Anda di halaman 1dari 17

Tugas : Pendugaan

Soal Nomor 1 15 (Buku Bahan Kuliah Statistik hal. 83-86)


1. Pengusaha Mobil Ayla tertarik untuk memasarkan mobilnya di Kota Mataram. Untuk
keperluan itu, Pengusaha mobil Ayla ingin mengetahui rata-rata jarak tempuh mobil
setiap liter premium yang digunakan. Oleh karena dipilih secara acak 20 unit mobil
Ayla untuk dilakukan pengujian dan diketahui hasil rata-rata jarak yang ditempuh
untuk 1 liter premium mencapai 12 km dengan varians sebesar 5,00 km. Hitunglah
dengan derajat kepercayaan 95 % dan 99 % rata-rata jarak yang ditempuh oleh mobil
Ayla tersebut.
Penyelesaian :
n=20unit

Diketahui:

x =12 km
s=5 k m

Ditanya: rata-rata jarak yang ditempuh dengan derajat kepercayaan 95% dan 99%..
Jawaban: Pendugaan

dengan

terbatas
df =n1=201=19
=0,05

t
t

=2,093

( 0,052 ,19)

=2,861

( 0,012 ,19)

s
5
=
=1,118
n 20

P x t

dan =0,01

( 2 ,df )

x < < x + t

Untuk =0,05

( 2 , df )

x =1

tidak diketahui dan populasi tidak

P (122,093 1,118< <12+ 2,093 1,118 )=0,95


P (122,340< <12+2,340 )=0,95
P ( 9,66< <14,34 )=0,95

Untuk =0,01
P (122,861 1,118< < 12+ 2,861 1,118 )=0,99
P (123,198< <12+3,198 )=0,99
P ( 8,802< < 15,198 )=0,99

Jadi, rata-rata jarak yang ditempuh mobil Ayla tersebut pada derajat kepercayaan
95% ( =0,05 ) adalah 9,66 km sampai dengan 14,34 km.
Dan pada derajat kepercayaan 99% ( =0,01 ) jarak tempuhnya adalah 8,802 km
sampai dengan 15,198 km.
2. Mahasiswa Akuntansi melakukan Audit pada seorang pengusaha barang emas
dengan memilih secara acak faktur pembelian dari 22 unit stok yang tidak terjual.
Dari hasil audit diketahui harga rata-rata per unit faktur sebesar Rp. 200 ribu dengan
standar deviasi sebesar Rp. 75 ribu. Dengan menggunakan interval keyakinan 90 %
susunlah interval pendugaan untuk rata-rata harga pembelian per unit semua stok
yang ada pada pedagang emas tersebut.
Penyelesaian :
Diketahui : n=22unit
x =Rp 200.000

s=Rp 75.000
Ditanya
Jawaban

: rata-rata harga pembelian per-unit semua stok barang emas dengan


derajat kepercayaan 90%.
: Pendugaan dengan tidak diketahui dan populasi tidak

terbatas
df =n1=221=21

=0,10

=1,721

( 0,102 ,21)

s 75.000
=
=15.991,47
n 22

P x t

( 2 ,df )

x < < x + t

( 2 , df )

x =1

P (200.0001,721 15.991,47< <200.000+1,721 15.991,47 )=0,90


P (200.00027.521,32< <200.000+27.521,32 )=0,90
P (172.478,68< < 227.521,32 )=0,90
Jadi, interval rata-rata harga pembelian per unit semua stok barang emas adalah Rp
172.478,68 sampai dengan Rp 227.521,32 pada derajat kepercayaan 90% (
=0,10 )
3. Seorang peneliti ingin mengetahui daya tahan battery Hand Phone (HP) merek A dan
merek B. Untuk keperluan hal tersebut ia mengambil secara acak masing masing
sebanyak 150 HP merek A dan merek B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya
tahan battery HP merek A adalah 360 jam dengan standar deviasi 20 jam, sementara
daya tahan HP merek B adalah 350 jam dengan standar deviasi 20 jam. Dengan
menggunakan derajat keyakinan 90 %, hitunglah perkiraan interval daya tahan
battery kedua merek HP tersebut.
Penyelesaian :
n A =150
Diketahui :
n B=150
x A=360 jam
x B=350 jam
A =20 jam
B=20 jam

Ditanya

: interval daya tahan baterai kedua merek telepon genggam tersebut

dengan tingkat derajat kepercayaan: 90%.


