Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Terwujudnya keadaan sehat adalah kehendak semua pihak. Tidak hanya oleh orang per
orang, tetapi juga oleh keluarga, kelompok dan bahkan masyarakat. Dalam rangka
mewujudkan status kesehatan masyarakat yang optimal, maka berbagai upaya harus
dilaksanakan, salah satu di antaranya ialah menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di tingkat dasar di Indonesia adalah
melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang merupakan unit organisasi fungsional
Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kotamadya dan diberi tanggung jawab sebagai pengelola
kesehatan bagi

masyarakat tiap wilayah

kecamatan

dari kabupaten/

kotamadya

bersangkutan. Puskesmas sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat
peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Puskesmas dituntut untuk
memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan bagi pasiennya sesuai dengan standar
yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakatnya.
Administrasi Kesehatan adalah suatu proses yang menyangkut peremcanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengorganisasian dan penilaian terhadap
sumber, tata cara dan kessanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan
akan kesehatan, perawatan kedokteran sertalingkungan sehat dengan menyediakan dan
menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan pereorangan, kelompok dan masyarakat.
Pada saat ini seorang dokter dituntut dapat berlaku sebagai manager yang merupakan
salah satu dari fungsi dokter dalam five star doctor. Fungsi dokter tersebut dapat kita lihat
dalam fungsinya sebagai dokter yang berperan sebagai kepala Puskesmas dengan sekian
banyak program yang harus dilaksanakan seperti program KB KIA. Keberhasilan program
KB KIA dapat dilihat cakupan yang dicapai pada program tersebut.
Mahasiswa sebagai calon dokter harus mengetahui administrasi kesehatan sehingga
nantinya mereka dapat berlaku sebagai manager di Pemberi Pelayanan Kesehatan Primer
sepertti di Puskesmas.
Berdasarkan uraian akan pentingnya puskesmas, kami tim penulis tertarik untuk
membuat makalah laporan hasil field study kami yang berkaitan dengan puskesmas,
khususnya Puskesmas Sukmajaya yang bertempat di Depok.
1

1.2.

Rumusan Masalah
a. Apa sajakah Program Pokok yang terdapat di Puskesmas Sukmajaya?
b. Bagaimana Model manajemen yang digunakan di Puskesmas Sukmajaya dan
implementasinya?
c. Bagaimana Sistem Pembiayaan yang terdapat di Puskesmas Sukmajaya?
d. Bagaimana manajemen serta pelayanan Puskesmas Sukmajaya terutama dalam pelayanan

KB, KIA, dan Imunisasi?


1.3.
Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui dan menilai administrasi kesehatan masyarakat yang
diterapkan di Puskesmas Sukmajaya
1.3.2. Tujuan Khusus
1 Mengetahui Profil Puskesmas Sukmajaya
2 Mengetahui Manajemen Puskesmas Sukmajaya
3 Mengetahui Sistem Pembiayaan Puskesmas Sukmajaya
4 Mengetahui program apa saja yang terdapat di Puskesmas Sukmajaya
5 Mengetahui data yang terkait dengan program KB-KIA serta dapat menganalisis
6

program KB dan KIA dari input, proses dan output


Mengetahui masalah dan pemecahan masalah yang ada dari program KB-KIA

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
PUSKESAMAS
2.1.1. Definisi Puskesmas
Menurut Departemen Kesehatan RI (1991)
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta
2

masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada


masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
2.1.2. Fungsi Puskesmas
Ada tiga fungsi puskesmas yaitu :
a Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya
b Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan
c

kemampuan untuk hidup sehat


Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada

masyarakat di wilayah kerjanya.


2.1.3. Kegiatan Pokok Puskesmas
Ada 20 pokok kegiatan puskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas, yaitu :
1 Upaya kesehatan ibu dan anak
a Pemeliharaan kesehatan ibu hamil , melahirkan dan menyusui serta bayi anak

b
c
d

balita dan anak prasekolah


Memberikan nasehat tentang makanan guna mencegah gizi buruk
Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimulasinya.
Imunisasi tetanus toksoid dua kali pada ibu hamil dan BCG, DPT 3 kali, polio 3

e
f
g

kali dan campak 1 kali pada bayi


Penyuluhan kesehatan dalam mencapai program KIA
Pelayanan keluarga berencana
Pengobatan bagi ibu, bayi anak balita dan anak prasekolah untuk macam-macam

penyakit ringan
Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan ,

memberikan penerangan dan pendidikan tentang kesehatan


i Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi
Upaya keluarga berencana
a Mengadakan kursus keluarga berencana unutk para ibu dan calon ibu yang
b

mengunjungi KIA
Mengadakan kursus keluarga berencana kepada dukun yang kemudian akan

bekerja sebagai penggerak calon peserta keluarga berencana


Mengadakan pembicaraan pembicaraan tentang keluarga berencana kapan saja

ada kesempatan
Memasang IUD, cara cara penggunaan pil , kondom, dan cara-cara lain denngan

memberi sarananya.
Melanjutkan mengamati mereka yang menggunakan sarana pencegahan

kehamilan
Upaya peningkatan gizi
a Mengenali penderita-penderita kekurangan gizi dan mengobati mereka
b Mempelajari keadaan gizi masyarakat dan mengembangkan program perbaikan
gizi
3

c
d

Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat terutama dalam rangka program


