Anda di halaman 1dari 33

Konsep Dasar Infeksi,

Keselamatan dan
Keamanan
Ani Sutriningsih

Suatu keadaan penyakit akibat masuknya


pathogen dalam/pada tubuh
Masuknya mikroorganisme dalam tubuh

Jenis
Bakteri
Virus
Spora dll.

Sifat
Pathogen
Non Pathogen
Berguna

INFECTION CYCLE
1

Agen
Infeksius
2

6
Hospes yang
rentan

Reservoir

5
Pintu masuk
menuju
hospes yang
rentan

3
Pintu keluar
dari
reservoir
4
Metode
transmisi

AGEN INFEKSIUS
AGEN BIOLOGI
BACTERI, VIRUS, JAMUR, PROTOZOA,
RICKETTSIA
AGEN KIMIA
PESTICIDA, FOOD ADDITIVES, OBAT,
INDUSTRI KIMIA
AGEN FISIK
PANAS, CAHAYA, POLUSI, RADIASI

RESERVOIR
MANUSIA
SAL NAFAS, SAL CERNA, SAL KEMIH, SAL
REPRODUKSI, DARAH, JARINGAN

TANAMAN
BINATANG
NYAMUK, BURUNG, KUCING,

LINGKUNGAN

PINTU KELUAR DARI RESERVOIR


(PORTAL OF EXIT FROM RESERVOAR)
SAL NAFAS: HIDUNG/MULUT (BERSIN,
BATUK, BERNAFAS, BICARA) ,
TRACHEOSTOMY
SAL CERNA : MULUT (SALIVA,
MUNTAHAN) , ANUS, FESES, OSTOMY
SAL KEMIH: MEATUS URETRA, SEMEN,
URINE
SAL REPRODUKSI: VAGINA, MEATUS
URETRA
DARAH: LUKA TERBUKA, AREA TUSUKAN,
JARUM, KERUSAKAN PADA PERMUKAAN
KULIT ATAU MEMBRAN MUKOSA

METODE PENYEBARAN
PENYEBARAN LANGSUNG
SENTUHAN, GIGITAN, CIUMAN, HUB SEX
DROPLET : BERSIN, BATUK, BICARA
PENYEBARAN TIDAK LANGSUNG
PENYEBARAN MLL MEDIA: AIR,
MAKANAN, MAINAN, PAKAIAN KOTOR,
PERALATAN MASAK/MAKAN, INSTRUMEN
BEDAH
PENYEBARAN MLL VEKTOR:
HEWAN/SERANGGA
PENYEBARAN UDARA
DROPLET

Setiap individu yg beresiko mengalami


Infeksi
NATURAL

IMMUNITY : CONGENITAL OR
ACQUIRED IMMUNODEFICIENCIES
NORMAL FLORA : ALTERATION OF
NORMAL FLORA BY ANTIBIOTIC THERAPY
AGE : INFANT AND OLDERY CLIENT
HORMONAL FACTORS : DIABETES,
CORTICOSTEROID THERAPY
PHAGOCYTOSIS : DEFECTIVE
PHAGOCYTIC FUNCTION, CIRCULATORY
DISTURBANCES

SKIN

/ MUCOUS MEMBRANES / NORMAL


EXCRETORY SECRETIONS : BREAK IN
SKIN ; INTERFERENCE WITH FLOW OF
URINE, TEARS OR SALIVA ;
INTERFERENCE WITH COUGH REFLEX OR
CILIARY ACTION ; CHANGE IN GASTRIC
SECRETIONS
MALNUTRITION
ENVIROMENTAL FACTORS : SMOKING,
ALCOHOL CONSUMPTION, INHALATION
OF TOXIC CHEMICALS
MEDICAL INTERVENTIONS : INVASIVE
THERAPY, CHEMOTHERAPY, SURGERY,
STEROID THERAPY, RADIATION THERAPY

TAHAPAN PROSES INFEKSI


PERIODE INKUBASI
Periode sejak masuknya kuman ke
dalam tubuh sampai dengan
munculnya gejala.
PERIODE PRODROMAL
Periode sejak munculnya gejala
umum sampai dengan munculnya
gejala spesifik (individu infeksius)

Cont
PERIODE SAKIT
Gejala spesifik terus berkembang
dan menimbulkan manifestasi pada
organ yang terinfeksi dan seluruh
tubuh
PERIODE KONVALENSI
Berlangsung sejak menurunnya
gejala sampai individu kembali
sehat

