Anda di halaman 1dari 9

Kasus Blades, Inc.

- Penilaian Eksposure Ekonomi


By: Debie Eko Nurcahyo on 19.02
Share it Please

inShare
Ringkasan Kasus
Penilaian Eksposure Ekonomi
Blades, Inc. adalah produsen sepatu roda asal Amerika dengan merek dagang Speedos.
Blades memiliki kontrak dengan importir Thailand untuk melakukan transaksi pembelian
Speedos selama 3 tahun (saat ini sudah berjalan selama 1 tahun) sejumlah 180.000 pasang
Speedos dengan harga 4.594 baht atau setara dengan $100. Peristiwa terbaru di Asia secara
fudamental akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara-negara di Asia, termasuk
Thailand. Hal ini sudah diindikasikan dengan menurunnya pengeluaran konsumen Asia untuk
pembelian produk pengisi waktu senggang seperti sepatu roda.
Selain mengekspor produknya ke Thailand, Blades juga mulai mengekspor Speedos ke
perusahaan ritel di Inggris, yakni Jogs,Ltd. Jogs telah berjanji untuk membeli 200.000 pasang
Speedos tiap tahun dengan harga 80 per pasang.
Dalam memproduksi Speedos, Blades mengimpor bahan baku berupa karet dan plastik
dari Thailand mengingat pertimbangan harga dan kualitas yang lebih baik. Seluruh ekspor dan
impor Blades dinyatakan dalam mata uang asing terkait, misalnya, Blades membayar impor
Thailand dalam baht. Untuk tahun mendatang, Blades memperkirakan akan mengimpor
komponen karet dan plastik dari Thailand untuk memproduksi 80.000 pasang Speedos dengan
biaya sekitar 3.000 bath per unit Speedos.

Pokok Permasalahan

Kondisi perekonomian negara-negara Asia, termasuk Thailand masih belum dapat


ditentukan arahnya, apakah akan terus menurun atau akan menunjukkan perbaikan. Jika
perekonomian Thailand terus menurun maka di khawatirkan akan mempengaruhi kinerja Blades.
Hal ini mengingat beberapa faktor, salah satunya adalah dampak depresiasi bath dan inflasi yang
akan mempengaruhi nilai tukar bath dengan dolar AS. Kemudian mengenai daya beli konsumen
Thailand yang dikhawatirkan terus menurun sehingga peusahaan importir Thailand tidak lagi
akan memperpanjang kontrak dengan Blades.

Landasan Teori

Eksposure fluktuasi kurs adalah salah satu resiko yang dihadapi oleh perusahaan
multinasional (MNC). Jika suatu perusahaan sangat terekspos fluktuasi kurs, maka perusahaan
dapat mempertimbangkan teknik untuk megurangi eksposure tersebut, tergantung dari bentuk
eksposure yang dihadapi. Eksposure ini terbagi kedalam 3 bentuk yaitu :

Eksposure transaksi

Eksposure ekonomi

Eksposure translasi

Eksposure transaksi adalah sebarapa jauh nilai transaksi kas masa depan akan
terpengaruh oleh fluktuasi kurs. Eksposure transaksi dapat menyebabkan dampak signifikan

