Anda di halaman 1dari 11

SISTEM CVS

PJK simtomatik Kronis

PJK simptomatis akut (Sindr. Coroner aku)

Angina pectoris stabil


Letak nyeri
Perjalanannya
Kapan terasa
(tiba2/bertahap/aktivitas?)
Berapa lama nyerinya
Derajat
Mereda sendiri/obat??
Istirahat/obat?
Kualitas nyerinya
Nyeri bertambah jika

Angina pectoris tidak stabil

NSTEMI
(Infark Miokard tanpa elevasi)

STEMI
(Infark Miokard dengan elevasi)

Dada, substernal/sedikit di kiri


Nyeri tidak berhubungan dngan gerakan pernafasan
Rahang, leher, bahu kiri, lengan pundak, punggung kiri, abdomen bag. Atas, retrosternal, sulit
lokalisir nyeri
Timbul saat bekerja/aktivitas, makan, udara dinigin, rx
simpatis, gang emosi

Pericarditis

Epigastrium, leher, bahu,


punggung
Timbul saat menarik nafas
dalam, menelan, miring,
bergerak, berrbaring
Persisten

Timbul saat istirahat/kejaringan

0-20 menit
Ringan sedang, kadang hanya terasa tak nyaman
(cheast discomfort)

>20 menit
Sering sampai nyeri hebat sampai
pingsan
Morfin, klo nitrogliserin tidak
Reda (Istirahat, Nitrogliserin)
mempan, harus dirawat (mempan dg
nitrogliserin)
Ditindih beban berat, diremas, diiris, terasa panas, seperti diikat, rasa penuh

Sering berat
Mereda bila duduk &
bersandar kedepan
Ditusuk/Tajam
Menarik nafas dalam, batuk,
menelan
Duduk membungkuk ke depan

- Rasa tidak nyaman di dada/substernal menjalar ke


leher, rahang, bahu/punggung kiri, lengan kiri,
jarijari ulnar
- Sesak nafas, lelah, keringat dingin, palpitasi,
- sulit/nyeri menelan

angina pertama kali hingga aktivitas fisik menjadi terbatas


Sesak nafas
Keringat dingin
mual sampai muntah
lemas

- presentasi menyerupai SKA pd


umumnya
- biasanya telah memiliki
riwayat angina / PJK , usia
lanjut

- Rasa sulit bernafas, karena


efusi perikard
- Berdebardebar
- Friction rib, nadi cepat dna
iregular
Infeksi/radang
Obatnya : OAINS jika
mempan kortikosteroid

- gejala atipikal : nyeri lengan


atau bahu, sesak nafas akut,
sinkop, aritmia
- Kecemasan
- Sesak
- Keringat idngin
- Tanda Levine
- Kadang normo atau hipertensif
- EKG :
- Elevasi segmen ST
- Inversi gelombang T
Dianjurkan EKG serial tiap 6
jam

- Foto Thoraks : jantung


membesar (krn efusi
pericarditis)
- Darah tepi : leukosit , LED
sedikit
- Enzim jantung ( CKMB
dan Troponin I)
- perikardiosintesis
Khas :
- Pericardial fraction rub
(perisistolik, sistolik,
diastolic) trdpt suara seperti
mengaruk
- Terdengar jelas di dasar
sternum kiri bawah > jelas
bila px duduk &
condonggkan badan ke
depam
- EKG : elevasi segmen ST

Faktor risiko
Kolestrol diet, DM, HT, Rokok, Obesitas, Kurang aktivitas, Stress, udara dingin
Diagnosis

PF fisik :
- KU : sakit ringan /sedang/ berat
- Tanda vital : TD, Nadi lemah RR, SUhu
- Cemas
- Keringat dingin
PF jantung :
- aritmia
- gallop bahkan murmur
- ronkhi basah dibagian basal paru
P.Lab
- darah perifer lengkap : Hb , Ht, trombosit
- F.risiko : Gula darah, profil lipid
- Marker inflamasi biomarker jantung : Enzim
jantung CK/CKMB, CRP, Troponin T
EKG
- Perubahan segmen ST-T (depresi/elevasi) : minimal
pd 2 lead yg berdekatan
- Tanda hipertrofi ventrikel kiri (tdk spesifik)
- Tanda infark sebelumnya : gelombang Q
- Disrankan periksa EKG saat istirahat dan latihan

- PF : sering kali normal


- Pd bbrp kasus ditemukan tanda kongesti dan instabilitas hemodinamik
- EKG :
- Depresi segmen ST
- Inversi gelombang T
- Dianjurkan EKG serial tiap 6 jam

Pem. Biomarker jantung :


Tidak ada peningkatan Enzim
CK/CKMB, Troponin T
Atau tanpa perubahan EKG yg
menunjukkan Iskemia

Pem. Biomarker jantung :


ada peningkatan Enzim
CK/CKMB , Troponin T
(4-6 jam setelah onset)

Peningkatan troponin T (utk


diagnosis akut) dan atau
peningkatan Enzim CK/CKMB,
(utk melihat luas infark)

DD
- Krn keluhan nyeri : Emboli paru, edema paru, tension pneumothoraks, diseksi aorta
- Hasil EKG menyerupai STEMI : early repolazitation variant (ERV), pericarditis akut
Terapi

Nitrat (nitrogliserin subling/spray) : atasi dg cepat


B blocker
Ace inhibitor
Antagonis Ca
Antiplatelet (R/ Aspirin 75-162 mg/hari atau
R/klopidogrel 75mg/hari)
- Man. Lipid (Simvastatin)
- Man. Diabet (Metformin)
- Kontrol TD (Ace inhibitor)

Edukasi
- Perubahan gaya hidup (berhenti merokok)
- Kurangi BB BB ideal
- Olahraga teratur
Perbedaan nyeri dada jantung dan paru : Paru diberi O2 membaik

- ABC, pemasangan monitor, siapkan alat resusitasi dan defibrilasi


- Berikan O2
- Nitrogliserin sublingual /spray R/ nitroglisen tab 0,4 mg subling / Isosisorbid dinitrat 5 mgtiap menit
- Antiplatelet aspirin dosis awal (R/ Aspirin 160325 mg atau R/ clopidrogel tab 300 mg)
- Morfin IV jika diperlukan (dosis awal 24 mg ditingkatkan hingga mg) ulang setiap 5-15 mneit
- antikoagulan (R/ heparin)

Modifikasi gaya hidup


Kontrol tekanan darah dan diabetes
Manajemen lipid (statin)
Teruskan medikamentosa (antiplatelet, penyekat beta, penghambat ACE atau ARB, Antagonis Aldosteron)
Rehabilitasi dan aktivitas fisik

Gagal jantung
1. Gagal jantung kanan
Udem ekstremitas/asites
2. Gagal jantung kiri
Udem paru/ gejalanya sesak >suka tiduran
setengah duduk
3. Kongestif
Udem +sesak
4. <O2
Sakit dada, lemes, pusing, pingsan, jantung
berdebar

Sternal, dan area preokardinal

Nyeri berkurang jika

Keluhan lain

Tamponade jantung

Keadaan penderita tampak


butuk, TD, takikardi, nadi
lemah, napaps cepat

Keluhan :
- Sesak yg memberat terutama saat berbaring
malam hari
- Sesak muncul saat aktivitas, tidur telentang,
saat istirahat juga muncul
- Istirahat memperbaiki sesak
- Tandatanda retensi cairan , spt kongesti paru
atau bengkak pergelangan kaki
- Batuk malam