INFEKSI NOSOKOMIAL

ADALAH INFEKSI YANG DIDAPAT KLIEN KETIKA DIRAWAT DI


RUMAH SAKIT
KRITERIA :

PADA WAKTU KLIEN MULAI DIRAWAT DI RS TIDAK


DIDAPAT TANDA-TANDA KLINIK DARI INFEKSI TSB
PADA WAKTU KLIEN MULAI DIRAWAT DI RS TIDAK
SEDANG DALAM MASA INKUBASI DARI INFEKSI TSB
TANDA INFEKSI BARU TIMBUL SEKURANGKURANGNYA SETELAH 3 X 24 JAM SEJAK MULAI
PERAWATAN
INFEKSI TERSEBUT BUKAN MERUPAKAN SISA
(RESIDUAL) DARI INFEKSI SEBELUMNYA
BILA SAAT MULAI DIRAWAT DI RS SUDAH ADA TANDATANDA INFEKSI, DAN TERBUKTIINFEKSI TERSEBUT
DIDAPAT KLIEN KETIKA DIRAWAT DI RS YANG SAMA
PD WAKTU TANG LALU, SERTA BELUM PERNAH
DILAPORKAN SEBAGAI INFEKSI NOSOKOMIAL

BATASAN KLINIK
DEMAM YANG MENCAPAI 38,5 C ATAU LEBIH, YANG BERTAHAN
MINIMAL 24 JAM, ATAU YANG BERULANG PALING SEDIKIT 4 KALI
DALAM 24 JAM DENGAN ATAU TANPA PEMBERIAN ANTIPIRETIK.
SUHU BADAN DIUKUR SECARA AKSILAR SELAMA 5 MENIT, DIULANG
SETIAP 3 JAM
APABILA KLIEN MENUNJUKKAN GEJALA SEPSIS DENGAN ATAU
TANPA TANDA-TANDA SHOCK, SUHU TUBUH DIUKUR SECARA ORAL
ATAU REKTAL

BATASAN LABORATORIK

DITEMUKAN KUMAN PADA BIAKAN DARAH

DITEMUKAN KUMAN PADA BIAKAN UJUNG KATETER PEMB. DARAH

1. Bakterimia terjadi setelah tindakan


invasif yang dilakukan di RS:
Terapi parenteral (infus/tranfusi)
Pungsi lumbal
Kateterisasi
Endoscopy
Biopsi
Tindakan Bedah
dll

2. Bakterimia yang baru terjadi sesudah


klien dirawat di RS selama 3 X 24 jam
atau lebih
3. Khusus untuk neonatus:
3 hari pada partus fisiologis
5 hari pada partus pathologis
Bila didapatkan port d entry yang jelas

Usaha-Usaha Pencegahan Infection


Reservoir

: Destroying (Mosquito
eradication, Garbage disposal,
Sewage treatment)

Portal Of Exit

:
Blocking (Masking, Gloving,
Isolation, Condome use)

Portal Of Entry

Usaha-Usaha Pencegahan Infeksi


Mode Of
Transmission

Susceptible
Host

Blocking
Sterile

technique

Body

substance Isolation

Hand

Washing

Reducing
Vaccination
Optimal

Rest

Optimal

Nutrition

PROCEDURES
CLEANING
DECONTAMINATION
DESINFECTIOS
STERILIZATION
HANDWASHING AND SURGICAL HANDWASHING
APPLYING A SURGICAL MASK
PERVORMING OPEN GLOVING AND REMOVAL OF SOILED
GLOVES
PERFORMING GOWNING AND CLOSED GLOVING
ISOLATION

Segala usaha pencegahan


penularan kuman
pathogen dari sumber
infeksi (klien/carier) ke
orang /klien lain

Strick Isolation
Respiratory Isolation
Enteric Precaution
Wound & Skin Precaution
Blood Precaution
Discharge Precaution
Protective Isolation

SYARAT-SYARAT

ISOLATION ROOM

Mempunyai batas yang jelas


Lingkungan tenang, cukup
ventilasi & penerangan
Alat-alat cukup & tersendiri
Cukup obat-obat desinfektant
Bentuk ruangan memudahkan
observasi

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan


Cuci tangan sebelum dan sesudah masuk R.
Isolasi, menyentuh bagian tubuh
pasien/pakaian-alat yang ada
Cuci tangan minimal menggunakan sabun
(antiseptik)
Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir
Menggunakan sarung tangan khusus bagi
yang kontak dengan pasien atau bahan yang
menular