Jawaban : Beda dua rata-rata populasi
x A x B =360350=10
=0,10

=1,64

( 0,102 )

A2 B2
400 400
800
( x A x B )=
+
=
+
=
=2,31
n A nB
150 150
150

P ( x A x B )Z ( x A x B ) < A B < ( x A x B ) + Z ( x A x B ) =1
2

P ( 101,64 2,31< A B <10+1,64 2,31 ) =0,90


P ( 103,79< A B <10+3,79 ) =0,90
P ( 6,21< A B <13,79 ) =0,90
Jadi, dengan menggunakan derajat keyakinan 90%, perkiraan interval daya tahan
baterai telepon genggam merk A dan merk B adalah 6,21 jam sampai dengan 13,79
jam.
4. Seorang pemandu acara mengambil sampel acak 100 orang pemirsa bukan
mahasiswa dan 150 pemirsa mahasiswa yang mengikuti acara diskusi ekonomi yang
disiarkan secara lansung oleh sebuah stasiun Televisi. Dari hasil tersebut diketahui 25
pemirsa bukan mahasiswa dan 75 pemirsa mahasiswa senang menonton acara
tersebut. Dengan menggunakan interval masing-masing 80 % dan 85 % hitunglah
dugaan proporsi pemirsa yang senang nonton acara diskusi ekonomi antara temuan
pemirsa bukan mahasiswa dan mahasiswa.
Penyelesaian :
N 1=100 orang
Diketahui:
N 2=150 orang
n1=25 orang
n2=75 orang
Derajat keyakinan 80% dan 85%

Ditanya: dugaan proporsi pemirsa yang senang menonton acara diskusi ekonomi.
Jawaban: Pendugaan beda proporsi dengan populasi terbatas
25
75
^p1=
=0,25
^p2=
=0,5
100
150
^p2^p1=0,50,25=0,25
=0,15 Z =1,44
2

( ^p2 ^p1 ) =

dan

=0,20 Z =1,28
2

^p2 ( 1^p2 ) ^p1 ( 1 ^p1 )


0,5 ( 0,5 ) 0,25 ( 0,75 )
+
=
+
n2
n1
150
100
0,00167+0,00187=0,059 0,06

P ( ^p2 ^p1 ) Z ( ^p2 ^p1 ) < ^p 2 ^p 1< ( ^p 2 ^p1 ) + Z ( ^p 2 ^p1 ) =1


2

P ( 0,251,44 0,06< ^p2 ^p 1< 0,25+1,44 0,06 )=0,85

P ( 0,250,086 < ^p 2^p1 <0,25+0,086 )=0,85


P ( 0,164< ^p2 ^p 1< 0,336 )=0,85

P ( 0,251,28 0,06< ^p2 ^p1 <0,25+1,28 0,06 ) =0,80

P ( 0,250,077 < ^p 2^p1 <0,25+0,077 )=0,80


P ( 0,173< ^p2^p1 <0,327 ) =0,80
Jadi, beda proporsi pemirsa yang senang menonton diskusi ekonomi antara
mahasiswa dan bukan mahasiswa berkisar antara 16,4% sampai dengan 33,6%
untuk derajat kepercayaan 85% dan berkisar antara 17,3% sampai dengan
32,7% untuk derajat kepercayaan 80%.
5. Berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup
penduduk, maka dilakukan pendataan tentang tingkat pendapatan penduduk di desa
Susamori yang memiliki rumah tangga sebanyak 9000 rumah tangga. Dari jumlah
rumah tangga tersebut, diambil sebanyak 300 rumah tangga dan menunjukkan bahwa
15% dari rumah tangga memiliki pendapatan Rp. 350.000,- per bulan. Hitunglah