- Takikardi >120x/mnt
- TD ( hypertensive acute heart failure)
- tekanan vena jugularis , pembesaran hati dan
hipotensi (gagal jantung kanan)
- PF jantung
- Inspeksi iktus kordis
- Palpasi : heaving, lifting, thrill
- Auskultasi : ronkhi basah kasar (edema
paru), Gallop bunyi jantung III
- PP
- Darah lengkap
- EKG : ritme, ada/tdk hipertrofi ventrikel ,
ada nya infark
- Komorbid dan F. risiko
- Gula darah
- Profil lipud
- Ureum creatinine
- Elektrolit
- Rontgen Thoraks : ukuran dan bentuk jantung
(kardiomegali), vaskularisasi paru

Infark miokard akut


Pneumonia
Pneumonitis, emboli pulmonal
OAINS
- Ibuprofen 3x600-800 mg/hr
- Indometasin 3x2-550 mg/hr
- Kolkisin 2x0,6 mg

- R/ Furosemide 40 mg tab no XXX S1 dd tab I


- R/ Captopril tab 25 mg no. XXX S1dd tab I

Jika gagal, tdk membaik :


Prednison 4080mg
- Memberi tau syumber sesak dari jantung
- Obat obatan harus diminum
- Penting untuk control kembali, Kenali tanda
bahaya, awasi dan segera kembali ke RS

SISTEM RESPIRASI (SESAK NAFAS)

Sejak kapan
Sesak nafas Tiba/ bertahap

Pemberat/memperingan sesak

Dipengaruhi posisi, kondisi


Dipengaruhi waktu
Dipengaruhi kondisi emosi
Ada riwayat sebelumnya
Keluhan lain

Diagnosis

Diagnosis banding

Terapi

Asma Bronkhial

Asma Kardial (edem paru kardiogenik)

Emboli Pulmo Akut

Mendadak, Inspirasi >pendek dr ekspirasi

Sesak nafas saat beristirahat/ beraktifitas/ rasa lemah tidak


bertenaga
Sesak terjadi saat baring + malam hari
Berkurang : sikap duduk/berdiri (ortopneu)

Dyspnea onset mendadak

- Perberat : asap rokok,allergen (udara), rangs farmako, stress, olahraga, infeksi (>>sering
virus), dingin, lingkungan &polusi udara (pencetusnya)
- Peringan : duduk sambal memegang lutut, atau benda disekitar agar otot pernafasan >
bekerja
Saat beraktivitas fisik
Lebih berat pada musim ttt dan malam hari
Dipengaruhi kondisi emosi
Ada riwayat sebelumnya, riwayat eksim,asma, atopi, Riwayat keluarga
- Batuk lebih berat pd malam hari menjelang subuh, Batuk kering kadang dg mucus
bening bs memburuk
- Sesak nafas
- Pulsus paradoksis
- Kussmaul sign
- Ada perbaikan setelah pemberian anti asma
PF
- Sesak nafas , mengi saat ekspirasi
- Pernafasan cuping hidung (tanda semua otot pernafasan sdh digerakkan)
- Retraksi dinding dada, Saat serangan berat : retraksi supraklavikula, intercostal,
epigastrium)
- Auskultasi : wheezing, Mengi ekspirasi
PP
- Spirometri (menilai hambatan aliran udara dan reversibilitas)
- Arus puncak ekspirasi (APE / Peak expiratory Flow) 15% APE
- Skin Test dg menggunakan IgE spesifik di serum utk tent alergi dan identifikasi FR
- Lab darah (eusinofil dlm darah)

1. Bronkitis kronik
- Batuk kronik + sputum 3bln
- Perokok berat
- Batuk dipagi hari
2. Emfisema paru
- Sesak (GU) saat aktivitas
- Jarang disertai batuk dan mengi
- Kurus
- Ada fase remisi
3. Gagal jantung kiri
- Parksimal dispneu (mlm hr), terbangun karena sesak
- Seolah berkurang jika duduk
4. Emboli paru
- Sesak, batuk + darah
- Nyeri pleura, keringat dingin
- Kejang
- Controller : cegah terjadinya serangan akut
- KSI (kortikosteroid inhalasi
- 2 agonis kerja panjang
- anti leukotrin
- Teofiln lepas lambat
- ABKP
- Reliever : atasi gejala akut (agonis 2 kerja cepat)
- Nebulasi salbutamol sulfat Inhaler 100mg/ml tiap 20 mnt dlm 1 jam
- Kortikosteroid sistemik (pd asma berat)
- O2 4L lpm via nasal kanul

Edukasi
-

Gang. Paru : Pneumonia,PPOK


Pernafasan : Asma bronchial
Jantung : gagal jantung
Otot nafas : myasthernia gravis
Pusat nafas di medspin: Asidosis berat

Dipengaruhi posisi berbaring


Malam hari
dipengaruhi emosi
riwayat sebelumnya
- Berkeringat dingin & pucat, sianosis
- Merupakan perjalanan penyakit dari gagal jantung ok itu
gejala disertai gejala gagal jantung (et : gagal jantung
kiri)

- Auskultasi : wheezing

- Nyeri dada retrosternal jika oklusi


massif
- Nyeri pleuritik, batuk dan hemoptysis
jika terjadi infark pulmo
- Tirah baring terlalu lama

Pneumothorax

- Nyeri dada pleuritic


- Batuk
- Pada dewasa muda yang sehat
sebelumnya

SISTEM RESPIRASI (BATUK)


Bronkiektasis
(Dilatasi bronkus )
Etiologi
Faktor risiko
Onset

Infeksi, penyumbatan

Batuk berdahak/kering

- Ringan : 1-2mg
- Berat : Batuk menahun dipagi hari,
setelah tidur, berbaring
Berdahak, bau

Darah

Darah (50-70% kasus)

Batuk dicetus/ diperberat dg


aktifitas tertentu

Berbaring miring batuk memburuk

Keluhan lain yg menyertai

Keluhan kronik
Demam
Nafsu makan & BB
Malaise (lelah)
Sesak nafas jika melakukan
aktivitas semakin memburuk
Mengi/bengek, dispnea
Clubbing fingers
Hemoptysis
TIDAK ADA RIWAYAT
MEROKOK

Bronkitis Akut
peradangan bronkus krn inf. Sal
nafas bisa jadi pneumonia
Infeksi virus

Bronkitis Kronik

TBC

Merokok

M.TB menular mll droplet

2-3 minggu

3bln/1 tahun (2 tahun


berturut-turut)

Dahak maupun dahak (dahak


jernih, putih, kuning kehijauan,
atau hijau)
Darah

Sesak, mengi
Demam ringan/berat
Tidak nyaman di dada, nyeri dada
Bunyi mengi setelah batuk
Iritasi batuk berdahak

PPOK

Pneumonia

>2mg

Batuk kronik, hilang timbul slm 3 bln,


hilang dengan pengobatan

Peradangan parenkim paru, distal dari


bronkiolos, terminalis & alveoli
Akut, onset bervariasi tergantung
penyebabnya

Dahak purulent
(kekuningan

Dahak/sputum purulent/hijau ,
mucoid/kekuningan

Berdahak produktif kronik / hanya ada


dahak tanpa disertai batuk
Sputum kental pada pagi hari

Klo akut eksaserbasi


darah
Aktifitas fisik, inhalasi
irritant, infeksi saluran
nafas
Sesak, mengi jika
aktivitas ++ sesak

Darah (hemoptosis)

- BK ringan : Batuk
berdahak
- BK mukopurulen
- BK penyempitan batuk +
terasa mengi

Sesak nafas
Nyeri dada
Demam tdk trll tinggi pd malam, demam >1bln
Keringat malam
BB drastis& nafsu makan
Malaise (perasaan enak)
Lemah
- pd bronkus : mengi, sesak, nafas lemah
- pleura : nyeri dada

Riwayat social (pekerjaan,


kebiasaan merokok )
Diagnosis

PF
- Takipnea
- Ronkhi basah
- mengi
Ro Thoraks
- Gambar ruang kistik
CT Scan (gold standar)
Kultur Sputum

