, yang melibatkan air menghapus dan
partikulat sehingga digunakan minyak dapat dibakar sebagai bahan bakar untuk
menghasilkan panas atau kekuasaan industri operasi. Bentuk daur ulang tidak seperti
lebih sebagai metode yang menggunakan kembali material karena hanya
memungkinkan minyak untuk digunakan kembali sekali. Meskipun demikian, energi
berharga disediakan (kurang lebih sama dengan yang disediakan oleh minyak
pemanas normal).