dugaan interval dari jumlah Rumah Tangga yang memiliki pendapatan lebih dari Rp.
350.000,- per bulan dengan interval keyakinan 90 %.
Penyelesaian : Pendugaan proporsi populasi
Soal diatas menunjukan populasinya terbatas, sehingga perlu diperiksa apakah n/N >
5% atau tidak. n/N =300/9000 = 0.033, karena n/N < 5% maka tidak perlu dilakukan
faktor populasi terhadap terbatas.
Diketahui :
N = 9000 ; n = 300 ; RT Pendapatan Rp. 350.000 = 15 % = 0,15 maka
^p = 1 0,15 = 0,85 ( RT pendapatan lebih dari Rp. 350.000,)
1
) = 90% = 0,90 ;

= 0,1/2 = 0,05 = 1,64

Maka Standard Deviasi proporsinya :


( 1 )
0,85 ( 1 0,85 )
^=
=
n
300

0,85 ( 0,15 )
300

0,000425 = 0,021

Sehingga dicapai hasil sebagai berikut :


P ( ^p )Z

. ^p < p< (^
^p ) + Z . ^p =( 1 )
2
2

P ( 0,85 )1,64 ( 0,021 ) < p< ( 0,85 )+1,64 ( 0,021 )=0,90


P ( 0,85 )0,0344< p < ( 0,85 ) +0,0344=0,90
P ( 0,8156 ) < p < ( 0,8844 )=0,90
Jadi dugaan interval dari jumlah rumah tangga yang memiliki pendapatan lebih
dari Rp. 350.000,- perbulan berkisar antara 81,56% (0,8156) atau 245 orang s/d.
88,44% (0,8844) atau 265 orang.
6. Seorang Bendahara sebuah Instansi Pemerintah tertarik untuk memperkirakan ratarata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah laporan keuangan instansi
tersebut. Tentukan ukuran sampel yang diperlukan jika bendahara tersebut berharap
bahwa dengan keyakinan 85%, kesalahan (error) dalam menduga rata-rata waktu
yang diperlukan untuk membuat sebuah laporan keuangan kurang dari 0,20 menit,
bila simpangan baku adalah 0,40 mnit.
Penyelesaian : Ukuran sampel untuk pendugaan rata-rata populasi

Diketahui :

E = 0, 20 ; = 0, 40
1

) = 85% = 0,85 ;

= 0,15/2 = 0,075 = 1,44

Maka jumlah sampelnya adalah :


2

Z
.
2
n=
E

( )

( 1,44 ) ( 0,40 )
n=
0,20

0,576
n=
0,20

n=8 ,29 = 8 (pembulatan)

Jadi jumlah sampel yang diperlukan bendahara dalam memperkirakan waktu untuk
membuat laporan keuangan adalah sebanyak 8 orang.

7. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik untuk daya 2200 ke
atas. Kebijakan tersebut berdampak pada dunia usaha baik skala besar, kecil maupun
menengah. Lembaga Perlindungan Konsumen melakukan wawancara terhadap 50
pengusaha dari 1200 pengusaha UMKM. Hasil wawancara dan kajian menunjukkan
bahwa terjadi kenaikan biaya produksi rata-rata 15%. Hitunglah interval keyakinan
95% dengan standar deviasi 6% terhadap dampak kenaikan tarif dasar listrik
tersebut.
Penyelesaian: Pendugaan proporsi populasi
Soal diatas menunjukan populasinya terbatas, sehingga perlu diperiksa apakah n/N
> 5% atau tidak. n/N =50/1200 = 0.04, karena n/N tidak > 5% maka tidak perlu
dilakukan faktor koreksi populasi terhadap simpangan baku distribusi rata-rata.
Diketahui :
n = 50 ; N = 1200 ; p = 15 % = 0,15 ; =6 =0,06