KIA
Melaksanakan program-program :
Program perbaikan gizi keluarga melalui posyandu
Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori

kepada balita dan ibu menyusui


Memberikan vitamin A kepada balita umur dibawah 5 tahun
Upaya kesehatan lingkungan
Kegiatan kegiatan utamam kesehatan lingkungan yang dilakukan staf puskesmas
adalah :
a Penyehatan air bersih
b Penyehatan pembuangan kotoran
c Penyehatan lingkungan perumahan
d Penyehatan limbah
e Pengawasan sanitasi tempat umum
f Penyehatan makanan dan minuman
g Pelaksanaan peraturan perundang-undangan
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
a Mengumpulkan dan menganalisa data penyakit
b Melaporkan kasus penyakit menular
c Menyelidiki di lapangan untuk melihat benar atau tidaknya laporan yang masuk,
untuk menemukan kasus-kasus baru dan untuk mengetahui sumber penularan.
d Tindakan permulaan untuk menahan penularan penyakit
e Menyembuhkan penderita, hingga ia tidak lagi menjadi sumber infeksi
f Pemberian imunisasi
g Pemberantasan vektor
h Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
Upaya pengobatan
a Melaksanakan diagnose sedini mungkin melalui:
Mendapatkan riwayat penyakit
Mengadaan pemeriksaan fisik
Mengadaan pemeriksaan labolatorium
Membuat diagnosa
b Melaksanakan tindakan pengobatan
c Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu, rujukan tersebut dapat berupa:
Rujukan diagnostic
Rujukan pengobatan/rehabilitasi
Rujukan lain
Upaya penyuluhan
a Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
tiap-tiap program puskesmas. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada

setiap kesempatan oleh petugas, apakah di klinik, rumah dan kelompok-kelompok


b

masyarakat.
Di tingkat puskesmas tidak ada penyuluhan tersendiri, tetapi ditingkat kabupaten
diadakan

tenaga-tenaga

coordinator

penyuluhan

kesehatan.

Coordinator

membantu para petugas puskesmas dalam mengembangkan teknik dan materi


9

penyuluhan di Puaskesmas.
Upaya kesehatan sekolah
a Membina sarana keteladanan di sekolah, berupa sarana keteladanan gizi berupa
b
c

kantin dan sarana keteladanan kebersihan lingkungan.


Membina kebersihan perseorangan peserta didik
Mengembangkan kemampuasn peserta didik untuk berperan secara aktif dalam

d
e

pelayanan kesehatan melalui kegiatan dokter kecil


Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I
Pemeriksaan kesehatan periodic sekali setahun untuk kelas II sampai IV dan guru

berupa pemeriksaan kesehatan sederhanan


f Immunisasi peserta didik kelas I sampai VI
g Pengawasan terhadap keadaan air
h Pengobatan ringan pertolongan pertama
i Rujukan medik
j Penanganan kasus anemia gizi
k Pembinaan teknis dan pengawasan di sekolah
l Pencatatan dan pelaporan
10 Upaya kesehatan olah raga
a Pemeriksaan kesehatan berkala
b Penentuan takaran latihan
c Pengobatan dengan teknik latihan dan rehabilitasi
d Pengobatan akibat cidera latihan
e Pengawasan selama pemusatan latihan
11 Upaya perawatan kesehatan masyarakat
a Asuhan perawatan kepada individu di puskesmas maupun di rumah dengan
b

berbagai tingkat umur, kondisi kesehatan, tumbuh kembang dan jenis kelamin
Asuhan perawatan yang diarahkan kepada keluarga sebagai unit terkecil dari

masyarakat (keluarga binaan)


Pelayanan perawatan kepada kelompok khusus diantaranya : ibu hamil, anak

balita, usia lanjut dan sebagainya


d Pelayanan keperawatan pada tingkat masyarakat
12 Upaya peningkatan kesehatan kerja
a Identifikasi masalah, meliputi:
Pemeriksaan kesehatan dari awal dan berkala untuk para pekerja
Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang dating berobat ke puskesmas
Peninjauan tempat kerja untuk menentukan bahaya akibat kerja
5

b
c

Kegiatan peningkatan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan gizi pekerja,


lingkungan kerja, dan kegiatan peningkatan kesejahteraan
Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja, meliputi:
Penyuluhan kesehatan
Kegiatan ergonomik, yaitu kegiatan untuk mencapai kesesuaian antara alat

kerja agar tidak terjadi stres fisik terhadap pekerja


Kegiatan monitoring bahaya akibat kerja
Pemakaian alat pelindung
d Kegiatan pengobatan kasus penyakit akibat kerja
e Kegiatan pemulihan kesehatan bagi pekerja yang sakit
f Kegiatan rujukan medic dan kesehatan terhadap pekerja yang sakit
13 Upaya kesehatan gigi dan mulut
a Pembinaan/pengembangan kemampuan peran serta masyarakat dalam upaya
b

pemeliharaan diri dalam wadah program UKGM


Pelayanan asuhan pada kelompok rawan, meliputi:
Anak sekolah
Kelompok ibu hamil, menyususi dan anak pra sekolah
Pelayanan medik dokter gigi dasar, meliputi:
Pengobatan gigi pada penderita yang berobat maupun yang dirujuk
Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditanggulangi kesasaran yang lebih

mampu
Memberikan penyuluhan secara individu atau kelompok
Memelihara kebersihan (hygiene klinik)
Memelihara atau merawat peralatan atau obat-obatan
d Pencatatan dan pelaporan
14 Upaya kesehatan jiwa
a Kegiatan kesehatan jiwa yang terpadu dengan kegiatan pokok puskesmas
b Penanganan pasien dengan gangguan jiwa
c Kegiatan dalam bentuk penyuluhan serta pembinaan peran serta masyarakat
d Pengembangan upaya kesehatan jiwa di puskesmas melalui pengembangan peran
serta masyarakat dan pelayanan melalui kesehatan masyarakat
e Pencatatan dan pelaporan
15 Upaya kesehatan mata
a Upaya kesehatan mata, pencegaahan kesehatan dasar yang terpadu dengan
b

