Anda di halaman 1dari 7

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

MODUL PEMBELAJARAN
KOMPOSISI FOTO DIGITAL

Oleh :
SITI MUSTIANI

PANDUAN PEMBELAJARAN SMK


SMK MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK JURUSAN
MULTIMEDIA
KALIMANTAN BARAT
2014
1

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

BAB I
SEJARAH FOTOGRAFI
A. Pendahuluan
Selamat berjumpa pada modul ini dalam kegiatan belajar 1.
Pada kegiatan belajar ini akan diuraikan mengenai sejarah fotograf
sebagai uraian awal sebelum Anda mempelajari uraian selanjutnya
agar Anda dapat lebih memahami fotograf dengan baik. Apakah
Anda sudah siap mengikutinya, jika Anda sudah siap Anda dapat
membacanya dengan seksama uraian kegiatan belajar ini.
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul kegiatan 1 ini diharapkan Anda
memahami sejarah fotograf dan mengetahui bagaimana awalnya
perkembangan fotograf dengan benar.
Tujuan Instruksional Khusus
Dengan modul kegiatan belajar 1 ini Anda diharapkan dapat
memahami hal-hal sebagai berikut:
- Asal mula fotograf.
- Kamera yang telah dihasilkan
- Bahan peka dalam memotret.
- Tokoh-tokoh dalam fotograf.
Untuk itu pelajarilah kegiatan belajar ini dengan baik. Selamat
mengikuti Uraian berikut ini.
B. Uraian
1. Asal Mulanya
Fotograf seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil dari
penemuan. Yang pertama dalam bidang ilmu alam menghasilkan
kamera, yang kedua dalam bilang kimia menghasilkan flm. Asal
mulanya kedua penemuan itu tidak ada hubungannya satu sama
lain
dan
sebelum
masing-masing
sampai
kepada
kesempurnaannya seperti yang telah kita kenal sekarang serta
melahirkan penemuan baru yaitu fotograf, telah panjang yang
ditempuh baik oleh kamera manapun oleh flm.
a. Kamera Obscura
Berabad-abad yang lalu orang telah mengetahui kalau
cahaya lurus dari sebuah lobang kecil kedalam sebuah
ruangan yang gelap maka pada dinding dihadapannya
kelihatan bayangan dari apa yang ada dimuka lubang itu.
Hanya dalam keadaan terbalik, yang diatas kebawah dan
sebaliknya. Ruangan itu disebut Kamera Obscura yang
artinya tidak lain dari pada kamar gelap. Dari perkataan
2

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

kamera obscura itulah lahir perkataan kamera, nama yang


diberikan untuk alat pemotret.
Inilah yang mula-mula disebut Kamera Obscura
(kamera=kamar, Obscura=gelap), yaitu sebuah ruangan yang
gelap dengan lubang kecil pada salah satu dindingnya.
Siapa yang mula-mula membuat kamera obscura
berupa alat untuk menangkap bayangan tidak dapat
dipastikan. Banyak ilmuan yang pada zamannya menulis
tentang alat itu termasuk Ibnu Al Haitam, Roger Bacon,
Cpernicus, Kepler, Leonardo da Vinci, Newton dan Descartes.
Giovani Battista Della Porta adalah orang pertama yang
melengkapi alat kamera obscura dengan sebuah lensa
sederhana.
b. Pinhole Kamera
Dalam bentuknya yang paling sederhana, alat untuk
memotret berupa sebuah kotak yang terttutup dengan sebuah
lubang pada salah satu dindingnya. Dalam bahasa aslinya
kamera ini disebut Pinhole Camera yang artinya lubang
jarum. Pada pinhole kamera tidak terdapat lensa melainkan
lubang besar ujung jarum. Lubang yang kecil itulah yang
meluruskan cahaya untuk penyinaran.
Gambar menunjukkan sebuah pinhole kamera dengan
lubang sebesar ujung jarum untuk meluruskan cahaya
penyinaran. Yang menjulur kebawah gunanya untuk menutup
lubang.
c. Bahan Peka
Apakah anda mengetahui apa yang digunakan dalam
memotret. Yang pasti apapun kamera yang digunakan, yang
sederhana atau yang mutakhir, kita tidak dapat memotret.
Bila perak nitrat dicampur kapur lalu terkena cahaya akan
berubah, mula-ula merah tua lalu lembayang biru. Dengan
menyinari campuran itu pada cayaha maka memotret kalau
tidak ada bahan yang peka akan cahaya. Kalau bahan peka itu
seperti yang terdapat pada flm sekarang telah disinari dan
kemudian dicuci, bahan peka itu mengahsilkan negatif. Dari
negatif dicetak gambar positif yang bernama foto. Baik pada
negartif maupun pada foto, gambar hitam-putih dibentuk oleh
berjuta-juta butir perak logam.
Adapun bahan kimia yang peka akan cahaya sudah
diketahui orang sebelum abad ke 12 Zuber seorang ahli kimia
bangsa Arab telah menemukan perak nitrat yang peka akan
cahaya, kemudian Carl Wilhelm Scheele menemukan bahwa
3

