Anda di halaman 1dari 3

SPESIFIKASI TEKNIS

PENGADAAN DAN PEMASANGAN METERISASI LPJU TANA PASER PAKET I


I. UMUM
1. Armatur lengkap LED : Modul LED, Driver LED dan Luminer (rumah lampu) LED
yang ditawarkan harus dari satu merek pabrikan.
2. Armatur lengkap LED yang berasal dari luar negeri harus mempunyai distributor
resmi/ agen tunggal yang ditunjuk oleh pemegang merek di Indonesia ataupun di
negara asalnya yang dibuktikan dengan surat yang dikeluarkan oleh instansi yang
berwenang (Kementrian Perdagangan).
3. Merek dagang dari Armatur lengkap LED yang ditawarkan harus sesuai dengan
merk dagang pabrik lisensi tunggal dan atau negara pembuatnya.
4. Armature lengkap LED yang ditawarkan wajib disertai surat dukungan pabrikan
yang dikeluarkan oleh pabrik dan atau pemegang merk ataupun distributor
tunggalnya di Indonesia.
5. Wajib memberikan fotocopy laporan hasil uji jenis conformity(type test) untuk
komponen utama armatur LED dalam bentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh
lembaga pengujian terakreditasi
II. LINGKUP PEKERJAAN
1. Pipa Ornamen Lampu PJU
a. Pipa ornamen lampu PJU menggunakan Pipa Galvanis Bulat Medium A
Diameter 2 Inch.
b. Panjang pipa ornamen 2 Meter dan 3 Meter.
c. Pemasangan pipa ornamen (dapat dilihat pada gambar).
2. Armatur Lengkap PJU Type LED
2.1. Rumah Lampu (Luminer)
a. Rumah Lampu terbuat dari bahan aluminium yang diproses dengan
metode High Pressure Full Die Cast ataupun Extrution sehingga tahan
korosi dan tahan terhadap kondisi iklim tropis.
b. Rumah Lampu harus mempunyai ketahanan terhadap debu dan air, index
protection (IP) 66, termasuk ruang kompartemen driver/gear dan ruang
kompatemen LED Lamp/Optikalnya
c. Permukaan luar dan dalam housing harus dicat dengan system powder
coating.
d. Rumah lampu atau luminer terdiri dari dalam dua kompartemen terpisah
antara modul LED dan komponen penunjang LED (Driver).
2.2. Modul LED
a. Modul LED yang digunakan adalah dengan sistem 2 modul LED dan
masing-masing modul LED terletak terpisah dan sejajar.
b. Modul LED terdiri dari komponen lensa, chip LED, metal core printed circuit
breaker dan sistem pendingin.
c. Keseluruhan komponen modul LED terangkai dalam satu kesatuan modul
dan menjadi kesatuan dalam rumah lampu (luminer)

Spesifikasi Teknis

2.3. Driver LED


a. Driver LED yang digunakan pada Luminer LED mempunyai spesifikasi
sebagai berikut:
- Tegangan Input (Vin)
: 180 VAC ~ 260 VAC
- Tegangan Output (Vout)
: 16 VDC ~ 28 VDC
- Frekuensi
: 50/60 Hz
- Power Factor
: min 0.92
- Total Harmonic Distorsion (Total THD)
: < 20%
b. Driver LED harus dilengkapi dengan surge protection device (terpisah
dengan Driver LED) dengan kekuatan minimal 40KV sebagai proteksi
terhadap over voltage yang disebabkan oleh petir.
2.4. Optikal Lampu
Optikal Lampu LED terbuat dari bahan polycarbonate dan menjadi satu
kesatuan dengan lensa LED
untuk menjaga keamanan dan menjamin
efisiensi dari cahaya yang keluar dari Luminer LED tetap terjaga dengan baik.
2.5. Gasket
Gasket pelindung pada ruang kompartemen Lamp LED dan driver/gear LED
yang terbuat dari material karet silicon dan tahan terhadap iklim tropis dan
tetap berada pada posisinya pada saat pengerjaan dan perawatan
2.6. Pole Unit
a. Pole unit dari luminer harus terbuat dari bahan aluminium
b. Sudut kemiringan armatur terhadap pipa ornamen tiang (Adjustable)
terdapat
5 tahap sudut kemiringan yaitu : - 10, -5, 0, 5, 10 derajat.
c. Sekrup pengencang harus terbuat dari stainless steel.
2.7. Lampu
Lampu yang digunakan adalah type LED (Light-emiting diode) dengan
spesifikasi sebagai berikut :
- Input Voltage
: 180 260 VAC 50 60 Hz
- Daya
: 80 Watt
- Cahaya
: Putih (Day Cool)
- Luminer Initial Flux
: > 8400 lm
- Luminer Efficency
: 105 lm/w
- Color Rendering Index (CRI)
: > 70
- Power Factor (PF)
: > 0.9
- Lamp Modul
:2
3. Kabel Feeder dan Kabel Instalasi
a. Kabel-kabel listrik yang digunakan harus sesuai dengan standar SII (Standar
Industri Indonesia) dan SPLN (Standar Perusahaan Milik Negara) atau standarstandar lain yang diakui di Negara Republik Indonesia serta mendapat
rekomendasi dari LMK (Lembaga Masalah Ketenagaan) (Brosur, ISO, dan LMK
dilampirkan).
b. Untuk Kabel Feeeder yang digunakan adalah kabel Twisted 2 x 10 mm dan
untuk kabel instalasi yang digunakan adalah kabel NYY 2 x 2,5 mm / masuk
standar LMK (Lembaga Masalah Ketenagaan).
4. Lain Lain