PF
- Pasien kurus
- Barrel chest
- Fremitus berkurang
- Ronki basah kasar tdk tetap
- Wheezing
- Krepitasi
PP : >>leukosit PMN
- Pem sputum
- Pem. Gram

- Auskultasi : wheezing

Anamnesis
- Riwayat kontak +
- Rokok, ventilasi di rumah
P. Keadaan umum
- Sakit ringan /sedang/ berat
- Sesak nafafs cuping hidung, serak
- Pucat, sianosis
- Limfadenopati TB, KGB membesar
Inspeksi
- Retraksi m.intercostales
- Penyempitan/pelebaran sela iga
Auskultasi
- Ronki +/+ di apeks paru
- Suara nafas melemah
P. penunjang
- Sputum BTA 2x +
- Foto thoraks : Infiltrat & kavitas di apeks paru,
bercak milier, efusi pleura unilateral (biasanya)
- Darah lengkap (LED,monosit)
BATUK DAHAK periksa BTA, GRAM,
KULTUR SPUTUM

Diagnosis banding
Terapi

Edukasi

- Antibiotic 10 hr (eksaserbasi akut,


jangka panjang: berdasarkan hasil
mikro)
- Bedah : reseksi pd region paru

Asthma, Bronkiektasis
- Antitusif : dekstromertherfan
15mg 2-3x/hr (sesak di stop)
- Ekspektoran : GG, bromheksin,
ambroksol
- Antipiretik
- Bronkodilator : salbutamol,
ferbutalin
- Ab (tnd infeksi) : ampisilin,
eritromisin

Pneumonia, bronkiektasis
R/ FDC no. XXX S1dd tab I ( dlm 1 paket ada
rifampisin, isoniazid, piriazinamid, Streptomisin,
etambutanol)
R/ Piridoksin 100 mg tab no. XXX S1dd tab I

- TB paru disebabkan kuman


- Menular, pengobatan6bln tdk boleh terputus , ada
ES mengganggu : tanyakan dokter

- Sesak nafas progresif, menetap dan


memburuk dg olahraga/aktivitas
- Batuk produktif kronis
- Mudah lelah

- usia pertengahan
- Perokok, + HT
- Polusi tempat kerja
Datang saat tidak stabil
Inspelsi
- Barrel chest
- Penggunaan otot bantu nafas
- Pelebaran sela iga
Palpasi
- Fremitus melemah
Perkusi
- Hipersonor +/+
Auskultasi
- Vesikuler
- Ekspirasi memanjang
- Wheezing +/+
- Ronki basah kasar
P. penunjang
- Ro Thoraks : Hiperinflasi, hiperulsen,
difragma mendatar,Parenkim paru
(infiltrate fibrosis, kavitas, corak
bronkovaskuler ,masa, paru tampak
hiperulsen), jantung menggantung
- BATUK DAHAK periksa BTA,
GRAM, KULTUR SPUTUM
- Spirometri : konfirmasi dx dg
Bronkoskopi : bersihkan sal. Nafas, ambil
sampel bronkopulmoner
- Analisa gas darah
Asma, Bronkiektasis, TB
- Pemberian oksigen
- Bronkodilator (agonis 2 kerja cepat): R/
salbutamol tab 4 mg S3 dd tabI
- Kortikosteroid R/prednisone 30-40mg
no.X S1dd tab I
- Antibiotik R/amoksisilin 500 mg no.X
S3dd tab I
- R/ Gliseril Guaiakolat tab 100 mg No.
XX S2dd I
Stop merokok
Pake alat pelindung kerja

Efusi Pleura

Batuk berdahak / mukopurulen


/purulent/ berdarah ataupun kering

- batuk dahak mucoid / purulent


kadang berdarah
- sesak nafas
- Nyeri dada pleuritic
- Demam tinggi
- Terasa terbakar di dada
- Muntah : Pneumonia aspirasi

PF :
- TRIAS : batuk, demam, sesak/nafas
pendek
- tampak sakit berat
- sianosis, nafas cuping hidung
- pemakaian otot bantu nafas
- suhu
- nadi cepat
- frekuensi nafas cepat
- fremitus meningkat
- perkusi redup
- Auskultasi (Wheezing, mengi), di
basal paru
PP
- Foto toraks PA (tdp infiltrat
perselubungan pd daerah yg terkena)
- Lab :
- Darah lengkap (leukositosis, netrofil
segmen
- analisa sputum(bakteri (BTA, periks a
sensitifitas)
- kultur darah
- CAP/HAP/VAP/HCAP

Bronkitis akut, bronkiektasis


- Gol. Makrolid : Amoksisilin
3x500mg/hr
- Sefalosporin III/IV
- Respiratory quinolone
- Penisisil 4x250-500mg/hr
-

- Penularan mll udara pake masker


- Jangan buang dahak sembarangan

PF :
- pergerakan dada tidak
simetris
- cairan >300 cc : Redup
- Fremitus menghilang
- Suara nafas melemah,
menghilang
- Trakea terdorong ke
kontralateral
Pungsi Pleura : tau tipe eksudat/
transudate
Ro. Thoraks
- PA : sinus costofrenikus
tumpul >500 cc
- Lat : tumpul
- PA/lateral : perselubungan
homogen, radioopaq, perm atas
cekung
USG Thoraks

Gangguan berkemih

Kolik renal : BPH, Nefrolitiasis


Infeksi Saluran Kemih Atas
(Pielonefritis, prostatitis, abses intrarenal
&abses perinefrik)
Pielonefritis

Etiologi

Gejala

PNA :
- Nyeri tekan dan
kemarahan pd CVA
Sering berkemih dan atau
dalpasi dalam
- Demam, menggigil,
nausea/muntah, malaise
(enak badan)
- Urin berwarna keruh
hematuria
- Didahului dg sistitis
- Urinalisis : ditemukan
silinder leukosit

Infeksi sal. Kemih bawah


Biasanya >>
Akut :
- Nyeri pd
perineum
- Demam
- Prostat
membengkak
pd
pemeriksaan

Kronik:
- Serupa sistitis
- Pancaran
urin lemah
- Sulit mulai
buang air
kecil

PNK :
- Et : infeksi rekuren
- Sakit kepala, nafsu makan
& BB
- Polyuria, haus berlebihan
- Keletihan
- Nyeri hilang timbul

Diagnosis

Diagnosis
banding
Terapi

Edukasi

Sistitis
(Mukosa VU)

Prostattitis

Invasi MO, Infeksi pd


pielum & parenkim ginjal
Triad :
- Demam
- nyeri sudut costovertebra
- mual/muntah

ISK Bawah
(Sistitis &urethritis)

Triad :
- Disuria (Sakit saat miksi)
- Frekuensi
- Urgensi (kencing sulit ditahan)

- Nyeri suprapubic /Nyeri


pinggang bawah
- Urin keruh, berbau tdk sedap
- Demam menggigil,
- Urin keluar sedikit-sedikit
- Hematuria
- Nokturia

Imunologi setelah infeksi kuman di


kulit dan sal. Nafas, peny. ginjal
primer, sistemik
- Hipertensi, (TIO )
- Hematuria
- Gangguan fungsi ginjal
(silinder eritrosit, proteinuria ringansedang)
- Pembengkakan pd kelopak mata
tungkai, edema
- Azotemia (urea, kreatinin)
- Kencing kemerahan (Merah mirip air
cucian daging)
- Air kemih sedikit/tidak ada
- Disertai kejang
- Demam, maise, nyeri kepala