1
) = 95% = 0,95 ;

^p=

= 0,05/2 = 0,025 = 1,96

^p ( 1 ^p )
0,15 ( 10,15 )
0,1275
=
=
=0,0103=0,01
n
1200
1200

Sehingga dicapai hasil sebagai berikut :


P ( p )Z

+ Z . ^p=( 1 )
. ^p < p< X
2
2

P ( 0,15 )1,96 ( 0,01 ) < p<0,15+1,96 ( 0,01 ) =0,95


P ( 0,15 )0,0196< p< 0,15+0,0196=0,95
P ( 0,1304 ) < p<0,1696=0,9 5
Dengan Interval Keyakinan 95%, dampak kenaikan tarif dasar listrik terhadap
pengusaha tersebut berkisar antara 13,04% (0,1304) atau 160 orang s/d 16,96%
( 0,1696) atau 204 orang.

8. Pengumpulan data terhadap sikap masyarakat terhadap wacana pemilihan Gubernur


dan Bupati/Walikota secara tidak lansung terlihat sebagai berikut. Pada daerah A
diambil data terhadap sampel 150 orang yang menyatakan setuju sebanyak 115
orang. Pada daerah B diambil sampel sebanyak 250 orang, yang menyatakan setuju
160 oarng. Buatlah dugaan dengan interval keyakinan 90 % tentang pendapat
penduduk pada dua kota tersebut.
Penyelesaian : Beda proporsi sampel besar
Soal diatas tidak diketahui jumlah populasinya sehingga dianggap populasi tidak
terbatas.

Diketahui
Informasi
Sampel
Setuju
^p

Daerah
A
150
115
115/150 = 0,77

Daerah
B
250
160
160/250 = 0,64

^p 1^p 2

1
) = 90% = 0,90 ;

0,77 0,64 = 0,13

= 0,1/2 = 0,05 = 1,64

Maka Standar Deviasi Beda Dua Proporsi sebagai berikut :


^
p 1 ( 1 ^
p 1) ^
p 2 ( 1 ^
p 2)
(^
p 1 ^
p 2 )=
+
n1
n2

( 0,77 )( 10,77 ) ( 0,64 )( 10,64 )


+
150
250

( 0,177 ) ( 0,23 )
+
150
250

0,00118+0,00092= 0,0021
0,046
Sehingga dicapai hasil sebagai berikut :
P ( ^p 1 ^p 2 )Z

. ( ^p 1^p 2 ) < p 1 p 2< (^


^p ) + Z . ( ( ^p 1 ^p 2 ) ) =( 1 )
2
2

P ( 0,13 )1,64 ( 0,046 )< p 1 p 2< ( 0,13 )+1,64 ( 0,046 )=0,90


P ( 0,13 )0,075< p 1 p 2< ( 0,13 ) +0,075=0,90
P ( 0,055 )< p 1p 2<0,205=0,90
Dengan Interval Keyakinan 90%, proporsi tentang pendapat penduduk pada dua
kota yang setuju terhadap pemilihan Gubernur dan Walikota/Bupati secara tidak
langsung berkisar antara 5,5 % (0,055) s/d 20,5 % ( 0,205)

9. Sebuah sampel yang berjumlah 200 biji Jeruk Lumajang memiliki daya tahan selama
240 jam dengan simpangan baku 14 jam. Sampel lainnya yang terdiri dari 250 biji
Jeruk Kalimantan memiliki daya tahan 192 jam dengan standar deviasi 10 jam.

