Anda di halaman 1dari 2

IMUNISASI PADA BAYI BARU LAHIR

No. Dokumen
01.1123.311.02.33

Tanggal Terbit

Standar Prosedur
Operasional

Pengertian

1 Januari 2014

No. Revisi
1

Halaman
1/2

Disusun Oleh :
Diperiksa Oleh :
Instalasi Maternal
Direktur Medik dan
Perinatal
Keperawatan
Ditetapkan,
Direktur Utama

dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A


NIP. 196010091086101002
Memberikan imunisasi pada setiap bayi baru lahir yang dirawat di
RSUP Dr. Sardjito

Tujuan

Memberikan perlindungan kepada setiap bayi baru lahir terhadap


penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi sesuai program
imunisasi dari Pemerintah dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kebijakan

Mendukung program pemberian imunisasi pada bayi baru lahir.

Referensi

1.
2.
3.
4.

Buku Pedomanan Rumah Sakit Sayang Ibu Sayang Bayi


Kemenkes RI, Pedoman Pelayanan Neonatal Essensial, Jakarta
2012
Kemenkes RI, Panduan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru lahir
berbasis perlindungan anak, jakarta 2010
Buku Pedoman Imunisasi

Prosedur

1. Setiap bayi baru lahir diberikan imunisasi hepatitis B-0 dalam 12


jam setelah lahir kecuali jika bayi lahir dengan kondisi umum
tampak sakit berat.
2. Imunisasi hepatitis B-0 disuntikkan secara intramuskular di paha
kanan minimal 2 jam setelah injeksi vitamin K1 yang dilakukan di
paha kiri oleh dokter/perawat.
3. Program imunisasi selanjutnya mengikuti Program imunisasi dari
Pemerintah dan IDAI.

Formulir

IMUNISASI PADA BAYI BARU LAHIR


No. Dokumen
01.1123.311.02.33

No. Revisi
1

Halaman
2/2

Standar Prosedur
Operasional
Dokumen Terkait

SPO bayi dari Ibu HBsAg, SPO Imunisasi Hepatitis B pada bayi
kurang bulan dan BBLR

Unit terkait

Instalasi Rawat Inap I


Instalasi Rawat Inap VIP (Irna III, V, VI)
Instalasi Gawat Darurat
Subbagian Tumbuh Kembang SMF Kesehatan Anak

Catatan Revisi

No
1

Isi Perubahan
Tidak memberlakukan kembali
SPO No 07.2.01.311.33

Tanggal Revisi
1 Januari 2014