Anda di halaman 1dari 12

LATIHAN SOAL PAK NANANG (QUIS TM8)

1. JELASKAN FUNGSI UANG


Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat
mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu
menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar.
Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran
uang.
Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang
dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang
diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya
pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk
harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena
dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa
mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai
pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang
tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Fungsi lain Uang:
Uang sebagai alat pembayaran yang sah
Uang sebagai alat pembayaran utang
Uang sebagai alat penimbun kekayaan
Uang sebagai alat pemindah kekayaan
Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
2. A. JELASKAN 2 KONSEP/KATEGORI UANG YANG BEREDAR
Pertama, Uang giral, uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum,
yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran (UU No. 7 tentang
Perbankan tahun 1992). Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic
transfer. Uang Giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat
akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia,
bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank
Indonesia. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya,
masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
Kedua, Uang kartal, terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal
adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan
transaksi jual beli sehari-hari. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun
1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan
uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank
Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
2. B. JELASKAN FACTOR APA SAJA YANG MEMENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR

Kebijakan Bank Sentral berupa hak otonom dan kebijakan moneter


(meliputi: politik diskonto, politik pasar terbuka, politik cash ratio, politik kredit
selektif) dalam mencetak dan mengedarkan uang kartal.
Kebijakan pemerintah melalui menteri keuangan untuk menambah
peredaran uang dengan cara mencetak uang logam dan uang kertas yang
nominalnya kecil.
Bank umum dapat menciptakan uang giral melalui pembelian saham dan
surat berharga.
Tingkat pendapatan masyarakat
Tingkat suku bunga bank Jika rate tinggi, orang akan lebih memilih menabung
Selera konsumen terhadap suatu barang (semakin tinggi selera konsumen
terhadap suatu barang maka harga barang tersebut akan terdorong naik, sehingga
akan mendorong jumlah uang yang beredar semakin banyak, demikian sebaliknya)
Harga barang
Kebijakan kredit dari pemerintah
3. A. JELASKAN FUNGSI BANK
1. Agent of trust Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama
kegiatan perbankan adalah kepercayaaan (trust), baik dalam penghimpunan
dana maupun dalam penyaluran dana. Masyarakat akan mau menitipkan
dananya di bank apabila dilandasi dengan kepercayaan.
2. Agent of development Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk
pembangunan ekonomi. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat
melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi
barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi-distribusi-konsumsi ini
tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan
investasi-distribusi-konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan
perekonomian.
3. Agent of services Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk
pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpunan dana
dan penyaluran dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan
yang lain kepada masyarakat. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya
dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum. Jasa ini antara lain
dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang berharga, dan
penyelesaian tagihan.
3. B. JELASKAN PERBEDAAN ANTARA BANK DGN LEMB. KEU LAIN
1. Lembaga keuangan bank (disebut bank saja) merupakan lembaga keuangan
yang paling lengkap kegiatannya yaitu menghimpun dana dari masyarakat
dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk
pinjaman serta melaksanakan kegiatan jasa keuangan lainnya, sedangkan
Lembaga keuangan non bank (disebut lembaga keuangan lainnya)
kegiatannya difokuskan pada salah satu kegiatan keuangan saja. Misalnya :
*perusahaan leasing menyalurkan dana dalam bentuk barang modal kepada