terhadap laba perusahaan. Untuk menilai esposure transaksi, MNC perlu (1) mengestimasikan
arus kas bersih dalam tiap mata uang dan (2) mengukur potensi dampak dari eksposure mata
uang tersebut. Teknik yang dapat digunakan untuk menghadapi eksposure trasaksi antara lain
dengan melakukan lindung nilai futures, lindung nilai forward, lindung nilai pasar uang atau pun
lindung nilai opsi mata uang.
Eksposure ekonomi adalah tingkat dimana nilai sekarang arus kas suatu perusahaan akan
dipengaruhi fluktuasi kurs mata uang. Semua jenis antisipasi transaksi masa depan yang
menyebabkan eksposure transaksi juga akan menyebabkan eksposure ekonomi karena transaksi
ini mencerminkan arus kas yang dapat dipengaruhi oleh fluktuasi kurs. Untuk melihat besarnya
eksposure yang akan dihadapi perusahaan maka MNC harus melakukan penilaian terhadap
eksposer ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan mellihat laporan laba rugi untuk membuat
estimasi tersebut. Selanjtnya untuk melakukan pengurangan dampak eksposure ekonomi maka
MNC dapat melakukan restrukturisasi pada operasinya. Restrukturisasi ini melibatkan perubahan
sumber pembiayaan atau pendapatan ke lokasi lain dengan tujuan penyesuaian arus kas masuk
dan arus kas keluar dalam mata uang asing.
Dalam melakukan restrukturisasi operasi, MNC harus mempertimbangkan beberapa hal
berikut :
Apakah perusahaan harus berusaha untuk meningkatkan atau mengurangi penjualan di pasar asing
baru atau pasar asing yang telah dimasuki?
Apakah perusahaan harus meningkatkan atau mengurangi ketergantungan dengan pemasok asing?
Apakah perusahaan harus menambah atau menghapus fasilitas produksi untuk pasar asing?
Apakah perusahaan harus meningkatkan atau mengurangi tingkat hutang dalam satuan mata uang
asing?

Eksposure translasi terjadi saat MNC mentranlasikan data keuangan setiap anak
perusahaan ke dalam mata uang asal untuk konsolidasi laopran keuangan. Meskipun tidak
mempengaruhi arus kas, namun eksposure ini dipertimbangkan MNC karena dapat mengurangi
laba konsolidasi MNC dan karenanya menyebabkan penurunan harga saham. Umumnya laba
anak perusahaan, yang ditranslasikan dalam mata uang pelaporan pada laporang keuangan
konsolidasi, terpengaruh oleh perubahan kurs. Tindkat ekposure ekonomi tergantung dari hal
berikut : proporsi bisnis yang dilakukan oleh anak perusahaan asing; lokasi anak perusahaan
asing; dan metode akuntansi yang digunakan.
Pembahasan

Kondisi perekonomian di Thailand akhir-akhir ini tidak menguntungkan. Pergerakan nilai


bath sangat berfluktuasi dan investor asing telah kehilangan kepercayaan, sehingga modal keluar
dari Thailand dalam jumlah yang besar. Akibatnya bath mengalami depresiasi. Blades
memperoleh arus kas bersih dalam satuan bath, depresiasi bath yang terus berlanjut dapat
memberikan dampak buruk bagi Blades, karena arus kas bersih ini akan ditukar dengan dolar
yang lebih sedikit. Situasi ini menyusul terjadinya peristiwa terbaru di Asia yang secara
fundamental mempengaruhi perekonomian negar-negara Asia. Perekonomian di Thailand belum
dapat dipastikan apakah akan terus menurun seperti saat ini, ataukah akan membaik. Jika kondisi
perekonomian di Thailand terus menurun maka inflasi akan terus meningkat
Suatu Negara lebih memilih untuk menginvestasikan dananya pada negara yang
memiliki tingkat inflasi rendah. Jika inflasi suatu Negara naik, maka akan meningkatkan impor
dan mengurangi ekspor negara tersebut. Blades dapat menerima dampak negative dari inflasi di
Thailand jika konsumen Thailand memperbarui komitmen untuk tiga tahun berikutnya. Blades

tetap optimis dan yakin bahwa konsumen Thailand akan memperbarui komitmen untuk tiga
tahun berikutnya dengan harga tertentu saat perjanjian saat ini berakhir karena Asia Tenggara
akan memperlihatkan potensi pertumbuhan yang tinggi saat dampak peristiwa krisis berkurang.
Jika tidak memperbarui kontrak selama tiga tahun dengan harga tertentu yang telah
disepakati, maka seharusnya Blades dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Namun
karena telah melakukan kontrak dengan konsumen Thailand selama tiga tahun dengan mengikat
harga tertentu, maka keuntungan yang diterima Blades akan menurun. Apalagi Blades menerima
pembayaran dari konsumen Thailand dalam satuan bath. Ketika bath yang diterima Blades akan
dikonversikan ke dalam dolar maka nilainya akan lebih kecil dibandingkan yang diterima
sebelum masa melemahnya ekonomi Thailand.
Kondisi perekonomian Thaland belum menunjukkan titik terang akan adanya perbaikan
atau justru keterpurukan. Jika kondisi ekonomi semakin memburuk maka hal ini akan semakin
memperburuk kinerja keuangan Blades dan bahkan miungkin kontrak Blades dengan importir
Thalland tidak dapat berlanjut. Namun jika kondisi ekonomi mengalami perbaikan bahkan
kembali mencapai tingkat pertumbuhan tinggi sebelum peristiwa ekonomi yang memburuk
belakangan ini maka akan sangat mungkin importir Thailand akan memperpanjang kontraknya
dengan Blades.

