Anda di halaman 1dari 3

Hessy Erlisa Frasti

F0312060
Research Metodology / A
CHAPTER 14
ANALISIS DATA KUANTITATIF
Mendapatkan Data yang Siap untuk Dianalisis
Setelah peneliti menyebar kuesioner, maka diperlukan beberapa langkah selanjutnya untuk
mengolah data agar dapat dianalisis, yaitu:

Pengkodean data
Data coding merupakan proses penyusunan secara sistematis data mentah (yang ada dalam
kuisioner) ke dalam bentuk yang mudah dibaca oleh mesin pengolah data seperti komputer.

Pemindahan data ke komputer


Data entering adalah memindahkan data yang telah di ubah menjadi kode ke dalam mesin
pengolah data. Caranya dengan membuat coding sheet, direct entry, optical scan sheet.

Menyunting data
Pada tahapan ini, data yang telah terkumpul melalui daftar pertanyaan (kuesioner) ataupun
pada wawancara perlu dibaca kembali untuk melihat apakah ada hal-hal yang masih
meragukan dari jawaban responden. Jadi, editing bertujuan untuk memperbaiki kualitas
data dan menghilangkan keraguan data.

Tranformasi data
Tujuan utama dari transformasi data ini adalah untuk mengubah skala pengukuran data asli
menjadi bentuk lain sehingga data dapat memenuhi asumsi-asumsi yang mendasari analisis
ragam.

Makna dari Sebuah Data


Statistik deskriptif dalam sebuah penelitian bervariabel satu dapat digambarkan dengan frekuensi,
engukuran pemusatan data, dan penyebaran data.
Statistik Deskriptif bagian satu
Statistik deskriptif berisi tentang nilai maksimal, nilai mimimal, rata- rata, standar deviasi, dan
ragam.
Menguji Kebaikan Data

Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan
kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.

Reliabilitas
Realibilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya
atau dapat diandalkan.
CHAPTER 1
SKALA PENGUKURAN DAN METODE ANALISIS DATA

Skala Pengukuran
Pengukuran merupakan proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada karakteristik
atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan atau prosedur yang telah ditetapkan. Skala
pengukuran dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis: skala nominal, ordinal, interval, dan rasio.
Metode Analsis Data
Metode dependen menguji ada tidaknya hubungan dua set variabel. Metode dependen
dapat dikelompokkan menjadi: jumlah variabel bebas, jumlah variabel terikat, jenis skala
pengukuran variabel bebas, dan jenis skala pengukuran variabel terikat.
Metode independen menguji bagaimana dan mengapa dua set variabel saling berkaitan satu
sama lainnya.
Dua variabel-metrik: korelasi sederhana
Dua variabel-nonmetrik: tabel kontjensi two-way dan loglinear models.
>2 variabel-metrik: principle components dan analsis faktor.
>variabel-nonmetrik: tabel kontjensi multiway, loglinear models, dan
correspondence analysis.
CHAPTER 2
PENGENALAN PROGRAM SPSS, APLIKASI STATISTIK DESKRIPTIF DAN UJI BEDA
T-TEST
Pendahuluan
SPSS (Statistical Package for Social Sciences) merupakan software yang berbungsi untuk
menganalisis data, melakukan perhitungan statistik baik parametrik maupun nonparametrik dengan
basis windows. Menu utama SPSS terdiri atas: File, Edit, View Data, Transform, Analyze, Graph,
Utilities, Add-ons, Window, Help.
Mengolah Data
Statistik deskriptif
Statisik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari mean,
standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness.
Analsis Tabulasi Silang (Crosstab)
Pada prinsipnya menyajikan bentuk tabulasi yang meliputi baris dan kolom dan data untuk
penyajian crosstab adalah data berskala nominal atau kategori.

CHAPTER 3
DATA SCREENING DAN TRANSFORMASI DATA
Normalitas
Jika terdapat normalitas, maka residual akan terdistribusi secara normal dan independen. Salah
satu cara mendeteksi normalitas yaitu lewat pengamatan nilai residual. Cara lain yaitu dengan
melihat distribusi dari variabel-variabel yang akan diteliti. Secara statistik, ada dua komponen
normalitas, yaitu skewness dan kurtosis.
Transformasi Data
Data yang tidak terdistribusi secara normal dapat ditransformasi agar menjadi normal. Untuk
menormalkan data, kita terlebih dahulu harus tahu bagaimana bentuk grafik histogram dari data
yang ada, apakah moderate positive skewness, subtansial positive skewness, severe positive
skewness dengan bentuk L, dsb. Dengan mengetahui bentuk grafik histogram, kita dapat
menentukan bentuk transformasinya.
Data Outlier
Outlier adalah kasus atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh
dari observasi lainnya dan muncul bentuk ekstrim, baik untuk sebuah variabel tunggal atau
variabel kombinasi. Deteksi terhadap outlier dapat dilakukan dengan menentukan nilai batas yang
akan dikategorikan sebagai data outlier, yaitu dengan cara mengonversi nilai data ke dalam skor
standarized (z-score), yang memiliki means sama dengan nol dan standar deviasi sama dengan 1.
CHAPTER 4
UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS: SUATU KONSTRUK ATAU KONSEP
Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator
dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap
pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner
dikatakan valid apabila pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan
diukur oleh kuesioner tersebut. Pengukuran validitas dapat dilakukan dengan tiga cara:
Melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel
Melakukan korelasi bivariate antar masing-masing skor indikator dengan total skor
konstruk
Uji dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA).