Anda di halaman 1dari 25

FILSAFAT POSITIVISME

SONYA BELINDA SURYADI


TIKA YULIANI
AULIYA RAKHMA D
NADIA WAFANDA
RIZKY AMALIA PRATIWI

(145110200111015)
(145110201111016)
(145110201111022)
(145110201111023)
(145110201111039)

MAKNA POSITIVISME
Positivismesendiriberasal dari bahasa Inggris positivism; dari bahasa
latinpositivus,ponereyangberartimeletakkan.
Positivismeadalahistilahumumuntukposisifilosofisyangmenekankan
aspekfaktualpengetahuan,khususnyapengetahuanilmiah.
Menyatakan ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber
pengetahuanyangbenar.
Segala uraian dan persoalan di luar apa yang ada sebagai fakta atau
kenyataan dikesampingkan. Artinya yang dijadikan sumber pengetahuan
adalahhalyangnyata.

MAKNA POSITIVISME
Positivisme menyempurnakan empirisme dan rasionalismedengan
memasukkanperlunyaeksperimendanukuran-ukuran.
Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti
empirisyangterukur.Terukurinilahsumbanganpentingpositivisme.
Misalnya, positivisme mengatakan bahwa air mendidih di suhu 100
derajat celcius. Contoh lain tentang ukuran meter, ton, dan seterusnya.
Ukuran - ukuran tadi adalah operasional, kuantitatif, tidak memungkinkan
adanyaperbedaanpendapat.

KESIMPULAN
Intinya, positivisme menggabungkan keduanya dengan cara melihat
gejala yang fakta dan nampak lalu merasionalkannya dengan mencoba
meramalkangejalayangakanterjadisetelahnya.
Contohnya hari ini langit mendung, itu adalah bagian dari empirisme.
Laludiperkirakansebentarlagiakanturunhujan,itumerupakanbagiandari
rasionalisme. Jadi ide positivisme di sini adalah berpatokan pada gejala
yangtelahnampak.

AUGUST COMTE (1798-1857M)


LahirdiMontpellier,Perancis,17Januari1798,meninggalpadausia59
tahun.
Seorang filsuf Perancis yang membangun dasar yang digunakan oleh
akademisi saat ini yaitu pengaplikasian metode ilmiah dalam ilmu
sosialsebagaisaranadalammemperolehkebenaran.
Tertuang dalam karya utamanyaCours de Philosophic Positive(18301842). Selain itu, karya lainnya yakniSysteme de Politique Positiveyang
masingmasingmewakilitahapantertentudalamjalanpemikirannya.

AUGUST COMTE (1798-1857M)


Comtemeyakinibahwamasyarakatmerupakanbagiandarialam.
Comte melihat perkembangan ilmu tentang masyarakat yang
bersifatalamiahsebagaipuncaksuatuproseskemajuanintelektual.
Kemajuan ini mencakup perkembangan dari bentuk-bentuk
pemikiranteologipurba,penjelasanmetafisik,danakhirnyasampai
terbentuknyahukum-hukumilmiahyangpositif.

AUGUST COMTE (1798-1857M)


Comte melakukan copy-paste metodologi ilmu alam untuk
digunakan menyelidiki prilaku sosial. Dengan begitu, akan
ditemukan hukum-hukum tetap yang berlaku general pada
masyarakat(hukumsosial).
Comte mendapati bahwa sejarah perkembangan alam pikir
manusiaterdiridaritigatahap,yaituteologik,metafisikdanpositif.

KRITIK PEMIKIRAN
AUGUST COMTE

Tahapteologis:pemikiranmanusiadikuasaiolehdogma
agama.
Tahapmetafisik:pemikiranmanusiadikuasaioleh
filsafat.
Tahappositivistik:manusiasudahdikuasaiolehilmu
pengetahuandanteknologi.

KRITIK PEMIKIRAN
AUGUST COMTE
ModelfilsafatpositivismeAugusteComtemengagungkanakaldanpanca
inderamanusiasebagaitolokukurkebenaran.
Kekurangan dalam teori Comte : ia mengatakan bahwa perkembangan
polapikirmanusiaakanberakhirpadatahappositivisme.Sehinggamanusia
tidaklagipercayapadasuatuhalyangbersifatsupranatural.Namunhalitu
tidaklah seperti yang digambarkan oleh Comte karena meskipun demikian
dalamkehidupansekaranginimasyarakatmasihpercayapadasesuatuyang
bersifatmistis(gaib).

