Anda di halaman 1dari 11

Demokrasi periode 1998 sampai sekarang

TU G A S P P K N
N A M A A N G G O TA
1.A G U N G B U D IM A N
2.A P R O D ITA
3.ATIK A V A N IA
4.A C IH A M A LIA
5.M ELIS A
6.TA U FIQ
7.W IR A
8.W ID YA W ATI

Demokrasi yang dijalankan pada

masa reformasi ini masih tetap


Demokrasi Pancasila. Perbedaannya
terletak pada aturan pelaksanaan
dan praktik penyelenggaraan.
Berdasarkan peraturan perundangundangan dan praktik pelaksanaan
demokrasi, terdapat beberapa
perubahan pelaksanaan demokrasi
pada Orde Reformasi sekarang ini,
yaitu:

Pemilihan umum lebih demokratis.


Partai politik lebih mandiri.
Pengaturan hak asasi manusia.
Lembaga demokrasi lebih berfungsi.
Konsep Trias politika masing-masing

bersifat otonom penuh.

M asa reform asiberusaha m em bangun


kem balikehidupan yang dem okratis
antara lain:
Keluarnya Ketetapan MPR RI No. X/MPR/1998

tentang pokok-pokok reformasi


Ketetapan No. VII/MPR/1998 tentang
pencabutan tap MPR tentang Referandum
Tap MPR RI No. XI/MPR/1998 tentang
penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN
Tap MPR RI No. XIII/MPR/1998 tentang
pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil
Presiden RI
Amandemen UUD 1945 sudah sampai
amandemen I, II, III, IV

C iri-ciri dem okrasi Pancasila m asa


R eform asi:
Mengutamakan musyawarah mufakat
Mengutamakan kepentingan masyarakat,

bangsa dan Negara


Tidak memaksakan kehendak pada orang
lain
Selalu diliputi oleh semangat kekeluargaan
Adanya rasa tanggung jawab dalam
melaksanakan keputusan hasil musyawarah
Dilakukan dengan akal sehat dan sesuai
dengan hati yang luhur

K elebihan dan K ekurangan


Pelaksanaan D em okrasipada M asa
R eform asi
(Kelebihan)
Berhasil menata kehidupan ketatanegaraan dengan

amandemen UUD 1945


Mendorong warganegara meningkatkan kapasitas
pribadinya; misalnya meningkatkan kesadaran
politik, meningkatkan pengetahuan pribadi dll
Kebebasan bicara dan berpendapat mulai berjalan
Lebih mudah diterapkan dalam masyarakat yang
lebih kompleks
Menjamin stabilitas politik
Penegakan hukum dan diplomasi antar bangsa

Periode 21 M ei1998 s.d. sekarang


(Kekurangan)
Masyarakat yang terlalu bebas, dan mengartikan

kebebasan dengan boleh berbuat sebebas-bebasnya.


Akibatnya : banyak demo yang berakhir rusuh, pilkada
yang berakhir rusuh
Kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan publik
tidak dapat dikontrol langsung oleh rakyat, tetapi harus
melalui DPR
Masih banyak pemaksaan yang dilakukan pihak-pihak
tertentu
Pendidikan politik rakyat masih rendah
Masih adanya diskriminasi dalam pengambilan keputusan

Perbandingan pada M asa R eform asi


dengan O rde Lam a dan O rde B aru
Berkenaan dengan Kedaulatan Rakyat
Kekuasaan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan

(Eksekutif) maupun Kepala Negara jauh berkurang


karena harus dibagi kepada DPR (Legislatif).
Kekuasaan Presiden dibidang legislasi
(pembentukan undang-undang termasuk UUAPBN)lebih lemah dibandingkan kekuasaan DPR
(Legislatif)..
Kekuasaan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan
(Eksekutif)menjadi semakin berkurang dengan
dilaksanakannya Otonomi Daerah. (Berkenaan
dengan mekanisme pengambilan keputusan)

Periode 21 m ei1998 sam paisekaraang


Berkenaan dengan Mekanisme
Pengambilan Keputusan
Semua keputusan di lembaga perwakilan

rakyat (MPR dan DPR) didalam prakteknya


langsung diambil berdasarkan voting dengan
suara terbanyak.

kesim pulan
Dengan melihat hal tersebut diatas

maka kesimpulan daripada


pelaksanaan demokrasi di Indonesia
belum mencapai titik yang pasti dan
masih belajar untuk memulai
demokrasi pancasila yang sudah
dilakukan selama 40 tahun sampai
sekarang masih belum bisa
dilaksanakan secara baik dan benar.

Terima kasih