Syndrom Nefrotik

Proteinuria massif >3,5g//24 jam


Hiperlipidemia
Edema anasarka
HIpoalbuminemia <3,5g/dL

- Lemas
- Kehilangan nafsu makan
- Urin berbusa
- Garis putih pada kuku (Muehrckes band)
tanda hipoalbumin
- Edema anasarka (generalisata) sbbkan
BB
- Urinalisis : oval fat bodies

Uretritis :
- ISK bawah iritatif
- Disuria
- Frekuensi
- Piuria

- PF : Suhu , nyeri ketok CVA,/ nyeri tekan suprapubic (perut bawah)


- Kultur Urin : koloni 105 /ml , urinalisis (Leukositosis >N : 0-5/LPB), piuria,
bakteriuria, hematuria
- Kultur darah : utk pasien demam tinggi curiga alami komplikasi
- Pencitraan : USG ginjal, CT Scan Abdomen, Sistografi

- R/ Siprofloksasin tab 500


mg No. X (S2 dd tab )
(7hr gejala ringan ) (14 hr
jika gejala berat)
-

Glomerulonefritis akut // syndr.


nefritik

Akut nonkomplikata (antibiotic)


- R/ Siprofloksasin tab 500 mg
No. III (S2 dd tab ) (3 hari)
- Atau R/ kotrimoksazol tab 500
mg No. XII (S2 dd tab II) (3
hari)
Rekurens 3x dlm 1thn/2x dm
6bn (antibiotik profilaksis)
- R/ kotrimoksazol tab 500 mg
No. X (S1 dd tab )

- banyak minum
- menjaga kebersihan dan hygiene uretra dan sekitarnya

Anamnesis
- Timbul mendada
- Identifikasi penyakit sistemik
PF
- Ruam kulit, pucat, nyeri ketok CVA,
pembengkakan sendi
- tanda kelebihan cairan : edema
periorbital, kaki), Hioertensi, ronki
basah halus, tek. Vena jugularis,
asites, efusi pleura
PP
- Darah lengkap (anemia,
LED),kreatinin serum )
- Level komplemen C3,C$ : kadar
immunoglobulin
- Urinalisis (makro &mikro)
Proteinuria, hematuria, sedimen
eritrosit, leukosituria
- Urin 24 jam : protein urin
kuantitatif
- Tes antiges streptokokus ASTO
- USG : ukuran ginjal membesar serta
trdpt fibrosis

- Pengaturan TD : penghambat
ACE/ARB (target<125/75)
- Reduksi proteinuria
- Reduksi edema (diuretic dosis tinggi)
GNA pasca infeksi streptokokus : R/
antibiotik penisilin, eritromisin,
sefalosporin generasi pertama

Hindari penggunaan zat nefrotoksik

PF
- Garis putih pada kuku
- Edema anasarka, BB
PP
- Darah periferlengkap (hipoalbumin) ,
fungsi hati, profil lipid, elektrolit, gula
darah, hemosyasis
- Urinalisis : proteinuria, albuminuria,
hematuria, sedimen urin, urin dipstick
- Protein urin kuantitatif 24 jam
- Pemeriksaan titer ANA, Anti dsDNA,
C3,C4, hBSaG, Anti HCV, Anti HIV
- Biopsi ginjal utk dx pasti

- Kombinasi diuretic : loop diuretic dan


tiazid (2x sehari)
- Penghambat ACE atau ARB sbg antiproteinuria
- Statin untuk hyperlipidemia
- diet rendah garam <2,5 gr, diet rendah
lemak jenuh, rendah kolestrol
- hindari obat nefrotoksik (OAINS,
antibiotik gol aminoglikosida)

BPH (prostat)

Gejala obstruktif :
- Harus menunggu
untuk awal miksi
- Pancaran lemah
- Miksinya terputus
(intermiten)
- Rasa belum puas
miksi
Gejala iritatif :
- Frekuensi, keluar
sedikit
- Nokturia
- Miksi sulit ditahan
(urgensi)
- Disuri nyeri saat
miksi
- menetes
- Pancaran urin
bercabang
- Mengejan dlm
miksi

Urolithiasis (batu ginjal)

- Nyeri pinggang kiri kanan ,


menjalar ke perut sampai
lipatan paha/pangkal paha
- Hematuria
- Demam
- Mual&muntah
- Warna air kencing keruh
- Bau air kencing lebih
menyengat
- Miksi lancar

Gagal ginjal

- Nyeri pinggang
belakang kolik
- Sakit saat miksi
- Vol urin <<
- Udem mata-kaki

Nefrolitiasis

- Demam
- Keringat dingin
- Badan menekuk Mual muntah
- Kolik renal (nyeri pinggang akut,
hilang timbul)
- Serangan nyeri berlangsung sekitar 3
jam
- Hematuria gross/mikroskopi : BAK
merah, berpasir
- Dysuria, miksi menetes
- Nyeri tekan

Batu ginjal pelvis :


- Nyeri pinggang hanya kolik
/terus menerus dan hebat
- Nyeri ketuk arcus kostae
Batu Ureter
- Nyeri yg hilang timbul disertai
perasaan mual
Batu VU &uretra
- Akhirannya tiba-tiba menetes
& nyeri
- Perubahan posisis air
kencingnya dpt keluar krn
perpindahan letak batu
- Terjadi infeksi sekunder, nyeri
menetap disuprapubik

PF : Rectal touche (ada


tdk pemb prostat,
konsistensi, ada/tdk
nodul)
PP : BNO IVP

PF : nyeri tekan suprapubic (+), bulibuli penuh, nyeri ketok CVA

Retensi urin : katerisasi


VU, lanjutkan dengan
TURP (Transurethral
resection of the
prostate)

MET dicoba untuk 2mg(Medical


Expulsive therapy) utk batu <10 mm
- Tamsolusin 0,4mg 1x/hr
- Analgesic Ibuprofen 600800
mg/8jam
- Paracetamol 5001000mg/tab prn
>10mm : bedah

Minum 8 gelas tiap hari untuk


mencapai urin 2L/24jam
Hindari konsumsi garam & protein>>

NYERI PERUT
Dispepsia
(sensai tidak nyaman di perut)
Lokasi nyeri

Daire/BAB
Jenis Nyeri

Keluhan
lainnya

Diagnosis

Pankreatitis

Kiri atas
Nyeri Ulu hati/epigastrium

Diare
- Bertambah bila berbaring

- Setelah / sebelum makan


- Panas perut/terbakar di epigastrium
- Rasa penuh setelah makan
Atau sensasi cepat kenyang/kembung
- flatulensi (perut kembung)
- Mual muntah
- disertai sendawa

ttanda red flag / bahaya :


- BB
- Hematemesis
- Melena
- Disfagia
- Odinofagi
- Berdebar

Dispepsia organic (disebabkan kelainan structural, biokimia, atau sistemik)


Dyspepsia fungsional
- Sindrom distress Post prandial
- Rasa penuh setelah makan yg mengganggu dg porsi biasa, bbrp x seminggu
- Rasa cepat kenyang yg sbbkan tdk dpt menghabiskan makan
- Kembung di perut bag atas, mual atau bersendawa setelah makan
- Dpt terjadi bersamaan dg sindrom nyeri epigastrik
- Sindrom nyeri epigastric
- Nyeri intermiten
- Tdk tergeneralisasi / terlokalisasi ke area lain abdomen
- Tidak membaik setelah defekasi atau buang gas
- Tdk memenuhi kriteria batu empedu atau kelainan sfingter oddi
- Nyeri seperti terbakar, tp bukan di daerah retrosternal
- Nyeri diinduksi / diredakan dg makanan, namun dpt terjadi selama puasa
- Dpt terjadi bersamaan dg sindrom distress post-prandial