Carilah perbedaan rata-rata daya tahan dari kedua jenis jeruk dengan menggunakan
taraf keyakinan 90 % dan 99 %.
Penyelesaian: Pendugaan beda dua rata-rata populasi
Diketahui
Informasi
Sampel (n)
Daya Tahan/Umur
s
a. Derajat Keyakinan 90 %
Diketahui :
1

) = 90% = 0,90 ;

( x lx K )

Jeruk
Lumajang
200
240
14

Jeruk
Kalimantan
250
192
10

= 0,1/2 = 0,05 = 1,64

= 240 192 = 48 jam

s ( x L x K ) =

S L2 S K 2
14 2 10 2
+
=
+
nL nK
200 250

196 100
+
= 0,98+0,4=1,175
200 250

Sehingga dicapai hasil sebagai berikut :


P ( xl x K ) Z

. s ( x lx K ) < 12 < ( x l x K ) + Z . s ( x l x K ) =( 1 )
2
2

P ( 48 )1,64 (1,175 )< 12 < ( 48 )+1,64 (1,175 )=0,90


P ( 48 )1,927 < 12 < ( 48 )+ 1,927=0,90
P ( 46,07 ) < 1 2< ( 49,93 )=0,90
Jadi perbedaan rata-rata daya tahan dari kedua jenis jeruk dengan menggunakan
taraf keyakinan 90 % berkisar 46,07 jam s/d 49,93 jam
b. Derajat Keyakinan 99 %
Diketahui :
1

) = 99% = 0,99 ;

( x lx K )

= 0,01/2 = 0,005 = 2,58

= 240 192 = 48 jam

2
2
S L2 S K 2
14 10
s ( x L x K ) =
+
=
+
nL nK
200 250

196 100
+
= 0,98+0,4=1,175
200 250

Sehingga dicapai hasil sebagai berikut :


P ( xl x K ) Z

. s ( x lx K ) < 12 < ( x l x K ) + Z . s ( x l x K ) =( 1 )
2
2

P ( 48 )2,58 ( 1,175 ) < 1 2< ( 48 ) +2,58 ( 1,175 )=0,99


P ( 48 )3,031< 1 2< ( 48 ) +3,031=0,99
P ( 44,97 ) < 1 2< (51,03 )=0,99
Jadi perbedaan rata-rata daya tahan dari kedua jenis jeruk dengan
menggunakan taraf keyakinan 99 % berkisar 44,97 jam s/d 51,03 jam

10. Seoarang mahasiswa Ekonomi mengadakan penelitian tentang rata-rata upah yang
diperoleh buruh bangunan yang bekerja pada pembanguna Mall. Dari 400 orang
buruh, diambil sampel-sampel secara acak sebanyak 40 orang buruh dan diketahui
rata-rata upah selama satu minggu adalah Rp. 63.000,- dengan standard deviasi
sebesar Rp. 3.250,-. Hitunglah dugaan interval untuk menduga rata-rata populasi
dengan menggunakan derajat keyakinan 95% dan 90%.
Penyelesaian :
Diketahui: N=400 orang
n=40 orang

x =Rp 63.000
=Rp3.250

Derajat keyakinan 95% dan 90%


Ditanya: interval untuk menduga rata-rata upah buruh.
Jawaban: Pendugaan rata-rata interval dengan populasi terbatas
Z =Z 0,05 =1,96
Z =Z 0,10 =1,64
2

x =

Nn 3.250 40040

=162,5 0,95=154,35
n N 1 400 4001

P x Z x < < x +Z x =1

P (63.0001,96 154,35< < 63.000+1,96 154,35 ) =0,95


P (63.000302,53< <63.000+302,53 )=0,95
P (62.697,47 < <63.302,53 )=0,95
P (63.0001,64 154,35< <63.000+1,64 154,35 )=0,90
P (63.000253,13< <63.000+ 253,13 )=0,90
P (62.746,87 < <63.253,13 )=0,90
Jadi, rata-rata upah buruh selama satu minggu pada derajat keyakinan 95% berkisar
antara Rp 62.697,47 sampai dengan Rp 63.302,53 dan berkisar antara Rp 62.746,87
sampai dengan Rp 63.253,13 pada derajat keyakinan 90%.
11. Wawancara telah dilakukan terhadap pembaca koran di Kota Mataram. Berdasarkan
hasil wawancara diketahui sebanyak 850 orang yang terdiri dari 500 tenaga
pengajar dan 350 non pengajar menyukai kolom artikel yang terdapat dalam koran
daerah. Hitunglah dengan menggunakan taraf keyakinan 95 % adanya beda
proporsi antara tenaga pengajar dengan non tenaga pengajar terhadap kolom artikel
dalam sebuah koran daerah.
Penyelesaian :
n=850 orang
Diketahui:
x A=500 orang
x B=350 orang
Derajat keyakinan 95%
Ditanya: beda proporsi yang menyukai kolom artikel pada Koran daerah.
Jawaban: Pendugaan beda proporsi
Z =1,96
2

