Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat, rahmat serta karunianya
penulis dapat menyelesaikan makalah TIK DAN MULTIMEDIA tepat pada waktunya.
Selanjutnya salawat dan salam tidak lupa saya hadiahkan untuk Nabi besar kita Muhammad
SAW, yang telah membawakan kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang
ini.
Pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada dosen
pengasuh mata kuliah TIK dan MULTIMEDIA yakni Eka Chyntia. Karena telah memberikan
kami tugas ini, sehingga dapat melatih kemampuan, emosional, serta menambah wawasan serta
pengetahuan kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembacanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Pekanbaru, juni 2015

Penulis

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Di dalam makalah ini kami membahas mengenai pantun, sebagaimana telah kita ketahui
pantun termasuk karya sastra puisi lama. Pantun sering kita dengar di mana saja, dalam
percakapan, acara-acara penting, kegiatan sehari-sehari, bahkan sering kita di radio ada acara
yang mengkhususkan untuk berpantun. Pantun kerap kali kita ketahui hanya sastra lisan semata,
tetapi perlu diketahui bahwa pantun kini terdapat pantun tertulis, pantun yang ditulis,
dikumpulkan, dan dipublikasikan secara luas, tetapi pantun juga harus dibacakan secara lisan
agar terlihat nilai estetika yang terkandung di dalamnya.

B.
1.
2.
3.

Rumusan Masalah
Apa saja yang dimaksud puisi dan pantun?
Apa yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pantun dan puisi?
Apa saja jenis-jenis pantun yang telah berkembang?

C. Tujuan
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dan perbedaan puisi dengan pantun.
2. Siswa dapat menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pantun dan
puisi.
3. Siswa dapat memahami jenis-jenis pantun yang telah berkembang saat-saat ini.
D. Metode
Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan metode studi pustaka dari berbagai sumber
buku yang sesuai dengan materi yang kami bahas.

1.Pengertian Pantun
Pantun adalah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, berima silang (a-b-a-b).
Larik pertama dan kedua disebut sampiran atau bagian objektif. Biasanya berupa lukisan alam
atau hal apa saja yang dapat diambil sebagai kiasan. Larik ketiga dan keempat dinamakan isi atau
bagian subjektif.

2. Struktur Pantun
Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama
untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun
merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi kadangkadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun di bawah ini:
Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Beberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama
lainnya. Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-6 kata dan 8-12 suku kata. Namun
aturan ini tak selalu berlaku.

3. Ciri-Ciri Pantun
Abdul Rani (2006:23) mengatakan bahwa ciri-ciri pantun sebagai berikut:
a.Terdiri atas empat baris.
b.Tiap baris terdiri atas 9 sampai 10 suku kata
c.Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya berisi maksud si pemantun.
d.Bagian ini disebut isi pantun.

4. Syarat-Syarat Pantun
Adapun syarat-syarat membuat pantun sebagai berikut :
a. Satu bait pantun terdiri dari 4 baris
b. Baris ke-1 dan ke-2 adalah sampiran dan baris ke-3 dan ke-4 adalah isi pantun

c. Satu baris pantun terdiri dari 8 - 12 suku kata


d. Pantun bersajak a-b-a-b
5. Jenis-Jenis Pantun
Menurut Nursisto dalam buku Ikhtisar Kesusastraan Indonesia (2000:11-14) membagi
jenis-jenis pantun yakni :
a. Berdasarkan isinya, pantun dibagi menjadi tiga:
(1) Pantun kanak-kanak : pantun bersukacita dan pantun berdukacita,
(2) Pantun muda : Pantun nasib/dagang dan pantun perhubungan. Pantun perhubungan
terbagi lagi menjadi pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, dan
pantun beriba hati. Dan
(3) Pantun tua : pantun adat, pantun agama, dan pantun nasihat.
b. Berdasarkan banyaknya baris tiap bait dibagi menjadi:
(1) Pantun dua seuntai atau pantun kilat,
(2) Pantun empat seuntai atau pantun empat serangkum,
(3) Pantun enam seuntai atau delapan seuntai, atau pantun enam serangkum, delapan
serangkum (talibun).

Menurut Abdul Rani (2006:23-27) mengklasifikasikan jenis-jenis pantun berdasarkan isinya


yaitu :
a. Pantun Anak-Anak, terdiri dari : pantun anak-anak jenaka, pantun anak kedukaan, dan
pantun anak teka-teki,
b. Pantun Muda-Mudi, terdiri dari : pantun muda mudi kejenakaan, pantun muda-mudi
dagang, pantun muda-mudi cinta kasih, dan pantun muda-mudi ejekan.
c. Pantun Tua, terdiri dari : pantun tua kiasan, pantun tua nasihat, pantun tua adat, pantun
tua agama, dan pantun tua dagang

Menurut Effendi (1983:29), membagi pantun menurut jenis dan isinya yakni:

a. Pantun anak-anak, berdasarkan isinya dibedakan menjadi 4: pantun bersukacita, pantun


berdukacita, pantun jenaka atau pantun teka-teki
b. Pantun orang muda, berdasarkan isinya dibagi 5 : pantun dagang atau pantun nasib,
pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian dan pantun beriba hati
c. Pantun orang tua, berdasarkan isinya terbagi 3 : pantun nasihat, pantun adat, dan
pantun agama

Menurut Suroto (1989:44-45), jenis jenis pantun terbagi menjadi dua yaitu:
a. Menurut isinya, terdiri dari : pantun anak-anak (biasanya berisi permainan), pantun
muda mudi (biasanya berisi percintaan), pantun orang tua (biasanya berisi nasihat atau
petuah), pantun jenaka (biasanya berisi sindiran sebagai bahan kelakar), dan pantun tekateki
b. Menurut bentuk atau susunannya, terbagi dua yakni
1. pantun berkait, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait pertama dengan bait yang
kedua, bait kedua dengan bait ketiga dan seterusnya. Adapun susunan kaitannya adalah
baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait
pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya.

Jenis-jenis pantun dan contohnya


1. Pantun tentang Lingkungan Alam
Contoh:

Galau hati buatku sesak


Melihat dirimu yang sendiri
Kalau bumi ini rusak
Manusia juga yang merugi
Mengalir angin serasa tertahan
Di tepi kota yang tercemari
Air dan udara anugerah Tuhan
Tapi kita sering mengotori
2.

Pantun Nasihat
Contoh:
Jangan suka makan mentimun
Mentimun itu banyak getahnya
Jangan suka duduk melamun
Melamun itu tidak ada gunanya

3. Pantun Teka-teki
Contoh:
Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijaksana
Binatang apa tanduk di kaki

4. Pantun Jenaka
Contoh:
Limau purut di tepi rawa
Buah di lanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa
Melihat kucing duduk berbedak

5. Pantun Agama
Contoh:
Asam hadis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang
Menangis di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

DATA ANGGOTA KELOMPOK


1. Nama
Kelas
Npm

: Mimi Minarni
:4a
:136210161

2. Nama
Kelas
Npm

:Yosi Dwi Zulniati


:4a
: 116710869

3. Nama
Kelas
Npm

:Yuliana
:4a
:136210722

B. DATA ANAK

1. Nama: Rio
Umur : 6 tahun
Sekolah : TK ananda,pandau permai

2. Nama : Uci
Umur : 6 tahun
Sekolah : TK ananda,pandau permai

Nama : Rafli
Umur : 6 tahun
Sekolah : TK ananda, Pandau permai