Edukasi

Dispepsia, inf. Saluran cerna


- Test and treat HP (H.P >10%)
- PPI empiris (tekan asam lambung selama 48 mg) (H.P <10%)
R/lanzoprazol 30mg/omeprazole
20mg/pantoprazole 40mg S2dd (10 hari)
- Amoksisilin 1 g (S2dd)
- Klaritromisin 500 mg (S2dd)
antasida syr fl no. I S3dd C 1 ac
R/ Ranitine 150 mg tab no VI S2dd tab 1 ac

- Hindari rokok, kopi


- Hindari makanan berbumbu, pedas,a sam
- Makan teratur, Setelah makan jgn lgsg tidur
- Hindari stressor psikologis
Nyeri kiri bawah : Konstipasi (Anus, caecum)

- Sindr. Distress post-prandial : Prokinetik


klo ggal +/tuker dg PPI klo ggal +/tuker
antidepressan trisiklik
- Sindrom nyeri epigastik : Supresi asam
lambung (PPI) klo ggal +/tuker Prokinetik
klo ggal +/tuker klo ggal +/tuker
antidepresan trisiklik

Nyeri hebat di abdomen, epigastrium


nyeri tiba-tiba berat, menetap berhari hari
demam, takikardi, syok atau koma pd kasus berat
klo batuk, aktivitas berat nyeri memberat
dispneu, krn iritasi diafragma o/eksudat inflamasi
/ berhub dg efusi pleura
kembung
muntah hijau
nyeri tdk hilang setelah muntah
hilang dg analgesic
demam + menggigil

- Pantau tanda vital


- Rehidrasi
- Koreksi ketidakseimbangan elektrolit dan nutrisi
- Rujuk ke spesialis penyakit dalam

Prokinetik (metoklopramid,
eritromisin,domperidon) 3x10mg
PPI empiris (omeprazole 20mg S1dd)
- Antidepresan trisiklik (amitriptilin 10-25mg
sebelum tidur)

- Makan lebih sering dalam porsi kecil


- Hindari makanan tinggi lemak, asam, pedas yg
mencetuskan gejala

Ulkus peptikum

(iritasi esophagus akibat refluks asam lambung)

- Faktor : BB/obesitas, kehamilan, asma, PPOK makan asam, coklat,


kafein, karbonat, alcohol, rokok, obat-obatan ttt

rasa panas dalam perut (nyeri terbakar, diblkg tlg payudara)


nyeri menjalar ke leher tenggorokan, wajah
memburuk saat berbaring, setelah makan, jumlah keasaman lambung
kesulitab menelan, sensasi asam pahit didalam mulit
kembung, mual, cepat kenyang,bersendawa
luka tenggorookan
- ludah berlebih
- tidur malam terganggu

Apendisitis

Kiri atas

Kanan bawah,

- nyeri epigastrium (hilangnya lapisan epitel


mukosa hingga submucosa dg kedalaman
>5mm)perih, panas
- ulkus gaster : nyeri setelah makan,
- ulkus duodenum : 2-3 jam ssdh makan atau
saat lapar & membaik setelah
makan/minum antasida. Mengganggu di
malam hari
- nyeri dirasakan terus menerus (dibwh tulang
dada)
- dikasih antacid hilang tapi muncul lagi
- hematemesis
- melena
-

- Ecchymoticdiscoloration pd pinggang (Grey


Turners sign) / region preiumbilikal (Cullen sign)
: tunjukkan perdarahan intraabdimen dan biasanya
pny prognosis buruk
- Ikterik(bila ada obstruksi ductus bilier akibat
koledokolitiasis /edema kaput pancreas
- Abdominal tenderness : distensi abdomen terutama
di epigastrium dan defens muscular
- Teraba masa di epigastrium
- Bising usus menghilang akibat ileus kolon
- Tromboflebitis pd kaki dan poliartritis
- analisa darah lengkap : HT, CRP nilai leukositosis,
hemokonsentrasi dan penanda inflamasi +infeksi
- alkali fosfatase, bilirubin total, SGOT,SGPT
(akibat batu empedu)
- serum elektrolit, BUN, kreatinin, glukosa untuk
nilai derajat komplikasi
- amilase + lipase serum
- Foto polos abdomengamb ileus dari segmen usus
halus sentinel loop atau colon cutoff sign
- Ro thoraks (elevasi hemidiafragma,efusi pleura,
atelectasis basal, infiltrate paru)
- USG abdonmen (pemb difus pancreas hipoekoik
- CT Scan MRI

- Endoskopi
- USG
Pencitraan dg barium meal (lihat kelainan struktur mukosa/adanya massa
- P.Lab (utk gang fungsi pancreas (amilase dan lipase), fungsi tiroid , gula darah
- Urease Breath test (UBT) digunakan sbg Gold standar infeksi H.pilory

DD
Terapi

Gerd

- Kanan atas (menjalar) >> ke bag. Kiri, menjalar


sampe punggung

- BB
- Suara mengi pd asma yg diinduksi refluks
- Ronki basah pd pneumonia dan bronkiektasis
- Inflamasi laring/erosi dentin
- PF tidak trll membantu
- Endoskopi sal. Cerna atas
- Pem. Histopatologi ( biopsy)
- Esofagografi dg barium enema
- pemantauan pH 24jm (pH<4 pd 5cm diatas sfingter)
- Tes Bernstein (masukkan cairan asam dan rasakan sensasi heartburn)
- Manometri (mengukur tekanan sfingter esophagus)

Nyeri : dyspepsia, ulkus peptikum, penyakit jantung iskemik, kolik bilier


- PPI dosis ganda 1-2mg (30-60 mnt sblm makan
- Omeprazol 1x20mg, Lanzoprazol 1x30mg, Pantoprazole 1x40mg,
Rabeprazole 1x20mg atau Esomeprazole 1x40mg
- 2x sehari jika ada refluks pd malam hari
- Terapi ondemand jika terjadi kekambuhan 1xsehari selama 5-14 hari
- Agonis reseptor H2 15-30mnt sblm makan (utk gejala ringan) (simetidin
1x800mg/2x400mg, ranitidine 2x150mg/farmotidin 2x20mg/nizatidin
2x1550mg)
- Antasida utk ringankan gejala tidak menyembuhkan kerusakan mukosa

Dyspepsia fungsional, gastritis, GERD,


- Krn H.Pilory
Terapi eradikasi : kombinasi PPI
&antibiotic 10-14 hari
Terapi supresi asam minimal 4mg ulkus
gaster, 8 mg ulkus duodenum (PPI :
omeprazole 1x20 mg / Lanzoprazol 1x30mg)
atau (H2RA Simetidin 2x40 / Famotidin
2x20mg,/ Ranitidin 2x150mg
- Krn penggunaan OAINS
Hentikan OAINS, berikan PPI
- Bukan H.pylori/OAINS
- H2RA+antasida(sblm makan/famotidine
1x40mg sblm tdr) 8mg
- Sukralat 4x1g (sblm makan & 2 jam stlah
makan terakhir slm 4 mg lanjutkan
2x1g 8mg
- PPI (hny jika H2RA gagal)
-

- Modifikasi gaya hidup


- BB
- Hindari Berbaring setelah makan <3 jam
- Tinggikan posisi kepala saat tidur
- Hindari makanan berlemak, asam, pedas,, coklat, kopi, minuman bersoda,
kurangi rokok, alcohol , hindari pakaiam ketat
-

Dibawah perut/umbilicus : ISK

Perut tegang, catur : Peritonitis

Nyeri tekan di epigastrium atau sebelah kiri


(gaster) / kanan (duodenum)
Nyeri tekan difus
Muscular defense (pd komplikasi
peritonitis)
Fecal blood test posittif
Esofagogastroduodenoskopi (EGD)
gold standar
Radiografi dg barium kontras
pem. Penunjang : Endoskopi

