Anda di halaman 1dari 6

MAIN BREEDS OF DAIRY

COWS

Lanjutan

Ayrshire. Bangsa sapi Ayrshire dikembangkan di daerah Ayr, yaitu di daerah bagian
barat Skotlandia. Rata-rata bobot badan sapi betina dewasa 1250 pound dan sapi
jantan mencapai 1600-2300 pound. Produksi susu menurut DHIA (1965/1966) ratarata 10312 pound dengan kadar lemak 4% (Prihadi,1997).
Brown Swiss.Bangsa sapi Brown Swiss banyak dikembangkan dilereng-lereng
pegunungan di Swiss. Bobot badan sapi betina dewasa 1200-1400 pound, sedang
sapi jantan Brown Swiss 1600-2400 pound. Produksi susu rata-rata mencapai 10860
pound dengan kadar lemak 4,1% dan warna lemak susunya agak putih
(Blakely,1991).
Guernsey. Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau Guernsey di Inggris. Bobot
badan rata-rata sapi betina dewasa 1100 pound dengan kisaran antar 800-1300
pound. Sedangkan bobot sapi jantan dewasa dapat mencapai 1700 pound. Produksi
susu sapi Guernsey menurut DHIA (1965/1966) rata-rata 9179 pound dengan kadar
lemaknya 4,7% (Prihadi,1997).
Jersey.Sapi Jersey dikembangkan di pulau Jersey di Inggris yang terletak hanya
sekitar 22 mil dari pulau Guernsey.Susu yang berasal dari sapi yang berwarna coklat
ini, warnanya kuning karena kandungankarotennya tinggi serta persentase lemak
dan bahan padatnya juag tinggi. Bobot sapi betina dewasa antara 800-1100 pound.
Produksi susu sapi Jersey tidak begitu tinggi, menurut standar DHIA (1965/1966)
rata-rata produksi sapi Jersey 8319 pound/tahun, tetapi kadar lemaknya sangat
tinggi rata-rata 5,2% (Prihadi,1997).
MILKING SHORTHORNSapi Milking Shorthorn termasuk bangsa sapi tertua dan
terbentuk di Inggris bagiantimur laut di lembah Sungai Thames Warna bervariasi dari
hampir putih sampai merah semua, dan ada yang bewarnacampuran merah dan
putih.Bobot badan ideal jantan 955 kg, berat pada saat lahir 34 kg Kadar lemak

Peran Bioteknologi di
Cimory
Dalam bidang peternakan, bioteknologi dimanfaatkan untuk
menghasilkan vaksin, antibodi, pakan bergizi tinggi, dan hormon
pertumbuhan.
Di Cimory menerapkan beberapa jenis bioteknologi, antara lain :
Bioteknologi makanan Tradisional yang sudah dilakukan secara
modern dengan tekhnologi dengan produk berupa yoghut
Bioteknologi peternakan dengan Teknik Inseminasi Buatan atau kawin
suntik yang dilakukan pada sapi betina untuk memasukkan sperma
yang telah dicairkan dan diproses terlebih dahulu yang berasal dari
ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan
menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination
gun.
Biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak (kotoran sapi) untuk
menghasilkan gas metana yang berfungsi untuk menghasilkan api
yang dimanfaatkan sebagai penganti elpiji , walaupun cimori belum
terlalu fokus dalam bidang biogas ini

Produk lain yang dapat dihasilkan


dari peternakan sapi

Nugget sapi
Bakso sapi siap saji
Sosis sapi siap saji
Abon sapi

Pembuatan baso ikan


bahan utama yaitu ikan swangi.
Bahan tambahan seperti bahan pengisi (tepung tapioka), isolat protein kedelai, es atau air es,
telur dan bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, garam, dan merica.
Cara pembuatan
Kepala ikan dipotong dan isi perut dibuang, kemudian ikan difillet dan dicuci dengan air bersih. 2.
Pemisahan daging dari tulang dan duri.
Hancuran daging yang dihasilkan dimasukkan ke dalam bak yang telah diisi air dan hancuran es
dengan perbandingan air dan daging 4:1, sedangkan suhu air diusahakan tidak lebih dari 5oC.
pembilasan dilakukan sebanyak 3 kali, pada pembilasan ke 3 air dan hancuran es ditambahkan
garam 0,3%. Selama proses ini harus dilakukan pengadukan secara periodik, sedangkan waktu
pembilasan masing-masing 15 menit.
Setelah daging ikan dibilas lalu daging ikan disaring. 4. Daging yang sudah disaring lalu dilakukan
pengepresan untuk membuang air.
Proses Pengolahan Bakso Proses pembuatan bakso ikan diawali dengan mencampurkan surimi
dengan komposisi bahan tambahan lainnya dengan menggunakan food processor agar adonan
tercampur merata.
Setelah itu adonan dicetak dengan menggunakan tangan sehingga membentuk bulatan atau
bola-bola.
Adonan yang sudah dicetak direndam dalam air hangat (40-45 C, selama 20-30 menit), kemudian
dimasak pada suhu 85-100 C atau sampai bakso mengapung.
Bakso tersebut ditiriskan sampai dingin

Dapus

http://download.portalgaruda.or
g/article.php?article=159096&va
l=4712&title=PENGARUH%20PENAMBA
HAN%20ISOLAT%20PROTEIN%20KEDELA
I%20TERHADAP%20KARAKTERISTIK%20
BAKSO%20DARI%20SURIMI%20IKAN%20
SWANGI%20(Priacanthus%20tayenus
Blakely,
)
J and D.H. Bade. 1991. Ilmu
Peternakan, edisi ke- 4. Gadjah Mada
University Press. Jogjakarta.