Spesifikasi Teknis

a. Semua Bagian aktif perlengkapan dan instalasi harus diisolasi.


b. Konstruksi serta lokasinya peralatan harus diatur sedemikian rupa sehingga
sentuh langsung tidak mungkin terjadi.
c. Dalam memilih perlengkapan instalasi listrik, termasuk juga menentukan jenis,
ukuran, tegangan, dan kemampuannya, harus memperhatikan :
Sesuai dengan maksud pemasangan dan penggunaannya
Kekuatan dan keawetannya termasuk bagian yang dimaksudkan untuk
melindungi perlengkapan lain.
Keadaan dan resistansi isolasinya
Pengaruh suhu, baik pada keadaan normal maupun abnormal
Pengaruh bunga api.
d. Semua sambungan listrik harus baik dan bebas dari gaya tarik.
e. Gawai penyambung seperti terminal tekan, penyambung puntir tekan, atau
penyambung solder harus sesuai dengan bahan penghantar yang
disambungnya dan harus dipasang dengan baik.
f. Sambungan penghantar pada terminal harus terjamin baik dan tidak merusak
penghantar. Menyambung kabel fleksibel harus menggunakan sambung tekan
(termasuk jenis sekrup), sambung solder atau sambung puntir. Sepatu kabel
harus disambung dengan mur baut secara baik.
g. Dalam keadaan normal , instalasi listrik harus mempunyai resistant isolasi
yang cukup.
h. Dalam ruang kering, nilai resistansi isolasi semua perlengkapan dalam
keadaan tidak dibumikan, baik resistansi isolasi antar penghantar yang satu
dan penghantar yang lain, maupun antara penghantar dan bumi, harus
sekurang kurangnya 1000 ohm per satu volt tegangan nominal. Pengukuran
resistansi isolasi dilakukan dengan mesin listrik, aki, transformator domestik,
balllast lampu dan penghantar tidak terhubung.
i. Dalam ruang lembab atau basah, nilai resistansi isolasi yang diukur harus
sekurang kurangnya 1000 ohm per volt tegangan nominal.
j. Kabel tanah harus diletakkan di dalam pasir atau tanah halus, bebas dari
bebatuan, di atas galian tanah yang stabil, kuat, rata dan bebas dari bebatuan
dengan ketentuan tebal lapisan pasir atau tanah halus tersebut tidak kurang
dari 5 cm di sekeliling kabel tanah tersebut. Jika kabel tanah yang ditanam
lebih dari satu buah, maka kabel tersebut harus disusun sejajar dengan jarak
minimal 7 cm.
k. Bilamana diperlukan penghantar yang panjang PHB (Panel Hubung Bagi) ke
titik beban seperti di lapangan olah raga, lapangan tenis, lapangan bola,
dermaga, halaman penyimpanan dan pemuatan stasiun kereta api, bangunan
terbuka dan lain lain, maka jumlah titik beban pada sirkit akhir hanya
dibatasi oleh beban maksimum sirkit akhir itu, tetapi tidak boleh melebihi 16
Ampere.
Konsultan Perencana,
CV. Artstructure

( Fachrie. S. Al-Aydrus,
A.Md )
Direktur

Spesifikasi Teknis