Anda di halaman 1dari 4

Langkah-langkah dalam Model Pembelajaran Picture And Picture adalah sebagai berikut:

1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai


Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampai apaka yang menjadi Kompetensi Dasar
mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai
sejauh mana yang harus dikuasainya. Disamping itu guru juga harus menyampaikan
indicator-indikator ketercapaian KD, sehingga sampai dimana KKM yang telah ditetapkan
dapat dicapai oleh peserta didik.
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan
momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai
dari sini. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang selama
ini belum siap. Dengan motivasi dan teknik yang baik dalam pemberian materi akan menarik
minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari.
3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan
materi
Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses
pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh
temannya. Dalam pembelajaran bahasa Inggris atau bahasa Indonesia siswa dapat mencerikan
kronologi, jalan cerita atau maksud dari gambar yang ditunjukan. Dalam Pelajaran
Matematika dapat digambarkan tentang kubus, segitiga atau lainnya dari sini dapat
digambarkan mengenai diagonal, diagonal ruang, tinggi atau luas bidang.
Dalam pelajaran Geografi dapat ditunjukan bagaimana dengan proses terjadinya batuan.
Ingatlah bahwa JIKA DAPAT DI VISUALKAN kenapa harus pakai kata-kata. Dengan
Picture atau gambar kita akan menghemat energy kita dan siswa akan lebih mudah
memahami materi yang diajarkan.
Dalam perkembangakan selanjutnya sebagai guru Anda dapat memodifikasikan gambar atau
mengganti gambar dengan video atau demontrasi yang kegiatan tertentu seperti membuat
kopi, menggoreng tempe dan sebagainya.
4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan
gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi, karena penunjukan secara langsung
kadang kurang efektif dan siswa merasa terhukum. Salah satu cara adalah dengan undian,
sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang harus diberikan.
Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutan, dibuat, atau dimodifikasi.
Jika menyusunan bagaiaman susunananya. Jika melengkapi gambar mana gambar atau
bentuknya, panjangnya, tingginya atau sudutnya.
Perlu di ingat uratan dalam pembuatan harus benar sebagai contoh dalam matematikan untuk
menggambar diagonal ruang adalah langkah yang harus dilakukan dengan benar sampai
ditemukan diagonal ruangnya.
Untuk menceritakan gambar dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia ada urutan-urutan
yang harus dilakukan.
5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
Setelah itu ajaklah siswa menemukan rumus, tinggi, jalan cerita, atau tuntutan KD dengan
indicator yang akan dicapai. Ajaklah sebanyak-banyaknya peran siswa dan teman yang lain
untuk membantu sehingga proses diskusi dalam PBM semakin menarik.
6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi
sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
Dalam proses diskusi dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan penekanan-

penekanan pada hal ini dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan
atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam
pencapaian KD dan indicator yang telah ditetapkan.
Pastikan bahwa siswa telah menguasai indicator yang telah ditetapka.
7. Kesimpulan/rangkuman