Nyeri difus daerah


epigastrium nyeri
mendadak dimulai dari
perut sebelah atas /
sekitar pusar nyeri
ilang nyeri kambuh
tp pindah ke perut bag.
Kanan bawah
(terlokaliris kuadran
kanan bwah abd)
Nyeri lepas
mual muntah nyeri
tekan perut di bag.
Bawah
biasanya disertai
demam
mual, flatus
dipengaruhi
makanan
leukositosis, nyeri
perut, membungkuk

NYERI PERUT
Kolesistitis akut kronik
(inflamasi dinding kandung enpedu)
Kanan atas/tengah (epigastrium)
menjalar ke bahu kanan/punggung,
scapula kanan
BAB Putih
Semakin memburuk, kolik bilier
progresif

Batu empedu/kolelitiasis
Lokasi nyeri

Daire/BAB
Jenis Nyeri

Keluhan
lainnya

Kanan atas/tengah (epigastrium)


atas tiba2 menjalar ke bahu
kanan/punggung, scapula kanan
Dempul
- Kolik bilier
- Memburuk dg makanan lemak
- timbul 30-90 menit setelah makan,
makan porsi besar setelah puasa
berkepanjangan/makanan normal
berlangsung 15-50mnt
- Timbul tiba tiba
Akut
- Sering pada malam hari
- Demam
- Hilang perlahan dengan sendirinya
- Nyeri tekan
- mual, muntah
- berlangsung 60 mnt tnp reda
- demam
- Mual, muntah, anoreksia (hilangnya
- icterus
selera/nafsu makan)
- nyeri menetap >5jam
Kronik
- kolik 30 menit tp <12 jam
- Dyspepsia (nyeri abd spt terbakar sering
di malam hari)
- Mual setalh makanan berlemak ,
hilang setelah sendawa
- Riwayat batu empedu keliarga

Hepatitis
A
Ulu hati, menjalar ke kanan atas

Diagnosis
banding
Terapi

Edukasi

- Tes Murphy
USG (dianjurkan puasa 8 jam sblm
periksa) gambaran posterior
acoustic shadow

PF
- Ikterus (jarang ditemuukan pada onset
awal)
- nyeri tekan kuadran kanan atas
- Murphy sign : nyeri yg memberat
inspirasi terhenti sejenak saat insp dini /
batuk
Lab
- Darah perifer lengkap (Leukositosis)
- Enzim hati (SGOT-PT) dan
bilirubin
- Tes enzim pancreas kadar serum
amilase(>500 U/L pertimbangkan
pankreatitis)
Radiologis
- USG kandung empedu (dilatasi dan
oenebalan dinding)
- CT Scan Abdomen (jika curiga abses
hati, neoplasam, atau pankreatitis)

Hepatitis B akut

- fase pre-ikterik (1-2mg sblm fase ikterik)

gejala konstitutional
- anoreksia
- mual dan muntah (sering perubahan penghidu &
pengecapan)
- demam tdk trll tinggi
- malaise
- mudah lelah
- atralgia
- myalgia
- nyeri kepala
- fotofobia
- faringitis atau batuk
- urin menjadi >gelap / feses>pucat (1-5 sblm fase
ikterik)
fase ikterik, gejala konstitutional
- jaundice
- nyeri perut kuadran kanan atas (akibat
hepatomegali)
- BB ringan

- fase perbaikan
- gejala constitutional menghilang
- hepatomegaly & abdonemalotas fungsi hati
- nafsu makan kembali normal

Diagnosis

- Higienitas masih rendah, makan minum


yg terkontaminasi (sembarangan)
- Hepar terapsa membesar
- Tepi hepar tajam
- Konsistensi lunak
- Serologi Hepatitis A
- IgM anti HAV + : hepatitis A akut
- IgG anti HAV + : inf. Lampau (riwayat)
- Biokimia hati

Hepatitis C akut

- fase pre-ikterik (1-2mg sblm fase ikterik) gejala konstitutional


-

anoreksia
mual dan muntah
malaise
mudah lelah
atralgia
myalgia
sakit kepala
fotofobia
faringitis atau batuk
demam tdk trll tinggi

jaundice, sklera ikterik


BB ringan
nyeri perut kuadran kanan atas
hepatomegali

- fase ikterik
-

- fase perbaikan
- gejala constitutional menghilang
- hepatomegaly & abdonemalotas
fungsi hati
hepatitis B kronis
- mulai dr asimptomatis
- gejala hepatitis akut
- tanda gejala sirosis dan gagal hati
nafsu makan kembali normal

gejala prodromal berkurang


icterus
hepatomegaly
BB ringan
nyeri perut kuadran kanan atas

- fase perbaikan
hepatitis C kronis
- mulai dr asimptomatis, gejala tidak spesifik spt malaise dan
keletihan
- kondoso lanjut dpt ditemui tanda gejala dan komplikasi gejala
sirosis yg mudah dikenali, edema ekstremitas, asites, hematemesis
melena, perubahan status mental

- Profilnya perlahan
- Kontak langsung cairan tubuh (darah, saliva, cairan serebrosiponal, pleura, amnion, semen, vagina
- Riwayat transfuse, IV, drugs, cukuran jenggot
- Hepar terapsa membesar
- Tepi hepar tajam
- Konsistensi lunak
- Serologi Hepatitis B
- Akut : Selubung HBsAg (+) dan IgM anti-HBc protein antinukleokapsid (+)
- Kronik : Selubung HBsAg seropositive >6bln
- Serum DNA VHB >20.000 IU/mL atau 2.00020.000 IU/mL (pd HBeAg -)
- ALT persisten/intermiten
- Pengidap inaktif : Selubung HBsAg seropositive >6bln
- HBeAg dan anti HBe +
- Serum ALT dlm batas Normal
- DNA VHB <2.00020.000 IU/mL
- Bipsi Hati yg tdk menunjukkan inflamasi yg dominan

- SGOT, SGPT sangat tinggi sampe 5000 pdhl


N 30-40
- Bilirubin >2,5mg/dL jika ada icterus
sklera/kulit jarang >10 mg/dL kec. Ada kostasis
- Alkalin fosfatase N/
- Waktu PT N/memanjang 1-3 dtk
- albumin serum (jarang ditemukan pd hepatitis
virus akut tanpa komplikasi

- fase pre-ikterik (1-2mg sblm fase ikterik) gejala


konstitutional
- anoreksia
- mual dan muntah
- malaise
- mudah lelah
- atralgia
- myalgia
- sakit kepala
- demam
- fotofobia
- faringitis atau batuk dam flu
- 15 hr sebelum kuning, mucul urin yg lebih gelap dan feses yg
berwarna pucat

- fase ikterik
- gejala prodromal berkurang
-

- Riwayat pengguna obat injeksi, resipien darah, anak lahir


dr ibu yg terinfeksi VHC, berhub sex, individu dhg HIV,
pengguna obat intranasal, tato, tindk, , cukuran jenggot
- Serologi Hepatitis C
- Anti VHC + : terinfeksi
- RNA VHC
- Biokimia hati
- Gamma glutamil transpeptidase (GGT), alkalin fosfatase,
bilirubin, albumin, globulin, serta pemeriksaan darah perifer
lengkap dan waktu PT
- SGOT, SGPT 200-300

- USG dan biopsy hati akut abdomen (menilai penyerta


batu empedu)
-

- Biokimia hati
- SGOT,< SGPT (bisa berbalik pd sirosis hati) 200-300 pdhl N 30-40

- USG akut abdomen (menilai penyerta


batu empedu)

- Gamma glutamil transpeptidase (GGT), alkalin fosfatase, bilirubin, albumin, globulin, serta pemeriksaan darah perifer lengkap dan waktu PT
- Sirosis : progresif albumin, globulin, pemanjangan PT, trombosit

- USG dam niopsi hati (menilai derajat nekroinflamasi dan fibrosis pd kasus inf kronis dan sirosis hati
Kolelitiasis, kolesistitis