perusahaan penyewa (lessee), *pegadaian menyalurkan dana dalam bentuk


pinjaman jangka pendek dengan jaminan barang bergerak.
2. Bank dapat secara langsung menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk giro, tabungan, deposito berjangka. Sedangkan LK Non Bank tidak
dapat secara langsung menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
giro, tabungan, dan deposito berjangka. Biasanya mereka menghimpun
dengan dana dengan produk-produk sekuritas, dll.
3. Bank Umum dapat menciptakan uang giral yang dapat mempengaruhi jumlah
uang yang beredar dimasyarakat. Sedangkan LK Non Bank tidak bisa
melakukan hal tersebut.
3. C. JELASKAN PERBEDAAN BANK UMUM DAN BANK PERKREDITAN
Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan
operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan
dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya
dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha
bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip
kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah
3. D. JELASKAN PERBEDAAN BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH
1. Bank Prinsip Konvensional:
Menetapkan bunga sebagai harga baik simpanan maupun pinjaman spread
2. Bank Prinsip Syariah
Penentuan harga produknya berdasarkan hukum Islam :
1. Bagi hasil/ mudharabah
2. Penyertaan modal/ musyarakah
3. Keuntungan jual beli/ murabahah
4. Sewa murni/ ijarab
5. Pemindahaan kepemilikan sewa/ ijarah wa iqtina
3. E. JELASKAN PERANAN BANK DALAM PEREKONOMIAN
- Menghimpun dana untuk kegiatan ekonomi Masy
- Memobilisasi dana yang menganggur untuk disalurkan ke berbagai usaha
- meningkatkan pendapatan nasional
- meningkatkan pendapatan masyarakat
- membuka lapangan pekerjaan
- memperluas kesempatan kerja
- melancarkan arus kegiatan barang/jasa dalam masyarakat
4. A. SEBUTKAN DAN JELASKAN SUMBER DANA BANK
1. Dana dari bank itu sendiri
> Setoran modal dari pemegang saham.
> Cadangan-cadangan bank cadangan laba tahun lalu

> Laba yang belum dibagi


2. Dana dari masyarakat
> Simpanan Giro
> Simpanan Tabungan
> Simpanan Deposito
3. Dana dari lembaga lainnya
a. Kredit likuiditas dari Bank Indonesia (BLBI)
b. Pinjaman antar bank (interbank call money)
c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri
d. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
4. B. SEBUTKAN DAN JELASKAN ASET BANK (AKTIVA)
1. Aktiva Kas
Merupakan salah satu perkiraan aktiva dalm nerac yng diwakili oleh uang kertas
dan logam, perintah bayar dan cek yang dapat dinegoisasikan, dam saldo bank.
Aktiva kas meliputi semua uang yang beredar ditambah dengan alat-alat berupa
bukti tertulis mengenai utang yang secara bebas dapat dipindahtangankan dengan
penyerahan.aktiva inim merupakan harta paling cair, tidak memberikan hasil, dan
semata-matauntuk tujuan operasional agar bisnis perbankan itu berjalan dengan
mulus.
2. Investasi Sekuritas
Merupakan harta bank meliputi surat-surat berharga. Sekuritas ini merupakan alat
investasi bagi abnk yang bersangkutan.
- Investasi dalam sekuritas pemerintah.termasuk saham dan obligasi yang
diterbitkan oleh pemerintah. Sekuritas pemerintah dapat diperoleh Dario bursa
efek.
- Investasi dalam sekuritas bank lain. Termasuk saham dan obligasi Perseroan
tersebut. Sekuritas ini dapat diperoleh dari buraa efek.
3. Pinjaman
Merupakan sejumlah uang yang diberikan kepad nasabah-debitur yang akan
mengembalikannya pada waktu tertentu di kemudian hari. Biasanya, sebagai
tambahan atas perjanjian pun akan memberikan pembayaran atas penggunaan
harta, yang dinamakanbunga. Adapun dokumentasio pemberian janji ini
disebutsurat promes bilamana harta itu berupa uang tunai.
4. Aktiva Tetap
Berupa aktiva yang diperoleh dengan tujuan untuk penggunaan jangka-panjang,
bukan untuk dijual kembali dalam sekali putaran produksi jasa. Artinya, aktiva tetap
meruapakan aktiva ynag dipergunakan bisnis perbankan bukan untuk dikonsumsi
menjadi uang tunai selam suatu periode tertentu.
5. A. JELASKAN PERBEDAAN KREDIT MODAL KERJA, INVESTASI, DAN KONSUMSI
Kredit Konsumtif, yaitu kredit yang dipergunakan untuk kebutuhan sendiri
bersama keluarganya.