A L F R E D J U L E S AYE R ( 1 9 1 0 1989) M
AlfredJulesAyerpernahbelajarfilologiklasikdanfilsafatdiOxfrod.Ia
juga pernah diangkat menjadi dosen di Oxfrod, hingga akhirnya setelah
PerangDuniaIIiadiangkatsebagaiprofesordiUniversitasLondon(19461959).
Salah satu buku yang ia terbitkan ialahLanguage, Truth and
Logic(1936).BukuinimemuatpemikiranAyersehinggabukuinidikaitkan
denganmunculnyaaliranpositivismelogis.
Ayer mengakui bahwa pemikirannya telah dipengaruhi oleh dua tokoh
LingkunganWinayakniMoritzSchlickdanRudolfCarnapp.

A L F R E D J U L E S AYE R ( 1 9 1 0 1989) M
SepertidalambukuLanguage,TruthandLogic,Ayermengatakan:
Sebagianbesarperbincanganynagdilakukanolehparafilsufsejak
dahulusesungguhnyatidakdapatdipertanggungjawabkandanjuga
tidak ada gunanya.Kita tahu bahwa para filsuf sebagian banyak
memperbincangkanpersoalanmetafisika.MenurutAyer,itusemua
merupakan hal yang tidak bermakna sama sekali karena hal-hal
tersebut (terutama berkaitan dengan metafisika) tidak bisa
dibuktikansecaraempiris.

A L F R E D J U L E S AYE R ( 1 9 1 0 1989) M
A.J Ayer sebagai seorang tokoh positivisme logis, menurutnya suatu
pernyataan akan bermakna apabila pernyataan tersebut sesuai dengan
realitas inderawi. Untuk menguatkan pandangan ini, maka Ayer
mengemukakanadanyaprinsipverifikasisebagaitolokukurnya.
Dalam positivisme logis perhatian yang paling utama difokuskan pada
masalah antara kalimat yang bermakna (sense) dan yang tidak bermakna
(non-sense). Para filsuf positivisme logis tidak memperhatikan kebenaran
suatuucapan,akantetapilebihmengutamakanmaknadariucapan-ucapan.

B A G AI M AN A K I TA B I S A M E M B E D A K A N U C APAN
Y AN G B E R M A K N A D A N U C A P AN YAN G T I D A K
BERMAKNA?
Pernyataan yang sungguh-sungguh bermakna adalah pernyataan yang
termasuk ke dalam salah satu dari dua kategori berikut :

1. Suatu kalimat bisa jadi benar atau salah berdasarkan


istilah yang dipergunakan. Misalnya, jika aku mengatakan
Laki-laki yang tinggal di sebelah rumahku adalah
Bujangan dengan seorang istri dan dua anak. Kalimat ini
bermakna tapi tidak benar (salah). Kita tahu bahwa
sesungguhnya kata bujangan hanya diperuntukkan bagi
laki-laki yang belum menikah.

B A G AI M AN A K I TA B I S A M E M B E D A K A N U C APAN
Y AN G B E R M A K N A D A N U C A P AN YAN G T I D A K
BERMAKNA?
Pernyataan yang sungguh-sungguh bermakna adalah pernyataan yang
termasuk ke dalam salah satu dari dua kategori berikut :

2. Pernyataan yang kebenaran atau kesalahannya tidak bisa


ditentukan dengan menganalisis, tetapi hanya bisa dilakukan
dengan mengecek fakta-fakta. Contohnya, jika aku
mengatakan Terdapat empat belas gadis berambut pirang
di desaku, contoh ini bisa jadi benar, bisa juga jadi salah.
Satu-satunya cara untuk mengatahui benarnya pernyataan
tersebut adalah melalui pengecekan/verifikasi.

A L F R E D J U L E S AYE R ( 1 9 1 0 1989) M
Ayerjugaberpendapat,faktasejarahtidakbisakitaverifikasisecara
langsung,akantetapikitabisamengetahuifaktasejarahmelaluiorangyang
bersaksidanjujuratasapayangdisaksikannya
Misalnya,KemerdekaanIndonesiadiproklamasikanpadatanggal17
Agustus1945.Jelasdisinikitasadarbahwakitatidakhiduppadazaman
itu.Makakitamembutuhkankesaksianbanyakorangmengenaihari
kemerdekaanIndonesia.

