Anda di halaman 1dari 7

AMAMI

PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERKAITAN


DENGAN AMAMI DAN BTM

OLEH :
NI KADEK SUCAHYANINGSIH

P07134013006

MADE RINA RASTUTI

P07134013016

BENNY TRESNANDA

P07134013027

I KADEK MARDANA

P07134013044

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

PERATURAN PERUNDANGAN AMAMI DAN BTM


Analisa adalah usaha pemisahan suatu kesatuan materi bahan menjadi komponenkomponen penyusunnya sehingga dapat dipakai sebagai data untuk komposisi suatu bahan.
Amami merupakan suatu analisa yang bertujuan untuk menguraikan komponen-komponen
penyusun pada makanan dan minuman sehingga diperoleh data mengenai komposisi bahan
makanan dan minuman yang sedang dianalisis.
I. Makanan dan Minuman
a. Pengertian Makanan
Makanan, adalah barang yang digunakan sebagai makanan atau minuman manusia,
termasuk permen karet dan sejenisnya, akan tetapi bukan obat. (Peraturan Menteri
Kesehatan RI No. 329/Men.Kes/Per/XII/1976).
b. Pengertian Minuman
Minuman adalah segala sesuatu yang berupa cairan dan dapat dikonsumsi untuk
menghilangkan rasa haus. Minuman umumnya menunjuk pada cairan yang ditelan.
c. Undang-Undang yang berkaitan dengan makanan dan minuman
Adapun beberapa undang-undang tentang makanan dan minuman yang dikeluarkan
oleh Menteri Kesehatan diantaranya :
1. Peraturan Menteri Kesehatan No.329/Men.Kes./Per./XII/1976 tentang Produksi
dan peredaran makanan
2. Peraturan Menteri Kesehatan No.330/Men.Kes./Per./XII/1976 tentang Wajib
Daftar Makanan (pasal 30 : bagi pangan olahan wajib di daftarkan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik produksi dalam
negeri maupun yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia).
3. Peraturan Menteri Kesehatan No.01/Birhukmas/I/1975 tenteng Syarat- Syarat dan
Pengawasan Air Minun.
4. Peraturan Menteri Kesehatan No.110/Men.Kes./Per./XI/1975 tentang lodisasi
Garam Konsumen.
5. Keputusan Menkes RI No. 165/Menkes/SK/II/1986 tentang Persyaratan Garam
Beryodium
6. Keputusan Menkes RI No. 632/Menkes/SK/VI/1998 tentang Fortifikasi Tepung
Terigu
7. Peraturan Menteri Kesehatan No.76/Men.Kes./Per./XII/1975 tentang Ketentuan
Peredaran dan Penandaan Susu Kental Manis.
8. Permenkes RI No. 240/Menkes/Per/V/1985 tentang Pengganti Air Susu Ibu
9. Keputusan Dirjen POM No. 02048/B/SK/VI/1991 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Permenkes RI No. 240/Menkes/Per/V/1985 di bidang Pemasaran PASI
10. Kep Menkes RI No. 00474/B/II/1987 tentang Keharusan Menyertakan Sertifikat
Kesehatan dan Serifikat Bebas Radiasi untuk Makanan Impor

11. Peraturan Menteri Kesehatan No.280/Men.Kes./Per./XI/1976 tentang Ketentuan


Peredaran dan Penandaan Pada Makanan yang Mengandung Bahan Berasal dari
Babi.
12. Kep.Dirjen POM No. 02664/B/SK/VIII/1991 tentang Persyaratan Mutu dan
Aman.
13. Kep.Dirjen POM No. 02665/B/SK/VIII/1991 tentang Cara Produksi Makanan
Bayi dan Anak.
14. Peraturan Menteri Kesehatan No.86/Men.Kes./Per./VI/1977 tentang Minuman
Keras.
15. Peraturan Menteri Kesehatan No.23/Men.Kes./Per./I/1978 tentang Pedoman Cara
Produksi yang Baik untuk Makanan.
16. Peraturan Menteri Kesehatan No.79/Men.Kes./Per./III/1979 tentang Label dan
Periklanan Makanan.
17. Peraturan Menteri Kesehatan No.235/Men.Kes./Per./VI/1979 tentang Bahan
Tambahan Makanan.
18. Permenkes RI No. 382/Menkes/Per/VI/1989 tentang Pendaftaran Makanan.
19. PP No.28 Th 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
20. UU No.36 Th 2009 tentang Kesehatan, Bagian ke enam belas pasal 109 -112
tentang Pengamanan Makanan dan minuman
21. Permenkes No. 30 th 2013 tentang Informasi Gula, Garam, Lemak
22. Keputusan Presiden No.3 tahun 1997 tentang Minuman Beralkohol
23. Permenkes. RI No. 826/Menkes/Per/XII/1987 tentang Makanan Iradiasi.
24. Keputusan Menkes RI No. 00474/B/II/1987 tentang Keharusan Menyertakan
Sertifikat Kesehatan dan Serifikat Bebas Radiasi untuk Makanan Impor
25. Permenkes No. 180/Menkes/Per/IV/1985 tentang Makanan Kadaluwarsa (pasal
27 :Tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa wajib dicantumkan secara jelas pada
label makanan).
26. PP RI no. 69 th 1999 tentang Label dan Iklan Pangan

Berdasarkan PP No.69 tahun 1999 label makanan harus memuat :

1.