Kredit Modal Kerja, kredit yang akan dipergunakan untuk menambah modal
usaha debitur
Kredit Investasi, kredit yang dipergunakan untuk investasi produktif, tetapi
baru akan menghasilkan dalam jangka waktu yang relatif lama

5. B. JELASKAN BGMN MENILAI KEMAMPUAN FINANSIAL CALON NASABAH YG MAU


KREDIT
- Melihat penghasilan nasabah perbulan
- Menghitung biaya hidup dan tanggungan nasabah perbulan
- Mempertimbangkan kondisi perekonomian saat tsb.
5. C. JELASKAN PRINSIP PEMBERIAN KREDIT
ASAS 7P
Personality (keperibadian);
Party; mengklasifikasikan calon debitor kepada golongan tertentu
berdasarkan modal, karakter dan loyalitasnya.
Purpose; tujuan calon debitor dalam memperoleh dana, apakah untuk
konsumtif atau modal kerja
Prospect; prospek dimasa usaha mendatang
Payment (pembayaran); penetapan terhadap tata cara pembayaran kembali
kredit yang sudah disalurkan.
Profitability; menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam
mendapatkan laba
Protections; perlindungan terhadap dana bank dengan jaminan.
ASAS 3R
Return; penilaian atas hasil yang akan dicapai perusahaan calon debitor
setelah mendapatkan kredit.
Repayment: memperhitungkan kemampuan, jadwa dan jangka waktu
pembeayaran kredit calon debitor.
Risk bearing ability: memperhitungkan besarnya kemampuan perusaahn
calon debitor untuk menghhadapi risiko.
ASAS 5C > Character, Capacity, Capital, Collateral (jaminan), Condition of
economy.
5. D. JELASKAN PENGELOMPOKAN KOLEKTABILITAS KREDIT
1. Kredit Lancar
a. Tidak terdapat tunggakan angsuran pokok, tunggakan bunga, atau cerukan
karena penarikan.
b. Terdapat tunggakan angsuran pokok, dan
Belum lampaui1 bulan, bagi kredit yg ditetapkan masa angsuran kurang dari
1 bulan.
Belum lampaui 3 bulan, bagi kredit yg ditetapkan masa angsurannya bulanan
s/d 3 bulanan,

Belum lampaui 6 bulan, bagi kredit yg ditetapkan masa angsurannya 4 bulan


atau lebih.
2. Kredit Kurang Lancar
a. Terdapat tunggakan angsuran pokok, yang
Lampaui1 bulan, dan belum melampaui 2 bulan, bagi kredit yg ditetapkan
masa angsuran kurang dari 1 bulan.
Lampaui 3 bulan dan belum lampaui 6 bulan, bagi kredit yg ditetapkan masa
angsurannya 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan.
Lampaui 6 bulan, tetapi belum lampaui 12 bulan, bagi kredit yg masa
angsurannya 6 bulan atau lebih.
b. Terdapat cerukan karena penarikan yang jangka waktunya telah lampaui 15
hari kerja, tetapi belum lampaui 30 hari kerja.
c. Terdapat tunggakan bunga, yang
Lampaui1 bulan, tetapi belum lampaui 3 bulan, bagi kredit yg ditetapkan
masa angsuran kurang dari 1 bulan.
Lampaui 3 bulan dan belum lampaui 6 bulan, bagi kredit yg ditetapkan masa
angsurannya lebih dari 1 bulan.
3. Kredit yang diragukan
Suatu kredit digolongkan diragukan bila kredit tsb tidak memenuhi kriteria
lancar dan kurang lancar, tetapi atas dasar penilaian dapat disimpulkan,
1. Kredit masih dapat diselamatkan dan nilai agunannya minimal 75% dari
utang debitur.
2. Kredit masih dapat diselamatkan dan nilai agunannya minimal 100% dari
utang debitur.
4. Kredit Macet
1. Tidak memenuhi kriteria lancar, kurang lancar dan diragukan.
2. Memenuhi kriteria diragukan, tetapi dalam jangka waktu 21 bulan sejak
digolongkan diragukan belum ada pelunasan atau usaha penyelamatan
kredit.
3. Kredit tsb penyelesaiannya telah diserahkan kepada Pengadilan Negeri atau
BUPN atau telah diajukan penggantian ganti rugi kepada perusahaan
asuransi kredit..