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

perak nitrat lebih cepat berubah bila kena sinar lembayung.


Jadi pada waktu itu orang telah mengetahui bahwa cahaya
matahari dapat diuraikan melalui sebuah prisma. Sceele pula
yang dapat menetapkan perubahan itu, sehingga tidak lenyap
kembali, untuk itu dia menggunakan amoniak.
2. Tokoh-Tokoh Fotograf
a. Thomas Wedgwood (1771-1805)
Dalam tahun 1802 di Inggris Thomas Wedgwood
menemukan suatu metode untuk memindahkan gambar atau
lukisan yang terdapat pada sebidang kaca dengan cahaya
keatas atau kulit yang dibuatnya peka lebih dahulu dengan
perak nitrat atau perak Chloride. Juga gambar-gambar silhuet
dapat dibuatnya dengan cara yang sama. Tetapi ketika
gambar-gambar itu terkena cahaya, gambar-gambar tersebut
lenyap kembali. Dia hanya dapat melihat eksperimennya itu
dengan cahaya lilin saja. Wedgwood belum dapat membuat
gambar-gambar itu menjadi permanent, walau temantemannya mungkin sudah mengetahui tentang percobaan
yang dilakukan oleh Scheele untuk menetapkan gambar
dengan amoniak.
b. Jospeh Nicephore Niepce (1765-1833)
Di Prancis Joseph Nicephore Niepce melakukan berbagai
percobaan dengan kamera yang dilengkapi dengan lensa.
Begitu pula dengan macam-macam bahan kimia. Dalam tahun
1816 dia berhasil membuat gambar negatif dengan cahaya
diatas kertas yang dibuatnya peka lebih dahulu dengan perak
chloride. Kemudian dalam tahun 1822 dia melumarkan larutan
aspal dalam minyak lavendear ke atas sebidang plat yang
terbuat dari campuran timah hitam dan timah putih. Sesudah
itu menyinarinya dalam kamera berjam-jam lamanya pada
terik panas matahari. Plat yang telah disinari itu diolahnya
dalam campuran 1 bagian minyak lavender dengan 10 bagian
minyak tanah. Campuran minyak lavender dan minyak tanah
itu dengan lambat melarutkan bagian aspal yang tidak kena
cahaya, sedangkan langsung mendapat gambar yang positif.
Pada tahun 1829 Niepce menukar plat timah dengan
plat yang disepuh dengan perak. Mungkin penemunya inilah
yang membawa Deguerre kemudian bekerjasama dengannya
dalam penemuan berupa plat yang dibuat peka dengan perak
kemudian diberi uap iodina. Nipce menginggal sebelum
kerjasamanya
mencapai
hasilyang
didambakannya,
kerjasamanya itu dilanjutkan oleh putranya bernama Isidore.
4