kegiatan pokok lainnya


Upaya kesehatan mata:
Anamnesa
Pemeriksaan virus dan mata luar, tes buta warna, tes tekan bola mata, tes
saluran air mata, tes lapangan pandang, funduskopi dan pemeriksaan

labolatorium
Pengobatan dan pemberiaan kacamata
6

Operasi katarak dan glukoma akut yang dilakukan oleh tim rujukan rumah

sakit
Perawatan pos operasi katarak dan glukoma akut
Merujuk kasus yang tak dapat diatasi
Pemberian protesa mata
Peningkatan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan, serta
menciptakan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan mata

mereka
d Pengembangan kesehatan mata masyarakat
e Pencatatan dan pelaporan
16 Labolatorium kesehatan
a Di ruangan labolatorium
Penerimaan pasien
Pengambilan spesimen
Penanganan spesimen
Pelaksanaan spesimen
Penanganan sisa spesimen
Pencatatan hasil pemeriksaan
Pengecekan hasil pemeriksaan
Penyampaian hasil pemeriksaan
b Terhadap spesimen yang akan dirujuk
Pengambilan spesimen
Penanganan spesimen
Pengemasan spesimen
Pengiriman spesimen
Pengambilan hasil pemeriksaan
Pencatatan hasil pemeriksaan
Penyampaian hasil pemeriksaan
c Di ruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan, meliputi:
Persiapan pasien
Pengambilan spesimen
Menyerahkan spesimen untuk diperiksa
d Di luar gedung, meliputi:
Melakukan tes skrining Hb
Pengambilan spesimen untuk kemudian dikirim ke labolatorium puskesmas
Memberikan penyuluhan
Pencatatan dan pelaporan
17 Upaya pencatatan dan pelaporan
a Dilakukan oleh semua puskesmas (pembina, pembantu dan keliling)
b Pencatatan dan pelaporan mencakup:
Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
7

Data ketenagaan di puskesmas


Data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik di dalam maupun di luar

gedung puskesmas
c Laporan dilakukan secara periodik (bulan, triwulan enam bulan dan tahunan)
18 Upaya pembinaan peran serta masyarakat
Upaya pembinaan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui:
a

Penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan, pimpinan wilayah, lintas sektoral


dan berbagai organisasi kesehatan, yang dilakukan melalui dialog, seminar dan
lokakarya,

dalam

rangka

komunikasi,

informasi

dan

motivasi

dengan

memanfaatkan media masa dan system informasi kesehatan


Persiapan petugas penyelenggaraan melalui latihan, orientasi dan sarasehan

kepemimpinan dibidang kesehatan


Persiapan masyarakat, melalui rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam mengenal dan memecahkan masalah kesehatan, dengan
mengenali dan menggerakkan sumber daya yang dimilikinya, melalui rangkaian
kegiatan:
Pendekatan kepada tokoh masyarakat
Survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah kesehatannya
Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan bersama rencana pemecahan

masalah kesehatan yang dihadapi


Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui kader yang

terlatih
e Pengembangan dan pelestarian kegiatan oleh masyarakat
19 Upaya pembinaan pengobatan tradisional
a Melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat diginakan untuk pengobatan
tradisional
b Pengembangan dan pelestarian terhadap cara-cara pengobatan tradisional
19 Upaya kesehatan remaja
20 Dana sehat
2.1.4. Wilayah kerja Puskesmas
Wilayah kerja puskesmas, bisa kecamatan, faktor kepadatan penduduk, luas daerah,
keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan
dalam menentukan wilayah kerja puskesmas.
2.1.5. Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas
8

Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi, integrasi


dan sinkronisasi baik dalam lingkungan puskesmasnya maupun dalam satuan organisasi
di luar puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing.
2.1.6. Sistem rujukan Puskesmas
System rujukan adalah suatu jaringan system pelayanan kesehatan yang mungkin
terjadinya penyerahan tanggung jawab timbal balik atas timbulnya suatu masalah dari
suatu kasus atau masalah, baik secara vertikal maupun horizontal, kepada orang lebih
kompeten, terjangkau dan dilakukan secara rasional.
2.1.7. Stratifikasi Puskesmas
Straifikasi Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas dalam
rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga pembinaan dalam rangka fungsi
puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. Hal ini diharapkan lebih menimbulkan
gairah kerja , rasa tanggung jawab , dan kretifitas kerja yang dinamis melalui
pengembangan falsafah mawas diri.
2.1.8. Perencanaan mikro Puskesmas
Perencanaan mikro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas
untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya.
2.1.9. Lokakarya mini puskesmas
Lokakarya Adalah upaya untuk menggalang kerja sama tim untuk penggerakan dan
pelaksanaan upaya kesehtan puskesmas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun
dari tiap-tiap upaya kesehatn pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya
tumpang tindih dalam pelaksaannya kegiatannya.
2.1.10. Supervisi Pukesmas
Supervise Adalah upaya pengarahan dengan cara mendengarkan alasan dan keluhan
tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam
mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana, sehingga meningkatkan daya guna dan
hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas.
2.1.11. Sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas terpadu
Yakni tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas,
meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hsil yang
telah dicapai oleh puskesmas.
2.2.
KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
2.2.1. Definisi KIA
KIA adalah kegiatan kelompok belajar kesehatan ibu dan anak yang anggotanya
meliputi ibu hamil dan menyusui.
2.2.2. Tujuan KIA
9

Tujuan Umum
Agar ibu hamil dan menyusui tahu cara yang baik untuk menjaga kesehatan sendiri
dan anaknya, tahu pentingnya pemeriksaan ke puskesmas dan posyandu atau tenaga
kesehatan lain pada masa hamil dan menyusui serta adanya keinginan untuk ikut

menggunakan kontrasepsi yang efektif dan tepat.