6. A. JELASKAN KOMPONEN DALAM PERHITUNGAN LENDING RATE


Variable yang mempengaruhi:
COLF
Spread, perkiraan keuntungan (dalam %)
Dapat dari proyeksi keuntungan (nominal) dibagi dengan proyeksi atau ratarata loan outstanding.
Biaya Overhead, semua biaya yang dikeluarkan bank dalam kegiatan
penghimpunan dana dari berbagai sumber yang menjadi beban rugi laba,
antara lain beban personalia, administrasi dan umum, dan beban lainnya.
Premi resiko

Dapat diketahui dari pengalaman bank dalam pengelolaan kredit


Dapat dihitung dengan menggunakan metode pembentkan dana
cadangan penghapusan kredit
Dapat memasukkan risiko industri

Pajak,
Lending Rate = COM + Spread + Pajak + Premi resiko

6. B. SEBUTKAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT BUNGA KREDIT


Jangka Waktu
Jaminan Kredit
Reputasi Perusahaan
Hubungan Baik
Jaminan Pihak Ketiga
Persaingan
Kebijakan Pemerintah
BI Rate
7. A. JELASKAN PERBEDAAN KLIRING DAN INKASO
Kliring merupakan jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara
saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan dilembaga kliring
Warkat-warkat yang dapat dikliring/diselesaikan dilembaga kliring adalah warkat yg
berasal dari dalam kota sperti : Cek, Giro Bilyet (BG), Wesel Bank, Surat bukti
penerimaan transfer dari luar kota, Lalu lintas Giral (LLG)/nota kredit.
Inkaso merupakan jasa bank untuk menagihkan warkat-warkat yang berasal dari
luar kota atau luar negeri. Sebagai contoh apabila kita memperoleh selembar cek
yang diterbitkan oleh bank di kota Bandung, maka cek tersebut dapat dicairkan di
Jakarta melalui jasa inkaso.
Warkat-warkat yang dapat diinkasokan yang berasal dari luar kota atau luar negeri
seperti:
Cek, BG, Wesel, Kuitansi, Surat Aksep, Deviden, Kupon, Money order, dan surat
berharga lainnya.
7. B. JELASKAN PERBEDAAN L/C DAN BANK GARANSI
Letter of credit (L/C) merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepada
masyarakat untuk memperlancar arus barang (ekspor-impor) termasuk barang
dalam negeri (antarpulau).
Kegunaan L/C adalah untuk menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari
pihak pembeli (importir) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangnya.
Bank Garansi yaitu jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu
pihak, baik perorangan, perusahaan atau badan/lembaga lainnya dalam bentuk
surat perjanjian.
Didalam pemberian fasilitas bank garansi ada tiga pihak yang terlibat yaitu:

Pihak penjamin (bank)


Pihak terjamin (nasabah)
Pihak penerima jaminan (pihak ketiga)
8. A. APA YANG DIMAKSUD DENGAN API
Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem
perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan
tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke
depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang
dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang
sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam
rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
8. B. BAGAIMANA PERANAN BI DALAM STABILITAS KEUANGAN
Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter
antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank
Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan
berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak
langsung terhadap berbagai aspek ekonomi. Kebijakan moneter melalui penerapan
suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan kegiatan
ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan stabilitas
moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut inflation
targeting framework.
Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja
lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga
perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi.
Seperti halnya di negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang
dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat
menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk
mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan
perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melalui
kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum
(law enforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negaranegara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang
kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (law enforcement) dimaksudkan
untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong
kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor
perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun Arsitektur
Perbankan Indonesia dan rencana implementasi Basel II.
Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga
kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada
salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko
potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran.
Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion

risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia


mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam
sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan
menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time atau dikenal dengan nama
sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan
keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem
pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk
mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.
Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia
dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan.
Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor
kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang
berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat
mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi
kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya
akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah
yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.
Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim
keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR).
Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral
dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem
keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi
normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi
masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik.
Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami
kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar
kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR, Bank Indonesia harus
menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik
dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.
8. C. JELASKAN FUNGSI LPS DAN OJK
Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
1. Menjamin simpanan nasabah penyimpan.
2. Turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan
kewenangannnya.
Fungsi OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai fungsi menyelenggarakan sistem
pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan
kegiatan di sektor jasa keuangan.
8. D. JELASKAN KOMPONEN PENILAIAN KESEHATAN BANK
Dengan CAMEL
Faktor yg dinilai

Komponen

Bobot

Permodalan
(Capital)

