Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

Transkripsi merupakan tahapan awal dalam proses sintesis protein yang


nantinya proses tersebut akan berlanjut pada ekspresi sifat-sifat genetik yang
muncul sebagai fenotip
(1) Transkripsi adalah proses penyalinan kode
kode genetik yang ada pada urutan DNAmenjadi molekul RNA. Transkripsi adalah
proses yang mengawali ekskresi sifat
sifatgenetik yang nantinya akan mincul sebagai fenotip
(2) Dalam proses transkripsi, RNA disintesis menggunakan DNA sebagai
cetakan.Maka penyalinan DNA ke RNA belum mampu menerangkan bahwa informasi g
enetik dalam bentuk DNA telah diekspresikan. Jauh sebelum DNA diidentifikasi sebagai
pembawainformasi genetik, telah diketahui bahwa protein dalam bentuk enzim
merupakan mesin-mesin sel yang terlibat dalam berbagai reaksi biokemis. Setelah
penelitian Jacob dan Monod(1961) mengidentifikasi peranan molekul antara yang labil
keberadaannya maka terbangunsuatu hubungan konsepsional penterjemahan informasi
dari urutan basa DNA ke dalamurutan asam amino protein, atau struktur primer protein
(3) Kedua asam nukleat menggunakan bahasa yang sama dan informasinya tinggal
ditranskripsi (disalin) dari satu molekul ke molekul yang lain. Persis sebagaimana saat
prosesreplikasi, untai DNA menyediakan suatu cetakan (template) untuk sintesis untai
komplementerbaru, pada transkripsi juga disediakan template untuk menyusun RNA.
Molekul RNA yangdihasilkan merupakan transkrip penuh dari perintah pembangun protein
dari gen tersebut.Jenis molekul RNA ini disebut RNA messenger (mRNA)
(4)

BAB 2 DISKUSI KASUS


A. Mekanisme transkripsi pada sel eukariotik
Proses transkripsi diawali (diinisiasi) oleh proses penempelan faktor-faktor transkripsi
dan kompleks enzim RNA polymerase dan pada daerah promotor. Tapi, RNA
polymeraseeukariotik tidak menempel secara langsung pada DNA didaerah promotor,
melainkan melalui perantara protein-protein lain yang disebut sebagai
faktor transkripsi ( TF).
Faktor transkripsi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu :
1. Faktor transkripsi umum
2. Faktor transkripsiyang khusus untuk suatu gen.
Faktor transkripsi umum mengarahkan RNA polymerase
ke promoter. Penempelan RNA polymerase dan promoter oleh faktor transkripsi umu
m hanya menghasilkan transkripsi pada aras dasar ( basa level ). Setelah faktor-faktor
transkripsi umum dan RNA polymerase menempel pada promoter, selanjutnya akan
terjadi pembentukan kompleks promoter terbuka (open promoter complex ).
Transkripsi dimulai pada titik awal transkripsi (RNA initiation site, RIS ) yang
terletak beberapa nukleotida sebelum urutan kodon awal ATG.
Dalam bagian ini akan dibicarakan tentang mekanisme transkripsi gen kelas II terlebih dahulu
mengingat informasi mengenai hal ini jauh lebih ekstensif dibandingkan dengan sistem
transkripsi gen kelas I dan kelas III.

TRANSKRIPSI GEN KELAS II

Transkripsi gen kelas II dilakukan oleh RNA polymerase II yang dibantu oleh beberapa faktor
transkripsi umum. Penyusus kompleks faktor transkripsi umum dan RNA polimerase
II pada daerah promoter membentuk komplek prainisiasi yang akan segera mengawali
transkripsi jika ada nukleotida. Ikatan semacam ini membuat daerah promoter menjadi
terbuka, sehingga RNA polimerase II dapat membaca urutan DNA pada cetakan. Faktor
transkripsi umum yang berperan dalam mengarahkan RNA polymerase II ke promoter
adalah TFIIA, TFIIB, TFIID, TFIIE, TFIIF, TFIIH, dan TFIIC. Faktor-faktor
transkripsi tersebut akan menempel ke daerah promoter secara bertahap sebelum
akhirnya terbentuk kompleks prainisiasi. Penempelan faktor transkripsi tersebut
terjadi dengan urutan
a. TFIID menempel pada bagian kotak TATA pada promoter,yang dibantu oleh
faktor TFIIA, sehingga membentuk kompleks DA.
b. Diikuti oleh penempelan TFIIB,
c. TFIIF, selanjutnya menempel diikuti oleh penempelan RNA polymerase II
d. Akhirnya faktor TFIIE akan menempel diikuti oleh TFIIH, dan TFIIC.
Kompleks prainisiasi yang terbentuk disebut sebagai kompleks DABPoIFEH.
e. Pada waktu kompleks prainisiasi sudah terbentuk, RNA polymerase TFIIH menutupi
daerah promoter mulai dari posii -34 sampai +15.
f. Pembentukan gelembung transkripsi memungkinkan RNA polymerase untuk memulai
transkripsi dan bergerak kearah hilir sepanjang 10-12 nukleotida. Pergerakan RNA
polymerase tersebut dibantu oleh aktifitas TFIIH yang meyebabkan pemanjangan
gelembung transkripsi.
g.

dengan demikian dapat dipahami bahwa RNA polymerase II pada eukariotik tidak
menempel secara langsung pada DNA didaerah promoter melainkan melalui
perantaraan faktor ranskripsi. TFIID adalah faktor transkripsi utama yang secara
langsung berkaitan dengan kotak TATA sehingga penempelan faktor transkripsi akan
mengarahkan faktor-faktor transkripsi yang lain dan RNA polymerase II untuk
mengenali daerah promoter. Percobaan secara invitro menunjukan bahwa jika TFIID
tidak ada, maka tidak akan terbentuk kompleks prainisiasi,meskipun faktor-faktor
transkripsi yang lain ditambahkan.
h. Secara
invitro
juga
dibuktikan bahwa TFIID menempel pada kotak TATA secara independent tanpa dipna
du oleh TFIIA,sehingga disimpulkan bahwa peranan TFIIA adalah meningkatkan
daya ikat ( affinity ) TFIID terhadap kotak TATA. Pada waktu kompleks prainisiasi
sudah terbentuk, RNA polymerase TFIIH menutupi daerah promoter mulai dari posii
-34 sampai +15.
i. diikuti oleh penempelan TFIIB,3.
j.
k. TFIIF, selanjutnya menempel diikuti oleh penempelan RNA polymerase II4.
l.
m. Akhirnya faktor TFIIE akan menempel diikuti oleh TFIIH, dan TFIIC.Kompleks
prainisiasi yang terbentuk disebut sebagai kompleks DABPoIFEH, dengandemikian
dapat dipahami bahwa RNA polymerase II pada eukariotik tidak menempel
secaralangsung pada DNA didaerah promoter melainkan melalui perantaraan faktor
ranskripsi.TFIID adalah faktor transkripsi utama yang secara langsung berkaitan
dengan kotak TATAsehingga penempelan faktor transkripsi akan mengarahkan faktorfaktor transkripsi yang laindan RNA polymerase II untuk mengenali daerah promoter.
Percobaan secara invitromenunjukan bahwa jika TFIID tidak ada, maka tidak akan
terbentuk kompleks prainisiasi,meskipun faktor-faktor transkripsi yang lain

ditambahkan. Secara invitro juga


dibuktikan bahwa TFIID menempel pada kotak TATA secara independent tanpa dipan
du oleh TFIIA,sehingga disimpulkan bahwa peranan TFIIA adalah meningkatkan
daya ikat ( affinity )TFIID terhadap kotak TATA. Pada waktu kompleks prainisiasi
sudah terbentuk, RNA polymerase TFIIH menutupi daerah promoter mulai dari posii
-34 sampai +15.Setelah terbentuk kompleks prainisiasi, RNA polymerase II siap
untuk mengawali(inisiasi) proses transkripsi adalah TBP, TFIB, TFIIF, RNA
polymerase II. Tanpa adanyaTFIIE dan TFIIH, sebenarnya sudah dapat terjadi
transkripsi namun tidak sempurna ( abortif). Pembentukan transkripsi yang tidak
sempurna tersebut menandakan telah terbentuknyakompleks inisiasi termasuk
terjadinya pembukaan DNA secara lokal dan pembentukan ikatanfosfodiester
pertama. Dalam hal ini faktor TFIIE dan TFIIH tidak doperlukan dalam prosesinisiasi
melainkan diiperlukan dalm proses pelepasan dari promoter ( promoter klierens )yang
ditandai dimulainya transkripsi ( pemanjangan transkrip ) secar aktif. Pelepasan
dari promoter tersebut dikatalisi oleh aktifitas DNA helikase yang
dimiliki oleh TFIIH sehinggamenyebebkan terbukanya DNA pada daerah promoter.
Hal ini diduga dilakukan dengan caramemortir DNA didaerah ini dari bagian yang
berikatan dengan faktor transkrip yang lain sehingga terbentuk gelembung transkripsi.
Pembentukan gelembung transkripsi memungkinkan RNA polymerase untuk memulai
transkripsi dan bergerak kearah hilir sepanjang 10-12 nukleotida. Pergerakan RNA
polymerase tersebut dibantu oleh aktifitasTFIIH yang meyebabkan pemanjangan
gelembung transkripsi.
Faktor TFIIH mempunyai banyak peranan salah satunya adalah dalam proses fosforilasiRNA
polymerase II menjadi bentuk IIO, yang selanjutnya melakukan proses pemanjangan
transkripsi. Fosforilasi terjadi pada asam-asam amino pada bagian CTD yang ada padasubunit
RNA polymerase II yang paling besar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa proses
fosforilasi RNA polymerase II inilah yang memicu perubahan status RNA
polymerase perubahan status RNA polymerase II dari keadaan prainisiasi menjadi inisaiasi da
nselanjutnya terjadi pemanjangan transkripsi. Dengan adanya nukleotida maka
kompleks pemanjangan (elongation complex) dapat meneruskan proses pemanjangan transkri
psi(RNA). Proses pemanjangan transkripsi akan berjalan sampai RNA polymerase II
mencapaidaerah terminator.
B. PEMROSESAN TRANSKRIP PASCA-TRANSKRIPSI
Pada eukariot, transkripsi berlangsung didalam nukleus sedangkan translasi
berlangsungdidalam sitoplasma. Dengan demikian translasi baru dapat dijalankan jika
proses transkripsisudah selesai dilakukan. Jeda waktu semacam ini disebut sebagai
fase pasca-transkripsi.
Pada fase ini terjadi beberapa proses yang unik pada eukariot antara lain :
1. Pemotongan dan penyambungan RNA (RNA splicing)
2. Poliadenilasi (penambahan gugus poli- A pada ujung 3 mRNA)
3. Penambahan tudung (cap) pada ujung 5 mRNA
4. Penyuntingan mRNA
Pemotongan dan penyambungan RNA (splicing)Pada jasad eukariot banyak terdapat gen
yang organisasinya tersusun atas ekson dan intron,meskipun tidak semua gen eukariot
mempunyai intron. Pada awalnya, gen yang terdiri atasekson dan intron ditranskripsi

menghasilkan pre-mRNA (transkrip primer) karena masihmengandung sekuens intron. Pada


tahapan selanjutnya intron akan dipotong dari pre-mRNAdan eksonekson yang ada selanjutnya disambung menjadi mRNA yang matang (mature
mRNA). Proses pemotongan intron dan penyambungan kembali ekson-ekson disebut
sebagai proses
penyambungan RNA.
Transkrip mRNA yang sudah matang inilah yang selanjutnyaakan ditranslasi.Proses splicing
RNA adalah proses yang sangat akurat. Akurasi proses pemotongan dan penyambungan
ditentukan oleh suatu urutan nukleotida yang dikenal sebagai
splicing signal.
Sejauh ini urutan nukleotida lestari yang ditemukan pada beberapa intron yang berbeda
yangdiketahui adalah dua nukleotida pada ujung intron.