b Tujuan Khusus
Memberi pengetahuan kepada ibu tentang hygiene perorangan pentingnya menjaga
kesehatan, kesehatan ibu untuk kepentingan janin, jalannya proses persalinan,
persiapan menyusui dan KB.
2.2.3. Kebijakan KIA
a) Kegiatan harus disesuaikan dengan kesehatan ibu dan masalah yang ada.
b) Pelaksanaannya dilakukan setiap minggu dengan materi dasar yang harus di review
c)

terus.
Metode yang digunakan adalah demonstrasi dengan materi dan pembicara berganti

d)
e)

ganti.
Tenaga pelatih atau pengajar adalah orang yang ahli di bidangnya.
Tempat pertemuan adalah di ruang tunggu puskesmas, kelurahan atau tempat lain

yang dikenal masyarakat.


f)
Lamanya pelatihan tiap hari tidak lebih dari 1 jam.
g) Beri teori 20 menit, selebihnya adalah demontrasi
2.2.4. Materi Kegiatan KIA
a) Pemeliharaan diri waktu hamil
b) Makanan ibu dan bayi
c) Pencegahan infeksi dengan imunisasi
d) Keluarga Berencana
e) Perawatan payudara dan hygiene perorangan
f)
Rencana persalinan
2.2.5. Materi Kegiatan KIA
a)
Pakaian dan perawatan bayi
b)
Contoh makanan sehat untuk ibu hamil dan menyusui
c)
Makanan bayi
d)
Perawatan payudara sebelum dan setelah persalinan
e)
Peralatan yang diperlukan ibu hamil dan menyusui
f)
Cara memandikan bayi
g)
Demontrasi tentang alat kontrasepsi dan cara penggunaanya
2.2.6. Pelaksana KIA
a) Pelaksana utama meliputi dokter puskesmas, pengelola KIA, Kader, Bidan.
b) Pelaksana pendukung meliputi camat, kades, pengurus LKMD, tokoh masyarakat.
c) Pelaksana pembina meliputi sub din KIA Propinsi, tim pengelola KIA kabupaten.
2.2.7. Faktor Penentu Keberhasilan KIA
a)
Faktor manusia
b)
Faktor sarana (tempat)
10

c)
Faktor prasarana (fasilitas).
2.2.8. Pelayanan Poli KIA & KB
a) Poli Kesehatan Ibu Anak Antenatal Neonatus Care (ANC)
1) ANC pada ibu hamil normal dan ibu hamil resiko tinggi
2) Penatalaksanaan ibu hamil resiko tinggi
3) ANC pada ibu hamil normal dan ibu hamil resiko tinggi
4) Penatalaksanaan ibu hamil resiko tinggi
5) Nifas
6) Melaksanakan perawatan nifas normal
7) Penanganan perdarahan post partum
8) Penanganan infeksi nifas
9) Pre-eklamsi / eklamsi nifas
10) Melakukan rujukan kasus resiko tinggi ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi
secara tepat, cepat, benar.
b) Poli Kesehatan Ibu Anak Keluarga Berencana (KB)
1) Konseling pranikah
2) Konseling metode KB
3) Pelayanan KB kondom, pil injeksi, implant, IUD
4) Penatalaksanaan efek samping KB baik hormonal maupun non hormonal
5) Melakukan rujukan kasus KB ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi secara tepat,
cepat dan benar.
2.3.
KB (Keluarga Berencana)
2.3.1. Definisi KB
Keluarga berencana (KB) adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak
yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau
alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan.
Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan
perencanaan keluarga. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta kehamilan tidak
direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang tidak
direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah
kehamilan, dan setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara
penggunaannya.
Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai
dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk
berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible
(kembali) atau permanen (tetap).
Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan
setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk

11

punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah
metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan
tindakan operasi.
Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu
metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode
mekanik seperti IUD; atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak
memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita
dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan).
Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan,
frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan
kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga
didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi
tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil
lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan.
Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan
seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.
2.3.2. Tujuan KB
Tujuan Program Keluarga Berencana secara makro untuk mengendalikan laju
pertumbuhan penduduk dan menurunkan angka kelahiran, secara mikro mewujudkan
ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat, yang diwujudkan dalam kegiatan
sebagai berikut :
a) Upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia
b)
c)
d)

perkawinan
Pengaturan kelahiran
Pembinaan ketahanan keluarga
Peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan

e)

sejahtera
Meningkatkan koordinasi dan peran serta aparatur serta masyarakat sehingga mampu

f)

mewujudkan koordinasi dalam membangun Keluarga Berencana


Meningkatkan peran penyuluh dalam peningkatan capaian program

2.3.3. Sasaran KB
a) Mengendalikan tingkat kelahiran penduduk
b) Meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi
c) Meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan keluarga
12

d) Memperkuat kelembagaan dan jejaring pelayanan KB


2.3.4. Macam-macam Metode Kontrasepsi
Coitus Interruptus (Sanggama Terputus) Aksi ini dapat mencegah terjadinya
pembuahan yang berujung pada kehamilan. Coitus Interruptus dapat diartikan sebagai
senggama terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat seblum
ejakulasi terjadi. Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan masuk
kedalam rahim serta mengecilkan kemungkinan bertemunya sperma dengan sel telur
yang dapat mengakibatkan terjadinya pembuahan. Teknik ini membutuhkan
pastisipasi yang besar dari pasangan Anda . Selain itu juga menuntut jiwa yang besar
dari Anda dan pasangan alias siap mental jika ternyata metode tersebut gagal. Faktor
kegagalan dari metode ini memang cukup tinggi karena bisa saja sperma telah keluar
sebelum orgasme. Dengan kata lain sperma sudah terlepas dan berenang cepat
menuju sel telur sesaat sebelum penis ditarik keluar.
EFEKTIF : Bagi wanita yang suami atau pasangannya mampu mengontrol waktu

