Anda di halaman 1dari 6

A.

Fungsi
Nama tes ini diberikan karena kenyataan bahwa tes ini menggunakan tanda tambah dan
kurang, dan bukannya ukuran ukuran kuantitatif, sebagai datanya. Tes ini bermanfaat untuk
penelitian di mana pengukuran kuantitatif tidak mungkin atau tidak dapat dijalankan, tetapi kita
masing mungkin menentukan tingkatan bagi kedua anggota setiap pasangan berdasarkan
hubungan antara keduanya. Uji sign test atau uji tanda berfungsi untuk menguji apakah dua
perlakuan tidak sama atau apakah perlakuan lebih baik dari perlakuan yang lain.
B. Soal
Dalam suatu studi tentang akibat akibat ketiadaan ayah terhadap perkembangan anak
anak, 17 pasangan suami istri yang telah terpidah karena perang, dan anak pertama mereka
dilahirkan sewaktu ayah mereka tidak ada, diwawancarai. Suami dan istri diwawancara secara
terpisah. Masing masing orang tua diajak membicarakan hubungan disipliner ayah anak
dalam tahun tahun setelah sang ayah pulang dari medan perang. Kode (+) jika istri mengatakan
bahwa istri mempunyai kesadaran dan pemahaman lebih luas mengenai hubungan hubungan
disipliner antara anak dengan ayah. Perbedaan akan diberi kode (-) apabila terjadi sebaliknya.
Perbedaan akan diberi tanda 0 (atau tanpa kode) jika pasangan suami istri tidak memiliki
kesesuaian terhadap tingkat kesadaran dan pemahaman mengenai hubungan hubungan
disipliner antara anak dengan ayah.
Tabel 3. Data Uji Sign test
Pasanga
istri
n
A
4
B
4
C
5
D
5
E
3
F
2

suami
2
3
3
3
2
3

G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q

5
3
1
5
5
5
4
5
5
5
5

3
3
2
3
2
2
5
2
5
3
1

Ho

C. Hipotesis
: Suami dan istri memiliki kesadaran dan pemahaman sama mengenai hubungan

Ha

hubungan disipliner antara anak dengan suami.


: Istri memiliki kesadaran dan pemahaman lebih luas mengenai hubungan hubungan
disipliner antara anak dengan suami.

D. Langkah langkah
1.
2.
3.
4.

Dibuka aplikasi SPSS.


Dimasukkan data pengujian Chi-Square kedalam program Excel.
Dipindahkan data pengujian tersebut kedalam program SPSS pada lembar Data view.
Pada lembar variable view diganti nama (rename) data menjadi suami dan istri, membuat

decimal menjadi 0, dan merubah Measure menjadi Scale.


5. Kembali ke lembar data view kemudian klik analyze pada toolbar, pilih nonparametric tests
lalu klik 2 related samples...
6. Dipindahkan suami ke dalam kotak test pairs di variable 1 dan istri di variable 2.
7. Test type pilih sign.
8. Klik OK.
E. Output SPSS

Tabel 4. Frequencies Uji Sign Test


a

Negative Differences
Positive Differencesb
istri - suami
Tiesc
Total

N
3
12
2
17

Sumber: SPSS 16.0

tabel 5. Test Statistics Uji Sign Test


istri - suami
Exact Sig. (2-tailed)

.035a

Sumber: SPSS 16.0

F. Interpretasi
Tampilan output SPSS menunjukan jumlah perbedaan negatif ada 3 dan jumlah perbedaan
positif ada 12. Serta ada 2 yang tidak memberikan perbedaan. Nilai probabilitas atau signifikansi
uji sign test (uji tanda) adalah 0.035 untuk uji dua sisi. Oleh karena uji satu sisi maka dibagi
menjadi dua yaitu 0.0175. nilai ini lebih kecil dari = 0,05 maka dapat diputuskan kita menolak
Ho dan menerima Ha. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Istri memiliki kesadaran dan
pemahaman lebih luas mengenai hubungan hubungan disipliner antara anak dengan suami.
I.