^ A =

500
=0,59
850

^ A ^B =0,590,41=0,18

^ A =

350
=0,41
850

( ^ A ^ B )=

^ A ( 1 ^ A ) ^ B ( 1^ B )
0,59 ( 0,41 ) 0,41 ( 0,51 )
+
=
+
nA
nB
500
350

0,00048+0,00069=0,034

P ( ^ A ^B )Z ( ^ A ^B ) < A B < ( ^ A ^B ) + Z ( ^ A ^B ) =1
2

P ( 0,181,96 0,034< A B <0,18+1,96 0,034 )=0,95


P ( 0,180,0067 < A B < 0,18+0,0067 ) 0,95
P ( 0,1733< A B < 0,1867 )=0,95
Jadi, beda proporsi penyuka kolom artikel antara tenaga pengajar dan non pengajar
berkisar antara 17,33% sampai dengan 18,67% pada derajat keyakinan 95%.
12. Seorang pedagang rumput laut memperkirakan akan banyaknya penjualan di Kota
Mataram. Pedagang tersebut memilih sampel acak dengan jumlah 48 pembeli.
Rata-rata sampel untuk produk rumput laut adalah 75 unit per pembeli dengan
simpangan baku (standar deviasi) 18 pembeli. Buatlah dugaan jumlah pembelian
rumput laut rata-rata per pembeli oleh seluruh pelanggan di Kota Mataram dengan
level kepercayaan 92 %.
Penyelesaian :
n=48 pembeli
Diketahui:
x =75

unit
pembeli

=18 pembeli
Derajat keyakinan 92%
Ditanya: dugaan jumlah pembelian rumput laut di Kota Mataram.
Jawaban: Pendugaan dengan diketahui & populasi tidak terbatas
Z =1,75
2

x =

18
=
=2,60
n 48

P x Z x < < x +Z x =0,92

P (751,75 2,60< < 75+1,75 2,60 ) =0,92

P (754,55< <75+4,55 )=0,92


P (70,45< < 79,55 )=0,92
Jadi, rata-rata jumlah pembeli rumput laut di Kota Mataram berkisar antara 71

( 70,45 )

pembeli

sampai dengan 80 pembeli

( 79,55 )

pada derajat

kepercayaan 92%.
13. Seorang peneliti mengumpulkan secara acak 150 dari 500 petani jagung.
Banyaknya produksi rata-rata dari 150 petani tersebut adalah 246 kg dengan standar
deviasi 66 kg. Hitunglah dugaan produksi rata-rata dari 500 petani dan jumlah total
produksi dari 500 petani Jagung tersebut dengan derajat keyakinan 95 %.
Penyelesaian : Pendugaan dengan diketahui dan populasi terbatas
Diketahui :
N = 500 ; n = 150 ;

x = 246 ;

=66

Soal diatas menunjukan populasinya terbatas, sehingga perlu diperiksa apakah n/N
> 5% atau tidak. n/N =150/500 = 0,3 karena n/N = 0.3 > 5% maka perlu dilakukan
faktor koreksi populasi terhadap simpangan baku distribusi rata-rata harus
digunakan.
1
) = 95% = 0,95 ;

