Anda di halaman 1dari 3

MANUAL I - PENGEMBANGAN EKONOMI PERDESAAN

MEMBANGUN KELEMBAGAAN EKONOMI PERDESAAN

1.1. Membangun Ekonomi Kelembagaan Masyarakat


Pengembangan ekonomi perdesaan tidak cukup hanya menyediakan basis dukungan
financial terhadap rakyat miskin, tetapi juga memberikan treatment dan akses produksi,
distribusi, dan pasar (access to finance, access to production, access to distribution
and access to market) bagi rakyat. Ekonomi perdesaan diharapkan menciptakan
pertumbuhan ekonomi dari bawah atau bottom growt economic.
Dalam era sistem pemerintahan terpusat dan pada era orientasi pembangunan
mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka kegiatan ekonomi masyarakat
perdesaan kurang berkembang, tidak menjadi prioritas dan semakin tereliminasi.
Seharusnya pendekatan pemberdayaan mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi
yang berkualitas dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah
konsep mengenai perkuatan dan kontribusi yang disumbangkan oleh sektor ekonomi
riil, tidak hanya dari pasar uang dan pasar saham. Sektor ekonomi riil yang tumbuh
dan berkembang dari bawah karena dukungan ekonomi rakyat.
Pertumbuhan ekonomi dari bawah bertumpu pada 2 hal pokok yakni memberikan
kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi lokal untuk memanfaatkan
sumberdaya milik lokal dalam rangka kesejahteraan bersama dan memperbanyak
pelaku ekonomi untuk mengurangi faktor produksi yang idle dan memunculkan kondisi
pareto optimum.
Dua hal di atas dapat dicapai dalam keadaan adanya intervensi Pemerintah pada
pasar lokal, karena pasar tidak bisa membentuk bahkan menstimulasi kesempatan dan
pelaku dalam keadaan ketidakseimbangan modal, informasi, dan akses lain yang
dimiliki para pelaku. Kurang adanya intervensi yang pantas dari pemerintah dalam aras
ekonomi bawah ini telah menyebabkan permasalahan antara lain kegagalan pasar,
terjadinya monopoli, misalokasi sumberdaya, dan adanya sumberdaya yang tidak
terpakai.
Pemberian kesempatan yang seluas-luasnya tidak cukup hanya melalui treatment
membuka akses permodalan, akan tetapi juga akses produksi, akses distribusi dan
akses pasar. Akses permodalan dibuka dan dikembangkan melalui pemberian kredit
yang terjangkau dan fleksible, akses produksi dikembangkan melalui dorongan dan
dukungan sektor industri lokal yang berbasis sumberdaya lokal, dan akses pasar
dikembangkan melalui regulasi dan kebijakan yang memastikan terbentuk dan
berkembangnya kondisi yang optimum dari perekonomian di perdesaan (pertumbuhan
ekonomi dari bawah, memperbanyak pelaku pada basis produksi sumberdaya lokal).
Pertumbuhan ekonomi dari bawah menitikberatkan pada tumbuh dan berkembangnya
sektor usaha dan industri lokal, yang mempunyai basis produksi bertumpu pada
sumberdaya lokal. Bentuk-bentuk usaha yang telah berkembang seperti kerajian,
pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, industri kecil, makanan olahan sehat,
adalah sektor ekonomi strategis yang harusnya digarap melalui pendekatan baru
pemberdayaan 2011-2014.

Pendekatan baru pemberdayaan pada kurun ini juga akan mengembangkan sektor
usaha dan produksi rakyat yang mendeskripsikan kepemilikan kolektif lebih konkrit.
Bentuk-bentuk yang telah dinaungi peraturan perundangan semacam BKAD, BUMDes,
Koperasi, maupun badan usaha milik masyarakat lainnya menjadi perhatian
pengembangan dalam periode ini. Pilihan-pilihan usaha lain yang dapat dikembangkan
berbasis kegiatan yang telah dibentuk dan dikembangkan melalui PPK dan PNPM
misalnya listrik desa, desa mandiri energi, pasar desa, air bersih, usaha bersama
melalui UEP, lembaga simpan pinjam dan sebagainya.
1.1.1.