Bagian Utama harus mencantumkan :


Nama Dagang
Nama Jenis makanan
Isi bersih / Netto
Nama dan alamat pabrik / importir

2.

Bagian lain dari label harus mencantumkan :


Komposisi
Nomor Pendaftaran (MD / ML )
Kode produksi
Tanggal kadaluarsa yang dinyatakan dengan kalima
Baik digunakan sebelum
Petunjuk Penyimpanan (untuk produk-produk tertentu)
Petunjuk Penggunaan
Informasi Nilai Gizi (untuk produk-produk tertentu)

II. Bahan Tambahan Makanan


a. Pengertian Bahan Tambahan Makanan
Bahan tambahan makanan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai
makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, mempunyai atau
tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan
untuk maksud teknologi

(termasuk organoleptik) pada pembuatan, pengolahan,

penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan


makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan (langsung / tidak
langsung) suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.
b. Undang-Undang yang berkaitan dengan Bahan Tambahan Makanan
1. UU no 18 th 2012 ttg Pangan Bab VII tentang Keamanan Pangan, sanitasi
pangan, BTM
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 235/Menkes/Per/VI/79 tentang Bahan
Tambahan Makanan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 237/Menkes/Per/VI/79 tentang Perubahan
Wajib Daftar Makanan
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 238/Menkes/SJ/VI/79 tentang Keharusan
Menyertakan Sertifikat Analisa Pada Setiap Impor Bahan Tambahan Makanan
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 722/Menkes/Per/IX/88
-

Tentang Bahan Tambahan Makanan


Bab II Tentang Bahan Tambahan Makanan Yang Diizinkan

Pasal 2
(1)Bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam makanan dengan
batas maksimum penggunaanya ditetapkan seperti tercantum dalam
Lampiran I yang tidak terpisahkan dari peraturan ini.
(2)Bahan tambahan makanan selain yang disebut pada ayat (1) hanya
boleh digunakan sebagai bahan tambahan makanan setelah mendapat
persetujuan lebih dahulu dari Direktur Jenderal Pengawasan Obat
Dan Makanan berdasarkan penilaian seperti yang dimaksud pada
pasal 5.
-

Bab III Tentang Bahan Tambahan Yang Dilarang


Pasal 3
(1)Bahan tambahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan
makanan ditetapkan seperti tercantum dalam Lampiran II yang tidak
terpisahkan dari peraturan ini.
(2)Selain yang disebut pada ayat (1), khusus untuk bahan pewarna yang
dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan, ditetapkan
dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Zat
Warna Tertentu Yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya.

Pasal 4
(1)Bahan yang dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) dinyatakan sebagai
bahan berbahaya bila digunakan pada makanan.
(2)Makanan yang mengandung bahan yang disebut pada ayat (1)
dinyatakan sebagai makanan berbahaya.

Bab IV tentang Produksi, Impor Dan Peredaran


Beberapa Bahan Tambahan Pangan yang dilarang digunakan untuk makanan
berdasarkan Permenkes RI nomor 722 tahun 1998 dan Permenkes RI nomor
1168 tahun 1999 sebagai berikut :
a.
Asam borat dan turunannya, contoh : Borax ( Natrium Tetra Borat).
b.
Asam salisilat dan garamnya.
c.
Dulsin
d.
Dietil Pirokarbonat
e.
Formalin atau Formaldehida
f.
Kloramfenikol
g.
Nitrofurazon
h.
Minyak nabati yang dibrominasi
i.
Kalium Klorat
j.
Kalium Bromat

6. Permenkes RI No.1186 tahun 1999

tentang

Perubahan

atas

Permenkes

RI

No.722/Menkes/ Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan

7. Dalam UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan , BTP diatur dalam Bagian
Kedua Pasal 10, 11 dan 12.
8. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 239/Menkes/ Per/V/1985,
menetapkan 30 zat pewarna tertentu yang dinyatakan berbahaya. Zat pewarna
yang dilarang diantaranya auramine, alkanet, butter yellow, black 7984, burn
umber, chrysbidine, chrysoine S, dll.

DAFTAR PUSTAKA
Simboro, Syarief, 2013. Makanan dan Minuman Bag.1. Online. h t t p : / / s y a r I e f s I m b
o ro.blogspot.com/2013/02/uuk-makanan-dan-minuman-bag-1.html
(diakses 5 Maret 2015)
Menkes, 2001. Produk Hukum dalam Negeri-Menkes 722. Online. ht t p : / / s t o r a g e . j a k
s t I k . a c . I d/ProdukHukum/DalamNegri/Menkes_722.pdf (diunduh 4
Maret 2015.
Nuwrrlhiyyaa, 2013. UUD yang berhubungan dengan bahan makanan. Online. h t t p : // n u
w rr l hiyyaa.blogspot.com/2013/11/uud-yang-berhubungan-denganbahan.html (diakses 4 Maret 2015)