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

c. Louis Jacques Mande Daguerre (1787-1851)


Terpisah dari Niepce, mulamula Deguerre membuat
percobaan-perxobaan pula untuk membuat permanen hasil
pemotretannya. Pada tahun 1826 Deguerre berkenalan
dengan Niepce. Tiga tahun kemudian meraka membuat
persetujuan untuk saling menukar pengalaman. Sebelum
tercapai suatu hasil bersama, Joseph meninggal.
Deguerre melumarkan selapis perak ke atas sebidang
tembaga yang dipoles licin, kemudian diuapinya dengan
iodina dalam kamar gelap. Perak yang diuapi dengan uap
iodonia inilah yang seteleh kering menjadi peka akan cahaya.
Tembaga dengan bahan peka inilah yang disinarinya dalam
kamera selama 30 menit. Tembaga yang telah disinari itu
diuapinya dengan uap air raksa dalam tabung yang dapat
dipanaskan. Dari kaca yang berwarna dia dapat melihat
perkembangan reaksi yang terjadi sampai gambar yang
tadinya laten cukup muncul. Gambar ini ditetapkannya
dengan hipo. Proses yang ditemukan Deguerre ini terkenal
dengan nama Dsguerreotipi. Penemuan Deguerre ini dibeli
oleh pemerintah Prancis dan pada tanggal 15 Juni 1839 Raja
Louis Phillipe mengukuhkan pembelian penemuan baru itu
sebagai hadiah untuk seluruh dunia.
d. William Hendry Fox Talbot (1800-1877)
Pada zaman Deguerre, di Inggris William Hendry Fox
Talbot giat pula melakukan percobaan sehingga akhirnya
menemuan suatu proses untuk membuat foto dengan pinhole
kamera. Sehingga bahan peka dia menggunakan perak nitrat
kemudian perak chloride. Dengan bahan peka tersebut yang
di lumarkannya diatas selembar kertas pada tahaun 1855 dia
berhasil memotret rumahnya. Tidak lama kemudian dia
menemukan perak bromida yang jauh leih peka.
Talbotla yang mula mula menggunakan obat
pengembang untuk menimbulkan bayangan laten dari hasil
pemotretannya dan kemudian menetapkan gambar yang
sudah timbul itu dengan natrium thiosulfat atau hipo yang
ditemukan oleh John Hershel dalam tahun 1819. sampai
sekarang
ternyata
hipo
itumasih
digunakan
untuk
menetapkan. Kemudian negativf kertas itu dibuatnya tembus
cahaya dengan lilin. Dari negatif kertas ini dicetaknya gambar
positif pada kertas pula yang sebelumnya dilumarinya dengan
perak chlorida sehingga merupakan sebuah foto. Bahan
pengembangan yang digunakan cuka gallik, proses ini
5