Pasien asimptomatis
- Intervensi gaya hidup : olahraga,
BB, diet rendah kolestrol
Pasien simptomatis
- Intervensi bedah (kolesistektomi
laparoskopi) pd gejala berat/
frekuensi sering, ukuran batu
>3cm, disertai komplikasi/penyulit
- Endoscopic Retrogade
Cholangiopancreatoghraphy
(ERCP) dg sfingterotomi
endoskopik (batu empedu keluar
bersama tinja/keluar mll mulut)
- Terapi farmakologis : asam
ursodeksikolat 10-15
mgmg/kgBB/hari

Penanganan awal :
- Tirah baring total
- Cairan adekuat
- Tunda asupan peroral nutrisi scr
parenteral
- Terapi farmakologis
- Antibiotic (terapeutik & profilaksis
komp peritonitis, kolangitis, dan
septimia)
Ampisilin subkutan 3g/6jamIV/
Piperasilin tazobaktam 4.5g/8jam
IV
- Akut : bedah (kolesistektomi
laparoskopi) dlm 2 jam pertama

- Resolusi spontan
- Terapi farmakologis
- Analgesic
- Antiemetic (R/metokloporamid /
domperidon ds <3-4mg/hari)
- antipruritus
- Terapi non farmakologis
- Dukungan asupan kalori & cairan
secara adekuat (tdk dibutuhkan
larangan diet spesifik)
- Hindari konsumsi alcohol & obatobatan yg dpt terakumulasi di hati
- Akut : Istirahat total di tempat tidur
(tirah baring) & kembali beraktivitas
setidaknya setelah 10 hari dr awitan
ikterik
- Hindari aktivitas fisik berlebih dan
berkepanjangan

Pegylated interferon (pegIFN) Peg-IFN slm 2 mg


- Peg-IFN-2a 180g/mg SK
- Peg-IFN-2b 1,5g/mg SK

Hepatitis B akut
- Tirah baring
- Menjaga asupan kalori & cairan secara adekuat
- Komplikasi hepatitis fulminant : R/lamivudine 100-150mg/hari 3 bln setelah serokonversi/setelah muncul anti HbE pd
pasien HBsAg +
Hepatitis B kronis
Pengobatan dimulai pd px dg penyakit hati aktif yg ditandai ALT>2x Normal
Pegylated interferon (pegIFN) Peg-IFN-2a / Peg-IFN-2b
Analok nukleosida
- Lamivudin (3TC) 100 mg/hr PO
- Telbivudin (LdT) 600mg/hari PO
- Entecavir (ETV) 0,5mg/hari PO
Analog nukleotida
- Adefocir (ADV) 10mg/hari PO
- Tenofovir (TDF) 300mg/hari PO

Vaksin :
Bila HBsAg + dan tidak memiliki kekebalan : berikan HBIg 0.06 ml/kg diikuti vaksinasi
Bila status HBsAg sumber pajanan tdk diketahui dianggap +
Pemeriksaan HBsAg dan anti HBs dilakukan 2bln stlh pajanan
Vaksinasi 3 dsd terpisah 0,1,6 bulan
Vaksinasi bayi baru lahir 2,4,6

Cegah :
-

Blm ada vaksinasi


Hindari penggunaan alat cukur, sikat gigi,
hunting kuku bersama pasoen hepatitis C

DEMAM

Etiologi

Demam Tifoid
Salmonella thypi, penularan fekal-oral

DBD
Virus Dengue pd nyamuk aedes
aegepti

Malaria
Plasmodium vivax
Plasmodium Ovale
Plasmodium Palciparum
- malam hari, demam >2hr
- Demam panas dingin , berkeringat malam
- Demam 1xdlm 2hari (p. vivax&ovale)
selang 1 hari
- Demam 3 hari sekali (P.Malariae) selang
2 hari
- Demam berulang-ulang dlm bbrp jam
(P.Palciparum)
- Menggigil , berkeringat
- Nyeri persendian, tulang nyeri otot ,
kelemahan
- sakit kepala,
- mual-muntah, anoreksia, perut tidak enak
- diare ringan, urin spt teh
- nadi cepat lemah
- nafas
- kerusakan retina,
- anemia

Gejala demam

- Demam >7hari, berkepanjangan


- Makin hari makin tinggi, terutama sore/malam
hari, turun pagi hari
- Mulai akhir minggu 3
- Mulai N minggu ke4

- Demam tinggi mendadak


- Demam 2-7 hari, mendadak
tinggi pd hari 1-2, hari ke 3
turun dan akan menyerang
kembali hari ke 7 saat
seperti ini yang bisa death
dalam 12-24 jam

Keluhan

- Obstipasi, diare,anoreksia, mual, muntah, kembung,


nafsu makan turun,,
- menggigil
- Bibir kering, pecah-pecah, lidah tifoid kotor tertututp
selaput putih (kotor di tengah, tepid an ujung berwarna
merah, disertai tremor)
- Batuk &sakit tenggorokan
- Menyerang usus, hati, limfe
- Sakit kepala, nyeri sendi, otot
- Kebiasaan makan sembarangan

Diagnosis

P. penunjang
- Pem. Darah perifer : Leukopenia/N/Leukositosis,
anemia ringan, trombositopenia, LED, SGOT/SGPT
- Uji widal : titer antibodi S.Typhi, S.Paratyphi yaitu
agglutinin O (>1:320)dan H(>1:640) ( mulai pd akhir
mg1 demam, puncak mg4)
- Uji Tubex : uji semikuantitatif kolometrik untuk
deteksi antibodi anti S.typhi
- Uji Thyphidot : Deteksi IgM dan IdG membrane luar
S.typhi
- Uji IgM dipstick : Deteksi IgM spesifik S.typhi pd
specimen serum atau darah dg menggunakan strip yg
mengandung antigen lipopokisakarida s.typhi dan anti
IgM sbg control
- Kultur darah : + memastikan, - tdk menyingkirkan

- Mual, muntah
- Ruam kulit,Mimisan hidung
&gusi
- mengigil,
- Kaki, tangan dungun
- BAB,
- Lesu, lemas, pegel-pegel,
- nyeri kepala, nyeri retro orbita
otot, sendi
- tanda bahaya : nyeri perut,
muntah persisten akumulasi
cairan, perdarahan mukosa,
letargi, pemb hepar >2cm,
Hematokrit
- Tes rumple leed
- Darah perifer lengkap :
Leukopenia dg atau tanpa
trombositopenia (<100.000)
- Hb, Ht, dehidrasi,
- Tes antigen dengue NS1, atau
tes antibodi IgM dengue

Cikungunya
Virus Chikungunya pd
nyamuk aedes aegepti

- Demam timbul mendadak


- perdarahan
- Selama 5 hari demam
-

menggigil
Nyeri tulang sgt sakit
Ngilu-ngilu sendi kaki
Nyeri kepala, ruam kulit,
fotofobia ringan,
limfadenopati,
arthralgia/myalgia hebat
nyeri/ngilu saat berjalan
kaki karena serangan terjadi
pd sendi-sendi kaki

Campak
Penularan secara droplet
Virus morbilli

- Demam 7-14 hari


- Demam (ringan-sedang : masa
prodromal /berat : stadium akhir)

- mengigil,
- Eritem/Ruam kulit dari muka
leher belakang telinga
- Peradangan mata (konjungtivitis)
- Batuk, pilek
- Pusing
- Bercak putih mukosa pipi
- Ada yg menderita penyakit sama
- Lidah tidak nyaman
- Nafsu makan
- Diare
-