ejakulasi.
Sistem Kelender (Pantang Berkala) Metode ini disebut juga dengan The Rhythm
Method. Jika cara ini jadi pilihan maka pengetahuan Anda tentang masa subur atau
fertility awareness harus tinggi. Anda harus mengetahui dengan tepat masa subur atau
saat yang paling memungkinkan Anda mengalami kehamilan. Bila Anda memang
ingin menunda kehamilan, maka pada saat tubuh memasuki masa subur tundalah
keinginan berhubungan intim dengan pasangan. Atau Anda dan pasangan tetap
melakukan hubungan seksual tapi menggunakan kondom. "Perhatikan terlebih dahulu
siklus mentruasi Anda selama 3 bulan kalau perlu 6 bulan guna mendapatkan
perhitungan waktu siklus mentruasi yang tepat, menurut Dr. Prima masa "aman"
seorang wanita adalah 2 hari setelah mentruasi hingga 14 hari menjelang mentruasi
berikutnya buat yang memiliki siklus haid pendek. Jika siklus menstruasi Anda
panjang, maka masa "aman" 2 hari setelah haid hingga 16 hari menjelang menstruasi
yang akan datang. Namun perlu di ingat sebenarnya masa subur sangat sulit ditebak
dengan pasti jadi masih ada kemungkinan Anda mengalami "kebobolan"
EFEKTIF: Bagi wanita dengan siklus mentruasi teratur. Buat mereka yang siklus
haidnya tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini, karena kesulitan
menentukan masa subur.
13

Kondom Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar.
Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom secara tepat, yaitu
gunakan pada saat penis sedang ereksi dan dilepaskan sesudah ejakulasi. Alat
kontrasepsi ini paling mudah didapat serta tidak merepotkan. Kegagalan biasanya
terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat
ejakulasi sehingga terjadi perembesan.
EFEKTIF: Bagi siapa saja. Alergi terhadap karet kondom adalah hal yang sangat
jarang terjadi. Sebaiknya jika ada keluhan iritasi dan rasa tidak nyaman usai
berhubungan, Anda wajib konsultasi dengan dokter dan mencari alternatif kontrasepsi

lainnya.
Spermatisida Ini bahan sejenis bahan kimia aktif yang berfungsi "membunuh"
sperma. Dapat berwujud cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke
dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Ketika memasukkan spermatisida kedalam
vagina harus menggunakan alat yang telah disediakan dalam kemasan. sangat tidak
diperbolehkan menggunakan tangan!. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut
belum yang cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina
sudah dibilas dalam waktu kurang dari 6 jam usai senggama.
EFEKTIF: Dapat digunakan siapa saja dan untuk meningkatkan efektifitasnya,

gunakan bersamaan dengan kondom serta vaginal diafragma.


Vagina Diafragma Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut
rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektifitasnya alat
kontrasepsi ini bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah
senggama. "Permasalahanya, banyak wanita harus belajar dulu cara memasukkan
kedalam vagina. Dan kebanyakan wanita Indonesia tidak terbiasa atau sungkan
memasukkan jari ke dalam lubang vagina" jelas Dr. Prima
EFEKTIF: Dapat digunakan siapa saja dan untuk meningkatkan efektifitasnya,

gunakan bersamaan dengan kondom serta spermatisida.


Metode Perlindungan (Barrier)
Pil KB Keuntungan pil ini adalah tetap membuat menstruasi teratur, mengurangi
kram atau sakit saat menstruasi. Kesuburan Anda juga dapat kembali pulih dengan
cara cukuo menghentikan pemakaian pil ini. Pil KB termasuk metode yang efektif
saat ini. Cara kerja pil KB adalah dengan mencegah pelepasan sel telut. Pil ini
mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan
14

secara teratur. Ada dua jenis pil KB yang sekarang beredar di pasaran, yaitu
kombinasi antara estrogen dan progesteron atau hanya mengandung progestoren saja.
"Pil KB generasi kedua tidak mempunyai efek seperti pil generasi pertama atau kita
kenal dengan lingkaran biru. Pil KB saat ini tidak membuat tubuh gemuk, jerawatan
serta pusing.
EFEKTIF: Bagi wanita yang memang memiliki tingkat disiplin tinggi. Tidak
dianjurkan bagi yang sering lupa karena 2 kali alpa meminum pil KB justru dapat

membuat subur para wanita.


Suntik KB Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil.
Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali, memiliki keuntungan mengurangi
resiko lupa minum pil dan dapat bekerja efektif selama 3 bulan. Efek samping
biasanya terjadi pada wanita yang menderita diabetes atau hipertensi.
EFEKTIF: Bagi wanita yang tidak mempunyai masalah penyakit metabolik seperti
diabetes, hipertensi, trombosis atau gangguan pembekuan darah serta riwayat stroke.
Tidak cocok buat wanita perokok. Karena rokok dapat menyebabkan peyumbatan

pembuluh darah.
Susuk KB Implant/susuk KB adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung
kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan olej dokter Anda. Tabung
kecil berisi hormon tersebut akan terlepas sedikit-sedikit, sehingga mencegah
kehamilan. Keuntungan memakai kontrasepsi ini, Anda tidak harus minum pil atau
suntik KB berkala. Proses pemasangan susuk KB ini cukup 1 kali untuk masa pakai
2-5 tahun. Dan bilamana Anda berenca hamil, cukup melepas implant ini kembali,
efek samping yang ditimbulkan, antara lain menstruasi tidak teratur.
EFEKTIF: Intinya kontrasepsi dengan hormon sebaiknya bagi wanita dengan

