Anda di halaman 1dari 145

LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KAB.

TUBAN
NOMOR :
TAHUN 2014
TANGGAL:
2014
AGUSTUS009AA

PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TAHUN ANGGARAN 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 PENDAHULUAN
1) Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan pemerintah disusun untuk tujuan umum dan tujuan khusus. Laporan
Keuangan bertujuan umum karena laporan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
pengguna akan informasi akuntansi keuangan yang lazim. Dalam hal ini yang dimaksud
pengguna adalah masyarakat, legislatif, lembaga pengawas, pemeriksa, pihak-pihak yang
memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman serta pemerintah. Adapun
laporan keuangan pemerintah daerah meliputi Laporan Realisasi anggaran, Neraca, Laporan
Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah disusun juga untuk menyajikan informasi
yangbermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya dan membuatkeputusan, baik keputusan ekonomi, sosial, maupun
politik antara lain :
a)

Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan perode berjalan cukup untuk membiayai
seluruh pengeluaran.

b)

Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya
telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

c)

Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan
Satuan Kerja Perangkat Daerah mendanai seluruh kegiatannya serta hasil-hasil yang telah dicapai.

d)

Menyediakan informasi mengenai perubahan realisasi keuangan apakah mengalami kenaikan atau
penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode anggaran.

Untuk menghindari kesalahpahaman, Laporan Keuangan harus disertai dengan Catatan atas
Laporan Keuangan yang berisi informasi untuk memudahkan pengguna dalam memahami Laporan
Keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan harus disajikan secara sistematis. Catatan atas Laporan
Keuangan meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam
laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Oleh karena itu, Catatan atas Laporan
Keuangan harus dapat memuat aspek-aspek yang memadai dan lengkap agar menjadi suatu sumber
informasi yang sangat relevan bagi pengambilan keputusan bagi pengguna umum.
Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan ini menyajikan informasi tentang penjelasan pos-pos
laporan keuangan yang memadai antara lain:
a) Informasi umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi;
b) Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;
c) Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan, berikut kendala dan hambatan yang
dihadapi dalam pencapaian target;
d) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang
dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;
e) Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka laporan keuangan
f) Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan
dalam lembar muka laporan keuangan;
g) Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak
disajikan dalam lembar muka laporan keuangan
1

1.2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan.


a) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam
Lingkungan Propinsi Djawa Timur sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2
Tahun 1965 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 2730);
b) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3312)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3569);
c) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas
dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
d) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
e) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
f) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesi Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
g) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4421);
h) Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah
kedua kali dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
i) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
j) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5049);
k) Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5234);
l) Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban
Keuangan dalam Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2000 Nomor 203, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4023);
m) Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 209, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4027);
n) Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4028);
o) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan
Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4416) sebagaimana telah diubah ketiga
kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik
Indonesia 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712);
p) Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Badan Layanan Umum
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2012 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5340);
q) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4503) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun
2

2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor 5165);
r) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4574);
s) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4575);
t) Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4576) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun
2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5155);
u) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
v) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4578);
w) Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
x) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia 4614);
y) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada
Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4693);
z) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
aa) Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif
Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161);
bb) Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar akuntansi Pemerintahan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5165);
cc) Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5219);
dd) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2012 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5272);
ee) Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2007 tentang Tunjangan Tenaga Kependidikan;
ff) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah sebagaimana telah diubah kedua kali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21
Tahun 2011;
gg) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Dana Alokasi Khusus di Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 59 tahun 2010);
hh) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013;
ii) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan
Bantuan Sosial Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012;
jj) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 06 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2007 Seri E Nomor 21);
kk) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 04 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 1);
3

ll) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 05 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah (Lembaran Daerah
Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri B Nomor 1);
mm) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 06 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Mendirikan
Bangunan (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 2);
nn) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 07 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Gangguan
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 3);
oo) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 08 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Pelelangan
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 4);
pp) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 09 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 5);
qq) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan
Olahraga (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 6);
rr) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 7);
ss) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 12 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di
Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 Seri C Nomor 8);
tt) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 18 Tahun 2011 tentang Penyertaan Modal Daerah
kepada Pihak Ketiga (Lembaran Daeah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri A Nomor 02);
uu) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 01 Tahun 2012 tentang Pengujian Kendaraan Bermotor
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 1);
vv) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 02 Tahun 2012 tentang Retribusi Terminal (Lembaran
Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 2);
ww) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 03 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran
Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 3);
xx) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 05 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan
Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 5);
yy) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 06 Tahun 2012 tentang Retribusi Penyediaan dan/atau
Penyedotan Kakus (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 6);
zz) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 07 Tahun 2012 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan
Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 7);
aaa) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 08 Tahun 2012 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan
(Lembaran Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2012 Seri C Nomor 8);
bbb) Peraturan Bupati Tuban Nomor 31 Tahun 2009 tentang Pedoman Kapitalisasi Aset Tetap
Pemerintah Kabupaten Tuban;
ccc) Peraturan Bupati Tuban Nomor 27 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Bupati Tuban Nomor
31 Tahun 2011 tentang Penyisihan Piutang Tidak Tertagih dan Penghapusan Piutang Daerah.
ddd) Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 12.Tahun 2013 tentang PerubahanAnggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013;
eee) Peraturan Bupati Tuban Nomor37.Tahun 2013 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013.
1.2.1. SistematikaPenulisan Atas Catatan Laporan Keuangan.
Penyusunan Catatan Atas Laporan Keuangan 2013 disajikan dengan sistematika sebagai berikut
:
BAB

PENDAHULUAN
Memuat informasi tentang: Maksud dan tujuan penyusunan laporankeuangan,
Landasan hukum penyusunan laporan keuangan danSistematika penulisan
catatan atas laporan keuangan

BAB

II

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN


TARGET KINERJA APBD
Memuat informasi tentang: Ekonomi makro, Kebijakan keuangan dan
Pencapaian target kinerja APBD

BAB

III

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN


Memuat informasi tentang: Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerjakeuangan
dalam pencapaiantarget yang telah ditetapkan

BAB

IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI
Memuat informasi tentang: Entitas pelaporan keuangan daerah, Basisakuntansi
yang mendasari penyusunan laporan keuangan, Basispengukuran yang mendasari
penyusunan laporan keuangan, Penerapankebijakan akuntansi berkaitan dengan
ketentuan yang ada dalamStandar Akuntansi Pemerintahan

BAB

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN


Memuat informasi tentang: Rincian dan penjelasan masing-masing
pospospelaporan keuangan, Pengungkapan atas pos-pos aset dankewajiban yang
timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual ataspendapatan danbelanja serta
rekonsiliasinya dengan penerapan basiskas, untuk entitas pelaporan yang
menggunakan basis akrual

BAB

VI

PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN PPKD


Memuat informasi tentang hal-hal yang belum diinformasikan dalambagian
manapun dari Laporan Keuangan

BAB

VII

PENUTUP
Memuat uraian penutup Catatan atas Laporan Keuangan.

BAB II
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET
KINERJA APBD
2.1 GAMBARAN UMUM DAERAH
a) KONDISI GEOGRAFIS DAERAH
(1) Letak Geografis
Secara administratif Kabupaten Tuban termasuk dalam wilayah Provinsi Jawa Timur
yang berada di pantai utara Pulau Jawa, dengan koordinat 111o 30 sampai dengan 112o 35
Bujur Timur dan 6o 40 sampai dengan 7o 18 Lintang Selatan. Beberapa wilayah yang
berbatasan langsung dengan Kabupaten Tuban adalah :
Laut Jawa di sebelah utara.
Kabupaten Lamongan di sebelah timur.
Kabupaten Bojonegoro di sebelah selatan, dan
Kabupaten Rembang dan Blora (Provinsi Jawa Tengah) berada disebelah barat.
Jarak dari ibukota Propinsi Jawa Timur sekitar 103 km ke arah barat.
Luas wilayah Kabupaten Tuban yang berupa daratan seluas 183.994.562 Ha yang
terbagi menjadi 20 kecamatan, 311 desa dan 17 kelurahan. Memiliki pantai sepanjang 65 km
yang membentang dari arah timur sampai barat yaitu dari Kecamatan Palang sampai Kecamatan
Bancar. Sedangkan luas wilayah lautan seluas 22.608 km2.
Daerah administratif Kabupaten Tuban terbagi dalam Kecamatan Plumpang, Widang,
Singgahan, Rengel, Soko, Senori, Bangilan, Bancar, Parengan, Merakurak, Palang, Jatirogo,
Jenu, Tuban, Tambakboyo, Montong, Semanding, Kenduruan, Kerek dan Grabagan.

Gambar 2.1 Peta Kabupaten Tuban - Propinsi Timur

Gambar 2.2 Peta Administrasi Kabupaten Tuban- Propinsi Jawa Timur

(2) Geologi
Secara geologi Kabupaten Tuban termasuk dalam cekungan Jawa Timur utara yang
memanjang pada arah barat timur mulai dari Semarang sampai Surabaya. Sebagaian besar
Kabupaten Tuban termasuk dalam Zona Rembang yang didominasi endapan yang umumnya berupa
batuan karbonat dan perbukitan kapur.
Dilihat dari susunan litologi, Kabupaten Tuban tersusun dari batuan sedimen yang kaya akan
sumberdaya alam berupa bahan tambang galian mineral bukan logam dan batuan diantaranya : pasir
silica, clay, ball clay, phospat, dolomit dan trass serta golongan A berupa minyak bumi.
Secara geologi terdapat 3 (tiga) jenis tanah yang dominan di Kabupaten Tuban yaitu :
- Mediteran merah kuning berasal dari endapan batu kapur di daerah bukit sampai gunung, terdapat
di Kecamatan Semanding, Montong, Kerek, Palang, Jenu, Sebagian Tambakboyo, Widang,
Plumpang dan Merakurak.
- Aluvial berasal dari endapan di daerah daratan dan cekungan, terdapat di kecamatan Tambakboyo,
Bancar, Tuban, Palang, Rengel, Soko, Parengan, Singgahan, Senori dan Bangilan.
- Grumosol, berasal dari endapan batuan didaerah bergelombang, terdapat di kecamatan Bancar,
Jatirogo dan Senori.

Gambar 2. 3 Peta Geologi Kabupaten Tuban

(3) Topografi
Ketinggian daratan di Kabupaten Tuban berkisar antara 5 - 182 meter diatas permukaan
laut (dpl). Bagian utara berupa dataran rendah dengan ketinggian 0 15 meter diatas permukaan laut,
bagian selatan dan tengah juga merupakan dataran rendah dengan ketinggian 5 500 meter. Daerah
yang berketinggian 0 25 m dpl terdapat disekitar pantai dan sepanjang Bengawan Solo, sedangkan
daerah yang berketinggian diatas 100 meter dpl terdapat di Kecamatan Kenduruan, Montong,
Parengan dan Grabagan.

Gambar 2.4 Peta Ketinggian Kabupaten Tuban

(4) Iklim
Kabupaten Tuban merupakan kawasan yang beriklim kering dengan variasi agak kering sampai
dengan sangat kering meliputi areal seluas 174.298,06 Ha (94,73%) dari luas wilayah Tuban,
sedangkan sisanya kurang lebih 9.696,51 Ha (5,27%) merupakan Kawasan yang cukup basah.
Akibat letak astronomisnya, wilayah Kabupaten Tuban termasuk dalam iklim tropis. Sedangkan
akibat letak geografisnya, memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau,
dengan curah hujan kategori sedang. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Pebruari sebesar
292,88 mm dan terendah pada bulan Agustus sebesar 1,24 mm.

b) KONDISI DEMOGRAFIS
Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Tuban tahun 2013 sekitar 2,50% dengan jumlah
penduduk sejumlah 1.288.975 jiwa berdasarkan hasil registrasi pada tanggal 31 Desember 2013.
Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan atau disebut rasio jenis kelamin (sex ratio)
tercatat 100,02. Angka tersebut menjelaskan bahwa di Kabupaten Tuban pada tahun 2012 jumlah
penduduk laki-laki hampir sama dengan jumlah penduduk perempuan.
Berdasarkan kelompok umur, Komposisi penduduk Kabupaten Tuban adalah sebagai berikut
:Secara rinci jumlah penduduk Kabupaten Tuban per kecamatan adalah sebagai berikut:

Grafik 2.1
Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur
Berdasarkan Hasil Regristasi 31 Desember 2013
Laki-laki
Laki-laki
(jiwa)(jiwa)

70.000 60.00050.000 40.000 30.000 20.000 10.000

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tuban


Jika dilihat dari komposisi penduduk Kabupaten Tuban, diketahui bahwa penduduk
Kabupaten Tuban didominasi oleh penduduk usia muda atau dewasa, yakni mengelompok pada usia
15-49 tahun. Namun jika diamati pada piramida penduduk, penduduk berusia di bawah 15 tahun masih
terlihat membesar, terutama pada kelompok usia 5-14 tahun, yang lebih besar dibandingkan dengan
penduduk yang berusia 0-4. Hal tersebut menunjukkan jumlah angkatan kerja yang besar.
Fenomena ini merupakan indikasi bahwa penanganan kesehatan oleh Pemerintah Kabupaten
Tuban pada anak balita semakin baik, sehingga tingkat kematian pada anak balita menjadi lebih rendah
serta tingkat kelahiran relatif tinggi. Disamping itu angka harapan hidup penduduk perempuan lebih
tinggi dibandingkan dengan penduduk laki-laki.

c) KONDISI EKONOMI
1) Potensi Unggulan Daerah
Kabupaten Tuban merupakan daerah yang memiliki keanekaragaman sumberdaya alam
dengan topografi dan struktur tanah yang beraneka ragam, sehingga memberikan peluang bagi
Kabupaten Tuban untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi unggulan guna
meningkatkan perekonomian yang sangat diperlukan dalampelaksanaan otonomi daerah. Melalui
pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijak, efisien dan efektif akan berdampak
pada optimalnya kontribusi sumberdaya alam bagi perekonomian masyarakat dan dunia usaha
serta bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Kabupaten Tuban memiliki potensi
unggulan yang memungkinkan untuk dikembangkan diantaranya :
(1) Potensi Pertambangan
Kabupaten Tuban kaya akan potensi bahan galian mineral bukan logam dan batuan dengan
jenis yang bervariasi meliputi : batu kapur, pasir kwarsa, dolomit, phosphat, clay, pasir silika
dan kalsium. Potensi bahan mineral bukan logam dan batuan tersebut banyak dimanfaatkan
oleh pelaku industri diantaranya PT. Semen Indonesia dan PT. Holcim sehingga mampu
memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Adapun potensi bahan galian Golongan C tersebut diantaranya :
(a) Batu Gamping (CaCO3), merupakan bahan galian industri utama yang potensial dengan
cadangan yang cukup besar. Tersebar di beberapa kecamatan meliputi Tambakboyo,
Bangilan, Merakurak, Palang dan Kenduruan. Kegunaan batu gamping ini yang utama
9

adalah sebagai bahan baku semen portland, pemurnian baja, industri kertas, bahan
bangunan, cat dan lain-lain.
(b) Batu Pasir/Pasir, potensi sumberdaya alam berupa batu pasir/pasir tersebar di beberapa
Kecamatan meliputi : Jatirogo, Bancar, Montong dan Tambakboyo.
(c) Batu lempung/lempung, batu lempung/lempung yang layak tambang di wilayah
Kabupaten Tuban tersebar di Kecamatan Jatirogo, Bancar, Kerek, Merakurak, Parengan,
Palang, Montong dan Widang.
Lempung merupakan hasil rombakan batuan yang lebih tua dengan butiran halus dengan
kandungan pengotor yang bervariasi dan tersusun dari mineral kaolit dengan derajat
plastisitas tinggi, kegunaannya diantaranya sebagai bahan baku industri keramik, batu
merah, genting dan lain-lain.
(d) Dolomit, merupakan ikutan batu gamping karena peresapan unsur magnesium dari air laut
ke batu gamping yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri pengisi cat,
plastik, kertas dan pembuat semen soral. Potensinya terdapat Kecamatan Palang, Widang,
Semanding dan Rengel.
(e) Pasir Kwarsa, merupakan kandungan batu granit dan fieldsparlic yang dapat digunakan
sebagai bahan baku pembuatan keramik, gelas, kaca, semen, piring dan industri kimia
lainya yang terdapat di Kecamatan Jatirogo dan Tambakboyo.
(f) Phospat, material ikutan batu gamping yang dapat digunakan langsung terutama untuk
industri pupuk, tersebar di Kecamatan Merakurak, Rengel, Palang dan Widang.
Selain bahan mineral bukan logam dan batuan, dataran Kabupaten Tuban juga menyimpan
kandungan Bahan Galian Golongan A diantaranya gas dan minyak bumi. Kegiatan ekplorasi
dan eksploitasi telah dilaksanakan oleh Job Petrochina dan Pertamina EP Cepu.
(2) Potensi Pertanian
Meskipun sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban merupakan lahan kering, akan tetapi
dengan berbagai upaya pembangunan infrastruktur irigasi baik teknis, setengah teknis maupun
non teknis, lahan pertanian tersebut dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk berbagai jenis
produk unggulan diantaranya :
(a) Padi, Kabupaten Tuban menjadi salah satu penyangga lumbung pangan nasional di Jawa
timur dengan produksi yang rata-rata setiap tahun mengalami peningkatan cukup
signifikan dengan jumlah produksi 530.154 ton atau dengan nilai produksi sebesar
2.120,62 milyar rupiah pada tahun 2013. Jumlah tersebut melebihi kebutuhan pangan beras
penduduk Kebupaten Tuban sehingga terjadi surplus yang dapat memberikan konstribusi
terhadap peningkatan ketersediaan pangan nasional.
(b) Kacang Tanah, merupakan potensi yang cukup besar di Kabupaten Tuban dengan luas
areal tanam yang mencapai rata-rata 29.455 Ha setiap tahunnya dengan total produksi
sebesar 51.988 tonatau dengan nilai produksi sebesar 504,28 milyar rupiah pada tahun
2013. Keunggulan Kacang Tuban diantaranya rasanya yang renyah dan gurih dengan
kandungan minyak yang tinggi dan tahan didaerah alkalis.
(c) Jagung, dengan luas areal tanam pada tahun 2013 mencapai 100.341 Ha. dengan jumlah
produksi 450.780 ton atau dengan nilai produksi sebesar 1.307,27 milyar rupiah.
(3) Potensi Perikanan dan Kelautan
Wilayah pantai Kabupaten Tuban yang membujur sepanjang 65 km dari arah barat di
kecamatan Bancar sampai ke timur di kecamatan Palang merupakan modal yang cukup besar
bagi jalannya roda perekonomian masyarakat nelayan di Kecamatan Palang, Tuban, Jenu,
Tambakboyo dan Bancar.
Berbagai jenis hasil olahan perikanan laut yang diproduksi di Kabupaten Tuban mempunyai
nilai ekonomis tinggi diantaranya : ikan teri, ikan asin, trasi, rajungan dan tepung ikan.
Produksinya banyak di ekspor ke negara Jepang, sedangkan sentra usahanya banyak dijumpai
di Kecamatan Palang, Jenu, Tambakboyo dan Bancar. Budidaya perikanan darat lainnya yang
10

banyak berkembang di Kabupaten Tuban adalah budidaya tambak, kolam dan keramba.
Adapun Jenis ikan yang banyak dibudidayakan adalah ikan bandeng dan lele.
Disamping itu di sepanjang pantai merupakan kawasan pengembangan budidaya tambak
udang.
(4) Potensi Pariwisata
Potensi pariwisata yang menonjol dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian
masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Tuban diantaranya adalah :
(a) Pemandian Bektiharjo
Pemandian Bektiharjo berada di Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding berjarak 5 km
selatan Kota Tuban. Ciri khas Kolam Pemandian Bektiharjo adalah adanya sumber mata
air alami dengan debit air yang cukup besar, suasana kawasan wisata yang sejuk sekaligus
dihuni satwa kera. Disamping dimanfaatkan sebagai kawasan obyek wisata, sumber mata
air tersebut juga dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan air bersih serta mengairi lahan
pertanian di wilayah Kecamatan Semanding.
(b) Goa Akbar
Goa Akbar terletak di Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding berada di sebelah
selatan Kota Tuban. Goa Akbar menjadi salah satu obyek wisata andalan karena
mempunyai pesona keindahan ruangan-ruangan dalam goa yang terhubung oleh loronglorong panjang dengan relief batu-batu alam, dengan stalagtit dan stalagmit yang beraneka
ragam memberikan pesona keindahan yang menawan ditunjang dengan adanya sungai
bawah tanah yang mengalir jernih menambah keindahannya.
(c) Goa Ngerong
Goa Ngerong terletak di Desa Rengel Kecamatan Rengel berjarak 35 km di sebelah
selatan pusat kota Tuban. Daya tarik wisata Goa Ngerong karena memiliki sungai bawah
tanah yang mengalir dari dalam goa. Ciri khas lainnya adalah di kawasan Goa Ngerong
menjadi habitat alami ribuan ikan dan kelelawar yang bergelayutan di dalam dan di mulut
goa.
(d) Obyek Makam Sunan Bonang dan Ibrahim Asmoro Qondi
Makam Sunan Bonang berlokasi di pusat kota tepatnya di Kelurahan Kutorejo di sebelah
barat aloon-aloon Kota Tuban. Sunan Bonang merupakan salah satu Wali sembilan
penyebar agama Islam di Jawa yang makamnya setiap hari banyak diziarahi pengunjung
dari berbagai daerah.
Disamping makam sunan Bonang terdapat juga tempat wisata religi lainya yaitu makam
Ibrahim Asmoroqondi. Ibrahim Asmoroqondi merupakan Ayah dari Sunan Ampel,
lokasinya terletak di Desa Gesikharjo Kecamatan Palang + 5 km kearah timur kota Tuban.
(e) Obyek Wisata Pantai
Kabupaten Tuban juga memiliki obyek wisata pantai dengan panorama laut dan sunrise
yang indah serta dapat digunakan bersantai dengan keluarga di sore hari sambil bermain di
pinggir laut mencari kerang. Obyek wisata pantai tersebut terdapat di Pantai Panyuran di
Kecamatan Palang dan Pantai Sowan di Kecamatan Tambakboyo.
Berbagai potensi pariwisata di Kabupaten Tuban telah didukung oleh berbagai sarana dan
prasarana fasilitas umum penunjang kepariwisataan yang selalu dibenahi dan dikembangkan,
sehingga memberikan daya tarik dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke
Kabupaten Tuban. Disamping itu di berbagai tempat obyek wisata juga telah dimanfaatkan
sebagai tempat pemasaran produk unggulan Kabupaten Tuban seperti hasil kerajinan industri
kecil batik Tuban, tenun gedog, makanan khas Tuban maupun souvenir lainnya.
Sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan lainnya adalah tersedianya berbagai
akomodasi pendukung diantaranya hotel berbintang, hotel kelas melati sampai losmen
11

sederhana yang ditunjang restoran dan rumah makan yang menyediakan berbagai masakan
kuliner khas kota Tuban dengan cita rasa tersendiri.
2) Perkembangan Industri
Kabupaten Tuban memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dalam rangka peningkatan
perekonomian daerah, diantaranya adalah letaknya yang strategis di jalur arteri SurabayaJakarta,
memiliki akses ke perairan Laut Jawa, memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah.
Berbagai potensi tersebut diharapkan dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi
pengembangan usahanya di Kabupaten Tuban. Pada gilirannyamampu menjadii pendorong
peningkatan perekonomian masyarakat dengan terciptanya lapangan kerja dan terserapnya tenaga
kerja baik dalam kegiatan industri itu sendiri maupun di berbagai sektor penunjang lainnya seperti
perdagangan, transportasi, jasa, konstruksi dan berbagai sektor lainya. Bagi perekonomian daerah
peningkatan kegiatan industri dan investasi memberikan konstribusi bagi pertumbuhan
perekonomian daerah sebagaimana terangkum dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
sedangkan bagi keuangan kaerah dapat memberikan kontribusi berupa pajak dan retribusi daerah.
Guna memfasilitasi perkembangan dunia usaha dan investasi, Kabupaten Tuban telah menyediakan
sarana lahan Kawasan Industri dalam seluas . 12.832 Ha yang terdiri dari :
Kawasan peruntukan industri besar
Kawasan peruntukan industri menengah
Kawasan peruntukan industri kecil mikro
Adapun rencana kawasan peruntukan industri di Kabupaten Tuban, meliputi wilayah :
(a) Kawasan peruntukan industri besar, yaitu di wilayah :
Kecamatan Tambakboyo
Kecamatan Kerek
Kecamatan Merakurak
Kecamatan Jenu
Kecamatan Soko
(b) Kawasan peruntuk industri menengah, yaitu di wilayah :
Kecamatan Bancar
Kecamatan Grabagan
Kecamatan Widang
Kecamatan Semanding
Kecamatan Plumpang
Kecamatan Rengel
Kecamatan Jatirogo
Kecamatan Palang
(c) Kawasan peruntukan industri kecil mikro terdiri atas industri rumah tangga yang tersebar di
seluruh wilayah Kabupaten Tuban.
Penjelasan atas kawasan industri di Kabupaten Tuban adalah sebagai berikut :
(1) Industri Besar
Beberapa Industri besar yang ada di Kabupaten Tuban antara lain :
PT. Semen Indonesia Tbk. terletak di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten
Tuban, berdiri sejak tanggal 7 Agustus 1957 di Gresik merupakan BUMN pertama yang
menjual sahamnya ke publik.
PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama ( PT. TPPI) terletak di Desa Tasikharjo dan
Remen di Kecamatan Jenu. Industri ini merupakan industri Olefins dan Aromatik yang
menghasilkan produk ethylene, ortho-xylene, paraxylene dan bahan kimia lainnya.
PT. Inti Kalsium Indonesia, berada di Desa Wadung Kecamatan Jenu yang bergerak di
bidang industri pengolahan kalsium.
PT. Gasuma Federal Indonesia, berada di Desa Bangunrejo Kecamatan Soko yang bergerak
dibidang pengolahan gas flare.
PT. Holcim Indonesia, merupakan industri semen yang berdiri di Kecamatan Tambakboyo.
Dengan memanfaatkan potensi-potensi alam yaitu bahan baku batu kapur yang tersedia di
wilayah industri tersebut.
12

PT. Pertamina, TTU BBM, berada di Kecamatan Jenu, pembangunan Terminal Transit
Utama BBM yang akan mensuplai kebutuhan BBM nasional.

(2) Industri Kecil


Sentra-sentra industri kecil tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban.
Beberapa jenis komoditas yang dihasilkan oleh sentra-sentra industri kecil antara lain :
- Sentra Industri Kecil Batik Tulis dan Tenun Gedog
Sentra industri ini banyak berkembang di Kecamatan Kerek, Tuban, Jenu, Merakurak,
Semanding dan Palang. Kerajinan batik dan tenun gedog yang memiliki ciri khas batik
pesisiran di Kabupaten Tuban memiliki banyak sekali motif asli Tuban yang sebagian sudah
dihakpatenkan. Pemasaran batik tulis dan tenun gedog di obyek-obyek wisata di Kabupaten
Tuban maupun ke berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia. Sektor usaha industri kecil
khususnya sektor industri batik gedog telah menorehkan bukti keberhasilannya di even tingkat
Nasional karena pada tahun 2010 batik gedog di kecamatan kerek mendapat anugerah Piagam
Penghargaan Tingkat Nasional dari Presiden Republik Indonesia.
- Sentra Kerajinan Meubel Jati
Kerajinan meubel berbahan baku kayu jati berkembang di hampir semua wilayah di
Kabupaten Tuban, dikarenakan Kabupeten Tuban dikenal sebagai daerah penghasil kayu jati
yang cukup besar. Sentra kerajinan meubel jati dan gembol tunggak jati berada di Kecamatan
Jatirogo, Montong, Kenduruan dan Bangilan. Jenis kerajinan yang dihasilkan berupa beraneka
macam perabot rumah tangga, maupun berupa souvenir ukiran dan bubut.
- Sentra Kerajinan Gerabah
Sentra kerajinan gerabah atau yang dikenal dengan tembikar terdapat di Kecamatan Rengel,
Tuban dan Bangilan. Berkat pembinaan dan pelatihan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban,
produk kerajinan gerabah Tuban tidak kalah kualitasnya dibandingkan produk sejenis dari
daerah lain. Berbagai jenis gerabah yang dihasilkan dipasarkan di Kabupaten Tuban maupun
ke daerah-daerah tujuan wisata lain di Indonesia.
- Sentra Kerajinan Anyaman Bambu
Sentra kerajinan anyaman bambu berkembang di Kecamatan Merakurak dan Soko.
- Kerajinan Sangkar Burung
Sentra pengrajin sangkar burung berada di Kecamatan Soko, dengan jenis produksi sangkar
burung perkutut dan burung kicauan, Prospek pasar yang cukup besar baik untuk memenuhi
permintaan pasar lokal maupun dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
- Industri kecil jagung goreng dan aneka keripik.
Sentra home industri jagung goreng (marning) dan aneka keripik berkembang di Kecamatan
Jatirogo. Oleh-oleh khas Jatirogo ini memiliki keunggulan rasanya yang gurih dan renyah.
Pemasaran camilan ini selain di wilayah Kabupaten Tuban juga ke daerah-daerah lain di Jawa
Timur. Keripik gayam adalah salah satu produk unggulan khas Kabupaten Tuban yang tidak
didapati di daerah lain. Daerah yang menjadi sentra penghasil gayam adalah Kecamatan
Merakurak.

2)

Pertumbuhan Ekonomi/Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)


Kondisi perekonomian Kabupaten Tuban pada tahun 2013 secara umum menunjukkan suatu
peningkatan dibanding keadaan pada tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan adanya beberapa kebijakan
pemerintah yang lebih mengedepankan pada perekonomian rakyat, diantaranya sektor Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM) mendapat perhatian yang lebih. Kebijakan pemberian pinjaman lunak
dengan tingkat suku bunga kredit yang rendah bagi pengusaha mikro, kecil dan menengah (UKM)
tersebut. Program pemerintah lainnya seperti PNPM Mandiri, juga berperan dalam menstabilkan daya
beli masyarakat berpenghasilan rendah sehingga kondisi perekonomian di tahun 2013tetap stabil.
13

Namun demikian harus tetap diwaspadai kecenderungan kenaikan harga minyak dunia dan
ancaman krisis global serta turunnya nilai rupiah dengan meningkatkan kemandirian perekonomian
masyarakat dan terus menggali potensi ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Tuban.
(1) Struktur Ekonomi Kabupaten Tuban
Kondisi ekonomi suatu daerah secara umum dapat dilihat dari angka Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), investasi, inflasi, pajak dan retribusi, pinjaman dan pelayanan bidang
ekonomi.
Angka PDRB merupakan gambaran mengenai nilai tambah bruto yang dihasilkan unitunit produksi pada suatu daerah dalam periode tertentu, sehingga perkembangan nilai PDRB
merupakan salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pembangunan pada suatu daerah.
Gambaran besaran angka PDRB Kabupaten Tuban selama tahun 2012 dan tahun 2013
adalah sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.1
Perkembangan Nilai Agregat PDRB selama Tahun 2012 2013 (Juta Rupiah)
No

Uraian

2012*)

2013**)

Pertumbuhan (%)

I.

Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)

1.

PDRB ADHB (Juta RP.)

24.050.412,30

27.537.373,30

14,75

2.

Pendapatan Regional (Juta Rp)

20.833.027,93

23.156.360,06

11,15

3.

Pendapatan Regional Perkapita ADHB (Rp)

18.522.247,85

20.487.104,66

10,61

II.

Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)

1.

PDRB ADHK (Juta Rp.)

9.636.933,44

10.324.322,57

7,13

2.

Pendapatan Regional (Juta Rp)

8.793.443,35

9.343.938,42

6,26

3.

Pendapatan Regional Perkapita ADHK (Rp)

7.818.082,80

8.271.859,97

5,80

III

Penduduk pertengahan tahun

1.130.290

1.130.290

0,49

Sumber : BPS Kabupaten Tuban


Catatan : *) Angka diperbaiki **) Angka Sementara
Dari tabel tersebut terlihat bahwa angka PDRB, baik ADHB maupun ADHK, dari
tahun 2012 ke tahun 2013 menunjukkan adanya peningkatan, untuk PDRB ADHB dari
24.050.412,30 juta rupiah pada tahun 2012 meningkat 14,75% mejadi 27.537.373,30juta
rupiah pada tahun 2013. Sedangkan PDRB ADHK dari 9.636.933,44 juta rupiah pada tahun
2012 meningkat 7,13% menjadi 10.324.322,57 juta rupiah di tahun 2013.
Untuk mengetahui peranan ekonomi sektoral PDRB selama tahun 2012 dan 2013
dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.2
Peranan Ekonomi Sektoral dalam PDRB Kabupaten Tuban ADHB Tahun 2012 2013 (%)
2012*)

2013**)

Pertanian
26,70
18,72
Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan
22,60
Listrik, Gas, dan Air Bersih
3,11
Konstruksi
0,54
Perdagangan, Hotel dan Restoran
16,43
Pengangkutan dan Komunikasi
2,05
Keuangan, Real Estate & Jasa
5,16
8
Perusahaan
9 Jasa-Jasa
4,68
PDRB dengan Migas
100
Sumber : BPS Kabupaten Tuban
Catatan : *) Angka diperbaiki **) Angka Sementara

25,36
19,79
22,37
3,15
0,58
16,77
2,09
5,24

No
1
2
3
4
5
6
7

Sektor

4,64
100

Pertumbuhan
(%)
(5.02)
5.72
(1.02)
1.29
7.41
2.07
1.95
1.55
(0.85)
0

14

Dari tabel tersebut terlihat bahwa peranan ekonomi sektoral dalam pembentukan
angka PDRB menunjukkan keadaan yang beragam, terdapat beberapa sektor yang
mengalami peningkatan namun terdapat pula beberapa sektor yang mengalami penurunan.
Dua sektor ekonomi yang tetap memberikan sumbangan peranan paling besar
dalam pembentukan angka PDRB adalah sektor Pertanian dan sektor Industri Pengolahan
masing-masing sebesar 26,70% dan 22,60% pada tahun 2012 serta 25,36% dan 22,37% pada
tahun 2012, walaupun kedua sektor tersebut mengalami penurunan peranan dalam
pembentukan PDRB bersama sektor jasa-jasa.
Sektor ekonomi yang mengalami peningkatan peranan terbesar dalam
pembentukan PDRB adalah sektor konstruksi yaitu pada tahun 2012 sebesar 0,54%
kemudian meningkat menjadi 0,58% pada tahun 2013 atau sebesar 7,41%. Hal ini
menunjukkan bahwa pembangunan di sektor konstruksi masih merupakan bagian terbesar
kebijakan dalam peningkatan infrastruktur guna mendongkrak perekonomian daerah.
Peningkatan peran sektor Pertambangan dan Penggalian memberikan indikasi
bahwa sektor ini masih tetap menjadi primadona dalam peningkatan produksi yang secara
potensi Kabupaten Tuban memiliki sumberdaya alam galian yang sangat besar.
Selain peningkatan terdapat pula beberapa sektor yang mengalami penurunan
peran dalam pembentukan angka PDRB.Dua sektor yang mengalami penurunan peranan
pada Tahun 2013 adalah sektor Industri Pengolahan dan sektor Jasa-jasa. Penurunan di
sektor Industri Pengolahan sebesar 1,02% dan 0,85% di sektor Jasa-jasa. Penurunan peran
ini bukan berarti dua sektor tersebut mengalami penurunan secara kuantitas akan tetapi lebih
kepada keterbandingan terhadap peningkatan pada sektor-sektor lainnya.
(a) Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan yang dihitung dari PDRB
merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat pertumbuhan sektoralnya, yang mana apabila
sebuah sektor mempunyai kontribusi yang besar dan sektor tersebut mempunyai tingkat
pertumbuhan yang tinggi maka sektor tersebut akan menjadi lokomotif dari pertumbuhan
ekonomi secara total.
Secara umum perekonomian Kabupaten Tuban pada tahun 2013 mengalami
pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan tahun 2012 yakni dari 6,27
menjadi 7,13 pada tahun 2013. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional,
laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban lebih tinggi dibandingkan dengan laju
pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 6,68%.
Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi dari masing-masing sektor pada tahun
2012-2013 terlihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.3
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tuban
Berdasarkan PDRB Tahun 2012 2013 (%)
No.
1
2
3
4
5
6
7

Sektor

2012*)

Pertanian
4,21
3,62
Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan
6,64
Listrik, Gas, dan Air Bersih
8,89
Konstruksi
15,15
Perdag, Hotel dan Restoran
10,31
Pengangkutan dan Komunikasi
9,97
Keuangan, Real Estate & Jasa
9,30
8
Perusahaan
9 Jasa-Jasa
6,26
Laju Pertumbuhan ekonomi
6,27
Sumber : BPS Kabupaten Tuban
Catatan : *) Angka diperbaiki **) Angka Sementara

2013**)
1,76
13,29
6,05
8,38
15,35
9,34
9,19
8,70
6,23
7,13

Pertumbuhan
(%)
(58.19)
267.13
(8.89)
(5.74)
1.32
(9.41)
(7.82)
(6.45)
(0.48)
13.72

15

Dari tabel tersebut terlihat bahwa Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban yang
diukur dari PDRB pada tahun 2013 akibat kondisi yang cukup stabil pertumbuhan
perekonomian di Kabupaten Tuban secara umum dari seluruh sektor ekonomi bergerak
cukup melambat sehingga hanya mampu mencapai angka 3,11%, hal ini dikarenakan
beberapa tahun sebelumnya perekonomian di Kabupaten Tuban cukup mengalami
pertumbuhan yang sangat signifikan, sehingga pada suatu saat akan mengalami suatu
kondisi perekonomian yang cukup stabil, namun pada tahun 2012 kondisi perekonomian
kembali menunjukkan peningkatan, hingga pertumbuhan ekonominya mencapai angka
7,30%.
Pertumbuhan ekonomi ini tak terlepas dari peran masing-masing sektor
pendukungnya yang mana dari ke 9 (sembilan) sektor yang ada, sektor pertanian
menunjukkan penurunan pertumbuhan yang cukup besar yakni -34,58% dari tahun 2011.
Hal ini disebabkan antara lain karena semakin berkurangnya lahan pertanian produktif,
disamping itu cuaca yang panas dengan kemarau yang lebih panjang dan curah hujan yang
rendah sehingga membuat petani kesulitan mendapatkan air terutama untuk pertanian sawah
tadah hujan. Sektor lain yang juga mengalami penurunan yaitu Sektor Keuangan, Persewaan
dan Jasa Persahaan walaupun penurunan pertumbuhannya sangat kecil jika dibandingkan
dengan tahun 2011.
Disamping penurunan pertumbuhan, seluruh sektor ekonomi selain sektor
pertanian dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Persahaan tetap mengalami peningkatan
pertumbuhan. Sektor-sektor ekonomi yang mengalami peningkatan pertumbuhan 3 terbesar
yaitu sektor kontruksi, sektor pertambangan dan penggalian dan sektor pengangkutan dan
komunikasi dengan peningkatan pertumbuhan berturut-turut sebesar 16,05%, 13,32% dan
12,27%.
(b) Tingkat Perkembangan Harga
Untuk mengetahui tingkat perkembangan harga secara umum dari PDRB dapat
dilihat dari perubahan Indeks Harga Implisit, yang menunjukkan kenaikan dan penurunan
harga barang dan jasa. Peningkatan Indeks Harga Implisit menunjukkan kenaikan harga
barang dan jasa, sebaliknya dengan penurunan Indeks Harga Implisit menunjukkan
penurunan harga barang dan jasa. Sehingga dapat dikatakan bahwa perubahan Indeks Harga
Implisit tersebut sebenarnya adalah inflasi yang didapatkan dari PDRB yang komponennya
meliputi seluruh barang dan jasa yang ada dalam suatu perekonomian.
Perkembangan tingkat inflasi di Kabupaten Tuban, berdasarkan PDRB selama
tahun 2012 dan tahun 2013dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.4
Perkembangan Tingkat Inflasi/Deflasi Kabupaten Tuban
Berdasarkan PDRB Tahun 2012 - 2013 (%)
Prtumbuhan
No
Sektor
2012*)
2013**)
(%)
1 Pertanian
10,34
9,50
-8,12
2 Pertambangan dan Penggalian
1,86
5,51
196,24
3 Industri Pengolahan
5,10
6,07
19,02
4 Listrik, Gas, dan Air Bersih
1,90
7,09
273,16
5 Konstruksi
4,64
7,24
56,03
6 Perdag, Hotel dan Restoran
3,68
6,49
76,36
7 Pengangkutan dan Komunikasi
3,59
8,69
142,06
8 Keu, Persewaan dan Jasa Persh,
5,63
7,70
36,77
9 Jasa-Jasa
3,33
3,50
5,11
PDRB
5,60
6,88
22,86
Sumber : BPS Kabupaten Tuban
Catatan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara

16

Dari tabel tersebut terlihat bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Tuban pada tahun
2013 dimana sebagai dampak kenaikan harga BBM, Listrik dan Gas, seluruh sektor
ekonomi mengalami inflasi yang besar. Demikian juga apabila dibandingkan dengan tingkat
inflasi pada tahun 2013 kecuali sektor pertanian yang mengalamipenurunan pertumbuhan
inflasi, seluruh sektor mengalami kenaikan pertumbuhan inflasi yang besar.
Apabila disandingkan antara tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka
7,13% pada tahun 2013 dengan tingkat inflasi sebesar 6,88%, maka didapatkan tingkat
pertumbuhan ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Tuban hanya
sebesar 0,25%. Selebihnya dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai pada tahun
2013 tersebut terserap untuk mengeliminir dampak terjadinya tingkat inflasi harga-harga
barang.
(c) Indeks Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan seberapa besar tingkat
pembangunan SDM yang telah dilaksanakan dan pencapaian keberhasilan yang dapat diraih.
Pembangunan SDM di Kabupaten Tuban dari tahun ke tahun semakin membaik ditunjukkan
dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan berbagai indikator SDM
dalam MDGs. IPM meningkat dari 69,18% pada tahun 2012 menjadi 69,51% pada tahun
2013. Pembangunan pendidikan dan kesehatan menempati posisi penting dalam
pembangunan yang diupayakan melalui peningkatan kualitas dan akses terhadap layanan
pendidikan dan kesehatan. Dalam rangka mewujudkan keadilan yang lebih merata, perhatian
khusus terus diberikan kepada masyarakat berpendapatan rendah dalam memperoleh
pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Melalui Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, anak-anak berusia 7
15 tahun diberi kesempatan yang luas untuk menempuh pendidikan dasar dan dilanjutkan
dengan perintisan dan penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 12 Tahun.
Demikian pula masyarakat yang tidak mampu diberi kemudahan untuk memperoleh
pelayanan kesehatan melalui berbagai program terutama melalui program pelayanan
pengobatan gratis di Puskesmas dan RSUD Dr. R. Koesma bagi masyarakat miskin.

(d) Tingkat Pengangguran Terbuka


Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Tuban dari waktu ke waktu
mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penghitungan Dinas Sosial
dan Tenaga Kerja, Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2012 tingkat pengangguran
terbuka sebesar 3,51%,pada tahun 2013 telah meningkat menjadi 4,33%. Pengangguran
terbuka (open unemployment) adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 tahun ke
atas) yang sedang mencari pekerjaan, yang mempersiapkan usaha, yang tidak mencari
pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan yang sudah punya
pekerjaan tetapi belum mulai bekerja, dan pada waktu yang bersamaan mereka tak bekerja
(jobless). Penurunan tingkat pengangguran ini selaras dengan tingkat pertumbuhan ekonomi
yang semakin meningkat dan bertambahnya lapangan kerja sebagai dampak positif
meningkatnya volume penanaman modal di Kabupaten Tuban.
(e) Tingkat Kemiskinan
Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Tuban pada tahun 2012 menurut data BPS
adalah sebesar 18,78%. Pada Tahun 2013 persentase jumlah rumah tangga miskin
menunjukkan angka 18,00%. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa upaya upaya
pembangunan bertujuan untuk meningkatkan akses pada pelayanan dasar seperti pangan,
pendidikan, dan kesehatan yang ditunjang dengan program-program pemberdayaan
masyarakat telah menunjukkan hasil sesuai yang diharapkan oleh seluruh stakeholder di
Kabupaten Tuban.

17

2.2. VISI DAN MISI


a) V I S I
Sebagaimana Peraturan Bupati Nomor 20 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tuban Tahun 2011 - 2016, Visi Pemerintah Kabuapaten
Tuban untuk Tahun 2011 2016 adalah :
Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tuban Yang Lebih Maju, Religius, Sejahtera dan
Bermartabat dalam Tata Pemerintahan yang Kreatif dan Bersih .
Pada visi tersebut terdapat 6 kata kunci yaitu lebih maju, religius, sejahtera, bermartabat,
kreatif, bersih dengan penjabaran sebagai berikut :
(1) Lebih Maju, ditandai dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan hasilhasil pembangunan yang ditandai dengan semakin meningkatnya indeks pembangunan
manusia.
(2) Religius, yaitu kondisi masyarakat yang senantiasa menerapkan nilai-nilai agama dalam
kehidupan sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia yang berdampak terhadap keamanan, ketertiban
dan produktivitas tinggi.
(3) Sejahtera, adalah keadaan masyarakat yang tercukupi kebutuhan minimalnya meliputi
sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan dalam situasi lingkungan yang aman dan
damai
(4) Bermartabat, mengandung arti bahwa masyarakat di dalam kehidupannya telah dapat
menghargai dan menghormati sistem nilai yang berlaku dan sekaligus menjadi landasan moral
bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(5) Kreatif, yaitu suatu keadaan yang mampu memanfaatkan peluang dan tantangan,
mengembangkan inovasi, kreatifitas dalam optimalisasi pengelolaan sumberdaya alam serta
percepatan pembangunan secara berkelanjutan.
(6) Bersih, sebagai perwujudan tata pemerintahan yang transparan, akuntabilitas dan mampu
memberikan satisfied public services (layanan publik yang memuaskan) guna meningkatkan
pelayanan publik yang cepat, tepat dan pasti.
2. M I S I
Guna mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan Misi Pemerintah Kabupaten Tuban. Misi
Pemerintah Kabupaten Tuban untuk Tahun 2011 2016 adalah :
(1) Meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia secara berkeadilan.
(2) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas kesejahteraan sosial.
(3) Meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing global berbasis pertanian,
perdagangan, industri, pariwisata serta jasa secara berkelanjutan.
(4) Meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam semua aspek kehidupan.
(5) Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja dan berusaha serta
menumbuhkan wira usaha baru.
(6) Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam yang berdaya guna, optimalisasi
pengendalian dan pelestarian lingkungan hidup serta konsistensi perencanaan tata ruang yang
berkelanjutan.
(7) Meningkatkan kemandirian generasi muda, perempuan dan kesetaraan gender serta
perlindungan anak.
(8) Merevitalisasi proses Desentralisasi dan Otonomi Daerah melalui reformasi birokrasi dan
penguatan otonomi desa demi terciptanya tata pemerintahan yang bersih, inovatif, kreatif dan
efisien berbasis pelayanan publik.
(9) Meningkatkan kualitas demokrasi yang bermartabat dan bermoral sebagai bentuk perwujudan
pelaksanaan Hak Azasi Manusia (HAM).
2.3. KEBIJAKAN KEUANGAN
Kebijakan keuangan merupakan bagian unsur yang amat penting di dalam pelaksanaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah baik aspek kebijakan pendapatan, kebijakan belanja dan kebijakan
pembiayaan daerah, sehingga diharapkan kebijakan-kebijakan tersebut dapat memberikan pelayanan
18

yang baik dan optimal kepada masyarakat sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah Daerah untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
a)

Kebijakan Pendapatan
Pendapatan daerah adalah hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai
kekayaan bersih, meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah dalam satu
tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Pendapatan daerah dikelompokan atas
pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Kebijakan umum Anggaran dibidang Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD Tahun
Anggaran 2013 tetap diarahkan pada upaya peningkatan pendapatan daerah sesuai potensi dan
kewenangan yang ada berdasarkan ketentuan peraturan Undang Undang yang berlaku dengan tetap
mengedepankan pertimbangan aspek keadilan dan kemampuan masyarakat.
Optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah dilakukan dengan mensinergikan intensifikasi
dan ekstensifikasi sumber sumber pendapatan daerah, sehingga dari sektor Pendapatan Asli
Daerah Kebijakan Umum dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013 masih tetap diarahkan
pada :
- Optimalisasi peningkatan pendapatan daerah;
- Intensifikasi pemungutan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD);
- Upaya penggalian potensi sumber-sumber pendapatan baru melalui pendataan ulang
terhadap sumber-sumber pendapatan, menerbitkan peraturan daerah baru serta mereview
peraturan daerah yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan sehingga diharapkan dapat
meningkatkan potensi pendapatan daerahsesuai yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 28
Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
- Mengupayakan meningkatkan pendapatan dari Dana Perimbangan, melalui koordinasi dan
konsultasi dengan Pemerintah Pusat maupun Propinsi berkaitan dengan Perhitungan Dana
Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak
(BHPBP).
- Intensifikasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);
- Pelaksanaan Penegakan Hukum (Law Enforcement) terhadap penunggak Pajak;
- Peningkatan pengelolaan aset daerah yang dapat menambah PAD;
- Ekstensifikasi kegiatan pendataan obyek dan subyek Pajak Bumi dan Bangunan;
- Peningkatan intensitas pengawasan untuk memperkecil tingkat kebocoran penggunaan anggaran,
baik pengawasan melekat yang dilakukan oleh atasan langsung maupun pengawasan fungsional
yang dilakukan Inspektorat Daerah.
Untuk Kebijakan peningkatan Pendapatan dari Dana Perimbangan masih terus
meningkatkan intensitas koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah
Provinsi dalam rangka penghitungan Bagi Hasil Pajak, Bukan Pajak dan Dana Perimbangan yang
lain.

b) Kebijakan Belanja Daerah.


Belanja daerah disusun berdasarkan perkiraan beban pengeluaran daerah yang dialokasikan
secara adil dan merata, agar relatif dapat dinikmati oleh masyarakat, khususnya dalam pemberian
pelayanan umum.
Sebagaimana diatur dalam pasal 22 ayat (1) huruf b PeraturanMenteri Dalam Negeri Nomor
13 Tahun 2006 yang diubah kedua kali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun
2011, Belanja Daerah adalah Kewajiban Pemerintah Daerah dalam satu tahun Anggaran dan tidak
diperoleh pembayarannya kembali ke Daerah. Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai
pelaksanaan urusan Pemerintahan Daerah yang terdiri dari Urusan Wajib dan Urusan Pilihan. Belanja
Daerah untuk penyelenggaraan Urusan Wajib diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan Pelayanan Dasar,
Pendidikan, Kesehatan, Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum yang layak serta mengembangkan Sistem
Jaminan Sosial.
19

Belanja Daerah menurut Kelompok Belanja terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja
Langsung, dengan rincian :
Belanja Tidak Langsung, menurut jenisnya terdiri :
-

Belanja Pegawai;
Bunga;
Subsidi;
Hibah;
Bantuan Sosial;
Belanja Bagi Hasil;
Bantuan Keuangan: dan
Belanja Tidak Terduga.

Belanja Langsung, menurut jenisnya terdiri dari :


-

Belanja Pegawai;
Belanja Barang dan Jasa; dan
Belanja Modal.

Belanja Langsung merupakan Belanja yang dianggarkan terkait langsung dengan


pelaksanaan program dan kegiatan, guna melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing
SKPD.
Seperti yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tuban
Tahun Anggaran 2013 yang menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran
2013, maka dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013 pengalokasian belanja daerah
dilaksanakan dengan tetap memperhatikan skala prioritas dengan menfokuskan pada program
program dan kegiatan yang mengarah pada kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik.
Memperhatikan kondisi peningkatan kebutuhan pembangunan daerah, jika tidak diikuti
dengan peningkatan perolehan pendapatan daerah maka akan sulit mendorong naiknya tingkat belanja
daerah yang semakin meningkat setiap tahun.
Dengan memperhatikan potensi pendapatan dan kondisi kebutuhan belanja tersebut maka
jumlah anggaran belanja daerah pada masing masing satuan kerja, berupa program dan kegiatan
ditentukan dengan tersedianya dana. Disamping itu dalam mengalokasikan belanja daerah sesuai
prinsip efisien dan efektif, Pemerintah Daerah juga mengutamakan pada aspek sinkronisasi program
dan kegiatan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Berdasarkan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) Tahun Anggaran 2013, maka
Kebijakan Perubahan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 diarahkan pada :
- Penyesuaian target Pendapatan Daerah dengan realisasi Pendapatan Tahun berjalan;
- Mengalokasikan Tunjangan Profesi Guru dan Tambahan Penghasilan Guru PNSD sesuai PMK
Nomor 42/PMK.07/2013 dan PMK Nomor 101/PMK.07/2013;
- Mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai dengan petunjuk teknis Tahun Anggaran
2013;
- Mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2013 sesuai
dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 60 Tahun 2013;
- Mengalokasikan kembali Sisa Bantuan Keuangan, DBHCHT dan Dana Alokasi Khusus (DAK)
Tahun Anggaran 2012 sesuai dengan Petunjuk Teknis;
- Adanya penambahan kegiatan yang didanai dari Bantuan Keuangan Pemerintah Propinsi Jawa
Timur sesuai Surat Gubernur Jawa Timur Nomor : 903/10865/202/1012;
- Pemenuhan Belanja Langsung sesuai tahapan yang tertuang dalam RKPD Tahun Anggaran 2013;
- Penyesuaian-penyesuaian dengan perkembangan yang terjadi dalam pelaksanaan APBD Tahun
2013 sampai dengan Semester I, serta memanfaatkan SiLPA Tahun Anggaran 2012 yang masih
dapat dimanfaatkan;
20

- Pemenuhan prioritaskebutuhan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah guna membiayai


program dan kegiatan yang tertuang pada Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)
Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013;
- Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas Anggaran;
- Prioritas terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Penggunaan Anggaran.
Sesuai dengan Kebijakan Umum Perubahan Belanja Daerah, Prioritas dan Plafon Perubahan
Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 diarahkan pada :
- Adanya tambahan Pendapatan Asli Daerah sesuai potensi setelah ditetapkannya Peraturan Daerah
tentang Pajak dan Retribusi Daerah;
- Memenuhi Kebutuhan Belanja Tidak Langsung khususnya Belanja Pegawai;
- Pergeseran dan penambahan terhadap Program/Kegiatan oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah
sesuai dengan perkembangan dan skala prioritas;
- Adanya peningkatan terhadap pencapaian target kinerja Program/Kegiatan yang harus
dilaksanakan oleh SKPD berdasarkan prioritas daerah;
- Melanjutkan penyelesaian pembiayaan terhadap program/kegiatan yang masuk DPAL tahun
anggaran sebelumnya;
- Adanya pergeseran dan penyesuaian terhadap Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Dasar,
Bidang Pendidikan Menengah dan Bidang Pertanian sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan
Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2013;
- Adanya kegiatan baru sesuai yang tertuang dalam KUPA, PPAS Perubahan APBD Tahun 2013.
c)

Kebijakan Umum Pembiayaan Daerah


Pembiayan daerah adalah semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk
memanfaatkan surplus serta penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan
diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran
berikutnya. Pembiayan daerah terdiri atas penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Pada dasarnya dalam bagian pembiayaan tidak terdapat adanya permasalahan utama, karena
terjadinya defisit anggaran berupa selisih kurang antara pendapatan dan belanja salah satunya dapat
ditutup.
Surplus Pembiayaan netto yang merupakan selisih lebih antara penerimaan pembiayaan dan
pengeluaran pembiayaan daerah harus dapat digunakan untuk menutup defisit anggaran.
Kebijakan Umum Perubahan Pembiayaan diarahkan untuk :
-

Dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013 Penerimaan Pembiayaan diarahkan untuk
menutupi defisit anggaran apabila realisasi pendapatan lebih kecil dari pada realisasi Belanja
Daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013;

Pembentukan Dana Cadangan sekaligus pembahasan Raperdanya untuk pengadaan tanah jalan
lingkar dan pembangunan gedung paviliyun RSUD dr. R.Koesma, sesuai pasal 63 Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.

2.4. Pencapaian Target Kinerja APBD


Dalam rangka mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Tuban
bersama dengan DPRD menetapkan nota kesepakatan tentang Kebijakan Umum APBD Kabupaten
Tuban tahun 2013 dan selanjutnya dijabarkan dalam PPAS/PPA.
Kebijakan Umum APBD Kabupaten Tuban tahun 2013sebagai dasar penyusunan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah. Penyusunan anggaran pendapatan daerah tersebut dengan
memperhatikan :
-

Pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dapat dicapai
untuk setiap sumber pendapatan.
21

Penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersediannya penerimaan


dalam jumlah yang cukup dan tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan yang belum tersedia atau
tidak mencukupi kridit anggarannya.
Semua penerimaan dan pengeluaran daerah dimasukkan dalam APBD dan melalui rekening Kas
Umum Daerah.