Fasilitasi Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Perdesaan


Strategi dan langkah fasilitasi untuk pengembangan kelembagaan ekonomi
perdesaan dapat dilakukan melalui:
1.
Melakukan langkah-langkah kaderisasi dan pengorganisasian di
kalangan pelaku ekonomi perdesaan
2.
Menghidupkan dan mengembangkan musyawarah masyarakat di
kabupaten, kecamatan dan desa (MAK, MAD, MD) yang membahas
pengembangan ekonomi perdesaan
3.
Mendorong peran sekretariat Pokja RBM Kabupaten untuk
mengagendakan pembahasan mengenai peraturan dan peluang
kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi perdesaan
4.
Mendorong peran BKAD untuk memfasilitasi rapat kerja antar desa
yang membahas serta merumuskan rencana kerja pengembangan
ekonomi perdesaan secara bertahap dan sistematis
5.
Mendorong peran desa (kepala desa) agar memfasilitasi rapat teknis
antar pelaku desa guna melakukan pembahasan mengenai langkahlangkah pengembangan ekonomi desa (identifikasi potensi,
permasalahan, serta peluang).

1.1.2. Pelembagaan sistem ekonomi kerakyatan


Strategi dan langkah fasilitasi untuk mendorong pelembagaan sistem ekonomi
kerakyatan diantaranya adalah:
1.
Mendorong berkembangnya praktik terbaik lapangan dari para
fasilitator dan pelaku masyarakat yang mencerminkan suatu usaha
dan pengalaman mengenai berjalannya nilai partisipasi usaha,
konsensus kelompok, penegakan aturan main, akuntabilitas,
pemeliharaan hasil usaha dsb
2.
Mendorong dan mengoptimalkan rapat koordinasi jalur fungsional
(kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional) terhadap tema serta
pembahasan tentang pelembagaan sistem ekonomi kerakyatan
3.
Mendorong diterbitkannya regulasi dan kebijakan daerah serta desa
yang melindungi serta melestarikan hasil-hasil program yang terkait
dengan ekonomi kerakyatan
1.1.3. Membangun Kaderisasi Ekonomi Perdesaan
Mereka yang konsisten mempromosikan perubahan dan menjadi penopang
utama perubahan ekonomi, sosial, kultural, dan politik. Suatu lapisan
masyarakat perdesaan yang secara ekonomi sudah dapat dikategorikan kuat
dan mandiri, diharapkan juga mempunyai perspektif dan orientasi sosial, peka
serta sensitif terhadap kebijakan yang tidak adil serta mendukung terhadap
upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan serta mencerdaskan

kehidupan bangsa. Melakukan treatment pada dimensi kesadaran,


peningkatan kapasitas, dan pengorganisasian agar terjadi sinergi sosial dan
ekonomi dengan lapisan masyarakat miskin pedesaan.
Strategi dan langkah fasilitasi untuk membangun kaderisasi ekonomi
perdesaan diantaranya adalah:
1.
Melakukan langkah-langkah kaderisasi dan pengorganisasian dengan
sasaran kelompok kelas menengah/wirausaha perdesaan
2.
Memfasilitasi terbentuknya ruang/tempat belajar masyarakat di
perdesaan (RBM Perdesaan) yang mencerminkan kepentingankepentingan sesuai latar belakang pekerjaan dan peminatan
3.
Memberikan pembekalan tentang nilai-prinsip program serta
metodologi pemberdayaan masyarakat
4.
Memfasilitasi berkembangnya isu-isu ekonomi strategis yang menjadi
kebutuhan masyarakat perdesaan termasuk usaha-usaha masyarakat.
5.
Mendorong perumusan kerangka aksi para aktor yang terlibat dalam
RBM ekonomi perdesaan.
Alamat email: lendippk@yahoo.com