Berikut ini adalah Laporan Laba/Rugi Blades dalam 3 skenario perubahan kurs spot bath
dan poundsterling 2 tahun ke depan untuk melihat dan mengukur eksposur ekonomi yang
dihadapi Blades :
Laporan Laba Rugi Blades Inc.
Skenario Kurs

Bath = $0.0220
= $1.530
Penjualan
(1) AS
(2) Thailand
(3) Ingris
Total

$
$
$
$

62.400.000,00
18.192.240,00
24.480.000,00
105.072.240,00

Harga pokok penjualan


(1) AS
(2) Thailand
Total
Laba Kotor

$
$
$
$

$
$
$
$

beban operasional
(1) AS : tetap
(2) AS : variabel(11% dari total penjualan)
total biaya
EBIT
tidak ada hutang jadi EBIT=EBT

Bath = $0.0209
= $1.485
$ 62.400.000,00
$ 17.282.628,00
$ 23.760.000,00
$103.442.628,00

$
$
$
$

57.400.000,00
5.280.000,00
62.680.000,00
42.392.240,00

$
$
$
$

57.400.000,00
5.016.000,00
62.416.000,00
41.026.628,00

$
$
$
$

2.000.000,00
11.557.946,40
13.557.946,40
28.834.293,60

$
$
$
$

2.000.000,00
11.378.689,08
13.378.689,08
27.647.938,92

$
$
$
$

Dengan melihat Laporan Laba Rugi Blades dalam 3 skenario kurs yang berbeda dapat
diketahui aliran kas yang masuk ke Blades dalam dolar. Dampak kurs terhadap pendapatan dan
beban Blades sekarang dapat dikaji. Tampilan di atas memberikan ilustrasi bahwa pada saat bath
dan poundsterling mengalami depresiasi terhadap dolar AS maka arus kas dalam dolar yang
diterima Blades mengalami penurunan. Jika bath terus terdepresiasi menjadi $ 0,0198 maka
aliran kas masuk Blades dari Thailand akan terus mengalami penurunan dibandingkan penjualan
yang diterima dengan kurs spot saat ini. Dari penurunan poundsterling sebelumnya maka jika
selanjutnya poundsterling mengalami perbaikan, terapresiasi sedikit terhadap dolar maka
penjualan yang diterima Blades dalam dolar juga mengalami peningkatan dari sebelumnya.
Jika dilihat dari total penjualan Blades keseluruhan yang dinilai dalam dolar maka kas
yang diterima dari penjualan pada kondisi terdepresiasinya mata uang bath dan poundsterling,
akan semakin kecil dolar yang diterima Blades. Jadi depresiasi bath dan poundsterling akan