Sedangkan dalam penyusunan AnggaranBelanja Pemerintah Kabupaten Tuban telah berupaya


mengalokasikan anggaran secara adil dan merata agar seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,
khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat, karena itu penganggaran belanja daerah dengan
memperhatikan :
-

Penetapan secara jelas tujuan dan sasaran, hasil dan manfaat, indikator kinerja yang ingin
dicapai.
Penetapan prioritas kegiatan dan memperhitungkan beban kerja, serta standar harga yang
rasional.
Sinkronisasi dengan berbagai kebijakan pemerintah.
Penyusunan Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun tersebut secara periodik dapat
diharapkan mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.
Tabel-tabel berikut ini menggambarkan Pencapaian Target Kinerja Pemerintah Kabupaten
Tuban Tahun anggaran 2013 sebagai berikut :
TABEL 2.5
ANGGARAN DAN REALISASI PENDAPATAN DAERAH
PER SKPD DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2013

SKPD
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma
Dinas Pekerjaan Umum
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
Dinas Perhubungan
Badan Lingkungan Hidup
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil
Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja
Dinas Perekonomian dan Pariwisata
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan
Perlindungan Masyarakat
Satuan Polisi Pamong Praja
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian Daerah
Inspektorat
Kecamatan Tuban
Kecamatan Merakurak
Kecamatan Semanding
Kecamatan Palang
Kecamatan Jenu

ANGGARAN

REALISASI

113.763.257,47

159.074.634,27

KURANG/(LEBIH)

45.311.376,80

139,83

6.969.959.889,30

8.459.481.005,87

1.489.521.116,57

121,37

48.333.348.255,63

42.023.742.792,45

(6.309.605.463,18)

86,95

4.771.295.943,66

6.245.380.728,25

1.474.084.784,59

130,89

172.158,03

232.128,38

59.970,35

134,83

1.652.553.851,37

1.757.814.573,60

105.260.722,23

106,37

459.229.565,41

890.459.261,55

431.229.696,14

193,90

187.282.985,23

551.243.048,24

363.960.063,01

294,34

216.399.281,55

216.860.646,36

461.364,81

100,21

5.787.695.079,05

5.863.492.629,56

75.797.550,51

101,31

28.202,36

445.040,51

416.838,15

1.578,03

4.413,25

21.614,16

17.200,91

489,76

0,00

36.538,74

36.538,74

0,00

1.601.515.922,07

1.667.812.638,88

66.296.716,81

104,14

831.542,86

2.613.585,19

1.782.042,33

314,31

1.415.408.867.566,15

1.457.695.878.388,31

42.287.010.822,16

102,99
256,94

49.368,30

126.848,97

77.480,67

0,00

2.559.393,80

2.559.393,80

0,00

477,09

30.844,30

30.367,21

6.465,09

0,00

3.864,32

3.864,32

0,00

0,00

7.992,16

7.992,16

0,00

1.982.000,00

1.987.072,64

5.072,64

100,26

118,61

5.028,99

4.910,38

4.239,94

Kecamatan Bancar

0,00

4.090,70

4.090,70

0,00

Kecamatan Jatirogo

0,00

4.193,18

4.193,18

0,00

Kecamatan Bangilan

0,00

4.832,68

4.832,68

0,00

Kecamatan Grabagan

0,00

2.685,90

2.685,90

0,00

Kecamatan Senori

0,00

4.785,56

4.785,56

0,00

22

Kecamatan Kenduruan
Kecamatan Montong
Kecamatan Kerek

0,00

5.138,54

5.138,54

0,00

102,59

2.253,50

2.150,91

2.196,61

2.031.090,00

2.035.488,62

4.398,62

100,22

Kecamatan Tambakboyo

0,00

1.772,36

1.772,36

0,00

Kecamatan Singgahan

0,00

2.095,81

2.095,81

0,00

Kecamatan Parengan

0,00

2.822,74

2.822,74

0,00
0,00

Kecamatan Soko

0,00

4.972,65

4.972,65

400.000,00

0,00

(400.000,00)

Kecamatan Plumpang

0,00

3.310,05

3.310,05

0,00

Kecamatan Widang
Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintah Desa, dan Keluarga
Berencana
Kantor Perpustakaan, Kearsipan, dan
Dokumentasi
Dinas Pertanian
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Dinas Pertambangan dan Energi

0,00

2.424,64

2.424,64

0,00

33.388,56

101.370,89

67.982,33

303,61

25.583,51

54.402,43

28.818,92

212,65

91.856.315,47

96.118.228,69

4.261.913,22

104,64

232.333.049,71

231.993.228,91

(339.820,80)

99,85

Kecamatan Rengel

Dinas Perikanan dan Kelautan


JUMLAH

12.369,48

39.229,07

26.859,59

317,14

132.592.047,00

146.456.254,14

13.864.207,14

110,46

1.485.964.263.823,71

1.526.016.153.880,56

40.051.890.056,85

102,70

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa target pendapatan sebesar
Rp1.485.964.263.823,71 terealisir sebesar Rp1.526.016.153.880,56 melebihi dari target sebesar
Rp40.051.890.056,85 atau 102,70%, dengan demikianpencapaian target pendapatan daerah telah berhasil
karenaperencanaan anggaran pendapatan yang merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat
dicapai untuk setiap sumber pendapatan telah dapat dicapai.
Pendapatan daerah melalui intensifikasi pemungutan, penggalian potensi sumber pendapatan, dilakukan
pengawasan untuk memperkecil adanya kebocoran dan meningkatkan koordinasi baik dengan pemerintah
propinsi maupun dengan tingkat pusat sebagaimana kebijakan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dalam
Kebijakan Umum Pendapatan Daerah dapat dilaksanakan, sehingga target minimal dapat dicapai.
Namun demikian juga masih terdapat adanya realisasi pendapatan di SKPD yang tidak ada anggaran,
pendapatan tersebut merupakan penerimaan Jasa Giro Kas di Bendahara Pengeluaran yang sebelumnya tidak
direncanakan antara lain :
TABEL 2.6
PENDAPATAN PER SKPD
YANG TIDAK ADA ANGGARANNYA TA. 2013

SKPD

ANGGARAN

REALISASI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah

0,00

36.538,74

Inspektorat

0,00

2.559.393,80

Kecamatan Merakurak

0,00

3.864,32

Kecamatan Semanding

0,00

7.992,16

Kecamatan Bancar

0,00

4.090,70

Kecamatan Jatirogo

0,00

4.193,18

Kecamatan Bangilan

0,00

4.832,68

Kecamatan Grabagan

0,00

2.685,90

Kecamatan Senori

0,00

4.785,56

Kecamatan Kenduruan

0,00

5.138,54

Kecamatan Tambakboyo

0,00

1.772,36

Kecamatan Singgahan

0,00

2.095,81

Kecamatan Parengan

0,00

2.822,74

Kecamatan Soko

0,00

4.972,65

Kecamatan Plumpang

0,00

3.310,05

Kecamatan Widang

0,00

2.424,64

JUMLAH

2.650.913,83

23

Faktor-faktor yang menghambat proses pelaksanaan pendapatan daerah Pemerintah


Kabupaten Tuban pada Tahun Anggaran 2013 antara lain :
- Keterbatasan tenaga/personil dalam mengelola Pajak Bumi dan Bangunan P2 yang pada Tahun
Anggaran 2013 ini merupakan tahun pertama Pajak Bumi dan Bangunan P2 dikelola langsung oleh
Pemerintah Kabupaten Tuban.
- Masih terdapat tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan P2 yang cukup tinggi sebesar
Rp7.695.828.095,00 sebagian besar merupakan tunggakantahun 2002-2012 karena pengalihan dari
Kantor Pajak Pratama Tuban ke Pemerintah Kabupaten Tuban.
- Belum tertibnya proses pengalihan hak atas tanah dan bangunan, terutama yang lewat notaris,
sehingga nama yang tercantum pada SPPT dengan pemilik yang sah berbeda dan wajib pajak yang
tercantum pada SPPT tidak mau membayar karena merasa tanah dan bangunan tersebut telah dijual.
- Tingkat kesadaran wajib pajak dan wajib retribusi yang masih rendah dalam melakukan penyetoran
langsung ke Rekening Kas Umum Daerah.
- Keterbatasan pemahaman peraturan perundang-undangan tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
- Belum adanya juru sita, sehingga pelaksanaan penagihan mentok/berhenti sampai dengan surat
peringatan/tidak ada tindak lanjut penyitaan dan lelang.
Dalam mengatasi beberapa permasalahan yang dihadapi, serta untuk tetap menjaga
konsistensi dalam pemenuhan target penerimaan yang telah ditetapkan, maka dilakukan beberapa upaya
sebagai berikut :
- Optimalisasi tenaga/personil dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Pangunan P2.
- Peningkatan pengawasan terhadap wajib pajak dan retribusi agar pencapaianpendapatan lebih
optimal.
- Meningkatkan koordinasi dengan para notaris dengan harapan setiap ada proses pengalihan hak agar
Pihak Desa, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Tuban mendapatkan informasi.
- Perlu dilakukan pendekatan secara konsisten baik melalui sosialisasi maupundialog kepada wajib
pajak dan retribusi untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat akan pentingnya pajak dan retribusi.
- Penggalian sumber PAD yang baru perlu dioptimalkan untuk meningkatkancapaian pendapatan di
masa yang akan datang, namun tetap mempertimbangkan peraturan perundang-undangan dan tingkat
perekonomian masyarakat.
- Memberikan pelatihan-pelatihan, pendidikan kepada personil khususnya yang terkait pengelolaan
Pajak dan Retribusi Daerah.
- Penerapan sanksi yang tegas terhadap wajib pajak dan wajib retribusi yangmelanggar peraturan,
meliputi pengenaan denda pada wajib pajak atauretribusi yang tidak dan atau terlambat membayar
kewajibannya.
TABEL 2.7
ANGGARAN DAN REALISASI BELANJA DAERAH
PER SKPD DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2013
SKPD
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma
Dinas Pekerjaan Umum
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
Dinas Perhubungan
Badan Lingkungan Hidup
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil
Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja
Dinas Perekonomian dan Pariwisata
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan
Perlindungan Masyarakat
Satuan Polisi Pamong Praja
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD)

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

717.263.024.213,00

678.316.390.016,00

(38.946.634.197,00)

94,57

87.646.347.209,00

83.702.447.529,00

(3.943.899.680,00)

95,50

78.678.414.677,00

68.416.261.736,63

(10.262.152.940,37)

86,96

251.928.494.925,00

238.713.105.233,00

(13.215.389.692,00)

94,75

8.644.285.691,00

8.210.538.054,00

(433.747.637,00)

94,98

9.557.595.937,00

9.181.989.348,00

(375.606.589,00)

96,07

3.927.207.986,00

3.500.754.004,00

(426.453.982,00)

89,14

10.423.284.754,00

9.342.065.033,00

(1.081.219.721,00)

89,63

8.872.003.276,00

8.323.622.016,00

(548.381.260,00)

93,82

31.908.208.306,35

30.877.302.007,00

(1.030.906.299,35)

96,77

5.962.586.350,00

5.526.200.555,36

(436.385.794,64)

92,68

4.513.363.220,00

3.952.141.995,00

(561.221.225,00)

87,57

2.462.516.878,00

1.671.597.307,00

(790.919.571,00)

67,88

9.532.711.216,00

9.198.754.446,00

(333.956.770,00)

96,50

24

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

769.271.890,00

760.322.177,00

(8.949.713,00)

98,84

Sekretariat Daerah

51.880.987.766,00

46.065.487.832,00

(5.815.499.934,00)

88,79

Sekretariat DPRD
Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian Daerah

29.714.312.443,00

23.571.861.554,44

(6.142.450.888,56)

79,33

158.265.748.489,70

139.512.359.568,69

(18.753.388.921,01)

88,15

6.707.344.477,00

5.803.527.415,00

(903.817.062,00)

86,52

Inspektorat

4.128.801.502,00

3.665.206.585,00

(463.594.917,00)

88,77

Kecamatan Tuban

9.382.986.436,00

9.036.282.754,00

(346.703.682,00)

96,30

Kecamatan Merakurak

1.741.381.650,00

1.605.559.135,00

(135.822.515,00)

92,20

Kecamatan Semanding

3.321.103.990,00

3.088.031.174,00

(233.072.816,00)

92,98

Kecamatan Palang

2.495.727.236,00

2.313.613.721,00

(182.113.515,00)

92,70

Kecamatan Jenu

1.889.067.674,00

1.767.140.713,00

(121.926.961,00)

93,55

Kecamatan Bancar

1.710.857.024,00

1.585.237.552,00

(125.619.472,00)

92,66

Kecamatan Jatirogo

1.943.074.634,00

1.798.953.291,00

(144.121.343,00)

92,58

Kecamatan Bangilan

1.450.006.770,00

1.368.537.636,00

(81.469.134,00)

94,38

Kecamatan Grabagan

1.420.485.706,00

1.343.976.766,00

(76.508.940,00)

94,61

Kecamatan Senori

1.688.943.419,00

1.559.934.765,00

(129.008.654,00)

92,36

Kecamatan Kenduruan

1.522.954.100,00

1.384.175.719,00

(138.778.381,00)

90,89

Kecamatan Montong

1.411.680.054,00

1.316.095.870,00

(95.584.184,00)

93,23

Kecamatan Kerek

1.630.346.715,00

1.508.963.800,00

(121.382.915,00)

92,55

Kecamatan Tambakboyo

1.701.503.077,00

1.590.317.940,00

(111.185.137,00)

93,47

Kecamatan Singgahan

1.506.349.890,00

1.383.537.578,00

(122.812.312,00)

91,85

Kecamatan Parengan

1.806.490.823,00

1.692.636.388,00

(113.854.435,00)

93,70

Kecamatan Soko

1.877.302.847,00

1.761.128.171,00

(116.174.676,00)

93,81

Kecamatan Rengel

1.709.983.241,00

1.589.642.767,00

(120.340.474,00)

92,96

Kecamatan Plumpang

1.973.713.419,00

1.833.698.121,00

(140.015.298,00)

92,91

Kecamatan Widang
Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintah Desa, dan Keluarga
Berencana
Kantor Perpustakaan, Kearsipan, dan
Dokumentasi
Dinas Pertanian
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Dinas Pertambangan dan Energi

1.738.357.343,00

1.630.203.153,00

(108.154.190,00)

93,78

15.746.916.360,00

15.092.009.982,00

(654.906.378,00)

95,84

3.869.262.223,00

3.679.700.406,00

(189.561.817,00)

95,10

27.941.417.657,00

22.057.890.863,00

(5.883.526.794,00)

78,94

14.157.079.589,00

13.585.563.901,00

(571.515.688,00)

95,96

Dinas Perikanan dan Kelautan


JUMLAH

4.459.696.646,00

4.227.816.725,00

(231.879.921,00)

94,80

13.494.617.263,00

11.715.357.609,00

(1.779.259.654,00)

86,82

1.606.377.816.992,05

1.489.827.940.912,12

(116.549.876.079,93)

92,74

Berdasarkan tabel tersebut diatas menunjukkan tingkat kinerja Belanja Daerah di seluruh
SKPD dapat dinyatakan cukup baik hal ini digambarkan dari realisasi program dan Kegiatan tersebut
tidak adayang melebihi plafon anggaran dan dilaksanakan secara efisien, efektif, hemat digunakan
sesuai dengan anggarannya serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan,
sasaran hasil dan manfaat yang dituangkan pada Rencana Kerja dan Anggaran dapat dicapai.Namun
demikian pada tahun anggaran yang akan datang tetap memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- SKPD masih perlu mencermati lagi proses penganggaran, agar sesuai dengan tujuan, sasaran yang
diharapkan, tidakterjadi double anggaran sehingga seluruh kegiatan yang telahdirencanakan dapat
direalisasikan secara optimal baik secara fisikmaupun realisasi keuangan.
- Perlu perencanaan pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik, sehingga ditahun mendatang tidak terjadi
lagi penyerapan anggaran yangmenumpuk di akhir tahun bahkan tidak terdapat pekerjaan-pekerjaan
yangtidak dapat diselesaikan sampai tahun anggaran berakhir.
- Perlu adanya sinkronisasi antara kemajuan fisik pekerjaan dengan realisasi keuangan, dan dilakukan
upaya dikarenakan kurang tertibnya administrasikeuangan baik oleh SKPD maupun pihak ketiga
pemenang lelang dapat menghambat penyerapan anggaran.
- Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang sumber dananya dibiayai dari Pemerintah Pusat maupun
Propinsi agar lebih diperhatikan karena pelaksanaan pekerjaantersebut berpengaruh pada
persyaratan-persyaratan penerimaan dana yang ditetapkan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah
Provinsi yang mengalokasikan.
Sedangkan untuk dapat melihat target kinerja berdasarkan urusan baik Pendapatan, Belanja
Tak Langsung dan Belanja Langsung sebagaimana tabel berikut :

25

TABEL 2.8
RINGKASAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN MENURUT
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI
TAHUN ANGGARAN 2013

URAIAN
1

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

PENDAPATAN

1.485.964.263.823,71

1.526.016.153.880,56

40.051.890.056,85

102,70

Urusan Wajib

1.485.507.470.042,05

1.525.541.546.939,75

40.034.076.897,70

102,69

113.763.257,47

159.074.634,27

45.311.376,80

139,83

113.763.257,47

159.074.634,27

45.311.376,80

139,83

55.303.308.144,93

50.483.223.798,32

(4.820.084.346,61)

91,28

6.969.959.889,30

8.459.481.005,87

1.489.521.116,57

121,37

48.333.348.255,63

42.023.742.792,45

(6.309.605.463,18)

86,95

Pekerjaan Umum

4.771.295.943,66

6.245.380.728,25

1.474.084.784,59

130,89

Dinas Pekerjaan Umum

4.771.295.943,66

6.245.380.728,25

1.474.084.784,59

130,89

172.158,03

232.128,38

59.970,35

134,83

Pendidikan
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
Kesehatan
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma

%
5

Perencanaan Pembangunan
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
Perhubungan

172.158,03

232.128,38

59.970,35

134,83

1.652.553.851,37

1.757.814.573,60

105.260.722,23

106,37

Dinas Perhubungan

1.652.553.851,37

1.757.814.573,60

105.260.722,23

106,37

Lingkungan Hidup

459.229.565,41

890.459.261,55

431.229.696,14

193,90

Badan Lingkungan Hidup

459.229.565,41

890.459.261,55

431.229.696,14

193,90

Kependudukan dan Catatan Sipil


Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil
Sosial

187.282.985,23

551.243.048,24

363.960.063,01

294,34

187.282.985,23

551.243.048,24

363.960.063,01

294,34

216.399.281,55

216.860.646,36

461.364,81

100,21

Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja

216.399.281,55

216.860.646,36

461.364,81

100,21

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

5.787.695.079,05

5.863.492.629,56

75.797.550,51

101,31

Dinas Perekonomian dan Pariwisata


Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam
Negeri

5.787.695.079,05

5.863.492.629,56

75.797.550,51

101,31

32.615,61

503.193,41

470.577,80

1.542,80

28.202,36

445.040,51

416.838,15

1.578,03

4.413,25

21.614,16

17.200,91

489,76

0,00

36.538,74

36.538,74

0,00

1.417.015.678.187,67

1.459.373.106.524,49

42.357.428.336,82

102,99

1.601.515.922,07

1.667.812.638,88

66.296.716,81

104,14

831.542,86

2.613.585,19

1.782.042,33

314,31

1.415.408.867.566,15

1.457.695.878.388,31

42.287.010.822,16

102,99

49.368,30

126.848,97

77.480,67

256,94

Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan


Perlindungan Masyarakat
Satuan Polisi Pamong Praja
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian Daerah
Inspektorat
Kecamatan Tuban
Kecamatan Merakurak
Kecamatan Semanding

0,00

2.559.393,80

2.559.393,80

0,00

477,09

30.844,30

30.367,21

6.465,09

0,00

3.864,32

3.864,32

0,00

0,00

7.992,16

7.992,16

0,00

1.982.000,00

1.987.072,64

5.072,64

100,26

118,61

5.028,99

4.910,38

4.239,94

Kecamatan Bancar

0,00

4.090,70

4.090,70

0,00

Kecamatan Jatirogo

0,00

4.193,18

4.193,18

0,00

Kecamatan Bangilan

0,00

4.832,68

4.832,68

0,00

Kecamatan Grabagan

0,00

2.685,90

2.685,90

0,00

Kecamatan Senori

0,00

4.785,56

4.785,56

0,00

Kecamatan Kenduruan

0,00

5.138,54

5.138,54

0,00

102,59

2.253,50

2.150,91

2.196,61

Kecamatan Palang
Kecamatan Jenu

Kecamatan Montong
Kecamatan Kerek

2.031.090,00

2.035.488,62

4.398,62

100,22

Kecamatan Tambakboyo

0,00

1.772,36

1.772,36

0,00

Kecamatan Singgahan

0,00

2.095,81

2.095,81

0,00

26

URAIAN
Kecamatan Parengan
Kecamatan Soko
Kecamatan Rengel
Kecamatan Plumpang
Kecamatan Widang

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

0,00

2.822,74

2.822,74

0,00

0,00

4.972,65

4.972,65

0,00

400.000,00

0,00

(400.000,00)

0,00

0,00

3.310,05

3.310,05

0,00

0,00

2.424,64

2.424,64

0,00

33.388,56

101.370,89

67.982,33

303,61

33.388,56

101.370,89

67.982,33

303,61

25.583,51

54.402,43

28.818,92

212,65

25.583,51

54.402,43

28.818,92

212,65

456.793.781,66

474.606.940,81

17.813.159,15

103,90

324.189.365,18

328.111.457,60

3.922.092,42

101,21

91.856.315,47

96.118.228,69

4.261.913,22

104,64

232.333.049,71

231.993.228,91

(339.820,80)

99,85

12.369,48

39.229,07

26.859,59

317,14

12.369,48

39.229,07

26.859,59

317,14

Kelautan dan Perikanan

132.592.047,00

146.456.254,14

13.864.207,14

110,46

Dinas Perikanan dan Kelautan

132.592.047,00

146.456.254,14

13.864.207,14

110,46

BELANJA

1.606.377.816.992,05

1.489.827.940.912,12

(116.549.876.079,93)

92,74

Urusan Wajib

1.540.553.933.810,70

1.431.355.675.130,12

(109.198.258.680,58)

92,91

Pendidikan
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
BELANJA TIDAK LANGSUNG

713.011.510.213,00

675.509.693.066,00

(37.501.817.147,00)

94,74

713.011.510.213,00

675.509.693.066,00

(37.501.817.147,00)

94,74

605.798.842.053,00

581.712.538.571,00

(24.086.303.482,00)

96,02

Belanja Pegawai

605.798.842.053,00

581.712.538.571,00

(24.086.303.482,00)

96,02

BELANJA LANGSUNG

107.212.668.160,00

93.797.154.495,00

(13.415.513.665,00)

87,49

Belanja Pegawai

11.638.138.900,00

11.066.374.008,00

(571.764.892,00)

95,09

Belanja Barang dan Jasa

28.762.332.050,00

25.682.099.253,00

(3.080.232.797,00)

89,29

Pemberdayaan Masyarakat Desa


Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintah Desa, dan Keluarga
Berencana
Kearsipan
Kantor Perpustakaan, Kearsipan, dan
Dokumentasi
Urusan Pilihan
Pertanian
Dinas Pertanian
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Energi dan Sumberdaya Mineral
Dinas Pertambangan dan Energi

Belanja Modal

66.812.197.210,00

57.048.681.234,00

(9.763.515.976,00)

85,39

166.324.761.886,00

152.118.709.265,63

(14.206.052.620,37)

91,46

Dinas Kesehatan

87.646.347.209,00

83.702.447.529,00

(3.943.899.680,00)

95,50

BELANJA TIDAK LANGSUNG

45.980.024.434,00

44.480.808.707,00

(1.499.215.727,00)

96,74

Belanja Pegawai

45.980.024.434,00

44.480.808.707,00

(1.499.215.727,00)

96,74

BELANJA LANGSUNG

41.666.322.775,00

39.221.638.822,00

(2.444.683.953,00)

94,13

Kesehatan

Belanja Pegawai

1.031.278.000,00

939.600.000,00

(91.678.000,00)

91,11

33.252.091.000,00

31.263.136.872,00

(1.988.954.128,00)

94,02

7.382.953.775,00

7.018.901.950,00

(364.051.825,00)

95,07

RSUD Dr. R. Koesma

78.678.414.677,00

68.416.261.736,63

(10.262.152.940,37)

86,96

BELANJA TIDAK LANGSUNG

31.488.121.580,00

26.022.748.205,00

(5.465.373.375,00)

82,64

Belanja Pegawai

31.488.121.580,00

26.022.748.205,00

(5.465.373.375,00)

82,64

BELANJA LANGSUNG

47.190.293.097,00

42.393.513.531,63

(4.796.779.565,37)

89,84

1.971.813.000,00

1.701.837.600,00

(269.975.400,00)

86,31

Belanja Barang dan Jasa

21.356.827.300,00

20.104.590.350,63

(1.252.236.949,37)

94,14

Belanja Modal

23.861.652.797,00

20.587.085.581,00

(3.274.567.216,00)

86,28

Pekerjaan Umum

235.269.843.175,00

224.318.627.937,00

(10.951.215.238,00)

95,35

Dinas Pekerjaan Umum

235.269.843.175,00

224.318.627.937,00

(10.951.215.238,00)

95,35

20.632.227.195,00

20.205.257.658,00

(426.969.537,00)

97,93

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

Belanja Pegawai

BELANJA TIDAK LANGSUNG


Belanja Pegawai
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa

20.632.227.195,00

20.205.257.658,00

(426.969.537,00)

97,93

214.637.615.980,00

204.113.370.279,00

(10.524.245.701,00)

95,10

1.737.881.000,00

1.575.357.000,00

(162.524.000,00)

90,65

75.114.916.930,00

70.781.682.624,00

(4.333.234.306,00)

94,23

137.784.818.050,00

131.756.330.655,00

(6.028.487.395,00)

95,62

Perumahan

10.488.651.750,00

9.709.475.200,00

(779.176.550,00)

92,57

Dinas Pekerjaan Umum

10.488.651.750,00

9.709.475.200,00

(779.176.550,00)

92,57

BELANJA LANGSUNG

10.488.651.750,00

9.709.475.200,00

(779.176.550,00)

92,57

190.450.000,00

171.190.000,00

(19.260.000,00)

89,89

Belanja Modal

Belanja Pegawai

27

URAIAN
Belanja Barang dan Jasa
Penataan Ruang
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

10.298.201.750,00

9.538.285.200,00

(759.916.550,00)

92,62

480.000.000,00

428.932.800,00

(51.067.200,00)

89,36

480.000.000,00

428.932.800,00

(51.067.200,00)

89,36

480.000.000,00

428.932.800,00

(51.067.200,00)

89,36

52.945.000,00

48.228.000,00

(4.717.000,00)

91,09

424.055.000,00

380.704.800,00

(43.350.200,00)

89,78

3.000.000,00

0,00

(3.000.000,00)

0,00

Perencanaan Pembangunan
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
BELANJA TIDAK LANGSUNG

7.739.285.691,00

7.363.086.804,00

(376.198.887,00)

95,14

7.739.285.691,00

7.363.086.804,00

(376.198.887,00)

95,14

1.870.865.691,00

1.802.014.680,00

(68.851.011,00)

96,32

Belanja Pegawai

1.870.865.691,00

1.802.014.680,00

(68.851.011,00)

96,32

BELANJA LANGSUNG

5.868.420.000,00

5.561.072.124,00

(307.347.876,00)

94,76

Belanja Pegawai

1.595.843.600,00

1.545.199.000,00

(50.644.600,00)

96,83

Belanja Barang dan Jasa

3.712.326.400,00

3.494.302.424,00

(218.023.976,00)

94,13

Belanja Modal

560.250.000,00

521.570.700,00

(38.679.300,00)

93,10

Perhubungan

9.557.595.937,00

9.181.989.348,00

(375.606.589,00)

96,07

Dinas Perhubungan

9.557.595.937,00

9.181.989.348,00

(375.606.589,00)

96,07

BELANJA TIDAK LANGSUNG

4.227.140.937,00

4.053.532.254,00

(173.608.683,00)

95,89

Belanja Pegawai

4.227.140.937,00

4.053.532.254,00

(173.608.683,00)

95,89

BELANJA LANGSUNG

5.330.455.000,00

5.128.457.094,00

(201.997.906,00)

96,21

580.360.500,00

539.430.000,00

(40.930.500,00)

92,95

Belanja Barang dan Jasa

2.517.094.500,00

2.426.956.694,00

(90.137.806,00)

96,42

Belanja Modal

2.233.000.000,00

2.162.070.400,00

(70.929.600,00)

96,82

Lingkungan Hidup

7.932.207.986,00

7.366.222.934,00

(565.985.052,00)

92,86

Dinas Pekerjaan Umum

3.955.000.000,00

3.820.422.130,00

(134.577.870,00)

96,60

BELANJA LANGSUNG

3.955.000.000,00

3.820.422.130,00

(134.577.870,00)

96,60

170.810.000,00

155.297.000,00

(15.513.000,00)

90,92

Belanja Barang dan Jasa

1.959.190.000,00

1.934.407.700,00

(24.782.300,00)

98,74

Belanja Modal

1.825.000.000,00

1.730.717.430,00

(94.282.570,00)

94,83

Badan Lingkungan Hidup

3.927.207.986,00

3.500.754.004,00

(426.453.982,00)

89,14

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.643.187.986,00

1.538.201.821,00

(104.986.165,00)

93,61

Belanja Pegawai

1.643.187.986,00

1.538.201.821,00

(104.986.165,00)

93,61

BELANJA LANGSUNG

2.284.020.000,00

1.962.552.183,00

(321.467.817,00)

85,93

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

282.960.000,00

232.198.000,00

(50.762.000,00)

82,06

1.426.300.000,00

1.174.239.977,00

(252.060.023,00)

82,33

574.760.000,00

556.114.206,00

(18.645.794,00)

96,76

Sekretariat Daerah

50.000.000,00

45.046.800,00

(4.953.200,00)

90,09

BELANJA LANGSUNG

50.000.000,00

45.046.800,00

(4.953.200,00)

90,09

405.000,00

405.000,00

0,00

100,00

49.595.000,00

44.641.800,00

(4.953.200,00)

90,01

5.891.000.000,00

3.088.787.677,00

(2.802.212.323,00)

52,43

2.145.000.000,00

948.700.000,00

(1.196.300.000,00)

44,23

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Pertanahan
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
BELANJA LANGSUNG

2.145.000.000,00

948.700.000,00

(1.196.300.000,00)

44,23

Belanja Pegawai

0,00

0,00

0,00

0,00

Belanja Barang dan Jasa

0,00

0,00

0,00

0,00

Belanja Modal

2.145.000.000,00

948.700.000,00

(1.196.300.000,00)

44,23

Dinas Pekerjaan Umum

2.200.000.000,00

853.754.966,00

(1.346.245.034,00)

38,81

BELANJA LANGSUNG

2.200.000.000,00

853.754.966,00

(1.346.245.034,00)

38,81

Belanja Modal

2.200.000.000,00

853.754.966,00

(1.346.245.034,00)

38,81

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

950.000.000,00

796.620.000,00

(153.380.000,00)

83,85

BELANJA LANGSUNG

950.000.000,00

796.620.000,00

(153.380.000,00)

83,85

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
BELANJA LANGSUNG

1.460.000,00

360.000,00

(1.100.000,00)

24,66

48.540.000,00

43.360.000,00

(5.180.000,00)

89,33

900.000.000,00

752.900.000,00

(147.100.000,00)

83,66

100.000.000,00

27.174.500,00

(72.825.500,00)

27,17

100.000.000,00

27.174.500,00

(72.825.500,00)

27,17

28

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

Belanja Modal

100.000.000,00

27.174.500,00

(72.825.500,00)

27,17

Sekretariat Daerah

496.000.000,00

462.538.211,00

(33.461.789,00)

93,25

BELANJA LANGSUNG

496.000.000,00

462.538.211,00

(33.461.789,00)

93,25

Belanja Pegawai

105.050.000,00

87.306.000,00

(17.744.000,00)

83,11

Belanja Barang dan Jasa


Kependudukan dan Catatan Sipil
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil
BELANJA TIDAK LANGSUNG

390.950.000,00

375.232.211,00

(15.717.789,00)

95,98

10.423.284.754,00

9.342.065.033,00

(1.081.219.721,00)

89,63

10.423.284.754,00

9.342.065.033,00

(1.081.219.721,00)

89,63

3.464.057.654,00

3.271.010.979,00

(193.046.675,00)

94,43

Belanja Pegawai

3.464.057.654,00

3.271.010.979,00

(193.046.675,00)

94,43

BELANJA LANGSUNG

6.959.227.100,00

6.071.054.054,00

(888.173.046,00)

87,24

Belanja Pegawai

1.188.654.000,00

951.623.500,00

(237.030.500,00)

80,06

Belanja Barang dan Jasa

4.140.622.600,00

3.746.000.504,00

(394.622.096,00)

90,47

Belanja Modal
Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintah Desa, dan Keluarga
Berencana
BELANJA LANGSUNG

1.629.950.500,00

1.373.430.050,00

(256.520.450,00)

84,26

1.007.500.000,00

980.870.257,00

(26.629.743,00)

97,36

1.007.500.000,00

980.870.257,00

(26.629.743,00)

97,36

1.007.500.000,00

980.870.257,00

(26.629.743,00)

97,36

Belanja Pegawai

125.740.000,00

121.549.000,00

(4.191.000,00)

96,67

Belanja Barang dan Jasa

881.260.000,00

858.821.257,00

(22.438.743,00)

97,45

500.000,00

500.000,00

0,00

100,00

3.833.776.000,00

3.709.021.220,00

(124.754.780,00)

96,75

3.833.776.000,00

3.709.021.220,00

(124.754.780,00)

96,75

Belanja Modal
Keluarga Berencana dan Keluarga
Sejahtera
Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintah Desa, dan Keluarga
Berencana
BELANJA LANGSUNG

3.833.776.000,00

3.709.021.220,00

(124.754.780,00)

96,75

Belanja Pegawai

1.446.620.000,00

1.421.445.000,00

(25.175.000,00)

98,26

Belanja Barang dan Jasa

1.187.356.000,00

1.119.733.020,00

(67.622.980,00)

94,30

Belanja Modal

1.199.800.000,00

1.167.843.200,00

(31.956.800,00)

97,34

Sosial

6.874.503.276,00

6.420.823.629,00

(453.679.647,00)

93,40

Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja

6.874.503.276,00

6.420.823.629,00

(453.679.647,00)

93,40

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.821.806.276,00

2.606.950.689,00

(214.855.587,00)

92,39

Belanja Pegawai

2.821.806.276,00

2.606.950.689,00

(214.855.587,00)

92,39

BELANJA LANGSUNG

4.052.697.000,00

3.813.872.940,00

(238.824.060,00)

94,11

216.885.000,00

184.769.500,00

(32.115.500,00)

85,19

Belanja Barang dan Jasa

2.344.855.000,00

2.204.985.840,00

(139.869.160,00)

94,04

Belanja Modal

1.490.957.000,00

1.424.117.600,00

(66.839.400,00)

95,52

Ketenagakerjaan

1.937.500.000,00

1.864.565.487,00

(72.934.513,00)

96,24

Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja

1.937.500.000,00

1.864.565.487,00

(72.934.513,00)

96,24

BELANJA LANGSUNG

1.937.500.000,00

1.864.565.487,00

(72.934.513,00)

96,24

412.459.000,00

394.543.000,00

(17.916.000,00)

95,66

1.460.541.000,00

1.405.922.487,00

(54.618.513,00)

96,26

64.500.000,00

64.100.000,00

(400.000,00)

99,38

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

13.835.810.330,00

13.307.388.773,00

(528.421.557,00)

96,18

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

13.835.810.330,00

13.307.388.773,00

(528.421.557,00)

96,18

BELANJA TIDAK LANGSUNG

10.853.130.330,00

10.616.935.458,00

(236.194.872,00)

97,82

Belanja Pegawai

10.853.130.330,00

10.616.935.458,00

(236.194.872,00)

97,82

2.982.680.000,00

2.690.453.315,00

(292.226.685,00)

90,20

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

451.463.500,00

353.910.500,00

(97.553.000,00)

78,39

2.203.316.500,00

2.061.217.515,00

(142.098.985,00)

93,55

327.900.000,00

275.325.300,00

(52.574.700,00)

83,97

2.296.514.000,00

2.149.069.100,00

(147.444.900,00)

93,58

859.514.000,00

825.919.450,00

(33.594.550,00)

96,09

859.514.000,00

825.919.450,00

(33.594.550,00)

96,09

41.050.000,00

40.010.000,00

(1.040.000,00)

97,47

Belanja Barang dan Jasa

373.970.000,00

358.125.450,00

(15.844.550,00)

95,76

Belanja Modal

444.494.000,00

427.784.000,00

(16.710.000,00)

96,24

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal
Kebudayaan
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

29

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

1.437.000.000,00

1.323.149.650,00

(113.850.350,00)

92,08

BELANJA LANGSUNG

1.437.000.000,00

1.323.149.650,00

(113.850.350,00)

92,08

9.610.000,00

5.360.000,00

(4.250.000,00)

55,78

Belanja Barang dan Jasa

1.427.390.000,00

1.317.789.650,00

(109.600.350,00)

92,32

Kepemudaan dan Olah Raga


Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
BELANJA LANGSUNG

1.247.000.000,00

1.032.077.500,00

(214.922.500,00)

82,76

1.247.000.000,00

1.032.077.500,00

(214.922.500,00)

82,76

1.247.000.000,00

1.032.077.500,00

(214.922.500,00)

82,76

64.300.000,00

52.945.000,00

(11.355.000,00)

82,34

1.182.700.000,00

979.132.500,00

(203.567.500,00)

82,79

15.663.466.448,00

13.293.321.854,36

(2.370.144.593,64)

84,87

5.962.586.350,00

5.526.200.555,36

(436.385.794,64)

92,68

BELANJA TIDAK LANGSUNG

961.646.350,00

879.191.456,00

(82.454.894,00)

91,43

Belanja Pegawai

961.646.350,00

879.191.456,00

(82.454.894,00)

91,43

5.000.940.000,00

4.647.009.099,36

(353.930.900,64)

92,92

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam
Negeri
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan
Perlindungan Masyarakat

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

LEBIH/(KURANG)

945.477.000,00

806.939.000,00

(138.538.000,00)

85,35

3.780.963.000,00

3.578.671.599,36

(202.291.400,64)

94,65

274.500.000,00

261.398.500,00

(13.101.500,00)

95,23

Satuan Polisi Pamong Praja

4.513.363.220,00

3.952.141.995,00

(561.221.225,00)

87,57

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.284.298.220,00

2.004.285.834,00

(280.012.386,00)

87,74

Belanja Pegawai

2.284.298.220,00

2.004.285.834,00

(280.012.386,00)

87,74

BELANJA LANGSUNG

2.229.065.000,00

1.947.856.161,00

(281.208.839,00)

87,38

Belanja Pegawai

1.075.533.000,00

992.605.500,00

(82.927.500,00)

92,29

Belanja Barang dan Jasa

1.028.832.000,00

849.075.661,00

(179.756.339,00)

82,53

124.700.000,00

106.175.000,00

(18.525.000,00)

85,14

2.362.516.878,00

1.644.422.807,00

(718.094.071,00)

69,60

396.073.378,00

123.703.920,00

(272.369.458,00)

31,23

396.073.378,00

123.703.920,00

(272.369.458,00)

31,23

1.966.443.500,00

1.520.718.887,00

(445.724.613,00)

77,33

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

Belanja Modal
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Belanja Pegawai
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

198.353.000,00

136.487.000,00

(61.866.000,00)

68,81

1.049.890.500,00

732.743.251,00

(317.147.249,00)

69,79

718.200.000,00

651.488.636,00

(66.711.364,00)

90,71

Sekretariat Daerah

2.825.000.000,00

2.170.556.497,00

(654.443.503,00)

76,83

BELANJA LANGSUNG

2.825.000.000,00

2.170.556.497,00

(654.443.503,00)

76,83

607.250.000,00

471.735.500,00

(135.514.500,00)

77,68

2.171.250.000,00

1.660.220.997,00

(511.029.003,00)

76,46

46.500.000,00

38.600.000,00

(7.900.000,00)

83,01

299.527.229.331,70

265.223.000.250,13

(34.304.229.081,57)

88,55

15.000.000,00

10.825.000,00

(4.175.000,00)

72,17

15.000.000,00

10.825.000,00

(4.175.000,00)

72,17

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat
Dinas Pekerjaan Umum
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD)
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Belanja Pegawai
Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Belanja Pegawai
Sekretariat Daerah
BELANJA TIDAK LANGSUNG
Belanja Pegawai
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa

3.000.000,00

1.925.000,00

(1.075.000,00)

64,17

12.000.000,00

8.900.000,00

(3.100.000,00)

74,17

9.532.711.216,00

9.198.754.446,00

(333.956.770,00)

96,50

9.532.711.216,00

9.198.754.446,00

(333.956.770,00)

96,50

9.532.711.216,00

9.198.754.446,00

(333.956.770,00)

96,50

769.271.890,00

760.322.177,00

(8.949.713,00)

98,84

769.271.890,00

760.322.177,00

(8.949.713,00)

98,84

769.271.890,00

760.322.177,00

(8.949.713,00)

98,84

47.022.613.266,00

42.075.118.603,00

(4.947.494.663,00)

89,48

9.591.741.416,00

9.286.534.358,00

(305.207.058,00)

96,82

9.591.741.416,00

9.286.534.358,00

(305.207.058,00)

96,82

37.430.871.850,00

32.788.584.245,00

(4.642.287.605,00)

87,60

2.473.439.000,00

2.191.414.500,00

(282.024.500,00)

88,60

21.544.688.350,00

18.992.369.195,00

(2.552.319.155,00)

88,15

30

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

Belanja Modal

13.412.744.500,00

11.604.800.550,00

(1.807.943.950,00)

86,52

Sekretariat DPRD

29.714.312.443,00

23.571.861.554,44

(6.142.450.888,56)

79,33

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.204.664.993,00

2.113.687.184,00

(90.977.809,00)

95,87

Belanja Pegawai

2.204.664.993,00

2.113.687.184,00

(90.977.809,00)

95,87

27.509.647.450,00

21.458.174.370,44

(6.051.473.079,56)

78,00

1.182.185.000,00

784.625.000,00

(397.560.000,00)

66,37

23.872.786.950,00

18.892.767.095,44

(4.980.019.854,56)

79,14

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

2.454.675.500,00

1.780.782.275,00

(673.893.225,00)

72,55

Dinas Pendapatan, Pengelolaan


Keuangan dan Aset Daerah

158.265.748.489,70

139.512.359.568,69

(18.753.388.921,01)

88,15

BELANJA TIDAK LANGSUNG

150.743.853.989,70

133.021.846.179,02

(17.722.007.810,68)

88,24

Belanja Pegawai

13.230.859.571,67

11.148.148.303,48

(2.082.711.268,19)

84,26

Belanja Bunga

974.481,90

974.481,90

0,00

100,00

Belanja Hibah

26.681.964.750,00

26.013.940.000,00

(668.024.750,00)

97,50

Belanja Bantuan Sosial


Belanja Bagi Hasil Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah
Desa
Belanja Bantuan Keuangan Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota, Pemerintahan
Desa dan Partai Politik
Belanja Tidak Terduga

13.597.700.000,00

13.390.674.400,00

(207.025.600,00)

98,48

11.781.973.743,75

11.562.842.728,64

(219.131.015,11)

98,14

74.607.271.915,00

70.901.732.965,00

(3.705.538.950,00)

95,03

10.843.109.527,38

3.533.300,00

(10.839.576.227,38)

0,03

BELANJA LANGSUNG

7.521.894.500,00

6.490.513.389,67

(1.031.381.110,33)

86,29

Belanja Pegawai

1.758.443.000,00

1.536.184.552,00

(222.258.448,00)

87,36

Belanja Barang dan Jasa

4.958.266.500,00

4.227.666.737,67

(730.599.762,33)

85,27

805.185.000,00

726.662.100,00

(78.522.900,00)

90,25

Badan Kepegawaian Daerah

6.707.344.477,00

5.803.527.415,00

(903.817.062,00)

86,52

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.274.183.477,00

2.141.649.542,00

(132.533.935,00)

94,17

Belanja Pegawai

2.274.183.477,00

2.141.649.542,00

(132.533.935,00)

94,17

BELANJA LANGSUNG

4.433.161.000,00

3.661.877.873,00

(771.283.127,00)

82,60

633.500.000,00

543.473.000,00

(90.027.000,00)

85,79

3.300.451.000,00

2.647.259.723,00

(653.191.277,00)

80,21

499.210.000,00

471.145.150,00

(28.064.850,00)

94,38

Inspektorat

4.128.801.502,00

3.665.206.585,00

(463.594.917,00)

88,77

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.238.069.002,00

2.115.087.402,00

(122.981.600,00)

94,51

Belanja Pegawai

2.238.069.002,00

2.115.087.402,00

(122.981.600,00)

94,51

BELANJA LANGSUNG

1.890.732.500,00

1.550.119.183,00

(340.613.317,00)

81,99

210.620.000,00

190.379.000,00

(20.241.000,00)

90,39

1.654.612.500,00

1.340.913.483,00

(313.699.017,00)

81,04

Belanja Modal

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

25.500.000,00

18.826.700,00

(6.673.300,00)

73,83

Kecamatan Tuban

9.352.326.436,00

9.006.315.254,00

(346.011.182,00)

96,30

BELANJA TIDAK LANGSUNG

8.492.713.036,00

8.240.671.700,00

(252.041.336,00)

97,03

Belanja Pegawai

8.492.713.036,00

8.240.671.700,00

(252.041.336,00)

97,03

859.613.400,00

765.643.554,00

(93.969.846,00)

89,07

47.650.000,00

32.592.000,00

(15.058.000,00)

68,40

Belanja Barang dan Jasa

530.363.400,00

516.995.554,00

(13.367.846,00)

97,48

Belanja Modal

281.600.000,00

216.056.000,00

(65.544.000,00)

76,72

Kecamatan Merakurak

1.713.881.650,00

1.578.098.885,00

(135.782.765,00)

92,08

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.412.581.650,00

1.304.482.033,00

(108.099.617,00)

92,35

Belanja Pegawai

1.412.581.650,00

1.304.482.033,00

(108.099.617,00)

92,35

301.300.000,00

273.616.852,00

(27.683.148,00)

90,81

30.050.000,00

18.542.000,00

(11.508.000,00)

61,70

Belanja Barang dan Jasa

170.750.000,00

163.524.852,00

(7.225.148,00)

95,77

Belanja Modal

100.500.000,00

91.550.000,00

(8.950.000,00)

91,09

Kecamatan Semanding

3.282.353.990,00

3.049.918.761,00

(232.435.229,00)

92,92

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.822.803.990,00

2.636.429.829,00

(186.374.161,00)

93,40

Belanja Pegawai

2.822.803.990,00

2.636.429.829,00

(186.374.161,00)

93,40

459.550.000,00

413.488.932,00

(46.061.068,00)

89,98

71.000.000,00

52.750.000,00

(18.250.000,00)

74,30

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

31

URAIAN
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

ANGGARAN
243.550.000,00

REALISASI
228.338.932,00

LEBIH/(KURANG)

(15.211.068,00)

93,75

145.000.000,00

132.400.000,00

(12.600.000,00)

91,31

Kecamatan Palang

2.469.927.236,00

2.288.613.721,00

(181.313.515,00)

92,66

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.156.602.236,00

2.027.345.762,00

(129.256.474,00)

94,01

Belanja Pegawai

2.156.602.236,00

2.027.345.762,00

(129.256.474,00)

94,01

313.325.000,00

261.267.959,00

(52.057.041,00)

83,39

29.900.000,00

8.648.000,00

(21.252.000,00)

28,92

183.925.000,00

165.607.409,00

(18.317.591,00)

90,04

99.500.000,00

87.012.550,00

(12.487.450,00)

87,45

Kecamatan Jenu

1.871.667.674,00

1.749.740.713,00

(121.926.961,00)

93,49

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.588.502.674,00

1.488.991.874,00

(99.510.800,00)

93,74

Belanja Pegawai

1.588.502.674,00

1.488.991.874,00

(99.510.800,00)

93,74

283.165.000,00

260.748.839,00

(22.416.161,00)

92,08

31.610.000,00

22.927.500,00

(8.682.500,00)

72,53

165.555.000,00

162.831.339,00

(2.723.661,00)

98,35

86.000.000,00

74.990.000,00

(11.010.000,00)

87,20

Kecamatan Bancar

1.681.857.024,00

1.556.434.552,00

(125.422.472,00)

92,54

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.361.432.024,00

1.278.852.169,00

(82.579.855,00)

93,93

Belanja Pegawai

1.361.432.024,00

1.278.852.169,00

(82.579.855,00)

93,93

320.425.000,00

277.582.383,00

(42.842.617,00)

86,63

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

34.120.000,00

22.962.000,00

(11.158.000,00)

67,30

191.405.000,00

172.640.383,00

(18.764.617,00)

90,20

94.900.000,00

81.980.000,00

(12.920.000,00)

86,39

Kecamatan Jatirogo

1.916.824.634,00

1.772.820.291,00

(144.004.343,00)

92,49

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.590.374.634,00

1.471.164.931,00

(119.209.703,00)

92,50

Belanja Pegawai

1.590.374.634,00

1.471.164.931,00

(119.209.703,00)

92,50

326.450.000,00

301.655.360,00

(24.794.640,00)

92,40

31.000.000,00

26.889.000,00

(4.111.000,00)

86,74

210.450.000,00

199.580.270,00

(10.869.730,00)

94,84

85.000.000,00

75.186.090,00

(9.813.910,00)

88,45

Kecamatan Bangilan

1.426.006.770,00

1.344.537.636,00

(81.469.134,00)

94,29

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.128.766.770,00

1.068.673.819,00

(60.092.951,00)

94,68

Belanja Pegawai

1.128.766.770,00

1.068.673.819,00

(60.092.951,00)

94,68

297.240.000,00

275.863.817,00

(21.376.183,00)

92,81

29.244.000,00

20.574.000,00

(8.670.000,00)

70,35

179.946.000,00

175.305.667,00

(4.640.333,00)

97,42

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

88.050.000,00

79.984.150,00

(8.065.850,00)

90,84

Kecamatan Grabagan

1.397.005.706,00

1.320.596.766,00

(76.408.940,00)

94,53

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.124.375.706,00

1.071.444.716,00

(52.930.990,00)

95,29

Belanja Pegawai

1.124.375.706,00

1.071.444.716,00

(52.930.990,00)

95,29

272.630.000,00

249.152.050,00

(23.477.950,00)

91,39

27.600.000,00

19.100.000,00

(8.500.000,00)

69,20

157.530.000,00

150.330.450,00

(7.199.550,00)

95,43

87.500.000,00

79.721.600,00

(7.778.400,00)

91,11

Kecamatan Senori

1.663.943.419,00

1.535.359.765,00

(128.583.654,00)

92,27

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.371.593.419,00

1.273.843.933,00

(97.749.486,00)

92,87

Belanja Pegawai

1.371.593.419,00

1.273.843.933,00

(97.749.486,00)

92,87

292.350.000,00

261.515.832,00

(30.834.168,00)

89,45

29.300.000,00

15.300.000,00

(14.000.000,00)

52,22

182.050.000,00

175.394.582,00

(6.655.418,00)

96,34

81.000.000,00

70.821.250,00

(10.178.750,00)

87,43

Kecamatan Kenduruan

1.495.454.100,00

1.356.875.719,00

(138.578.381,00)

90,73

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.183.192.100,00

1.069.672.083,00

(113.520.017,00)

90,41

Belanja Pegawai

1.183.192.100,00

1.069.672.083,00

(113.520.017,00)

90,41

312.262.000,00

287.203.636,00

(25.058.364,00)

91,98

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa

29.437.000,00

21.411.500,00

(8.025.500,00)

72,74

191.575.000,00

180.295.871,00

(11.279.129,00)

94,11

32

URAIAN
Belanja Modal

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

91.250.000,00

85.496.265,00

(5.753.735,00)

93,69

Kecamatan Montong

1.384.180.054,00

1.291.270.870,00

(92.909.184,00)

93,29

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.066.030.054,00

1.015.457.290,00

(50.572.764,00)

95,26

Belanja Pegawai

1.066.030.054,00

1.015.457.290,00

(50.572.764,00)

95,26

318.150.000,00

275.813.580,00

(42.336.420,00)

86,69

32.800.000,00

21.998.000,00

(10.802.000,00)

67,07

151.600.000,00

133.115.580,00

(18.484.420,00)

87,81

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

133.750.000,00

120.700.000,00

(13.050.000,00)

90,24

Kecamatan Kerek

1.595.196.715,00

1.473.817.900,00

(121.378.815,00)

92,39

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.295.594.715,00

1.209.514.446,00

(86.080.269,00)

93,36

Belanja Pegawai

1.295.594.715,00

1.209.514.446,00

(86.080.269,00)

93,36

299.602.000,00

264.303.454,00

(35.298.546,00)

88,22

35.000.000,00

26.020.000,00

(8.980.000,00)

74,34

187.602.000,00

169.783.454,00

(17.818.546,00)

90,50

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

77.000.000,00

68.500.000,00

(8.500.000,00)

88,96

Kecamatan Tambakboyo

1.676.903.077,00

1.566.677.940,00

(110.225.137,00)

93,43

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.374.603.077,00

1.299.250.890,00

(75.352.187,00)

94,52

Belanja Pegawai

1.374.603.077,00

1.299.250.890,00

(75.352.187,00)

94,52

302.300.000,00

267.427.050,00

(34.872.950,00)

88,46

32.550.000,00

22.354.000,00

(10.196.000,00)

68,68

190.350.000,00

175.093.650,00

(15.256.350,00)

91,99

79.400.000,00

69.979.400,00

(9.420.600,00)

88,14

Kecamatan Singgahan

1.471.349.890,00

1.349.490.578,00

(121.859.312,00)

91,72

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.149.524.890,00

1.085.926.770,00

(63.598.120,00)

94,47

Belanja Pegawai

1.149.524.890,00

1.085.926.770,00

(63.598.120,00)

94,47

321.825.000,00

263.563.808,00

(58.261.192,00)

81,90

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

34.400.000,00

25.609.000,00

(8.791.000,00)

74,44

197.425.000,00

170.794.808,00

(26.630.192,00)

86,51

90.000.000,00

67.160.000,00

(22.840.000,00)

74,62

Kecamatan Parengan

1.778.990.823,00

1.670.936.388,00

(108.054.435,00)

93,93

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.480.940.823,00

1.398.292.470,00

(82.648.353,00)

94,42

Belanja Pegawai

1.480.940.823,00

1.398.292.470,00

(82.648.353,00)

94,42

298.050.000,00

272.643.918,00

(25.406.082,00)

91,48

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

28.800.000,00

12.272.000,00

(16.528.000,00)

42,61

183.250.000,00

179.771.918,00

(3.478.082,00)

98,10

86.000.000,00

80.600.000,00

(5.400.000,00)

93,72

Kecamatan Soko

1.849.802.847,00

1.735.260.921,00

(114.541.926,00)

93,81

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.558.677.847,00

1.478.207.352,00

(80.470.495,00)

94,84

Belanja Pegawai

1.558.677.847,00

1.478.207.352,00

(80.470.495,00)

94,84

291.125.000,00

257.053.569,00

(34.071.431,00)

88,30

31.000.000,00

16.476.000,00

(14.524.000,00)

53,15

180.125.000,00

166.960.969,00

(13.164.031,00)

92,69

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

80.000.000,00

73.616.600,00

(6.383.400,00)

92,02

Kecamatan Rengel

1.684.183.241,00

1.563.942.767,00

(120.240.474,00)

92,86

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.402.793.241,00

1.321.562.348,00

(81.230.893,00)

94,21

Belanja Pegawai

1.402.793.241,00

1.321.562.348,00

(81.230.893,00)

94,21

281.390.000,00

242.380.419,00

(39.009.581,00)

86,14

27.600.000,00

11.050.000,00

(16.550.000,00)

40,04

174.290.000,00

159.608.819,00

(14.681.181,00)

91,58

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

79.500.000,00

71.721.600,00

(7.778.400,00)

90,22

Kecamatan Plumpang

1.948.713.419,00

1.811.603.121,00

(137.110.298,00)

92,96

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.658.613.419,00

1.565.138.212,00

(93.475.207,00)

94,36

Belanja Pegawai

1.658.613.419,00

1.565.138.212,00

(93.475.207,00)

94,36

290.100.000,00

246.464.909,00

(43.635.091,00)

84,96

39.000.000,00

26.722.000,00

(12.278.000,00)

68,52

177.600.000,00

159.642.909,00

(17.957.091,00)

89,89

73.500.000,00

60.100.000,00

(13.400.000,00)

81,77

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

33

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

Kecamatan Widang

1.710.857.343,00

1.602.712.353,00

(108.144.990,00)

93,68

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.422.207.343,00

1.354.227.288,00

(67.980.055,00)

95,22

Belanja Pegawai

1.422.207.343,00

1.354.227.288,00

(67.980.055,00)

95,22

288.650.000,00

248.485.065,00

(40.164.935,00)

86,09

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

LEBIH/(KURANG)

37.500.000,00

17.024.000,00

(20.476.000,00)

45,40

172.650.000,00

160.520.815,00

(12.129.185,00)

92,97

78.500.000,00

70.940.250,00

(7.559.750,00)

90,37

Ketahanan Pangan

9.974.325.950,00

8.602.739.800,00

(1.371.586.150,00)

86,25

Dinas Pertanian

8.624.325.950,00

7.279.046.800,00

(1.345.279.150,00)

84,40

BELANJA LANGSUNG

8.624.325.950,00

7.279.046.800,00

(1.345.279.150,00)

84,40

Belanja Barang dan Jasa


Belanja Modal

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

143.090.000,00

129.891.500,00

(13.198.500,00)

90,78

8.481.235.950,00

7.149.155.300,00

(1.332.080.650,00)

84,29

1.350.000.000,00

1.323.693.000,00

(26.307.000,00)

98,05

1.350.000.000,00

1.323.693.000,00

(26.307.000,00)

98,05

29.650.000,00

26.525.000,00

(3.125.000,00)

89,46

620.350.000,00

600.207.000,00

(20.143.000,00)

96,75

700.000.000,00

696.961.000,00

(3.039.000,00)

99,57

11.456.530.360,00

10.934.760.618,00

(521.769.742,00)

95,45

Kecamatan Tuban

30.660.000,00

29.967.500,00

(692.500,00)

97,74

BELANJA LANGSUNG

30.660.000,00

29.967.500,00

(692.500,00)

97,74

1.500.000,00

1.087.500,00

(412.500,00)

72,50

Belanja Barang dan Jasa

29.160.000,00

28.880.000,00

(280.000,00)

99,04

Kecamatan Merakurak

27.500.000,00

27.460.250,00

(39.750,00)

99,86

BELANJA LANGSUNG

27.500.000,00

27.460.250,00

(39.750,00)

99,86

Belanja Barang dan Jasa

27.500.000,00

27.460.250,00

(39.750,00)

99,86

Kecamatan Semanding

38.750.000,00

38.112.413,00

(637.587,00)

98,35

BELANJA LANGSUNG

38.750.000,00

38.112.413,00

(637.587,00)

98,35

Belanja Barang dan Jasa

38.750.000,00

38.112.413,00

(637.587,00)

98,35

Kecamatan Palang

25.800.000,00

25.000.000,00

(800.000,00)

96,90

BELANJA LANGSUNG

25.800.000,00

25.000.000,00

(800.000,00)

96,90

Belanja Barang dan Jasa

25.800.000,00

25.000.000,00

(800.000,00)

96,90

Kecamatan Jenu

17.400.000,00

17.400.000,00

0,00

100,00

BELANJA LANGSUNG

17.400.000,00

17.400.000,00

0,00

100,00

Belanja Barang dan Jasa

17.400.000,00

17.400.000,00

0,00

100,00

Kecamatan Bancar

29.000.000,00

28.803.000,00

(197.000,00)

99,32

BELANJA LANGSUNG

29.000.000,00

28.803.000,00

(197.000,00)

99,32

Belanja Barang dan Jasa

29.000.000,00

28.803.000,00

(197.000,00)

99,32

Kecamatan Jatirogo

26.250.000,00

26.133.000,00

(117.000,00)

99,55

BELANJA LANGSUNG

26.250.000,00

26.133.000,00

(117.000,00)

99,55

Belanja Barang dan Jasa

26.250.000,00

26.133.000,00

(117.000,00)

99,55

Kecamatan Bangilan

24.000.000,00

24.000.000,00

0,00

100,00

BELANJA LANGSUNG

24.000.000,00

24.000.000,00

0,00

100,00

Belanja Barang dan Jasa

24.000.000,00

24.000.000,00

0,00

100,00

Kecamatan Grabagan

23.480.000,00

23.380.000,00

(100.000,00)

99,57

BELANJA LANGSUNG

23.480.000,00

23.380.000,00

(100.000,00)

99,57

Belanja Barang dan Jasa

23.480.000,00

23.380.000,00

(100.000,00)

99,57

Kecamatan Senori

25.000.000,00

24.575.000,00

(425.000,00)

98,30

BELANJA LANGSUNG

25.000.000,00

24.575.000,00

(425.000,00)

98,30

Belanja Barang dan Jasa

25.000.000,00

24.575.000,00

(425.000,00)

98,30

Kecamatan Kenduruan

27.500.000,00

27.300.000,00

(200.000,00)

99,27

BELANJA LANGSUNG

27.500.000,00

27.300.000,00

(200.000,00)

99,27

Belanja Barang dan Jasa

27.500.000,00

27.300.000,00

(200.000,00)

99,27

Kecamatan Montong

27.500.000,00

24.825.000,00

(2.675.000,00)

90,27

BELANJA LANGSUNG

27.500.000,00

24.825.000,00

(2.675.000,00)

90,27

Belanja Barang dan Jasa

27.500.000,00

24.825.000,00

(2.675.000,00)

90,27

Kecamatan Kerek

35.150.000,00

35.145.900,00

(4.100,00)

99,99

BELANJA LANGSUNG

35.150.000,00

35.145.900,00

(4.100,00)

99,99

Pemberdayaan Masyarakat Desa

Belanja Pegawai

34

URAIAN
Belanja Pegawai

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

6.000.000,00

5.996.000,00

Belanja Barang dan Jasa

29.150.000,00

Kecamatan Tambakboyo

24.600.000,00

BELANJA LANGSUNG

24.600.000,00

Belanja Pegawai

(4.000,00)

99,93

29.149.900,00

(100,00)

100,00

23.640.000,00

(960.000,00)

96,10

23.640.000,00

(960.000,00)

96,10

4.600.000,00

3.690.000,00

(910.000,00)

80,22

Belanja Barang dan Jasa

20.000.000,00

19.950.000,00

(50.000,00)

99,75

Kecamatan Singgahan

35.000.000,00

34.047.000,00

(953.000,00)

97,28

BELANJA LANGSUNG

35.000.000,00

34.047.000,00

(953.000,00)

97,28

Belanja Barang dan Jasa

35.000.000,00

34.047.000,00

(953.000,00)

97,28

Kecamatan Parengan

27.500.000,00

21.700.000,00

(5.800.000,00)

78,91

BELANJA LANGSUNG

27.500.000,00

21.700.000,00

(5.800.000,00)

78,91

5.800.000,00

0,00

(5.800.000,00)

0,00

Belanja Barang dan Jasa

21.700.000,00

21.700.000,00

0,00

100,00

Kecamatan Soko

27.500.000,00

25.867.250,00

(1.632.750,00)

94,06

BELANJA LANGSUNG

27.500.000,00

25.867.250,00

(1.632.750,00)

