Anda di halaman 1dari 26

Quantum Learning

Oleh: Winda Dewi Listyasari

Quantum Learning
Bobby DePotter
E = mc2
E =
Energi (antusiasime, efektif
belajar-mengajar,
semangat
m =
Massa (semua individu yang
terlibat, situasi,
materi, fisik)

Quantum learning menciptakan konsep


motivasi,
langkahlangkah menumbuhkan
minat dan belajar aktif.
Memberdayakan seluruh potensi yang ada,
sehingga
proses belajar menjadi suatu yang
menyenangkan bukan
sebagai sesuatu yang memberatkan
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1.Optimalkan minat pada diri;
2.Bertanggung jawab pada diri, sehingga

Quantum learning menata pentas:


lingkungan belajar
yang tepat : Mikro &
Makro
Lingkungan mikro : penataan cahaya, musik,
dan desain ruang peserta didik menerima,
menyerap, dan mengolah informasi.
Lingkungan makro dunia yang luas :
peserta didik menciptakan ruang belajar di
masyarakat.
Semakin peserta didik berinteraksi dengan

Teori belahan otak kanan dan kiri

- Angka
- Kata2
- Logika
Urutan/
daftar
rincian

Kiri

Kanan

Konvergen
Linier
Logis
Teratur
Rasional

Divergen
Kreatif
Holistik

Imaginatif

corpus
collosum

Gambar
Imajinas
i
- Warna
- Ritme
- Ruang

Seimbang
masukan musik
emosi positif, kekuatan otak, dan estetika
dalam belajar
keberhasilan dan kehormatan diri

Teori otak triune (3 in 1)

Mamalia (sistem limbi

(perasaan, emosi, mem

Neocortex

erbicara, mengembangkan kreativitas,


mahami angka, memecahkan masalah,
nentukan perilaku dalam berhubungan
engan orang/makhluk lain dan lingk)

Reptile (batang otak)


(fungsi motorik-sensorik, kelangsungan hidup
dan reaksi terhadap bahaya)

Pilihan modalitas
Modalitas = cara termudah yang dimiliki
oleh seseorang dalam menyerap informasi
(visual, auditorial & kinestetik)
Media pembelajaran

Tipe visual:
melalui penglihatan
Mereka menyukai belajar atau menerima
informasi dengan melihat atau membaca.

Ciri-cirinya:
1.

2.
3.
4.

5.
6.
7.

8.

9.

Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang


didengar.
Lebih senang membaca sendiri daripada dibacakan oleh orang lain.
Senang membaca dan dapat membaca dengan cepat.
Dapat mengeja dengan baik dan dapat membayangkan kata-kata
dalam pikiran.
Mereka biasanya tidak terganggu oleh suara.
Berpenampilan rapi dan teratur.
Lebih memilih mendemonstrasikan sesuatu daripada menjelaskan
dengan kata-kata.
Mempunyai kebiasaan mencoret-coret pada saat bercakap-cakap di
telepon maupun dalam pertemuan-pertemuan.
Lebih menyukai seni yang tidak berhubungan dengan musik.

Tipe auditori:
melalui pendengaran
Mereka menyukai belajar atau menerima
informasi dengan cara mendengar atau
diterangkan secara lisan.

Ciri-cirinya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lebih senang belajar dengan cara mendengarkan


daripada membaca.
Lebih mudah mengingat apa yang diterangkan atau
didiskusikan daripada apa yang dilihat.
Senang membaca dengan bersuara atau pada saat
membaca menggerakkan bibirnya.
Mudah terganggu oleh suara-suara berisik.
Biasanya merupakan pembicara yang cakap.
Senang berbicara dan berdiskusi.
Lebih menyukai musik dibandingkan dengan seni
yang lain.

Tipe kinestetik:
melalui gerakan atau sentuhan
Mereka menyukai belajar atau menerima informasi
dengan banyak melakukan gerakan atau menyentuhnya
Mereka tidak dapat duduk dengan tenang ketika belajar

Ciri-cirinya:

Sewaktu belajar banyak bergerak dan tidak bisa diam di suatu


tempat.
Tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama.
Bila berbicara dengan seseorang, ia akan berdiri mendekat ke
orang yang diajak berbicara.
Ketika membaca suka menggunakan jari atau pensil sebagai
penunjuk.
Bila ingin menarik perhatian dari seseorang, ia akan menyentuh
orang tersebut.
Susah untuk mengingat ciri suatu tempat apabila tidak pernah
berada disana.
Menyukai bahasa isyarat atau gerak tubuh.
Lebih menyukai seni tari dibanding seni lain.

Teori Kecerdasan Ganda

IQ
Head

EQ
Heart

Belajar Simbol
Memudahkan mengingat sesuatu
Contoh

Mind Mapping
Tony Buzan menawarkan cara pembelajaran
menggunakan gambar, simbol, dan warna
yang dipercaya sangat disukai anak-anak.
Tokoh-tokoh brilian tersohor seperti, Albert
Einstein, Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso dan
Winston Churcill pun ternyata menggunakan
gambar-gambar yang menyerupai suatu
susunan cara berpikir dalam catatan pelajaran
mereka saat bersekolah.

Mind mapping membiasakan siswa


melatih aktivitas kreatifnya sehingga
dapat menciptakan suatu produk kreatif
yang bermanfaat bagi diri dan
lingkungannya
Sistem limbik sebagai pengatur emosi
(marah, senang, sedih)
Motivasi tinggi menambah kepercayaan
diri tidak ragu dan malu
mengembangkan potensi diri

Quantum Learning
Proses belajar yang dialami seseorang sangat
bergantung kepada lingkungan tempat belajar.
Sugesti positif baik untuk proses dan hasil
belajar
Lingkungan belajar yang baik memberi kekuatan
AMBAK (apa manfaatnya bagiku):
menyertakan pertanyaan, pantomime, lakon pendek dan
lucu, drama, video, cerita