Rasio modal

25%

Kualitas aktifa
produktif
(Asset)

Rasio aktifa produktif yg diklasifikasikan thd aktifa


produktif (25%)
-Cadangan penghapusan thd aktifa yg
diklasifikasikan (5%)

30%

Manajemen
(Management)

Rentabilitas
(Earnings)

Rasio laba sebelum pajak thd total aset (5%)


Rasio beban operasional thd pendapatan operasional
(5%)

Likuiditas
(Liquidity)

Manajemen
Manajemen
Manajemen
Manajemen
Manajemen

modal (2,5%)
aktifa (5%)
umum (12,5%)
rentabilitas (2,5%)
likuiditas (2,5%)

Rasio pinjaman thd dana pihak ketiga (5%)


Rasio call money thd aktifa lancar (5%)

25%

10%

10%

TAMBAHAN
A. CAMELS > sama seperti 8.D.
B. CARA MENENTUKAN SUKU BUNGA KREDIT? Sama seperti nomer 6A.
NON PERFORMING LOAN > Kredit bermasalah atau disebut juga non
performing loan (NPL) dapat diartikan sebagai pinjaman yang mengalami
kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau faktor
eksternal di luar kemampuan debitur. NPL dapat diukur dari kolektibilitasnya.
C. 6 PILAR API
1. Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang
mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong
pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang
efektif dan mengacu pada standar internasional.
3. Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya
saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam
menghadapi risiko.
4. Menciptakan good corporate governance dalam rangka
memperkuat kondisi internal perbankan nasional.
5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung
terciptanya industri perbankan yang sehat.

6. Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen


jasa perbankan.
D. STRUKTUR PERBANKAN INDONESIA
struktur perbankan Indonesia dalam kurun waktu sepuluh sampai limabelas tahun
ke depan diharapkan akan terbentuk sebagaimana digambarkan sebagai berikut:

a) 2 sampai 3 bank yg mengarah kepada Bank internasional dg kapasitas


keamampuan beroperasi di wilayah internasional serta memiliki modal di atas
Rp 50 trilyun;
b) 3 sampai 5 bank nasional yg memiliki cakupan usaha dan beroperasi secara
nasional serta memiliki modal antara Rp 10 trilyun;
c) 30 sampai 50 bank yg kegiatan usahanya terfokus pada segmen usaha
tertentu ssesuai dg kapabilitas dan kompetensi masing-masing bank. Bank
tsb memiliki modal antara Rp 100 M s.d. Rp 10 Trilyun Rp;
d) BPR dan bank dg kegiatan usaha terbatas yg memiliki modal di bawah Rp
100 Milyar.

E. TUJUAN PENGAWASAN BANK


Tujuan pengawasan bank sebenarnya adalah menilai dua hal yang
terkandung di dalam kegiatan bank, yaitu resiko dan unsur atau sumber daya milik
bank yang dapat menangani atau mengendalikan resiko tersebut. Besarnya resiko
dalam suatu bank menunjukan besarnya potential problem yang dihadapi oleh bank
tersebut, sehingga untuk tidak potensial problem yang akan dialami bank atas

resiko yang terjadi maka pihak bank juga diperlukan sumber daya yang baik di
dalam mengelola bank. Sumber daya yang berrsipat kualitatif yaitu manajement,
adalah paling penting dan menduduki posisis sentral. Dalam pengertian sumber
daya kualiatif tersebut meliputi pula faktor dan kepengurusan, ketentuan dan
kebijaksanaan pemerintah serta perkembangan ekonomi. Sementara itu, tujuan
kedua dari pengendalian bank-bank adalah menilai kecukupan sumber daya yang
tersedia dan dapat disediakan oleh bank untuk menopang resiko. Antara resiko dan
sumber daya yang mengendalikannya merupakan alat untuk menentukan
kesehatan bank yang diwujudkan dalam ukuran-ukuran tertentu yang dikenal
sebagai Capital, Assets Quality, Management, earning dan Liqudity, Sensitifitas
(CAMELS). Di samping penilaian terhadap kepatuhan pada ketentuan yang berlaku
(compliance based supervision) pengawas juga melakukan penilaian terhadap
resiko yang terkandung pada suatu bank (risk based supervition).