94,06

Belanja Barang dan Jasa

27.500.000,00

25.867.250,00

(1.632.750,00)

94,06

Kecamatan Rengel

25.800.000,00

25.700.000,00

(100.000,00)

99,61

BELANJA LANGSUNG

25.800.000,00

25.700.000,00

(100.000,00)

99,61

Belanja Barang dan Jasa

25.800.000,00

25.700.000,00

(100.000,00)

99,61

Kecamatan Plumpang

25.000.000,00

22.095.000,00

(2.905.000,00)

88,38

BELANJA LANGSUNG

25.000.000,00

22.095.000,00

(2.905.000,00)

88,38

2.400.000,00

1.784.000,00

(616.000,00)

74,33

Belanja Barang dan Jasa

22.600.000,00

20.311.000,00

(2.289.000,00)

89,87

Kecamatan Widang

27.500.000,00

27.490.800,00

(9.200,00)

99,97

BELANJA LANGSUNG

27.500.000,00

27.490.800,00

(9.200,00)

99,97

Belanja Barang dan Jasa


Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintah Desa, dan Keluarga
Berencana
BELANJA TIDAK LANGSUNG

27.500.000,00

27.490.800,00

(9.200,00)

99,97

10.905.640.360,00

10.402.118.505,00

(503.521.855,00)

95,38

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

6.820.971.360,00

6.708.120.675,00

(112.850.685,00)

98,35

Belanja Pegawai

6.820.971.360,00

6.708.120.675,00

(112.850.685,00)

98,35

BELANJA LANGSUNG

4.084.669.000,00

3.693.997.830,00

(390.671.170,00)

90,44

Belanja Pegawai

1.177.709.500,00

1.097.824.000,00

(79.885.500,00)

93,22

Belanja Barang dan Jasa

2.364.459.500,00

2.098.194.880,00

(266.264.620,00)

88,74

Belanja Modal

542.500.000,00

497.978.950,00

(44.521.050,00)

91,79

Statistik
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
BELANJA LANGSUNG

425.000.000,00

418.518.450,00

(6.481.550,00)

98,47

425.000.000,00

418.518.450,00

(6.481.550,00)

98,47

425.000.000,00

418.518.450,00

(6.481.550,00)

98,47

Belanja Pegawai

324.227.000,00

322.198.000,00

(2.029.000,00)

99,37

Belanja Barang dan Jasa

100.773.000,00

96.320.450,00

(4.452.550,00)

95,58

Kearsipan
Kantor Perpustakaan, Kearsipan, dan
Dokumentasi
BELANJA TIDAK LANGSUNG

3.048.872.723,00

2.882.894.083,00

(165.978.640,00)

94,56

3.048.872.723,00

2.882.894.083,00

(165.978.640,00)

94,56

1.043.740.223,00

990.440.106,00

(53.300.117,00)

94,89

Belanja Pegawai

1.043.740.223,00

990.440.106,00

(53.300.117,00)

94,89

BELANJA LANGSUNG

2.005.132.500,00

1.892.453.977,00

(112.678.523,00)

94,38

Belanja Pegawai

258.190.000,00

255.745.000,00

(2.445.000,00)

99,05

Belanja Barang dan Jasa

747.035.500,00

655.625.877,00

(91.409.623,00)

87,76

Belanja Modal

999.907.000,00

981.083.100,00

(18.823.900,00)

98,12

Komunikasi dan Informatika

1.487.374.500,00

1.312.227.721,00

(175.146.779,00)

88,22

Sekretariat Daerah

1.487.374.500,00

1.312.227.721,00

(175.146.779,00)

88,22

BELANJA LANGSUNG

1.487.374.500,00

1.312.227.721,00

(175.146.779,00)

88,22

150.129.000,00

106.069.000,00

(44.060.000,00)

70,65

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa

1.337.245.500,00

1.206.158.721,00

(131.086.779,00)

90,20

Perpustakaan
Kantor Perpustakaan, Kearsipan, dan
Dokumentasi
BELANJA LANGSUNG

820.389.500,00

796.806.323,00

(23.583.177,00)

97,13

820.389.500,00

796.806.323,00

(23.583.177,00)

97,13

820.389.500,00

796.806.323,00

(23.583.177,00)

97,13

Belanja Pegawai

263.383.000,00

249.740.000,00

(13.643.000,00)

94,82

35

URAIAN
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

ANGGARAN
247.006.500,00

REALISASI
237.592.613,00

LEBIH/(KURANG)

(9.413.887,00)

96,19

310.000.000,00

309.473.710,00

(526.290,00)

99,83

Urusan Pilihan

65.823.883.181,35

58.472.265.782,00

(7.351.617.399,35)

88,83

Pertanian

31.566.671.296,00

26.492.542.314,00

(5.074.128.982,00)

83,93

Dinas Pertanian

18.799.591.707,00

14.270.229.213,00

(4.529.362.494,00)

75,91

BELANJA TIDAK LANGSUNG

6.479.826.707,00

6.058.747.113,00

(421.079.594,00)

93,50

Belanja Pegawai

6.479.826.707,00

6.058.747.113,00

(421.079.594,00)

93,50

12.319.765.000,00

8.211.482.100,00

(4.108.282.900,00)

66,65

320.945.000,00

266.927.000,00

(54.018.000,00)

83,17

11.739.320.000,00

7.693.300.100,00

(4.046.019.900,00)

65,53

259.500.000,00

251.255.000,00

(8.245.000,00)

96,82

12.767.079.589,00

12.222.313.101,00

(544.766.488,00)

95,73

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
BELANJA TIDAK LANGSUNG

8.082.141.589,00

7.883.481.454,00

(198.660.135,00)

97,54

Belanja Pegawai

8.082.141.589,00

7.883.481.454,00

(198.660.135,00)

97,54

BELANJA LANGSUNG

4.684.938.000,00

4.338.831.647,00

(346.106.353,00)

92,61

594.737.000,00

534.088.000,00

(60.649.000,00)

89,80

Belanja Barang dan Jasa

2.777.001.000,00

2.626.602.947,00

(150.398.053,00)

94,58

Belanja Modal

1.313.200.000,00

1.178.140.700,00

(135.059.300,00)

89,72

Kehutanan

557.500.000,00

548.172.650,00

(9.327.350,00)

98,33

Dinas Pertanian

517.500.000,00

508.614.850,00

(8.885.150,00)

98,28

BELANJA LANGSUNG

517.500.000,00

508.614.850,00

(8.885.150,00)

98,28

12.415.000,00

12.113.000,00

(302.000,00)

97,57

505.085.000,00

496.501.850,00

(8.583.150,00)

98,30

40.000.000,00

39.557.800,00

(442.200,00)

98,89

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
BELANJA LANGSUNG

40.000.000,00

39.557.800,00

(442.200,00)

98,89

Belanja Pegawai

12.325.000,00

12.000.000,00

(325.000,00)

97,36

Belanja Barang dan Jasa

27.675.000,00

27.557.800,00

(117.200,00)

99,58

Energi dan Sumberdaya Mineral

4.459.696.646,00

4.227.816.725,00

(231.879.921,00)

94,80

Dinas Pertambangan dan Energi

4.459.696.646,00

4.227.816.725,00

(231.879.921,00)

94,80

BELANJA TIDAK LANGSUNG

2.471.196.646,00

2.337.279.026,00

(133.917.620,00)

94,58

Belanja Pegawai

2.471.196.646,00

2.337.279.026,00

(133.917.620,00)

94,58

BELANJA LANGSUNG

1.988.500.000,00

1.890.537.699,00

(97.962.301,00)

95,07

Belanja Pegawai

211.842.000,00

206.766.000,00

(5.076.000,00)

97,60

Belanja Barang dan Jasa

918.158.000,00

870.318.799,00

(47.839.201,00)

94,79

Belanja Modal

858.500.000,00

813.452.900,00

(45.047.100,00)

94,75

Pariwisata

3.140.000.000,00

3.051.901.000,00

(88.099.000,00)

97,19

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

3.140.000.000,00

3.051.901.000,00

(88.099.000,00)

97,19

BELANJA LANGSUNG

3.140.000.000,00

3.051.901.000,00

(88.099.000,00)

97,19

19.310.000,00

13.550.000,00

(5.760.000,00)

70,17

920.690.000,00

858.556.150,00

(62.133.850,00)

93,25

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal

2.200.000.000,00

2.179.794.850,00

(20.205.150,00)

99,08

Kelautan dan Perikanan

13.494.617.263,00

11.715.357.609,00

(1.779.259.654,00)

86,82

Dinas Perikanan dan Kelautan

13.494.617.263,00

11.715.357.609,00

(1.779.259.654,00)

86,82

BELANJA TIDAK LANGSUNG

3.048.321.263,00

2.867.566.734,00

(180.754.529,00)

94,07

Belanja Pegawai

3.048.321.263,00

2.867.566.734,00

(180.754.529,00)

94,07

10.446.296.000,00

8.847.790.875,00

(1.598.505.125,00)

84,70

BELANJA LANGSUNG
Belanja Pegawai

177.798.000,00

172.886.000,00

(4.912.000,00)

97,24

Belanja Barang dan Jasa

3.350.282.500,00

2.940.545.425,00

(409.737.075,00)

87,77

Belanja Modal

6.918.215.500,00

5.734.359.450,00

(1.183.856.050,00)

82,89

Perdagangan

9.239.807.500,00

9.171.802.845,00

(68.004.655,00)

99,26

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

9.239.807.500,00

9.171.802.845,00

(68.004.655,00)

99,26

BELANJA LANGSUNG

9.239.807.500,00

9.171.802.845,00

(68.004.655,00)

99,26

61.400.000,00

59.532.000,00

(1.868.000,00)

96,96

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa

739.820.000,00

717.473.000,00

(22.347.000,00)

96,98

Belanja Modal

8.438.587.500,00

8.394.797.845,00

(43.789.655,00)

99,48

Industri

3.305.590.476,35

3.226.439.739,00

(79.150.737,35)

97,61

36

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

3.305.590.476,35

3.226.439.739,00

(79.150.737,35)

97,61

BELANJA LANGSUNG

3.305.590.476,35

3.226.439.739,00

(79.150.737,35)

97,61

534.625.000,00

524.875.000,00

(9.750.000,00)

98,18

2.770.965.476,35

2.701.564.739,00

(69.400.737,35)

97,50

Ketransmigrasian

60.000.000,00

38.232.900,00

(21.767.100,00)

63,72

Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja

60.000.000,00

38.232.900,00

(21.767.100,00)

63,72

BELANJA LANGSUNG

60.000.000,00

38.232.900,00

(21.767.100,00)

63,72

Belanja Barang dan Jasa

60.000.000,00

38.232.900,00

(21.767.100,00)

63,72

187.292.756.533,06

187.005.117.499,19

(287.639.033,87)

99,85

184.273.733.033,06

184.273.733.033,06

0,00

100,00

2.639.750.000,00

2.498.081.755,08

(141.668.244,92)

94,63

379.273.500,00

233.302.711,05

(145.970.788,95)

61,51

65.579.408.288,72

64.224.608.288,72

(1.354.800.000,00)

97,93

61.985.443.288,72

61.985.443.288,72

0,00

100,00

3.578.800.000,00

2.224.000.000,00

(1.354.800.000,00)

62,14

15.165.000,00

15.165.000,00

0,00

100,00

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa

LEBIH/(KURANG)

PEMBIAYAAN DAERAH
Urusan Wajib
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum,
Administrasi Keuangan Daerah,
Perangkat
Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah
PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
Anggaran Sebelumnya
Penerimaan Kembali Pemberian
Pinjaman
Penerimaan Piutang Daerah
PENGELUARAN PEMBIAYAAN
DAERAH
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah
Daerah
Pembayaran Pokok Utang

37

BAB III
IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
3.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Kinerja Keuangan
Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan ini mengungkapkan pencapaian kinerja Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah berupa gambaran realisasi pencapaian Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah.
Pengukuran kinerja merupakan analisis data serta pengendalian bagi pemerintah daerah,
Pengukuran kinerja digunakan untuk melakukan perbaikan pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah pada
tahun-tahun yang akan datang serta memberikan informasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD
kepada publik maupun investor. Bagi Investor informasi mengenai kinerja keuangan dapat digunakan
untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi atau mencari alternatif lain. Selain itu
pengukuran kinerja juga dilakukan untuk memperlihatkan kepada masyarakat secara umum bahwa
pemerintah daerah memiliki kreditibilitas yang baik dalam pengelolaan keuangan.
Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai performing measurement (pengukuran kinerja) adalah
kualifikasi dan efisiensi organisasi atau segmen atau keefektifan dalam pelaksanaan APBD selama periode
akuntansi. Dengan demikian pengertian kinerja adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan untuk
mengevaluasi efisien dan efektivitas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang telah
dilaksanakan dalam satu periode akuntansi.
a) Ikhtisar Pencapaian Kinerja Pendapatan Daerah.
Pendapatan daerah yang digunakan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan didapatkan
dari berbagai sumber pendapatan yaitu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan
dan Lain-lain pendapatan Daerah Yang Sah.
Pendapatan Daerah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai,
penganggaran pendapatan daerah tersebut sangat mempengaruhi terhadap pelaksanaan belanja daerah,
karena belanja daerah harus didukung oleh kepastian tersediannya penerimaan dalam jumlah yang
cukup untuk membiayai belanja daerah.
Pada tahun anggaran 2013 Anggaran Pendapatan Daerah sebesar Rp1.485.964.263.823,71 terealisir
sebesar Rp1.526.016.153.880,56 melebihi target anggaran sebesar Rp40.051.890.056,85 atau 102,70,
maka secara umum pencapaian kinerja pendapatan daerah berhasil sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.
GRAFIK 3.1
TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN DAERAH

38

Berdasarkan grafik tersebut dapat dijelaskan bahwa kontribusi pendapatan Asli Daerah
terhadap Pendapatan Daerah hanya sebesar 14,88 prosen, sedangkan kontribusi Dana Perimbangan
66,44 prosen dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah sebesar 18,71 prosen, dengan demikian
ketergantungan Pemerintah Daerahkepada Pemerintah Pusat masih sangat tinggi sehingga Pemerintah
Daerah diharapkan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
GRAFIK 3.2
TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH DAERAH
TAHUN ANGGARAN 2013

Komponen Pajak Daerah memberikan kontribusi terbesar pada Pendapatan Asli Daerah
sedangkan komponen kedua yang terbesar adalah Lain-lain Pendapatan Asil Daerah, namun di dalam
realisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah di dalamnya termasuk realisasi Pendapatan dari BLUD
(1) Perbandingan Pendapatan Daerah
Perkembangan pendapatan daerah selama tahun 2012-2013 dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel 3.1
Perkembangan Pendapatan Daerah Tahun 2012-2013

Tahun

Rencana Pendapatan Daerah

Realisasi Pendapatan Daerah

2012

1.313.148.661.726,33

1.370.241.702.332,46

104.35

2013

1.485.964.263.823,71

1.526.016.153.880,56

102.70

%4

Realisasi Pendapatan Daerah pada tahun 2013 mengalami peningkatan yang signifikan
sebesar 11,37% dari tahun 2012 atau sebesar Rp. 155.774.451.548,10.
Sumber pendapatan daerah tahun 2013 yang terbesar sebagaimana tahun-tahun
sebelumnya masih tetap berasal dari Dana Perimbangan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat
ketergantungan Pemerintah Daerah terhadap Pemerintah Pusat dalam membiayai pembangunan
di daerah masih sangat besar.Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut, salah
satu diantaranya karena sumber penerimaan yang bersifat strategis tetap menjadi kewenangan
39

pemerintah pusat atau pemerintah provinsi. Namun demikian, dibandingkan dengan tahun 2012
prosentase dana perimbangan terhadap sumber pendapatan yang lain pada tahun 2013 mengalami
penurunan sebesar 3,31%.
Grafik 3.3.
Perbandingan Kontribusi Pendapatan Daerah
(PAD, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang sah)

Adapun Sumber-sumber pendapatan daerah berdasarkan jenisnya terdiri dari :


(a) Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan penerimaan daerah yang berasal dari
obyek pendapatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah yang terdiri dari pajak
daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain
pendapatan asli daerah yang sah.
Grafik 3.4.
Perbandingan Pendapatan Asli Daerah
(Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan
Lain-lain PAD Yang Sah)

Adapun Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2012 -2013 sebagaimana data pada
tabel dibawah ini :

40

Tabel 3.2
Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2012-2013
Tahun
1

Target ( Rp. )
2

2012
2013

159.595.626.004,33
210.513.035.092,16

Realisasi ( Rp. )
3

%
4

192.499.442.880,46
227.120.525.357,56

120,62
107,89

Realisasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar


17,99% dari tahun 2012 atau sebesar Rp. 34.621.082.477,10. Sedangkan pada tahun 2013
realisasi PAD melampaui 7,89% dari target yang ditetapkan.
Pendapatan Asli Daerah bersumber dari :

Pendapatan Pajak Daerah


Pendapatan Asli Daerah dari pajak daerah pada tahun 2013 realisasinya melampaui
14,80% dari target pajak yang ditetapkan.
Adapun secara rinci data perkembangan Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2012 -2013
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.3
Perkembangan Target & Realisasi Pajak Daerah
Tahun 2012 -2013
Target ( Rp. )
Realisasi ( Rp. )
Tahun
1
2
3
2012
2013

71.580.446.517,00
116.521.955.921,50

90.594.010.661,62
133.770.276.946,55

%
4
126,56
114,80

Pada tahun 2013realisasi Pajak Daerah mengalami peningkatan sebesar 47,66% dari
tahun 2012 atau sebesar Rp. 43.176.266.284,93. Secara nominal jenis pajak daerah
yang mengalami kenaikan terbesar berturut-turut yaitu Pajak Penerangan Jalan, Pajak
Mineral, Bukan Logam dan Batuan, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan
Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

Hasil Retribusi Daerah


Perkembangan target dan realisasi retribusi daerah selama Tahun 2012 2013 adalah
sebagaimana tabel berikut :

Tahun
1
2012
2013

Tabel 3. 4
Perkembangan Target dan Realisasi Retribusi
Tahun 2012-2013
Target ( Rp. )
Realisasi ( Rp. )
2
3
16.005.816.240,00
16.825.051.655,00

17.900.390.797,00
19.241.521.369,00

%
4
111,84
114,36

Pada tahun 2013 realisasi retribusi daerah mengalami peningkatan sebesar 7,49% dari
tahun 2012 atau sebesar Rp. 1.341.130.572,00.

41

Hasil pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan


Perkembangan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tahun 2012-2013
dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.5
Perkembangan Target dan Realisasi Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Tahun 2012 -2013
Tahun
1

Target ( Rp. )
2

Realisasi ( Rp. )
3

%
4

2012
2013

14.440.021.363,44
9.465.934.317,26

14.440.021.363,44
9.465.934.352,26

100,00
100,00

Selama tahun 2012-2013 Realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang


Dipisahkan dapat direalisasi 100% sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah


Perkembangan Penerimaan Lain Lain PAD Yang Sah tahun 2012 - 2013 dapat dilihat
sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.6
Perkembangan Penerimaan Lain Lain Pendapatan
Asli Daerah Yang Sah Tahun 2012 2013
Tahun
1

Target ( Rp. )
2

Realisasi ( Rp. )
3

%
4

2012
2013

57.569.341.883,89
67.700.093.198,40

69.565.020.058,40
64.642.792.689,75

120,84
95,48

Apabila dibandingkan dengan tahun 2012 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
pada Tahun 2013mengalami penurunan7,08% atau sebesar Rp.4.922.227.368,65. Hal
ini dapat terjadi karena Pendapatan dari BLUD sebagai komponen pendapatan terbesar
tidak tercapai sebagaimana target yang telah ditetapkan, disebabkan oleh klaim
Jamkesmas yang belum dapat direalisasikan dan menjadi piutang daerah.
(b) Dana Perimbangan
Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang
dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan
desentralisasi. Dana Perimbangan bertujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara
Pemerintah dan Pemerintahan Daerah dan antar Pemerintah Daerah. Besaran alokasi dana
perimbangan disalurkan berdasarkan indikator-indkator wilayah otonomi daerah.
Sampai dengan saat ini dana perimbangan masih merupakan sumber pendanaan
utama bagi Pemerintah Kabupaten Tuban dalam membiayai pembangunan daerah. Dana
perimbangan terdiri dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi
Khusus (DAK).
Perkembangan Realisasi Dana Perimbangan Kabupaten Tuban tahun 2012-2013
dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :

42

Tabel 3.7
Realisasi Dana Perimbangan Kabupaten Tuban
Tahun 2012 -2013
Tahun
1
2012
2013

Bagi Hasil Pajak


( Rp. )
2
113.830.966.163,00
87.193.652.039,00

Bagi Hasil Bukan


Pajak (Rp. )
3

Dana Alokasi
Umum (Rp.)
4

25.099.858.041,00 757.906.831.000,00
27.570.013.842,00 849.399.312.000,00

Dana Alokasi
Khusus ( Rp. )
5
49.806.830.000,00
49.173.770.000,00

Gambaran perkembangan komponen dana perimbangan adalah sebagai berikut :


Grafik 3.5.
Perbandingan Dana Perimbangan
(DBH Pajak, DBH Bukan Pajak, DAU dan DAK)

Adapun penjelasan sumber-sumber dari Dana Perimbangan secara lengkap dapat dijelaskan
sebagai berikut:

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak


Perkembangan Dana Perimbangan dari Bagi Hasil Pajak Tahun 2012 -2013 sebagai
berikut :
Tabel 3.8
Perkembangan Bagi Hasil Pajak Tahun 2012 -2013
Tahun
1

Target ( Rp. )
2

2012
2013

99.838.893.373,00
74.248.536.799,00

Realisasi ( Rp. )
3
113.830.966.163,00
87.193.652.039,00

%
4
114,01
117,43

Selama tahun 2012-2013 Realisasi Bagi Hasil Pajak mengalami penurunan


sebesar Rp. 26.637.314.124,00 atau 23,40% dari tahun 2012. Dan pada tahun 2012
realisasi Bagi Hasil Pajak dapat melampaui 17,43% dari target yang ditetapkan.
Dari total nilai hasil Bagi Pajak tersebut diatas, Pajak Bumi dan Bangunan
(PBB) merupakan bagian terbesar dari penerimaan Bagi Hasil Pajak. Pemungutan PBB
ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat yangmelibatkan Pemerintah Daerah sampai pada
aparat di tingkat desa. Adapun perkembangan Pajak Bumi dan Bangunan Tahun 2012 2013 adalah sebagai berikut :
43

Tabel 3.9
Perkembangan PBB Tahun 2012 -2013
Tahun
1

Target ( Rp. )
2

Realisasi ( Rp. )
3

%
4

2012
2013

83.500.000.000,00
48.124.447.000,00

81.813.684.885,00
58.443.013.053,00

97,98
121,44

Perkembangan Pendapatan Daerah dari Bagi Hasil Bukan Pajak tahun 2012-2013
adalah sebagai berikut :
Tabel 3.10
Perkembangan Bagi Hasil Bukan Pajak Tahun 2012 2013
Tahun
Target ( Rp. )
Realisasi ( Rp. )
%
1
2
3
4
2012
20.601.033.369,00
25.099.858.041,00
121,84
2013
21.999.474.616,55
27.570.013.842,00
125,32

Dana Alokasi Umum


Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan salah satu transfer dana Pemerintah
kepada Pemerintah Daerah yang bersumber dari pendapatan APBN, yang dialokasikan
dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai
kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. DAU bersifat Block
Grant yang berarti penggunaannya diserahkan kepada daerah sesuai dengan prioritas
dan kebutuhan daerah untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka
pelaksanaan otonomi daerah.
Besar DAU ditetapkan sesuai dengan imbangan kewenangan kabupaten
melalui tahapan perhitungan dan formula yang sama sesuai indikator-indikator tertentu
bagi seluruh daerah di Indonesia.
Perkembangan Dana Alokasi Umum Kabupaten Tuban tahun 2012-2013 adalah sebagai
berikut :
Tabel 3.11
Data Realisasi Dana Alokasi Umum Kabupaten Tuban
Tahun 2012 -2013
Tahun
Dana Alokasi Umum (DAU)
( Rp.)
2012
757.906.831.000,00
2013
849.399.312.000,00
Apabila dibandingkan perkembangan realisasi DAU tahun 2012 dengan tahun 2013
mengalamikenaikan sebesar 12,07 %.

Dana Alokasi Khusus


Dana alokasi Khusus adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN
yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai
kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
Besaran DAK ditetapkan setiap tahun dalam APBN melalui mekanisme pengalokasian
berdasarkan kriteria umum, kriteria khusus dan kriteria teknis. Penghitungan alokasi
44

DAK dilakukan melalui Alokasi DAK per daerah yang besarannya berbeda setiap tahun
dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan.
Perkembangan Dana Alokasi Khusus Kabupaten Tuban tahun 2012 -2013 adalah
sebagai berikut :
Tabel 3.12
Data Realisasi Dana Alokasi Khusus Kabupaten Tuban
Tahun 2012 -2013
Dana Alokasi Khusus
Tahun
( Rp. )
2012
49.806.830.000,00
2013
49.173.770.000,00
Apabila dibandingkan perkembangan realisasi DAK tahun 2012 dengan tahun 2013
mengalamipenurunan sebesar 1,27 %.
(c) Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Pendapatan Daerah yang berasal dari Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya, Dana
Penyesuaian dan Otonomi Khusus serta Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah
Daerah Lainya.
Perkembangan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Kabupaten Tuban tahun 2012 -2013
adalah sebagai berikut :
Tabel 3.13
Data Realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Kabupaten Tuban Tahun 2012-2013
Tahun
2012
2013

Lain-lain Pendapatan daerah Yang Sah


(Rp)
231.106.677.531,00
285.558.880.642,00

Apabila dibandingkan dengan realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah tahun 2012,
pada tahun 2013 mengalamipenurunan sebesar 23,56 %.
b) Ikhtisar Pencapaian Kinerja Belanja Daerah.
Belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan
urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama
antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan
ketentuan perundang-undangan.
Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam melaksanakan Belanja Daerah
tahun 2013 pada dasarnya berprinsip efektif, efisien, ekonomis dan akuntabelserta sesuai dengan
peraturan perundang undangan yang berlaku.
Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam melaksanakan Belanja Daerah
tahun 2013 pada dasarnya berprinsip efektif, efisien, ekonomis dan akuntabelserta sesuai dengan
peraturan perundang undangan yang berlaku.
Kebijakan Belanja tahun 2013 adalah sebagai berikut:

- Pemenuhan prioritas kebutuhan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah guna membiayai program
dan kegiatan prioritas dalam upaya pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik;
- Pemenuhan belanja yang tidak bisa tertunda seperti Gaji Pegawai dan Belanja Tidak Langsung yang
lainnya;
45

- Prioritas terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.


- Mengalokasikan Bantuan Keuangan dari APBD Provinsi Jawa Timur;
- Mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau
(DHBCHT) sesuai dengan petunjuk teknis dari kementerian terkait;
Belanja Daerah menurut Permendagri 13 tahun 2006 yang diubah kedua kali dengan
Permendagri 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri dari 2 (dua)
klasifikasi belanja menurut kelompok belanja, yaitu Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.
Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait langsung dengan
pelaksanaan program dan kegiatan. Sedangkan belanja langsung merupakan belanja yang terkait
langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.
Perkembangan Belanja Daerah tahun 2012 - 2013 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.14
Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 2012
Belanja Tak Langsung (Rp.)
Anggaran
Realisasi
3

No

Tahun

2012

872.460.664.148,08

827.254.781.706,92

2013

974.364.039.503,70

919.459.846.543,02

Belanja Langsung (Rp.)


Anggaran
Realisasi
4

95
94

634.115.896.139,37

551.778.257.875,46

87

632.013.777.488,35

570.368.094.369,10

90

Tabel 3.15
Realisasi Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2012 2013
No

Uraian Belanja

1
2
3
3
4
5
6
7
8

Belanja Pegawai
Belanja Bunga
Belanja Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bagi Hasil
Belanja Bantuan Keuangan
Belanja Tidak Terduga
Belanja transfer / Bagi Hasil
ke Desa
JUMLAH

Tahun 2012

Tahun 2013

Anggaran

Realisasi
3

Anggaran
4

Realisasi

759.221.857.997,09
4.533.913,75
27.432.350.000,00
6.024.840.000,00
7.294.304.866,70
63.965.270.000,00
8.517.507.370,54
-

728.181.583.703,29
4.533.913,75
27.282.150.000,00
6.024.840.000,00
5.199.050.113,88
59.947.078.515,00
615.545.461,00
-

836.851.045.085,67
974.481,90
26.681.964.750,00
13.597.700.000,00
11.781.973.743,75
74.607.271.915,00
10.843.109.527,38
-

797.586.148.667,48
974.481,90
26.013.940.000,00
13.390.674.400,00
11.562.842.728,64
70.901.732.965,00
3.533.300,00
-

872.460.664.148,08

827.254.781.706,92

974.364.039.503,70

919.459.846.543,02

Tabel 3.16
Realisasi Belanja Langsung Tahun Anggaran 2012 2013
No

Uraian Belanja

1
2
3

Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
JUMLAH

Tahun 2012
Anggaran

Tahun 2013
Realisasi
3

Anggaran
4

Realisasi

26.383.052.150,00
321.145.082.895,37
286.587.761.094,00

23.604.325.680,00
282.677.447.058,79
245.496.485.136,67

37.405.613.000,00
300.147.856.156,35
294.460.308.332,00

33.689.213.160,00
269.526.087.266,10
267.152.793.943,00

634.115.896.139,37

551.778.257.875,46

632.013.777.488,35

570.368.094.369,10

46

Komposisi belanja daerah padatahun 2013 dari seluruh belanja yang dialokasikan
Pemerintah Kabupaten Tuban untuk membiayai pembangunan daerah, digunakan untuk membiayai
belanja pegawai sebesar 55,80 sedangkan belanja barang/jasa dan belanja modal masing-masing
sebesar 18,09% dan 17,09%. Dari seluruh belanja barang dan jasa selama tahun 2013, sebesar 22,23%
merupakan pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan barang dan jasa yang dihibahkan kepada
masyarakat atau pihak ketiga dan bantuan sosial.
Grafik 3.5.
Perbandingan Anggaran dan Realisasi Belanja Tak Langsung dan Belanja Langsung)
Tahun Anggaran 2013

1.800.000.000.000
BELANJA TAK LANGSUNG
ANGGARAN

1.600.000.000.000
1.400.000.000.000

BELANJA TAK LANGSUNG


REALISASI

1.200.000.000.000

BELANJA LANGSUNG
ANGGARAN

1.000.000.000.000
800.000.000.000

BELANJA LANGSUNG
REALISASI

600.000.000.000

JUMLAH ANGGARAN

400.000.000.000
200.000.000.000

JUMLAH REALISASI

000
1

Berdasarkan grafik tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa Perbandingan Belanja Langsung
sebesar Rp919.459.846.543,02terhadap Belanja Langsung sebesar Rp570.368.094.369,10
atau62,03%
Gambaran Kinerja Keuangan Berdasarkan Program-program pada SKPD di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun 2013 sebagaimana tabel berikut :
TABEL 3.17
ANGGARAN DAN REALISASI PROGRAM-PROGRAM
PER SKPD DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2013

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA


Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

3.832.300.000,00

3.485.689.901,00

90,96

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

2.586.700.000,00

2.268.918.400,00

87,71

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

1.679.755.000,00

1.661.713.750,00

98,93

11.000.000,00

8.934.200,00

81,22

2.798.190.000,00

2.652.207.625,00

94,78

62.469.548.760,00

53.758.080.659,00

86,05

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan
Program Pendidikan Anak Usia Dini
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

47

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

Program Pendidikan Menengah

25.839.959.400,00

22.574.673.600,00

87,36

Program Pendidikan Non Formal

5.966.600.000,00

5.868.988.800,00

98,36

110.000.000,00

96.680.613,00

87,89

1.085.000.000,00

745.200.000,00

68,68

754.000.000,00

596.451.947,00

79,11

79.615.000,00

79.615.000,00

100,00

2.145.000.000,00

948.700.000,00

44,23

Program Pengembangan dan Ketahanan Nilai Budaya

859.514.000,00

825.919.450,00

96,09

Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan

575.000.000,00

544.697.500,00

94,73

Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga

322.000.000,00

282.380.000,00

87,70

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga

350.000.000,00

205.000.000,00

58,57

111.464.182.160,00

96.603.851.445,00

86,67

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2.124.029.000,00

1.579.929.270,00

74,38

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

2.837.500.000,00

2.693.201.701,00

94,91

270.275.000,00

244.617.350,00

90,51

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

25.000.000,00

23.085.000,00

92,34

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

20.000.000,00

14.911.750,00

74,56

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

5.138.555.000,00

5.098.877.855,00

99,23

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

3.466.968.500,00

3.349.926.725,00

96,62

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1.621.778.500,00

1.611.772.650,00

99,38

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

180.000.000,00

162.297.854,00

90,17

Program Pengembangan Lingkungan Sehat

306.000.000,00

266.773.650,00

87,18

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

495.000.000,00

427.010.025,00

86,26

Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

280.000.000,00

257.450.150,00

91,95

3.544.973.775,00

3.449.834.275,00

97,32

21.291.243.000,00

19.977.877.567,00

93,83

65.000.000,00

64.073.000,00

98,57

41.666.322.775,00

39.221.638.822,00

94,13

Program Pendidikan Luar Biasa


Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
Program Pengembangan dan Ketahanan Nilai Budaya
Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan
Pemanfaatan Tanah

JUMLAH

DINAS KESEHATAN

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan


Prasarana Puskesmas/Puskemas Pembantu dan Jaringannya
Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia
JUMLAH
RSUD DR. R KOESMA TUBAN
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

6.141.377.000,00

5.368.134.878,00

87,41

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

330.298.000,00

304.044.482,00

92,05

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

252.933.250,00

206.802.000,00

81,76

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

250.000.000,00

187.100.600,00

74,84

1.701.045.000,00

1.467.357.852,00

86,26

519.313.000,00

384.324.967,00

74,01

36.162.096.847,00

32.912.598.855,63

91,01

1.288.300.000,00

1.191.114.685,00

92,46

224.930.000,00

52.409.156,00

23,30

320.000.000,00

319.626.056,00

99,88

47.190.293.097,00

42.393.513.531,63

89,84

Program Upaya Kesehatan Masyarakat


Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana
Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah
Sakit Mata
Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah
Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit
Mata
Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia
JUMLAH
DINAS PEKERJAAN UMUM
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

1.907.500.000,00

1.743.733.544,00

91,41

26.341.332.650,00

25.614.435.750,00

97,24

384.000.000,00

369.016.900,00

96,10

11.000.000,00

10.224.000,00

92,95

34.392.641.600,00

31.942.642.450,00

92,88

Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong

4.871.328.500,00

4.790.716.750,00

98,35

Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong

2.835.000.000,00

2.706.292.500,00

95,46

45.244.618.930,00

42.968.354.730,00

94,97

Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

48

SKPD/PROGRAM
Program Penerangan Jalan Kota

ANGGARAN

REALISASI

8.491.662.000,00

8.211.942.455,00

96,71

13.116.940.750,00

12.428.995.950,00

94,76

Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku

1.400.000.000,00

1.363.753.200,00

97,41

Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai,


danau dan Sumber Daya Air Lainnya

2.500.000.000,00

2.454.798.950,00

98,19

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi,


Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

Program Pengendalian Banjir

9.587.757.500,00

9.307.606.650,00

97,08

63.553.834.050,00

60.200.856.450,00

94,72

9.983.651.750,00

9.281.043.700,00

92,96

505.000.000,00

428.431.500,00

84,84

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1.975.000.000,00

1.870.906.180,00

94,73

Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)


Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan
Pemanfaatan Tanah
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan
Keuangan Daerah
JUMLAH

1.980.000.000,00

1.949.515.950,00

98,46

2.200.000.000,00

853.754.966,00

38,81

15.000.000,00

10.825.000,00

72,17

231.296.267.730,00

218.507.847.575,00

94,47

450.000.000,00

402.333.800,00

89,41

30.000.000,00

26.599.000,00

88,66

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

873.925.000,00

812.713.550,00

93,00

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

482.500.000,00

453.240.102,00

93,94

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

12.700.000,00

12.225.000,00

96,26

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

9.985.550,00

90,78

Program Pengembangan Data dan Informatika

410.000.000,00

388.660.600,00

94,80

Program Kerjasama Pembangunan

150.000.000,00

126.561.300,00

84,37

Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan


Pembangunan Daerah

125.000.000,00

120.933.500,00

96,75

1.113.295.000,00

1.072.487.722,00

96,33

800.000.000,00

759.409.900,00

94,93

Program Perencanaan Sosial dan Budaya


Program Perancanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya
Alam
Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah

1.180.000.000,00

1.158.543.200,00

98,18

710.000.000,00

646.311.700,00

91,03

425.000.000,00

418.518.450,00

98,47

JUMLAH

6.773.420.000,00

6.408.523.374,00

94,61

Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan


Program Pengembangan Perumahan
Program Lingkungan Sehat Perumahan

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH


Program Perencanaan Tata Ruang
Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Program Perencanaan Pembangunan Daerah


Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi

DINAS PERHUBUNGAN
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas
LLAJ
Pogram Peningkatan Pelayanan Angkutan

945.355.000,00

848.241.904,00

89,73

1.257.100.000,00

1.227.018.565,00

97,61

164.000.000,00

157.233.800,00

95,87

11.000.000,00

9.830.000,00

89,36

635.000.000,00

630.539.325,00

99,30

780.000.000,00

734.686.500,00

94,19

1.278.000.000,00

1.261.768.500,00

98,73

260.000.000,00

259.138.500,00

99,67

5.330.455.000,00

5.128.457.094,00

96,21

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

405.520.000,00

325.194.158,00

80,19

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

195.000.000,00

159.106.125,00

81,59

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

12.500.000,00

9.050.000,00

72,40

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

9.047.500,00

82,25

350.000.000,00

340.108.000,00

97,17

805.000.000,00

681.317.000,00

84,64

200.000.000,00

185.272.900,00

92,64

Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas


Program Peningkatan Kelayakan Pengoperasian Kendaraan
Bermotor
JUMLAH

BADAN LINGKUNGAN HIDUP

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan


Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan
Hidup
Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam

49

SKPD/PROGRAM
Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber
Daya Alam dan Lingkungan Hidup

ANGGARAN

REALISASI

305.000.000,00

253.456.500,00

83,10

2.284.020.000,00

1.962.552.183,00

85,93

1.161.750.000,00

1.111.926.718,00

95,71

439.100.000,00

418.135.915,00

95,23

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

28.050.000,00

26.350.000,00

93,94

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.256.000,00

93,24

Program Penataan Administrasi Kependudukan

5.319.327.100,00

4.504.385.421,00

84,68

JUMLAH

6.959.227.100,00

6.071.054.054,00

87,24

JUMLAH

DINAS KEPENDUDUKAN DAN CAPIL


Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA


Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

793.000.000,00

690.263.554,00

87,04

1.400.357.000,00

1.354.683.301,00

96,74

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

19.400.000,00

19.000.000,00

97,94

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.249.850,00

93,18

375.000.000,00

351.678.000,00

93,78

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil


(KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Lainnya
Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

363.940.000,00

343.650.900,00

94,43

Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

175.000.000,00

151.008.800,00

86,29

Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo

200.000.000,00

192.930.000,00

96,47

Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks


Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya)

250.000.000,00

241.631.750,00

96,65

Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

420.000.000,00

413.778.000,00

98,52

Pengelolaan Areal Pemakaman

45.000.000,00

44.998.785,00

98,52

Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

70.000.000,00

66.035.287,00

94,34

Program Peningkatan Kesempatan Kerja


Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga
Ketenagakerjaan
Program Transmigrasi Regional

1.657.500.000,00

1.593.450.000,00

96,14

210.000.000,00

205.080.200,00

97,66

60.000.000,00

38.232.900,00

63,72

JUMLAH

6.050.197.000,00

5.716.671.327,00

94,49

950.000.000,00

796.620.000,00

83,85

DINAS PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA


Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan
Pemanfaatan Tanah
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1.460.450.000,00

1.276.345.769,00

87,39

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

857.000.000,00

803.067.836,00

93,71

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

144.230.000,00

141.690.900,00

98,24

11.000.000,00

3.832.000,00

34,84

145.000.000,00

112.688.950,00

77,72

60.000.000,00

57.669.950,00

96,12

Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

305.000.000,00

295.157.910,00

96,77

Program Pengembangan Nilai Budaya

200.000.000,00

156.604.000,00

78,30

Program Pengelolaan Kekayaan Budaya

912.000.000,00

889.696.150,00

97,55

Program Pengelolaan Keragaman Budaya

325.000.000,00

276.849.500,00

85,18

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata

100.000.000,00

95.797.700,00

95,80

2.940.000.000,00

2.869.964.800,00

97,62

100.000.000,00

86.138.500,00

86,14

60.000.000,00

57.804.600,00

96,34

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan
Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan
Kompetitif Usaha Kecil Menengah
Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha
Mikro Kecil Menengah

Program Pengembangan Destinasi Pariwisata


Program Pengembangan Kemitraan Pariwisata
Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan
Perdagangan
Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

8.592.307.500,00

8.544.932.350,00

99,45

Program Pembinaan Pedagang Kakilima dan Asongan

115.000.000,00

113.470.200,00

98,67

Pengembangan sarana perdagangan

200.000.000,00

188.449.795,00

94,22

Penigkatan dan pengembangan usaha perdagangan

272.500.000,00

267.145.900,00

98,04

50

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi

469.473.368,00

447.774.850,00

95,38

Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

2.796.117.108,35

2.739.033.654,00

97,96

40.000.000,00

39.631.235,00

99,08

21.055.077.976,35

20.260.366.549,00

96,23

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

299.000.000,00

251.587.500,00

84,14

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

171.000.000,00

134.984.036,00

78,94

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Program Penataan Struktur Industri


JUMLAH
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

107.500.000,00

105.517.500,00

98,16

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

95.000.000,00

72.317.940,00

76,12

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

7.618.000,00

69,25

1.111.440.000,00

1.025.924.405,00

92,31

434.125.000,00

349.906.780,00

80,60

2.229.065.000,00

1.947.856.161,00

87,38

KANTOR KESATUAN BANGSA DAN PERLINDUNGAN


MASYARAKAT
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

313.729.500,00

252.787.230,00

80,57

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

294.000.000,00

279.827.059,36

95,18

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

11.700.000,00

7.975.000,00

68,16

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

5.279.150,00

47,99

3.250.979.500,00

3.153.528.950,00

97,00

145.000.000,00

96.990.600,00

66,89

596.440.000,00

534.747.100,00

89,66

98.358.000,00

87.369.500,00

88,83

279.733.000,00

228.504.510,00

81,69

5.000.940.000,00

4.647.009.099,36

92,92

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH


Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan
Pemanfaatan Tanah
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

100.000.000,00

27.174.500,00

27,17

325.393.000,00

272.141.693,00

83,63

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

359.000.000,00

334.636.888,00

93,21

8.000.000,00

6.000.000,00

75,00

11.000.000,00

3.166.000,00

28,78

467.229.500,00

408.676.456,00

87,47

504.621.000,00

251.482.850,00

49,84

291.200.000,00

244.615.000,00

84,00

2.066.443.500,00

1.547.893.387,00

74,91

50.000.000,00

45.046.800,00

90,09

396.000.000,00

381.210.500,00

96,27

Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan


Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak
Kriminal
JUMLAH

Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan


Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak
Kriminal
Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan
Program Pendidikan Politik Masyarakat
JUMLAH

Program Peningkatan Disiplin Aparatur


Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban
Bencana Alam
Program Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana
Program Penyediaan Peralatan Penanggulangan Bencana
JUMLAH
SEKRETARIAT DAERAH
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan
Pemanfaatan Tanah
Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan

100.000.000,00

81.327.711,00

81,33

2.825.000.000,00

2.170.556.497,00

76,83

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

14.727.451.500,00

13.642.303.576,00

92,63

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

15.553.792.000,00

13.189.584.247,00

84,80

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

127.925.000,00

107.143.000,00

83,75

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

225.000.000,00

199.846.992,00

88,82

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

491.273.350,00

451.261.750,00

91,86

1.669.680.000,00

1.042.354.165,00

62,43

1.655.000.000,00

1.557.704.463,00

94,12

Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan

Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala


Daerah/Wakil Kepala Daerah
Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan
Keuangan Daerah
Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah
Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan
Program Penataan Daerah Otonomi Baru

177.300.000,00

142.613.300,00

80,44

1.800.500.000,00

1.654.830.282,00

91,91

135.000.000,00

94.732.390,00

70,17

51

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

100.000.000,00

94.150.000,00

94,15

Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Daerah

697.950.000,00

553.180.180,00

79,26

Pembakuan Nama Rupabumi


Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media
Massa
Program Kerjasama Informasi Dengan Mas Media

70.000.000,00

58.879.900,00

84,11

896.374.500,00

789.829.764,00

88,11

591.000.000,00

522.397.957,00

88,39

42.289.246.350,00

36.778.953.474,00

86,97

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

3.110.728.800,00

2.757.406.885,44

88,64

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

3.039.651.500,00

2.077.382.099,00

68,34

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

157.494.000,00

142.296.750,00

90,35

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

214.440.000,00

49.335.000,00

23,01

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

5.980.500,00

54,37

20.766.333.150,00

16.283.850.136,00

78,41

210.000.000,00

141.923.000,00

67,58

27.509.647.450,00

21.458.174.370,44

78,00

1.107.200.000,00

1.000.466.603,00

90,36

295.400.000,00

262.999.038,00

89,03

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

26.825.000,00

26.325.000,00

98,14

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

9.781.750,00

88,93

6.081.469.500,00

5.190.940.998,67

85,36

7.521.894.500,00

6.490.513.389,67

86,29

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

429.085.000,00

362.749.457,00

84,54

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

416.825.000,00

378.443.686,00

90,79

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

32.015.000,00

24.268.000,00

75,80

Program Fasilitasi Pindah/Purna Tugas PNS

34.000.000,00

33.273.500,00

97,86

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

14.000.000,00

10.010.500,00

71,50
72,29

JUMLAH
SETWAN

Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat


Daerah
Kerjasama Informasi dengan Mas Media
JUMLAH
DPPKAD
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan


Keuangan Daerah
JUMLAH
BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

Program Peningkatan Sumberdaya Aparatur

619.887.500,00

448.136.400,00

Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur

2.887.348.500,00

2.404.996.330,00

83,29

JUMLAH

4.433.161.000,00

3.661.877.873,00

82,60

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

395.750.000,00

335.408.901,00

84,75

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

250.000.000,00

189.551.674,00

75,82

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

39.715.000,00

35.654.000,00

89,77

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.326.350,00

93,88

1.062.272.500,00

915.717.758,00

86,20

Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan


Aparatur Pengawasan

101.995.000,00

37.232.500,00

36,50

Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan


Prosedur Pengawasan

30.000.000,00

26.228.000,00

87,43

1.890.732.500,00

1.550.119.183,00

81,99

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

541.433.400,00

458.995.554,00

84,77

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

242.580.000,00

241.456.000,00

99,54

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

47.200.000,00

46.150.000,00

97,78

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.853.000,00

98,53

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.189.000,00

49,94

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

30.660.000,00

29.967.500,00

97,74

INSPEKTORAT

Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan


Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

JUMLAH
KECAMATAN TUBAN

52

SKPD/PROGRAM
JUMLAH

ANGGARAN

REALISASI

890.273.400,00

795.611.054,00

89,37

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

157.850.000,00

144.486.655,00

91,53

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

106.000.000,00

104.199.697,00

98,30

9.050.000,00

8.300.000,00

91,71

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.802.500,00

98,03

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

6.828.000,00

37,11

KECAMATAN MERAKURAK

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

27.500.000,00

27.460.250,00

99,86

328.800.000,00

301.077.102,00

91,57

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

292.650.000,00

260.043.440,00

88,86

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

122.700.000,00

119.495.492,00

97,39

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

15.800.000,00

15.550.000,00

98,42

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.986.000,00

99,86

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

8.414.000,00

45,73

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

38.750.000,00

38.112.413,00

98,35

498.300.000,00

451.601.345,00

90,63

88,85

JUMLAH
KECAMATAN SEMANDING

JUMLAH
KECAMATAN PALANG
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

183.675.000,00

163.197.847,00

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

89.000.000,00

80.088.112,00

89,99

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

12.250.000,00

12.250.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

1.932.000,00

19,32

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

3.800.000,00

20,65

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

25.800.000,00

25.000.000,00

96,90

339.125.000,00

286.267.959,00

84,41

157.965.000,00

144.931.339,00

91,75

86.500.000,00

86.444.000,00

99,94

JUMLAH
KECAMATAN JENU
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur

9.300.000,00

8.800.000,00

94,62

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.823.500,00

98,40

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.750.000,00

52,99

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

17.400.000,00

17.400.000,00

100,00

300.565.000,00

278.148.839,00

92,54

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

169.120.000,00

145.489.079,00

86,03

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

114.605.000,00

108.234.619,00

94,44

8.300.000,00

7.800.000,00

93,98

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

6.058.685,00

60,59

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

10.000.000,00

54,35

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

29.000.000,00

28.803.000,00

99,32

349.425.000,00

306.385.383,00

87,68

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

175.800.000,00

159.387.684,00

90,66

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

111.500.000,00

108.321.676,00

97,15

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

10.750.000,00

10.750.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.396.000,00

93,96

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

13.800.000,00

75,00

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

26.250.000,00

26.133.000,00

99,55

352.700.000,00

327.788.360,00

92,94

JUMLAH
KECAMATAN BANCAR

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN JATIROGO

JUMLAH

53

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

KECAMATAN BANGILAN
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

175.790.000,00

163.207.817,00

92,84

86.000.000,00

86.000.000,00

100,00

7.050.000,00

7.050.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

10.000.000,00

100,00

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.606.000,00

52,21

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

24.000.000,00

24.000.000,00

100,00

321.240.000,00

299.863.817,00

93,35

152.570.000,00

137.592.050,00

90,18

83.610.000,00

83.610.000,00

100,00

8.050.000,00

8.050.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

10.000.000,00

100,00

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.900.000,00

53,80

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN GRABAGAN
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

23.480.000,00

23.380.000,00

99,57

296.110.000,00

272.532.050,00

92,04

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

142.400.000,00

129.422.503,00

90,89

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

112.500.000,00

110.243.329,00

97,99

9.050.000,00

8.050.000,00

88,95

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

10.000.000,00

100,00

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

3.800.000,00

20,65

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

25.000.000,00

24.575.000,00

98,30

317.350.000,00

286.090.832,00

90,15

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

171.237.000,00

155.431.556,00

90,77

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

105.100.000,00

104.929.080,00

99,84

7.525.000,00

6.875.000,00

91,36

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.968.000,00

99,68

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

10.000.000,00

54,35

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

27.500.000,00

27.300.000,00

99,27

339.762.000,00

314.503.636,00

92,57

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

165.450.000,00

141.790.735,00

85,70

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

117.750.000,00

111.868.845,00

95,01

JUMLAH
KECAMATAN SENORI

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN KENDURUAN

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN MONTONG

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

6.550.000,00

6.550.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

6.054.000,00

60,54

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.550.000,00

51,90

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

27.500.000,00

24.825.000,00

90,27

345.650.000,00

300.638.580,00

86,98

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

162.401.000,00

147.431.321,00

90,78

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

100.751.000,00

89.997.633,00

89,33

8.050.000,00

8.050.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.150.500,00

91,51

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.674.000,00

52,58

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

35.150.000,00

35.145.900,00

99,99

334.752.000,00

299.449.354,00

89,45

JUMLAH
KECAMATAN KEREK

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH

54

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

KECAMATAN TAMBAKBOYO
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

160.700.000,00

140.650.165,00

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

105.400.000,00

102.307.885,00

97,07

7.800.000,00

7.800.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

6.669.000,00

66,69

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

10.000.000,00

54,35

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

24.600.000,00

23.640.000,00

96,10

326.900.000,00

291.067.050,00

89,04

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

170.695.000,00

145.199.476,00

85,06

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

115.930.000,00

93.794.582,00

80,91

6.800.000,00

6.800.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

8.197.750,00

81,98

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.572.000,00

52,02

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

35.000.000,00

34.047.000,00

97,28

356.825.000,00

297.610.808,00

83,41

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

149.550.000,00

139.974.461,00

93,60

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

111.800.000,00

111.797.457,00

100,00

8.300.000,00

8.300.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

3.000.000,00

30,00

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

9.572.000,00

52,02

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH

87,52

KECAMATAN SINGGAHAN

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN PARENGAN

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

27.500.000,00

21.700.000,00

78,91

325.550.000,00

294.343.918,00

90,41

159.300.000,00

146.629.405,00

92,05

94.125.000,00

90.434.664,00

96,08

9.300.000,00

8.800.000,00

94,62

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

3.089.500,00

30,90

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

8.100.000,00

44,02

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

27.500.000,00

25.867.250,00

94,06

318.625.000,00

282.920.819,00

88,79

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

130.040.000,00

109.705.419,00

84,36

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

114.650.000,00

113.550.000,00

99,04

8.300.000,00

8.300.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

4.375.000,00

43,75

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

6.450.000,00

35,05

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

25.800.000,00

25.700.000,00

99,61

307.190.000,00

268.080.419,00

87,27

JUMLAH
KECAMATAN SOKO
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN RENGEL

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
KECAMATAN PLUMPANG
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

155.400.000,00

135.781.409,00

87,38

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

95.500.000,00

84.918.500,00

88,92

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

10.800.000,00

10.050.000,00

93,06

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

8.215.000,00

82,15

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

7.500.000,00

40,76

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

25.000.000,00

22.095.000,00

88,38

315.100.000,00

268.559.909,00

85,23

JUMLAH

55

SKPD/PROGRAM

ANGGARAN

REALISASI

KECAMATAN WIDANG
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

156.600.000,00

136.603.915,00

87,23

94.100.000,00

88.923.250,00

94,50

9.550.000,00

9.300.000,00

97,38

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

10.000.000,00

9.447.900,00

94,48

Program Peningkatan Kualitas Perijinan

18.400.000,00

4.210.000,00

22,88

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

27.500.000,00

27.490.800,00

99,97

316.150.000,00

275.975.865,00

87,29

205.000.000,00

195.471.700,00

95,35

802.500.000,00

785.398.557,00

97,87

1.940.000.000,00

1.833.922.600,00

94,53

380.000.000,00

362.141.820,00

95,30

1.513.776.000,00

1.512.956.800,00

99,95

730.601.000,00

615.540.054,00

84,25

824.000.000,00

744.289.743,00

90,33

53.253.000,00

46.200.000,00

86,76

0,00

0,00

0,00

11.000.000,00

9.237.900,00

83,98

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan


Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam
Membangun Desa
Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa
Program Pembinaan dan Fasilitasi Penyelenggaraan Pilkades
dan Perangkat Desa
Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat

506.815.000,00

460.735.200,00

90,91

635.000.000,00

590.606.710,00

93,01

260.000.000,00

250.401.516,00

96,31

86.000.000,00

82.068.037,00

95,43

725.000.000,00

711.719.350,00

98,17

Pemantapan dan Pelestarian Gerdu Taskin


Program Pembinaan dan Fasilitasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa
JUMLAH

143.000.000,00

111.676.570,00

78,10

110.000.000,00

71.522.750,00

65,02

8.925.945.000,00

8.383.889.307,00

93,93

KANTOR PERPUSTAKAAN KEARSIPAN DAN


DOKUMENTASI
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

490.250.000,00

419.363.048,00

85,54

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

938.170.500,00

916.434.261,00

97,68

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

11.150.000,00

10.650.000,00

95,52

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

15.000.000,00

14.450.000,00

96,33

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

8.300.000,00

8.153.500,00

98,23

34.260.000,00

34.043.968,00

99,37

358.152.000,00

355.670.000,00

99,31

30.000.000,00

29.879.000,00

99,60

119.850.000,00

103.810.200,00

86,62

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


Program Peningkatan Disiplin Aparatur

JUMLAH
BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMDES DAN KB
Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender
dan Anak
Program Peningkatan Kualitas Hidup, Kesejahteraan Keluarga,
dan Perlindungan Perempuan
Program Keluarga Berencana
Program Pelayanan Kontrasepsi
Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan
KB/KR yang Mandiri
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan

Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan


Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah
Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana
Kearsipan
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi
Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan
JUMLAH

820.389.500,00

796.806.323,00

97,13

2.825.522.000,00

2.689.260.300,00

95,18

DINAS PERTANIAN
Program Peningkatan Ketahan Pangan (Pertanian/Perkebunan)

8.624.325.950,00

7.279.046.800,00

84,40

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

881.300.000,00

827.054.726,00

93,84

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

584.900.000,00

509.681.974,00

87,14

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

89.040.000,00

75.549.500,00

84,85

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.802.000,00

98,20

25.000.000,00

25.000.000,00

100,00

4.893.625.000,00

1.247.427.250,00

25,49

561.250.000,00

539.691.500,00

96,16

200.000.000,00

197.420.000,00

98,71

Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi


Pertanian/Perkebunan
Program Peningkatan Penerapan Teknologi
Pertanian/Perkebunan
Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

56

SKPD/PROGRAM
Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

ANGGARAN

REALISASI

5.073.650.000,00

4.778.855.150,00

94,19

Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan

150.000.000,00

147.813.000,00

98,54

Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

367.500.000,00

360.801.850,00

98,18

21.461.590.950,00

15.999.143.750,00

74,55

1.350.000.000,00

1.323.693.000,00

98,05

640.042.000,00

612.718.237,00

95,73

1.198.500.000,00

1.068.244.270,00

89,13

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

55.650.000,00

55.650.000,00

100,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.900.700,00

99,10

Program Peningkatan Kesejahteraan Petani


Program Peningkatan Penerapan Teknologi
Pertanian/Perkebunan
Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan
Lapangan
Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan

1.342.326.000,00

1.170.568.950,00

87,20

1.118.920.000,00

1.108.904.590,00

99,10

318.500.000,00

311.844.900,00

97,91

40.000.000,00

39.557.800,00

98,89

JUMLAH

6.074.938.000,00

5.702.082.447,00

93,86

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

400.200.000,00

378.612.987,00

94,61

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

785.500.000,00

744.564.471,00

94,79

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

31.800.000,00

28.599.000,00

89,93

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.239.500,00

93,09

405.000.000,00

389.250.291,00

96,11

305.000.000,00

289.603.500,00

94,95

30.000.000,00

29.688.000,00

98,96

20.000.000,00

19.979.950,00

99,90

1.988.500.000,00

1.890.537.699,00

95,07

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

400.100.000,00

380.111.916,00

95,00

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

464.350.000,00

455.494.159,00

98,09

Program Peningkatan Disiplin Aparatur

36.000.000,00

35.973.250,00

99,93

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan


Capaian Kinerja dan Keuangan

11.000.000,00

10.871.400,00

98,83

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir

JUMLAH
BADAN PELAKSANA PENYULUHAN DAN KETAHANAN
PANGAN
Program Peningkatan Ketahanan Pangan
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

DINAS PERTAMBANGAN DA ENERGI

Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan


Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang
Ketenagalistrikan
Pemnatauan di Bidang Migas
Program Pembinaan dan Pengawasan Regulasi mengenai
kegiatan Pertambangan
JUMLAH
DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

25.000.000,00

25.000.000,00

100,00

Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan


Pengendalian Sumberdaya Kelautan

150.000.000,00

148.593.000,00

99,06

Program Peningkatan Kesadaran dan Penegakan Hukum Dalam


Pendayagunaan Sumberdaya Laut

392.500.000,00

385.343.100,00

98,18

Program Peningkatan Mitigasi Bencana Alam Laut dan Prakiraan


Iklim Laut

28.015.000,00

28.015.000,00

100,00

Program Peningkatan Kegiatan Budaya Kelautan dan Wawasan


Maritim Kepada Masyarakat

75.000.000,00

74.450.000,00

99,27

Program Pengembangan Budidaya Perikanan

485.000.000,00

478.058.500,00

98,57

Program Pengembangan Perikanan Tangkap

6.594.331.000,00

5.123.459.850,00

77,69

655.000.000,00

632.858.250,00

96,62

580.000.000,00

520.109.500,00

89,67

550.000.000,00

549.452.950,00

99,90

10.446.296.000,00

8.847.790.875,00

84,70

632.013.777.488,35

570.368.094.369,10

90,25

Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan


Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi
Perikanan
Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau
dan Air Tawar
JUMLAH
JUMLAH KESELURUHAN

Berdasarkan tabel tersebut diatas menunjukkan tingkat kinerja Pelaksanaan Anggaran


Pendapatan dan Belanja Daerah yang tertuang pada Program dan Kegiatan di seluruh SKPD dapat
dinyatakan dapat dilaksanakan dengan cukup baik hal ini digambarkan dari realisasi program dan

57

kegiatan tersebut tidak ada yang melebihi plafon anggaran dan dilaksanakan secara efisien, efektif, hemat
digunakan sesuai dengan anggarannya serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Namun demikian masih terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan dan tidak terealisasi
sebesar Rp9.828.599.800,00serta adanyakegiatan-kegiatan yang belum selesai dikerjakan sampai dengan
berakhirnya tahun anggaran 2013 sebagaimana daftar berikut :
TABEL 3.18
DAFTAR KEGIATAN-KEGIATAN YANG TIDAK DILAKSANAKAN
TAHUN ANGGARAN 2013

SKPD

KEGIATAN

JUMLAH

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH


RAGA
1.01 . 1.01.01 . 01 . 02 . 54

Pembangunan Pagar UPTD Singgahan (*)

1.01 . 1.01.01 . 01 . 06 . 02

Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

1.09 . 1.01.01 . 01 . 16 . 11

Pengadan Tanah SMPN 3 Grabagan


Seleksi dan Pengiriman Peserta Pertukaran Pemuda
antar Provinsi
Pengadaan Tanah SMPN 3 Soko

400.000.000,00

Pensertifikatan Tanah SMPN 3 Semanding


Pendampingan Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan
Dasar
Rehab sedang/berat ruang kelas dan kantor SDN
Cangkring

20.000.000,00

1.18 . 1.01.01 . 01 . 16 . 11
1.09 . 1.01.01 . 01 . 16 . 12
1.09 . 1.01.01 . 01 . 16 . 24
1.01 . 1.01.01 . 01 . 16 . 438
1.01 . 1.01.01 . 01 . 16 . 441

56.700.000,00
2.000.000,00

10.000.000,00
650.000.000,00

50.000.000,00
607.000.000,00

1.01 . 1.01.01 . 01 . 16 . 442

Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Wolutengah 02 Kerek (


DAK 2012 Rp. 180.000.000 )

180.000.000,00

1.01 . 1.01.01 . 01 . 16 . 982

Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Sidomulyo 02 Tuban (


DAK Rp. 120.678.500 )

132.746.300,00

1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 265


1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 273
1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 295
1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 296
1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 304
1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 307
1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 308

Pengadaan Peralatan laboratorium IPA SMA ( DAK Rp.