Angka-angka menunjukkan persentase frekuensi nukleotida pada tiap posisi, jika


angkanya100 berarti basa tersebut selalu berada dalam posisi tersebut. N dan Py
menyatakannukleotida apa pun atau basa primidin yang mungkin ada pada posisi tersebut.
Pada gen-genyang ada dalam nukleus hanya ada urutan nukleotida lestari (conserved ) yang
pendek yaitu TACTAAC, yang terletak sekitar 30 pasangan basa di sebelah hulu dari sisi 3
penyambungan. Residuadenine pada posisi keenam kotak TACTAAC adalah residu
yanglestari dan mempunyai peranan sangat penting dalam proses pemotonganpenyambunganintron-ekson. Secara umum dapat disebutkan bahwa sekuens dinukleotida
GT dan AC sertakotak TACTAAC. Intron pada gen-gen mitrokondria dan kloroplas juga
mempunyai sekuenslestari tetapi berbeda dari yang ada pada gen-gen dalam inti sel. Sekuens
konsensus padadaerah perbatasan antara ekson-intron pada prekusor mRNA khamir telah
diketahui denganurutan sebagai berikut :
5- GUAUGU - intron - UACUAAC - PyAG -3
Dari beberapa penelitian diketahui bahwa signal untuk pemotongan intron
dan penyambungan ekson (s p l i c i n g s i g n a l s ) pada prekusor mRNA gen-gen pada
nukleus sangatseragam, yaitu kedua basa intronpertama hampir selalu mengandung GU dan

dua basa terahirhampir selalu mengandung AG. Selain itu, keseluruhan sekuens konsensus
sangat pentinguntuk pemotongan intron dan penyambungan ekson secara tepat. Mutasi pada
sekuenskonsensus dapat mengakibatkan splicing yang abnormal. Sifat lestari ujung 5 dan 3
pada sisi pemotongan-penyambungan serta kotak TACTAAC menunjukkan bahwa hal
inimempunyai fungsi sangat penting dalam ekspresi genetik. Mutasi pada bagian tersebut
dapatmenyebabkan perubahan fenotipe pada jasad eukaryot.
Proses pemotongan intron dari transkrip RNA terdiri atas tiga tipe yang berbeda yaitu :
1. Intron pada prekusor tRNA dipotong menggunakan endonuklease secara tepat
diikutioleh reaksi ligasi (penyambungan) menggunakan enzim ligase.
2. Intron pada beberapa prekusor rRNA dihilangkan dengan mekanisme autokatalitikmelalui reaksi unik yang melibatkan molekul RNA itu sendiri dan tidak
melibatkanaktivitas enzim.
3. Intron pada pre-mRNA dipotong dengan mekanisme reaksi dua-langkah
yangdilakukan oleh partikel ribonukleoprotein yang disebut spliceosome
C. PERBEDAAN PROSES TRANSKRIPSI SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK
Pada sel prokariotik,proses transkripsi sampai proses translasi terjadi di sitoplasmasedangkan
pada sel eukariotik proses transkrisi terjadi di inti sel namun proses translasiterjadi di
sitoplasma. Selain itu perbedaan terdapat pada cara pengkodean enzim oleh gen.
sel prokariotik,satu gen dapat mengkode beberapa enzim. Tetapi, pada sel eukariotik satu
genhanya dapat mengkode satu enzim saja. Selain itu, pada proses transkripsi sel
prokariotikmembutuhkan operon sedangkan sel eukariotik tidak membutuhkan operon.
Operon adalahsatu kesatuan enzim.

REFERENSI1.
Anonim. 2010.
Proses Ekspresi Gen dalam OrganismeBagian 1 Available
athttp://netsains.com/2010/03/proses-ekspresi-gen-dalam-organisme-bagian-1/ 2.
Yuwono,Triwibowo.2005. Biologi Molekular . Penerbit erlangga. Jakarta3.
Sarmoko. 2011. From Gene to Protein, Molecular Biology 2011. Departmen ofPharmacy
Unsoed. Purwokerto.