= 0,05/2 = 0,025 = 1,96

Simpangan Baku Distribusi Rata-rata Sampel


x =

Nn
x
n Nn

66
500150
66
350
x
=
x
5001
12,25
499
150

5,38 x

0,70

5,387 x 0,84

= 4,52
Sehingga dicapai hasil sebagai berikut :
P ( X )Z

. x < < X + Z . x = (1 )
2
2

P (246 )1,96 ( 4,52 ) < < 246+1,96 ( 4,52 )=0,95


P (246 )8,86< <246+8,86=0,95
P (237,14 ) < <254,86=0,95
Dengan Interval Keyakinan 95 %, dugaan produksi rata-rata dari 150 petani
berkisar antara 237,1 kg s/d 254,8 kg.
Jadi untuk menentukan produksi rata-rata dari 500 petani kita menggunakan rumus
perbandingan yaitu :
Rumus perbandingan=

Dimana

n x
=
N X

adalah produksi rata-rata untuk 500 petani, sehingga didapat rumus

N
X = (x )
n

500
X =
(246 kg) = 819,99 Kg = 820 Kg
150

Simpangan Baku Distribusi Rata-rata Sampel

untuk 500 petani, karena

merupakan populasi sehingga tidak menggunakan faktor koreksi populasi

66
66
x = =
=
=2,95
n 500 22,36
Sehingga dicapai hasil sebagai berikut untuk 500 petani :

P ( X )Z . x < < X + Z . x = (1 )
2
2
P ( 820 )1,96 ( 2,95 ) < <820+1,96 ( 2,95 )=0,95
P ( 820 )5,78< < 820+ 5,78=0,95

814,22< <82 5,78=0,95


P
Jadi dugaan produksi rata-rata dari 500 petani berkisar antara 814,22 kg s/d 825,78
kg dengan derajat keyakinan 95% dan Produksi rata-rata 500 petani adalah 820 Kg.
14. Pimpinan Pegadaian Syariah akan menduga persentase nasabah yang tidak merasa
puas atas pelayanan yang diberikan terhadap nasabah. Untuk hal tersebut, dilakukan
penelitian terhadap 300 nasabah dan ternyata ada 75 nasabah yang menyatakan
tidak puas. Dengan derajat kepercayaan 95 % buatlah perkiraan interval persentase
para nasabah yang tidak puas dengan pelayanan pegadaian syariah tersebut.
Penyelesaian :
Diketahui: n=300 nasabah
x=75 nasabah
Derajat kepercayaan 95%
Ditanya: perkiraan interval presentase nasabah yang tidak puas.
Jawaban: Penduga proporsi populasi
Z =1,96
2

x 75
^= =
=0,25
n 300
^=

^ ( 1 ^ )
0,25 ( 0,75 )
=
= 0,000625=0,025
n
300

P ^Z ^ < < ^ + Z ^ =0,95

P ( 0,251,96 0,025< <0,25+1,96 0,025 )=0,95


P ( 0,250,049< < 0,25+0,049 )=0,95
P ( 0,201< <0,299 )=0,95
Jadi, perkiraan presentase nasabah yang tidak puas berkisar antara 20,10% sampai
dengan 29,90% dengan derajat kepercayaan 95%.
15. Seorang pengusaha ingin mendirikan Lembaga keuangan non bank yang bergerak
untuk membantu masyarakat yang kekurangan modal usaha. Pengusaha tersebut
ingin memperkirakan proporsi dari penduduk yang ingin menjadi karyawan. Berapa

besarnya sampel yang harus diwawancarai agar dengan tingkat kepercayaan paling
sedikit 95 % dan kesalahan sampling error lebih kecil dari 5 %.
Penyelesaian :
Diketahui:
derajat kepercayaan 95%
E=5 =0,05

Ditanya: besar sampel yang harus diwawancarai untuk memperkirakan proporsi


penduduk yang ingin menjadi karyawan.
Jawaban: Ukuran sampel penduga proporsi populasi
Z =1,96
2
2

n=0,25

( )
2

1,96
0,25
=384,16=384( Pembulatan)
0,05

( )

Jadi, besarnya sampel yang harus diwawancarai untuk memperkirakan proporsi


penduduk yang ingin menjadi karyawan adalah sebanyak 384 sampel.