270.000.000 )
Rehab Berat Ruang Belajar dan Pemeliharaan
Meubelair SMK Ma'arif 45 Tambakboyo ( DAK RP.
202.500.000 )
Pengadaan Peralatan laboratorium IPA SMK ( DAK Rp.
810.000.000 )
Pengadaan Buku Referensi Mutu SMK ( DAK Rp.
274.000.000 )
Kantin Kejujuran SMAN 1 Kerek (Bantuan Keuangan
Propinsi)
Peningkatan Mutu Pendidikan untuk SMK (Bantuan
Keuangan Propinsi)
Pendampingan Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan
Menengah

1.01 . 1.01.01 . 01 . 17 . 309

Pengembangan Sarpras SMK Model B (Bantuan


Keuangan Propinsi 2012 Rp. 351.964.000,00)

1.17 . 1.01.01 . 01 . 19 . 03

Pengangkatan Benda Cagar Budaya menjadi Koleksi


Musium

306.000.000,00
225.000.000,00
912.000.000,00
375.504.400,00
10.000.000,00
500.000.000,00
25.000.000,00
351.964.000,00
7.500.000,00

RSUD DR. R KOESMA TUBAN


1.02 . 1.02.02 . 01 . 26 . 71

Kerjasama operasional laboratorium integrated system

30.000.000,00

DINAS PEKERJAAN UMUM


1.03 . 1.03.01 . 01 . 15 . 565

1.03 . 1.03.01 . 01 . 30 . 310


1.03 . 1.03.01 . 01 . 30 . 386
1.03 . 1.03.01 . 01 . 30 . 509
1.04 . 1.03.01 . 01 . 15 . 94

Perencanaan Teknis Penggantian Jembatan ampuh


Duwur Kidul Dusun Gemanting Desa Genaharjo,
Penggantian Jembatan Dingil II dan Pembangunan
Jembatan Parangbatu - Kumpulrejo
Pembuatan Jalan Makadam RT 04 RW 07 Ds.Paseyan
Kec. Jatirogo (**)
Pembangunan Saluran Air Dusun Karanganyar Desa
Sugihan (RT 1,2,3 RW 2) Kec. Jatirogo(**)
Rehabilitasi Jembatan Desa Binangun (Dusun Pengkol)
Kecamatan Singgahan
Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah
Sederhana Sehat Kecamatan Bangilan dan Senori
Tahap II (**)

225.000.000,00

2.360.350,00
4.742.000,00
100.000.000,00
5.238.650,00

58

1.04 . 1.03.01 . 01 . 15 . 96

Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah


Sederhana Sehat Kecamatan Grabagan Tahap II (**)

3.489.100,00

DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA


1.13 . 1.13.01 . 01 . 16 . 16

DINAS PEREKONOMIAN DAN


PARIWISATA
1.15 . 1.15.01 . 01 . 06 . 03
2.04 . 1.15.01 . 01 . 16 . 27

Pelaksanaan CBP di Kabupaten Tuban

Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran


Penyusunan Studi Kelayakan dan Penetapan Lokasi
Untuk Pengadaan Tanah Guna pengembangan Olah
Raga Para Layang di Kec. Grabagan

18.000.000,00

2.000.000,00
40.000.000,00

KESBANGPOL DAN LINMAS

1.19 . 1.19.01 . 01 . 06 . 04

Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung


Kantor
Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

BADAN PENANGGULANAN BENCANA


DAERAH
1.19 . 1.19.03 . 01 . 06 . 04

Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

1.19 . 1.19.03 . 01 . 23 . 04

Pembuatan Peta Rawan Bencana

200.000.000,00

Hotmix Halaman Gedung Kantor DPRD


Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan PerundangUndangan
Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

413.340.000,00

1.19 . 1.19.01 . 01 . 02 . 26

5.000.000,00
3.000.000,00

3.000.000,00

SEKRETARIAT DPRD
1.20 . 1.20.04 . 01 . 02 . 405
1.20 . 1.20.04 . 01 . 05 . 03
1.20 . 1.20.04 . 01 . 06 . 02

49.440.000,00
2.000.000,00

KECAMATAN PALANG
1.20 . 1.20.11 . 01 . 01 . 06
1.20 . 1.20.11 . 01 . 01 . 18
1.20 . 1.20.11 . 01 . 06 . 01
1.20 . 1.20.11 . 01 . 06 . 04

Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan


Kendaraan Dinas/Operasional
Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah
Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja SKPD
Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

1.000.000,00
950.000,00
3.000.000,00
3.000.000,00

KECAMATAN BANCAR
1.20 . 1.20.13 . 01 . 06 . 02

Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

2.000.000,00

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

2.500.000,00

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

1.800.000,00

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

1.000.000,00

KECAMATAN BANGILAN
1.20 . 1.20.15 . 01 . 01 . 18
KECAMATAN GRABAGAN
1.20 . 1.20.16 . 01 . 01 . 18
KECAMATAN KENDURUAN
1.20 . 1.20.18 . 01 . 01 . 18
KECAMATAN MONTONG

1.20 . 1.20.19 . 01 . 02 . 22

Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan


Kendaraan Dinas/Operasional
Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

1.20 . 1.20.19 . 01 . 06 . 04

Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

3.000.000,00

Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

2.000.000,00

1.20 . 1.20.19 . 01 . 01 . 06

2.000.000,00
2.500.000,00

KECAMATAN TAMBAKBOYO
1.20 . 1.20.21 . 01 . 06 . 02

59

KECAMATAN PARENGAN

1.20 . 1.20.23 . 01 . 06 . 02

Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan


Kendaraan Dinas/Operasional
Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran

1.20 . 1.20.23 . 01 . 06 . 03

Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran

2.000.000,00

Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

3.000.000,00

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

5.000.000,00

1.20 . 1.20.23 . 01 . 01 . 06

1.200.000,00
2.000.000,00

KECAMATAN RENGEL
1.20 . 1.20.25 . 01 . 06 . 04
KECAMATAN PLUMPANG
1.20 . 1.20.26 . 01 . 01 . 18
BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PEMDES DAN KB
1.22 . 1.22.01 . 01 . 17 . 19

Operasional Pengembangan Pemberdayaan


Masyarakat Labsite

10.000.000,00

1.22 . 1.22.01 . 01 . 23 . 17

Operasional Pengembangan Ekonomi Kawasan dan


Pengembangan Usaha Ekonomi Desa

10.000.000,00

Pengadaan Mesin Pompa Air Sungai Kec. Soko dan


Plumpang (DAK Rp. 500.000.000,00)

555.000.000,00

DINAS PERTANIAN
2.01 . 2.01.01 . 01 . 18 . 46
2.01 . 2.01.01 . 01 . 18 . 47

2.01 . 2.01.01 . 01 . 18 . 49

Pengadaan Mesin Pompa Air (DAK Rp. 450.000.000,00)


Pengadaan Mesin Pompa Air dan Sumur Bor (DAK Rp.
900.000.000,00)
Pengadaan Mesin Pompa Air Permukaan

2.01 . 2.01.01 . 01 . 18 . 50

Pengadaan Mesin Pompa Air Sumur Bor

980.000.000,00

Pengadaan Alat Penangkapan Ikan (DAK Rp.


243.750.000,00)

287.625.000,00

2.01 . 2.01.01 . 01 . 18 . 48

500.000.000,00
1.000.000.000,00
520.000.000,00

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


2.05 . 2.05.01 . 01 . 21 . 39

JUMLAH

9.828.599.800,00

Sedangkan Kegiatan yang belum selesai dilaksanakan dan dilanjutkan kembali pada tahun
anggaran 2013 sebesar Rp14.195.670.320,00, Pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan biaya
pemeliharaan 5% belum terbayar sebesar Rp.630.413.315,00 sebagai tabel berikut :
Tabel 3. 4 Daftar Kontruksi Dalam Pengerjaan, Kegiatan yang belum selesai dikerjakan Per SKPD Tahun
Anggaran 2013 dan dianggarkan kembali Tahun Anggaran 2014), Biaya Pemeliharaan 5% yan belum dibayar
sampai dengan 31 Desember 2013
(Dalam Rupiah)
NO.

NAMA SKPD

KONTRUKSI DALAM
PENGERJAAN

JUMLAH 5% BIAYA
PEMELIHARAAN TH.
2013 YANG BELUM
DIBAYAR

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Sekretariat Daerah

52.621.700,00

RSUD Dr. Koesma

2.798.769.250,00

Dinas Pekerjaan Umum

3.150.003.950,00

Dinas Perikanan dan Kelautan

2.002.818.900,00

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

49.236.400,00

BKD

76.725.000,00

Inspektorat

72.550.000,00

Dinas Pertanian
Jumlah

11.932.333.220,00

DPAL

206.297.300,00

5.718.161.120,00

420.381.015,00
3.735.000,00

2.286.048.000,00
4.270.287.250,00
1.098.288.100,00
-

822.885.850,00

20.135.058.420,00

630.413.315,00

14.195.670.320,00

60

BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Tuban diatur dalam Peraturan Bupati Tuban Nomor 27
Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Tuban. Kebijakan Akuntansi Pemerintah
Kabupaten Tuban tersebut merupakan pedoman bagi semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan laporan keuangan
Pemerintah Kabupaten Tuban.
Namun demikian apabila terdapat ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang baru dan Peraturan
Bupati tentang kebijakan Akuntansi belum disesuaikan tetap memperhatikan dan melaksanakan ketentuan
perundang-undangan tersebut.
Berikut ini adalah Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Tuban yang merupakan lampiran
Peraturan Bupati Tuban Nomor 27 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Tuban
sebagai berikut :
1) PERANAN DAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
a) Peranan Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban disusun untuk menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban
selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban terutama digunakan
untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan,
menilai kondisi keuangan, menilai efektivitas dan efisiensi Pemerintah Kabupaten Tuban dan
membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.
Pemerintah Kabupaten Tuban mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah
dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada
suatu periode pelaporan untuk kepentingan :
(1) Akuntabilitas
Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang
dipercayakan kepada Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
secara periodik.
(2) Manajemen
Membantu para pengguna laporan keuangan untuk mengevalusi pelaksanaan kegiatan suatu
Pemerintah Kabupaten Tuban dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi
perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana
Pemerintah Kabupaten Tuban untuk kepentingan masyarakat.
(3) Transparansi
Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan
pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh
atas pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Tuban dalam pengelolaan sumber daya yang
dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang-undangan.
(4) Keseimbangan antar generasi (intergenerational equity)
Membantu para pengguna laporan untuk mengetahui apakah penerimaan Pemerintah Kabupaten
Tuban pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan
apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran
tersebut.
b) Tujuan Pelaporan Keuangan
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi
anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna
dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Secara spesifik, tujuan
pelaporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan
keputusan dan untuk menunjukkan akuntanbilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya, dengan :
61

(1) menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas dana
Pemerintah.
(2) menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan
ekuitas dana Pemerintah.
(3) menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi.
(4) menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya.
(5) menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi
kebutuhan kasnya.
(6) menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan.
(7) menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan entitas pelaporan dalam
mendanai aktivitasnya.
Laporan keuangan untuk tujuan umum juga mempunyai peranan prediktif dan prospektif,
menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi besarnya sumber daya yang dibutuhkan
untuk operasi yang berkelanjutan, sumber daya yang dihasilkan dari operasi yang berkelanjutan, serta
resiko dan ketidakpastian yang terkait.
Pelaporan keuangan juga menyajikan informasi bagi pengguna mengenai :
(1) indikasi apakah sumber daya telah diperoleh dan dipergunakan sesuai dengan anggaran.
(2) indikasi apakah sumber daya diperoleh dan digunakan sesuai dengan ketentuan, termasuk batas
anggaran yang ditetapkan oleh DPRD.
2) ENTITAS PELAPORAN
Entitas adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut
ketentuan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan keuangan. Entitas pelaporan adalah
Pemerintah Kabupaten Tuban atau satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban atau
organisasi lainnya jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib
menyajikan laporan keuangan.
3) ASUMSI DASAR
Asumsi dasar dalam pelaporan Pemerintah Kabupaten Tuban adalah anggapan yang diterima sebagai
suatu kebenaran tanpa perlu dibuktikan agar kebijakan akuntansi dapat diterapkan yang terdiri dari :
a) Kemandirian entitas
Asumsi kemandirian entitas, yang berarti bahwa unit Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai entitas
pelaporan dan entitas akuntansi dianggap sebagai unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban
untuk menyajikan laporan keuangan sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit pemerintahan dalam
pelaporan keuangan. Salah satu indikasi terpenuhinya asumsi ini adalah adanya kewenangan entitas
untuk menyusun anggaran dan melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh. Entitas bertanggung
jawab atas pengelolaan aset dan sumber daya di luar neraca untuk kepentingan yurisdiksi tugas
pokoknya, termasuk atas kehilangan atau kerusakan aset dan sumber daya dimaksud, utang piutang
yang terjadi akibat pembuatan keputusan entitas serta terlaksana tidaknya program dan kegiatan yang
telah ditetapkan.
b) Kesinambungan entitas
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban disusun dengan asumsi bahwa Pemerintah
Kabupaten Tuban akan berlanjut keberadaannya dan tidak bermaksud untuk melakukan likuidasi.
c) Keterukuran dalam satuan uang (monetary measuremant)
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus menyajikan setiap kegiatan yang diasumsikan
dapat dinilai dengan satuan uang. Hal ini diperlukan agar memungkinkan dilakukannya analisis dan
pengukuran dalam akuntansi.
4) KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN
Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam
informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Keempat karakteristik berikut ini merupakan
prasarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban dapat memenuhi
kualitas yang dikehendaki:

62

a) Relevan
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban dikatakan relevan apabila informasi yang termuat
didalamnya dapat mempengaruih keputusan pengguna laporan dengan membantunya mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan dan menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi
pengguna laporan di masa lalu. Dengan demikian informasi laporan keuangan yang relevan dapat
dihubungkan dengan maksud penggunanya. Informasi yang relevan harus :
(1) memiliki umpan balik (feedback value), artinya bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten
Tuban harus memuat informasi yang memungkinkan pengguna laporan untuk menegaskan atau
mengoreksi ekspektasinya di masa lalu.
(2) memiliki manfaat prediktif (predictive value), artinya bahwa laporan keuangan harus memuat
informasi yang dapat membantu pengguna laporan untuk memprediksi masa yang akan datang
berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini.
(3) tepat waktu, artinya bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus disajikan tepat
waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna untuk pembuatan keputusan pengguna laporan.
(4) lengkap, artinya bahwa penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus memuat
informasi yang selengkap mungkin, yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat
mempengaruhi pembuatan keputusan pengguna laporan. Informasi yang melatarbelakangi setiap
butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan harus diungkapkan dengan jelas
agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.
b) Andal
Informasi dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus bebas dari pengertian yang
menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap kenyataan secara jujur, serta dapat
diverifikasi. Informasi akuntansi yang relevan tatapi jika hakekat atau penyajiannya tidak dapat
diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Informasi yang
handal harus memenuhi karakteristik:
(1) penyajian jujur, artinya bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus memuat
informasi yang menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya
disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.
(2) dapat diverifikasi, (verifiability) artinya bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban
harus memuat informasi yang dapat diuji dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh
pihak yang berbeda hasilnya harus tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh.
(3) netralitas, artinya bahwa laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus memuat
informasi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan umum dan tidak bias pada kebutuhan
pihak tertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan pihak
tertentu, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain.
c) Dapat dibandingkan
Informasi yang termuat dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban akan lebih berguna
jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan
Pemerintah Daerah lain pada umumnya. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal.
Perbandingan secara internal dapat dilakukan bila Pemerintah Kabupaten Tuban menerapkan
kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ketahun. Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan
bila Pemerintah Daerah yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama. Apabila
Pemerintah Kabupaten Tuban akan menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih baik dari kebijakan
akuntansi yang sekarang diterapkan, perubahan kebijakan akuntansi harus diungkapkan pada periode
terjadinya perubahan tersebut.
d) Dapat dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat dipahami oleh pengguna laporan dan
dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna
laporan. Untuk itu, pengguna laporan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas
kegiatan dan lingkungan operasi Pemerintah Kabupaten Tuban serta adanya kemauan pengguna
laporan untuk mempelajari informasi yang dimaksud.
5) KENDALA INFORMASI YANG RELEVAN DAN ANDAL
Kendala informasi yang relevan dan andal adalah setiap keadaan yang tidak memungkinkan tercapainya
kondisi idial dalam mewujudkan informasi akuntansi yang relevan dan andal dalam laporan keuangan
63

Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai akibat adanya keterbatasan atau karena alasan-alasan tertentu. Tiga
hal yang mengakibatkan kendala dalam mewujudkan informasi akuntansi yang andal dan relevan yaitu:
a) Materialitas
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban walaupun idialnya memuat segala informasi, tetapi
hanya diharuskan memuat informasi yang memenuhi kriteria materialitas. Informasi dipandang
material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut
dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan yang dibuat atas dasar informasi dalam laporan
keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban.
b) Pertimbangan biaya dan manfaat
Manfaat yang dihasilkan dari informasi yang dimuat dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten
Tuban, seharusnya melebihi dari biaya yang diperlukan untuk penyusunan laporan keuangan tersebut.
Oleh karena itu, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban tidak semestinya menyajikan
informasi yang manfaatnya lebih kecil dibandingkan dengan biaya penyusunannya. Namun demikian,
evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial. Biaya dimaksud juga
tidak harus dipikul oleh pengguna informasi yang menikmati manfaat.
c) Keseimbangan antar karakteristik kualitatif
Keseimbangan antar karakteristik kualitatif diperlukan untuk mencapai suatu keseimbangan yang
tepat diantara berbagai tujuan normatif yang diharapkan dipenuhi oleh laporan keuangan Pemerintah
Kabupaten Tuban. Kepentingan relatif antar karakteristik kualitatif dalam berbagai kasus berbeda,
terutama antara relevansi dan keandalan. Penentuan tingkat kepentingan antara dua karakteristik
kualitatif tersebut merupakan masalah pertimbangan profesional.
6) PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
Prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan dimaksudkan sebagai ketentuan yang harus dipahami dan
ditaati oleh penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam
melakukan kegiatannya, serta oleh pengguna laporan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan.
Berikut ini adalah delapan prinsip yang digunakan dalam akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah
Kabupaten Tuban:
a) Basis Akuntansi
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban adalah basis
kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran dan basis
akrual untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dana dalam neraca.
Basis kas untuk laporan realisasi anggaran berarti bahwa pendapatan dan penerimaan pembiayaan
diakui pada saat kas diterima direkening kas umum daerah serta belanja dan pengeluaran pembiayaan
diakui pada saat kas dikeluarkan dari rekening kas umum daerah. Pemerintah Kabupaten Tuban tidak
menggunakan istilah laba, melainkan menggunakan sisa perhitungan anggaran (lebih/kurang) untuk
setiap tahun anggaran. Sisa perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi penerimaan
pendapatan dan pembiayaan dengan pengeluaran belanja dan pembiayaan. Pendapatan dan belanja
bukan tunai seperti bantuan pihak luar asing dalam bentuk barang dan jasa disajikan pada laporan
realisasi anggaran.
Basis akrual untuk neraca berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat
terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan
Pemerintah Kabupaten Tuban, bukan pada saat kas diterima atau dibayar oleh kas umum daerah.
Pemerintah Kabupaten Tuban dapat menyajikan laporan kinerja keuangan dengan menyelenggarakan
akuntansi dan penyajian laporan keuangan yang menggunakan sepenuhnya basis akrual, baik dalam
pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan, maupun dalam pengakuan aset, kewajiban dan
ekuitas dana. Namun demikian penyajian laporan realisasi anggaran tetap berdasarkan basis kas.
b) Prinsip nilai historis (historical cost principle)
Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari
imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas
dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dimasa yang akan
datang dalam pelaksanaan kegiatan Pemerintah Kabupaten Tuban.
Penggunaan nilai historis lebih dapat diandalkan daripada nilai yang lain karena lebih obyektif dan
dapat diverifikasi. Dalam hal tidak terdapat nilai historis, dapat digunakan nilai wajar aset atau
kewajiban terkait.
64

c) Prinsip realisasi (realization principle)


Ketersediaan pendapatan daerah yang telah diotorisasikan melalui APBD selama satu tahun anggaran
akan digunakan untuk membiayai belanja daerah dalam periode tahun anggaran dimaksud.
Prinsip layak temu-pendapatan (matching cost against revenue principle) tidak ditekankan dalam
akuntansi Pemerintah Kabupaten Tuban, sebagaimana dipraktekkan dalam akuntansi sektor swasta.
d) Prinsip substansi mengungguli bentuk formal (substanse over form principle)
Informasi akuntansi dimaksudkan untuk menyajikan dengan wajar transaksi serta peristiwa lain yang
seharusnya disajikan, maka transaksi atau peristiwa lain tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai
dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya mengikuti aspek formalitasnya. Apabila
substansi transaksi atau peristiwa lain tidak konsisten/berbeda dengan aspek formalitasnya, maka hal
tersebut harus diungkapkan dengan jelas dalam catatan atas laporan keuangan.
e) Prinsip periodisitas (periodicity principle)
Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban perlu dibagi menjadi
periode-periode pelaporan sehingga kinerja Pemerintah Kabupaten Tuban dapat diukur dan posisi
sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan. Periode utama dalam pelaporan keuangan yang
digunakan adalan tahunan. Namun periode bulanan, triwulanan dan semesteran juga diperkenankan.
Periode pelaporan keuangan yang digunakan pada Pemerintah Kabupaten Tuban adalah semesteran
dan tahunan.
f) Prinsip konsistensi (consistency principle)
Perlakuan akuntansi yang sama harus diterapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode
oleh Pemerintah Kabupaten Tuban (prinsip konsistensi internal). Hal ini tidak berarti bahwa tidak
boleh terjadi perubahan dari satu metode akuntansi ke metode akuntansi yang lain.
Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat bahwa metode baru yang diterapkan
harus menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode lama. Pengaruh dan pertimbangan atas
perubahan metode ini harus diungkapkan dalam laopran keuangan.
g) Prinsip pengungkapan lengkap (full disclousure principle)
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus menyajikan secara lengkap informasi yang
dibutuhkan oleh pengguna laporan. Informasi yang dibutuhkan pengguna laporan keuangan dapat
ditempatkan lembar muka laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan.
h) Prinsip penyajian wajar (fair presentation principle)
laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban harus menyajikan dengan wajar laporan realisasi
anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban diperlukan
ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaaan tertentu. Ketidakpastian seperti itu diakui
dengan mengungkapkan hakekat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam
penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban. Pertimbangan sehat mengandung unsur
kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau
pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi serta kewajiban dan belanja tidak dinyatakan terlalu
rendah. Namun demikian penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan misalnya
pembentukan dana cadangan tersembunyi, sengaja menetapkan aset atau pendapatan terlampau
rendah atau sengaja mencatat kewajiban atau belanja yang terlampau tinggi, sehingga laporan
keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban tidak netral dan tidak andal.
7) JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban yang pokok terdiri dari :
a) laporan realisasi anggaran.
b) neraca.
c) laporan arus kas.
d) catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban tersebut dilampiri dengan laporan ikhtisar realisasi
kinerja dan laporan keuangan BUMD/Perusahaan Daerah.
Laporan realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Tuban merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar
sumber, lokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tuban,
yang menggambarkan perbandingan antara realisasi dan anggarannya dalam satu periode pelaporan.
65

Neraca Pemerintah Kabupaten Tuban merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan
Pemerintah Kabupaten Tuban mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal tertentu
Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan dan
perubahan kas selama satu periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan.
Catatan atas laporan keuangan menyajikan penjelasan naratif, analisis atau daftar terinci atas nilai suatu
pos yang disajikan dalam laporan realisasi anggaran, neraca, dan laporan arus kas.
Selain laporan keuangan yang pokok tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban diperkenankan menyajikan
laporan pendukung yang terdiri dari laporan kinerja keuangan daerah dan laporan perubahan ekuitas
dana.
8) UNSUR LAPORAN KEUANGAN DAERAH
a) Laporan Realisasi Anggaran
Laporan realisasi anggaran mengungkapkan kegiatan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban yang
menunjukkan ketaatan terhadap APBD.
Laporan realisasi anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya
ekonomi yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tuban dalam satu periode pelaporan.
Laporan realisasi anggaran menyajikan sekurang-kurangnya unsur-unsur sebagai berikut :
(1) pendapatan
(2) belanja
(3) transfer
(4) surplus/defisit
(5) pembiayaan
(6) sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran
Laporan realisasi anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya dalam
satu periode laporan.
Laporan realisasi anggaran dijelaskan lebih lanjut dalam catatan atas laporan keuangan. Penjelasan
tersebut memuat hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran, sebab-sebab terjadinya
perbedaan yang material antara anggaran dan realisasinya, serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut
angka-angka yang dianggap perlu untuk dijelaskan.
b) Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan
ekuitas dana pada tanggal tertentu.
Setiap entitas pelaporan mengklasifikasikan asetnya dalam aset lancar dan non lancar serta
mengklasifikasikan kewajibannya menjadi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam
neraca.
Setiap entitas pelaporan mengungkapkan setiap pos aset dan kewajiban yang mencakup jumlahjumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan dan jumlah-jumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar dalam waktu lebih dari 12
(dua belas) bulan.
Neraca mencantumkan sekurang-kurangnya pos-pos berikut :
(1) kas dan setara kas.
(2) investasi jangka pendek
(3) piutang pajak dan bukan pajak
(4) persediaan
(5) investasi jangka panjang
(6) aset tetap
(7) kewajiban jangka pendek
(8) kewajiban jangka panjang
(9) ekuitas dana.
Definisi Pos-pos Neraca
(1) Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/ atau dimiliki oleh Pemerintah sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan
diharapkan dapat diperoleh, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam
66

satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi
masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
(2) Kewajiban adalah hutang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah.
(3) Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan
kewajiban Pemerintah.
(4) Aset diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan non lancar. Suatu aset diklasifikasikan sebagai
aset lancar jika diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau
dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset yang tidak dapat
dimasukkan dalam kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai aset non lancar.
(5) Aset Lancar meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, hutang, dan persediaan.
(6) Aset Non lancar mencakup aset yang bersifat jangka panjang, dan aset tak berwujud yang
digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan
masyarakat umum. Aset non lancar diklasifikasikan menjadi investasi jangka panjang, aset tetap,
dana cadangan, dan aset lainnya.
(7) Investasi Jangka Panjang merupakan investasi yang diadakan dengan maksud untuk
mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu periode
akuntansi. Investasi jangka panjang meliputi investasi non permanen dan permanen. Investasi
non permanen antara lain: investasi dalam Surat Utang Negara, penyertaan modal dalam proyek
pembangunan, dan investasi non permanen lainnya. Investasi permanen antara lain: penyertaan
modal pemerintah dan investasi permanen lainnya.
(8) Aset Tetap meliputi: tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan
jaringan, aset tetap lainnya, dan konstruksi dalam pengerjaan.
(9) Aset non lancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset lainnya. Termasuk dalam aset lainnya
adalah aset tak berwujud dan aset berwujud dan aset kerja sama (kemitraan).
(10) Karakteristik Esensial Kewajiban adalah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban masa kini
yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang
akan datang.
(11) Kewajiban umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk
bertindak di masa lalu. Dalam konteks pemerintahan, kewajiban muncul antara lain: karena
penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas
pemerintah lain, atau lembaga internasional. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan
dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah atau dengan pemberi jasa lainnya.
(12) Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang
mengikat atau peraturan perundangan-undangan.
(13) Kewajiban dikelompokkan ke dalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.
Kewajiban jangka pendek merupakan kelompok kewajiban yang diselesaikan dalam waktu
kurang dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka panjang adalah
kelompok kewajiban yang penyelesaiannya dilakukan setelah 12 (dua belas) bulan sejak tanggal
pelaporan.
(14) Ekuitas Dana dapat dikelompokkan sebagai berikut:
(10) Ekuitas Dana Lancar adalah selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek.
(11) Ekuitas dana Investasi mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam aset non lancar
selain dana cadangan, dikurangi dengan kewajiban jangka panjang.
(12) Ekuitas Dana Cadangan mencerminkan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya sesuai peraturan perundang-undangan.
c) Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas
selama satu periode akuntansi, saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.
Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan,
pembiayaan dan non anggaran.
d) Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan sekurang-kurangnya disajikan susunan sebagai berikut:
(1) Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Perda APBD,
berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.
(2) Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan.
67

(3) Informasi tentang dasar penyusunan pelaporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang
dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya.
(4) Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh pernyataan standar akuntansi pemerintah yang belum
disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
(5) Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar
muka laporan keuangan.
(6) Daftar dan skedul.
9) KEBIJAKAN AKUNTANSI ANGGARAN
a) Akuntansi anggaran merupakan teknis pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang
digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan.
b) Akuntansi anggaran diselenggarakan sesuai dengan struktur anggaran yang terdiri dari anggaran
pendapatan, belanja dan pembiayaan.
Anggaran pendapatan meliputi estimasi pendapatan yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi
pendapatan.
Anggaran belanja terdiri dari apropriasi yang dijabarkan menjadi otorisasi kredit anggaran.
Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
c) Akuntansi anggaran diselenggarakan pada saat anggaran disahkan dan anggaran dialokasikan.
10) KEBIJAKAN AKUNTANSI PENDAPATAN
a) Tujuan Kebijakan Akuntansi Pendapatan adalah mengatur perlakuan akuntansi pendapatan.
b) Perlakuan akuntansi pendapatan mencakup definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan
pengungkapan pendapatan.
c) Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang menambah ekuitas dana
lancar dalam periode Tahun Anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan tidak
perlu dibayar kembali oleh Pemerintah Kabupaten Tuban.
d) Pendapatan diklasifikasikan menurut jenis pendapatan.
e) Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Daerah.
f) Dalam hal badan layanan umum, pendapatan diakui dengan mengacu pada peraturan perundangan
yang mengatur mengenai badan layanan umum.
g) Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan
bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
h) Transfer Masuk adalah penerimaan uang dari entitas pelaporan lain, misalnya penerimaan Dana
Perimbangan dari Pemerintah Pusat dan Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi.
i) Pengembalian yang sifatnya normal dan berulang (recurring) atas penerimaan pendapatan, tidak
dilakukan koreksi tetapi dibukukan sebagai pengurang pendapatan.
j) Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang (non-recurring) atas penerimaan pendapatan
yang terjadi pada periode penerimaan pendapatan dibukukan sebagai pengurang pendapatan pada
periode yang sama.
k) Pengukuran pendapatan menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas yang diterima
dan atau akan diterima.
l) Pendapatan yang diukur dengan mata uang asing dikonversi ke mata uang rupiah berdasarkan nilai
tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada saat terjadinya pendapatan.
11) KEBIJAKAN AKUNTANSI BELANJA
a) Tujuan Kebijakan Akuntansi Belanja adalah mengatur perlakuan akuntansi belanja.
b) Perlakuan akuntansi belanja mencakup definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan pengungkapan
belanja.
c) Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana
lancar dalam periode Tahun Anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali oleh Pemerintah Kabupaten Tuban.
d) Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja), organisasi, dan
fungsi.Klasifikasi ekonomi adalah pengelompokkan belanja yang didasarkan pada jenis belanja untuk
melaksanakan suatu aktivitas. Klasifikasi ekonomi untuk Pemerintah Kabupaten Tuban terdiri dari:
Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, dan
Belanja Tak Terduga.
e) Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah dalam periode
berjalan/periode akuntansi.
68

f) Dalam hal layanan umum, belanja diakui dengan mengacu pada peraturan perundangan yang
mengatur mengenai badan layanan umum.
g) Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat
pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.
h) Transfer Keluar adalah pengeluaran uang dari entitas pelaporan ke entitas pelaporan lain seperti :
Dana Bagi Hasil oleh Pemerintah Kabupaten Tuban ke Desa/Kelurahan.
i) Realisasi anggaran belanja dilaporkan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan dalam Dokumen
Anggaran.
j) Koreksi atas pengeluaran belanja (penerimaan kembali belanja) yang terjadi pada periode pengeluaran
belanja dibukukan sebagai pengurang belanja pada periode yang sama. Apabila diterima pada periode
berikutnya, koreksi atas pengeluaran belanja dibukukan dalam pendapatan lain-lain.
k) Pengukuran belanja non modal menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas yang
dikeluarkan dan atau akan dikeluarkan.
l) Pengukuran belanja modal menggunakan dasar yang digunakan dalam pengukuran aktiva tetap.
m) Belanja yang diukur dengan mata uang asing dikonversi ke mata uang rupiah berdasarkan nilai tukar
(kurs tengah Bank Indonesia) pada saat pengakuan belanja.
12) KEBIJAKAN AKUNTANSI SURPLUS/DEFISIT
a) Surplus adalah selisih lebih antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan.
b) Defisit adalah selisih kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan.
c) Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan dicatat dalam pos
surplus/defisit.
13) KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN
a) Tujuan kebijakan akuntansi pembiayaan mengatur perlakuan akuntansi pembiayaan.
b) Perlakuan akuntansi pembiayaan mencakup definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan
pengungkapan pembiayaan.
c) Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan
diterima kembali, baik pada Tahun Anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya,
yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau
memanfaatkan surplus anggaran.
d) Pembiayaan diklasifikasikan menjadi empat, yaitu: Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran
Pembiayaan, Pembiayaan Neto, dan Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan.
e) Penerimaan Pembiayaan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Daerah antara lain berasal
dari Penerimaan Pinjaman, Pengeluaran Obligasi Pemerintah Kabupaten Tuban, hasil privatisasi
Perusahaan Daerah, Penerimaan kembali Pinjaman yang diberikan kepada Pihak Ketiga, Penjualan
Investasi Permanen lainnya, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran dan Pencairan Dana Cadangan.
f) Pengeluaran Pembiayaan adalah semua pengeluaran Rekening Kas Daerah antara lain: Pemberian
Pinjaman kepada Pihak ketiga, Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Tuban, Pembayaran kembali
Pokok Pinjaman dalam Periode Tahun Anggaran tertentu, dan Pembentukan Dana Cadangan.
g) Pembiayaan Neto adalah selisih antara penerimaan pembiayaan setelah dikurangi pengeluaran
pembiayaan dalam periode Tahun Anggaran tertentu.
h) Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran adalah selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan
pengeluaran selama satu periode pelaporan.
i) Penerimaan Pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Daerah.
j) Akuntansi Penerimaan Pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan
penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
k) Pengeluaran Pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah.
l) Selisih lebih/kurang antara penerimaan dan pengeluaran pembiayaan selama satu periode pelaporan
dicatat dalam pos Pembiayaan Neto.
m) Selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode pelaporan
dicatat dalam pos SiLPA/SiKPA.
n) Pengukuran pembiayaan menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas yang
diterima atau yang akan diterima dan nilai sekarang kas yang dikeluarkan atau yang akan dikeluarkan.
o) Pembiayaan yang diukur dengan mata uang asing dikonversi ke mata uang rupiah berdasarkan nilai
tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada tanggal pengakuan pembiayaan.
69

14) KEBIJAKAN AKUNTANSI LAPORAN ARUS KAS


a) Tujuan kebijakan laporan arus kas adalah untuk mengatur penyajian laporan arus kas yang
memberikan informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas suatu entitas pelaporan
dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan,
pembiayaan, dan non anggaran selama satu periode akuntansi.
b) Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan
kas dan setara kas selama satu periode akuntansi dan saldo kas pada tanggal pelaporan. Informasi ini
disajikan untuk pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan.
c) Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang digunakan untuk kegiatan
operasional pemerintah selama satu periode akuntansi.
d) Aktivitas investasi aset non keuangan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang
ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap dan aset non keuangan lainnya.
e) Aktivitas pembiayaan adalah aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali dan/ atau
pengeluaran kas yang akan diterima kembali yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan
komposisi investasi jangka panjang, piutang jangka panjang, dan utang pemerintah sehubungan
dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran.
f) Aktivitas non anggaran adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak mempengaruhi
anggaran pendapatan,belanja,transfer, dan pembiyaan pemerintah.
g) Laporan arus kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang
diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan, pembiayaan, non
anggaran.
h) Entitas pelaporan menyajikan arus kas dengan cara menggunakan Metode langsung, metode ini
mengungkapkan pengelompokkan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto dari masing-masing
aktivitas.
i) Arus kas yang timbul dari aktivitas operasi dapat dilaporkan atas dasar arus kas bersih dalam hal:
(1) Penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan penerima manfaat arus kas tersebut lebih
mencerminkan aktivitas pihak lain daripada aktivitas pemerintah. Salah satu contohnya adalah
hasil kerjasama operasional.
(2) Penerimaan dan pengeluaran kas untuk transaksi-transaksi yang perputarannya cepat, volume
transaksi banyak, dan jangka waktunya singkat.
j) Arus kas yang timbul dari transaksi mata uang asing harus dibukukan dengan menggunakan mata
uang rupiah dengan menjabarkan mata uang asing tersebut ke dalam mata uang rupiah berdasarkan
kurs pada tanggal transaksi.
k) Arus kas dari transaksi penerimaan pendapatan bunga dan pengeluaran belanja untuk pembayaran
bunga pinjaman serta penerimaan pendapatan dari bagian laba Perusahaan Daerah harus diungkapkan
secara terpisah. Setiap akun yang terkait dengan transaksi tesebut harus diklasifikasikan ke dalam
aktivitas operasi secara konsisten dari tahun ke tahun.
l) Jumlah penerimaan pendapatan bunga yang dilaporkan dalam arus kas aktivitas operasi adalah jumlah
kas yang benar-benar diterima dari pendapatan bunga pada periode akuntansi yang bersangkutan.
m) Jumlah pengeluaran belanja pembayaran bunga utang yang dilaporkan dalam arus kas aktivitas
operasi adalah jumlah pengeluran kas untuk pembayaran bunga dalam periode akuntansi yang
bersangkutan.
n) Jumlah penerimaan pendapatan dari bagian laba perusahaan daerah yang dilaporkan dalam arus kas
aktivitas operasi adalah jumlah kas yang benar-benar diterima dari bagian laba perusahaan daerah
dalam periode akuntansi yang bersangkutan.
o) Pencatatan investasi pada perusahaan daerah dan kemitraan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu
metode ekuitas dan metode biaya.
p) Transaksi investasi dan pembiayaan yang tidak mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran kas dan
setara kas tidak dilaporkan dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut harus diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan.
q) Entitas pelaporan mengungkapkan komponen kas dan setara kas dalam Laporan Arus Kas yang
jumlahnya sama dengan pos terkait di Neraca.
r) Entitas pelaporan mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak boleh
digunakan oleh entitas. Hal ini dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

70

15) KEBIJAKAN AKUNTANSI NERACA


a) Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh Pemerintah dan mempunyai
nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
b) Aset diakui pada saat diterima/kepemilikannya dan/ atau kepenguasaannya berpindah.
c) Kewajiban diakui besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau
telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang, dan perubahan atas kewajiban
tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal.
d) Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul.
e) Pengukuran aset adalah sebagai berikut:
(1) Kas dicatat sebesar nilai nominal;
(2) Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai perolehan;
(3) Piutang dicatat sebesar nilai nominal;
Berdasarkan Peraturan Bupati Tuban Nomor 11 Tahun 2011 sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Bupati Tuban Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyisihan Piutang Tidak Tertagih dan
Penghapusan Piutang penggolongan kualitas piutang daerah disajikan sebagai berikut :
(a) Kualitas lancar apabila belum dilakukan pelunasan sampai dengan 1 tahun sejak tanggal
jatuh tempo yang ditetapkan;
(b) Kualitas kurang lancar apabila dalam jangka waktu lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan
3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal jatuh tempo tidak dilakukan pelunasan;
(c) Kualitas diragukan apabila dalam jangka waktu lebih dari 3 (tiga) tahun sampai dengan 5
(lima) tahun terhitung sejak tanggal jatuh tempo tidak dilakukan pelunasan; dan
(d) Kualitas macet lebih dari 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal jatuh tempo tidak dilakukan
pelunasan atau piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara/kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL).
Penyisihan Piutang disajikan sebagai berikut :
(a) Penyisihan Piutang tak tertagih yang memiliki kualitas lancar sebesar 10% (sepuluh prosen) ;
(b) Penyisihan Piutang Tak Tertagih yang memiliki kualitas kurang lancar sebesar 25% (dua
puluh lima prosen);
(c) Penyisihan Piutang Tak Tertagih yang memiliki kualitas diragukan sebesar 50% (lima puluh
prosen);
(d) Penyisihan Piutang Tak tertagih yang memiliki kualitas macet sebesar 100% (seratus prosen).
(4) Persediaan dicatat sebesar:
(a) Biaya Perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;
(b) Biaya Standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
(c) Nilai Wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti: donasi/rampasan.
f) Investasi jangka panjang dicatat sebesar biaya perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang
terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi tersebut.
g) Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan
dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada
tanggal neraca.
16) KEBIJAKAN AKUNTANSI PERSEDIAAN
a) Tujuan kebijakan akuntansi persediaan adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan
dan informasi lainnya yang dianggap perlu disajikan dalam laporan keuangan.
b) Perlakuan akuntansi persediaan mencakup definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan
pengungkapan persediaan.
c) Persediaan adalah asset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk
mendukung kegiatan operasional
d) Persediaan merupakan asset yang berwujud:
(1) barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional
pemerintah;
(2) bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses produksi;
(3) barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada
masyarakat;
(4) barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan
pemerintahan.
71

e) Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan
mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
f) Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.
g) Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik.
h) Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek swakelola dan dibebankan ke suatu
perkiraan aset untuk konstruksi dalam pekerjaan, tidak dimasukkan sebagai persediaan.
i) Persediaan disajikan sebesar:
(1) biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;
(2) biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
(3) nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti: donasi/perampasan.
j) Biaya perolehan persediaan meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya penanganan dan
biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. Potongan harga,
rabat dan lainnya yang serupa mengurangi biaya perolehan.
k) Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir diperoleh.
l) Barang persediaan yang memiliki nilai nominal yang dimaksudkan untuk dijual dinilai dengan biaya
perolehan terakhir.
m) Persediaan hewan dan tanaman untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dinilai dengan
menggunakan nilai wajar.
n) Laporan keuangan mengungkapkan:
(1) kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan;
(2) penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam
pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang
yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat, dan barang yang masih dalam
proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat;
(3) kondisi persediaan.
17) KEBIJAKAN AKUNTANSI INVESTASI
a) Tujuan kebijakan akuntansi investasi adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk investasi dan
pengungkapan informasi penting lainnya yang harus disajikan dalam laporan keuangan.
b) Perlakuan akuntansi investasi mencakup definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan
pengungkapan investasi.
c) Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi seperti bunga, dividen
dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka
pelayanan kepada masyarakat.
d) Investasi pemerintah dibagi atas dua yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.
Investasi jangka pendek merupakan kelompok aset lancar sedangkan investasi jangka panjang
merupakan kelompok aset non lancar.
e) Investasi jangka pendek harus memenuhi karakteristik sebagai berikut:
(1) dapat segera diperjualbelikan/dicairkan
(2) investasi tersebut ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya Pemerintah Kabupaten Tuban
dapat menjual investasi tersebut apabila timbul kebutuhan kas.
(3) beresiko rendah.
f) Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanaman investasinya, yaitu permanen dan non
permanen. Investasi permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki
secara berkelanjutan, sedangkan investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang
dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan.
g) Suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah satu kriteria:
(1) kemungkinan manfaat ekonomi dan manfaat sosial atau jasa potensial di masa yang akan datang
atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh Pemerintah Kabupaten Tuban;
(2) nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable).
h) Pengeluaran untuk perolehan investasi jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas Pemerintah
Kabupaten Tuban dan tidak dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran, sedangkan
pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang diakui sebagai pengeluaran pembiayaan.
i) Investasi jangka pendek dalam bentuk surat berharga, misalnya saham dan obligasi jangka pendek,
dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan investasi meliputi harga transaksi investasi itu
sendiri ditambah komisi perantara jual beli, jasa bank dan biaya lainnya yang timbul dalam rangka
perolehan tersebut.
72

j) Apabila investasi dalam bentuk surat berharga diperoleh tanpa biaya perolehan, maka investasi dinilai
berdasar nilai wajar investasi pada tanggal perolehannya yaitu sebesar harga pasar. Apabila tidak ada
nilai wajar, biaya perolehan setara kas yang diserahkan atau nilai wajar asset lain yang diserahkan
untuk memperoleh investasi tersebut.
k) Investasi jangka pendek dalam bentuk non saham, misalnya dalam bentuk deposito jangka pendek
dicatat sebesar nilai nominal deposito tersebut.
l) Investasi jangka panjang yang bersifat permanen misalnya penyertaan modal Pemerintah Kabupaten
Tuban, dicatat sebesar biaya perolehannya meliputi harga transaksi investasi itu sendiri ditambah
biaya lain yang timbul dalam rangka perolehan investasi tersebut.
m) Investasi non permanen misalnya dalam bentuk pembelian obligasi jangka panjang dan investasi yang
dimaksudkan tidak untuk dimiliki berkelanjutan, dinilai sebesar nilai perolehannya. Sedangkan
investasi dalam bentuk dana talangan untuk penyehatan perbankan yang akan segera dicairkan dinilai
sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan.
n) Investasi non permanen dalam bentuk penanaman modal di proyek-proyek pembangunan pemerintah
(seperti Proyek PIR) dinilai sebesar biaya pembangunan termasuk biaya yang dikeluarkan dalam
rangka penyelasaian proyek sampai proyek tersebut diserahkan ke pihak ketiga.
o) Apabila investasi jangka panjang diperoleh dari pertukaran aset Pemerintah Kabupaten Tuban, maka
nilai investasi yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Tuban adalah sebesar biaya perolehan, atau nilai
wajar investasi tersebut jika harga perolehannya tidak ada.
p) Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus dinyatakan dalam rupiah dengan menggunakan
nilai tukar (kurs tengah Bank Indonesia) yang berlaku pada tanggal transaksi.
q) Penilaian investasi Pemerintah Kabupaten Tuban dilakukan dengan menggunakan metode biaya yaitu
investasi dicatat sebesar biaya perolehan. Penghasilan atas investasi tersebut diakui sebesar bagian
hasil yang diterima dan tidak mempengaruhi besarnya investasi pada badan usaha/badan hukum yang
terkait.
r) Hasil investasi yang diperoleh dari investasi jangka pendek dicatat sebagai pendapatan.
s) Hasil investasi yang diperoleh dari penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Tuban yang
pencatatannya menggunakan metode biaya, dicatat sebagai pendapatan hasil investasi.
t) Penerimaan dari penjualan investasi jangka pendek diakui sebagai penerimaan kas Pemerintah
Kabupaten Tuban dan tidak dilaporkan sebagai pendapatan dalam laporan realisasi anggaran,
sedangkan penerimaan dari pelepasan investasi jangka panjang diakui sebagai penerimaan
pembiayaan.
u) Hal-hal lain yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban berkaitan
dengan investasi pemerintah, antar lain:
(1) kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi;
(2) jenis-jenis investasi, investasi permanen dan non permanen;
(3) perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang;
(4) penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebab penurunan tersebut;
(5) investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya;
(6) perubahan pos investasi.
18) KEBIJAKAN AKUNTANSI ASET TETAP
a) Tujuan kebijakan akuntansi aset tetap adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk aset tetap
yang meliputi definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan pengungkapan aset tetap.
b) Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk
digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
c) Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi
entitas. Berikut adalah klasifikasi aset tetap yang digunakan:
(1) tanah;
(2) peralatan dan mesin;
(3) gedung dan bangunan;
(4) jalan, irigasi dan jaringan;
(5) aset tetap lainnya;
(6) konstruksi dalam pengerjaan.
d) Untuk dapat diakui sebagai aset tetap, suatu aset harus berwujud dan memenuhi kriteria:
(1) mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;
(2) biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
73

e)
f)
g)

h)
i)

j)

k)

(3) tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan
(4) diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.
Pengakuan aset tetap pada saat aset tetap telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan atau
pada saat penguasaannya berpindah.
Aset tetap diukur dan dinilai berdasarkan biaya perolehan. Apabila biaya perolehan tidak
memungkinkan, maka menggunakan nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh.
Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas. Biaya perolehan aset tetap yang digunakan
adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal
neraca awal, atas perolehan aset tetap baru, suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga
wajar bila biaya perolehan tidak ada.
Penilaian kembali atau revaluasi aset tetap dilakukan/diperkenankan berdasarkan ketentuan
Pemerintah yang berlaku secara nasional.
Laporan keuangan harus mengungkapkan untuk masing-masing jenis aset tetap sebagai berikut:
(1) dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat (carrying amount);
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
a) penambahan;
b) pelepasan;
c) akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada;
d) mutasi aset tetap lainnya.
(3) informasi penyusutan, meliputi:
a) nilai penyusutan;
b) metode penyusutan yang digunakan;
metode penyusutan aset tetap dilaksanakan dengan menggunakan metode garis lurus.
c) masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
d) nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.
(4) eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap;
(5) kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap;
Berdasarkan Peraturan Bupati Tuban Nomor 31 Tahun 2009 tentang Pedoman Kapitalisasi aset
Tetap Pemerintah Kabupaten Tuban disajikan sebagai berikut :
a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin sama dengan atau lebih dari
Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)
b) Pengeluaran untuk pengadaan pembangunan gedung dan bangunan baru sama dengan atau
lebih dari Rp20.000.000 (dua puluh juta rupiah).
c) Kapitalisasi Aset Tetap terhadap belanja pemeliharaan/perawatan dengan kretria sebagai
berikut :
(a) perawatan/pemeliharaan aset tetap dengan tingkat kerusakan ringan, biaya maksimum
adalah sebesar 30% dari harga satuan pengadaan baru yang berlaku untuk jenis aset yang
sama, tidak dikapitalisasi (tidak menambah aset tetap).
(b)perawatan/pemeliharaan aset tetap dengan tingkat kerusakan sedang, biaya maksimum
adalah sebesar 45% dari harga satuan pengadaan baru yang berlaku untuk jenis aset yang
sama, dikapitalisasi (menambah aset tetap).
(c) perawatan/pemeliharaan aset tetap dengan tingkat kerusakan berat, biaya maksimum
adalah sebesar 65% dari harga satuan pengadaan baru yang berlaku untuk jenis aset yang
sama, dikapitalisasi (menambah aset tetap).
(6) jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi;
(7) jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.
Biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari harga belinya atau konstruksinya, termasuk bea impor dan
setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung dalam membawa aset tersebut ke kondisi yang
membuat aset tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan.
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah :
(1) biaya persiapan tempat
(2) biaya pengiriman awal, biaya simpan dan bongkar muat
(3) biaya pemasangan
(4) biaya profesional seperti arsitek dan insinyur.
(5) biaya konstruksi.
74

l) Biaya perolehan tanah mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah, biaya yang
dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak, biaya pematangan, pengukuran, penimbunan dan biaya
lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. Nilai tanah juga meliputi nilai bangunan
tua yang terletak pada tanah yang dibeli tersebut jika bangunan tua tersebut untuk dimusnahkan.
m) Biaya perolehan peralatan dan mesin meliputi harga pembelian, biaya pengangkutan, biaya instalasi
serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan mesin tersebut
siap digunakan.
n) Biaya perolehan gedung dan bangunan meliputi harga pembelian atau biaya konstruksi, termasuk
biaya pengurusan IMB, notaris dan pajak.
o) Biaya perolehan jalan, irigasi dan jaringan meliputi biaya perolehan atau biaya konstruksi dan biayabiaya lain yang dikeluarkan sampai jalan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai.
p) Biaya perolehan aset tetap lainnya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh aset tersebut siap pakai.
q) Biaya administrasi dan biaya umum lainnya bukan merupakan suatu komponen aset tetap sepanjang
biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya aset atau membawa ke kondisi
kerjanya. Demikian pula biaya permulaan dan pra produksi serupa kecuali biaya tersebut perlu untuk
membawa aset ke kondisi kerjanya.
r) Biaya perolehan aset yang dibangun dengan cara swakelola ditentukan menggunakan prinsip yang
sama seperti aset yang dibeli.
s) Setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga pembelian.
19) KEBIJAKAN AKUNTANSI KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN
a) Tujuan kebijakan akuntansi konstruksi dalam pengerjaan adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk
konstruksi dalam pengerjaan dengan metode nilai historis.
b) Konstruksi dalam pengerjaan adalah aset-aset dalam proses pembangunan sampai periode akuntansi
berakhir belum selesai dikerjakan.
c) Konstruksi dalam pengerjaan mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan,
irigasi dan jaringan dan aset tetap lainnya yang proses perolehannya atau proses pembangunannya
belum selesai.
d) Suatu benda berwujud harus diakui sebagai konstruksi dalam pengerjaan jika :
(1) besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset
tersebut akan diperoleh.
(2) biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal.
(3) aset tersebut masih dalam proses pengerjaan.
e) Konstruksi dalam pengerjaan dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika memenuhi kreteria
sebagai berikut ;
(1) konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan.
(2) dapat memberikan manfaat/jasa sesuai dengan tujuan perolehannya
f) Konstruksi dalam pengerjaan dicatat sebesar biaya perolehan.
g) Nilai konstruksi yang dikerjakan secara swakelola meliputi :
(1) biaya pekerja lapangan termasuk penyelia.
(2) biaya bahan yang digunakan dalam konstruksi
(3) biaya pemindahan sarana, peralatan dan bahan-bahan dari dan ke lokasi pelaksanaan konstruksi.
(4) biaya penyewaan sarana dan peralatan
(5) biaya rancangan dan bantuan teknis yang secara langsung berhubungan dengan konstruksi.
h) Nilai konstruksi yang dikerjakan oleh kontraktor melalui kontrak konstruksi meliputi :
(1) termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor sehubungan dengan tingkat penyelesaian
pekerjaan.
(2) kewajiban yang masih harus dibayar kepada kontraktor berhubung dengan pekerjaan yang telah
diterima tetapi belum dibayar pada tanggal pelaporan.
(3) pembayaran klaim kepada kontraktor sehubungan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi.
i) Jika konstruksi dibiayai dari pinjaman maka biaya pinjaman yang timbul selama masa konstruksi
dikapitalisasi dan menambah biaya konstruksi, sepanjang biaya tersebut dapat diidentifikasikan dan
ditetapkan secara andal.
j) Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi tidak boleh melebihi jumlah biaya bunga yang dibayarkan
pada periode yang bersangkutan.
75

k) Apabila pinjaman digunakan untuk membiayai beberapa jenis aset yang diperoleh dalam suatu
periode tertentu, harus dialokasikan ke masing-masing konstruksi dengan metode rata-rata tertimbang
atas total pengeluaran biaya konstruksi.
l) Apabila kegiatan pembangunan konstruksi dihentikan sementara tidak disebabkan oleh hal-hal yang
bersifat force majeur maka biaya pinjaman yang dibayarkan selama masa pemberhentian sementara
pembangunan konstruksi dikapitalisasi.
m) Kontrak konstruksi yang mencakup beberapa jenis pekerjaan yang penyelesaiannya jatuh pada waktu
yang berbeda-beda maka jenis pekerjaan yang sudah selesai tidak diperhitungkan biaya pinjaman.
Biaya pinjaman hanya dikapitalisasi untuk jenis pekerjaan yang masih dalam proses pengerjaan.
n) Pengungkapan informasi mengenai konstruksi dalam pengerjaan pada akhir periode akuntansi
meliputi :
(1) rincian kontrak konstruksi dalam pengerjaan berikut tingkat penyelesaian dan jangka waktu
penyelesaiannya.
(2) nilai kontrak konstruksi dan pembiayaannya
(3) jumlah biaya yang telah dikeluarkan
(4) uang muka kerja yang diberikan
(5) retensi
(6) biaya pemindahan sarana, peralatan
20) KEBIJAKAN AKUNTANSI KEWAJIBAN
a) Tujuan Akuntansi Kewajiban adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi kewajiban.
b) Perlakuan akuntansi kewajiban mencakup definisi, pengakuan, pengukuran, penilaian, dan
pengungkapan kewajiban.
c) Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesainnya mengakibatkan
aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah Kabupaten Tuban.
d) Setiap entitas pelaporan mengungkapkan setiap pos kewajiban yang mencakup jumlah-jumlah yang
diharapkan akan diselesaikan dalam waktu 12 (dua belas) bulan dan lebih dari 12 (dua belas) bulan
setelah tanggal pelaporan.
e) Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar dalam
waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Semua kewajiban lainnya diklasifikasikan
sebagai kewajiban jangka panjang.
f) Suatu entitas pelaporan tetap mengklasifikasikan kewajiban jangka panjangnya, meskipun kewajiban
tersebut jatuh tempo dan akan diselesaikan dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan jika:
(1) jangka waktu aslinya adalah untuk periode lebih dari 12 (dua belas) bulan;
(2) entitas bermaksud untuk mendanai kembali (refinance) kewajiban tersebut atas dasar jangka
panjang; dan
(3) maksud tersebut didukung dengan adanya suatu perjanjian pendanaan kembali (refinancing), atau
adanya penjadwalan kembali terhadap pembayaran, yang diselesaikan sebelum laporan keuangan
disetujui.
g) Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima dan/ atau pada saat kewajiban timbul. Kewajiban
dapat timbul dari:
(1) transaksi dengan pertukaran;
(2) transaksi tanpa pertukaran, sesuai hukum yang berlaku dan kebijakan yang diterapkan belum
lunas dibayar sampai dengan saat tanggal pelaporan;
(3) kejadian yang berkaitan dengan Pemerintah Kabupaten Tuban;
(4) kejadian yang diakui Pemerintah Kabupaten Tuban.
h) Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan dan dinyatakan
dalam mata uang rupiah. Penjabaran mata uang asing menggunakan kurs tengan Bank Indonesia pada
tanggal neraca.
(1) utang kepada pihak ketiga diakui pada saat Pemerintah Kabupaten Tuban menerima hak atas
barang, termasuk barang dalam perjalanan yang telah menjadi haknya, pemerintah harus
mengakui kewajiban atas jumlah yang belum dibayarkan untuk barang tersebut.
(2) utang bunga atas utang Pemerintah Kabupaten Tuban harus dicatat sebesar biaya bunga yang
telah terjadi dan belum dibayar. Utang bunga atas utang Pemerintah Kabupaten Tuban yang
belum dibayar harus diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban
yang berkaitan.
76

i)
j)

k)
l)

(3) utang perhitungan pihak ketiga (PFK), pada akhir periode pelaporan saldo pungutan/potongan
berupa PFK yang belum disetorkan kepada pihak lain harus dicatat dalam laporan keuangan
sebesar jumlah yang masih harus disetorkan.
(4) bagian lancar hutang jangka panjang, nilai yang dicantumkan dalam laporan keuangan adalah
jumlah yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.
(5) kewaijban lancar lainnya merupakan kewajiban lancar yang tidak termasuk dalam katagori yang
ada dan yang dicantumkan dalam laporan keuangan adalah biaya yang masih harus dibayar pada
saat laporan keuangan disusun.
Utang Pemerintah Kabupaten Tuban harus diungkapkan secara rinci dalam bentuk daftar skedul utang
untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada pemakainya.
Untuk meningkatkan kegunaan analisis, informasi-informasi yang harus disajikan dalam catatan atas
laporan keuangan adalah:
(1) jumlah saldo kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang diklasifikasikan berdasarkan
pemberian pinjaman;
(2) jumlah saldo kewajiban berupa utang Pemerintah Kabupaten Tuban berdasarkan jenis sekuritas
utang pemerintah dan jatuh temponya;
(3) bunga pinjaman yang terutang pada periode berjalan dan tingkat bunga yang berlaku;
(4) konsekuensi dilakukannya penyelesaian kewajiban sebelum jatuh tempo;
(5) perjanjian restrukturisasi utang meliputi:
(a) pengurangan pinjaman;
(b) modifikasi persyaratan utang;
(c) pengurangan tingkat bunga pinjaman;
(d) pengunduran jatuh tempo pinjaman;
(e) pengurangan nilai jatuh tempo pinjaman;
(f) pengurangan jumlah bunga terutang sampai dengan periode pelaporan.
Jumlah tunggakan pinjaman yang disajikan dalam bentuk daftar umur utang berdasarkan kreditur;
Biaya pinjaman:
(1) perlakuan biaya pinjaman;
(2) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi pada periode yang bersangkutan;
(3) tingkat kapitalisasi yang dipergunakan.