A L F R E D J U L E S AYE R ( 1 9 1 0 1989) M
Ayerjugaberpendapat,faktasejarahtidakbisakitaverifikasi
secaralangsung,akantetapikitabisamengetahuifaktasejarah
melaluiorangyangbersaksidanjujuratasapayangdisaksikannya
Misalnya,KemerdekaanIndonesiadiproklamasikanpada
tanggal17Agustus1945.Jelasdisinikitasadarbahwakitatidak
hiduppadazamanitu.Makakitamembutuhkankesaksianbanyak
orangmengenaiharikemerdekaanIndonesia.

KELEMAHAN PRINSIP VERIFIKASI

1. Terlihat adanya semacam paksaan


untuk memberlakukan tolak ukur secara
empiristic,
sehingga
sesuatu
yang
dianggap metafisis tidak diakui.

KELEMAHAN PRINSIP VERIFIKASI


2. Penerapan prinsip verifikasi ke dalam teknik analisis
bahasa ternyata mengandung banyak kesukaran. Jika
para penganut positivisme logis menganggap sesuatu
yang terbukti melalui verifikasi itu tidak bermakna,
maka para filsuf pun berhak mencurigai para filsuf
positivisme logis dengan menanyakan, apakah prinsip
verifikasi itu sendiri dapat dikategorikan sebagai
pernyataan yang bermakna?
Bagaimana cara
melakukan verifikasi terhadap prinsip verifikasi itu
sendiri?

KELEMAHAN PRINSIP VERIFIKASI

3. Para theolog menolak penerapan prinsip


verifikasi ke dalam bahasa theolog. Sebab
menurut Karl Bath, seorang theolog
ternama, bahwa pernyataan theologies
bersifat otonom.

KELEMAHAN PRINSIP VERIFIKASI

4. Tolak ukur yang dikenakan prinsip


verifikasi terhadap pernyataan-pernyataan
dalam bidang etika dengan alasan
pernyataan semacam itu hanya merupakan
ungkapan rasa (ekspresi) semata, pada
dasarnya dapat dikembalikan kepada fungsi
bahasa.

KRITIK DALAM POSITIVISME


ParafilsufyangmengkritikaliranpositivismelogisialahKarlR.
Popper,FerdinanddeSaussure,W.V.Quine,danJacquesDerrida.
Quine mengemukakan teorinya yang disebutindeterminacy of
meaning(teoriketidakbertentuanmakna):

Makna suatu kata tidak bisa ditentukan oleh


pengamatanempiris,karenatidakadapersetujuan.
Misalnya, Democritos dan Albert Einstein samasama menggunakan kata atom, namun makna
kata atom pada Democritos tidak sama dengan
kataatompadaAlbertEinstein.

KRITIK DALAM POSITIVISME


KarlPoppermenekankanbahwa:
Prinsip verifikasi bukanlah satu-satunya tolok ukur untuk menentukan
kebenaran-kebenaran yang bersifat umum. Hal ini dikarenakan fakta
sejarah telah menjadi bukti yang secara tidak langsung lahir dari
pandangan-pandanganyangbersifatmetafisisataumististentangdunia.
Contoh, seperti atomisme Leukippos dan Demokritos. Menurut Karl
Popper,suatuucapanmetafisisbukansajabermakna,tetapidapatbenar
jugabiarpunbarumenjadiilmiahkalausudahdiujidandites.Selainitu
Karl Poppr juga sering disebut sebagai penggagasprinsip
falsifikasisebagailawandariprinsipverifikasi.

KRITIK DALAM POSITIVISME


FerdinanddeSaussure,seorangahlilinguistikdariSwiss
menyatakan:
Adanya paham realisme dalam pernyataan telah dibekukan
oleh kaum positivisme logis yang menganggap bahwa prinsip
verifikasi adalah satu-satunya tolok ukur untuk menentukan
kebermaknaan suatu pernyataan tanpa pelduli realitas
sebenarnya.

KRITIK DALAM POSITIVISME


MenurutSaussure:
Suatupernyataanharusadahubungankorespondensiantara
konsep(linguistic)denganrealitas(ektralinguistik).
Saussurejugamerevolusiasumsimetafisis
realisme(pandanganadanyadunianyatadiluaryangdapat
diketahuiolehbenakmanusia)danmenggantinya
denganrelativismelinguistic(pandanganbahwaapayang
dapatdiketahuiadalahsystemkonsep-konsepyangdihasilkan
olehstrukturarbitrerbahasa.

~TERIMA KASIH~