Anda di halaman 1dari 2

Kandidiasis

Penyebab, Distribusi dan Cara


Penularan Penyakit.
Kandidiasis
atau Candidiasis disebabkan oleh
jamur antara lain Candida
albicans, Candida tropicalis, Candida
dubliniensis dan kadang-kadang
spesies lain dari Candida. Candida
(Torulopsis) glabrata dibedakan
dari Candida lain
penyebab Candidiasis, yaitu infeksi
dengan Candida torulopsiskurang
membentuk pseudohyphae pada
jaringan.
Penyebaran Kandidiasis.
Jamur Candida tersebar di seluruh
dunia. Jamur Candida
albicans kadang-kadang merupakan
flora normal pada manusia.
Reservoir Candida adalah manusia.
Cara Penularan
Adapun cara penularan Candida
karena kontak secret atau ekskret
dari mulut, kulit, vagina dan faeses,
dari penderita ataupun carrier, atau
tertulari melalui jalan lahir pada saat
bayi dilahirkan atau penularan
endogen.

rendahnya patogenesis candida


tersebut dan sebagai bukti adanya
imunitas yang luas di kalangan
masyarakat.
Lesi mulut banyak ditemukan,
biasanya ringan dan muncul pada
minggu-minggu pertama sesudah
kelahiran bayi. Gejala klinis muncul
pada saat daya tahan tubuh hospes
rendah. Kondisi local tertentu bagian
tubuh turut mempengaruhi
munculnya candidiasis seperti
interdigital intertrigo dan paronikia
pada tangan yang terkena banyak air
(pekerjaan tempat lembab) dan
munculnya intertrigo pada kulit yang
lembab dari oarng-orang gemuk. Lesi
berulang pada kulit dan erupsi
mukosa sering terjadi.
Diantar faktor sistemis mencolok
yang menjadi dasar
munculnya candidiasis
superfisialisadalah Diabetes Melitus,
pengobatan dengan antibiotik
bersfektrum luas dalam jangka
waktu panjang dan infeksi HIV.
Wanita pada kehamilan trimester
tiga lebih mudah terkena
vulvovaginal candidiasis.

Masa inkubasi atau masa sejak


masuknya jamur Candida di dalam
tubuh sampai timbulnya gejala
penyakit Candidiasis adalah
bervariasi antara 2 5 hari untuk lesi
mulut pada anak.

Factor yang mempengaruhi


terjadinya candidiasis sistemik antar
lain: imunosupresi, pemasangan
kateter intravena permanent,
netropenia, kanker darah, dan bayi
Berat Badan Lahir Rendah
(BBLR). Candidasis pada saluran
kencing biasanya terjadi sebagai
komplikasi dari penggunaan katetr
jangka waktu lama pada kandung
kemih dan pelvis renalis.

Masa Penularan Penyakit.

PENEGAKAN DIAGNOSIS

Masa Inkubasi.

Masa penularan penyakit


diasumsikan akan menular ketika
saat sudah ditemukan lesi.
Kekebalan dan Kerentanan.
Hampir selalu ditemukan
spesies Candida di dalam dahak,
tenggorokan, faeses dan urine tanpa
ada gejala klinis sebagai bukti

Untuk melakukan penegakkan


diagnosis dapat dilakukan melalui
tindakan-tindakan sebagai berikut
seperti:
Kecurigaan yang tinggi terhadap
kemungkinan infeksi jamur.

Pemeriksaan diagnostic yang


menunjang seperti melakukan
pemeriksaan dengan CT Scan, hasil
radiologi

determinasi Candida albicans dipakai


corn mealagar (CMA) dengan
Tween 80, agar EMB, serum dan
putih telur.

Pemeriksaan laboratorium kultur


darah

PENATALAKSANAAN

Pemeriksaan serologi.
Bahan pemeriksaan yang digunakan
tergantung pada tempat kelainan,
misalnya kerokan kulit, kuku dan
rambut pada penderita dengan
kelainan superficial. Sputum, secret
bronkus, jaringan paru diperiksa
pada penderita dengan kelainan
paru, usap mulut pada penderita
stomatitis dan usap
vagina
pada penderita
vaginitis, serta pemeriksaan tinja
pada penderita enteritis. Pada
kelainan sistemik dapat dapat
diperiksa urine, darah dan
cairan serebrospinalis. Bahan usap
diperiksa dengan larutan air garam
atau diwarnai.
Jamur yang diperiksa tampak
sebagai blastospora dan hifa semu
(pseudohyfa).
Gambaran histopatologiberupa
radang tidak khas dengan jamur
sebagai hifa dan blastospora.
Dalam biakan media agar suhu
kamar, jamur membentuk koloni
menyerupai ragi. Determinasi
spesiesCandida dilakukan dengan uji
deretan gula. Sedangkan untuk

Memperbaiki factor-faktor yang


mendasari munculnya candidiasis
sangat membantu pengobatan.
Misalnya melepas kateter intravena.
Pemberian Nistatin topical atau
derivate azole (miconazole,
clorimazole, ketokonazole,
fluconazole) sangat bermanfaat
untuk berbagai bentuk candidiasis
superfisialis. Clitimazole oral
(Mycerex R) berupatablet isap atau
larutan nystatin efektif untuk
pengobatan lesi multu. Suspensi
itraconazole (Sporanox R) atau
fluconazole (DiflucanR) efektif
untuk candidiasis oral dan
esophagus.
Infeksi vaginal dapat diobati
dengan fluconazole
oral atau clotimazole topical,
miconazole, butoconazole,
terconazole, tioconazole, atau
nystatin. Amphotericine
B (FungizoneR) IV, dengan atau
tanpa 5-fluorocystocine, adalah obat
pilihan untuk visceral
candidiasis atau invasive candidiasis.
Preparat lipidAmphotericine
B mungkin juga efektif.