mempengaruhi nilai total penjualan Blades dalam dolar, yakni semakin kecil jumlah dolar yang
diterima Blades.
Sementara itu, pada baris harga pokok produksi menunjukkan harga pokok produksi
Speedos di Thailand menjadi lebih rendah ketika dikonversikan dalam dolar. Hal ini terjadi
seiring depresiasi nilai bath, yang mengakibatkan lebih sedikitnya dolar yang dikeluaran oleh
Blades untuk harga pokok produksi. Harga pokok produksi di AS tidak mengalami perubahan
karena nilainya sudah dalam dolar AS. Blades tidak memiliki utang pada struktur modalnya, baik
dalam satuan dolar, bath maupun Thailand. Jadi perubahan kurs tidak mempengaruhi nilai bunga
yang harus dibayar oleh Blades.
Jadi kesimpulan umum yang dapat ditarik dari laporan Laba/Rugi Blades dalam 3
skenario perubahan kurs adalah depresiasi bath dan poundsterling akan membawa dampak
penurunan nilai kas masuk yang di terima Blades dalam satuan dolar. Namun demikian, hal ini
berdampal lain pada kas keluar Blades, harga pkok produksi yang dibayarkan dalam dolar
menjadi lebih murah dalam kondisi ini.
Jika bath dan poundsterling memiliki korelasi yang tinggi, misal jika bath mengalami
depresiasi 5 persen maka pondsterling juga akan mengalami depresiasi sebesar 5 persen maka
eksposure ekonomi yang dihadapi Blades termasuk kategori tinggi. Situasi yang terjadi adalah
Blades memiliki arus kas masuk dari dua mata uang yang memiliki korelasi yang tinggi, jika
keduanya mengalami depresiasi bersamaan dengan nilai yang sama besarnya maka Blades akan
mengalami kerugian yang cukup besar. Penjualan di Thailand dan Inggis akan menjadi rendah
jika dinilai dalam dolar. Tidak ada kompensasi silang dalam kondisi ini. Namun Blades juga
memiliki kesempatan memperoleh keuntungan besar jika bath dan poundsterling yang terkorelasi

tinggi mengalami apresiasi cukup besar. Hal ini akan menjadikan nilai penjualan yang diterma
Blades dalam dolar menjadi lebih banyak.
Seluruh ekspor dan impor Blades dinyatakan dalam mata uang asing terkait, misalnya
Blades membayar impor Thailand dalam baht. Transaksi ini memerlukan konversi mata uang,
kondisi ini mencerminkan terjadinya eksposur transaksi dan eksposur ekonomi sekaligus. Karena
arus kas dari transaksi tersebut dapat dipengaruhi oleh pergerakan kurs. Pergerakan kurs dapat
memiliki dampak besar pada arus kas yang berasal dari transaksi tersebut dalam hal ini akan
berpengaruh pada Blades, seperti juga yang terjadi pada transaksi yang membutuhkan konversi
mata uang seperti Thailand.
Setelah mengukur eksposur yang dihadapi, maka dapat dilihat bawasannya Blades
memiliki tingkat sensitivitas pendapatan terhadap kurs yang lebih tinggi dibandingkan bebannya.
Blades dapat mengurangi eksposur ekonomi dengan mengurangi tingkat sensitivitas pendapatan
terhadap kurs atau dengan meningkatkan tingkat sensitivitas beban terhadap kurs.
Sehingga eksposur ekonomi dapat dikelola dengan menyeimbangkan sensitivitas
pendapatan dan beban terhadap fluktuasi kurs. Untuk mencapai hal tersebut, Blades harus
mengenali bagaimana pendapatan dan bebannya terpengaruh oleh fluktuasi kurs. Untuk
perusahaan yang pendapatan lebih rentan seperti Blades, ia lebih mengkhawatirkan jika mata
uang asalnya terapresiasi terhadap mata uang asing, karena dampak pengurangan terhadap
pendapatan akan lebih besar dibandingkan dampak pengurangan beban. Ketika perusahaan
mengurangi eksposur ekonomi, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak merugikan ini tetapi
juga dampak menguntungkan jika nilai mata uang asal bergerak ke arah yang berlawanan.
Tindakan yang dapat dilakukan Blades untuk mengelola eksposure yang dihadapi adalah
dengan meningkatkan impor pembelian bahan baku Speedos dari Thailand. Depresiasi bath

membuat nilai yang harus dibayar Blades untuk bahan baku menjadi lebih murah. Implikasinya
adalah, meskipun Blades mengalami penurunan nilai pendapatan yang diterima dalam dolar
namun disaat yang bersamaan Blades mampu menghemat biaya (harga pokok produksi) menjadi
lebih rendah juga. Jika sebelumnya Blades mengimpor bahan baku dari Thailand untuk
meproduksi 80.000 unit Speedos maka jumlah ini lah yang harus ditingkatkan. Pembelian bahan
baku dari AS dikurangi dan sebagai gantinya memperbanyak impor bahan baku dari Thailand
dengan harga yang lebih rendah.
- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2011/12/kasus-blades-inc-penilaianeksposure.html#sthash.bfCawTNL.dpuf