Anda di halaman 1dari 6

Batu Buli-buli (Batu Kandung Kemih)

Batu Buli-buli atau Batu Kandung Kemih adalah batu yang tidak normal di dalam saluran
kemih yang mengandung komponen kristal dan matriks organik tepatnya pada vesika urinari atau
kandung kemih. Batu kandung kemih sebagian besar mengandung batu kalsium oksalat atau
fosfat
Batu vesika urinaria terutama mengandung kalsium atau magnesium dalam kombinasinya
dengan fosfat, oksalat, dan zat-zat lainnya.
Etiologi
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan batu kandung kemih adalah :
1.

Faktor Endogen, Faktor genetik, familial, pada hypersistinuria, hyperkalsiuria dan

2.

hiperoksalouria.
Faktor Eksogen, Faktor lingkungan, pekerjaan, makanan, infeksi dan kejenuhan

3.

mineral dalam air minum.


Faktor lainnya, Infeksi, stasis dan obstruksi urine, keturunan, air minum, pekerjaan,
makanan atau penduduk yang vegetarian lebih sering menderita batu saluran kencing
atau buli-buli.

Batu kandung kemih dapat disebabkan oleh kalsium oksalat atau agak jarang sebagai
kalsium fosfat. Batu vesika urinaria kemungkinan akan terbentuk apabila dijumpai satu atau
beberapa faktor pembentuk kristal kalsium dan menimbulkan agregasi pembentukan batu proses
pembentukan batu kemungkinan akibat kecenderungan ekskresi agregat kristal yang lebih besar
dan kemungkinan sebagai kristal kalsium oksalat dalam urine.
Dan beberapa medikasi yang diketahui menyebabkan batu ureter pada banyak klien
mencakup penggunaan obat-obatan yang terlalu lama seperti antasid, diamox, vitamin D, laksatif
dan aspirin dosis tinggi.
Menurut Smeltzer bahwa, batu kandung kemih disebabkan infeksi, statis urin dan periode
imobilitas (drainage renal yang lambat dan perubahan metabolisme kalsium).
Patofisiologi

Penyebab spesifik dari batu kandung kemih adalah bisa dari batu kalsium oksalat dengan
inhibitor sitrat dan glikoprotein. Beberapa promotor (reaktan) dapat memicu pembentukan batu
kemih seperti asam sitrat memacu batu kalsium oksalat. Aksi reaktan dan intibitor belum di
kenali sepenuhnya dan terjadi peningkatan kalsium oksalat, kalsium fosfat dan asam urat
meningkat akan terjadinya batu disaluran kemih.
Adapun faktor tertentu yang mempengaruhi pembentukan batu kandung kemih,
mencangkup infeksi saluran ureter atau vesika urinari, stasis urine, priode imobilitas dan
perubahan metabolisme kalsium. Telah diketahui sejak waktu yang lalu, bahwa batu kandung
kemih sering terjadi pada laki-laki dibanding pada wanita, terutama pada usia 60 tahun keatas
serta klien yang menderita infeksi saluran kemih.
Kelainan bawaan atau cidera, keadan patologis yang disebabkan karena infeksi,
pembentukan batu disaluran kemih dan tumor, keadan tersebut sering menyebabkan bendungan.
Hambatan yang menyebabkan sumbatan aliran kemih baik itu yang disebabkan karena infeksi,
trauma dan tumor serta kelainan metabolisme dapat menyebabkan penyempitan atau struktur
uretra sehingga terjadi bendungan dan statis urin. Jika sudah terjadi bendungan dan statis urin
lama kelamaan kalsium akan mengendap menjadi besar sehingga membentuk batu.
Proses pembentukan batu ginjal dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kemudian dijadikan
dalam beberapa teori :
1. Teori Supersaturasi
Tingkat kejenuhan komponen-komponen pembentuk batu ginjal mendukung
terjadinya kristalisasi. Kristal yang banyak menetap menyebabkan terjadinya agregasi
kristal dan kemudian menjadi batu.
2. Teori Matriks
Matriks merupakan mikroprotein yang terdiri dari 65 % protein, 10 % hexose, 3-5
hexosamin dan 10 % air. Adanya matriks menyebabkan penempelan kristal-kristal
sehingga menjadi batu.
3. Teori Kurangnya Inhibitor

Pada individu normal kalsium dan fosfor hadir dalam jumlah yang melampaui daya
kelarutan, sehingga membutuhkan zat penghambat pengendapan. fosfat mukopolisakarida
dan fosfat merupakan penghambat pembentukan kristal. Bila terjadi kekurangan zat ini
maka akan mudah terjadi pengendapan.
4. Teori Epistaxy
Merupakan pembentuk batu oleh beberapa zat secara bersama-sama. Salah satu
jenis batu merupakan inti dari batu yang lain yang merupakan pembentuk pada lapisan
luarnya. Contoh ekskresi asam urat yang berlebih dalam urin akan mendukung
pembentukan batu kalsium dengan bahan urat sebagai inti pengendapan kalsium.
5. Teori Kombinasi
Batu terbentuk karena kombinasi dari bermacam-macam teori diatas
Faktor Predisposisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Riwayat pribadi tentang batu kandung kemih dan saluran kemih


Usia dan jenis kelamin
Kelainan morfologi
Pernah mengalami infeksi saluran kemih
Makanan yang dapat meningkatkan kalsium dan asam urat
Adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemih
Masukan cairan kurang dari pengeluaran
Profesi sebagai pekerja keras
Penggunaan obat antasid, aspirin dosis tinggi dan vitamin D terlalu lama.

