Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 1

KALIMAT EFEKTIF
PUTU RIANDIKA
AHMAD NAISABURI
PANDE PUTU YOGA ANTARA
WANDI KUSTIAMAN
M. SYAHRUL UTAMA

(1415071013)
(1415071007)
(1415071014)
(1415071006)
(1415071027)

POKOK BAHASAN
1. Kesatuan
Pengertian

2. Kepaduan

Syarat kalimat efektif

3. Kepararelan

Kasus kalimat tdk efektif

4. Penekanan
5. Kehematan
6. Kelogisan

KALIMAT EFEKTIF

Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang
dapat mengungkapkan gagasan
penutur/penulis secara tepat sehingga
dapat dipahami oleh
pendengar/pembaca secara tepat pula.
Menu Utama

1. Kesatuan

Kesatuan

Satu Ide Pokok (Jelas)

kalimat boleh panjang/pendek,


menggabungkan lebih dari satu
kesatuan, bahkan dapat
mempertentangkan
kesatuan yang satu dan yang lainnya
asalkan
ide/gagasan kalimatnya tunggal.

Menu Utama

2. Kepaduan (Koherensi)

Definisi : terjadinya hubungan yang padu antara unsur unsur


pembentuk kalimat.

Kalimat dengan unsur


tidak koheren

Tidak Punya Subjek


Struktur kalimat Rancu
Unsur S-P-O Tdk
Berkaitan Erat
Salah Dalam
Pemakaian kata

Kalimat yang Unsurnya


Tdk Koheren

Kalimat Koheren

Saya punya rumah baru Rumah saya


saja diperbaiki
baru saja
diperbaiki.

Menu Utama

3. Kepararelan

Terdapatnya unsur unsur yang sama derajatnya, sama pola /


susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.

Ketentuan : bentuk kalimat pada unsur pertama harus sama


dengan bentuk kalimat pada unsur kedua dan selanjutnya.

Contoh :
Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat
katalog, dan buku buku diberi label. ( )

Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, pembuatan


katalog, dan pelabelan buku. ( )

Menu Utama

4. Penekanan

Ialah terjadinya suatu perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat
secara keseluruhan.

Cara Pemberian Perlakuan Khusus


Pada Kata Kata Tertentu
Meletakkan kata yang ditonjolkan
pada awal kalimat
Melakukan pengulangan kata
(repetisi)

Penekanan dgn pengontrasan


kata kunci

Menggunakan partikel penegas

Contoh Kalimat
Bulan Desember kita ujian akhir
semester. (Bukan bulan November)
Saya senang melihat panorama
alam yang indah; saya senang
melihat lukisan yang indah; dan saya
juga senang melihat seni ukir yg indah.
Penduduk desa itu tidak menghendaki
bantuan yang bersifat sementara,
tetapi bantuan yang bersifat permanen.
Andalah yang bertanggung jawab
menyelesaikan masalah ini

Menu Utama

5. Kehematan

Ialah adanya upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu


(tidak mengulang subjek, tidak menjamakkan kata yang memang
sudah berbentuk jamak, dan tidak menggunakankata yang
mubazir).

Contoh kalimat

kalimat Yang Tidak Hemat Kata

Saya melihat dengan mata


kepala saya sendiri bahwa
mahasiswa itu belajar seharian
dari pagi sampai malam.

kalimat Yang Hemat Kata

Saya melihat mahasiswa itu


belajar seharian.

Menu Utama

6. Kelogisan

Ialah terdapatnya arti kalimat yang logis / masuk


akal.

Contoh kalimat yang lemah dari segi logika :

Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua


laki laki.

Kepada Bapak, waktu dan tempat kami persilahkan.

Beberapa Kasus Kalimat Tidak


Efektif
1. Bagi dosen yang berhalangan hadir harap diberitahukan
ke sekertariat.
=Dosen yang berhalangan hadir agar memberitahu sekertariat.

2. Saya melihat kelakuan anak itu bingung.


=Anak itu saya lihat kebingungan

=Saya bingung melihat kelakuan anak itu

3. Bebas parkir.
=Parkir bebas
Menu Utama

Kesimpulan

Kalimat efektif

Kalimat yang dapat dipahami maknanya, dan tepat sehingga


tidak terjadi keganjalan dalam kalimat.
Kalimat tidak ambigu
Pembaca mengerti dengan jelas maknanya.