21) KEBIJAKAN AKUNTANSI KOREKSI KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN


AKUNTANSI, DAN PERISTIWA LUAR BIASA.
a) Tujuan akuntansi kebijakan akuntansi koreksi kesalahan, perubahan kebijakan, dan peristiwa luar
biasa adalah untuk mengatur perlakuan tentang akuntansi atas koreksi kesalahan, perubahan
kebijakan, dan peristiwa luar biasa.
b) Kesalahan adalah penyajian pos-pos yang secara signifikan tidak sesuai dengan yang seharusnya yang
mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan atau periode sebelumnya.
c) Koreksi adalah tindakan pembetulan akuntansi agar pos-pos yang tersaji dalam laporan keuangan
entitas menjadi sesuai dengan yang seharusnya.
d) Peristiwa Luar Biasa adalah kejadian atau transaksi yang secara jelas berbeda dari aktivitas normal
entitas dan karenanya tidak diharapkan terjadi dan berada diluar kendali atau pengaruh entitas
sehingga memiliki dampak yang signifikan terhadap realisasi anggaran atau posisi aset/kewajiban.
e) Terhadap setiap kesalahan harus dilakukan koreksi segera setelah diketahui.
f) Koreksi kesalahan yang tidak berulang yang terjadi pada periode berjalan, baik yang mempengaruhi
posisi kas maupun yang tidak, dilakukan dengan pembetulan pada akun yang bersangkutan dalam
periode berjalan.
g) Koreksi kesalahan yang tidak berulang yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan
mempengaruhi posisi kas, apabila laporan keuangan periode tersebut belum diterbitkan, dilakukan
dengan pembetulan pada akun pendapatan atau akun belanja dari periode yang bersangkutan.
h) Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus dilakukan hanya apabila penerapan suatu kebijakan
akuntansi yang berbeda diwajibkan oleh peraturan perundangan atau standar akuntansi pemerintahan
yang berlaku, atau apabila diperkirakan bahwa perubahan tersebut akan menghasilkan informasi
mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, atau arus kas yang lebih relevan dan lebih andal dalam
penyajian laporan keuangan entitas.
77

i) Perubahan kebijakan akuntansi dan pengaruhnya harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan.
j) Peristiwa luar biasa harus memenuhi seluruh persyaratan berikut:
(1) tidak merupakan kegiatan normal dari entitas;
(2) tidak diharapkan terjadi dan tidak diharapkan terjadi berulang;
(3) berada di luar kendali atau pengaruh entitas;
(4) memiliki dampak yang signifikan terhadap realisasi anggaran atau posisi aset/kewajiban.
k) Hakikat, jumlah dan pengaruh yang diakibatkan oleh peristiwa luar biasa harus diungkapkan secara
terpisah dalam catatan atas laporan keuangan.
22) KEBIJAKAN AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
a) Tujuan kebijakan akuntansi laporan keuangan konsolidasi adalah untuk mengatur penyusunan laporan
keuangan konsolidasian pada satuan kerja perangkat daerah sebagai entitas akuntansi dalam rangka
penyajian laporan keuangan demi meningkatkan kualitas dan kelengkapan laporan keuangan
dimaksud.
b) Laporan keuangan konsolidasian pada Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai entitas pelaporan
mencakup laporan keuangan semua entitas akuntansi, termasuk laporan keuangan badan layanan
umum.
c) Konsolidasi adalah proses penggabungan antara akun-akun yang diselenggarakan oleh entitas
pelaporan dengan entitas akuntansi, dengan mengeliminasi akun-akun timbal balik agar dapat
disajikan sebagai satu entitas pelaporan konsolidasian.
d) Laporan keuangan konsolidasian adalah suatu laporan keuangan yang merupakan gabungan
keseluruhan laporan keuangan sehingga tersaji sebagai satu entitas tunggal.
e) Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca dan catatan atas
laporan keuangan.
f) Laporan keuangan konsolidasian disajikan untuk periode pelaporan yang sama dengan periode
pelaporan keuangan entitas akuntansi dan berisi jumlah komparatif dengan periode sebelumnya.
g) Apabila dalam proses konsolidasi belum dimungkinkan diikuti dengan eliminasi akun-akun timbal
balik, maka hal tersebut diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
h) Badan layanan umum (BLU) menyelenggarakan pelayanan umum, memungut dan menerima serta
membelanjakan dana masyarakat yang diterima berkaitan dengan pelayanan yang diberikan, tetapi
tidak berbentuk badan hukum sebagaimana kekayaan daerah yang dipisahkan. Termasuk dalam BLU
antara lain adalah rumah sakit, lembaga pendidikan dan otorita.
i) Laporan keuangan BLU digabungkan pada lembaga teknis, Pemerintah Kabupaten Tuban yang secara
organisatoris membawahinya dengan ketentuan sebagai berikut :
(1) laporan realisasi BLU digabungkan secara bruto kepada laporan realisasi anggaran lembaga
teknis Pemerintah Kabupaten Tuban yang secara organisatoris membawainya.
(2) neraca BLU digabungkan kepada neraca lembaga teknis Pemerintah Kabupaten Tuban yang
secara organisatoris membawahinya.
Penerapan Kebijakan Akuntansi yang berkaitan dengan Ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi
Pemerintahan pada Penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2013 masih
belum sepenuhnya mengacu pada Standart Akuntansi Pemerintahanantara lain Aset Tetap berdasarkan
Standart Akuntansi Pemerintahan seharusnya dikurangi dengan akumulasi penyusutan, sedangkan penyajian
laporan aset tetap dalam laporan keuangan tahun 2013 masih belum dilakukan penyusutan.

78

BAB V
PENJELASANPOS-POS LAPORAN KEUANGAN
1) Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi
pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit, pembiayaan, dan sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran,
yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. Laporan Realisasi
Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh
pemerintah pusat/daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu
periode pelaporan.
Laporan Realisasi Anggaran tersebut dapat memberikan informasi untuk memprediksi sumber
daya ekonomi yang akan diterima untuk mendanai kegiatan penyelenggaraan pemerintah daerah pada
periode yang akan datang dan apakah laporan realisasi anggaran telah dilaksanakan secara efektif dan

efisien telah dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan serta sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan.
Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2013 sebagai berikut :
a) Pendapatan
Penerimaan pendapatan dari anggaran sebesar Rp1.485.964.263.823,71 terealisir sebesar
Rp1.526.016.153.880,56 lebih dari anggaran sebesar Rp40.051.890.056,85 atau 102,70% yang
disebabkan adanya pelampauan :
- Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui anggaran sebesar Rp16.607.490,265,40 atau 107,89%.
- Pendapatan Transfer melampaui anggaran sebesar Rp18.515.654.465,45 atau 101,86%.
- Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah Yang Dipisahkan melampaui sebesar Rp35,00
- Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah melampaui anggaran sebesarRp4.928.745.326,00 atau
101,76%.
Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa kinerja Pengelolaan Pendapatan Daerah telah
sesuai dengan Arah dan Kebijakan Umum Pendapatan Daerah melalui intensifikasi pemungutan,
penggalian potensi sumber pendapatan, pengawasan untuk memperkecil tingkat kebocoran,
meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat berjalan dengan baik dan sukses
karena Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2013 tercapai lebih dari 100%.
.
(1) Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari anggaran sebesar Rp210.513.035.092,16 terealisir
Rp227.120.525.357,56 melampaui anggaran sebesar Rp16.607.490,265,40 atau 107,89%.
RincianKomponen Pendapatan Asli Daerah terdiri dari:

(a) Pajak Daerah dari anggaran Rp116.521.955.921,50 terealisir sebesar Rp133.770.276.946,55


lebih dari anggaran Rp17.248.321.025,05 atau 114,80%. Daftar rincian penerimaan pajak
daerah sebagaimana tabel berikut.
Tabel5.1Daftar Rincian Pajak Daerah Tahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN
1
Pendapatan Pajak Daerah
Pajak Hotel
Hotel Bintang Tiga
Hotel Melati Tiga
Losmen/ Rumah Penginapan
/Pesanggrahan / Hostel/ Rumah Kos
Pajak Restoran
Rumah Makan
Katering
Pajak Hiburan
Pagelaran Kesenian/Musik/Tari/Busana
Karaoke
Permainan Biliar

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH KURANG

TAHUN 2012

2
116.521.955.921,50
611.050.000,00
424.000.000,00
176.000.000,00

3
133.770.276.946,55
765.377.334,00
548.461.948,00
205.840.386,00

4
17.248.321.025,05
154.327.334,00
124.461.948,00
29.840.386,00

5
114,80
125,26
129,35
116,95

6
90.594.010.661,62
689.579.579,00
503.427.117,00
175.602.462,00

11.050.000,00

11.075.000,00

25.000,00

100,23

10.550.000,00

983.291.500,00
286.641.500,00
696.650.000,00
126.037.500,00
1.850.000,00
107.987.500,00
16.200.000,00

1.397.780.961,00
326.306.980,00
1.071.473.981,00
153.150.000,00
17.250.000,00
119.600.000,00
16.300.000,00

414.489.461,00
39.665.480,00
374.823.981,00
27.112.500,00
15.400.000,00
11.612.500,00
100.000,00

142,15
113,84
153,80
121,51
932,43
110,75
100,62

943.565.067,00
213.462.685,00
730.102.382,00
120.850.000,00
4.200.000,00
100.150.000,00
16.500.000,00

79

Pajak Reklame
Reklame Papan/Bill
Board/Videotron/Megatron
Reklame Kain
Pajak Penerangan Jalan
Pajak Penerangan Jalan PLN
Pajak Parkir
Pajak Parkir
Pajak Air Tanah
Pajak Air Tanah
Pajak Sarang Burung Walet
Pajak Sarang Burung Walet
Pajak Mineral, Bukan Logam dan
Batuan
Batu kapur
Tanah liat
Pasir kuarsa
Dolomit
Phospat
Pedel
Ballclay
Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB P2 )
Pedesaan dan Pekotaan
Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB P2 )
Pajak Daerah Lainnya
Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan
Bangunan

509.847.370,50

716.226.298,50

206.378.928,00

140,48

1.067.710.524,00

390.082.670,50

547.812.223,50

157.729.553,00

140,43

943.349.124,00

119.764.700,00
41.900.000.000,00
41.900.000.000,00
45.605.500,00
45.605.500,00
358.842.300,00
358.842.300,00
50.000.000,00
50.000.000,00

168.414.075,00
47.673.571.345,80
47.673.571.345,80
57.657.375,00
57.657.375,00
446.499.247,50
446.499.247,50
50.070.000,00
50.070.000,00

48.649.375,00
5.773.571.345,80
5.773.571.345,80
12.051.875,00
12.051.875,00
87.656.947,50
87.656.947,50
70.000,00
70.000,00

140,62
113,78
113,78
126,43
126,43
124,43
124,43
100,14
100,14

124.361.400,00
37.892.939.153,00
37.892.939.153,00
47.897.850,00
47.897.850,00
396.208.334,42
396.208.334,42
60.040.000,00
60.040.000,00

40.593.632.000,00

45.699.425.036,00

5.105.793.036,00

112,58

39.789.918.547,00

30.074.789.538,00
8.813.632.000,00
774.313.794,00
4.500.000,00
2.000.000,00
883.420.368,00

33.812.187.126,00
9.709.162.100,00
899.748.310,00
9.607.500,00
1.474.200,00
1.227.283.300,00

3.737.397.588,00
895.530.100,00
125.434.516,00
5.107.500,00
(525.800,00)
343.862.932,00

112,43
110,16
116,20
213,50
73,71
138,92

28.947.493.753,00
8.813.745.000,00
767.934.269,00
3.487.575,00
2.530.125,00
1.180.629.725,00
74.098.100,00

40.976.300,00

39.962.500,00

(1.013.800,00)

97,53

25.643.649.751,00

29.045.321.664,50

3.401.671.913,50

113,27

25.643.649.751,00
5.700.000.000,00

29.045.321.664,50
7.765.197.684,25

3.401.671.913,50
2.065.197.684,25

113,27
136,23

9.585.301.607,20

5.700.000.000,00

7.765.197.684,25

2.065.197.684,25

136,23

9.585.301.607,20

(a) Retribusi Daerah dari anggaran sebesar Rp16.825.051.655,00 terealisir sebesar


Rp19.241.521.369,00 lebih dari anggaran sebesar Rp2.416.469.714,00 atau 114,36%
daftar rincian penerimaan retribusi daerah sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.2Daftar Rincian Retribusi Daerah Tahun Anggaran2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN
HASIL RETRIBUSI DAERAH
RETRIBUSI JASA UMUM
Retribusi Pelayanan
Kesehatan
Dinas Kesehatan
Puskesmas
RSUD. Dr. R. Koesma Tuban
Administrasi/ Karcis
Rawat Inap Umum
Tindakan Medik Non Operatif
Operasi
Persalinan
Laboratorium
Radiologi
Elektro medik
Rehap Medik
Pemulasaraan Jenazah
Visum
Askes
Jamkesmas
Jamkesda/SKTM
Diklat
Hasil Penjualan Obat-obatan &
Hasil Farmasi
Jasa Oksigen
Jasa Ambulance
Jasa Kantin/Katering
Lain-lain / Jasa Kantin
Penerimaan Retribusi Th. Lalu

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN
16.825.051.655,00
11.312.435.500,00

19.241.521.369,00
12.896.747.425,00

6.900.000.000,00

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

2.416.469.714,00
1.584.311.925,00

114,36
114,01

17.900.390.797,00
11.610.897.303,00

8.367.748.895,00

1.467.748.895,00

121,27

7.499.453.048,00

6.900.000.000,00
6.900.000.000,00

8.367.748.895,00
8.367.748.895,00

1.467.748.895,00
1.467.748.895,00

121,27
121,27

7.457.944.698,00
7.457.944.698,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

41.508.350,00
696.000,00
15.577.200,00
3.843.750,00
9.382.500,00
1.785.000,00
3.542.500,00
2.069.000,00
540.000,00
84.000,00
0,00
250.000,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

1.590.400,00
2.148.000,00
0,00
0,00
0,00

80

URAIAN
Retribusi Pelayanan
Persampahan/ Kebersihan
Rumah Tangga
Industri
Perkantoran/Perhotelan
Rumah Sakit
Perdagangan/Tempat Usaha
Perdagangan di Pasar
Pem./Swasta dan
tempat tertentu yg. Dikuasai
Pemda

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

146.309.000,00

184.964.900,00

38.655.900,00

126,42

137.848.900,00

14.734.500,00
6.800.000,00
5.640.000,00
3.000.000,00
24.782.000,00

14.766.000,00
7.520.000,00
5.645.000,00
3.000.000,00
28.926.000,00

31.500,00
720.000,00
5.000,00
0,00
4.144.000,00

100,21
110,59
100,09
100,00
116,72

14.874.500,00
6.795.000,00
4.685.000,00
2.135.000,00
23.286.500,00

91.352.500,00

125.107.900,00

33.755.400,00

136,95

86.072.900,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

5.090.000,00

7.250.000,00

2.160.000,00

142,44

58.149.000,00

0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00

Akta perkawinan

4.550.000,00

5.950.000,00

Akta Perceraian

300.000,00

600.000,00

Akta Kematian
Akta Perubahan
Surat Keterangan Pindah

240.000,00
0,00
0,00

700.000,00
0,00
0,00

133.694.000,00

138.335.000,00

4.641.000,00

103,47

133.344.000,00

3.225.000.000,00
1.800.000.000,00

3.209.295.630,00
1.713.523.300,00

(15.704.370,00)
(86.476.700,00)

99,51
95,20

2.934.737.855,00
1.565.607.200,00

104.000.000,00

104.673.500,00

673.500,00

100,65

77.886.650,00

200.000.000,00
410.000.000,00
210.000.000,00
71.000.000,00
280.000.000,00
150.000.000,00

207.406.250,00
434.473.400,00
230.575.800,00
74.007.600,00
269.029.000,00
175.606.780,00

7.406.250,00
24.473.400,00
20.575.800,00
3.007.600,00
(10.971.000,00)
25.606.780,00

103,70
105,97
109,80
104,24
96,08
117,07

187.655.150,00
398.005.100,00
190.909.000,00
69.555.950,00
273.315.000,00
171.803.805,00

867.882.500,00

939.905.000,00

72.022.500,00

108,30

810.272.500,00

0,00

0,00

0,00

14.810.000,00
19.650.000,00
18.000.000,00
1.650.000,00
0,00

15.730.000,00
33.518.000,00
30.900.000,00
2.618.000,00
0,00

920.000,00
13.868.000,00
12.900.000,00
968.000,00
0,00

0,00

0,00

0,00

3.765.916.123,00

3.998.462.379,00

232.546.256,00

106,18

3.724.670.143,00

1.812.175.123,00

1.993.682.389,00

181.507.266,00

110,02

1.780.661.913,00

21.960.000,00
7.360.000,00
0,00

23.135.200,00
8.140.000,00
0,00

1.175.200,00
780.000,00
0,00

105,35
110,60
0,00

20.598.700,00
7.360.000,00
0,00

8.000.000,00

8.395.200,00

395.200,00

104,94

7.238.700,00

6.600.000,00

6.600.000,00

0,00

100,00

6.000.000,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

135.502.500,00

244.854.000,00

109.351.500,00

180,70

274.935.000,00

59.280.300,00
9.024.000,00
37.655.400,00
10.940.100,00

65.093.300,00
9.483.000,00
39.447.050,00
12.736.050,00

5.813.000,00
459.000,00
1.791.650,00
1.795.950,00

109,81
105,09
104,76
116,42

73.982.800,00
10.155.000,00
45.685.800,00
16.481.200,00

Retribusi Penggantian Biaya


KTP dan Akte Capil
Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Kartu Keluarga (KK)
Akta Kelahiran

Retribusi Parkir Ditepi Jalan


Umum/Swasta
Retribusi Pelayanan Pasar
Pasar Baru Tuban
Pasar Pembantu/ Pasar
Pramuka
Pasar Pembantu/ Pasar Sore
Pasar Jatirogo
Pasar Bangilan
Pasar Montong
Pasar Hewan
Pasar Karang Agung
Retribusi Pengujian
Kendaraan Bermotor
Retribusi Pemeriksaan Alat
pemadam Kebakaran
Retribusi Penyedotan Kakus
Ret. Laboratorium Kesehatan
Air Minum dan Air Bersih
Makanan dan Minuman
Retribusi Laik Sehat
Retribusi Pemeriksa
Kesehatan Hewan
RETRIBUSI JASA USAHA
Retrib. Pemakaian Kekayaan
Daerah
Sewa Tanah dan Bangunan
Dinas Perhubungan
RSUD ( ATM ) BNI
Dinas Perekonomian dan
Pariwisata
Dn Pdptan ,Pengel Keu. Dan
Aset Drh ( Sw Kasda)
Dinsos, TKK & Akte Capil
(Jamsostek)
Sewa alat berat / Laboratorium
Sewa Rumah Dinas
Dinas Kesehatan
Dinas Pendidikan
Bagian Perlengkapan

23.296.000,00
30.283.000,00
0,00

1.400.000,00

130,77

0,00

300.000,00

200,00

0,00

460.000,00

291,67

0,00

0,00
0,00

0,00
4.570.000,00

0,00
106,21
170,58
171,67
158,67

12.080.000,00
25.012.000,00
22.306.000,00
2.706.000,00
0,00
0,00

81

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

URAIAN

Dinas Pertanian
Rumah Dinas RSUD
Sewa lapangan olah raga
Bagian Perlengkapan
Dinas Pekerjaan Umum
Sewa Kios
Dinas Pariwisata
Dinas Perhubungan
Sewa Lahan
Bagian Umum
Perlengkapan/Setda
Dinas Pekerjaan Umum
Pertanian
BPPKP
Sewa Pemakaian reklame
Billboard
Sewa Gedung Budaya Loka
Retribusi Tempat Pelelangan
Retribusi Terminal
Retribusi Tempat Parkir
Khusus
Retribusi Tempat Parkir (
RSUD )
Retribusi Tempat Parkir Pasar
Karang Agung
Retribusi Pemotongan Hewan
(RPH )
Retribusi Rekreasi dan Olah
Raga
Goa Akbar
Bekti Harjo
Prataan
Wisata Pantai Boom
Taman Wisata Terminal
Tempat Bermain anak
Ret. Pembakaran Limbah Medis
RETRIBUSI PERIJINAN
TERTENTU
Retribusi Ijin Mendirikan
Bangunan
IMB. Perumahan
IMB Industri
Retribusi Ijin Gangguan (HO)
Retribusi Ijin trayek
Retribusi Ijin Usaha Perikanan
Ijin Usaha Perikanan
Balai Benih Ikan
Surat Ijin Usaha Perdagangan
(SIUP)/SITU
Ijin Tata Usaha Kayu

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

1.660.800,00

1.660.800,00

0,00

100,00

1.660.800,00

14.292.000,00
6.192.000,00
8.100.000,00

1.766.400,00
18.068.000,00
6.268.000,00
11.800.000,00

126,42
101,23
145,68

15.348.000,00
7.748.000,00
7.600.000,00

56.025.000,00
5.265.000,00
50.760.000,00
1.458.659.323,00

56.025.000,00
5.265.000,00
50.760.000,00
1.518.394.889,00

1.766.400,00
3.776.000,00
76.000,00
3.700.000,00
0,00
0,00
0,00
0,00
59.735.566,00

100,00
100,00
100,00
104,10

82.533.000,00
31.773.000,00
50.760.000,00
1.239.240.413,00

1.422.466.623,00

1.476.847.189,00

54.380.566,00

103,82

1.203.047.713,00

8.148.700,00
8.000.000,00
20.044.000,00

13.503.700,00
8.000.000,00
20.044.000,00

5.355.000,00
0,00
0,00

165,72
100,00
100,00

8.148.700,00
8.000.000,00
20.044.000,00

6.456.000,00

6.912.000,00

456.000,00

107,06

13.824.000,00

60.000.000,00
90.000.000,00
199.080.000,00

61.200.000,00
90.239.000,00
199.418.000,00

1.200.000,00
239.000,00
338.000,00

102,00
100,27
100,17

60.200.000,00
89.264.000,00
202.215.800,00

290.501.000,00

299.432.400,00

8.931.400,00

103,07

295.587.000,00

105.000.000,00

106.219.500,00

1.219.500,00

101,16

100.713.000,00

222.000.000,00

224.343.500,00

2.343.500,00

101,06

227.696.000,00

62.160.000,00

66.200.000,00

4.040.000,00

106,50

39.382.000,00

985.000.000,00

1.018.927.590,00

33.927.590,00

103,44

989.150.430,00

500.000.000,00
240.000.000,00
15.000.000,00
200.000.000,00
20.000.000,00
10.000.000,00

502.418.000,00
250.064.500,00
28.551.090,00
209.525.500,00
18.357.000,00
10.011.500,00

2.418.000,00
10.064.500,00
13.551.090,00
9.525.500,00
(1.643.000,00)
11.500,00

100,48
104,19
190,34
104,76
91,79
100,12

504.737.000,00
241.209.000,00
20.195.930,00
199.200.000,00
13.779.500,00
10.029.000,00

1.746.700.032,00

2.346.311.565,00

599.611.533,00

134,33

2.564.823.351,00

1.266.163.032,00

1.429.323.035,00

163.160.003,00

112,89

1.607.837.878,00

469.400.000,00
796.763.032,00
450.000.000,00
23.037.000,00
7.500.000,00
7.500.000,00
0,00

611.516.761,00
817.806.274,00
880.221.530,00
23.207.000,00
13.560.000,00
13.560.000,00
0,00

142.116.761,00
21.043.242,00
430.221.530,00
170.000,00
6.060.000,00
6.060.000,00
0,00

130,28
102,64
195,60
100,74
180,80
180,80
0,00

446.293.947,00
1.161.543.931,00
892.718.473,00
23.892.000,00
40.375.000,00
14.315.000,00
26.060.000,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

(a) Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dari anggaran sebesar
Rp9.465.934.317,26 terealisir sebesar Rp9.465.934.352,26 lebih dari anggaran sebesar
Rp35,00 atau 100% daftar rincian penerimaan hasil perusahaan milik daerah dan
pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebagaimana tabel berikut :
Tabel5.3Daftar Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah YangDipisahkanTahun
Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN

HASIL PENGELOLAAN
KEKAYAAN DAERAH YANG
DIPISAHKAN

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

9.465.934.317,26

REALISASI

9.465.934.352,26

LEBIH/
(KURANG)

35,00

100,00

TAHUN 2012

14.440.021.363,44

82

Bagian Laba Atas Penyert. Modal


pd Perusahaan Milik Daerah /
BUMD
Bagian Laba Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM )
Bagian Laba Perusahaan Daerah
Aneka Tambang
Bag. Laba Lembaga Keuangan
Bank
Bank Pembangunan Daerah Jawa
Timur

9.465.934.317,26

9.465.934.352,26

35,00

100,00

516.850.031,17

576.290.685,35

576.290.685,35

0,00

100,00

512.462.732,41

249.436.165,00

249.436.200,00

35,00

100,00

4.387.298,76

8.640.207.466,91

8.640.207.466,91

0,00

100,00

13.923.171.332,27

8.640.207.466,91

8.640.207.466,91

0,00

100,00

13.923.171.332,27

(a) Lain-lain PAD Yang Sah dari anggaran sebesar Rp67.700.093.198,40 terealisir sebesar
Rp64.642.792.689,75 kurang dari anggaran sebesar Rp3.057.300.508,65 atau 95,48%.
Daftar rincian penerimaan Lain-lain PAD yang sah sebagaimana tabel berikut:
Tabel5.4Daftar Rincian Penerimaan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah YangSah
Tahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN
LAIN - LAIN PAD YANG SAH
Hasil Penjualan Aset Daerah yg
tidak dipisahkan

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

67.700.093.198,40

64.642.792.689,75

(3.057.300.508,65)

95,32

69.565.020.058,40

247.470.000,00

473.276.700,00

225.806.700,00

156,25

364.690.728,00

TAHUN 2012

Penjualan Kendaraan Roda 2

9.666.500,00

Penjualan Kendaraan Roda 4


Penjualan Drum Bekas
Penjualan Hasil Penebangan
Pohon (PU)
Penjualan Bahan-Bahan Bekas
Bangunan
Dinas Pekerjaan Umum (PUD )
Dinas Kesehatan
Dinas Pendidikan
Sekretariat Daerah
BPPKP

109.388.550,00
28.320.000,00

49.882.000,00

21.562.000,00

176,14

74.412.000,00

86.600.000,00

86.600.000,00

198.550.000,00

312.944.700,00

114.394.700,00

157,62

163.637.775,00

35.000.000,00
5.000.000,00

126.219.700,00

91.219.700,00

360,63

100.392.775,00

6.500.000,00

1.500.000,00

130,00

9.175.000,00

1.100.000,00

13.650.000,00

12.550.000,00

1.240,91

14.375.000,00

156.950.000,00

166.075.000,00

9.125.000,00

105,81

39.695.000,00

500.000,00

500.000,00

100,00

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

Hasil Penjualan Obat-obatan & hsl


Farmasi (RSUD)

6.985.903,00

Penjualan Hasil
Pertanian/Perkebunan
Badan Penyuluhan Pertanian dan
Ketahanan
Dinas Pertanian

600.000,00

600.000,00

100,00

600.000,00

600.000,00

600.000,00

600.000,00

100,00

Penjualan Hasil Perikanan

20.000.000,00

23.250.000,00

3.250.000,00

116,25

Balai Benih Ikan

20.000.000,00

23.250.000,00

3.250.000,00

116,25

Penerimaan Jasa Giro

4.243.561.934,34

5.348.623.905,55

1.105.061.971,21

126,04

3.918.097.025,09

Jasa Giro Kas Daerah

3.737.979.800,00

4.834.828.866,00

1.096.849.066,00

129,34

3.456.587.832,91

Jasa Giro Tahun Lalu

501.185.185,38

501.185.185,38

100,00

394.169.012,05

Jasa Giro dari PDAM

Jasa Giro Pihak ke III


Jasa Giro Pemegang Kas
Jasa Giro Dinas Pendapatan
Jasa Giro Dinas Perhubungan

19.122.245,00

29.027.563,94

4.396.948,96

12.609.854,17

8.212.905,21

285,94

19.190.371,19

638.602,97

1.449.868,03

811.265,06

227,04

619.448,97

13.451,37

39.273,60

25.822,23

291,97

85.974,66

Jasa Giro Dinas Pekerjaan Umum

817.277,26

1.268.725,06

451.447,80

155,24

566.533,83

Jasa Giro Dinas Pendidikan

386.478,47

1.749.628,59

1.363.150,12

452,71

10.593.042,05

Jasa Giro Bappeda

172.158,03

232.128,38

59.970,35

134,83

129.006,36

Jasa Giro Kesehatan

341.944,30

1.411.249,87

1.069.305,57

412,71

586.532,23

Jasa Giro RSUD

26.455,63

96.382,25

69.926,62

364,32

1.602.459,84

Jasa Giro Badan Lingkungan Hidup

39.057,41

113.533,55

74.476,14

290,68

101.370,42

83

URAIAN
Jasa Giro Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja
Jasa Giro Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

33.848,25

254.213,06

220.364,81

751,04

8.248,57

57.985,23

148.048,24

90.063,01

255,32

1.030.915,53

309.790,18

614.235,69

304.445,51

198,27

640.095,45

28.202,36

445.040,51

416.838,15

1.578,03

126.087,91

4.413,25

21.614,16

17.200,91

489,76

204.816,71

Jasa Giro Setda

259.699,07

678.006,51

418.307,44

261,07

54.195,80

Jasa Giro Setwan (DPRD)

831.542,86

2.613.585,19

1.782.042,33

314,31

1.800.475,25

49.368,30

126.848,97

77.480,67

256,94

38.334,76

36.287,66

Jasa Giro Dinas Perekonomian


Jasa Gro Kantor Kesbang
Jasa Giro Satpol PP

Jasa Giro Badan Kepegawaian


Daerah (BKD )
Jasa Giro Inspektorat

20.143,80

20.143,80

Jasa Giro Bappemas

33.388,56

101.370,89

67.982,33

303,61

Jasa Giro Perpustakaan

25.583,51

54.402,43

28.818,92

212,65

68.309,22

Jasa Giro Dinas Pertanian

66.373,47

288.286,69

221.913,22

434,34

497.483,60

248.249,71

410.097,04

161.847,33

165,20

325.024,88

Jasa Giro BPPKP


Jasa Giro Dinas Pertambangan
Jasa Giro Dinas Perikanan
Jasa Giro Pemegang Kas
Kecamatan
Jasa Giro Pemegang Kas Kepala
Daerah

5.103,20

12.369,48

39.229,07

26.859,59

317,14

66.455,13

11,00

293.931,14

293.920,14

2.672.101,27

646,79

698,29

102.579,34

101.881,05

14.690,08

3.522,37

893,37

893,37

Jasa Giro Pemegang Kas BPBD

36.538,74

36.538,74

Pendapatan Bunga

10.871.476.300,00

11.367.120.916,47

495.644.616,47

104,71

14.890.398.414,60

Rekening Deposito pada Bank

10.500.000.000,00

10.994.429.674,60

494.429.674,60

104,71

14.890.398.414,60

Penerimaan Bunga Pinjaman Industri

12.000.000,00

13.542.110,00

1.542.110,00

112,85

22.496.600,00

4.831.500,00

2.915.500,00

(1.916.000,00)

60,34

24.867.500,00

140.854.000,00

142.854.500,00

2.000.500,00

101,42

156.417.200,00

7.500.000,00

4.386.000,00

(3.114.000,00)

58,48

7.718.040,00

204.040.800,00

206.653.131,87

2.612.331,87

101,28

211.064.965,55

2.250.000,00

2.340.000,00

90.000,00

104,00

2.350.000,00

Bunga Pinjaman Penguatan


intensifikasi b.daya Ikan

Bunga Penguatan modal ush.


Pangan olahan

Tuntutan Ganti Rugi (TGR)

797.978.201,22

1.141.299.797,01

343.321.595,79

143,02

70.742.866,34

Kerugian Uang

797.978.201,22

1.141.299.797,01

343.321.595,79

143,02

70.742.866,34

Penerimaan Bunga Pinjaman Pasar


Desa
Penerimaan Bunga Pinjaman dari
Kop & PKM
Penerimaan Bunga Pinj.
Pengembalian Gabah
Pen. Bunga Pinj. Peningkt. Pendpt.
Petani Miskin
Bunga Pinjaman Badan Pinjaman
Pasar

Kerugian Uang Asuransi Jiwa Sraya


DPRD
Kerugian Uang Pengobatan Lokal
DPRD
Kerugian Uang / Fisik Pekerjaan
(Diknas)

19.355.500,00
-

Kerugian Uang dr. Setda


Kerugian Uang dr. RSUD Dr. R.
Koesma
Kerugian Uang dr.Dinas Pekerjaan
Umum
Kerugian Uang Dinas Perek. dan
Pariwisata

618.864.259,40

961.944.855,19

140.384.450,52

140.384.450,52

343.080.595,79

155,44

47.466.610,00

100,00

Kerugian Uang Dinas Kesehatan

794.900,00

Kerugian Uang Dinas Pertanian


Kerugian Uang Dinas Perikanan dan
Kelauatan
Kerugian Uang ( Dinas Sosial dan

3.125.856,34
38.729.491,30

38.970.491,30

241.000,00

100,62

84

URAIAN

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

Tenaga Kerja )
Potongan Pembelian Obat-obatan
Komisi, Potongan dan Selisih Nilai
Tukar Rupiah

4.076.591,00

4.076.591,00

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

4.076.591,00

4.076.591,00

2.142.037.107,00

2.807.829.088,68

665.791.981,68

130,00

1.837.959.952,10

1.939.512.585,00

2.511.807.387,00

572.294.802,00

129,51

1.485.686.302,00

16.066.679,00

44.623.255,68

28.556.576,68

277,74

94.546.258,00

Pendpt. Denda Keterlmb Pelk.


Pekerjaan.
Dinas Pekerjaan Umum
Dinas Pendidikan

Setda

RSUD Dr. R. Koesma

Dinas Kesehatan

34.083.945,00

38.959.861,00

Dinas Perhubungan
78.982.431,00

115.911.431,00

Dinas Pertanian

16.713.467,00

16.713.467,00

Dinas pendapatan, Pengelolaan


Keuangan dan Aset Daerah
56.678.000,00

RSUD
Dinas Perikanan

Pendapatan Denda Pajak Reklame


Pendapatan Denda Retribusi
Pendpt Denda Retr. Jasa Umum Uji
Kendaraan
Pendapatan Denda Ret. Ijin Ush
tertentu (HO)
Pendapatan Denda Ret. Jasa Usaha
(Kios )

114,31

17.881.248,00

36.929.000,00

146,76

61.997.524,00

100,00

18.208.104,00

56.678.000,00

6.798.581,35
100,00

Inspektorat

Pendapatan Denda Pajak Galian Gol


C
Pendapatan Denda Pajak
Restoran/Rumah makan

85.708.799,00

Dinas Perikanan dan Kelautan

Pendapatan Denda Pajak

100,00

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja

4.875.916,00

100,00

1.300.257,84

2.539.250,00

2.539.250,00

16.575.150,00

16.575.150,00

4.021.287,00

4.021.287,00

1.300.257,84

347.200,00
66.785.935,75

100,00

1.571.470,00
1.571.470,00

451.920,00

451.920,00

100,00

848.337,84

848.337,84

100,00

214.303.408,00

595.299.098,00

380.995.690,00

277,78

60.327.848,00

22.977.900,00

41.329.900,00

18.352.000,00

179,87

36.370.000,00

9.190.508,00

10.124.198,00

933.690,00

110,16

23.957.848,00

Pendapatan Denda Catatan Sipil


Pendapatan Hasil Eksekusi atas
Jaminan
Hasil Eksekusi Jaminan Atas
Pembongkaran Reklame
Hasil Esekusi Jaminan atas
Pelaksanaan Pekerjaan (DPU)
Hasil Esekusi Jaminan atas
sanggahan Banding (dinkes)

182.135.000,00

543.845.000,00

361.710.000,00

298,59

29.197.625,00

69.651.275,00

40.453.650,00

238,55

286.818.064,00

29.197.625,00

32.931.275,00

3.733.650,00

112,79

286.818.064,00

36.720.000,00

36.720.000,00

Pendapatan Pengembalian

147.302.601,00

149.102.601,00

1.800.000,00

101,22

109.688.080,00

53.163.800,00

54.213.800,00

1.050.000,00

101,98

69.262.800,00

Pendpt. Dr Pengemb. Tambahan


tunjangan Penghsl Guru
Pendptan. Dr pengemb. Perjalanan
Dinas dari Sekwan (DPRD) thn 2011
Pengembalian Gaji dan Tunjangan
(Dinas Kesehatan) th.2012
Pengembalian Tunjangan keluarga
(Kec. Kerek) bln Juni 2011-Mei 2012
Pengembalian kelebihan
pembayaran gaji dan tunjangan
Pendpt Pengemb. Dr Suku Cadang
Kec. Kendurua
Pendpt Pengemb. Dr Tunjangan
Gaji dari BPPKP
Pendpt Pengemb. Dr Tunjangan
Gaji dari PUD

10.425.000,00

1.860.000,00

1.860.000,00

100,00

2.031.090,00

2.031.090,00

100,00

750.000,00

750.000,00
-

2.790.000,00

307.100,00

529.180,00

85

URAIAN

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

Pendpt Pengemb. Alokasi Dana


Desa ( Bapemas
Pengemb.Hasil Dana Pasar Murah
Pengembalian Biaya Perjalanan
Dinas
Pengembalian Biaya Perjalanan
Dinas (Dinas Perhubungan ) th.
2012
Pengembalian Biaya Perjalanan
Dinas (Dinas Pendidikan) th. 2012
Pengembalian Belanja Barang dan
Jasa
Pengembalian Belanja Barang dan
Jasa ( Dinas Perikanan) th. 2012
Pengembalian Belanja Barang dan
Jasa / DPPKAD th. 2012
Pengembalian Belanja Barang dan
Jasa ( suku cadang kec. Palang) th.
2012
Pengembalian Belanja Barang dan
jasa (Tunj. perangkat ds. Kanorejo
Rengel )
Pengembalian Belanja Barang dan
jasa (Piutang Mjlh Akbar Kec.
Parengan)
Pengembalian Belanja Barang dan
jasa (Piutang Mjlh Akbar Kec.
Bangilan, Grabagan)
Pengembalian Belanja Barang dan
jasa (Piutang Mjlh Akbar Kec.
Tambakboyo)
Pengembalian Belanja Barang dan
Jasa Dinas Pertanian ( TGR Pompa)
th. 2012
Pengembalian Belanja Hibah
Pengembalian Belanja Hibah ( PPIH)
Pengembalian Belanja Hibah (
Ponpes Darussalam)
Pengembalian Biaya Pembinaan OR
dan PORKAB tahun 2012
Fasilitas Sosial dan Fasilitas
Umum
Fasilitas Sosial / Ponten
PangkalanTruk/ TPR
Fasilitas Sosial / Ponten Pasar
Karang Agung
Pendapatan dari Pemy. Pendidikan
Pelatihan
Uang sekolah/penddik & platih
(IWLTKP)
Angsuran/cicilan Ganti Kerugian
Barang Milik Daerah
Bag. Perlengkapan /Setda

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

12.374.000,00

12.000.000,00

12.000.000,00

100,00

14.000.000,00

5.638.900,00

5.638.900,00

100,00

248.000,00

248.000,00

100,00

5.390.900,00

5.390.900,00

100,00

27.837.211,00

27.837.211,00

100,00

15.092.036,00

15.092.036,00

100,00

3.000.000,00

3.000.000,00

100,00

1.982.000,00

1.982.000,00

100,00

400.000,00

400.000,00

100,00

1.252.500,00

1.252.500,00

100,00

2.775.000,00

2.775.000,00

100,00

680.000,00

680.000,00

100,00

2.655.675,00

2.655.675,00

100,00

44.771.600,00

44.771.600,00

100,00

19.770.550,00

19.770.550,00

100,00

10.000.000,00

10.000.000,00

100,00

15.001.050,00

15.001.050,00

100,00

67.000.000,00

69.000.000,00

2.000.000,00

102,99

69.000.000,00

57.000.000,00

57.000.000,00

100,00

57.000.000,00

10.000.000,00

12.000.000,00

2.000.000,00

120,00

12.000.000,00

120.957.942,00

120.957.942,00

100,00

36.067.286,00

120.957.942,00

120.957.942,00

100,00

36.067.286,00

500.000,00

500.000,00

500.000,00

500.000,00

25.360.841,00

34.918.231,00

9.557.390,00

137,69

25.360.841,00

33.868.231,00

8.507.390,00

133,55

1.050.000,00

1.050.000,00

559.748.590,00

560.750.926,00

1.002.336,00

100,18

559.748.590,00

560.750.926,00

1.002.336,00

100,18

48.228.321.800,00

41.899.085.360,20

(6.329.236.439,80)

86,88

Penerimaan Dana Bergulir

Penerimaan lain-lain
Jaminan atas jasa
pembongkaran reklame
Pendapatan Sumbangan dari
Pihak III
Pendapatan dari Piutang
Pendapatan Denda Keterlambatan
Pelaks. Pekerjaan tahun lalu ( PU )
Pendapatan dari Badan Layanan
Umum Daerah ( BLUD ) / RSUD

47.494.744.018,72

86

(2) Pendapatan Transfer


Pendapatan Transfer dari anggaran sebesar Rp1.262.965.283.731,55 terealisir sebesar
Rp1.285.511.683.523,00 melampaui anggaran sebesar Rp22.546.399.791,45 atau 101,79%. Hal
ini menunjukkan tingkat koordinasi dan konsultasi pada Pemerintah Pusat dan Propinsi terjalin
dengan baik sesuai dengan Arah dan Kebijakan Umum Dana Perimbangan.
Koordinasi dan konsultasi pada tahun - tahun selanjutnya akan lebih ditingkatkan lagi agar
perhitungan Bagi Hasil baik dari Propinsi maupun dari Pusat sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku sehingga pendapatan dari pendapatan transfer pada tahun yang akan datang
lebih meningkat lagi. Rincian Komponen Pendapatan Transfer sebagai berikut.
(a) Transfer dari Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan dari anggaran sebesar
Rp994.821.093.415,55 terealisir sebesar Rp1.013.336.747.881,00,00 lebih dari anggaran
sebesar Rp18.515.654.465,45,00 atau 101,86% yang terdiri dari :
(1) Dana Bagi Hasil Pajak dari anggaran sebesar Rp74.248.536.799,00 terealisir sebesar
Rp87.193.652.039,00 lebih dari anggaran sebesar Rp12.945.115.240,00 atau 117,43%.
(2) Dana Bagi Hasil Bukan Pajak dari anggaran sebesar Rp21.999.474.616,55 terealisir
sebesar Rp27.570.013.842,00 lebih dari anggaran sebesar Rp5.570.539.225,00 atau
125,32%.
(3) Dana Alokasi Umum (DAU) dari anggaran sebesar Rp849.399.312.000,00 terealisir
100%.
(4) Dana Alokasi Khusus (DAK) dari anggaran sebesar Rp49.173.770.000,00 terealisir
100%.
(b) TransferPemerintah Pusat Lainnya dari anggaran sebesar Rp196.127.355.000,00 terealisir
100%.
Transfer Pemerintah Pusat Lainnya terdiri dari :
(1) Dana Penyesuaian Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah dari anggaran sebesar
Rp190.807.182.000,00 terealisir 100%.
(2) Dana Tambahan Penghasilan Guru PNSD dari anggaran sebesar Rp2.942.250.000,00
terealisir 100%.
(3) Pendapatan Insentif Proyek Pemerintah Daerah dan Desentralisasi (DP2D2) yaitu
pendapatan insentif dari Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah
Kabupaten Tuban tahun 2011 yang baru diterima ke Rekening Kas Umum Daerah
setelah Perubahan APBD dari anggaran sebesar Rp377.923.000,00 terealisir 100%.
(4) Dana Insentif Daerah (DID) dari anggaran sebesar Rp2.000.000.000,00 terealisir 100%.
(c) TransferPemerintah Propinsi dari anggaran sebesar Rp72.016.835.316,00 terealisir sebesar
Rp76.047.580.642,00 lebih dari anggaran sebesar Rp4.030.745.326,00 atau 105,60% yang
merupakan pendapatan dari Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Daftarrincian penerimaan Pendapatan Transfer selengkapnya sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.5Daftar Rincian Pendapatan TransferTahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

PENDAPATAN TRANSFER

1.262.965.283.731,55

1.285.511.683.523,00

22.546.399.791,45

101,79

1.160.889.118.202,00

DANA PERIMBANGAN
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil
Bukan Pajak

994.821.093.415,55

1.013.336.747.881,00

18.515.654.465,45

101,86

946.644.485.204,00

96.248.011.415,55

114.763.665.881,00

18.515.654.465,45

119,24

138.930.824.204,00

74.248.536.799,00

87.193.652.039,00

12.945.115.240,00

117,43

113.830.966.163,00

48.124.447.000,00

58.443.013.053,00

10.318.566.053,00

121,44

81.813.684.885,00

15.111.254.000,00

16.791.627.022,00

1.680.373.022,00

111,12

22.863.329.082,00

11.012.835.799,00

11.959.011.964,00

946.176.165,00

108,59

9.153.952.196,00

21.999.474.616,55

27.570.013.842,00

5.570.539.225,45

125,32

25.099.858.041,00

1.121.208.768,00

1.496.353.739,00

375.144.971,00

133,46

1.114.269.268,00

4.575.100,00

45.354.933,00

40.779.833,00

991,34

7.215.326,00

Bagi Hasil Pajak


Bagi Hasil Dari Pajak Bumi
dan Bangunan
Bagi Hasil dari PPh Pasal 25
dan 29 Wajib Pajak Orang
Pribadi Dalam Negeri dan
PPh Pasal 21
Bagi Hasil Dari Cukai Hasil
Tembakau
Bagi Hasil Bukan
Pajak/Sumber Daya Alam
Bagi Hasil Dari Provisi
Sumber Daya Hutan
Bagi Hasil Dari Iuran

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

87

URAIAN
Eksplorasi dan Iuran
Eksploitasi (Royalti)
Bagi Hasil Dari Pungutan
Hasil Perikanan
Bagi Hasil Dari
Pertambangan Minyak Bumi
Bagi Hasil Dari
Pertambangan Gas Bumi
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Dana Alokasi Khusus
Pendidikan
Dana Alokasi Khusus
Kesehatan
Dana Alokasi Khusus
Infrastruktur Irigasi
Dana Alokasi Khusus
Kelautan dan Perikanan
Dana Alokasi Khusus
Pertanian
Dana Alokasi Khusus
Kependudukan/KB
Dana Alokasi Khusus
Kehutanan
Dana Alokasi Khusus
Infrastruktur Sanitasi
Dana Alokasi Khusus
Perdagangan Gudang
Dana Bagi Hasil Pajak Dari
Provinsi & Pemda Lainnya
Dana Bagi Hasil Pajak Dari
Provinsi
Bagi Hasil Dari Pajak
Kendaraan Bermotor
Bagi Hasil Dari Bea Balik
Nama Kendaraan Bermotor
Bagi Hasil Dari PBBKB
Bagi Hasil P3AP
Bagi Hasil Dari PT. Perhutani
Unit II Jatim
Bagi Hasil Dari Pemeriksaan
Hewan
Bagi Hasil Retribusi Tera
Ulang
Dana Bagi Hasil Pajak
Tahun Lalu dari Propinsi
Bagi Hasil Dari PKB Tahun
Lalu
Bagi Hasil Dari BBNKB
Tahun Lalu
Bagi Hasil Dari PBBKB
Tahun Lalu
Bagi Hasil Dari Pajak
Pengambilan dan
Pemanfaatan AP
Bagi Hasil Dari PT. Perhutani
Unit II Jatim Tahun Lalu
Dana Penyesuaian dan
Otonomi Khusus
Dana Penyesuaian
Dana Penyesuaian
Tunjangan Guru PNS
Daerah
Dana Percepatan
Pembangunan Infrastruktur
Pendidikan (DPPIP)
Dana Penyesuaian
Tambahan penghasilan Guru
PNSD
Pendapatan Insentif Dana
Proyek Pemda dan
Sentralisasi (DP2D2)
Dana Insentif Daerah (DID)

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

TAHUN 2012

260.764.000,00

347.408.873,00

86.644.873,00

133,23

343.986.219,00

19.489.892.988,55

23.593.589.069,00

4.103.696.080,45

121,06

20.647.853.933,00

1.123.033.760,00

2.087.307.228,00

964.273.468,00

185,86

2.986.533.295,00

849.399.312.000,00

849.399.312.000,00

0,00

100,00

757.906.831.000,00

849.399.312.000,00
49.173.770.000,00

849.399.312.000,00
49.173.770.000,00

0,00
0,00

100,00
100,00

757.906.831.000,00
49.806.830.000,00

30.647.790.000,00

30.647.790.000,00

0,00

100,00

29.580.320.000,00

2.274.570.000,00

2.274.570.000,00

0,00

100,00

4.180.060.000,00

1.279.210.000,00

1.279.210.000,00

0,00

100,00

2.612.340.000,00

5.446.410.000,00

5.446.410.000,00

0,00

100,00

4.665.420.000,00

7.473.500.000,00

7.473.500.000,00

0,00

100,00

6.441.020.000,00

1.071.380.000,00

1.071.380.000,00

0,00

100,00

1.018.750.000,00

0,00

1.308.920.000,00

0,00
980.910.000,00

980.910.000,00

0,00

100,00

72.016.835.316,00

76.047.580.642,00

4.030.745.326,00

105,60

62.303.485.998,00

60.887.928.811,00

64.918.674.137,00

4.030.745.326,00

106,62

58.325.204.879,00

17.884.600.000,00

18.825.985.871,00

941.385.871,00

105,26

18.731.004.485,00

18.842.700.000,00

20.613.883.653,00

1.771.183.653,00

109,40

18.120.812.805,00

23.900.000.000,00
134.180.000,00

25.165.428.673,00
149.091.976,00

1.265.428.673,00
14.911.976,00

105,29
111,11

21.119.028.429,00
151.509.320,00

126.448.811,00

89.767.051,00

(36.681.760,00)

70,99

128.790.456,00

9.306.432,00

9.306.432,00

65.210.481,00

65.210.481,00

11.128.906.505,00

11.128.906.505,00

0,00

100,00

3.978.281.119,00

2.861.489.027,00

2.861.489.027,00

0,00

100,00

573.819.608,00

3.491.590.379,00

3.491.590.379,00

0,00

100,00

1.270.828.663,00

4.734.739.151,00

4.734.739.151,00

0,00

100,00

2.064.208.122,00

39.625.581,00

39.625.581,00

0,00

100,00

32.001.582,00

1.462.367,00

1.462.367,00

0,00

100,00

37.423.144,00

196.127.355.000,00

196.127.355.000,00

0,00

100,00

151.586.279.000,00

196.127.355.000,00

196.127.355.000,00

0,00

100,00

151.586.279.000,00

190.807.182.000,00

190.807.182.000,00

0,00

100,00

142.094.279.000,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

2.942.250.000,00

2.942.250.000,00

0,00

100,00

9.492.000.000,00

377.923.000,00

377.923.000,00

0,00

100,00

354.868.000,00

2.000.000.000,00

2.000.000.000,00

0,00

100,00

22.863.329.082,00

10.357.272,00
63.702.112,00

88

Pada akun Pendapatan Transfer Pemerintah Provinsi diungkap:


Penerimaan Bagi Hasil Pajak Provinsi Tahun 2013 sebesar Rp76.047.580.642,00 termasuk
didalamnya penerimaan Bagi Hasil Pajak Provinsi Tahun 2012 sebesar Rp11.128.906.505,00.
(3) Lain-lain Pendapatan yang Sah
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dari anggaran sebesar Rp12.485.945.000,00
terealisir Rp13.383.945.000,00 lebih dari anggaran sebesar Rp898.000.000,00 atau 107,19%
yang terdiri dari:
(a) Pendapatan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Propinsi dari anggaran sebesar
Rp12.485.945.000,00 terealisir 100% .
(b) Pendapatan hibah dari pemerintah tidak dianggarkan terealisir sebesar Rp898.000.000,00.,
merupakan pendapatan hibah dari Sekretariat Kepresidenan yang baru diterima pada akhir
bulan Desember 2013 yang semula tidak direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah.
Daftar rincian Lain-lain Pendapatan yang Sah sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.6Daftar Rincian Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Tahun Anggaran 2012
(Dalam Rupiah)
URAIAN
LAIN - LAIN PENDAPATAN DAERAH
YANG SAH
Pendapatan Hibah
Pendapatan Hibah dari Pemerintah
Bantuan Keuangan dari
Prop./Pem.Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Propinsi
Bantuan Keuangan Hari Jadi Propinsi
Jatim ke-58
Bantuan Keuangan dari Propinsi
Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah
Diniyah dan Guru Swasta
Pemberdayaan Kop. Dan UKM, Pengemb.
Industri
Bantuan Keuangan Khusus Rumah Sakit
Dr. R. Koesma
Bantuan Keuangan Khusus
Pengembangan Puskesmas
Bantuan Keuangan Untuk Sistem
Informasi Pendayagunaan Profil Desa dan
Kelurahan (SI-P2DK)
Bantuan Keuangan Pengadaan Sistem
Aplikasi Pengelolaan Sarana & Prasarana
BPHTB
Pembangunan Infrastruktur Jalan
Program Terpadu TNI Manunggal
Membangun Desa
Madin dan Guru Swasta (BPPDGS)
BOP Madin
BOS SLTA
Lembaga Terpencil/Kepulauan
Community Collage
Kantin Kejujuran SD
Komputer SMP
School Maping SMK
Pengembangan Sarana Prasarana SMK
Model B
Pelaksanaan Peringatan Hari Aksara
Internasional Tingkat Propinsi

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH / (KURANG)
898.000.000,00

TAHUN 2012

12.485.945.000,00

13.383.945.000,00

107,19

898.000.000,00

898.000.000,00

12.485.945.000,00

12.485.945.000,00

0,00

100,00

16.862.044.533,00

12.485.945.000,00

12.485.945.000,00

0,00

100,00

16.862.044.533,00

50.000.000,00

50.000.000,00

0,00

100,00

50.000.000,00

3.550.000.000,00

3.550.000.000,00

898.000.000,00
898.000.000,00

0,00

100,00

5.000.000.000,00
-

0,00

60.000.000,00

2.000.000.000,00

2.000.000.000,00

0,00

0,00

0,00

0,00

4.063.320.000,00
80.000.000,00
1.014.000.000,00
50.000.000,00
40.000.000,00
6.575.000,00

4.063.320.000,00
80.000.000,00
1.014.000.000,00
50.000.000,00
40.000.000,00
6.575.000,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

100,00

150.000.000,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

0,00
7.500.000,00

7.500.000,00

0,00

5.000.000.000,00

2.769.930.000,00
100.000.000,00
1.428.960.000,00
75.000.000,00
66.000.000,00
7.000.000,00
20.000.000,00
10.000.000,00
1.000.000.000,00

100,00

5.000.000,00
1.120.154.533,00

Penerimaan Bantuan Pihak ke III


Manajemen Operasional BOS

139.600.000,00

139.600.000,00

0,00

100,00

Kantin kejujuran SMA


Peningkatan Mutu Pendidikan SMK

10.000.000,00
500.000.000,00

10.000.000,00
500.000.000,00

0,00
0,00

100,00
100,00

89

URAIAN
Seleksi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan berprestasi
Pelaksanaan Pemb. Jambore Pendidik
dan Tenaga Pendidik PAUD Nonformal &
Informal
Pengembangan PONKESDES Tahun
2013
Puskesmas Rawat Inap Standar
Puskesmas Pembantu dg Pelayanan
Kegawatdaruratan dan Observasi
Bantuan Pelayanan dan Pengadaan Alat
Kontrasepsi KB
Pengembangan Pertanian unggulan(on
farm, off farm dan sarana pendukungnya)

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH / (KURANG)

15.000.000,00

15.000.000,00

0,00

100,00

10.000.000,00

10.000.000,00

0,00

100,00

165.000.000,00

165.000.000,00

0,00

100,00

118.450.000,00

118.450.000,00

0,00

100,00

120.000.000,00

120.000.000,00

0,00

100,00

96.500.000,00

96.500.000,00

0,00

100,00

450.000.000,00

450.000.000,00

0,00

100,00

TAHUN 2012

b) Belanja
Pada sisi Belanja dari anggaran sebesar Rp1.606.377.816.992,05 terealisir sebesar
Rp1.489.827.940.912,12 kurang dari anggaran sebesar Rp116.549.876.079,93 atau 92,74% disebabkan
adanya:
- Perhitungan Accres Gaji.
- Penghematan Belanja.
- DPA-Lanjutan yaitu kegiatan-kegiatan belanja langsung yang belum dapat diselesaikan pada tahun
anggaran 2013 dan dilanjutkan pelaksanaannya pada tahun anggaran 2014.
- Hutang pembayaran pelaksanaan biaya pemeliharaan 5% yang jatuh temponya melebihi tahun anggaran
2013 dan pihak ketiga tidak mengajukan pembayaran.
Dengan demikian pelaksanaan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang
pada Tahun Anggaran 2013 berdasarkan pendekatan kinerja dengan acuan dasar renstra, yang besar
kecilnya jumlah anggaran belanja ditentukan oleh banyaknya program dan kegiatan pada masing-masing
Satuan Kerja berjalan dengan baik karena semua kegiatan pada masing-masing Satuan Kerja dapat
tercukupi dananya bahkan adanya peningkatan efektifitas dan efisiensi anggaran, serta menghasilkan
output yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.
Belanja Daerah pemerintah Kabupaten Tuban meliputi Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja
Tak Terduga dan Belanja Transfer dengan rincian sebagai berikut :
(1) Belanja Operasi
Belanja Operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah daerah yang
memberi manfaat jangka pendek, Belanja Operasi dari anggaransebesar Rp1.214.685.153.473,92
terealisir sebesar Rp1.140.207.037.975,48 kurang dari anggaran sebesar Rp74.478.115.498,44 atau
93,87% yang terdiri dari:

(d) Belanja

Pegawai dari anggaran sebesar Rp874.256.658.085,67 terealisir sebesar


Rp831.275.361.827,48 kurang dari anggaran sebesar Rp42.981.296.258,19 atau 95,08%. Belanja
Pegawai terbagi menjadi Belanja Pegawai dari Belanja Tak Langsung dan Belanja Langsung
dengan rincian :
(1) Belanja Pegawai dari Belanja Tak Langsung merupakan belanja kompensasi, dalam bentuk
gaji dan tunjangan, serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada PNS yang ditetapkan
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dari anggaran sebesar Rp836.851.045.087,67
terealisir sebesar Rp797.586.148.667,48 kurang dari anggaran sebesar Rp39.264.896.418,19
atau 95,31%. Belanja Tak Langsung
dari Belanja Pegawai masing-masing SKPD
sebagaimana tabel berikut :

90

Tabel 5.7Belanja Pegawai Dari Belanja Tak LangsungTahun Anggaran 2013


(Dalam Rupiah)
URAIAN
Dinas Pendidikan,
Pemuda, dan Olah Raga
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma
Dinas Pekerjaan Umum
Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah
Dinas Perhubungan
Badan Lingkungan Hidup
Dinas Kependudukan
dan Catatan Sipil
Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja
Dinas Perekonomian dan
Pariwisata
Kantor Kesatuan
Bangsa, Politik, dan
Perlindungan
Masyarakat
Satuan Polisi Pamong
Praja
Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah
Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan,
dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian
Daerah
Inspektorat
Kecamatan Tuban
Kecamatan Merakurak
Kecamatan Semanding
Kecamatan Palang
Kecamatan Jenu
Kecamatan Bancar
Kecamatan Jatirogo
Kecamatan Bangilan
Kecamatan Grabagan
Kecamatan Senori
Kecamatan Kenduruan
Kecamatan Montong
Kecamatan Kerek
Kecamatan Tambakboyo
Kecamatan Singgahan
Kecamatan Parengan
Kecamatan Soko
Kecamatan Rengel
Kecamatan Plumpang
Kecamatan Widang
Badan Pemberdayaan
Masyarakat,
Pemerintahan Desa, dan
Keluarga Berencana
Kantor Perpustakaan,
Kearsipan dan
Dokumentasi
D. Pertanian
Badan Pelaksana
Penyuluhan &
Ketahanan Pangan
D.Pertambangan
D. Perikanan
Jumlah

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

605.798.842.053,00

581.712.538.571,00

(24.086.303.482,00)

96,02

519.476.658.602,00

45.980.024.434,00
31.488.121.580,00
20.632.227.195,00

44.480.808.707,00
26.022.748.205,00
20.205.257.658,00

(1.499.215.727,00)
(5.465.373.375,00)
(426.969.537,00)

96,74
82,64
97,93

40.154.555.077,00
27.364.555.412,00
19.351.148.059,00

1.870.865.691,00

1.802.014.680,00

(68.851.011,00)

96,32

1.609.887.125,00

4.227.140.937,00
1.643.187.986,00

4.053.532.254,00
1.538.201.821,00

(173.608.683,00)
(104.986.165,00)

95,89
93,61

4.039.049.458,00
1.479.181.620,00

3.464.057.654,00

3.271.010.979,00

(193.046.675,00)

94,43

3.119.109.744,00

2.821.806.276,00

2.606.950.689,00

(214.855.587,00)

92,39

2.493.949.785,00

10.853.130.330,00

10.616.935.458,00

(236.194.872,00)

97,82

10.134.185.672,00

961.646.350,00

879.191.456,00

(82.454.894,00)

91,43

844.209.173,00

2.284.298.220,00

2.004.285.834,00

(280.012.386,00)

87,74

1.873.348.355,00

396.073.378,00

123.703.920,00

(272.369.458,00)

31,23

0,00

9.532.711.216,00

9.198.754.446,00

(333.956.770,00)

96,50

8.852.150.658,00

769.271.890,00

760.322.177,00

(8.949.713,00)

98,84

754.806.451,00

9.591.741.416,00
2.204.664.993,00

9.286.534.358,00
2.113.687.184,00

(305.207.058,00)
(90.977.809,00)

96,82
95,87

9.202.995.554,00
1.998.962.189,00

13.230.859.571,67

11.148.148.303,48

(2.082.711.268,19)

84,26

11.436.587.546,29

2.274.183.477,00

2.141.649.542,00

(132.533.935,00)

94,17

2.086.660.505,00

2.238.069.002,00
8.492.713.036,00
1.412.581.650,00
2.822.803.990,00
2.156.602.236,00
1.588.502.674,00
1.361.432.024,00
1.590.374.634,00
1.128.766.770,00
1.124.375.706,00
1.371.593.419,00
1.183.192.100,00
1.066.030.054,00
1.295.594.715,00
1.374.603.077,00
1.149.524.890,00
1.480.940.823,00
1.558.677.847,00

2.115.087.402,00
8.240.671.700,00
1.304.482.033,00
2.636.429.829,00
2.027.345.762,00
1.488.991.874,00
1.278.852.169,00
1.471.164.931,00
1.068.673.819,00
1.071.444.716,00
1.273.843.933,00
1.069.672.083,00
1.015.457.290,00
1.209.514.446,00
1.299.250.890,00
1.085.926.770,00
1.398.292.470,00
1.478.207.352,00

(122.981.600,00)
(252.041.336,00)
(108.099.617,00)
(186.374.161,00)
(129.256.474,00)
(99.510.800,00)
(82.579.855,00)
(119.209.703,00)
(60.092.951,00)
(52.930.990,00)
(97.749.486,00)
(113.520.017,00)
(50.572.764,00)
(86.080.269,00)
(75.352.187,00)
(63.598.120,00)
(82.648.353,00)
(80.470.495,00)

94,51
97,03
92,35
93,40
94,01
93,74
93,93
92,50
94,68
95,29
92,87
90,41
95,26
93,36
94,52
94,47
94,42
94,84

1.915.215.269,00
7.664.237.179,00
1.357.613.773,00
2.525.219.755,00
1.948.879.617,00
1.494.799.305,00
1.314.016.765,00
1.371.824.591,00
1.040.960.195,00
1.027.358.431,00
1.319.869.019,00
1.140.390.091,00
925.718.829,00
1.193.689.258,00
1.258.924.048,00
1.005.134.406,00
1.251.102.800,00
1.381.176.960,00

1.402.793.241,00
1.658.613.419,00
1.422.207.343,00

1.321.562.348,00
1.565.138.212,00
1.354.227.288,00

(81.230.893,00)
(93.475.207,00)
(67.980.055,00)

94,21
94,36
95,22

1.242.162.795,00
1.539.561.608,00
1.347.840.401,00

6.820.971.360,00

6.708.120.675,00

(112.850.685,00)

98,35

6.556.258.309,00

1.043.740.223,00

990.440.106,00

(53.300.117,00)

94,89

883.805.450,00

6.479.826.707,00

6.058.747.113,00

(421.079.594,00)

93,50

6.154.207.221,00

8.082.141.589,00

7.883.481.454,00

(198.660.135,00)

97,54

7.368.653.969,00

2.471.196.646,00
3.048.321.263,00
836.851.045.085,67

2.337.279.026,00
2.867.566.734,00
797.586.148.667,48

(133.917.620,00)
(180.754.529,00)
(39.264.896.418,19)

94,58
94,07
95,31

2.943.003.385,00
2.737.959.289,00
728.181.583.703,29

91

(2) Belanja Pegawai dari Belanja Langsung anggaran sebesar Rp37.405.613.000,00 terealisir
sebesar Rp33.689.213.160,00 kurang dari anggaran sebesar Rp3.716.399.840,00 atau
90,06%. Belanja Pegawai dari Belanja Langsung dengan rincian sebagaimana table berikut :
Tabel 5.8Belanja Langsung PegawaiTahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN
1
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah
Raga
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma
Dinas Pekerjaan Umum
Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah
Dinas Perhubungan
Badan Lingkungan Hidup
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,
Dinas Perekonomian dan Pariwisata
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan
Perlindungan Masyarakat
Satuan Polisi Pamong Praja
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan, dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian Daerah
Inspektorat
Kecamatan Tuban
Kecamatan Merakurak
Kecamatan Semanding
Kecamatan Palang
Kecamatan Jenu
Kecamatan Bancar
Kecamatan Jatirogo
Kecamatan Bangilan
Kecamatan Grabagan
Kecamatan Senori
Kecamatan Kenduruan
Kecamatan Montong
Kecamatan Kerek
Kecamatan Tambakboyo
Kecamatan Singgahan
Kecamatan Parengan
Kecamatan Soko
Kecamatan Rengel
Kecamatan Plumpang
Kecamatan Widang
Badan Pemberdayaan Masyarakat,
Pemerintahan Desa, dan KB
Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan
Dokumentasi
Dinas Pertanian
Badan Pelaksana Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Dinas Pertambangan dan Energi
Dinas Perikanan dan Kelautan
Jumlah

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN
2

REALISASI

LEBIH/
(KURANG)

TAHUN 2012

4=(3-2)

11.743.488.900,00

11.159.329.008,00

(584.159.892,00)

95,03

5.005.044.110,00

1.031.278.000,00
1.971.813.000,00
2.102.141.000,00

939.600.000,00
1.701.837.600,00
1.903.769.000,00

(91.678.000,00)
(269.975.400,00)
(198.372.000,00)

91,11
86,31
90,56

605.235.150,00
1.470.849.500,00
2.514.616.420,00

1.973.015.600,00

1.915.625.000,00

(57.390.600,00)

97,09

1.157.643.000,00

580.360.500,00
282.960.000,00

539.430.000,00
232.198.000,00

(40.930.500,00)
(50.762.000,00)

92,95
82,06

454.495.500,00
93.995.000,00

1.188.654.000,00

951.623.500,00

(237.030.500,00)

80,06

1.562.596.500,00

629.344.000,00
1.077.868.500,00

579.312.500,00
957.587.500,00

(50.031.500,00)
(120.281.000,00)

92,05
88,84

509.002.700,00
743.875.000,00

945.477.000,00

806.939.000,00

(138.538.000,00)

85,35

290.445.000,00

1.075.533.000,00

992.605.500,00

(82.927.500,00)

92,29

699.430.500,00

198.353.000,00

136.487.000,00

(61.866.000,00)

68,81

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

3.336.273.000,00
1.182.185.000,00

2.856.930.000,00
784.625.000,00

(479.343.000,00)
(397.560.000,00)

85,63
66,37

2.408.033.500,00
798.482.000,00

1.758.443.000,00

1.536.184.552,00

(222.258.448,00)

87,36

1.282.126.500,00

633.500.000,00
210.620.000,00
49.150.000,00
30.050.000,00
71.000.000,00
29.900.000,00
31.610.000,00
34.120.000,00
31.000.000,00
29.244.000,00
27.600.000,00
29.300.000,00
29.437.000,00
32.800.000,00
41.000.000,00
37.150.000,00
34.400.000,00
34.600.000,00
31.000.000,00
27.600.000,00
41.400.000,00
37.500.000,00

543.473.000,00
190.379.000,00
33.679.500,00
18.542.000,00
52.750.000,00
8.648.000,00
22.927.500,00
22.962.000,00
26.889.000,00
20.574.000,00
19.100.000,00
15.300.000,00
21.411.500,00
21.998.000,00
32.016.000,00
26.044.000,00
25.609.000,00
12.272.000,00
16.476.000,00
11.050.000,00
28.506.000,00
17.024.000,00

(90.027.000,00)
(20.241.000,00)
(15.470.500,00)
(11.508.000,00)
(18.250.000,00)
(21.252.000,00)
(8.682.500,00)
(11.158.000,00)
(4.111.000,00)
(8.670.000,00)
(8.500.000,00)
(14.000.000,00)
(8.025.500,00)
(10.802.000,00)
(8.984.000,00)
(11.106.000,00)
(8.791.000,00)
(22.328.000,00)
(14.524.000,00)
(16.550.000,00)
(12.894.000,00)
(20.476.000,00)

85,79
90,39
68,52
61,70
74,30
28,92
72,53
67,30
86,74
70,35
69,20
52,22
72,74
67,07
78,09
70,10
74,44
35,47
53,15
40,04
68,86
45,40

358.513.000,00
141.112.500,00
23.444.000,00
13.785.500,00
54.296.000,00
13.500.000,00
5.758.000,00
6.257.500,00
5.571.000,00
4.718.000,00
1.800.000,00
4.500.000,00
5.818.000,00
9.445.000,00
13.710.000,00
8.070.000,00
9.379.800,00
1.620.000,00
5.825.500,00
1.500.000,00
14.240.000,00
11.700.000,00

2.750.069.500,00

2.640.818.000,00

(109.251.500,00)

96,03

1.965.544.750,00

521.573.000,00

505.485.000,00

(16.088.000,00)

96,92

424.599.000,00

476.450.000,00

408.931.500,00

(67.518.500,00)

85,83

223.280.000,00

636.712.000,00

572.613.000,00

(64.099.000,00)

89,93

400.474.000,00

211.842.000,00

206.766.000,00

(5.076.000,00)

97,60

89.151.500,00

177.798.000,00
37.405.613.000,00

172.886.000,00
33.689.213.160,00

(4.912.000,00)
(3.716.399.840,00)

97,24
90,06

190.842.250,00
23.604.325.680,00

92

(e) Belanja Barang dan Jasa yang digunakan untuk belanja Hibah dan Bansos berupa barang sesuai dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan menteri
Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pasal 39 ayat (1) disebutkan Realisasi
bantuan sosial berupa barang dikonversi sesuai standar akuntansi pemerintahan pada laporan realisasi
anggaran dan diungkapkan pada Catatan atas Laporan keuangan dalam Laporan penyusunan laporan
keuangan pemerintah daerah.
Berdasarkan ketentuan tersebut maka Anggaran dan Realisasi Belanja Hibah dan Bantuan Sosial berupa
barang yang melalui Belanja Langsung dilakukan konversi sebagai berikut :
TABEL.5.9
DAFTAR BELANJA HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL DARI BELANJA LANGSUNG-BARANG DAN JASA
YANG DILAKUKAN KONVERSI KE BELANJA TAK LANGSUNG HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

6.523.287.200,00
27.960.750.000,00
40.000.000,00
2.455.319.908,35
345.000.000,00
16.000.000,00
17.234.151.150,00

5.696.520.960,00
26.112.768.800,00
40.000.000,00
2.416.300.000,00
340.906.670,00
16.000.000,00
12.132.416.250,00

87,33
93,39
100,00
98,41
98,81
100,00
70,40

275.000.000,00

274.087.000,00

99,67

1.620.350.000,00
56.469.858.258,35

1.312.551.750,00
48.341.551.430,00

81,00
85,61

9.691.500.000,00
842.557.000,00

9.068.542.950,00
839.279.000,00

93,57
99,61

95.000.000,00

94.187.500,00

99,14

10.629.057.000,00

10.002.009.450,00

94,10

67.098.915.258,35

58.343.560.880,00

86,95

A. BELANJA HIBAH BERUPA BARANG KEPADA


MASYARAKAT/PIHAK KETIGA
-

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga


Dinas Pekerjaan Umum
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Dinas Perekonomian dan Pariwisata
Sekretariat Daerah
Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemdes dan KB
Dinas Pertanian
Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan
Pangan
Dinas Perikanan dan Kelautan
JUMLAH

B. BELANJA BANTUAN SOSIAL BERUPA BARANG


MASYARAKAT/PIHAK KETIGA
-

Dinas Pekerjaan Umum


Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan
Pangan
JUMLAH
JUMLAH A+B

Belanja Barang masing-masing SKPD Tahun Anggaran 2013 sebelum dilakukan konversi dari
anggaran sebesar Rp300.147.856.156,35 terealisir sebesar Rp269.526.087.266,10 kurang dari anggaran
sebesar Rp30.621.768.890,25 atau 89,80%. dengan rincian sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.10 BELANJA BARANG DAN JASATAHUN ANGGARAN 2013
PER SKPD
SEBELUM DILAKUKAN KONVERSI
(Dalam Rupiah)
SKPD
1
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan
Olah Raga
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma
Dinas Pekerjaan Umum

ANGGARAN SETELAH
PERUBAHAN
2

REALISASI
3

LEBIH/ (KURANG)
4=3-2

%
5

TAHUN 2012
6

30.319.002.050,00

27.019.357.203,00

(3.299.644.847,00)

89,12

23.208.216.798,00

33.252.091.000,00
21.356.827.300,00
87.384.308.680,00

31.263.136.872,00
20.104.590.350,63
82.263.275.524,00

(1.988.954.128,00)
(1.252.236.949,37)
(5.121.033.156,00)

94,02
94,14
94,14

15.446.451.069,00
33.337.224.833,81
121.046.158.116,98

93

SKPD
1
Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah
Dinas Perhubungan
Badan Lingkungan Hidup
Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,
Dinas Perekonomian dan
Pariwisata
Kantor Kesatuan Bangsa, Politik,
dan Perlindungan Masyarakat
Satuan Polisi Pamong Praja
Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah
Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah
Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan, dan Aset Daerah
Badan Kepegawaian Daerah
Inspektorat
Kecamatan Tuban
Kecamatan Merakurak
Kecamatan Semanding
Kecamatan Palang
Kecamatan Jenu
Kecamatan Bancar
Kecamatan Jatirogo
Kecamatan Bangilan
Kecamatan Grabagan
Kecamatan Senori
Kecamatan Kenduruan
Kecamatan Montong
Kecamatan Kerek
Kecamatan Tambakboyo
Kecamatan Singgahan
Kecamatan Parengan
Kecamatan Soko
Kecamatan Rengel
Kecamatan Plumpang
Kecamatan Widang
Badan Pemberdayaan
Masyarakat, Pemerintahan Desa,
dan Keluarga Berencana
Kantor Perpustakaan, Kearsipan
dan Dokumentasi
D. Pertanian
B.Pelaksana Penyuluhan
Ketahanan Pangan
D.Pertambangan
D. Perikanan
Jumlah

ANGGARAN SETELAH
PERUBAHAN
2

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

4=3-2

%
5

TAHUN 2012
6

4.237.154.400,00

3.971.327.674,00

(265.826.726,00)

93,73

2.798.290.993,00

2.517.094.500,00
1.426.300.000,00

2.426.956.694,00
1.174.239.977,00

(90.137.806,00)
(252.060.023,00)

96,42
82,33

1.633.739.903,00
1.130.769.998,00

4.140.622.600,00

3.746.000.504,00

(394.622.096,00)

90,47

4.597.792.009,00

3.865.396.000,00

3.649.141.227,00

(216.254.773,00)

94,41

3.682.395.362,00

8.110.721.976,35

7.699.961.054,00

(410.760.922,35)

94,94

5.280.246.797,00

3.780.963.000,00

3.578.671.599,36

(202.291.400,64)

94,65

1.053.340.619,00

1.028.832.000,00

849.075.661,00

(179.756.339,00)

82,53

733.209.125,00

1.049.890.500,00

732.743.251,00

(317.147.249,00)

69,79

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

25.493.728.850,00
23.872.786.950,00

22.278.622.924,00
18.892.767.095,44

(3.215.105.926,00)
(4.980.019.854,56)

87,39
79,14

18.281.047.199,00
16.265.639.704,00

4.958.266.500,00

4.227.666.737,67

(730.599.762,33)

85,27

3.054.046.928,00

3.300.451.000,00
1.654.612.500,00
559.523.400,00
198.250.000,00
282.300.000,00
209.725.000,00
182.955.000,00
220.405.000,00
236.700.000,00
203.946.000,00
181.010.000,00
207.050.000,00
219.075.000,00

2.647.259.723,00
1.340.913.483,00
545.875.554,00
190.985.102,00
266.451.345,00
190.607.409,00
180.231.339,00
201.443.383,00
225.713.270,00
199.305.667,00
173.710.450,00
199.969.582,00
207.595.871,00

(653.191.277,00)
(313.699.017,00)
(13.647.846,00)
(7.264.898,00)
(15.848.655,00)
(19.117.591,00)
(2.723.661,00)
(18.961.617,00)
(10.986.730,00)
(4.640.333,00)
(7.299.550,00)
(7.080.418,00)
(11.479.129,00)

80,21
81,04
97,56
96,34
94,39
90,88
98,51
91,40
95,36
97,72
95,97
96,58
94,76

2.301.097.660,00
1.046.190.688,00
444.988.462,00
157.375.385,00
207.037.516,00
166.821.373,00
150.052.217,00
150.846.469,00
170.765.839,00
158.646.785,00
163.327.828,00
164.186.070,00
162.531.822,00

179.100.000,00
216.752.000,00
210.350.000,00
232.425.000,00
204.950.000,00
207.625.000,00
200.090.000,00
200.200.000,00
200.150.000,00

157.940.580,00
198.933.354,00
195.043.650,00
204.841.808,00
201.471.918,00
192.828.219,00
185.308.819,00
179.953.909,00
188.011.615,00

(21.159.420,00)
(17.818.646,00)
(15.306.350,00)
(27.583.192,00)
(3.478.082,00)
(14.796.781,00)
(14.781.181,00)
(20.246.091,00)
(12.138.385,00)

88,19
91,78
92,72
88,13
98,30
92,87
92,61
89,89
93,94

165.900.883,00
161.093.229,00
154.301.542,00
149.577.362,00
129.080.233,00
155.516.719,00
127.158.648,00
145.658.605,00
159.734.606,00

4.433.075.500,00

4.076.749.157,00

(356.326.343,00)

91,96

2.539.283.543,00

994.042.000,00

893.218.490,00

(100.823.510,00)

89,86

771.723.314,00

20.725.640.950,00

15.338.957.250,00

(5.386.683.700,00)

74,01

15.058.541.869,00

3.425.026.000,00

3.254.367.747,00

(170.658.253,00)

95,02

2.242.275.325,00

918.158.000,00
3.350.282.500,00
300.147.856.156,35

870.318.799,00
2.940.545.425,00
269.526.087.266,10

(47.839.201,00)
(409.737.075,00)
(30.621.768.890,25)

94,79
87,77
89,80

816.558.167,00
2.908.605.445,00
282.677.447.058,79

Belanja Barang masing-masing SKPD Tahun Anggaran 2013 setelah dilakukan konversi dari anggaran
sebesar Rp233.048.940.898,00 terealisir sebesar Rp211.182.526.386,10 kurang dari anggaran sebesar
Rp21.866.414.511,90 atau 90,62%. dengan rincian sebagaimana tabel berikut :

94

Tabel 5.11BELANJA BARANG DAN JASATAHUN ANGGARAN 2013


PER SKPD
SETELAH DILAKUKAN KONVERSI

SKPD

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

4=3-2

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga

23.795.714.850,00

21.322.836.243,00

(2.472.878.607,00)

Dinas Kesehatan

33.252.091.000,00

31.263.136.872,00

(1.988.954.128,00)

RSUD Dr. R. Koesma

21.356.827.300,00

20.104.590.350,63

(1.252.236.949,37)

Dinas Pekerjaan Umum

49.732.058.680,00

47.081.963.774,00

(2.650.094.906,00)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

4.237.154.400,00

3.971.327.674,00

(265.826.726,00)

Dinas Perhubungan

2.517.094.500,00

2.426.956.694,00

(90.137.806,00)

Badan Lingkungan Hidup

1.426.300.000,00

1.174.239.977,00

(252.060.023,00)

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

3.258.065.600,00

2.866.721.504,00

(391.344.096,00)

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,

3.865.396.000,00

3.649.141.227,00

(216.254.773,00)

Dinas Perekonomian dan Pariwisata

5.655.402.068,00

5.283.661.054,00

(371.741.014,00)

Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan


Perlindungan Masyarakat

3.780.963.000,00

3.578.671.599,36

(202.291.400,64)

Satuan Polisi Pamong Praja

1.028.832.000,00

849.075.661,00

(179.756.339,00)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah

1.049.890.500,00

732.743.251,00

(317.147.249,00)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Sekretariat Daerah

25.148.728.850,00

21.937.716.254,00

(3.211.012.596,00)

Sekretariat DPRD

23.872.786.950,00

18.892.767.095,44

(4.980.019.854,56)

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan,


dan Aset Daerah

4.958.266.500,00

4.227.666.737,67

(730.599.762,33)

Badan Kepegawaian Daerah

3.300.451.000,00

2.647.259.723,00

(653.191.277,00)

Inspektorat

1.654.612.500,00

1.340.913.483,00

(313.699.017,00)

Kecamatan Tuban

559.523.400,00

545.875.554,00

(13.647.846,00)

Kecamatan Merakurak

198.250.000,00

190.985.102,00

(7.264.898,00)

Kecamatan Semanding

282.300.000,00

266.451.345,00

(15.848.655,00)

Kecamatan Palang

209.725.000,00

190.607.409,00

(19.117.591,00)

Kecamatan Jenu

182.955.000,00

180.231.339,00

(2.723.661,00)

Kecamatan Bancar

220.405.000,00

201.443.383,00

(18.961.617,00)

Kecamatan Jatirogo

236.700.000,00

225.713.270,00

(10.986.730,00)

Kecamatan Bangilan

203.946.000,00

199.305.667,00

(4.640.333,00)

Kecamatan Grabagan

181.010.000,00

173.710.450,00

(7.299.550,00)

Kecamatan Senori

207.050.000,00

199.969.582,00

(7.080.418,00)

Kecamatan Kenduruan

219.075.000,00

207.595.871,00

(11.479.129,00)

Kecamatan Montong

179.100.000,00

157.940.580,00

(21.159.420,00)

Kecamatan Kerek

216.752.000,00

198.933.354,00

(17.818.646,00)

Kecamatan Tambakboyo

210.350.000,00

195.043.650,00

(15.306.350,00)

Kecamatan Singgahan

232.425.000,00

204.841.808,00

(27.583.192,00)

Kecamatan Parengan

204.950.000,00

201.471.918,00

(3.478.082,00)

89,61
94,02
94,14
94,67
93,73
96,42
82,33
87,99
94,41
93,43
94,65
82,53

23.208.216.798,00
15.446.451.069,00
33.337.224.833,81
121.046.158.116,98
2.798.290.993,00
1.633.739.903,00
1.130.769.998,00
4.597.792.009,00
3.682.395.362,00
5.280.246.797,00
1.053.340.619,00
733.209.125,00

69,79

87,23
79,14
85,27
80,21
81,04
97,56
96,34
94,39
90,88
98,51
91,40
95,36
97,72
95,97
96,58
94,76
88,19
91,78
92,72
88,13
98,30

18.281.047.199,00
16.265.639.704,00
3.054.046.928,00
2.301.097.660,00
1.046.190.688,00
444.988.462,00
157.375.385,00
207.037.516,00
166.821.373,00
150.052.217,00
150.846.469,00
170.765.839,00
158.646.785,00
163.327.828,00
164.186.070,00
162.531.822,00
165.900.883,00
161.093.229,00
154.301.542,00
149.577.362,00
129.080.233,00

95

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

SKPD

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

Kecamatan Soko

207.625.000,00

192.828.219,00

(14.796.781,00)

Kecamatan Rengel

200.090.000,00

185.308.819,00

(14.781.181,00)

Kecamatan Plumpang

200.200.000,00

179.953.909,00

(20.246.091,00)

Kecamatan Widang

200.150.000,00

188.011.615,00

(12.138.385,00)

4.417.075.500,00

4.060.749.157,00

(356.326.343,00)

994.042.000,00

893.218.490,00

(100.823.510,00)

D. Pertanian

3.491.489.800,00

3.206.541.000,00

(284.948.800,00)

B.Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan

3.055.026.000,00

2.886.093.247,00

(168.932.753,00)

918.158.000,00

870.318.799,00

(47.839.201,00)

1.729.932.500,00

1.627.993.675,00

(101.938.825,00)

233.048.940.898,00

211.182.526.386,10

(21.866.414.511,90)

Badan Pemberdayaan Masyarakat,


Pemerintahan Desa, dan Keluarga Berencana
Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan
Dokumentasi

D.Pertambangan
D. Perikanan
Jumlah

92,87
92,61
89,89
93,94
91,93
89,86
91,84
94,47
94,79
94,11
90,62

TAHUN 2012
155.516.719,00
127.158.648,00
145.658.605,00
159.734.606,00
2.539.283.543,00
771.723.314,00
15.058.541.869,00
2.242.275.325,00
816.558.167,00
2.908.605.445,00
282.677.447.058,79

(f) Belanja Bunga dari anggaran sebesar Rp974.481,90 terealisir 100% sebesar Rp974.481,90
merupakan angsuran bunga pinjaman daerah kepada IBRD yang jatuh tempo pada tahun anggaran
2013.
(g) Belanja Hibah digunakan untuk pemberian hibah dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa kepada
kelompok masyarakat/perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, yang mana
pemberian
hibah
kepadabadan/lembaga/organisasi
swasta
dan/atau
kelompok
masyarakat/perorangan
bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dalam penyelenggaraan
pembangunan daerah
Sebagaimana penjelasan pada huruf (b) belanja barang dan jasa yang digunakan untuk Belanja
Hibah dan Bantuan Sosial dilakukan konversi, maka Belanja Hibah juga disajikan Belanja Hibah
sebelum dan setelah konversi sebagai berikut :
Belanja Hibah sebelum dikonversi dari anggaran sebesar Rp26.681.964.750,00 terealisir sebesar
Rp26.013.940.000,00 kurang dari anggaran sebesar Rp668.024.750,00 atau 97,50%, Belanja Hibah
dengan rincian sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.12Belanja HibahTahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN
Belanja Hibah
Belanja Hibah Kepada
Pemerintah Pusat
Belanja Hibah kepada KODIM
(Karya Bhakti TNI)
Belanja Hibah kepada KODIM
(TMMD)
Belanja Hibah Kepada
Badan/Lembaga/Organisasi
Belanja Hibah kepada PKK
Belanja Hibah kepada PKK
Kabupaten
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Tuban
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Widang
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Palang
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Plumpang
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Rengel
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Soko

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

26.681.964.750,00

26.013.940.000,00

(668.024.750,00)

97,50

27.282.150.000,00

250.000.000,00

250.000.000,00

0,00

100,00

400.000.000,00

100.000.000,00

100.000.000,00

0,00

100,00

100.000.000,00

150.000.000,00

150.000.000,00

0,00

100,00

300.000.000,00

4.975.230.000,00

4.975.230.000,00

0,00

100,00

5.742.730.000,00

0,00

#DIV/0!

0,00

#DIV/0!

250.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

96

URAIAN
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Parengan
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Singgahan
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Bangilan
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Montong
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Merakurak
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Kerek
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Jenu
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Tambakboyo
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Bancar
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Jatirogo
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Kenduruan
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Semanding
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Senori
Belanja Hibah kepada PKK
Kecamatan Grabagan
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Sukolilo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Baturetno
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Sendangharjo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Kutorejo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Kebonsari
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Doromukti
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Sidorejo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Sidomulyo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Latsari
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Karangsari
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Kingking
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Perbon
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Mondokan
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Ronggomulyo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Gedongombo
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Karang
Belanja Hibah kepada PKK
Kelurahan Panyuran
Belanja Hibah kepada Kwartir
Cabang Gerakan Pramuka
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada KONI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada MUI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada KORPRI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada PMI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada PEPABRI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada PWRI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada LVRI
Kabupaten Tuban

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

10.000.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

0,00

#DIV/0!

2.500.000,00

600.000.000,00

600.000.000,00

0,00

100,00

650.000.000,00

4.000.000.000,00

4.000.000.000,00

0,00

100,00

4.000.000.000,00

55.000.000,00

55.000.000,00

0,00

100,00

55.000.000,00

40.000.000,00

40.000.000,00

0,00

100,00

50.000.000,00

85.230.000,00

85.230.000,00

0,00

100,00

85.230.000,00

20.000.000,00

20.000.000,00

0,00

100,00

20.000.000,00

50.000.000,00

50.000.000,00

0,00

100,00

50.000.000,00

20.000.000,00

20.000.000,00

0,00

100,00

20.000.000,00

97

URAIAN
Belanja Hibah Kepada DHC
BPK'45 Kabupaten Tuban
Belanja Hibah Kepada KNPI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah Kepada GOW
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah Kepada GOPTKI
Kabupaten Tuban
Belanja Hibah Kepada
DEKOPINDA
Belanja Hibah Kepada Jam'iyyatul
Quro' Wal Khuffadz untuk
Pelaksanaan MTQ Se Jawa
Timur di Kabupaten
Belanja Hibah Kepada
Kelompok/Anggota Masyarakat
Belanja Hibah kepada Madrasah /
Sekolah Lainnya (DID Rp.
2.000.000.000,00)
Belanja Hibah kepada MI Nurul
Ulum Sandingrowo Soko
Belanja Hibah kepada TK
Hidayatun Najah Tuban
Belanja Hibah kepada TK
Adyaksa Tuban
Belanja Hibah kepada MI Futuh
Sumurgung Tuban
Belanja Hibah kepada MTs
Salafiah Mandirejo Merakurak
Belanja Hibah kepada MI Al
Hidayah Prambon Wetan Rengel
Belanja Hibah kepada MI Muniroh
Kujung Widang
Belanja Hibah kepada MI Miftahul
Huda Demit Jatirogo
Belanja Hibah kepada MI Miftahul
Huda Kablukan Bangilan
Belanja Hibah kepada MI
Salafiyah Tawaran Kenduruan
Belanja Hibah kepada MI Nurul
Huda Boncong Bancar
Belanja Hibah kepada MI Ar
Rohim Belikanget Tambakboyo
Belanja Hibah kepada MI
Islamiyah P2A Gaji Kerek
Belanja Hibah kepada MI Manbail
Futuh Beji Jenu
Belanja Hibah kepada MTs Al
Hidayah Kesamben-Plumpang
Belanja Hibah kepada MI
Falahiyah Tanjungrejo Singgahan
Belanja Hibah kepada MI Nashirul
Ummah Leran Senori
Belanja Hibah kepada MI Nurul
Islam Kumpulrejo Parengan
Belanja Hibah kepada MTs
Thoriqotul Falah Montong
Belanja Hibah kepada MI
Hidayatul Mustofa Grabagan
Belanja Hibah kepada MTs
Muhammadiyah 2 Palang
Belanja Hibah kepada Panitia
Penyelenggara Ibadah Haji
(PPIH) Kabupaten Tuban
Belanja Hibah kepada HIPPAM
Belanja Hibah kepada HIPPAM
SUMBER MAKMUR Ds Kowang
Semanding
Belanja Hibah kepadaHIPPAM
SUMBER AGUNG Desa Boto
Kec. Semanding
Belanja Hibah kepadaHIPPAM
SUMBER BUMI Desa Sidodadi
Kec. Bangilan
Belanja Hibah kepadaHIPPAM
BUDI TIRTO LESTARI Desa
Leran Kec. Senori
Belanja Hibah kepadaHIPPAM
TIRO SOPONYONO Desa

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

20.000.000,00

20.000.000,00

0,00

100,00

20.000.000,00

25.000.000,00

25.000.000,00

0,00

100,00

20.000.000,00

20.000.000,00

0,00

100,00

15.000.000,00

15.000.000,00

0,00

100,00

25.000.000,00

25.000.000,00

0,00

100,00

0,00

#DIV/0!

300.000.000,00
20.412.460.000,00

21.152.534.750,00

20.484.510.000,00

(668.024.750,00)

96,84

4.038.500.000,00

3.968.500.000,00

(70.000.000,00)

98,27

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

300.000.000,00

297.030.000,00

(2.970.000,00)

99,01

250.000.000,00

30.000.000,00

30.000.000,00

0,00

100,00

30.000.000,00

6.000.000,00

6.000.000,00

#DIV/0!

6.000.000,00

6.000.000,00

#DIV/0!

6.000.000,00

6.000.000,00

#DIV/0!

6.000.000,00

6.000.000,00

#DIV/0!

6.000.000,00

6.000.000,00

#DIV/0!

98

URAIAN
Boncong Kec. Bancar
Belanja Hibah kepada Madrasah
Diniyah, Paket B Ponpes dan
Salafiyah Wajar Dikdas
Belanja Hibah kepada TPQ
(Insentif untuk 6.513 guru)
Belanja Hibah kepada Pondok
Pesantren (peningkatan fasilitas )
Belanja Hibah kepada Masjid
(peningkatan fasilitas )
Belanja Hibah kepada Gereja
(peningkatan fasilitas )
Belanja Hibah kepada Musholla
(peningkatan fasilitas )
Belanja Hibah kepada TPQ
(peningkatan fasilitas )
Belanja Hibah Kepada MI Al
Hidayah Leran Wetan Palang
Belanja Hibah Kepada MI
Hidayatus Sibyan Wanglu Kulon
Senori
Belanja Hibah Kepada MTs Nurul
Iman Montongsekar Montong
Belanja Hibah Kepada Madrasah
Diniyah Al Futuhiyyah Sumberejo
Rengel
Belanja Hibah Kepada MTs Al
Qudsiyah Klotok Plumpang
Belanja Hibah Kepada MTs
Miftahul Ulum Magersari
Plumpang
Belanja Hibah Kepada PKBM
(Hari Aksara Internasional Tingkat
Provinsi)
Belanja Hibah Community
College
Belanja Hibah Kepada Masjid
(Pemeliharaan, Peningkatan dan
Operasional)
Belanja Hibah Kepada Musholla
(Pemeliharaan, Peningkatan dan
Operasional)
Belanja Hibah Kepada Pondok
Pesantren (Pemeliharaan,
Peningkatan dan Operasional)
Belanja Hibah Kepada Gereja
(Pemeliharaan, Peningkatan dan
Operasional)
Belanja Hibah Kepada RA
Tarbiyatul Banin Banat 01 Desa
Jetak Kec. Montong
Belanja Hibah Kepada TK
Muslimat NU Tuban
Belanja Hibah Kepada TK Pertiwi
Tuban
Belanja Hibah Kepada SDIT Al
Hasaniyah Desa Sendang Kec.
Senori
Belanja Hibah Kepada RA
Manbaul Muttaqien Desa
Sumberjo Kec. Widang
Belanja Hibah Kepada Madin Al
Hidayah Desa Klotok Kec.
Plumpang
Belanja Hibah Kepada MTs
Baityussalaf Desa Gaji Kec.
Kerek
Belanja Hibah Kepada MTs
Mambaul Ulum Desa Sumurgung
Kec. Montong
Belanja Hibah Kepada MTs
Empat Lima Desa Patihan Kec.
Widang
Belanja Hibah Kepada MI
Muhammadiyah Desa
Karangagung Kec. Palang
Belanja Hibah Kepada Madin
Zumrotul Sholikin Desa Kapu
Kec. Merakurak

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

8.154.534.750,00

REALISASI

7.824.480.000,00

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

(330.054.750,00)

95,95

5.539.860.000,00

0,00

#DIV/0!

3.903.600.000,00

720.000.000,00

690.000.000,00

(30.000.000,00)

95,83

350.000.000,00

2.580.000.000,00

2.520.000.000,00

(60.000.000,00)

97,67

1.297.000.000,00

30.000.000,00

20.000.000,00

(10.000.000,00)

66,67

50.000.000,00

5.082.000.000,00

4.917.000.000,00

(165.000.000,00)

96,75

650.000.000,00

170.000.000,00

170.000.000,00

0,00

100,00

150.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

7.500.000,00

7.500.000,00

0,00

100,00

5.000.000,00

40.000.000,00

40.000.000,00

0,00

100,00

66.000.000,00

0,00

#DIV/0!

1.630.000.000,00

0,00

#DIV/0!

3.366.000.000,00

0,00

#DIV/0!

350.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

99

URAIAN
Belanja Hibah Kepada Madrasah
Nashirul Ummah Desa Sidodadi
Kec. Bangilan
Belanja Hibah Kepada Madrasah
Diniyah Arrohim Desa Kumpulrejo
Kec. Parengan
Belanja Hibah Kepada PAUD Ar
Roudhoh Desa Kedungrojo Kec.
Plumpang
Belanja Hibah Kepada SMK Darul
Ma'wa Desa Plandirejo Kec.
Plumpang
Belanja Hibah Kepada MI-Al
Ma'arif Plandirejo Kec. Plumpang
Belanja Hibah Kepada TK
Muslimat NU Desa plumpang
Kec. Plumpang
Belanja Hibah Kepada RA
Salafiyah Desa Plumpang Kec.
Plumpang
Belanja Hibah Kepada TK
Dharma Wanita Desa Ketodan
Kec. Jatirogo
Belanja Hibah Kepada TK
Dharma Wanita Desa Sugihwaras
Kec. Parengan
Belanja Hibah Kepada RA Al
Falahiyah Desa Widang Kec.
Widang
Belanja Hibah Kepada PAUD Al
Uswah Desa Sadang Kec.
Jatirogo
Belanja Hibah Kepada MI
Islamiyah Desa Karangasem Kec.
Jenu
Belanja Hibah Kepada MTs Al
Hasaniyah Desa Sendang Kec.
Senori
Belanja Hibah Kepada PAUD Al
Uswah Desa Pulogede Kec.
Tambakboyo
Belanja Hibah Kepada TK Retno
Asih Desa Hargoretno Kec. Kerek
Belanja Hibah Kepada TK Taman
Putra 2 Dusun Ngeblak Desa
Wanglu Kulon Kec. Senori
Belanja Hibah Kepada MI Miftahul
Huda Desa Rawasan Kec. Jenu
Belanja Hibah Dana Bos
Belanja Hibah Dana BOS kepada
SMA/SMK Swasta
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA PGRI 1 Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA PGRI 3 Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA MU'ALLIMIN Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Muhammadiyah Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Katolik Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMALB Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Muhammadiyah 2 Palang
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Tariyatul Ulum Rengel
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Islamiyah Senori
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Migas Kawengan Senori
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Nurul Anwar Montong
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA MA'ARIF 45 Plumpang
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Muhammadiyah Bancar
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Insan Kamil Bancar

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

35.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

40.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00

0,00

#DIV/0!

50.000.000,00
726.960.000,00

304.200.000,00

304.200.000,00

0,00

100,00

304.200.000,00

304.200.000,00

0,00

100,00

9.360.000,00

0,00

#DIV/0!

23.400.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

16.380.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

11.700.000,00

3.900.000,00

0,00

#DIV/0!

11.700.000,00

5.460.000,00

0,00

#DIV/0!

11.700.000,00

0,00

#DIV/0!

6.240.000,00

9.360.000,00

0,00

#DIV/0!

14.820.000,00

12.480.000,00

0,00

#DIV/0!

21.840.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

13.260.000,00

9.360.000,00

0,00

#DIV/0!

17.940.000,00

12.480.000,00

0,00

#DIV/0!

16.380.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

13.260.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

12.480.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

10.140.000,00

100

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

URAIAN

REALISASI

Belanja Hibah Dana Bos kepada


SMA NU Bancar
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Islam Thoriqul Huda Soko
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMA Manbail Huda Jenu Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK Pelayaran Kristen Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK PGRI 1 Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK TJP Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK Abdi Negara Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK Miftahul Falah Senori
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK PGRI 2 Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK Muhammadiyah Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK YPM 12 Tuban
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK NU Palang
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK Islam Dwi Sakti Bangilan
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK MA'ARIF 45 Tambakboyo
Belanja Hibah Dana Bos kepada
SMK DARUL MA'WA Plumpang
Tuban

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

12.480.000,00

0,00

#DIV/0!

17.940.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

11.700.000,00

10.920.000,00

0,00

#DIV/0!

11.700.000,00

10.920.000,00

0,00

#DIV/0!

27.300.000,00

10.140.000,00

0,00

#DIV/0!

24.960.000,00

31.200.000,00

0,00

#DIV/0!

172.380.000,00

14.040.000,00

0,00

#DIV/0!

49.920.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

11.700.000,00

12.480.000,00

0,00

#DIV/0!

42.900.000,00

14.040.000,00

0,00

#DIV/0!

39.000.000,00

15.600.000,00

0,00

#DIV/0!

47.580.000,00

8.580.000,00

0,00

#DIV/0!

12.480.000,00

11.700.000,00

0,00

#DIV/0!

14.820.000,00

10.920.000,00

0,00

#DIV/0!

24.180.000,00

10.140.000,00

0,00

#DIV/0!

17.160.000,00

Belanja Hibah setelah dilakukan konversi dari anggaran sebesar Rp83.151.823.008,35 terealisir
sebesar Rp74.355.491.430,00 kurang dari anggaran sebesar Rp8.796.331.578,35 atau 89,42

(h) Belanja Bantuan Sosial digunakan untuk pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang
kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pemberian ini tidak
secara terus menerus setiap tahun anggaran dan dilaksanakan secara selektif dan memiliki kejelasan
peruntukan penggunaannya.
Sebagaimana penjelasan pada huruf (b) belanja barang dan jasa yang digunakan untuk Belanja Hibah
dan Bantuan Sosial dilakukan konversi, maka Belanja Bantuan Sosial juga disajikan Belanja Bantuan
Sosial sebelum dan setelah konversi sebagai berikut :
Belanja Bantuan Sosial sebelum dilakukan konversi dari anggaran sebesar Rp13.597.700.000,00
terealisir sebesar Rp13.390.674.400,00 kurang dari anggaran sebesar Rp207.025.600,00 atau 98,48%.
Belanja Bantuan Sosial dengan rincian sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.13Belanja Bantuan SosialTahun Anggaran 2013
URAIAN
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Sosial kepada
Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
Swasta, SMK Swasta, MA
Negeri/Swasta
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
PGRI 1 Tuban
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
PGRI 3 Tuban
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MUALIMIN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MUHAMMADIYAH TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
KATOLIK TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
LB TUBAN

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN
13.597.700.000,00

13.390.674.400,00

5.425.200.000,00
5.425.200.000,00

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

(207.025.600,00)

98,48

6.024.840.000,00

5.420.174.400,00

(5.025.600,00)

99,91

5.424.840.000,00

5.420.174.400,00

(5.025.600,00)

99,91

85.629.000,00
49.735.800,00

105.840.000,00

27.088.200,00

114.480.000,00

19.364.400,00

51.840.000,00

16.084.200,00

32.400.000,00

6.161.400,00

12.960.000,00

101

URAIAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MUHAMMADIYAH 2 PALANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
TARBIYATUL ULUM RENGEL TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
ISLAM SENORI TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MIGAS KAWENGAN SENORI TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
NURUL ANWAR MONTONG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MA'ARIF 45 PLUMPANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MUHAMMADIYAH BANCAR TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
INSAN KAMIL BANCAR TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
NU BANCAR TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
ISLAM THORIQUL HUDA SOKO
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMA
MANBAIL HUDA JENU TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
PELAYARAN KRISTEN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
PGRI 1 TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
TJP TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
ABDI NEGARA TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
MIFTAHUL FALAH SENORI
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
PGRI 2 TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
MUHAMMADIYAH TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
YPM 12 TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
NU PALANG
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
ISLAM DWI SAKTI BANGILAN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
MA'ARIF 45 TAMBAKBOYO TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada SMK
DARUL MA'WA PLUMPANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada AL
HADI PLUS
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
NEGERI TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
ASH-SHOMADIYAH TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA ALMUSTHOFAWIYAH PALANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
TARBIYATUL ISLAM SOKO TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
RAUDLATUT THALIBIN SINGGAHAN
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SUNAN BONANG PARENGAN
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
DARUL MA'WA PLUMPANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SLAFIYAH ASY. JATIROGO TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SUNAN BEJAGUNG SEMANDING
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA ALGHOZALIYAH SENORI TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
HIDAYATUL ISLAMIYAH PLUMPANG
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
HASYIMIYAH BANCAR TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
NEGERI RENGEL TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
NURUL HUDA PARENGAN TUBAN

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

46.215.000,00

8.640.000,00

87.392.400,00

93.960.000,00

40.053.600,00

194.400.000,00

62.302.200,00

75.600.000,00

56.701.200,00

109.080.000,00

39.414.000,00

44.280.000,00

32.171.400,00

47.520.000,00

14.165.400,00

34.560.000,00

65.104.200,00

22.680.000,00

27.009.000,00

100.440.000,00

33.572.400,00

50.760.000,00

114.360.000,00

39.960.000,00

93.030.000,00

211.680.000,00

492.150.000,00

106.920.000,00

172.860.000,00

595.080.000,00

29.340.000,00

316.440.000,00

148.530.000,00

38.880.000,00

142.980.000,00

295.920.000,00

162.510.000,00

352.080.000,00

34.920.000,00

405.000.000,00

30.570.000,00

36.720.000,00

97.500.000,00

48.600.000,00

69.120.000,00

169.560.000,00

15.600.000,00

81.000.000,00

257.892.000,00
62.302.200,00

75.600.000,00

66.943.800,00

55.080.000,00

81.429.000,00

28.080.000,00

31.011.000,00

62.640.000,00

53.899.200,00

10.800.000,00

99.395.400,00

44.280.000,00

117.361.800,00

62.640.000,00

47.817.000,00

75.600.000,00

43.495.200,00

14.040.000,00

42.170.400,00

29.160.000,00

68.384.400,00

10.800.000,00

242.246.400,00

60.480.000,00

47.536.800,00

114.480.000,00

102

URAIAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SALAFIYAH KEREK TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
MANBAIL FUTUH JENU TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA ALQUDSIYAH PLUMPANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
ASSALAM BANGILAN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA ALHASYANIYAH SENORI TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA AL
HIDAYAH SINGGAHAN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
KH. ABDURROHMAN BANGILAN
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
TARBIYATUL BANIN BANAT
MONTONG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
HIDAYATUL UMMAH MONTONG
TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SALAFIYAH SOKO TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA AL
HIDAYAH JENU TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
DARUL ULUM WIDANG TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
ISLAMIYAH SINGGAHAN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
MATHOLIUL FALAH SOKO TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
MUSTHOFAWIYAH SOKO TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SYIAR ISLAM RENGEL TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
SALAFIYAH MERAKURAK TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA AL
FALAH BANGILAN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
ISLAMIYAH SENORI TUBAN
Belanja Bantuan Sosial kepada MA
BAHRUL ULUM SINGGAHAN TUBAN
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Sosial Kepada Kel.
Masy.
Belanja Bantuan Sosial Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Mandiri Perdesaan
Belanja Bantuan Sosial Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Mandiri Perkotaan / P2KP
Belanja Bantuan Sosial Pembangunan
MCK ++ (Sisa DAK Tahun 2011)
Belanja Bantuan Sosial Kepada
Anggota Masyarakat
Bantuan sosial kepada individu
dan/atau keluarga yang tidak dapat
direncanakan sebelumnya
Belanja Bantuan Sosial Kepada
Penyandang Cacat
Belanja Bantuan Sosial Kepada Lanjut
Usia Kurang Mampu

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/ (KURANG)

TAHUN 2012

88.671.600,00

11.880.000,00

155.895.600,00

48.600.000,00

56.220.000,00

89.640.000,00

142.570.800,00

25.920.000,00

75.346.800,00

172.800.000,00

104.317.200,00

32.400.000,00

50.137.800,00

84.240.000,00

163.138.200,00

29.160.000,00

48.176.400,00

61.560.000,00

50.137.800,00

20.520.000,00

80.268.600,00

36.720.000,00

48.816.000,00

68.040.000,00

112.720.200,00

30.240.000,00

53.899.200,00

48.600.000,00

47.817.000,00

31.320.000,00

86.350.800,00

31.320.000,00

59.981.400,00

17.280.000,00

93.593.400,00

37.800.000,00

214.716.600,00

32.400.000,00

113.880.600,00

41.040.000,00

13.597.700.000,00

13.390.674.400,00

(207.025.600,00)

98,48

6.772.500.000,00

6.767.500.000,00

(5.000.000,00)

99,93

6.170.000.000,00

6.170.000.000,00

0,00

100,00

112.500.000,00

107.500.000,00

(5.000.000,00)

95,56

490.000.000,00

490.000.000,00

0,00

100,00

1.400.000.000,00

1.203.000.000,00

(197.000.000,00)

85,93

500.000.000,00

303.000.000,00

(197.000.000,00)

60,60

540.000.000,00

540.000.000,00

0,00

100,00

360.000.000,00

360.000.000,00

360.000.000,00

0,00

100,00

240.000.000,00

Sedangkan Belanja Bantuan Sosial setelah dilakukan konversi


Rp24.226.757.000 terealisir sebesar Rp23.392.683.850,00 kurang
Rp834.073.150,00 atau 96,56%.

dari
dari

32.400.000,00

600.000.000,00

anggaran
anggaran

sebesar
sebesar

(2) Belanja Modal


Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi
manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja Modal dari anggaran sebesar Rp294.460.308.332,00
terealisir sebesar Rp267.152.793.943,00 kurang dari anggaran sebesar Rp27.307.514.389,00 atau
90,73% dengan rincian sebagaimana tabel berikut :
103

Tabel 5.14
Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Modal
Tahun Anggaran 2013

URAIAN

ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

294.460.308.332,00

267.152.793.943,00

(27.307.514.389,00)

90,73

245.496.485.136,67

5.750.071.500,00

2.980.899.066,00

(2.769.172.434,00)

51,84

2.712.025.025,00

47.575.466.622,00

42.675.773.087,00

(4.899.693.535,00)

89,70

49.245.394.633,00

1.295.717.750,00

7.849.410.000,00

7.289.934.570,00

(559.475.430,00)

92,87

15.716.801.675,00

361.180.000,00

357.938.500,00

(3.241.500,00)

99,10

390.532.500,00

42.000.000,00

40.335.000,00

(1.665.000,00)

96,04

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Bengkel

127.500.000,00

125.482.000,00

(2.018.000,00)

98,42

239.910.000,00

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Pengolahan


Pertanian Dan Peternakan

217.619.500,00

211.933.895,00

(5.685.605,00)

97,39

741.084.500,00

Belanja Modal Pengadaan Peralatan Kantor

500.260.000,00

296.902.500,00

(203.357.500,00)

59,35

455.232.320,00

Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor

2.733.586.000,00

2.549.748.875,00

(183.837.125,00)

93,27

1.608.063.112,00

Belanja Modal Pengadaan Komputer

6.976.873.000,00

5.976.460.841,00

(1.000.412.159,00)

85,66

5.413.300.650,00

Belanja Modal Pengadaan Meubelair

5.609.090.500,00

5.404.732.450,00

(204.358.050,00)

96,36

3.340.643.448,00

Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur

99.175.000,00

90.504.050,00

(8.670.950,00)

91,26

254.535.800,00

Belanja Modal Pengadaan Penghias Ruangan


Rumah Tangga

44.250.000,00

18.810.000,00

(25.440.000,00)

42,51

82.500.000,00

2.803.716.000,00

2.638.281.875,00

(165.434.125,00)

94,10

1.087.480.750,00

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Komunikasi

718.183.500,00

611.859.000,00

(106.324.500,00)

85,20

96.166.500,00

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Ukur

343.600.000,00

302.132.000,00

(41.468.000,00)

87,93

147.400.000,00

11.904.650.622,00

11.421.685.325,00

(482.965.297,00)

95,94

4.791.129.628,00

5.799.960.000,00

3.920.711.456,00

(1.879.248.544,00)

67,60

11.467.259.750,00

12.000.000,00

11.825.000,00

(175.000,00)

98,54

3.600.000,00

1.280.414.500,00

398.000,00

37.000.000,00

33.866.250,00

(3.133.750,00)

91,53

1.395.412.500,00

1.372.629.500,00

(22.783.000,00)

98,37

833.223.750,00

Belanja Gedung dan Bangunan

116.866.892.910,00

104.487.046.750,00

(12.379.846.160,00)

89,41

92.202.704.382,67

Belanja Modal Pengadaan


Konstruksi/Pembelian*) Bangunan

116.866.892.910,00

104.487.046.750,00

(12.379.846.160,00)

89,41

92.202.704.382,67

Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan

121.968.109.900,00

115.188.725.005,00

(6.779.384.895,00)

94,44

95.603.064.120,00

Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan

53.932.866.050,00

51.938.360.500,00

(1.994.505.550,00)

96,30

51.815.540.429,00

Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jembatan

17.223.654.100,00

15.277.703.600,00

(1.945.950.500,00)

88,70

9.302.129.941,00

41.730.977.750,00

39.246.187.050,00

(2.484.790.700,00)

94,05

27.711.201.100,00

7.441.662.000,00

7.177.117.455,00

(264.544.545,00)

96,45

6.267.066.750,00

1.638.950.000,00

1.549.356.400,00

(89.593.600,00)

94,53

507.125.900,00

Belanja Aset Tetap Lainnya

2.299.767.400,00

1.820.350.035,00

(479.417.365,00)

79,15

5.733.296.976,00

Belanja Modal Pengadaan Buku/Kepustakaan

2.101.767.400,00

1.633.276.035,00

(468.491.365,00)

77,71

5.421.623.976,00

59.000.000,00

56.680.000,00

(2.320.000,00)

96,07

99.291.000,00

139.000.000,00

130.394.000,00

(8.606.000,00)

93,81

212.382.000,00

Belanja Modal

Belanja Modal Pengadaan Tanah

Belanja Peralatan dan Mesin


Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Berat
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan
Darat Bermotor
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan
Darat Tidak Bermotor
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan Di
Atas Air Tidak Bermotor

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Studio

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran


Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Laboratorium
Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan
Perlengkapan Rumah Tangga
Belanja Modal Perabot Perlengkapan Sekolah
Belanja Modal Pengadaan Alat-alat
Persenjataan/Keamanan
Belanja Modal Pengadaan Peralatan Gedung
Kantor
Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Gedung
Kantor

Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jaringan


Air
Belanja Modal Pengadaan Penerangan Jalan,
Taman Dan Hutan Kota
Belanja Modal Pengadaan Instalasi Listrik Dan
Telepon

Belanja Modal Pengadaan Barang Bercorak


Kesenian, Kebudayaan
Belanja Modal Pengadaan Hewan/Ternak Dan
Tanaman

TAHUN 2012

104

(3) Belanja Tak Terduga


Belanja Tak Terduga merupakan pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak
biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan
pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan
pemerintah daerah dari anggaran sebesar Rp10.843.109.527,38 terealisir sebesar Rp3.533.300,00
kurang dari anggaran sebesar Rp10.839.576.227,38 atau 0,03%. Belanja Tak Terduga dengan rincian
sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.15Belanja Tak TerdugaTahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
ANGGARAN
URAIAN

SETELAH

LEBIH/

REALISASI

(KURANG)

PERUBAHAN

TAHUN 2012

Belanja Tak Terduga

10.843.109.527,38

3.533.300,00

(10.839.576.227,38)

0,03

3.533.300,00

Belanja Tak Terduga

10.843.109.527,38

3.533.300,00

(10.839.576.227,38)

0,03

3.533.300,00

Belanja Tak Terduga

10.843.109.527,38

3.533.300,00

(10.839.576.227,38)

0,03

3.533.300,00

(4) Belanja Transfer


Belanja Transfer merupakan belanja yang digunakan untuk dana bagi hasil yang bersumber dari
pendapatan Pemerintah Kabupaten Tuban kepada pemerintah desa berupa bagi hasil pajak daerah dari
anggaran sebesar Rp11.652.195.592,15 terealisir sebesar Rp11.492.919.260,29 kurang dari anggaran
sebesar Rp159.276.331,86 atau 98,63 dan retribusi daerah dari anggaran sebesar Rp129.778.151,60
terealisir sebesar Rp69.923.468,35 kurang dari anggaran sebesar Rp59.854.683,25 atau 53,88%.
Sedangkan transfer berupa bantuan keuangan kepada pemerintah desa dan partai politik dari anggaran
sebesar Rp74.607.271.915,00 terealisir sebesar Rp70.901.732.965,00 kurang dari anggaran sebesar
Rp3.705.538.950,00 atau 95,03%. Belanja Transfer dengan rincian sebagaimana table berikut:
Tabel 5.16Belanja TransferTahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
URAIAN
Transfer Bagi Hasil Ke Desa
Belanja Bagi Hasil Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa
Belanja Bagi Hasil Pajak
Daerah Kepada Pemdes
Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah
Kepada Pemerintahan Desa
Belanja Bagi Hasil Retribusi
Daerah Kepada Pemdes
Belanja Bagi Hasil Retribusi
Daerah Kepada Pemerintahan
Desa
Belanja Bantuan Keuangan
Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintahan Desa
Belanja Bantuan Keuangan
Kepada Desa
Belanja Bantuan Keuangan
Kepada Pemda/Pemerintahan
Desa Lainnya
Belanja Bantuan Keuangan
Kepada Partai Politik