gangguan metabolik harus ekstra hati-hati dalam memilih jenis kontrasepsi ini.
IUD (Spiral) Intrauterine Device atau biasa juga disebut spiral karena bentuknya
memang seperti spiral. Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat
yang terbuat dari tembaga kedalam rahim, seperti yang dikatakan Dr. Prima "sekarang
ini, IUD generasi baru bisa dikombinasikan dengan hormon progesteron, agar
efektifitasnya meningkat. Spiral ini juga bekerja menghalangi pertemuan sperma dan
sel telur serta berdaya pakai hingga 5 tahun lamanya. Tingkat efektivitasnya bisa
mencapai 98%, layaknya seperti pil, IUD juga mudah mengembalikan kesuburan
Anda.
15

EFEKTIF: Sebaiknya wanita yang mudah mengalami keputihan tidak menggunakan


metode ini. Benang di ujung IUD harus senantiasa bersih. Karena jika kotor akan

mudah menyebabkan infeksi, "saran Dr. Prima.


Sterilisasi Cara kontrasepsi ini bersifat permanent. Konsepnya saluran telur pada
wanita, disumbat dengan cara diikat, dipotong atau dibakar. Sterilisasi pada wanita ini
juga bisa dilakukan dengan pengangkatan rahim. Sedangkan pada kaum pria,
sterilisasi dilakukan dengan cara memotong saluran sperma. Tetapi ada persyaratan
khusus bagi wanita yang ingin melakukan kontrasepsi jenis ini. "Amanya jumlah
umur dikali jumlah anak harus minimal seratus. Misalnya, Anda telah berusia 35
tahun dan telah memiliki tiga anak. Lalu kalikan 35 x 3 = 105. Hasil ini dapat
diartikan sebagai kondisi aman. Untuk itu jika Anda ingin jalani kontrasepsi,
sebaiknya usia anak bungsu Anda telah melewati masa balita. hal ini sekedar berjagajaga jika suatu saat Anda masih berniat untuk hamil kembali.
EFEKTIF: Pilihan kontrasepsi ini paling cocok bagi wanita yang memang bertekad
bulat tak ingin punya anak lagi.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.
1

Fungsi Puskesmas
Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat

2
3

analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan


Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
Melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan ;

dan

menggerakan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan maslaah kesehatan


pasa setiap tingkat perkembangan masyarakat yang berkerjasama dengan sektor lain
4

terkait
Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan UKBM
16

5
6
7

Melaksanakan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia Puskesmas


Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan
Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap askes, mutu, dan cakupan

pelayanan kesehatan , dan


Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat , termasuk dukungan
terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit
Visi dan Misi Puskesmas Sukmajaya

3.2.
Visi

Puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan prima melalui perbaikan berkesinambungan


menuju masyarakat Sukmajaya sehat dan mandiri
Misi
1

Menggerakkan kemandirian masyarakat untuk perilaku hidup sehat dan penanggulangan

2
3

masalah kesehatan.
Meningkatkan kualitas pelayanan yang merata dan profesional.
Menjalin kerjasama yang baik dengan lintas sektoral dalam rangka mendukung

peningkatan derajat kesehatan masyarakat.


4 Melakukan inovasi dan perbaikan berkesinambungan dalam seluruh aspek.
3.3.
Struktur Organisasi
Kepala UPT
Puskesmas
Dr. Wahyudin

Ka Sub Bag
Aisyah Rosalinda,

Perencanaan
Aisyah Rosalinda,

Kesling
Promkes & Lansia
Neneg
Elis
R. Am.Keb
Imunisasi
DBD
M. AMK
Neneg
Hj. Irma
Marsiah
Unit 1 P2P
KIA/KB
Dr.
Bd Umi S
Bd Liah D
TB
Pembina
Keluraha Kel
Henry
Dwi : Siti Marliza,
Mekarjaya
AMKeb
Kel Tirtajaya : Liah D.
AMKeb
Surveilans,Ispa,Kusta dan
Diare
A Bari WahyoUnit
Wintoro,
IV SKM
Irma Maryati
AMK
YanKesMas

Adiministrasi
Kepegawaian

Bendahara Setoran
Delfita Farlina

Penjaga Malam &


sopir

Bendahara BOP/BPP
Suyudi

Kebersihan
Mat Roji Harkah

Pengelola Jamkesnas
Neneg Sumiati, SKM

Gizi
A Barav, SKM
Delfita F, AMG
Unit II Kesga
UKS
Dr. Toni
Drg. Saraswati DW Sp.Kg
Kukuh D, AMKG
UKGS
Drg Anita R
Kukuh D, AMKG

Unit III
Perawatan
Persalinan/PONE
D

17
Unit
V Penunjang
Apotik/
Laboratorium
Gudang
Drg.
Anita K
Mega
obat
Chandra

Unit HR & PTRM


Dr Linda P M.M

Evaluasi dan
Pelaporan
Tito
Mustikaningrum

Pendaftaran Askes
Suyudi dkk
Poli Umum
Dr Linda P M.M
Dr Yuniarsih H

Poli Gigi
Drg Anita R
Poli
Lansia/R
.
Tindakan
Dr Irwan Machjudin

3.4.

Cakupan Wilayah

Poli Anak

Puskesmas Sukmajaya berdiri sejak tahun 1981, terletak di Kelurahan Mekarjaya


Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Wilayah kerja Puskesmas berbatasan dengan :
Sebelah Utara

: Kelurahan Pondok Cina,

Sebelah Selatan : Kelurahan Kalimulya dan Cilodong serta Sukmajaya.