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture to Picture


Salah satu model pembelajaran kooperatif yang mejadi bahan Penelitian Tindakan Kelas
( PTK ) adalah model picture to picture. Pembelajaran dengan menggunakan model ini
menitikberatkan kepada gambarsebagai media penanaman sutu konsep tertentu. Gambargambar yang disajikan atau diberikan menjadifactor utama dalam proses pembelajaran karena
siswa akan belajar memahami suatu konsep atau fakta dengan cara mendeskripsikan dan
menceritakan gambaryang diberikan berdasarkan ide/gagasannya. Dalam proses
pembelajarannya penggunaan media gambar dapat memberikan kesempatan kepada siswa
untuk aktif, kreatif dan menemukan sendiri dengan bantuan guru materi yang dipelajari.
Media gambar menurut Riyanto (1990) merupakan salah satu jenis bahasa yang
memungkinkan terjadinya komunikasi, yang diekspresikan lewat tanda dan simbol. Media
gambar merupakan salah satu jenis bahasa yangmemungkinkan terjadinya komunikasi, yang
diekspresikan lewat tanda dan simbol.
Jenis jenis media gambar menurut menurut Riyanto (1990) dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
1.Foto dokumentasi; menyangkut dokumen yang berhubungan dengan nilai sejarah.
2.Foto aktual; gambar atau problem aktual ini menggambarkan kejadian kejadian atau
problem aktual.
3.Gambar atau foto reklame; gambar ini bertujuan untuk mempengaruhi manusia dengan
tujuan komersial. Gambar ini terdapat dalam surat kabar, majalah-majalah, buku-buku,
poster-poster. Gambar ini dapatdigunakan sebagai media pendidikan dalam pelajaran
ekonomi, pengetahuan sosial,bahasa dan lain-lain.
4.Gambar atau foto simbolik; jenis ini terutama dalam bentuk simbol yang mengungkapkan
pesan tertentu, misalnya gambar ular yang sedang makan kelinci merupakan simbol yang
mengungkapkan suatu kehidupan manusia yang mendalam.
Sudjana dan Rivai (2002) mengungkapkan beberapa kelebihan pembelajaran dengan
mengunakan media gambar sebagai berikut:
a. konkrit, lebih realistis dan menunjukkan pokok masalah atau pesan yang akan
dikomunikasikan bila dibandingkan media verbal.
b. dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
c. dapat mengatasi keterbatasan indera
d. dapat memperjelas suatu masalah yang kompleks
e. murah harganya dan mudah diperoleh.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model
picture to picture mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan model yang lainnya
yaitu :
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.
3. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
4. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
5. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya
Sedangkan Koyok dan Zurkarimen dikutip Moh Uzer Usman (1992), berpendapat bahwa
kelemahan media gambar adalah gambar hanya menekankan persepsi indera mata dan
gambar yang terlalu kecilkurang efektif dalam kegiatan pengajaran. Begitu pula dengan
Riyanto (1990), memberikan beberapa kelemahan dari penggunaan media gambar sebagi
berikut:
(1) tafsiran orang yang melihat gambar akan berbeda akan terjadi ketidak samaan dalam
penafsiran gambar,
(2) gambar hanya menampilkan persepsi indera mata,
(3) gambar hanya disajikan dalam ukuran kecil mengakibatkan kurang efektif untuk proses
pengajaran.
Langkah-langkah pembelajaran dengan model picture to picture adalah sebagai berikut :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Langkah pertama ini sangat penting disampaikan kepada siswa agar mereka dapat mengukur
sejauh mana materi yang harusdikuasainya. Di samping itu guru juga harus menyampaikan
indikator-indikator ketercapaian kompetensi dasar, dengan tujuan agar siswa dapat mencapai
kriteria ketuntasan mninimal yang ditetapkan
2. Guru menyajikan materi sebagai pengantar pembelajaran Penyajian materi sebagai
pengantar merupakan hal yang sangat penting diberikan oleh guru dengan tujuan
mengarahkan siswaagar mencapai tujuan yang ditetapkan . Dalam penyampaiannya , guru
haruslah kreatif mencari cara dan teknik yang baik agar siswa termotivasi untuk belajar lebih
dalam tentang materi yang akan dipelajari
3. Guru menunjukkan gambar atau memperlihatkan gambar yang berhubungan dengan
materi Dalam langkah ini, guru memperlihatkan beberapa gambar yang yang berhubungan
dengan materi yang akan diajarkan dan menanyakan kepada siswa tentang nama, ciri-ciri
benda yang ditunjukkan .
4. Guru memberikan kumpulan gambar kepada siswa dalam kelompok. Dalam langkah ini
guru haruslah dapat melakukan inovasi agar gambar yang menjadi media untuk model
pembelajaran ini dapat menarik dan memotivasi siswa untuk memahami suatu konsep yang
diajarkan
4. Siswa mengamati gambar- gambar dan mengklasifikasi ciri-ciri. Pada langkah ini, siswa
dalam kelompok mengamati gambar-gambar yang diberikan guru. Siswa melakukan diskusi
kelompok untuk menentukan nama, ciri-ciri benda yang diamati. Hasil diskusi kelompok
dicatat dalam catatan khusus , dipandu dengan lembaran kerja siswa yang dibuat guru
5. Siswa mengemukan pendapat/mempresentasikan alasan pemikiran. Siswa dilatih untuk
mengemukan alasan pemikiran atau pendapat tentang hasil diskusi kelompoknya dengan cara
melaporkan hasilnya di depan kelas. Dalam lngkah ini peran guru sangatlah penting sebagai

fasilitator dan motivator adar siswa bernai mengemukan pendaptnya. Biasanya siswa pada
kelas rendah tidak berani untuk berbicara kecuali dituntun dan dimotivasi oleh gurunya.
6. Guru bersama sama dengan siswa melakukan diskusi kelas tentang hasil pemikiran dari
tiap kelompok. Guru dapat meotivasi dan mengajak siswa untuk berdiskusi, bertanya kepada
teman yang melaporkan pekerjaannya di depan kelas. Pekerjaan ini sangat sulit dilakukan,
sehingga guru harus berinovasi agar siswa mau bertanya dan menjawab pertanyaan gdari
temannya maupun dari guru. Guru bisa membantu dengan memberikan kalimat yang belum
lengkap sehingga siswa bisa melanjutkan apa yang akan disampaikan.
7. Penarikan kesimpulan pembelajaran bersama-sama. Langkah terakhir pada pembelajaran
dengan model picture to picture adalah guru mengajak siswa untuk dapat bersama-sama
menyimpulkan materi yang dipelajari dengan kata-kjata dan bahasasendiri. Pada langkah ini ,
guru harus sering melakukan penekanan-penekanan pada hal yang ingin dicapai dengan
meminta siswa lain mengulangi, dan menuliskan kembali konsep-konsep yang ingin
dicapaisesuai dengan indikator yang harapkan.