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

terkenal dengan nama kalotipi yang kemudian disebut juga


Talbottipi.
Dengan adanya urutan tahap-tahap pengolahan yang
dilakukan oleh Talbot dalam menciptakan sebuah foto yaitu
memotret, mengembangkan bayangan laten, menetapkannya
kemudian mencetak foto dari negatif pada selambar kertas
yang peka, maka lengkaplah tahap-tahap pembuatan foto
seperti yang dilakukan sekarang. Itulah sebabnya orang sering
menyebut Talbot sebagai bapak fotograf moderen, walaupun
hasil penemuan Talbot pada waktu itu tidak mengimbangi
antusiasme
orang-orang
di
Eropa
daratan
dengan
Daguerreotipi.
e. George Easman (1854-1932)
Bukan di Eropa saja orang giat dalam bidang fotograf
yang baru ditemukan itu, akan tetapi juga di Amerika Serikat.
Salah seorang diantaranya ialah George Easman. Dia memulai
karirnya dalam bidang fotograf sebagai tukang membuat plat
yaitu kaca yang dilumuri dengan gelatin dimana terdapat
ahan peka. Mula mula dia hanya dapat membuatnya dalam
jumlah yang terbatas saja. Dalam tahun 1879 dia berhasil
membuat sebuah alat yang dapat membuat peka banyak
sekali. Ketika tahun 1888 dia memasarkan kamera Box
dengan merk Kodak yang mudah cara menggunakannya,
terjadilah suatu revolusi dalam bidang fotograf. Apalagi
setelah dia menjual gulungan flm dengan alas seluloid pada
tahun 1891 yang dapat dimasukan ke dalam kamera pada
cahaya terang sehingga lebih memudahkan lagi pekerjaan si
pemotret.
Hanya kamera dan flm yang terjangkau oleh kantong
rakyat Indonesia waktu itu, maka pada tahun 30-an fotograf
sempat menyentuh perhatian beriu-ribu penggemar dinegri
kita ini. Demikian populernya fotograf waktu itu sehingga
dapat menambah perbendaharaan kata-kata dalam bahasa
Indonesia. Kamera disebut Kodak dan berpotret dakatakan
Berkodak.
Tidak percuma Easman memilih perkataan Kodak yang
tidak ada artinya kecuali maksudnya supaya mudah diingat
dan diucapkan oleh semua orang dimuka bumi ini. Suskses
yang dicapai Easman lebih-lebih karana waktu itu dibanyak
Negara dan tempat terdapat perwakilannya atau cabang
perusahaannya. Disitu orang dapat memproses flm yang
telah disinari, kemudian membuat fotonya dengan ongkos
yang tidak mahal. Dengan semboyan You push the button
6

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani

Modul Pembelajaran Komposisi Foto Digital

www.sitimustiani.com

we do rest yang artinya Anda menekan tomol, kami


melakukan selebihmya , Kodak menjelajahi dunia dengan
jayanya.
C. Rangkuman
1. Asal mulanya fotograf menggunakan kamera Obscura dan
Pinhole Kamera.
2. Bahan peka yang bisa digunakan dalam memotret yaitu perak
nitrat, bahan yang peka akan cahaya.
3. Tokoh-tokoh dalam fotograf yaitu Thimas Wedgwood, Joseph
Nicephore Niepce, Louis Jacques Mande Deguerre, William Hendri
Fox Talbot, dan George Easman.
D. Latihan 1
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Anda, cobalah Anda
kerjakan latihan 1 berikut ini.
1. Jelaskan asal mula dihasilkannya kamera obscura!
2. Apa yang terjadi jika perak nitrat dicampur dengan kapur lalu
terkena cahaya?
3. Sebutkan 3 tokoh fotograf!

E. Tes Formatif 1
Berikan tanda silang pada huruf B jika benar dan S jika salah
menurut Anda pertanyaan-pertanyaan berikut ini !

1.

BS

Fotograf adalah hasil dari dua penemuan yaitu


dalam bidang ilmu alam dan ilmu kimia.

2.

BS

3.

BS

4.

BS

Roger Bacon adalah orang pertama yang


melengkapi alat kamera Obscura dengan sebuah
lensa sederhana.
Pada Pinhole kamera terdapat lensa dan lubang
sebesar ujung harum.
Perak nitrat tidak cepat berubah jika terkena sinar
lembayung.

5.

BS

6.

BS

7.

BS

Diafragma iris pada kamera dan bahan berupa


akordeon dapat direnggangkan dan dirapatkan
untuk mengatur ketajaman.
Talbotlah orang yang mula-mula menggunakan
obat pengembang untuk menimbulkan bayangan
laten dari hasil pemrotetan
Kodak adalah merk yang pertama kali dipasarkan.

SMK Muhammadiyah 2 Pontianak Jurusan Multimedia | Siti Mustiani