Sebelah Barat

: Kelurahan Kemiri Muka dan Depok,

Sebelah Timur : Kelurahan Abadijaya dan Bhaktijaya.


Wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya meliputi dua Kelurahan, dimana kelurahan terdekat
berjarak 1 Km dan jarak terjauh 5 Km. Adapun keadaan setiap Kelurahan dapat dilihat
dalam tabel berikut ini:

18

No

Kelurahan

Luas Wilayah

Jumlah RW

(km)

Jumlah
Posyandu

1
2

Mekarjaya
26,60
31
27
Tirtajaya
28,54
8
8
Jumlah
55,14
39
35
3.5.
Program Pokok
PROGRAM KEGIATAN DASAR
1 Upaya Promosi Kesehatan
2 Upaya Penanggulangan Gizi Masyarakat
3 Upaya KIA dan KB
4 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
5 Upaya Kesehatan Lingkungan
6 Upaya Pengobatan
3.6.
Model Manajemen dan Implentasi Puskesmas Sukmajaya
Model manajemen puskesmas Sukmajaya

Tahun 2008 proses persiapan dan pelaksanaan sertifikasi ISO 9001-2008 untuk
Pelayanan Kesehatan dalam gedung

Tahun 2012 UPT Puskesmas Kec. Sukmajaya telah melaksanakan resertifikasi


(Triennial) ISO 9001-2008 yang dilaksanakan oleh Badan Sertifikasi PT.SAI
GLOBAL

Rencana kegiatan anggaran perlu dilakukan Lokakarya Mini (LokMin) , dimana


terdapat 2 jenis Lokakarya Mini yaitu Lintas Program yang dilakukan tiap bulan dan
Lintas Sektor yang dilakukan tiap 3 bulan. Lintas Program merupakan kegiatan yang
rutin dilakukan tiap bulan selama tahun anggaran, dimana peserta nya adalah LP, Pustu,
dan bides. Tujuan dari LokMin Bulanan adalah untuk evaluasi kegiatan bulan yang lalu
dan penyusunan kegiatan bulan depan.
3.7.

Sistem Pembiayaan Puskesmas Sukmajaya


Sumber Pembiayaan Puskesmas Sukmajaya berasal dari Anggran Pendapatan dan
Pemerintahan Daerah yang berasal dari Pemerintah Daerah Kota Depok, serta mendapat
pula dana dari Pemerintah Pusat berupa Bantuan Operasional Kesehatan. Pada tahun

19

2014 mendapatkan dana tambahan berupa JKN yang berupa dana kapitasi , dimana 40%
merupakan dana operasional.

3.8.

Program KB KIA Puskesmas Sukmajaya


Pelayanan yang berkaitan dengan progam KIA dilakukan dalam dalam gedung
maupun luar gedung. Pelayanan yang dilakukan dalam gedung antara lain pemeriksaan
kehamilan yang diadakan oleh Puskesmas Sukmajaya tiap hari Selasa dan Kamis dan
progam KB dilakukan pada hari Senin dan Sabtu. Sedangkan pelayanan yang dilakukan
di luar gedung meliputi posyandu dan Kelas Ibu. Kegiatan Posyandu yang dilakukan
meliputi penimbangan, pemeriksaan kehamilan, imunisasi , Konseling dan Pencatatan
dan Pelaporan. Adapun Kelas Ibu merupakan sebuah kegiatan yang terdiri atas kegiatan
penyuluhan kehamilan, persalinan, Nifas , KB, Bayi Baru Lahir dan ASI Eksekutif.
Beberapa kegiatan yang biasa dilakukan Puskesmas Sukmajaya dalam hal KB KIA :
1

Posyandu
Kegiatan Posyandu yang dilakukan diluar gedung puskesmas meliputi pelayanan :
Penimbangan, pemeriksaan kehamilan , Imunisasi, Konseling dan Pencatatan serta

Pelaporan
Kelas Ibu
Merupakan suatu sarana bagi ibu untuk memperoleh pengetahuan mengenai
kehamilan pada ibu hamil, yang meliputi penyuluhan : kehamilan, persalinan, nifas,

KB , bayi baru lahir dan ASI Ekselusif


Kegiatan yang berhubungan dengan KIA lainya , meliputi :
a Pemantauan Bumil Berisiko
b Pemantauan Bufas berisiko
c Pemantauan KN Berisiko
d Pemantauan KN Lengkap
e Pelatihan Senam Hamil
f Pembentukan Kelas Ibu hamil
g Penjaringan kesehatan ibu, bayi dan balita
h Pelacakan Kasus kematian ibu dan bayi
i Pertemuan dengan bidan praktek swasta (BIKOR)
j Pertemuan dengan petugas pengelola KIA dan pembina kelurahan
puskesmas (BIKOR)
Pelayanan PONED UPT Sukmajaya
20

PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) adalah pelayanan


terhadap ibu yang akan melahirkan yang dilakukan puskesmas selama 24 jam.
Pelayanan ini dilakukan oleh dokter, bidan, perawat dan tim PONED puskesmas ,
atas pengawasan dokter. Puskesmas Sukmajaya melayani persalinan sejak tahun
2005, tapi belum 24 jam karena kurang nya SDM dan belum lengkap sarana dan
5

prasarana. Namun pada febuari 2013 mulai dibuka 24 jam sampai dengan sekarang
Pemeriksaan kehamilan
Meliputi pelayanan :
1 Tentukan Presentasi Janin dan DJJ
2 Skrining status imunisasi TT dan berikan imunisasi TT bila diperlukan
3 Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
4 Timbang BB dan ukur TB
5 Ukur TD
6 Nilai status gizi ( ukur ILA)
7 Ukur TFU
8 Test laboratorium ( rutin & khusus PITCH)
9 Tata laksana kasus
10 Temu wicara ( konseling)
Imunisasi
Imunisasi yang diberikan pada puskesmas meliputi imunisasi HB0, BCG, Polio,
Pentabio (DPT, Hep B, HIB) dan Campak
Pelayanan KB berkualitas
Pelayanan KB sesuai standar dengan menghormasi hak individu dalam
merencanakan kehamilan sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam
menurunkan angka kehamilan ibu dan menurunkan tingkat fertilitas ( kesuburan)
bagi pasangan yang telah cukup memilki anak ( 2 anak lebih baik) serta
meningkatkan fertilitas bagi pasangan yang ingin mempunyai anak.
Macam KB yang dilayani di Puskesmas

Pil
Suntik
Implant
IUD
Kondom
Pelayanan Kesehatan Bayi
Pelayanan kesehatan sesuai standart yang diberikan oleh tenakes kepada bayi
sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai 11 bulan setelah lahir
21

Kunjungan bayi 1x pada umur bayi 29 bulan


Kunjungan bayi 1x pada umur 3-5 bulan
Kunjungan bayi 1x pada umur 6-8 bulan
Kunjungan bayi 1x pada umur 9-11 bulan

3.9.
Data
3.9.1. Kasus kematian ibu di UPT Puskesmas Sukmajaya tahun 2014

3.9.2.
Kasus kematian neonatal, bayi & anak balita di UPT Puskesmas Sukmajaya Tahun
2014

22

GRAFIK CAKUPAN PELAYANAN BAYI


UPT PUSKESMAS SUMAJAYA TAHUN 2014
90.0
82.5
75.0
67.5
60.0
52.5
45.0
37.5
30.0
22.5
15.0
7.5
0.0

Jan Feb Mar Apr Mei Jun

3.9.3.

Jul Agust Sep Okt Nop Des

Cakupan
pelayanan KIA

3.9.4. Cakupan peserta KB


23

Cakupan Peserta KB Tahun 2013


65.09
70.00
60.00
50.00
40.00
30.00
20.00
10.00-

13.45

Cakupan Pelayanan Bayi Tahun 2013


100.00

100.00
90.00
80.00
70.00
60.00
50.00
40.00
30.00
20.00
10.00
-

97.9394.22
88.97
66.37

0.70

3.9.5.

C
akupan Pelayanan Bayi

24

25

3.9.6.

Cakupan Imunisasi (UCI) Tahun 2013


100.00
98.00
96.00
94.00
92.00
90.00
88.00
86.00

98.0

98.9
93.9
91.2

91.0

C
akupan Imunisasi (UCI)

26

3.10.

Analisa program KB-KIA Input-Output


Berdasarkan data program KB-KIA di Puskesmas Sukmajaya, angka yang
menunjukkan pelayanan program tersebut sudah berjalan dengan cukup baik.
Dilihat dari data yang ditemukan pada tahun 2013, bahwa kunjungan ibu hamil ke
puskesmas cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada feedback positif,
dimana puskesmas berkewajiban menyampaikan edukasi untuk pentingnya
kesehatan ibu hamil maupun saat melahirkan, juga kesadaran yang tinggi dari
para ibu hamil untuk melakukan kontrol terhadap kondisinya.
Untuk pelayanan mengenai KB, edukasi yang disampaikan oleh pihak
puskesmas juga sudah cukup baik, ditinjau dari jumlah peserta KB Aktif diatas
60% serta mulai meningkatnya peserta KB yang baru.
Untuk pelayanan bayi baru lahir beserta program imunisasi masuk ke
dalam cakupan KIA,juga sudah menunjukkan pelayanan yang baik dengan diikuti
kesadaran masyarakat yang baik. Dilihat, dari berbagai macam imunisasi yang
diperlukan, angka bayi yang melakukan imunisasi cukup banyak. Pelayanan
kesehatan bayi yang dibuktikan dengan kunjungan neonatus, menunjukkan angka
yang tinggi berkorelasi dengan kesadaran para ibu terhadap kesehatan diri nya
sendiri paling penting kesehatan bayi nya.

27

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan data yang kami peroleh, Profil dari Puskesmas Sukmajaya yang meliputi fungsi,
visi dan misi, struktur organisasi dan program pokok sudah sesuai dengan Permenkes No. 75.
Namun, masih didapatkan beberapa kejadian kematian pada Ibu, Neonatal, Bayi, dan Balita
meskipun angka kejadiannya kecil.
4.2. Saran
Secara umum administrasi kesehatan yang terdapat di Puskesmas Sukmajaya sudah baik,
hanya saja terdapat beberapa kekurangan dalam pencatatan belum lengkap dan rapi. Saran untuk
Puskesmas Sukmajaya, dilakukan pelatihan mengenai penginputan dan pengolahan data sesuai
dengan sistem pencatatan yang ada (baik sistem manual/buku maupun komputer) dan dibuat
sistem pencatatan yang mudah dimengerti, ringkas dan jelas serta mempertahankan seluruh
program yang sudah berjalan dengan baik

28

DAFTAR PUSTAKA
Azwar, dr. Azrul., 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Bina Rupa Aksara
dr. Hj Umi. Manajemen Puskesmas
Effendi,Nasrul.1998.Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 2.Jakarta:EGC
Kementrian Kesehatan. Puskesmas
Putu Sudayasa.2010.berbagi info tentang puskesmas, http//www.puskel.com
Ryadi, dr. A.L Slamet, 1992. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Surabaya: Usaha Nasional

29