Manifestasi Klinik
Ketika batu menghambat dari saluran urin, terjadi obstruksi, meningkatkan tekanan
hidrostatik. Bila nyeri mendadak terjadi akut disertai nyeri tekan disaluran osteovertebral dan
muncul mual muntah maka klien sedang mengalami episode kolik renal. Diare, demam dan
perasaan tidak nyaman di abdominal dapat terjadi. Gejala gastrointestinal ini akibat refleks dan
proxsimitas anatomik ginjal kelambung, pangkereas dan usus besar.
Batu yang terjebak dikandung kemih menyebabkan gelombang nyeri luar biasa, akut dan
kolik yang menyebar kepala obdomen dan genitalia. Klien sering merasa ingin kemih, namun

hanya sedikit urin yang keluar, dan biasanya mengandung darah akibat aksi abrasi batu gejala ini
disebabkan kolik ureter.
Umumnya klien akan dapat mengeluarkan batu yang berdiameter 0,5 sampai dengan 1 cm
secara spontan. Batu yang berdiameter lebih dari 1 cm biasanya harus diangkat atau dihancurkan
sehingga dapat dikeluarkan secara spontan dan saluran urin membaik dan lancar.
Pemeriksaan Diagnostik.
Adapun pemeriksaan diagnostik yang dilakukan pada klien batu kandung kemih adalah :
1. Urinalisa, warna kuning, coklat atau gelap.
2. Foto KUB, menunjukkan ukuran ginjal ureter dan ureter, menunjukan adanya batu.
3. Endoskopi ginjal, menentukan pelvis ginjal, mengeluarkan batu yang kecil.
4. EKG, menunjukan ketidak seimbangan cairan, asam basa dan elektrolit.
5. Foto Rontgen, menunjukan adanya di dalam kandung kemih yang abnormal.
6. IVP ( intra venous pylografi ), menunjukan perlambatan pengosongan kandung
kemih,membedakan derajat obstruksi kandung kemih divertikuli kandung kemih dan
penebalan abnormal otot kandung kemih.
7. Vesikolitektomi ( sectio alta ), mengangkat batu vesika urinari atau kandung kemih.
8. Litotripsi bergelombang kejut ekstra corporeal, prosedur menghancurkan batu ginjal
dengan gelombang kejut.
9. Pielogram retrograde, menunjukan abnormalitas pelvis saluran ureter dan kandung
kemih.
Diagnosis ditegakan dengan studi ginjal, ureter, kandung kemih, urografi intravena atau
pielografi retrograde. Uji kimia darah dengan urine dalam 24 jam untuk mengukur kalsium, asam
urat, kreatinin, natrium, dan volume total merupakan upaya dari diagnostik. Riwayat diet dan
medikasi serta adanya riwayat batu ginjal, ureter, dan kandung kemih dalam keluarga di

dapatkan untuk mengidentifikasi faktor yang mencetuskan terbentuknya batu kandung kemih
pada klien.
Penatalaksanaan.
Tujuan dasar penatalaksanaan adalah untuk menghilangkan batu, menentukan jenis batu,
mencegah kerusakan nefron, mengidentifikasi infeksi, serta mengurangi obstruksi akibat batu.
Cara yang biasanya digunakan untuk mengatasi batu kandung kemih adalah :
a. Vesikolitektomi atau secsio alta.
b. Litotripsi gelombang kejut ekstrakorpureal.
c. Ureteroskopi.
d. Nefrostomi.
Komplikasi.
Adapun komplikasi dari batu kandung kemih ini adalah :
a. Hidronefrosis
Adalah pelebaran pada ginjal serta pengisutan jaringan ginjal, sehingga ginjal
menyerupai sebuah kantong yang berisi kemih, kondisi ini terjadi karena tekanan dan
aliran balik ureter dan urine ke ginjal akibat kandung kemih tidak mampu lagi
menampung urine. Sementara urine terus-menerus bertambah dan tidak bisa dikeluarkan.
Bila hal ini terjadi maka, akan timbul nyeri pinggang, teraba benjolan basar didaerah
ginjal dan secara progresif dapat terjadi gagal ginjal.
b. Uremia
Adalah peningkatan ureum didalam darah akibat ketidak mampuan ginjal
menyaring hasil metabolisme ureum, sehingga akan terjadi gejala mual muntah, sakit
kepala, penglihatan kabur, kejang, koma, nafas dan keringat berbau urine.
c. Pyelonefritis

Adalah infeksi ginjal yang disebabkan oleh bakteri yang naik secara assenden ke
ginjal dan kandung kemih. Bila hal ini terjadi maka akan timbul panas yang tinggi
disertai mengigil, sakit pinggang, disuria, poliuria, dan nyeri ketok kosta vertebra.
d. Gagal ginjal akut sampai kronis
e. Obstruksi pada kandung kamih
f. Perforasi pada kandung kemih
g. Hematuria atau kencing darah
h. Nyeri pingang kronis
i. Infeksi pada saluran ureter dan vesika urinaria oleh batu.

Daftaa r pustaka
Sudoyo, A. W., setiyohadi, B., Alwi., I., Setiati,S. 2006.buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta:
fakultas kedokteran universitas indonesia