UJI WILCOXON (UJI KASUS SAMPEL GANDA BERHUBUNGAN)


A. Fungsi

Uji Wilcoxon termasuk dalam pengujian nonparametrik. Pengujian ini dilakukan untuk
membandingkan antara dua kelompok data yang saling berhubungan. Uji ini memiliki kekuatan
tes yang lebih dibandingkan dengan uji tanda. Data yang digunakan setidaknya berskala ordinal.
Tehnik ini merupakan penyempurnaan dari Uji Tanda (Sign Test). Uji peringkat bertanda
Wilcoxon digunakan untuk kasus dua sampel dependen bila skala ukur memungkinkan kita

menentukan besar relatif beda (selisih-selisih) yang terjadi, jadi bukan sekedar hasil pengamatan
yang berbeda saja. Uji peringkat bertanda Wilcoxon cocok digunakan bila kita dapat mengetahui
besarnya beda antara pasangan-pasangan harga pengamatan X1 dan Y1 berikut arah beda yang
bersangkutan. Apabila kita dapat menentukan besarnya setiap beda, maka kita dapat menetapkan
peringkat untuk masing-masing beda itu. Melalui penyusunan peringkat beda-beda inilah uji
Wilcoxon memanfaatkan informasi tambahan yang tersedia.
,
B. Soal
Suatu penelitian, hendak mengetahui ada atau tidaknya perbedaan informasi 13 pasangan
anak berdasarkan tingkat kecerdasannya (IQ), pasangan tersebut dipisahkan, yang satu diberi
latihan dengan metode A dan yang satunya lagi diberikan latihan dengan menggunakan metode
B, setelah latihan selesai kedua pasangan tersebut beri tes keterampilan.
Tabel 6. Data Uji Wilcoxon
Pasangan
Metode A
A
70
B
62
C
85
D
70
E
54
F
49
G
80
H
87
I
79
J
90
K
64
L
75
M
81

Metode B
80
69
90
68
58
58
74
87
80
93
75
79
89

C. Hipotesis
Ho

: tidak ada pengaruh pelatihan terhadap keterampilan anak.

Ha

1.
2.
3.
4.

: ada pengaruh pelatihan terhadap keterampilan anak.


D. Langkah langkah
Dibuka aplikasi SPSS.
Dimasukkan data pengujian Wilcoxon kedalam program Excel.
Dipindahkan data pengujian tersebut kedalam program SPSS pada lembar Data view.
Pada lembar variable view diganti nama (rename) data menjadi Metode A dan Metode B,

membuat decimal menjadi 0, dan merubah Measure menjadi Ordinal.


5. Kembali ke lembar data view kemudian klik analyze pada toolbar, pilih nonparametric tests
lalu klik 2 Related Samples...
6. Dipindahkan Metode A ke dalam kotak test pairs di variable 1 dan Metode B di Variable 2.
7. Test type pilih Wilcoxon.
8. Klik OK.
E. Output SPSS
Tabel 7. Ranks Uji Wilcoxon

Metode_B Metode_A

N
2a
10b
1c
13

Negative Ranks
Positive Ranks
Ties
Total

Mean Rank
4.50
6.90

Sumber: SPSS 16.0

Tabel 8. Test Statistics Uji Wilcoxon


Metode_B - Metode_A
Z

-2.354a

Asymp. Sig. (2-tailed)

.019

Sumber: SPSS 16.0

9. Interpretasi

Sum of Ranks
9.00
69.00

Tampilan output SPSS menunjukan bahwa hasil uji statistik menghasilkan nilai hitung Z
sebesar -2,354 dan probabilitas signifikansi sebesar 0,019 (two tailed). Oleh karena probailitas
signikansinya < = 0,05 karena probabilitas signifikansi dibagi 2 menjadi 0,0095 , jadi Ho
ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan
mempengaruhi keterampilan anak.