Masker digunakan apabila pasien dengan


kasus respirasi

Scort/jas khusus digunakan


Di Pintu R. Isolasi dipasang label
berwarna (ex. Merah untuk strick
isolation, putih untuk protective
isolation dll)
Penampung bahan lab : biru (AWAS
BAHAN MENULAR)
Petugas mendapat vaksinasi

NURSING HISTORY:
THE DEGREE TO WHICH A CLIENT IS A RISK OF
DEVELOPING AN INFECTION
ANY CLIENT COMPLAINTS SUGGESTING THE PRESENT
OF AN INFECTION
PHYSICAL HEALTH DATA
LOCALIZED INFECTION
LOCALIZED SWELLING: LOCALIZED SWELLING,
LOCALIZED REDNESS, PAIN OR TENDERNESS WITH
PALPATION OR MOVEMENT
PALPABLE HEAT AT THE INFECTED AREA
LOSS OF FUNCTION OF THE BODY PART

Cont
SYSTEMIC INFECTION: FEVER, INCREASED
PULSE AND RR, MALAISE, ANOREXIA,
VOMITING, ENLARGEMENT AND
TENDERNESS OF LYMPH NODES
LABORATORY DATA
ELEVATED LEUKOCYTE, INCREASED IN
SPECIFIC TYPED OF LEUKOCYTE, ELEVETED
ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE,
PRESENT MICROORGANISM IN URINE,
BLOOD OR OTHER DRAINAGE CULTURES

HIGH RISK FOR INFECTION


ALTERED ORAL MUCOUS
MEMBRANE
HIGH RISK ALTERED BODY
TEMPERATURE
IMPAIRED SKIN INTEGRITY
IMPAIRED PHYSICAL MOBILITY
ALTERED NUTRITIONS
PAIN
SOCIAL ISOLATION
SELF ESTEEM DISTURBANCE
ANXIETY
FEAR
HOPELESSNESS

SUSCEPTIBLE HOST: INTACT IMMUNE SYSTEM, BALANCED


NUTRITION, SKIN INTEGRITY
INFECTIOUS AGENT: CLEANING, DESINFECTION,
STERILIZATION
RESERVOIR OF SOURCE: HYGIENE, DRESSING CHAGES,
DISPOSAL OF FLUID CONTAINER, CHANGE SOILED LINEN
PORTAL OF EXIT FROM RESERVOAR OF SOURCE: CLEAN
DRESSING OVER WOUNDS, COVER MOUTH AND NOSE WHEN
COUGHING OR SNEEZING
MODE OF TRANSMISSION - PORTAL OF ENTRY TO HOST:
WEAR GLOVES, MASKS, GOWNS, GOGGLES ; MEDICAL OR
SURGICAL ASEPSIS ; PROPER DISPOSAL OF CONTAMINATED
OBJECTS, HANDWASHING

KESELAMATAN &
KEAMANAN
Keselamatan

(safety)
adalah kondisi ketika individu,
kelompok, atau masyarakat
terhindar dari segala bentuk
ancaman /bahaya
Keamanan (security)
adalah kondisi aman dan tentram,
bebas dari ancaman /penyakit

FAKTOR YG MEMPENGARUHI
KESELAMATAN & KEAMANAN
Usia

Perubahan

Persepsi-Sensorik
Gangguan Kesadaran
Mobilitas dan Status Kesehatan
Keadaan Emosi
Kemampuan berkomunikasi
Pengetahuan tentang keamanan
Gaya hidup
Lingkungan

TINDAKAN PENCEGAHAN
TERHADAP BAHAYA CEDERA
Bayi

Anak-anak
Pra

sekolah
Usia sekolah
Remaja
Langkah-langkah berfokus pada :
a. Observasi dan perkiraan
kemungkinan bahaya
b. Pendidikan klien

KEBIJAKAN RS TERKAIT
KESELAMATAN KLIEN
Kecelakaan

yang disebabkan oleh


klien (client-inherent accident)
Kecelakaan terkait prosedur
(procedure-related accident)
Kecelakaan terkait peralatan
(equipment-related accident)

TUGAS INDIVIDU
RINGKASAN

ANATOMI
FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN
(DISERTAI GAMBAR)

SELAMAT BELAJAR