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

LEBIH/
(KURANG)

TAHUN 2012

86.389.245.658,75

82.464.575.693,64

(3.924.669.965,11)

91,42 65.146.128.628,88

11.781.973.743,75

11.562.842.728,64

(219.131.015,11)

98,14

5.199.050.113,88

11.652.195.592,15

11.492.919.260,29

(159.276.331,86)

98,63

5.103.986.387,83

11.652.195.592,15

11.492.919.260,29

(159.276.331,86)

98,63

5.103.986.387,83

129.778.151,60

69.923.468,35

(59.854.683,25)

53,88

95.063.726,05

129.778.151,60

69.923.468,35

(59.854.683,25)

53,88

95.063.726,05

74.607.271.915,00

70.901.732.965,00

(3.705.538.950,00)

95,03 59.947.078.515,00

5.368.000.000,00

5.330.604.050,00

(37.395.950,00)

99,30 12.645.587.200,00

68.842.791.000,00

65.174.648.000,00

(3.668.143.000,00)

94,67 46.905.010.400,00

396.480.915,00

396.480.915,00

0,00

100,00

396.480.915,00

c) Surplus/(Defisit)
Berdasarkan realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Tahun Anggaran 2013 sebesar
Rp1.526.016.153.880,56 dan realisasibelanja daerah sebesar Rp1.489.827.940.912,12 diperoleh surplus
sebesar Rp36.188.212.968,44
d) Pembiayaan
Pembiayaan merupakan anggaran untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran yang terdiri
dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan.
105

a) Penerimaan pembiayaan dari anggaran


b)

sebesar Rp187.292.756.533,06 terealisir sebesar


Rp187.005.117.499,19 kurang dari anggaran sebesar Rp287.639.033,87 atau 99,85%.
Pengeluaran Pembiayaan dari anggaran sebesar Rp65.579.408.288,72 terealisir sebesar
Rp64.224.608.288,72 kurang dari anggaran sebesar Rp1.354.800.000,00 atau 97,93%, dengan
rincian sebagai berikut:
Tabel 5.17Daftar Rincian Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan
Tahun Anggaran 2013
(Dalam Rupiah)
ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH

187.292.756.533,06

187.005.117.499,19

(287.639.033,87)

99,85

202.701.496.999,98

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun


Anggaran Sebelumnya

184.273.733.033,06

184.273.733.033,06

100,00

199.750.297.763,53

Pelampauan Penerimaan PAD

32.903.816.876,13

32.903.816.876,13

100,00

12.799.392.626,58

Pajak Daerah

19.013.564.144,62

19.013.564.144,62

100,00

7.032.401.430,25

1.894.574.557,00

1.894.574.557,00

100,00

2.406.091.254,00

Lain-Lain PAD yang Sah

11.995.678.174,51

11.995.678.174,51

100,00

3.360.899.942,33

Pelampauan Penerimaan Dana Perimbangan

18.490.897.462,00

18.490.897.462,00

100,00

24.638.904.408,00

Bagi Hasil Pajak

13.992.072.790,00

13.992.072.790,00

100,00

17.836.872.350,00

4.498.824.672,00

4.498.824.672,00

100,00

6.802.032.058,00

5.707.229.551,00

5.707.229.551,00

100,00

36.568.320.030,00

4.232.207.018,00

4.232.207.018,00

100,00

20.176.428.150,00

1.120.154.533,00

1.120.154.533,00

100,00

100.000.000,00

354.868.000,00

354.868.000,00

100,00

16.291.891.880,00

Sisa Penghematan Belanja atau Akibat Lainnya

83.990.281.740,07

127.543.520.705,07

43.553.238.965,00

151,86

99.479.503.468,97

Belanja Pegawai Dari Belanja Tidak Langsung

31.040.274.293,80

31.040.274.293,80

100,00

14.310.132.095,63

PEMBIAYAAN DAERAH

Retribusi Daerah

Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam


Pelampauan Penerimaan Lain-lain Pendapatan
Daerah yang Sah
Pelampauan Dana Bagi Hasil Pajak Dari
Propinsi
Pelampauan Bantuan Keuangan Dari Provinsi
atau Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

Belanja Pegawai Dari Belanja Langsung

(Rp)

TAHUN 2011

2.778.726.470,00

2.778.726.470,00

100,00

3.836.718.225,00

Belanja Barang dan Jasa

24.815.456.606,58

38.467.635.836,58

13.652.179.230,00

155,01

21.450.601.561,11

Belanja Modal

11.190.216.222,33

41.091.275.957,33

29.901.059.735,00

367,21

38.484.966.962,50

Belanja Hibah

150.200.000,00

150.200.000,00

100,00

1.190.514.456,30

1.076.430.000,00

Belanja Belanja Bagi Hasil

2.095.254.752,82

2.095.254.752,82

100,00

1.041.924.121,43

Belanja Bantuan Keuangan

4.018.191.485,00

4.018.191.485,00

100,00

6.986.553.315,00

Belanja Belanja Tidak Terduga

7.901.961.909,54

7.901.961.909,54

100,00

11.101.662.732,00

Kegiatan Lanjutan

43.553.238.965,00

(43.553.238.965,00)

24.978.343.354,00

Kegiatan Lanjutan Tahun 2012

43.553.238.965,00

(43.553.238.965,00)

24.978.343.354,00

(371.731.561,14)

(884.194.293,55)

(512.462.732,41)

237,86

1.285.833.875,98

(371.731.561,14)

(884.194.293,55)

(512.462.732,41)

237,86

1.285.833.875,98

512.462.732,41

512.462.732,41

512.462.732,41

512.462.732,41

Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman

2.639.750.000,00

2.498.081.755,08

(141.668.244,92)

94,63

2.419.881.549,24

Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman

2.639.750.000,00

2.498.081.755,08

(141.668.244,92)

94,63

2.419.881.549,24

Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Dari


KPM

2.115.000.000,00

1.872.327.935,08

(242.672.064,92)

88,53

1.804.150.769,24

Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Dari


Pembelian Gabah Petani

2.530.000,00

2.530.000,00

Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Dari


Pasar Desa, Koperasi, UKM dan LPKM

516.000.000,00

567.973.820,00

51.973.820,00

110,07

615.730.780,00

5.000.000,00

51.500.000,00

46.500.000,00

1.030,00

3.750.000,00

3.750.000,00

100,00

Belanja Bantuan Sosial

Selisih Lebih / (Kurang) Pembiayaan


Selisih Lebih / (kurang) Pembiayaan Tahun
Lalu
Sisa Pembiayaan Anggaran Yang Tidak
Digunakan
Sisa Pembiayaan Anggaran Yang Tidak
Digunakan

Penerimaan Kembali Pemberian Pokok


Pinjaman Dari HIPPAM
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman
Pengoperasian Pompa Air

106

PEMBIAYAAN DAERAH
Penerimaan Piutang Daerah

ANGGARAN
SETELAH
PERUBAHAN

REALISASI

(Rp)

TAHUN 2011

379.273.500,00

233.302.711,05

(145.970.788,95)

61,51

531.317.687,21

379.273.500,00

233.302.711,05

(145.970.788,95)

61,51

531.317.687,21

140.000.000,00

96.273.017,05

(43.726.982,95)

68,77

197.177.237,21

120.000.000,00

75.604.000,00

(44.396.000,00)

63,00

138.415.960,00

Penerimaan Piutang Tunggakan Pokok


Pinjaman Pasar Desa, Koperasi UKM

99.273.500,00

55.250.694,00

(44.022.806,00)

55,66

114.528.240,00

Penerimaan Piutang Tunggakan Pokok


Pinjaman Pembelian Sapi Kereman

10.000.000,00

6.175.000,00

(3.825.000,00)

61,75

80.696.250,00

Penerimaan Piutang Tunggakan Pokok


Pinjaman Pembelian Domba

10.000.000,00

(10.000.000,00)

500.000,00

PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH

65.579.408.288,72

64.224.608.288,72

(1.354.800.000,00)

97,93

9.645.330.000,00

Pembentukan Dana Cadangan

61.985.443.288,72

61.985.443.288,72

100,00

Pembentukan Dana Cadangan

61.985.443.288,72

61.985.443.288,72

100,00

Pembentukan Dana Cadangan untuk


pengadaan tanah untuk Jalan Lingkar

50.000.000.000,00

50.000.000.000,00

100,00

11.985.443.288,72

11.985.443.288,72

100,00

3.578.800.000,00

2.224.000.000,00

(1.354.800.000,00)

62,14

9.615.000.000,00

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

6.500.000.000,00

Penyertaan Modal Kepada BPD Jawa Timur

6.500.000.000,00

Badan Usaha Milik Swasta

3.578.800.000,00

2.224.000.000,00

(1.354.800.000,00)

62,14

3.115.000.000,00

Pemberian Pinjaman Kepada KPM

2.578.800.000,00

1.224.000.000,00

(1.354.800.000,00)

47,46

2.115.000.000,00

Pemberian Pinjaman Kepada UMKM

1.000.000.000,00

1.000.000.000,00

100,00

1.000.000.000,00

Pembayaran Pokok Utang

15.165.000,00

15.165.000,00

100,00

30.330.000,00

Pembayaran Pokok Utang yang Jatuh Tempo


Kepada Pemerintah

15.165.000,00

15.165.000,00

100,00

30.330.000,00

Penerusan Pinjaman SLA

15.165.000,00

15.165.000,00

100,00

30.330.000,00

121.713.348.244,34

122.780.509.210,47

1.067.160.966,13

100,88

193.056.166.999,98

Penerimaan Piutang Tunggakan Pokok


Pinjaman
Penerimaan Piutang Tunggakan Pokok
Pinjaman KPM
Penerimaan Piutang Tunggakan Pokok
Pinjaman Gabah

Pembentukan Dana Cadangan untuk


pembangunan gedung paviliun RSUD. Dr. R.
Koesma Tuban
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah
Daerah

PEMBIAYAAN NETTO

Berdasarkan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp187.005.117.499,19 dikurangi dengan


pengeluaran pembiayaan sebesar Rp64.224.608.288,72 maka diperoleh surplus sebesar
Rp122.780.509.210,47.

e) SILPA
Dengan demikian Sisa LebihPembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2013
adalah surplus pendapatan dengan belanja sebesar Rp36.188.212.986,44 ditambah surplus pembiayaan
sebesar Rp122.780.509.210,47 diperoleh SILPA sebesar Rp158.968.722.178,91 dengan rinciansebagai
berikut :
SILPA
JUMLAH PENDAPATAN

158.968.722.178,91

PELAMPAUAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

40.051.890.056,85
16.607.490.265,40

Pendapatan Pajak Daerah

17.248.321.025,05

Pendapatan Retribusi Daerah


Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

2.416.469.714,00
35,00

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

(3.057.300.508,65)

PELAMPAUAN DANA PERIMBANGAN

18.515.654.465,45

Dana Bagi Hasil Pajak

12.945.115.240,00

107

Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam)

5.570.539.225,45

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH

4.928.745.326,00

Pelampauan Dana Bagi Hasil Pajak Dari Propinsi


Pendapatan Hibah

4.030.745.326,00
898.000.000,00
116.549.876.079,93

Sisa Penghematan Belanja atau Akibat Lainnya


Belanja Pegawai Dari Belanja Tidak Langsung

39.264.896.418,19

Belanja Pegawai Dari Belanja Langsung


Belanja Barang dan Jasa

3.716.399.840,00
21.866.414.511,90

Belanja Modal

27.307.514.389,00

Belanja Hibah

8.796.331.578,35

Belanja Bantuan Sosial

834.073.150,00

Belanja Belanja Bagi Hasil

219.131.015,11

Belanja Bantuan Keuangan

3.705.538.950,00
10.839.576.227,38

Belanja Belanja Tidak Terduga


Selisih Lebih/(Kurang) Pembiayaan

2.366.956.042,13

Selisih Lebih/(Kurang) Pembiayaan


Sisa Pembiayaan Anggaran Yang Tidak Digunakan

1.067.160.966,13
1.299.795.076,00

2) Neraca
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah daerah sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi/atau sosial dimasa depan diharapkan dapat
diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang termasuk
sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumbersumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
Aset diklasifikasikan ke dalam aset lancar jika diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau
dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan, sedangkan aset yang
tidak dapat dimasukkan dalam kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai aset non lancar.
Jumlah Aset Pemerintah Kabupaten Tuban pada Tahun Anggaran 2013 disajikan dalam Neraca
Daerah Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2013. Penyusunan Neraca Daerah Tahun
Anggaran 2013 dilakukan dengan cara menggabungkan Neraca seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah
Kabupaten Tuban, masing-masing SKPD melakukan rekonsiliasi data dengan bagian yang melakukan
penyusunan Neraca Daerah, rekonsiliasi tersebut terutama yang menyangkut aset tetap pada masingmasing SKPD sehingga dapat diketahui jumlah belanja modal yang yang menjadi Aset tetap maupun yang
tidak menjadi Aset tetap, mutasi Aset tetap antar SKPD, perolehan Aset diluar belanja modal yaitu dari
hibah ataupun dari belanja barang dan jasa serta adanya penghapusan aset tetap.
Aset Pemerintah Kabupaten Tuban per 31 Desember 2013 sesuai dengan Neraca Daerah Tahun
2013 berjumlah sebesar Rp3.716.653.151.627,63
Tabel 5.18
Neraca Daerah Per 31 Desember 2013
URAIAN

Tahun 2013
(Rp)

Tahun 2012
(Rp)

ASET

ASET LANCAR
Kas di Kas Daerah
Kas di Bendahara Pengeluaran

158.420.105.572,34

172.279.057.319,34

0,00

9.232.425,00

108

Kas di Bendahara Penerimaan

43.338.015,22

47.668.450,00

548.616.606,57

11.985.443.288,72

0,00

0,00

9.427.946.359,50

1.356.868.175,00

18.296.912,00

318.539.300,00

Bagian Lancar Pinjaman kepada Perusahaan Negara

0,00

0,00

Bagian Lancar Pinjaman kepada Perusahaan Daerah

0,00

0,00

Bagian Lancar Pinjaman kepada Pemerintah Pusat

0,00

0,00

Bagian Lancar Pinjaman kepada Pemerintah Daerah Lainnya

0,00

0,00

Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran

0,00

0,00

1.016.480.750,00

1.031.300.750,00

44.777.143.414,39

19.317.981.151,12

(11.866.904.090,73)

(13.527.920.783,78)

82.537.515.499,12

82.304.122.092,98

284.922.539.038,41

275.122.292.168,38

Pinjaman kepada Perusahaan Negara

0,00

0,00

Pinjaman kepada Perusahaan Daerah

0,00

0,00

Pinjaman kepada Pemerintah Daerah Lainnya

0,00

0,00

Investasi dalam Surat Utang Negara

0,00

0,00

Investasi dalam Proyek Pembangunan

0,00

0,00

Investasi Nonpermanen Lainnya

0,00

0,00

Jumlah Investasi Nonpermanen

0,00

0,00

78.301.947.372,27

77.113.492.644,57

Jumlah Investasi Permanen

78.301.947.372,27

77.113.492.644,57

Jumlah Investasi Jangka Panjang

78.301.947.372,27

77.113.492.644,57

Tanah

275.033.508.902,00

272.492.364.802,00

Peralatan dan Mesin

310.846.693.591,56

266.716.911.719,00

Gedung dan Bangunan

853.923.518.171,67

734.060.375.537,37

1.785.574.055.177,00

1.669.122.381.807,00

Aset Tetap Lainnya

35.563.869.221,00

30.635.694.222,00

Konstruksi Dalam Pengerjaan

20.135.058.420,00

37.128.663.154,30

0,00

0,00

3.281.076.703.483,23

3.010.156.391.241,67

Kas di BLUD
Investasi Jangka Pendek
Piutang Pajak
Piutang Retribusi

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi


Piutang Lainnya
Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Persediaan
Jumlah Aset Lancar

INVESTASI JANGKA PANJANG


Investasi Nonpermanen

Investasi Permanen
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
Investasi Permanen Lainnya

ASET TETAP

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Akumulasi Penyusutan
Jumlah Aset Tetap

109

DANA CADANGAN
Dana Cadangan

61.985.443.288,72

0,00

Jumlah Dana Cadangan

61.985.443.288,72

0,00

Tagihan Penjualan Angsuran

0,00

0,00

Tuntutan Perbendaharaan

0,00

0,00

Tuntutan Ganti Rugi

0,00

0,00

Kemitraan dengan Pihak Ketiga

6.044.160.000,00

5.945.160.000,00

Aset Tak Berwujud

2.128.868.020,00

1.807.645.020,00

Aset Lain-Lain

2.193.490.425,00

2.016.357.584,00

10.366.518.445,00

9.769.162.604,00

3.716.653.151.627,63

3.372.161.338.658,62

Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)

0,00

0,00

Utang Bunga

0,00

910.742,50

Bagian Lancar Utang Dalam Negeri - Pemerintah Pusat

0,00

0,00

Bagian Lancar Utang Dalam Negeri - Pemerintah Daerah Lainnya

0,00

0,00

Bagian Lancar Utang Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bank

0,00

0,00

Bagian Lancar Utang Dalam Negeri - Lembaga Keuangan bukan Bank

0,00

0,00

Bagian Lancar Utang Dalam Negeri - Obligasi

0,00

0,00

Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Lainnya

0,00

15.165.000,00

Utang Jangka Pendek Lainnya

10.238.791.481,02

601.046.659,00

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek

10.238.791.481,02

617.122.401,50

Utang Bunga dan Jasa Bank

0,00

0,00

Utang Dalam Negeri - Pemerintah Pusat

0,00

0,00

Utang Dalam Negeri - Pemerintah Daerah Lainnya

0,00

0,00

Utang Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bank

0,00

0,00

Utang Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bukan Bank

0,00

0,00

Utang Dalam Negeri - Obligasi

0,00

0,00

Utang Jangka Panjang Lainnya

0,00

0,00

Jumlah Kewajiban Jangka Panjang

0,00

0,00

10.238.791.481,02

617.122.401,50

ASET LAINNYA

Jumlah Aset Lainnya

JUMLAH ASET

KEWAJIBAN

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

JUMLAH KEWAJIBAN

EKUITAS DANA

110

EKUITAS DANA LANCAR


Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)

158.968.722.178,91

184.273.733.033,06

43.338.015,22

47.668.450,00

Cadangan Piutang

43.372.963.345,16

8.496.768.592,34

Cadangan Persediaan

82.537.515.499,12

82.304.122.092,98

Dana yang Harus Disediakan untuk Pernbayaran Utang Jangka Pendek

(10.238.791.481,02)

(617.122.401,50)

Jumlah Ekuitas Dana Lancar

274.683.747.557,39

274.505.169.766,88

78.301.947.372,27

77.113.492.644,57

3.281.076.703.483,23

3.010.156.391.241,67

10.366.518.445,00

9.769.162.604,00

0,00

0,00

3.369.745.169.300,50

3.097.039.046.490,24

Diinvestasikan dalam Dana Cadangan

61.985.443.288,72

0,00

Jumlah Ekuitas Dana Cadangan

61.985.443.288,72

0,00

JUMLAH EKUITAS DANA

3.706.414.360.146,61

3.371.544.216.257,12

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA

3.716.653.151.627,63

3.372.161.338.658,62

Pendapatan yang Ditangguhkan

EKUITAS DANA INVESTASI


Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
Dana yang Harus disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang
Jumlah Ekuitas Dana Investasi

EKUITAS DANA CADANGAN

a) Aset Lancar
Merupakan aset yang diharapkan segera dapat direalisasikan, dipakai atau dimiliki untuk dijual
dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan sebesar Rp264.435.381.848,37 yang berupa:
(1) Kas di Kas Daerah
31 Desember 2013
31 Desember 2012
(Rp)
(Rp)
Kas di Kas Daerah
158.420.105.572,34
172.279.057.319,34
Kas di Kas Daerah pada tanggal pelaporan berjumlah Rp158.420.105.572,34 yang terdiri
dari:
Tabel 5.19 Rincian Kas di Kas Daerah
DALAM RUPIAH
No.

Uraian

Rekening Giro

Deposito
- Deposito BRI
- Deposito Bank Mandiri
- Bank Jatim Cabang Tuban
- BNI Cabang Tuban
- Syariah Mandiri
Total

Tahun 2013

Tahun 2012

48.420.105.572,00

82.279.057.319,34

110.000.000.000,00

90.000.000.000,00

10.000.000.000,00

80.000.000.000,00

80.000.000.000,00

20.000.000.000,00

10.000.000.000,00

158.420.105.572,34 172.279.057.319,34

Pada akun Kas di Kas Daerah, pada tabel rincian Kas di Kas Daerah diungkap:
111

- Kas di Kas daerah dalam bentuk Deposito sebesar Rp110.000.000.000 dalam rangka
manajemen Kas untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan tetap memperhatikan
ketersediaan Kas apabila diperlukan untuk membiayai belanja daerah.
(2) Kas di Bendahara Pengeluaran
31 Desember 2013
(Rp)
0

Kas di Bendahara Pengeluaran

31 Desember 2012
(Rp)
9.232.425,00

Kas di Bendahara Pengeluaran pada tahun 2013 bersaldo nihil semua Sisa Kas seluruhnya telah
disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah.
(3) Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp43.338.015,22,00 terdiri dari:
Tabel 5.20 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan
(Dalam Rupiah)

NO

URAIAN

TAHUN 2013

TAHUN 2012

DINAS PEREKONOMIAN & PARIWISATA

42.937.025,00

45.776.450,00

Retribusi Pasar

36.526.525,00

27.769.950,00

Retribusi Tempat Rekreasi

3.960.500,00

18.006.500,00

Retribusi Pemekaian Kekayaan Daerah

2.450.000,00

0,00

397.000,00

1.892.000,00

3.990,22

0,00

43.338.015,22

47.668.450,00

DINAS PERHUBUNGAN

KECAMATAN RENGEL-JASA GIRO


JUMLAH

(4) Kas di BLUD

Kas di BLUD

31 Desember 2013
(Rp)
548.616.606,57

31 Desember 2012
(Rp)
11.985.443.288,72

Kas di Bendahara BLUD merupakan Saldo Kas pada Bendahara Badan Layanan Umum
Daerah RSUD Dr. R. Koesma Tuban per 31 Desember 2013.
(5) Piutang Pajak

Piutang Pajak

31 Desember 2012
(Rp)
9.427.946.359,50

31 Desember 2011
(Rp)
1.356.868.175,00

Jumlah piutang pajak sebesar Rp9.427.946.359,50 dengan rincian sebagai berikut:


Tabel 5.21 Rincian Piutang Pajak
(Dalam Rupiah)
No

Piutang Pajak

Tahun 2012

Penambahan

Pajak Hotel dan Restoran

Pajak Reklame

3.301.012,00

Pajak Hiburan

8.935.000,00

Pajak Galian C/Denda Pajak Mineral


Bukan Logam dan Batuan

Pajak Sarang Burung

Pajak Parkir

Pajak Air bawah Tanah

Pajak Penerangan Jalan Non PLN

317.915.858,00

317.915.858,00

10

Pajak Bumi dan Bangunan-P2

7.695.828.095,00

7.695.828.095,00

1.356.868.175,00

8.530.323.378,00

1.283.020.595,00

525.000,00

Tahun 2013

Jumlah

54.181.865,00

Pengurangan
3.436.500,00

51.270.365,00

1.767.370,50

1.533.641,50
8.935.000,00

515.728.325,00

453.815.573,00

295.500,00

240.600,00

205.500,00

330.600,00

534.203,00

85.500,00

20.250,00

599.453,00

6.600.000,00

1.344.933.347,00
6.600.000,00

459.245.193,50

9.427.946.359,50

112

Piutang Pajak Tahun 2013 diungkap :


Pada tahun anggaran 2013 merupakan tahun pertama pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan
dan Perkotaan yang semula dikelola oleh Kantor Pajak Pratama, peningkatan piutang pajak tersebut
terutama disebabkan adanya pembebanan piutang Pajak Bumi dan Bangunan-P2 dari Kantor Pajak
Pratama Tuban ke Pemerintah Kabupaten Tuban sebesar Rp.7.044.897.344,00 telah terbayar pada tahun
2013 sebesar Rp38.585.761,00 dan pada tahun 2013 tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan-P2
bertambah sebesar Rp689.516.512,00 sehingga Piutang Pajak Bumi dan bangunan-P2 menjadi sebesar
Rp7.695.828.095,00
(6) Piutang Retribusi
31 Desember 2013
(Rp)
18.296.912,00

Piutang Retribusi

31 Desember 2012
(Rp)
318.539.300,00

Jumlah piutang retribusi sebesar Rp18.296.912,00 dengan rincian sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.22 Rincian Piutang Retribusi
No

Piutang Retribusi
Retribusi Sewa Kios Pariwisata
(Dispersata)
Retribusi Sewa Rumah Dinas (Setda)

Retribusi Sewa Bedak Pasar (Dispersata)

Retribusi KTP Masal (Disnakerduk)

Retribusi Pelayanan Kesehatan

Retribusi Tempat Rekreasi


Retribusi Sewa Pemakaian Kekayaan
daerah
Retribusi HO

7
8

Tahun 2012

Jumlah

Penambahan

(Dalam Rupiah)
Tahun 2013

Pengurangan

4.275.000,00

4.275.000,00

20.903.625,00

20.903.625,00

6.155.000,00

284.363.875,00

6.155.000,00

284.363.875,00

2.495.300,00

2.495.300,00

346.500,00

346.500,00

12.141.912,00

12.141.912,00

318.539.300,00

12.141.912,00

312.384.300,00

18.296.912,00

(7) Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi

31 Desember 2013
(Rp)
1.016.480.750,00

31 Desember 2012
(Rp)
1.031.300.750,00

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp1.016.480.750,00 merupakan tuntutan ganti rugi
temuan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tuban dengan rincian sebagaimana
tabel berikut:
Tabel 5.23 Rincian Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi
(Dalam Rupiah)
No

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Kerugian

1.

Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal

2.

Biaya Bantuan Pelatihan dan Kursus DPRD


Asuransi Jiwa bagi Pimpinan dan Anggota
DPRD
Pembebanan pengeluaran untuk keperluan
anggota DPRD
General Check Up

3.
4.
5.
6.
7.

Pinjaman Modal Pembelian Gabah Petani


Bunga Pinjaman Modal Pembelian Gabah
Petani
Jumlah

Th. 2012

Penambahan

Pengurangan

Th. 2013

80.250.000,00

80.250.000,00

575.000,00

575.000,00

704.844.500,00

704.844.500,00

3.089.750,00

3.089.750,00

1.057.500,00

1.057.500,00

229.587.200,00

14.178.000,00

215.409.200,00

11.896.800,00

642.000,00

11.254.800,00

14.820.000,00

1.016.480.750,00

1.031.300.750,00

Pada akun Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi diungkap:


- Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi berupa temuan pemeriksaan atas kegiatan Biaya Perawatan
dan Pengobatan Lokal , Biaya Bantuan Pelatihan dan Kursus DPRD, Asuransi Jiwa bagi
Pimpinan dan Anggota DPRD dan General Check Up sebesar Rp789.816.750,00 pada tahun
2013 tidak ada angsuran pengembalian.
113

- Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi berupa berupa Pinjaman Modal Pembelian Gabah Petani
beserta bunganya semula sebesar Rp241.484.000,00 pada tahun 2013 telah diangsur
sebesarRp14.820.000,00 masih tersisa sebesar Rp226.664.000,00.
(8) Piutang lainnya

Piutang Lainnya

31 Desember 2013
(Rp)
44.777.143.414,39

31 Desember 2012
(Rp)
19.317.981.151,12

Piutang lainnya sebesar Rp44.777.143.414,39 dengan rincian sebagaimana tabel berikut:


Tabel 5.24 Rincian Piutang Lainnya
(Dalam Rupiah)
No

Piutang Lainnya

Tahun 2011

Penambahan

3.861.374.805,00

1.000.254.520,00

Pengurangan

SALDO 2013

Pinjaman Modal Koperasi dan PKM

565.474.490,00

4.296.154.435,00

Pinjaman Modal Pengembangan Pasar/Pasar Desa

Pinjaman Modal Industri Kecil

377.963.000,00

9.719.500,00

368.243.500,00

394.793.024,00

48.030.524,00

346.762.500,00

Pinjaman Modal TKI

7.617.294,00

Pinjaman Modal PK5

3.200.000,00

Pinjaman Modal Koperasi Pasar Baru

Pinjaman P4M/KPM

Pinjaman Modal Sapi Kereman

Pinjaman Modal Pembelian Gabah Petani

10

Pinjaman Modal Pembelian Domba

11

Pinjaman HIPPAM

12

Bunga Pinjaman Modal Pembelian Domba

13

Bunga atas pinjaman pembelian Gabah

14

Bunga atas pinjaman P4M / KPM

15

Piutang Pelayanan Kesehatan RSUD Dr. R. Koesma

16

Piutang Penggalian Tanah Kapur PT. Pentawira Agraha


Sakti

17

Piutang Denda Keterlambatan Pembayaran Pajak Galian


Golongan C/Denda Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

201.784.951,30

49.598.928,00

18

Piutang Denda Keterlambatan Pembayaran Pajak Hotel dan


Restoran

22.587.712,32

45.000,00

19

Piutang Denda Keterlambatan Pembayaran Pajak Reklame

1.580.527,92

20

Piutang Denda Keterlambatan Pembayaran Pajak Hiburan

4.288.800,00

4.288.800,00

21

Piutang Denda Keterlambatan Pembayaran Pajak Sarang


Burung

3.168.000,00

3.168.000,00

22

Piutang Denda Pajak Parkir

23

Piutang Denda Pajak Air Bawah Tanah

24

Piutang Denda Keterlambatan Pelaksanaan Kegiatan

663.092.960,80

25

Pinjaman Kepada UKM untuk Pengoperasian Pompa Air

245.000.000,00

26

Pinjaman Kepada Pengusaha Pangan Olahan

27

Piutang Jasa Giro

28

Piutang Penjualan Majalah Akbar

29

Piutang biaya pemanfaatan aset/lahan PT. Hutama Karya


(BOT)

2.500.000.000,00

2.500.000.000,00

30

Piutang biaya pematangan aset/lahan PT. Hutama Karya


(BOT)

2.000.000.000,00

2.000.000.000,00

31

Piutang denda keterlambatan pembangunan pasar besar PT.


Hutama Karya (BOT)

411.650.000,00

411.650.000,00

32

Bunga atas Pinjaman Modal Koperasi dan PKM

873.797.067,09

33

Bunga atas Pinjaman kepada Pengusaha Pangan Olahan

34

Bunga atas Pinjaman Industri Kecil

117.952.510,00

13.542.110,00

104.410.400,00

35

Bunga atas Pinjaman Pasar Desa

113.418.000,00

2.915.500,00

110.502.500,00

7.617.294,00
-

87.000.000,00

3.200.000,00

87.000.000,00

1.968.600.952,13

1.760.592.063,65

643.381.869,00

6.175.000,00

637.206.869,00

779.785.100,00

63.956.000,00

715.829.100,00

51.500.000,00

54.029.000,00

3.744.000,00

35.615.100,00

2.505.193.015,78

1.224.000.000,00

5.800.000,00

5.800.000,00

105.529.000,00
5.184.000,00

5.184.000,00

39.359.100,00
263.297.266,22

61.200.000,00

206.653.131,87

117.844.134,35

2.421.650.197,00

10.047.603.616,00

2.421.650.197,00

10.047.603.616,00

1.176.000,00

1.176.000,00
251.383.879,30
471.120,00

22.161.592,32

848.337,00

732.190,92

9.150,00

9.150,00

53.485,90

53.485,90
147.588.919,00

663.092.960,80

147.588.919,00

3.750.000,00

241.250.000,00

415.480,00

415.480,00

502.860.364,27

502.860.364,27

13.107.500,00

5.207.500,00

7.900.000,00

50.193.100,00

142.854.500,00

26.520,00

781.135.667,09
26.520,00

114

36

Piutang Klaim Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa

37

Piutang Penjualan Barang-barang Bekas Bangunan

38

Denda Pajak Penerangan Jalan Non PLN

39

Denda Retribusi HO
Piutang Bagi Hasil Pajak dan SPIII Perhutani dari Propinsi
Jatim
Jumlah

40

140.384.450,52

140.384.450,52

500.000,00

500.000,00

19.317.981.151,12

25.064.491,86

25.064.491,86

1.486.849,00

1.486.849,00

19.674.057.477,00

19.674.057.477,00

32.281.092.900,86

6.821.930.637,59

44.777.143.414,39

Pada akun Piutang Lain-lain diungkap:


-

Penambahan Piutang Pinjaman Modal Koperasi dan PKM sebesar Rp1.000.000.000,00 dan
beserta bunga sebesar Rp50.000.000,00 pengelolaan piutang tersebut dikerjasamakan dengan
Bank Pengkreditan Rakyat Jawa Timur Cabang Tuban.

Penambahan Piutang Pinjaman P4M/KPM sebesar Rp1.224.000.000,00 dan bunga sebesar


Rp61.200.000,00 pengelolaannya juga dikerjasamakan dengan Bank Pengkreditan Rakyat
Jawa Timur Cabang Tuban.

Atas piutang kepada PT. HK (BOT) yang terdiri dari piutang biaya pemanfaatan aset/lahan
sebesar
Rp2.500.000.000,00,
piutang
biaya
pematangan
aset/lahan
sebesar
Rp2.000.000.000,00, dan piutang denda keterlambatan pembangunan pasar besar sebesar
Rp411.650.000,00belum tercatat dalam laporan keuangan konsolidasian PT. HK per 31
Desember 2012, dan sampai dengan saat ini masih belum dapat diselesaikan
Piutang tersebut muncul sejak menindaklanjuti perjanjian kerjasama kelanjutan pembangunan
Pasar Besar Tuban Nomor 180/183/414.012/2009 dan Nomor GM.V/DNG.1263/LL/2009
antara Pemerintah Kabupaten Tuban dengan PT. HK, dikarenakan adanya kewajibankewajiban yang dibebankan kepada PT. HK sebagai persyaratan melanjutkan pembangunan
Pasar Besar Tuban serta untuk melihat keseriusan PT. HK dalam melanjutkan pembangunan
Pasar Besar Tuban agar Pemkab Tuban tidak dirugikan.
Upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Tuban adalah dengan meminta PT. HK segera
menyelesaikan permasalahan hukum terutama yang terkait dengan sub-sub kontraktor, apabila
permasalahan tersebut telah selesai agar segera menyelesaikan pembangunan Pasar Besar
Tuban.
Sedangkan untuk menyelesaikan piutang, PT. HK belum bisa membayar selama perjanjian
yang baru belum ditandatangani, karena perjanjian tersebut sebagai dasar PT. HK untuk
mencairkan dana sebagai konsekuensi pelaksanaan perjanjian.

Penambahan Piutang dana bagi hasil sebesar Rp19.674.057.477,00 merupakan dana bagi hasil
pajak dan SPIII Perhutani dari Propinsi Jawa Timur sesuai surat keputusan Gubernur Nomor
188/251/KPTS/013/2014 tanggal 14 April 2014 dengan rincian :
(a) Piutang Bagi Hasil PKB sebesar Rp7.281.703.438,00
(b) Piutang Bagi Hasil BBNKB sebesar Rp7.713.038.792,00
(c) Piutang Bagi Hasil PBBKB sebesar Rp4.464.399.682,00
(d) Piutang Bagi Hasil Pajak Air Permukaan sebesar Rp87.431.804,00
(e) Piutang Bagi Hasil SPIII Perhutani sebesar Rp127.483.761,00

(9) Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Penyisihan Piutang Tak Tertagih

31 Desember 2013
(Rp)
(11.866.904.090,73)

31 Desember 2012
(Rp)
(13.527.920.783,78)

Jumlah penyisihan piutang tak tertagih per 31 Desember 2013 sebesar Rp(11.866.904.090,73)
dengan rincian:

115

Tabel 5.25 Penyisihan Piutang Tak Tertagih atas Piutang Pajak Daerah
(Dalam Rupiah)

PENGGOLONGAN PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH


Debitur

PAJAK MINERAL BUKAN


LOGAM DAN BATUAN

Belum Jatuh
Tempo

KURANG
LANCAR (+1-3
Tahun)

LANCAR
(0-1 tahun)

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH BERDASARKAN PENGGOLONGAN PIUTANG

Total

MACET (+ 5
Tahun)

LANCAR
(0-1 tahun)

KURANG
LANCAR (+1-3
Tahun)

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

MACET (+ 5
Tahun)

10%

25%

50%

100%

JUMLAH

515.728.325,00

526.854.375,00

101.694.083,00

200.656.564,00

1.344.933.347,00

51.572.832,50

131.713.593,75

50.847.041,50

200.656.564,00

434.790.031,75

440.000,00

150.000,00

21.790.000,00

22.380.000,00

110.000,00

75.000,00

21.790.000,00

21.975.000,00

525.000,00

140.000,00

1.000.000,00

27.225.365,00

28.890.365,00

52.500,00

35.000,00

500.000,00

27.225.365,00

27.812.865,00

PAJAK REKLAME

1.533.641,50

1.533.641,50

1.533.641,50

1.533.641,50

PAJAK HIBURAN

8.935.000,00

8.935.000,00

8.935.000,00

8.935.000,00

PAJAK SARANG BURUNG

6.600.000,00

6.600.000,00

6.600.000,00

6.600.000,00

PAJAK HOTEL
PAJAK RESTORAN

PAJAK AIR TANAH


PAJAK PARKIR
PAJAK PENERANGAN
JALAN NON PLN
PAJAK BUMI DAN
BANGUNAN - P2
JUMLAH

85.500,00

513.953,00

599.453,00

8.550,00

128.488,25

137.038,25

330.600,00

330.600,00

33.060,00

33.060,00

317.915.858,00

317.915.858,00

31.791.585,80

31.791.585,80

689.516.512,00

3.785.677.319,00

714.008.532,00

2.506.625.732,00

7.695.828.095,00

68.951.651,20

946.419.329,75

357.004.266,00

2.506.625.732,00

3.879.000.978,95

1.524.101.795,00

4.313.625.647,00

816.852.615,00

2.773.366.302,50

9.427.946.359,50

152.410.179,50

1.078.406.411,75

408.426.307,50

2.773.366.302,50

4.412.609.201,25

116

Tabel 5.26 Penyisihan Piutang Tak Tertagih atas Piutang Retribusi Daerah
(Dalam Rupiah)
PENGGOLONGAN PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH
Debitur

Belum Jatuh
Tempo

KURANG
LANCAR
(+1-3
Tahun)

LANCAR
(0-1 tahun)

PIUTANG KTP MASAL


RETRIBUSI HO

12.141.912,00

JUMLAH

12.141.912,00

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH BERDASARKAN PENGGOLONGAN PIUTANG

6.155.000,00

6.155.000,00
12.141.912,00

1.214.191,20

KURANG
LANCAR
(+1-3
Tahun)
25%
-

6.155.000,00

18.296.912,00

1.214.191,20

LANCAR
(0-1 tahun)

Total

MACET (+ 5
Tahun)

10%

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

MACET (+ 5
Tahun)

50%

JUMLAH

100%
6.155.000,00
-

6.155.000,00
1.214.191,20

6.155.000,00

7.369.191,20

Tabel 5.27 Penyisihan Piutang Tak Tertagih atas Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi
(Dalam Rupiah)
PENGGOLONGAN PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH
Debitur

Belum
Jatuh
Tempo

KURANG
LANCAR
(+1-3
Tahun)

LANCAR
(0-1
tahun)

DIRAGUKA
N
(+3-5 tahun)

Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal

MACET (+ 5
Tahun)

Total

80.250.000

80.250.000

575.000

575.000

704.844.500

704.844.500

Pembebanan pengeluaran untuk keperluan


anggota DPRD

3.089.750

3.089.750

General check up

1.057.500

1.057.500

42.500.000

184.164.000

226.664.000

42.500.000

973.980.750

1.016.480.750

Biaya Bantuan Pelatihan dan Kursus DPRD


Asuransi Jiwa bagi Pimpinan dan Anggota DPRD

Pinjaman Modal Pembelian Gabah Petani


JUMLAH

PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH BERDASARKAN PENGGOLONGAN PIUTANG


KURANG
LANCAR
LANCAR
DIRAGUKAN
MACET (+ 5
(0-1 tahun)
(+1-3
(+3-5 tahun)
Tahun)
JUMLAH
Tahun)
10%
25%
50%
100%
-

80.250.000

80.250.000

575.000

575.000

704.844.500

704.844.500

3.089.750

3.089.750

1.057.500

1.057.500

21.250.000

184.164.000

205.414.000

21.250.000

973.980.750

995.230.750

117

Tabel 5.28 Penyisihan Piutang Tak Tertagih atas Piutang Lain-lain


PENGGOLONGAN PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH
SKPD

Belum Jatuh
Tempo

KURANG
LANCAR
(+1-3 Tahun)

LANCAR
(0-1 tahun)

DINAS PERTANIAN

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

KURANG
LANCAR (+1-3
Tahun)

LANCAR
(0-1 tahun)

Total

MACET
(+ 5 Tahun)

10%

35.521.500,00

853.919.369,00

889.440.869,00

612.669.369,00

Pinjaman Modal Sapi Kereman :

24.537.500,00

Pinjaman Modal Pembelian Domba

10.984.000,00

PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH BERDASARKAN PENGGOLONGAN PIUTANG

Pengoperasian Pompa Air

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

25%

MACET (+ 5
Tahun)

50%

JUMLAH

100%

17.760.750,00

853.919.369,00

871.680.119,00

637.206.869,00

12.268.750,00

612.669.369,00

624.938.119,00

10.984.000,00

5.492.000,00

5.492.000,00

241.250.000,00

241.250.000,00

241.250.000,00

241.250.000,00

2.216.841.298,13

729.351.146,89

5.660.182.230,62

578.772.282,81

1.823.912.443,55

11.009.059.402,00

72.935.114,69

1.415.045.557,65

289.386.141,41

1.823.912.443,55

Pinjaman Modal Industri Kecil

63.280.300,00

283.482.200,00

346.762.500,00

31.640.150,00

283.482.200,00

315.122.350,00

315.122.350,00

19.366.970,00

85.043.430,00

104.410.400,00

9.683.485,00

85.043.430,00

94.726.915,00

94.726.915,00

Bunga Pinjaman Modal Industri Kecil


Pinjaman Modal Pengembangan Pasar/Pasar
Desa

5.554.000

362.689.500

368.243.500

2.777.000

362.689.500

365.466.500

354.358.500,00

Bunga Pinjaman Modal Pengembangan


Pasar/Pasar Desa

1.666.000

108.836.500

110.502.500

833.000

108.836.500

109.669.500

106.337.500,00

Pinjaman Modal PK5

3.200.000,00

3.200.000,00

3.200.000,00

3.200.000,00

3.200.000,00

87.000.000,00

87.000.000,00

87.000.000,00

87.000.000,00

87.000.000,00

2.500.000.000,00

2.500.000.000,00

625.000.000,00

625.000.000,00

625.000.000,00

2.000.000.000,00

2.000.000.000,00

500.000.000,00

500.000.000,00

500.000.000,00

Pinjaman Modal Koperasi Pasar Baru


Piutang biaya pemanfaatan aset/lahan PT.
Hutama Karya (BOT)
Piutang biaya pematangan aset/lahan PT.
Hutama Karya (BOT)
Piutang denda keterlambatan pembangunan
pasar besar PT. Hutama Karya (BOT)

411.650.000,00

411.650.000,00

102.912.500,00

102.912.500,00

102.912.500,00

Pinjaman Modal Koperasi dan PKM

729.351.147

748.532.231

488.905.013

893.660.814

5.077.290.502

72.935.115

187.133.058

244.452.506

893.660.814

1.398.181.492,30

1.997.883.207,09

289.727.600,00

364.275.400,00

173.781.999,00

517.337.399,00

2.630.322.398,00

28.972.760,00

91.068.850,00

86.890.999,50

517.337.399,00

DINAS PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA


-

BADAN PELASANA PENYULUHAN DAN KETAHANAN


PANGAN

1.285.200.000,00

3.601.279.257,30

724.270.008,50

118

Piutang Pokok dan Bunga Pinjaman P4M


Piutang Pokok dan Bunga Pinjaman Modal
Pembelian Gabah Petani
Piutang Pokok dan Bunga Pengusaha Pangan
Olahan

289.727.600,00
-

134.803.400,00

28.161.999,00

140.543.199,00

1.878.436.198,00

28.972.760,00

33.700.850,00

14.080.999,50

140.543.199,00

217.297.808,50

350.709.683,50

229.030.000,00

145.620.000,00

376.794.200,00

751.444.200,00

57.257.500,00

72.810.000,00

376.794.200,00

506.861.700,00

499.261.700,00

442.000,00

110.500,00

110.500,00

54.029.000,00

54.029.000,00

54.029.000,00

54.029.000,00

17.029.000,00

17.029.000,00

17.029.000,00

17.029.000,00

37.000.000,00

37.000.000,00

37.000.000,00

37.000.000,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.617.294,00

7.900.000,00

7.900.000,00

3.950.000,00

3.950.000,00

7.900.000,00

7.900.000,00

3.950.000,00

3.950.000,00

147.588.919,00

147.588.919,00

14.758.891,90

14.758.891,90

HIPPAM Tirto Agung Lajo Lor Singgahan

DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA


-

Piutang Pinjaman Kepada TKI

SEKRETARIAT DAERAH
-

Piutang Pembelian Majalah Akbar

DINAS PEKERJAAN UMUM


Piutang Denda Keterlambatan Pelaksanaan
Pekerjaan

147.588.919,00

10.047.603.616,00

RSUD DR. R KOESMA TUBAN


DPPKAD
-

Mineral BLB
Hotel

Restoran

Reklame
HIBURAN
Sarang B

10.047.603.616,00

Piutang Pelayanan Kesehatan

110.500,00

BAPPEDA
HIPPAM Watu Agar Parengan
-

442.000,00

147.588.919,00

14.758.891,90

14.758.891,90

10.047.603.616,00

1.004.760.361,60

1.004.760.361,60

10.047.603.616,00

1.004.760.361,60

1.004.760.361,60

74.708.419,86

85.188.253,90

15.414.981,84

132.725.934,70

308.037.590,30

7.470.841,99

21.297.063,48

7.707.490,92

132.725.934,70

169.201.331,08

49.598.928,00

84.957.168,00

15.274.331,84

102.729.451,46

252.559.879,30

4.959.892,80

21.239.292,00

7.637.165,92

102.729.451,46

136.565.802,18

111.200,00

96.600,00

10.894.799,00

11.102.599,00

27.800,00

48.300,00

10.894.799,00

10.970.899,00

45.000,00

57.250,00

44.050,00

10.912.693,32

11.058.993,32

4.500,00

14.312,50

22.025,00

10.912.693,32

10.953.530,82

732.190,92

732.190,92

732.190,92

732.190,92

4.288.800,00

4.288.800,00

4.288.800,00

4.288.800,00

3.168.000,00

3.168.000,00

3.168.000,00

3.168.000,00

119

Air Tanah
Parkir
PPJ Non PLN

53.485,90

53.485,90

13.371,48

9.150,00

9.150,00

2.287,50

25.064.491,86

25.064.491,86

2.506.449,19

1.486.849,00

148.684,90

35.565.809.958,80

1.282.671.025,77

2.605.817.882,88

835.371.689,33

13.371,48

2.287,50

2.506.449,19

148.684,90

LH
-

1.486.849,00

Denda Retribusi HO
3.502.041.298,13

12.826.710.257,75 10.423.271.531,52 1.670.743.378,65

7.143.043.492,75

7.143.043.492,75 11.866.904.090,73

120

Penyajian akun Penyisian Piutang Tak Tertagih disajikan berdasarkan Peraturan Bupati
Nomor 31 Tahun 2011 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun
2013 tentang Perubahan Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2011 tentang Penyisihan Piutang
Tak Tertagih dan Penghapusan Piutang Daerah.
Berdasarkan Peraturan Bupati tersebut penggolongan Penyisihan Piutang Tak
Tertagih dan besarnya prosentase digolongkan menjadi empat kriteria sebagai berikut :
PENGGOLONGAN
LANCAR
(0-1 tahun)

LANCAR SEBESAR
10%

KURANG LANCAR
(+1-3 Tahun)

DIRAGUKAN
(+3-5 tahun)

MACET (+ 5 Tahun)

BESARAN PENYISIHAN PIUTANG TAT TERTAGIH


KURANG LANCAR
DIRAGUKAN
SEBESAR 25%
SEBESAR 50%

MACET SEBESAR
100%

Penyisihan Piutang Tak Tertagih diungkap :


- Dalam rangka kehati-hatian dan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntanasi
Pemerintahan No : 01 pada paragraf 49 yang menyatakan bahwa aset lancar meliputi kas
dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan. Pos-pos investasi
jangka pendek antara lain deposito berjangka 3 (tiga) sampai 12 (dua belas) bulan, surat
berharga yang mudah diperjualbelikan. Pos-pos piutang antara lain piutang pajak
retribusi, denda, penjualan angsuran, tuntutan ganti rugi, dan piutang lainnya yang
diharapkan diterima dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.
- Piutang-piutang dalam katagori kurang lancar, diragukan dan dalam katagori macet tidak
menghentikan penagihan tetapi SKPD sebagai penanggung jawab tetap dilakukan
penagihan.
(10) Persediaan

Persediaan

31 Desember 2013
(Rp)
82.537.515.499,12

31 Desember 2012
(Rp)
82.304.122.092,98

Persediaan sebesar Rp82.537.515.499,12 merupakan persediaan pada masingmasing Satuan Kerja Perangkat Daerah dikelompokkan sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.29 Rincian Persediaan
(Dalam Rupiah)
TAHUN 2013
Persediaan
ATK

Jumlah
barang
243.684,00

Barang Cetakan
Obat-Obatan
Bahan Kimia
Bahan Pakai Habis
Karcis
Barang yang akan diserahkan ke
masy.
JUMLAH

TAHUN 2012

Harga
1.268.206.725,00

Jumlah
barang

Harga

230.116

1.033.819.528,00

34.003,00

291.444.413,36

25.021

240.807.359,00

39.974.224,00

12.552.468.412,26

40.341.180

11.821.327.327,00

19,00

306.000,00

22.292

682.769.655,00

248.902,50

1.359.568.576,00

873.913

2.347.441.651,00

4.744.904,00

475.210.119,50

3.856.531

3.451.740.099,00

256,00

66.590.111.253,00

62.726.216.473,98

45.245.990,50

82.537.515.499,12

45.349.053

82.304.122.092,98

121

Pada akun Persediaan diungkap: Persediaan barang yang akan diserahkan kepada
Masyarakat sebesar Rp66.590.111.253,00 merupakan barang-barang yang akan diserahkan
kepada masyarakat yang sampai dengan 31 Desember 2013 belum ada Berita Acara Serah
Terimanya pada Dinas Pekerjaan Umum.
b) Investasi Jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang

31 Desember 2013
(Rp)
78.301.947.372,27

31 Desember 2012
(Rp)
77.113.492.644,57

Investasi jangka panjang sebesar Rp78.301.947.372,27 merupakanInvestasi Permanen


berupa penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Tuban, yang terdiri dari :
Tabel 5.30 Investasi Jangka Panjang
(Dalam Rupiah)
No

Instansi

Tahun 2012

Penambahan

Pengurangan

Tahun 2011

- PDAT

1.158.799.463,89

811.686.476,12

249.436.200,00

1.721.049.740,01

- PDAM

21.600.092.180,68

1.202.495.136,93

576.290.685,35

22.226.296.632,26

Bank Jatim

54.354.601.000,00

0,00

0,00

54.354.601.000,00

77.113.492.644,57

2.014.181.613,05

825.726.885,35

78.301.947.372,27

Jumlah

Penyertaan pada Pemerintah Kabupaten Tuban dicatat dengan menggunakan dua metode,
yaitu metode biaya dan metode ekuitas. Metode biaya dipakai untuk pencatatan penyertaan modal
pada Bank Jatim dimana prosentase kepemilikan Pemerintah Kabupaten Tuban sebesar 3,32%.
Dengan metode biaya, nilai penyertaan modal dicatat sebesar harga perolehannya. Sedangkan
metode ekuitas dipakai untuk pencatatan penyertaan modal pada Perusahaan Daerah Aneka
Tambang (PDAT) dan PDAM dimana prosentase kepemilikan Pemerintah Kabupaten Tuban
sebesar 100% pada kedua Perusahaan Daerah (Perusda) tersebut. Dengan menggunakan metode
ekuitas maka rugi yang diderita Perusahaan Daerah akan langsung mengurangi nilai penyertaan
Modal Pemkab Tuban, dan laba akan langsung menambah nilai investasi Pemkab Tuban.
Sementara, bagi hasil sebesar 55% yang diterima Pemkab Tuban secara tunai dari PDAM dan
PDAT akan langsung mengurangi nilai penyertaan modal Pemkab Tuban pada kedua Perusda
tersebut.
Penyertaan modal per 31 Desember 2013 seperti pada tabel diatas dapat diuraikan sebagai
berikut:
(1) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT)
Penyertaan modal pada PDAT berupa aset tetap tanah, bangunan, kendaraan, serta
peralatan dan perlengkapan kantor. Penyertaan Modal pada PDAT tidak secara langsung
mengoperasikan perusahaan.
Berdasarkan tabel diatas disebutkan penambahan penyertaan modal pada PDAT
sebesar Rp811.686.476,12 adalah merupakan Laba Bersih setelah Pajak dan pengurangan
sebesar Rp249.436.200,00 adalah Bagian Laba yang disetorkan ke Pemda Tahun 2013 sesuai
dengan Laporan Keuangan PDAT per 31 Desember 2013 (audited).
Berikut ini proses penghitungan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Tuban
pada PDAT dengan menggunakan metode ekuitas sebagaimana tabel berikut.
Tabel 5.31Penghitungan Penyertaan Modal pada PDAT dengan Menggunakan Metode Ekuitas
(Dalam Rupiah)

NO

TAHUN

PENYERTAAN
MODAL
METODE COST

1
1
2
3

2
2003
2004
2005

3
1.245.015.000,00
-

LABA/RUGI

4
69.552.292,90
156.340.498,24
168.264.256,84

SETOR
BAGIAN
LABA PDAM
KE PEMKAB
TUBAN
5
100.000.000,00
110.000.000,00
121.000.000,00

SALDO
PENYERTAAN
MODAL
DENGAN
METODE
EKUITAS
6
1.214.567.292,90
1.260.907.791,14
1.308.172.047,98

KETERANGAN

122

NO

TAHUN

1
4
5
6
7

2
2006
2007
2008
2009

PENYERTAAN
MODAL
METODE COST
3
-

2009

2010

LABA/RUGI

4
59.865.466,19
100.528.571,67
21.168.670,56
37.512.739,03

44.083.000,14

SETOR
BAGIAN
LABA PDAM
KE PEMKAB
TUBAN
5
133.100.000,00
146.410.000,00
60.000.000,00
11.642.768,81

SALDO
PENYERTAAN
MODAL
DENGAN
METODE
EKUITAS
6
1.234.937.514,17
1.189.056.085,84
1.150.224.756,40
1.176.094.726,62

(365.506.902,78)

1.541.601.629,40

20.632.006,47

1.565.052.623,07

10

2011

(836.770.000,00)

7.978.906,83

26.595.067,20

709.666.462,70

11
13

2012
2013
JUMLAH

408.245.000,00

453.520.299,95
811.686.476,12
1.930.501.178,47

4.387.298,76
249.436.200,00
617.696.438,46

1.158.799.463,89
1.721.049.740,01
1.721.049.740,01

KETERANGAN

Pada
Tahun
2009
Pemkab
Tuban
mengembalikan
kelebihan setor ke PDAT
sebesar
Rp365.506.902,78
Pada tahun 2011 PDAT
mengembalikan
Penyertaan
Modal
berupa 1 unit Aset
Tanah
dengan
nilai
800.000.000 dan 2 Unit
Gedung dan Bangunan
sebesar
Rp36.770.000,00

(2) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)


Penyertaan modal pada PDAM berupa penyerahan aset tetap tanah, bangunan,
peralatan dan mesin, dan jaringan, yang semuanya telah didukung dengan berita acara serah
terima yang lengkap. Penyertaan Modal pada PDAM tidak secara langsung mengoperasikan
perusahaan.
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa terdapat penambahan penyertaan modal
pada PDAM sebesar Rp1.202.495..136,93 Dari Saldo Awal sebesar Rp21.600.092.180,68
Penambahan penyertaan modal ini adalah berupa Laba Bersih Setelah Pajak Tahun
2013sesuai dengan Laporan Keuangan PDAM per 31 Desember 2013 (audited) dan
dikurangi dengan Bagian Laba yang disetorkan ke Pemda Tahun 2013 Rp576.290.685,35.
Berikut ini proses penghitungan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Tuban
pada PDAM dengan menggunakan metode ekuitas sebagaimana tabel berikut.
Tabel 5.32 Penghitungan Penyertaan Modal pada PDAM
Dengan Menggunakan Metode Ekuitas

NO

TAHUN

1985

2
3
4

1988

1989

6
7

PENYERTAAN
MODAL PEMKAB
TUBAN
3
1.729.520,00

LABA/RUGI

SETOR BAGIAN
LABA PDAM KE
PEMKAB
TUBAN

SALDO
PENYERTAAN
MODAL DENGAN
METODE EKUITAS

KETERANGAN

(14.236.678,03)

(12.507.158,03)

1986

(5.830.071,69)

(18.337.229,72)

1987

(62.613.099,59)

(80.950.329,31)

30.954.000,00

(134.912.605,38)

(184.908.934,69)

87.979.180,00

(138.786.309,94)

(235.716.064,63)

1990

(95.128.235,72)

(330.844.300,35)

1991

(238.842.929,68)

(569.687.230,03)

1992

(151.133.050,98)

(720.820.281,01)

1993

(57.512.773,33)

5.129.580,00

(675.083.634,34)

10

1994

108.379.000,00

(32.268.242,83)

21.421.290,00

(728.773.167,17)

11

1995

(17.057.643,71)

24.130.200,00

(769.961.010,88)

12

1996

150.422.585,45

30.000.000,00

(649.538.425,43)

13

1997

251.238.838,37

31.000.000,00

(299.564.587,06)

14

1998

195.007.718,00

56.250.000,00

(160.806.869,06)

129.735.000,00

123

NO

TAHUN

PENYERTAAN
MODAL PEMKAB
TUBAN
3

15

1999

16

2000

17

2001

18

2002

19

2003

20

2004

21

LABA/RUGI

SETOR BAGIAN
LABA PDAM KE
PEMKAB
TUBAN
5

SALDO
PENYERTAAN
MODAL DENGAN
METODE EKUITAS

KETERANGAN

41.775.125,00

132.982.713,87

(252.014.457,93)

90.177.273,00

146.154.224,85

(307.991.409,78)

103.310.558,52

148.220.800,00

337.098.348,74

362.277.618,52

200.000.000,00

499.375.967,26

167.079.052,64

220.000.000,00

913.105.019,90

243.120.986,12

242.000.000,00

914.226.006,02

2005

3.634.382.675,79

339.000.000,00

4.209.608.681,81

22

2006

994.304.523,48

1.695.237.029,38

3.508.676.175,91

23

2007

9.078.878.616,81

158.428.915,12

546.867.487,91

12.199.116.219,93

24

2008

1.233.099.850,00

(403.576.499,85)

74.600.000,00

12.954.039.570,08

690.000.000,00
466.650.000,00

25

2009

852.692.150,00

1.126.833.641,65

26

2010

1.368.500.900,00

1.316.988.658,43

27

2011

2.685.728.615,04

28

2012

29

2013

JUMLAH

(397.654.097,50)

15.331.219.459,23

Pada Tahun 2009


Pemkab
Tuban
mengembalikan
kelebihan setor ke
PDAT
sebesar
Rp397.654.097,50

18.016.709.017,66

931.750.422,57

1.344.102.265,05

20.290.085.790,22

890.718.700,00

931.750.422,87

512.462.732,41

21.600.092.180,68

0,00

1.202.495.136,93

576.290.685,35

22.226.296.632,26

17.625.045.531,85

10.549.446.011,73

5.948.194.911,32

22.226.296.632,26

Pengurangan
sebesar
Rp1.344.102.265,05
merupakan
bagian
laba Tahun 2009 dan
2010 yg telah dicatat
sebagai penyertaan
modal
Pemkab
Tuban pada PDAM

(3) Bank Jatim


Pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Tuban tidak menambah unvestasi
Penyertaan Modal kepada Bank Jatim. Penyertaan Modal pada Bank Jatim berupa Sertifikat
Saham per lembar Rp250,00 hasil yang diperoleh berupa pembagian Deviden yang dihitung
berdasarkan prosentase keuntungan Bank Jatim dengan Modal yang ditanamkan, jumlah
Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Tuban pada Bank Jatim sampai dengan 31
Desember 2013sebesar Rp54.354.601.000,00.
c) Aset Tetap

Aset Tetap

31 Desember 2013
(Rp)
3.281.072.968.483,23

31 Desember 2012
(Rp)
3.010.156.391.241,67

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki dan atau dikuasai pemerintah daerah yang
mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, mempunyai nilai material dan dimaksudkan
untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau untuk dimanfaatkan oleh masyarakat umum
yang dapat diperoleh secara sah dari dana yang bersumber dari APBD melalui pembelian,
pembangunan atau dana diluar APBD melalui hibah atau donasi, pertukaran dengan aset lainnya
atau dari rampasan.
Perolehan aset tetap Tahun Anggaran 2013 berasal dari Belanja Modal pelaksanaan
APBD ataupun Belanja Barang dan Jasa yang dapat diklasifikasikan menjadi Aset Tetap maupun
Hibah dari Pihak Ketiga.
Tabel berikut ini dapat memberikan gambaran terjadinya mutasi aset tetap dan Aset
Lainnya dari Tahun 2012 dan setelah ditambah dengan perolehan Tahun Anggaran 2013.
124

Penghitungan mutasi aset tetap dan aset tetap lainnya pada Tahun Anggaran 2013 dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 5.33 Penghitungan Mutasi Aset Tetap
NO
1

URAIAN

TOTAL

3.010.156.391.241,67

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

267.152.793.943,00

- Belanja Modal

267.152.793.943,00
-

76.545.124.328,30

PENAMBAHAN

273.993.400,00

- Belanja APBD selain belanja modal yang direalisasikan aset tetap


- Hibah/bantuan dari Pihak ketiga

8.856.310.817,00

- Mutasi antar SKPD

9.264.477.472,00

- 5% Tahun 2014/Biaya lainnya yang menambah aset karena aset telah siap
digunakan

405.119.565,00

37.055.864.904,30

- Reklasifikasi KDP Tahun Lalu

892.091.400,00

- Reklasifikasi dari Aset Yang Lainnya


- Diklasifikasikan dalam aset tetap konstruksi dalam pengerjaan tahun 2013

19.797.266.770,00
-

72.777.606.029,74

PENGURANGAN
- Belanja modal yang tidak dikapitalisasi

1.645.201.456,00

- Reklasifikasi ke dalam aset yang lain

1.250.753.866,00

- Diklasifikasikan dalam aset tetap konstruksi dalam pengerjaan tahun 2013

19.797.266.770,00
321.223.000,00

- Diklasifikasikan dalam aset lainnya (aset tak berwujud)

79.838.611,44

- Diserahkan kepada masyarakat sebagai bantuan


- Mutasi antar SKPD

9.264.477.472,00

- Penghapusan aset tetap

2.914.441.000,00
52.735.950,00

- telah diakui sebagai aset tahun 2012

37.055.864.904,30

- KDP diakui sebagai Aset Tetap ybs

395.803.000,00

- Koreksi

3.281.076.703.483,23

SALDO AKHIR

Berikut disampaikan penjelasan secara rinci per jenis aset tetap dan aset lainnya
berdasarkan saldo awal tahun 2012, hasil rekonsiliasi/inventarisasi serta perolehan hasil belanja
daerah pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2013 sebagai berikut:
(1) Aset Tetap Tanah
Tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah
dan dalam kondisi siap dipakai. Termasuk dalam klasifikasi tanah ini adalah tanah yang
digunakan untuk gedung, bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan. Aset Tetap Tanah pada
Neraca Daerah per 31 Desember sebagai berikut :
Tanah

Tahun 2013

Tahun 2012

275.033.508.902,00

272.492.364.802,00

125

Mutasi Aset Tetap Tanah pada tahun 2013 sebagai berikut:


Tabel 5.34 Penghitungan Mutasi Aset Tetap Tanah
NO

URAIAN

TANAH

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

2.980.899.066,00

- Belanja Modal

2.980.899.066,00

PENAMBAHAN

268.000.000,00

- Mutasi antar SKPD

268.000.000,00

272.492.364.802,00

PENGURANGAN

707.754.966,00

- Reklasifikasi ke dalam aset yang lain

153.754.966,00

- Mutasi antar SKPD

268.000.000,00

- Koreksi

286.000.000,00

SALDO AKHIR

275.033.508.902,00

Penjelasan mutasi Aset Tetap Tanah sebagai berikut :


ASET TETAP TANAH TANAH
SALDO AWAL

272.492.364.802,00

PENAMBAHAN
- BELANJA MODAL DARI APBD
Belanja Modal Pengadaan Tanah Kantor

568.903.400,00

Belanja Modal Pengadaan Tanah Sarana Umum Pasar

752.900.000,00

Belanja Modal Pengadaan Tanah Sarana Stadion Olahraga

688.700.000,00

Belanja Modal Pengadaan Tanah Sarana Jalan

853.754.966,00

Belanja Modal Pengadaan Tanah Sarana Umum Tanggul

27.174.500,00

Belanja Modal Pengadaan Tanah Urugan

89.466.200,00

Jumlah

2.980.899.066,00

PENGURANGAN
- Reklasifikasi ke Aset Lain-lain Belanja Modal Tanah berupa
Biaya Operasional Pengadaan Tanah Jalan Lingkar Tuban yang

153.754.966,00

masih belum selesai


- Koreksi pengurangan atas mutasi Aset Tanah pada Sekretariat

286.000.000,00

Daerah ke Bapemas, Pemdes dan KB yang belum tercatat


Jumlah
SALDO AKHIR

439.754.966,00
275.033.508.902,00

126

(2) Peralatan dan Mesin


Peralatan dan Mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor, alat elektonik,
dan seluruh inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa
manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi siap pakai.
Peralatan dan mesin memiliki variasi terbanyak dalam kelompok aset tetap.
Peralatandan mesin ini dapat berupa alat-alat berat, alat kantor, alat angkutan, alat kedokteran,
alatkomunikasi, dan lain sebagainya.
Aset Tetap Peralatan dan Mesin pada Neraca Daerah per 31 Desember 2013 sebagai
beriktu :
Peralatan dan Mesin

Tahun 2013

Tahun 2012

310.846.693.591,56

266.716.911.719,00

Peralatan dan Mesin terdiri dari Alat-Alat Besar, Alat-Alat Angkutan, Alat-Alat
Bengkel, Alat-Alat Pertanian, Alat-Alat Kantor dan Rumah Tangga, Alat-Alat Studio dan
Komunikasi, Alat-Alat Ukur, Alat-Alat Kedokteran dan Alat-Alat Loboratorium dan AlatAlat Persenjataan.
Daftar Mutasi Aset Tetap Peralatan dan Mesin Tahun Anggaran 2013 sebagai
berikut :
Tabel 5.35 Perolehan Aset Tetap peralatan dan Mesin dari Belanja Modal

NO

URAIAN

PERALATAN DAN
MESIN

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

42.675.773.087,00

- Belanja Modal

42.675.773.087,00

PENAMBAHAN

3.781.302.353,00

- Belanja APBD selain belanja modal yang direalisasikan aset tetap

266.716.911.719,00

9.000.000,00

- Hibah/bantuan dari Pihak ketiga

3.772.302.353,00

PENGURANGAN

2.327.293.567,44

- Belanja modal yang tidak dikapitalisasi

1.411.151.456,00

- Reklasifikasi ke dalam aset yang lain

515.080.500,00

- Diklasifikasikan dalam aset lainnya (aset tak berwujud)

321.223.000,00

- Diserahkan kepada masyarakat sebagai bantuan

SALDO AKHIR

79.838.611,44

310.846.693.591,56

Penjelasan Mutasi Aset Tetap Peralatan dan Mesin sebagai berikut :


ASET TETAP PERALATAN DAN MESIN
SALDO AWAL
PENAMBAHAN
- BELANJA MODAL DARI APBD
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan Darat
Bermotor
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan Darat Tidak

266.716.911.719,00

7.289.934.570,00
357.938.500,00
127

Bermotor
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan Di Atas Air
Tidak Bermotor
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Bengkel
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Pengolahan Pertanian
Dan Peternakan
Belanja Modal Pengadaan Peralatan Kantor
Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor
Belanja Modal Pengadaan Komputer
Belanja Modal Pengadaan Meubelair
Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur
Belanja Modal Pengadaan Penghias Ruangan Rumah Tangga
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Studio
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Komunikasi
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Ukur
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Laboratorium
Belanja Modal Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan
Rumah Tangga
Belanja Modal Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
Jumlah
- BELANJA APBD SELAIN BELANJA MODAL
Belanja Barang dan Jasa berupa Kursi pada Kecamatan
Tambakboyo
- HIBAH/BANTUAN DARI PIHAK KETIGA
Peralatan dan Mesin-Alat kantor dan Rumah Tangga dari
Dana Bos (Dinas Pendidikan)
Peralatan dan Mesin-Alat Laboratorium dari Dana Bos
(Dinas Pendidikan)
Peralatan dan Mesin-Alat Angkutan dari PT Askes (RSUD)
Peralatan dan Mesin-Alat Berat bantuan dari Pem Pusat
(Dinas Perikanan dan Kelautan)
Peralatan dan Mesin-Alat Kanntor RT (Komputer dan
Printer) bantuan dari Pem Pusat (Dinas Perikanan dan
Kelautan)
PENGURANGAN
- BELANJA MODAL DIBAWAH NILAI KAPITALISASI
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Laboratorium Biologi
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Laboratorium Biologi
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Laboratorium Biologi
Belanja Modal Pengadaan Meja Kursi Siswa
Peralatan dan Mesin-Alat-alat kedokteran dibawah
kapitalisasi (Dinas Kesehatan)
Peralatan dan Mesin-Alat kedokteran- dibawah nilai
kapitalisasi (RSUD)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT- dibawah nilai

40.335.000,00
125.482.000,00
211.933.895,00
296.902.500,00
2.549.748.875,00
5.976.460.841,00
5.404.732.450,00
90.504.050,00
18.810.000,00
2.638.281.875,00
611.859.000,00
302.132.000,00
11.421.685.325,00
3.920.711.456,00
11.825.000,00
33.866.250,00
1.372.629.500,00
42.675.773.087,00
9.000.000,00
9.000.000,00
3.772.302.353,00
2.017.339.660,00
106.935.693,00
327.387.000,00
1.305.700.000,00
14.940.000,00

1.411.151.456,00
1.286.295.375,00
51.532.750,00
52.483.200,00
34.988.800,00
34.988.800,00
52.483.200,00
49.507.500,00
51.744.000,00
34.496.000,00
34.496.000,00
51.744.000,00
51.744.000,00
51.744.000,00
89.710.000,00
89.710.000,00
89.710.000,00
465.213.125,00
47.196.050
14.052.500,00
2.310.000,00
128

kapitalisasi (RSUD)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT dibawah nilai
kapitalisasi (Dinas Pekerjaan Umum)
Peralatan dan Mesin-Alat laboratorium dibawah kapitalisasi
(LH)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT- dibawah nilai
kapitalisasi (Setda)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT- dibawah nilai
kapitalisasi (Setwan)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT dibawah nilai
kapitalisasi (Kantor Perpustakaan)
Peralatan dan Mesin-Alat Studio dibawah nilai kapitalisasi
(Kantor Perpustakaan)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT dibawah
kapitalisasi (Dinas Pertanian)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT dibawah
kapitalisasi (Kecamatan Montong)
-

PERALATAN DAN MESIN YANG DIREKLASIFIKASI


KE ASET YANG LAIN
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT Reklasifikasi ke
Aset Lainnya Barang dalam kondisi rusak berat (Kesbangpol
Linmas)
Peralatan dan Mesin-Alat Studio Reklasifikasi ke Aset Tetap
Lainnya Barang dalam kondisi rusak berat (Kesbangpol
Linmas)
Peralatan dan Mesin-Alat Kantor dan RT ke Aset Gedung
dan bangunan Berupa Pembangunan Tangga Pegangan
Pasien (RSUD)
Belanja Peralatan Mesin berupa Jaringan ATS ke Aset Jalan,
Irigasi dan Jaringan-Jaringan (DPPKAD)
Peralatan dan Mesin-Alat angkutan ke Aset Lainnya barang
rusak berat (Kec. Tuban
Peralatan dan Mesin-Alat kantor dan RT ke Aset Lainnya
barang rusak berat (Kec. Tuban)
PERALATAN DAN MESIN YANG DIREKLASIFIKASI
KE ASET YANG LAIN
Peralatan dan Mesin - Alat Kantor dan RT ke Aset LainnyaAset Tak Berwujud (Bappeda)
Peralatan dan Mesin - Alat Kantor dan RT ke Aset LainnyaAset Tak Berwujud (Setda)
Peralatan dan Mesin - Alat Kantor dan RT ke Aset LainnyaAset Tak Berwujud (DPPKAD)
Peralatan dan Mesin - Alat Kantor dan RT ke Aset LainnyaAset Tak Berwujud (BKD)
Peralatan dan Mesin - Alat Kantor dan RT ke Aset LainnyaAset Tak Berwujud (Perpustakaan)
Peralatan dan Mesin - Alat Kantor dan RT ke Aset LainnyaAset Tak Berwujud (Dinas Pertambangan)
PERALATAN DAN MESIN YANG
DIHIBAHKAN/DIBANTUKAN
RS MUHAMADIYAH (Bapemas, Pemdes dan KB)
RS MUHAMADIYAH (Bapemas, Pemdes dan KB)
RS NU (Bapemas, Pemdes dan KB)
RS NU (Bapemas, Pemdes dan KB)
RS MEDIKA MULIA (Bapemas, Pemdes dan KB)
Dibantukan ke Pihak Ketiga berupa 10 unit gerobak

SALDO AKHIR

9.776.000,00
3.417.156,00
4.646.000,00
2.498.375
7.200.000,00
800.000,00
2.960.000
30.000.000,00

515.080.500,00
3.117.500,00

198.048.500,00

48.792.500
63.332.000,00
103.575.000,00
98.215.000,00
321.223.000,00
40.000.000,00
25.000.000,00
59.895.000,00
101.343.000,00
49.985.000,00
45.000.000,00

79.838.611,44
1.895.705,72
9.032.400,00
1.895.705,72
9.032.400,00
9.032.400,00
48.950.000,00
310.846.693.591,56
129

(3) Gedung Dan Bangunan


Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh
dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap
dipakai. Termasuk dalam kelompok Gedung dan Bangunan adalah gedung perkantoran,
rumah dinas, bangunan tempat ibadah, bangunan menara, monumen/bangunan bersejarah,
gudang, gedung museum, dan rambu- rambu. Gedung dan bangunan ini tidak mencakup
tanah yang diperoleh untuk pembangunan gedung dan bangunan yang ada di atasnya. Tanah
yang diperoleh untuk keperluan dimaksud dimasukkan dalam kelompok Tanah.
Aset Tetap Gedung dan Bangunan pada Neraca daerah per 31 Desember 2013
sebagai berikut :
Gedung dan Bangunan

Tahun 2013

Tahun 2012

853.923.518.171,67

734.060.375.537,37

Daftar Mutasi Aset Tetap Gedung dan Bangunan sebagai berikut :


Tabel 5.36 Mutasi Aset Tetap Gedung dan Bangunan

NO

URAIAN

GEDUNG DAN
BANGUNAN

SALDO AWAL

734.060.375.537,37

REALISASI PELAKSANAAN APBD

104.487.046.750,00

- Belanja Modal

104.487.046.750,00
-

PENAMBAHAN
- Hibah/bantuan dari Pihak ketiga

2.165.078.000,00

- Mutasi antar SKPD

7.044.205.850,00

- 5% Tahun 2014/Biaya lainnya yang menambah aset karena aset telah siap
digunakan
- Reklasifikasi KDP Tahun Lalu
- Reklasifikasi dari Aset Yang Lainnya
4

40.389.626.904,30

PENGURANGAN

259.359.950,00
30.379.222.704,30
541.760.400,00

25.013.531.020,00

- Belanja modal yang tidak dikapitalisasi

51.810.000,00

- Reklasifikasi ke dalam aset yang lain

88.950.500,00

- Diklasifikasikan dalam aset tetap konstruksi dalam pengerjaan tahun 2013

14.756.318.220,00

- Mutasi antar SKPD

7.044.205.850,00

- Penghapusan aset tetap

2.914.441.000,00

- telah diakui sebagai aset tahun 2012


- Koreksi

SALDO AKHIR

48.002.450,00
109.803.000,00

853.923.518.171,67

130

Penjelasan Mutasi Gedung dan Bangunan Tahun 2013 sebagai berikut :


SALDO AWAL
PENAMBAHAN
- BELANJA MODAL DARI APBD
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Kantor
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Rumah Dinas
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Gudang
Belanja Modal Kontruksi Panggung Reklame dan Billboard
Bertiang
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan
Sekolah
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan
Perpustakaan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan
Laboratorium
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan
Bengkel
Belanja Modal Sarana dan Prasarana Fisik Pariwisata
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan Pasar
Belanja Modal Pembangunan Bak Penampungan Sampah
Belanja Modal Konstruksi/Rehabilitasi Gedung Puskesmas
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Pagar
Belanja Modal Konstruksi/Pembelian Tempat Parkir
Belanja Modal Konstruksi/Rehabilitasi Gedung Olah Raga (GOR)
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Musholla
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Bangunan Pos
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Bangunan Rumah Atap
Pengolah Sampah
Belanja Modal Konstruksi/Rehabilitasi Lapangan Olah Raga
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Taman Kantor
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Lumbung Padi
Belanja Modal Konstruksi/Rehabilitasi Gedung Kantor
Belanja Modal Pengadaan Paving Halaman
Belanja modal pengadaan konstruksi MCK dan saluran
pembuangan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Bangunan Rest Area
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Rehabilitasi Gedung Gudang
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Rehabilitasi Rumah Dinas
Belanja Modal Pengadaan Plafon
Belanja Modal Pembuatan Taman
Belanja Modal Konstruksi Selasar
Belanja Modal Pengadaan dan Pemasangan Keramik Ruang Kelas
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung Rumah
Sakit
Belanja Modal Pembangunan Taman, Jalan Lingkungan Kantor,
Paving Halaman dan Saluran Air
Belanja Modal Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi / Rehabilitasi Ruang
Laboratorium
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi / Rehabilitasi Pagar
Belanja Modal Pengadaan Instalasi Tata Udara
Belanja Modal Pengadaan Genteng
- BANTUAN DARI PIHAK KETIGA
Gedung dan bangunan (Pabrik Es) dari Pemerintah Pusat

734.060.375.537,37
104.487.046.750,00
20.556.093.085,00
923.438.798,55
495.838.000,00
51.810.000,00
20.184.163.080,00
8.137.836.480,00
2.615.756.984,00
222.260.500,00
2.569.862.350,00
4.803.864.250,00
438.673.000,00
2.982.809.275,00
2.226.621.422,00
1.336.549.000,00
1.975.045.500,00
99.999.999,59
345.224.600,00
243.319.000,00
2.549.271.000,00
317.220.316,00
696.961.000,00
2.685.995.700,00
346.728.268,00
507.674.700,00
3.196.276.250,00
497.411.150,00
594.660.100,00
148.749.500,00
404.985.800,00
357.283.250,00
48.584.000,00
6.560.276.150,00
449.981.051,86
14.452.023.290,00
184.965.400,00
34.860.000,00
88.950.500,00
155.024.000,00
2.165.078.000,00
2.165.078.000,00
131

- Biaya Pemeliharaan 5% dan Biaya Konsultan Perencanaan


yang belum terbayar sedangkan Aset tetapnya telah selesai dan
siap untuk digunakan
Pengadaan Konstruksi Pagar (Dinas Pekerjaan Umum)
Gedung dan Bangunan (Dinas Pendidikan)
Biaya Jasa Konsultan Perencanaan Pembangunan Gedung (RSUD)
Pembangunan Pasar Atom (Dinas Perekonomian dan Pariwisata)
-

REKLASIFIKASI KDP THUN LALU


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Dinas Pekerjaan Umum
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Dinas Perekonomian dan Pariwisata
Dinas Kesehatan
RSUD Dr. R. Koesma Tuban
REKLASIFIKASI DARI ASET YANG LAIN
Pembangunan Tangga Pegangan Pasien (RSUD)
Pengadaan Jalan berupa Monumen (rambu-rambu Lalu lintas

259.359.950,00
38.677.650,00
206.297.300,00
10.650.000,00
3.735.000,00
30.379.222.704,30
12.750.971.770,00
11.235.880.750,00
2.901.615.000,00
2.855.788.509,30
500.218.725,00
134.747.950,00
541.760.400,00
48.792.500,00
492.967.900,00

PENGURANGAN
- DIBAWAH NILAI KAPITALISASI ASET
Pembangunan Panggung Reklame (Setda)

51.810.000,00
51.810.000,00

- REKLASIFIKASI KE ASET YANG LAIN


Pembangunan Gedung berupa Instalasi Tata Udara (RSUD)

88.950.500,00
88.950.500,00

- DIKLASIFIKASIKAN KE KONTRUKSI DALAM


PENGERJAAN
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Dinas Pekerjaan Umum
Sekretariat Daerah
RSUD Dr. R. Koesma Tuban
- PENGHAPUSAN ASET TETAP
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Sekretariat Daerah
RSUD Dr. R. Koesma Tuban
Kecamatan Soko
Kecamatan Tuban
- TELAH DIAKUI SEBAGAI ASET TAHUN LALU
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
- KOREKSI
Koreksi Penghapusan Gedung dan Bangunan pada Dinas
Perekonomian dan Pariwisata yang belum tercatat
SALDO AKHIR

14.756.318.220,00
11.932.333.220,00
111.874.300,00
52.621.700,00
2.659.489.000,00
2.914.441.000,00
79.000.000,00
307.700.000,00
1.844.044.000,00
448.732.000,00
234.965.000,00
48.002.450,00
48.002.450,00
109.803.000,00
109.803.000,00
853.923.518.171,67

132

(4) Jalan, Irigasi Dan Jaringan


Jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang dibangun oleh
pemerintah serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
Jalan, irigasi, dan jaringan tersebut selain digunakan dalam kegiatan pemerintah juga
dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Termasuk dalam klasifikasi jalan, irigasi, dan jaringan
adalah jalan raya, jembatan, bangunan air, instalasi air bersih, instalasi pembangkit listrik,
jaringan air minum, jaringan listrik, dan jaringan telepon.
Aset Tetap Jalan, Irigasi dan jaringan pada Neraca Daerah per 31 Desember 2013 sebagai
berikut :

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Tahun 2013

Tahun 2012

1.785.574.055.177,00 1.669.122.381.807,00

Daftar Mutasi Aset Tetap Jalan Jaringan dan Jarigasi sebagai berikut :
Tabel 5.37Mutasi Jalan Irigasi dan Jaringan

NO

URAIAN

JALAN, IRIGASI DAN


JARINGAN

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

115.188.725.005,00

- Belanja Modal

115.188.725.005,00

PENAMBAHAN

6.983.838.315,00

1.669.122.381.807,00

- Belanja APBD selain belanja modal yang direalisasikan aset tetap


- Hibah/bantuan dari Pihak ketiga
- 5% Tahun 2014/Biaya lainnya yang menambah aset karena aset telah siap
digunakan
- Reklasifikasi KDP Tahun Lalu
- Reklasifikasi dari Aset Yang Lainnya
4

PENGURANGAN

9.154.000,00
145.759.615,00
6.676.642.200,00
152.282.500,00

5.720.889.950,00

- Belanja modal yang tidak dikapitalisasi

182.240.000,00

- Reklasifikasi ke dalam aset yang lain

492.967.900,00

- Diklasifikasikan dalam aset tetap konstruksi dalam pengerjaan tahun 2013


- telah diakui sebagai aset tahun 2012

SALDO AKHIR

5.040.948.550,00
4.733.500,00

1.785.574.055.177,00

Penjelasan mutasi Aset Tetap Jalan irigasi dan Jaringan Tahun 2013 sebagai berikut :
SALDO AWAL
PENAMBAHAN
- BELANJA MODAL DARI APBD
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan
Belanja Modal Pengadaan dan Pemasangan Rambu Lalu Lintas
Belanja Modal Pengadaan Fasilitas Jalan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan Paving

1.669.122.381.807,00
115.188.725.005,00
51.938.360.500,00
41.800.488.150,00
197.856.000,00
9.450.898.050,00
489.118.300,00

133

Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jembatan


Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jembatan Penyeberangan di
atas Air

15.277.703.600,00

Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jaringan Air


Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Kanal Permukaan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jaringan Irigasi
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jaringan Air Bersih/Air
Minum
Belanja Modal Pengadaan Sarana Sandar Perahu
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Saluran Drainage/Goronggorong
Belanja Modal Pembangunan Lanjutan Fasilitas PPI
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Pompanisasi Sumur Bor
Belanja Modal Pengadaan Sumur Resapan
Belanja Modal Pengadaan Kontruksi Saluran Air
Belanja Modal Pengadaan Penerangan Jalan, Taman Dan Hutan
Kota
Belanja Modal Pengadaan Lampu Hias Jalan
Belanja Modal Pengadaan Instalasi Listrik Dan Telepon
Belanja Modal Pengadaan Instalasi Listrik
Belanja Modal Pengadaan Instalasi Telepon
Belanja Modal Tambah Daya Listrik

39.246.187.050,00
4.118.744.100,00
18.717.863.750,00

BANTUAN/HIBAH DARI PIHAK KETIGA


Jalan Irigasi dan jaringan - (Dana Bos) (Dinas Pendidikan)

Biaya Pemeliharaan 5% dan Biaya Konsultan Perencanaan


yang belum terbayar sedangkan Aset tetapnya telah selesai dan
siap untuk digunakan
Modal Pengadaan Konstruksi Jembatan Diatas Air (Dinas
Pekerjaan Umum)
Modal Pengadaan fasilitas Jalan (Dinas Pekerjaan Umum)
Belanja Modal Pengadaan Sumur Resapan (Dinas Pekerjaan
Umum)
Belanja Modal pengadaan Konstruksi Saluran Air (Dinas Pekerjaan
Umum)
Belanja Modal Pengadaan Lampu Hias Jalan (Dinas Pekerjaan
Umum)

REKLASIFIKASI KDP THUN LALU


Reklasifikasi KDP Th. 2012 ke Aset Tetap-Bangunan Air (Dinas
PU)
Reklasifikasi KDP Th. 2012 ke Aset Tetap-Jalan dan Jembatan
(Dinas PU)
REKLASIFIKASI DARI ASET YANG LAIN
Gedung dan bangunan ke Jalan Irigasi dan bangunan (instalasi tata
udara) (RSUD)

15.277.703.600,00

7.204.928.600,00
198.749.100,00
2.438.992.450,00
4.008.552.900,00
183.922.250,00
169.924.450,00
2.204.509.450,00
7.177.117.455,00
7.177.117.455,00
1.549.356.400,00
473.784.500,00
317.500,00
1.075.254.400,00
9.154.000,00
9.154.000,00

145.759.615,00

4.743.750,00
49.021.350,00
2.342.950,00
14.227.750,00
75.423.815,00

6.676.642.200,00
2.383.634.200,00
4.293.008.000,00

152.282.500,00
88.950.500,00

Belanja Modal Pengadaan Peralatan Jaringan Komputer/Internet


(DPPKAD)

13.728.000,00

Belanja Modal Pengadaan ATS (DPPKAD)

49.604.000,00

PENGURANGAN
- DIBAWAH NILAI KAPITALISASI ASET

182.240.000,00

134

Marka Jalan- Barang Pakai Habis (Dinas Perhubungan)

182.240.000,00

REKLASIFIKASI KE ASET YANG LAINNYA


Pengadaan Jalan berupa rambu-rambu lalu lintas sebagai monumen
(Dinas Perhubungan)

492.967.900,00
492.967.900,00

DIKLASIFIKASIKAN KE KONTRUKSI DALAM


PENGERJAAN
Reklasifikasi Jalan Irigasi dan Jaringan ke KDP (Dinas Pekerjaan
Umum)
Jalan Irigasi dan jaringan-Bangunan Air ke KDP (Dinas Perikanan
dan Kelautan)

5.040.948.550,00
3.038.129.650,00
2.002.818.900,00

TELAH DIAKUI SEBAGAI ASET TAHUN LALU


Jalan Irigasi dan jaringan- Biaya 5% aset yg telah diakui sebagai
aset Tahun 2013

SALDO AKHIR

4.733.500,00
4.733.500,00
1.785.574.055.177,00

(5) Aset Tetap Lainnya


Aset Tetap Lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam
kelompok Tanah; Peralatan dan Mesin; Gedung dan Bangunan; Jalan, Irigasi dan Jaringan,
yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi
siap dipakai. Aset yang termasuk dalam kategori Aset Tetap Lainnya adalah koleksi
perpustakaan/buku dan non buku, barang bercorak kesenian/kebudayaan/olah raga, hewan,
ikan, dan tanaman. Termasuk dalam kategori Aset Tetap Lainnya adalah Aset Tetap
Renovasi, yaitu biaya renovasi atas aset tetap yang bukan miliknya, dan biaya partisi suatu
ruangan kantor yang bukan miliknya.
Aset Tetap lainnya dalam Neraca Daerah per 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
Tahun 2013

Aset Tetap Lainnya

35.563.869.221,00

Tahun 2012
30.635.694.222,00

Tabel 5.38Daftra Mutasi Aset Tetap Lainnya Tahun 2013 sebagai berikut :

NO

URAIAN

ASET TETAP LAINNYA

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

1.820.350.035,00

- Belanja Modal

1.820.350.035,00

30.635.694.222,00

PENAMBAHAN

3.107.824.964,00

- Hibah/bantuan dari Pihak ketiga

2.909.776.464,00

- Reklasifikasi dari Aset Yang Lainnya

198.048.500,00
-

PENGURANGAN
SALDO AKHIR

35.563.869.221,00

135

Penjelasan Mutasi Aset Tetap Lainnya Tahun 2013 sebagai berikut :

SALDO AWAL
PENAMBAHAN
- BELANJA MODAL DARI APBD
Belanja Modal Pengadaan Buku/Kepustakaan
Belanja Modal Pengadaan Buku Matematika
Belanja Modal Pengadaan Buku Ilmu Pengetahuan Umum
Belanja Modal Pengadaan Buku Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Belanja Modal Pengadaan Buku Ekonomi Dan Keuangan
Belanja Modal Pengadaan Buku Peraturan Perundang-Undangan
Belanja Modal Pengadaan Peta/Atlas/Globe
Belanja Modal Pengadaan Buku IPA
Belanja Modal Pengadaan Buku Bahasa Jawa
Belanja Modal Pengadaan Buku Tematik
Belanja Modal Pengadaan Buku Data Pengairan
Belanja Modal Pengadaan Buku Referensi dan Pengayaan
Belanja Modal Pengadaan Barang Bercorak Kesenian, Kebudayaan
Belanja Modal Pengadaan kaligrafi
Belanja Modal Pengadaan Hewan/Ternak Dan Tanaman
Belanja Modal Pengadaan Green House/Toga
-

HIBAH/BANTUAN DARI PIHAK KETIGA


Aset Tetap Lainnya-Buku Perpustakaan (Dana Bos)
Aset Tetap Lainnya-Barang Bercorak Kesenian (Dana Bos)
Aset Tetap Lainnya-Hewan Ternak danTanaman (Dana Bos)

REKLASIFIKASI DARI ASET YANG LAIN


Peralatan dan Mesin- Alat Studio Korsik ke Aset Tetap lainnya
(Kesbangpol Linmas)

30.635.694.222,00
1.820.350.035,00
1.633.276.035,00
150.018.375,00
372.294.710,00
2.649.300,00
3.655.100,00
46.351.600,00
185.732.125,00
399.018.425,00
96.205.500,00
377.350.900,00
56.680.000,00
56.680.000,00
130.394.000,00
130.394.000,00
2.909.776.464,00
2.806.122.464,00
95.594.500,00
8.059.500,00

198.048.500,00
198.048.500,00

SALDO AKHIR

35.563.869.221,00

(6) Konstruksi Dalam Pengerjaan


Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) adalah asetaset yang sedang dalam proses
pembangunan. Konstruksi Dalam Pengerjaan mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung
dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tetap lainnya, yang proses perolehannya
dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai.
Standar ini wajib diterapkan oleh entitas yang melaksanakan pembangunan aset tetap untuk
dipakai dalam penyelenggaraan kegiatan operasional pemerintahan dan/atau pelayanan
masyarakat, dalam jangka waktu tertentu, baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun
oleh pihak ketiga.
Aset Tetap Kontruksi Dalam Pengerjaan pada Neraca Daerah per 31 Desember 2013 sebagai
berikut :
Kontruksi Dalam
Pengerjaan

Tahun 2013
20.135.058.420,00

Tahun 2012
37.128.663.154,30

Daftar Mutasi Kontruksi dalam Pengerjaan tahun 2013 sebagai berikut :

136

Tabel 5.39 Rincian Konstruksi Dalam Pengerjaan


(Dalam Rupiah)
NO

URAIAN

KDP

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

- Belanja Modal

37.128.663.154,30

PENAMBAHAN
- Belanja APBD selain belanja modal yang direalisasikan aset tetap

20.062.260.170,00
264.993.400,00

- Diklasifikasikan dalam aset tetap konstruksi dalam pengerjaan tahun 2013

19.797.266.770,00

PENGURANGAN

37.055.864.904,30

- KDP diakui sebagai Aset Tetap ybs

37.055.864.904,30

SALDO AKHIR

20.135.058.420,00

Konstruksi dalam pengerjaan merupakan aset tetap yang diperoleh dari realisasi
anggaran pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada tahun 2013 yang fisiknya belum selesai 100%
dan dilanjutkan pelaksanaannya pada Tahun Anggaran 2014.
Penjelasan Mutasi Aset Tetap Kontruksi Dalam Pengerjaan per 31 Desember 2013 :
SALDO AWAL
PENAMBAHAN
- PEROLEHAN DARI APBD SELAIN BELANJA
MODAL
KDP dari Belanja Barang dan Jasa Biaya Perencanaan
Teknis Pembangunan Gedung (RSUD)
KDP dari Belanja Barang dan Jasa (Biaya Konsultan
Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Kantor
Perekonomian)
KDP dari Belanja Barang dan Jasa (Biaya Konsultan
Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Kantor BKD
KDP dari Belanja Barang dan Jasa (Biaya Konsultan
Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Kantor
Inspektorat
- DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI KDP
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Dinas Pekerjaan Umum
RSUD
Dinas Perikanan dan Kelautan
Sekretariat Daerah
PENGURANGAN
DIAKUI SEBAGAI ASET TETAP YANG
- BERSANGKUTAN
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Dinas Pekerjaan Umum
RSUD
Dinas Kesehatan
Dinas Sosial dan tenaga Kerja
Dinas Perekonomian dan Pariwisata
SALDO AKHIR

37.128.663.154,30
264.993.400,00
66.482.000,00
49.236.400,00

76.725.000,00
72.550.000,00
19.797.266.770,00
11.932.333.220,00
3.150.003.950,00
2.659.489.000,00
2.002.818.900,00
52.621.700,00

37.055.864.904,30
12.750.971.770,00
17.912.522.950,00
134.747.950,00
500.218.725,00
2.901.615.000,00
2.855.788.509,30
20.135.058.420,00
137

d) Dana Cadangan
Dana Cadangan

31 Desember 2013
(Rp)
61.985.443.288,72

31 Desember 2012
(Rp)
0,00

Dana Cadangan diungkapkan :


Pada tahun anggaran 2013 Pemerintah Kabupaten Tuban membentuk Dana Cadangan
berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pembentukan
Dana Cadangansebesar Rp.73.985.443.288,72 dengan rincian :
Pengadaan
Lahan
untuk
pembangunan
jalan
lingkar
Tuban
sebesar
Rp50.000.000.000,00telah dicairkan melalui Rekening Kas Umum Daerah pada tanggal 31
Desember 2013 dan telah ditempatkan pada Rekening Dana Cadangan.
Pembangunan Gedung Paviliun RSUD Dr. R. Koesma Tuban pada Tahun 2013 sebesar
Rp11.985.443.288,72telah dicairkan melalui Rekening Kas Umum Daerah pada tanggal 31
Desember 2013 dan telah ditempatkan pada Rekening Dana Cadangan
Pembangunan Gedung Paviliun RSUD Dr. R. Koesma Tuban sebesar
Rp12.000.000.000,00akan dicairkan pada tahun 2014.
e) Aset Lainnya
31 Desember 2013
31 Desember 2012
(Rp)
(Rp)
10.366.518.445,00
9.769.162.604,00
(1) Daftar Mutasi Aset Lainnya Tahun 2013 sebagaimana tabel berikut :
Aset Lainnya

Tabel 5.40 Mutasi Aset Lainnya


(Dalam Rupiah)
NO

URAIAN

ASET LAINNYA

SALDO AWAL

REALISASI PELAKSANAAN APBD

- Belanja Modal

PENAMBAHAN

679.885.466,00

- Belanja APBD selain belanja modal yang direalisasikan aset tetap

153.754.966,00

- Reklasifikasi dari Aset Yang Lainnya

526.130.500,00

9.769.162.604

PENGURANGAN

82.529.625,00

- Penghapusan aset tetap

82.529.625,00

SALDO AKHIR

10.366.518.445,00

Aset Lainnya sebesar Rp.10.366.518.445,00 diungkap sebagai berikut :


- Aset Lainnya sebesar Rp6.044.160.000,00 merupakan aset kemitraan dengan pihak
ketiga berupa Tanah untuk Pasar Besar di Jalan Letda Soecipto sebesar
Rp5.945.160.000,00 dan berupa biaya perencanaan teknis pembangunan Pasar Besar
sebesar Rp99.000.000,00, Aset Kemitraan berupa tanah tersebut seluas 57.720m2
Nomor Obyek Pajak 35.23.130.005.012-0019.0 dengan nilai NJOP Rp103.000,00 per
m2 nilai keseluruhan berdasarkan NJOP tahun 2012 sebesar Rp5.945.160.000,00 yang
saat ini dikerjasamakan dengan PT. Hutama Karya (HK) dengan pola Build Operated
and Transfer (BOT) sesuai dengan perjanjian kerjasama nomor 180/83/414.012/2009
tanggal 9 September 2009
- Aset Lainnya sebesar Rp2.128.868.020,00 merupakan aset tak berwujud berupa
sofeware.
- Aset Lainnya sebesar Rp2.039.735.459,00 merupakan aset tetap dalam kondisi rusak
berat.
- Aset lainnya sebesar Rp153.754.966,00 berupa biaya operasional pembebasan lahan
tanah yang direncanakan untuk pembangunan jalan lingkar yang sampai dengan saat ini
masih belum selesai.
138

f) Kewajiban

Kewajiban

31 Desember 2013
(Rp)
Rp10.238.791.481,02

31 Desember 2012
(Rp)
617.122.401,50

Kewajiban merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah, pada neraca daerah tahun 2012
kewajiban Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban sebesar Rp10.238.791.481,02 dengan perincian
sebagai berikut :
(1) Kewajiban Jangka Pendek
31 Desember 2013
31 Desember 2012
(Rp)
(Rp)
10.238.791.481,02
Kewajiban Jangka Pendek
617.122.401,50
Kewajiban Jangka Pendek
sebagaimana tabel berikut :

sebesar Rp10.238.791.481,02 dengan rincian

Tabel 5.41 Rincian Kewajiban Jangka Pendek


(Dalam Rupiah)
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Utang Bunga
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Lainnya
Utang Jangka Pendek Lainnya
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek

TAHUN 2012

TAHUN 2012
0,00
0,00
0,00

0,00
910.742,50
15.165.000,00
601.046.659,00
617.122.401,50

10.238.791.481,02
10.238.791.481,02

(a) Kewajiban jangka pendek lainnya sebesar Rp10.238.791.481,02 yang terdiri dari:
Tabel 5.42 Kewajiban Jangka Pendek Lainnya
Uraian
DINAS PENDIDIKAN
Biaya pemeliharaan 5% yang dikapitalisasi pada aset tetap gedung dan
bangunan tetapi dibayar pada TA. 2014
DINAS PU
Biaya pemeliharaan 5% yang dikapitalisasi pada aset tetap gedung dan
bangunan tetapi dibayar pada TA. 2014
DINAS PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA
Biaya pemeliharaan 5% yang dikapitalisasi pada aset tetap gedung dan
bangunan tetapi dibayar pada TA. 2014
RSUD DR. R KOESMA TUBAN
1.889.610.404,09
- Obat
173.960.577,00
- Laborat
6.947.600,00
- Cetak
750.000,00
- Telepon
4.343.432.880,00
- Jasa Pelayanan
892.966.322,00
- Jasa Pelayanan Obat
169.822.000,00
- Pelayanan Darah
28.909.000,00
- Pemeliharaan Ambulan
- Biaya Konsultan Perencanaan yang belum dibayar
10.650.000,00
sedangkan Asetnya telah siap digunakan
DINAS KESEHATAN
- Rsud Dr. Soetomo
- RS. Haji
RS. Jiwa Menur
DPPKAD
Hutang Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah
JUMLAHKEWAJIBAN JANGKA PENDEK LAINNYA

Nilai (Rp)
206.297.300,00

420.381.015,00
3.735.000,00

7.517.048.783,09

696.731.173,00
603.915.083,00
34.197.534,00
58.618.556,00

1.394.598.209,93

10.238.791.481,02

139

(2) Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban Jangka Panjang

31 Desember 2013
(Rp)
0,00

31 Desember 2012
(Rp)
0,00

Kewajiban jangka panjang untuk pinjaman dari IBRD yang ditujukan untuk
membiayai program Second East Java UDP dengan nomor SLA-1017/DP3/1998 tertanggal
7 Januari 1998 dengan tingkat bunga 11,75% pertahun dengan jangka waktu 15 tahun pada
tahun 2013 telah lunas.
g) Ekuitas Dana
31 Desember 2013
31 Desember 2012
(Rp)
(Rp)
3.706.414.360.146,61
Ekuitas Dana
3.371.544.216.257,12
Ekuitas dana merupakan jumlah kekayaan bersih yaitu selisih antara jumlah aset sebesar
Rp3.716.653.151.627,63 dikurangi dengan jumlah hutang sebesar Rp10.238.791.481,02 sehingga
jumlah Ekuitas Dana Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun 2013 sebesar Rp3.706.414.360.146,61
yang terdiri dari:
(1) Ekuitas Dana Lancar
31 Desember 2013
31 Desember 2012
(Rp)
(Rp)
Ekuitas Dana Lancar
274.683.747.557,39
274.505.169.766,88
Ekuitas dana lancar sebesar Rp274.683.747.557,39 merupakan selisih antara aset
lancar dan kewajiban jangka pendek dikurangi dengan PFK dengan rincian sebagaimana
tabel:
Tabel 5.43Daftar Rincian Ekuitas Dana Lancar
(Dalam Rupiah)
EKUITAS DANA LANCAR
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)
Pendapatan yang Ditangguhkan
Cadangan Piutang
Cadangan Persediaan
Dana
yang
Harus
Disediakan
untuk
Pernbayaran Utang Jangka Pendek
Jumlah Ekuitas Dana Lancar

TAHUN 2013

TAHUN 2012

158.968.722.178,91
43.338.015,22
43.372.963.345,16
82.537.515.499,12

184.273.733.033,06
47.668.450,00
8.496.768.592,34
82.304.122.092,98

(10.238.791.481,02)

(617.122.401,50)

274.683.747.557,39

274.505.169.766,88

(2) Ekuitas Dana Investasi


31 Desember 2013
31 Desember 2012
(Rp)
(Rp)
Ekuitas Dana Investasi
3.369.745.169.300,50
3.097.039.046.490,24
Ekuitas dana investasi sebesar Rp3.369.745.169.300,50 mencerminkan kekayaan
pemerintah daerah yang tertanam dalam investasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya
dikurangi dengan kewajiban jangka panjang dengan rincian sebagaimana tabel berikut :
Tabel 5.44 Daftar Rincian Ekuitas Dana Investasi
(Dalam Rupiah)
EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
Dana yang Harus disediakan Untuk Pembayaran
Utang Jangka Panjang
Jumlah Ekuitas Dana Investasi

TAHUN 2013

TAHUN 2012

78.301.947.372,27
3.281.076.703.483,23
10.366.518.445,00

77.113.492.644,57
3.010.156.391.241,67
9.769.162.604,00

0,00

0,00

3.369.745.169.300,50

3.097.039.046.490,24

(3) Ekuitas Dana Cadangan

Ekuitas Dana Cadangan

31 Desember 2013
(Rp)
61.985.443.288,72

31 Desember 2012
(Rp)
0,00

140

Ekuitas Dana Cadangan merupakan ekuitas yang dibentuk untuk membiayai


kegiatan-kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat sekaligus/sepenuhnya dibebankan
dalam satu tahun anggaran.
3) Komponen-Komponen Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan
aliran kas keluar selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis
kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut.
Laporan Arus Kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi Aset non
keuangan pembiayaan dan transitoris, yang dimaksud dengan transaksi transistoris adalah transaksitransaksi yang dilakukan pemerintah daerah tetapi uangnya bukan merupakan hak pemerintah daerah
melainkan hak pihak ketiga antara lain pemotongan yang dilakukan pemerintah daerah (seperti
pemotongan pajak, IWP, taperum) yang berguna untuk pengambilan keputusan khususnya
pemerintah daerah dalam hal mengevaluasi kecermatan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas,
maupun pengguna laporan keuangan lainnya.
Laporan Arus Kas Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2013 untuk membiayai
aktivitas operasional penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan pembangunan cukup efektif,
estimasi penerimaan daerah maupun belanja daerah selama Tahun Anggaran 2012 dapat berjalan
sesuai yang direncanakan. Saldo Rekening Kas Umum Daerah untuk membiayai penyelenggaran
pemerintahan dapat berjalan lancar efektif dan evisien permintaan belanja daerah yang dicairkan
melalui Kas Daerah selalu tersedia dananya dan dicairkan tepat pada waktunya sesuai dengan
permintaan.
Pengelolaan kas daerah benar-benar diperhitungkan apabila terjadi kas yang cukup besar
segera didepositokan kepada Bank yang bunganya lebih besar dibanding jasa giro sehingga
penerimaan daerah bertambah. Hingga akhir periode Tahun Anggaran 2012 terdapat Saldo Kas
sebesar Rp159.012.060.194,13 dengan rincian:
Tabel 5.45 Daftar Rincian Saldo Kas
(Dalam Rupiah)
URAIAN

TAHUN 2013

TAHUN 2012

- Kas di Kas Daerah

158.420.105.572,34

172.279.057.319,34

- Kas Non Anggaran

0,00

0,00

- Saldo Akhir Kas di Bendahara Pengeluaran

0,00

9.232.425,00

43.338.015,00

47.668.450,00

- Saldo Akhir Kas di Bendahara Pengeluaran (pendapatan ditangguhkan)


- Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan
- Kas di Kas Daerah (BLUD)
JUMLAH

548.616.606,57

11.985.443.288,72

159.012.060.194,13

184.321.401.483,06

Laporan Arus Kas dikelompokkan berdasarkan arus kas dari aktivitas operasi, Arus kas dari
Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan, Arus kas dari Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Kas dari
Aktivitas Non Anggaran.
a) Arus Kas dari Aktivitas Operasi :
Arus kas masuk dari aktivitas operasi sebesar Rp1.483.643.791.820,36dan arus kas keluar dari
aktivitas operasi sebesar Rp1.189.834.840.281,49sehingga arus kas dari aktivitas operasi
diperoleh kas bersih sebesar Rp293.808.951.538,87.
b) Arus Kas dari aktivitas investasi aset non keuangan :
Arus kas masuk dari aktivitas investasi aset non keuangan adalah sebesar Rp473.276.700,00
sedangkan arus kas keluar dari aktivitas investasi aset non keuangan adalah sebesar
Rp258.642.631.877,00 sehingga arus kas dari aktivitas investasi non keuangan mengalami defisit
sebesar (Rp258.169.355.177,00).
c) Arus kas dari aktivitas pembiayaan
Arus kas masuk dari aktivitas pembiayaan adalah sebesar Rp2.731.384.466,13 dan arus kas
keluar dari aktivitas pembiayaan adalah sebesar Rp64.224.608.288,72 sehingga arus kas dari
aktivitas pembiayaan mengalami Surplus sebesar(Rp61.493.223.822,59).
d) Arus Kas dari aktivitas Non Anggaran

141

(1) Arus Kas masuk dari aktivitas non anggaran sebesar Rp53.309.684.726,00dengan rincian
dari :
- Arus Kas dari aktivitas Non Anggaran berupa penerimaan potongan dari Iuran Wajib
Pegawai
sebesar
Rp43.576.829.119,00,
Tabungan
Perumahan
sebesar
Rp986.558.000,00, Askes sebesar Rp8.746.297.607,00.
(2) Arus Kaskeluar dari aktivitas non anggaran sebesar Rp53.309.684.726,00 dengan rincian :
- Penyetoran potongan Pegawai sebesar Rp43.576.829.119,00, Tabungan Perumahan
sebesar Rp986.558.000,00, Askes sebesar Rp8.746.297.607,00 ke Kas Negara.
Arus Kas bersih dari aktivitas non anggaran sebesar Rp0,00.
Pada aktivitas Rekening Non Anggaran diungkapkan sebagai berikut :
Pada Laporan Arus Kas jika dibandingkan dengan Laporan Realisasi Anggaran terdapat
perbedaan yang disebabkan adanya Pendapatan dan Belanja BLUD pada Laporan Arus Kas tidak
dilakukan konsolidasi dengan daftar sebagai berikut :
Tabel 5.46 Daftar Perbedaan antara LRA dan LAK
(Dalam Rupiah)
URAIAN

LAPORAN REALISASI
ANGGARAN

LAPORAN ARUS
KAS

SELISIH

PENDAPATAN

1.526.016.153.880,56

1.484.117.068.520,36

41.899.085.360,20

BELANJA

1.489.827.940.912,12

1.448.477.472.158,49

41.350.468.753,63

36.188.212.968,44

35.639.596.361,87

548.616.606,57

SURPLUS/(DEFISIT

Berdasarkan jumlah kumulatif arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi
aset non keuangan dan arus kas dari aktivitas pembiayaan serta Arus kas dari aktivitas Non Anggaran
diperoleh penurunan kas sebesar Rp25.853.627.460,72ditambah dengan saldo kasper 1 Januari
2012 sebesar Rp184.273.733.033,06 yang terdiri dariSaldo Awal Kas di BUD/Kas Daerah sebesar
Rp172.279.057.319,34 , Kas di Bendahara Pengeluaran sebesarRp9.232.425,00 dan Saldo Kas di
BLUD sebesar Rp11.985.443.288,72 maka di peroleh Saldo Akhir Kas Sebesar
Rp158.420.105.572,34 kemudian ditambah dengan Saldo Kas di Bendahara Penerimaan sebesar
Rp43.338.015,22 dan Saldo Kas BLUD sebesar Rp548.616.606,57 sehingga Saldo akhir Kas
menjadi sebesar Rp159.012.060.194,13.
4) Pengungkapan atas Pos-pos aset dan Kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan
basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas,
untuk entitas pelaporan yang menggunakan basis akrual.
Pada tahun anggaran 2013 kegiatan-kegiatan yang fisiknya telah selesai 100% sedangkan masa
pemeliharaannya 5% melebihi tahun anggaran 2013 dan biaya konsultan perencanaan sebesar
Rp641.063.315,00 belum dibayar sampai dengan 31 Desember 2013, di Neraca Daerah dicatat
sebagai kewajiban jangka pendek hutang jangka pendek lainnya dan akun ekuitas dana lancar dana
yang disediakan untuk membayar hutang jangka pendek dengan rincian:
DINAS PENDIDIKAN
Biaya pemeliharaan 5% yang dikapitalisasi pada aset tetap gedung dan bangunan
tetapi dibayar pada TA. 2013
DINAS PU
Biaya pemeliharaan 5% yang dikapitalisasi pada aset tetap gedung dan bangunan
tetapi dibayar pada TA. 2012 dan 2013
RSUD DR. R. KOESMA TUBAN
Biaya Konsultan Perencanaan yang belum dibayar sedangkan Asetnya telah siap
digunakan
DINAS PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA
Biaya pemeliharaan 5% yang dikapitalisasi pada aset tetap gedung dan bangunan
tetapi dibayar pada TA. 2013
JUMLAH

206.297.300,00

420.381.015,00

10.650.000,00

3.735.000,00
641.063.315,00
142

BAB VI
PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN
Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan yang belum diungkapkan dalam bagian lain
dalam laporan keuangan sebagai berikut:
1) Domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta jurisdiksi tempat entitas tersebut berada.
Entitas Pelaporan adalah Pemerintah Kabupaten Tuban yang dilaksanakan oleh Dinas Pengelola
Keuangan Daerah Kabupaten Tuban bertempat di Jalan Kartini Nomor 2 Tuban berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten tuban Nomor : 1 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Nomor 1 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisisi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kabupaten
Tuban.
2) Penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokoknya
Pemerintah Kabupaten Tuban menyelenggarakan urusan pemerintahan yang berwenang mengatur
dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat yang sesuai dengan batas wilayah
yang menjadi kewenangan, melaksanakan kegiatan dibidang Pengelolaan Keuangan Daerah yang
meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan
pengawasan keuangan daerah.
3) Ketentuan perundang-undangan yang menjadi kegiatan operasionalnya.
a) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah- daerah Kabupaten
dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 41);
b) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
4) Penggantian manajemen pemerintahan selama tahun berjalan.
Selama satu periode akuntansi tahun anggaran 2013 tidak terjadi penggantian manajemen
pemerintahan.
5) Kesalahan manajemen terdahulu yang telah dikoreksi oleh manajemen baru.
Selama satu periode akuntansi tahun anggaran 2013 tidak terjadi koreksi kesalahan manajemen.
6) Penggabungan atau pemekaran entitas pada tahun berjalan.
Pada Tahun Anggaran 2013terdapat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru yaitu Badan
Penanggulangan Bencana Daerah. nilai Saldo Awal Neraca pada masing-masing SKPD tersebut.
7) Kejadian yang mempunyai dampak sosial
Selama satu periode akuntansi tahun anggaran 2013 tidak terjadi suatu permasalahan sosial yeng
mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan.

143

BAB VII
PENUTUP
7.1 PENDAPATAN DAERAH
Penerimaan pendapatan dari anggaran sebesar Rp1.485.964.263.823,71 terealisir sebesar
Rp1.526.016.153.880,56 lebih dari anggaran sebesar Rp40.051.890.056,85 atau 102,70% yang
disebabkan adanya pelampauan :
- Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui anggaran sebesar Rp16.607.490,265,40 atau
107,89%.
- Pendapatan Transfer melampaui anggaran sebesar Rp18.515.654.465,45 atau 101,86%.
- Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah Yang Dipisahkan melampaui sebesar Rp35,00
- Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah melampaui anggaran sebesar Rp4.928.745.326,00 atau
101,76%.
Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa kinerja Pengelolaan Pendapatan Daerah telah
sesuai dengan Arah dan Kebijakan Umum Pendapatan Daerah melalui intensifikasi pemungutan,
penggalian potensi sumber pendapatan, pengawasan untuk memperkecil tingkat kebocoran,
meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat berjalan dengan baik dan sukses
karena Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2013 tercapai lebih dari 100%.
.
7.2 BELANJA DAERAH
Pada sisi Belanja dari anggaran sebesar Rp1.606.377.816.992,05 terealisir sebesar
Rp1.489.827.940.912,12 kurang dari anggaran sebesar Rp116.549.876.079,93atau 92,74%
disebabkan adanya:
- Perhitungan Accres Gaji.
- Penghematan Belanja.
- DPA-Lanjutan yaitu kegiatan-kegiatan belanja langsung yang belum dapat diselesaikan pada
tahun anggaran 2013 dan dilanjutkan pelaksanaannya pada tahun anggaran 2014.
- Hutang pembayaran pelaksanaan biaya pemeliharaan 5% yang jatuh temponya melebihi tahun
anggaran 2013 dan pihak ketiga tidak mengajukan pembayaran.
Dengan demikian pelaksanaan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
yang pada Tahun Anggaran 2013 berdasarkan pendekatan kinerja dengan acuan dasar renstra, yang
besar kecilnya jumlah anggaran belanja ditentukan oleh banyaknya program dan kegiatan pada
masing-masing Satuan Kerja berjalan dengan baik karena semua kegiatan pada masing-masing
Satuan Kerja dapat tercukupi dananya bahkan adanya peningkatan efektifitas dan efisiensi anggaran,
serta menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.
Berdasarkan realisasi Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Tahun Anggaran 2013
sebesar Rp1.526.016.153.880,56 dan realisasibelanja daerah sebesar Rp1.489.827.940.912,12
diperoleh surplus sebesar Rp36.188.212.968,44
.
7.3. PEMBIAYAAN DAERAH
Pembiayaan merupakan anggaran untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan.

a) Penerimaan pembiayaan dari anggaran sebesar Rp187.292.756.533,06 terealisir sebesar


Rp187.005.117.499,19 kurang dari anggaran sebesar Rp287.639.033,87 atau 99,85%.
b) Pengeluaran Pembiayaan dari anggaran sebesar Rp65.579.408.288,72 terealisir sebesar
Rp64.224.608.288,72 kurang dari anggaran sebesar Rp1.354.800.000,00 atau 97,93%,

144

Berdasarkan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp187.005.117.499,19 dikurangi


dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp64.224.608.288,72 maka diperoleh surplus sebesar
Rp122.780.509.210,47.
Dengan demikian Sisa LebihPembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
2013 adalah surplus pendapatan dengan belanja sebesar Rp36.188.212.986,44 ditambah surplus
pembiayaan sebesar Rp122.780.509.210,47diperoleh SILPA sebesar Rp158.968.722.178,91.
7.4. LAPORAN ARUS KAS
Laporan Arus Kas Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2013 untuk membiayai
aktivitas operasional penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan pembangunan cukup efektif,
estimasi penerimaan daerah maupun belanja daerah selama Tahun Anggaran 2013 dapat berjalan
sesuai yang direncanakan. Saldo Rekening Kas Umum Daerah untuk membiayai penyelenggaran
pemerintahan dapat berjalan lancar efektif dan evisien permintaan belanja daerah yang dicairkan
melalui Kas Daerah selalu tersedia dananya dan dicairkan tepat pada waktunya sesuai dengan
permintaan.
Pengelolaan kas daerah benar-benar diperhitungkan apabila terjadi kas yang cukup besar
segera didepositokan kepada Bank yang bunganya lebih besar dibanding jasa giro sehingga
penerimaan daerah bertambah. Hingga akhir periode Tahun Anggaran 2013 terdapat Saldo Kas
sebesar Rp159.012.060.194,13 dengan rincian :
a) Kas di Kas Daerah

158.420.105.572,34

d) Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan

43.338.015,22

e) Kas di Kas Daerah (BLUD)

548.616.606,57

JUMLAH

159.012.060.194,13

Laporan Arus Kas dikelompokkan berdasarkan arus kas dari aktivitas operasi, Arus kas dari
Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan, Arus kas dari Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Kas dari
Aktivitas Non Anggaran.
7.5. ASET,KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Aset Pemerintah Kabupaten Tuban per 31 Desember 2013 sesuai dengan Neraca Daerah
Tahun 2013 berjumlah sebesar Rp3.716.653.151.627,63 yang terdiri dari :
Jumlah Aset Lancar
Jumlah Investasi Jangka Panjang

284.922.539.038,41
78.301.947.372,27

Jumlah Aset Tetap


Jumlah Dana Cadangan

3.281.076.703.483,23
61.985.443.288,72

Jumlah Aset Lainnya

10.366.518.445,00

JUMLAH ASET
Kewajiban Pemerintah
Rp10.238.791.481,02.

3.716.653.151.627,63
Kabupaten

Tuban

per

31

Desember

2013

sebesar

Ekuitas dana merupakan jumlah kekayaan bersih yaitu selisih antara jumlah aset sebesar
Rp3.716.653.151.627,63 dikurangi dengan jumlah hutang sebesar Rp10.238.791.481,02 sehingga
jumlah Ekuitas Dana Pemerintah Kabupaten Tuban Tahun 2013 sebesar Rp3.706.414.360.146,61.

BUPATI TUBAN

H. FATHUL HUDA
145