Anamnesis :
- TRIAS malaria (demam, menggigil,
keringat dingin)
- Riwayat bepergian atau tinggal di daerah
endemic (daerah timur) : Kalimantan,
irian jaya,bengkulu
PF :
- Demam, konjungtiva pucat, sklera ikterik,
- splenomegaly (schuffner)(tanda malaria
kronik), hepatomegali
- icterus (hemolysis dan gang hepar)
- pem. Darah tebal dan tipis untuk
menentukan ada tidaknya spesies,
stadium, kepadatan (ditemukan gametosit
berbentuk bintang)
- pem. Darah perifer lengkap, kimia darah,
EKG, foto toraks, analisis cairan
serebrospinalis, biakan darah dan uji
serologis dan urinalisis

- Istirahar dan perawatan cegah komplikasi


- Diet lunak dan terapi suportif (antipiretik, antiemetic,
cairan adekuat)
- Antibiotik :
- Kloramfenikol 4x500mg 7hr
- Tiamfenikol 4x500mg
- Kotrimoksazol 2x960mg slm 2 mg
- Ampisilin dan amoksisilin 50-150mg/kgBB selama
2mg
- Seftriakson 3-4gr dlm dekstrosa 100cc

- Tirah baring
- Pemberian cairan RL 200/kgBB
- Simptomatik
- Antibiotic jika ada ada infeksi
sekunder

Obat antimalarial
Rawat inap
Diet seimbang
R/ tab parasetamol 3x500 mg
R/ amodiakuin 300 mg
R/ artesunat 320 mg
R/ primakuin 60 mg

Yellow fever
nyamuk aedes aegepti

- Menggigil
- Gang. Gastro, anoreksia, mual
muntah
- Nyeri kepala terutama
frontal,Nyeri otot kaki, nyeri
abdomen, malaise
- Fotofobia, mata merah
- Ruam kulit, icterus,
hepatomegali
- Riwayat : Banjir, lewat tanah
berlumpur

Anamnesis
- Riwayat pekerjaan berisiko
P. fisik
- Demam
- Bradikardi
- Nyeri tekan otot
- Ruam kulit
- Hepatomegali
Lab
- Darah lengkap : leukositosis/N,
netrofilia, LED
- Urinalisis : proteinuria,
leukosituria dan sedimen sel toraks
- Kimia darah : bila ada
hepatomegaly, bilirubin darah,
transaminase
- Kultur : sedimen darah /Cairan
serebrospinal
- Serologi
Malaria, tifoid, hepatitis viral,
demam dengue

DD

Terapi

Leptospirosis
Penularan air, lumpur yg tercemar
bakteri
Konsumsi makanan yg
terkontaminasi
- Demam 4-9 hari
- Tinggi mendadak + menggigil

- R/ parasetamol tab 3x500 mg (


jika demam)

Suportif
- Atasi dehidrasi, hipotermi,
perdarahan, gagal ginjal
Teraoi antibiotic
- Doksisilin 2x100mg
- Ampisilin 4x500-750mg
- Amoksisilin 4x500mg

- Demam 3-4 hari


- Demam timbul mendadak

Menggigil
Sakit kepala, punggung
Mual, muntah
Muka & konjungtiva merah
Kulit kuning

MUSKULOSKELETAL

Onset
1 atau >>sendi
Simetris/asimetris
Nyeri mendadak/bertahap

Keadaan yg memperberat
Keadaan yg memperingan
Keluhan lain

Kelainan sistemik
Factor risiko

Osteoarthritis
Berlangsung lama, perlahan-lahan
Bengkak 2 sendi (lutut/tangan)
Pada sendi penyokong (lutut, panggul)
Asimetris (1 sisi)
Bertahap berlangsung lama tetapi berkembang secara
perlahan

Gerakan, aktivitas
Istirahat
- Keterbatasan gerak
- Krepitasi
- tanda peradangan (nyeri tekan, merah, bengkak, hangat)
Tidak ada kelainan sistemik karena berasal dari tulang
sendiri /lokal
- Umur (tua)
- wanita, BB>>
- cedera sendi, pekerjaan yg menggunakan 1 sendi terus
menerus (pahat, pemetik kapas)
- olahraga yg menimbulkan cedera
- Akibat trauma

Diagnosis

Arthritis Rematoid
Beberapa minggu-bulan (lama)
Nyeri/ bengkak pada banyak sendi

Arthritis Gout (Pirai)


Cepat
Monoartikuler jika proses berlanjut dpt mengenai sendi lain

Simetris bilateral (2 sisi)


- Bertahap/perlahan
- Sendi yg terkena :sendi kecil, MCP, pergelangan tangan,
PIP
- Kaku pagi hari 1 jam

Asimetris
Akut, mendadak dalam waktu singkat
Sendi kecil : MTP-1/podagra, siku, lutut
Hiperuresemia

Udara dingin (pagi hari)

- Nyeri berulang pada sendi, bengkak, hangat, merah, Tophus (Kristal sodium urat)pd
cairan sendi, kulit diatasnya teregang

Diagnosis banding

Arthritis rheumatoid, Gout

Gout, SLE

Tatalaksana

NSAID : COX 1 (diklofenak, Ibuprofen)

- Pake deeker u//proteksi sendi


- NSAID : diklofenak 50-100 mg 2xsehari
- Steroid : prednisolon

Edukasi

Terasa malam

- Kelemahan, kelelahan anorexia


- Demam ringan, kaku sendi pagi hari selama 1 jam atau
lebih, ruam kulit
Kelainan sistemik ada
Autoimun, Riwayat keluarga
umur (tua)
merokok
paparan salisilat
konsumsi kopi, teh
infeksi
Darah perifer : anemia, trombositosis, LED,
Cek cairan sendi
F. Reumatoid serum

Osteopororsis

Sistemik : menggigil, demam, merasa lelah


Trauma,
diet tinggi purin
kelelahan
stress
obat diuretic/penurunan/peningkatan asam urat, obat allopurinol (penurun asam urat),
obat urikosurik (timbul kambuh), pria dewasa
Anamnesis
- Riwayat makan jeroan + sayuran hijau & mengandung purin
- Bangun pagi sakit, tidak bisa jalan
- Riwayat keluarga +
P. Fisik
- Look : warna kulit, luka+/- Feel : Nyeri tekan, periksa soft tissue, bone join di MTP1
- move : (aktif pasif) : ROM dlm batas N/terbatas
Pem. Penunjang
- Pem. Lab : Serum urat darah, asam urat urin 24 jam
- Analisis cairan sendi : tophus, kondisi inflamasi (leukosit 5.000-80.000/mm3),
predominan neutrophil, kultur (-)
- Radiologi : soft tissue swelling pd sekitar sendi

Pseudogout, RA
1. Hilangkan keluhan nyeri
- Kolkisin 0,5-0,6mg/2jam sampai nyeri hilang, (Profilaksis : 2x0,5mg)
- OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid) : Indometasin 150-200 mg/hari selama
2-3 hari lanjutkan 75-100 mg/hari sampai mg berikutnya sampai nyeri dan
peradangan berkurang
- Kortikosteroid (oral-parenteral) (jika KI dg kolkisin/OAINS) : prednisone 2040mg/hr slm 3-4 hari kemudian tapering off dlm 1-2 mg
2. Urikosurik dan penghambat xantin oxidase : menjaga kadar asam urat
- Allopurinol max 800 mg/hari (utk yg ada tophus)
- Urikosurik : Probenesid 0,5g/hari tingkatkan perlahan 1g/hari hingga target asam
urat tercapai
- Penurunan BB hingga ideal
- Pengaturan diet rendah purin
- Istirahatkan sendi yg terkena
- Hindari obatobatan yg sebabkan hiperurisemia

Sakit dipunggung tulang mudah rapuh

Anemia

Anamnesis

etiologi

NEURO
Def. zat besi
Asam folat
- Sejak kapan pucat
- Ada riwayat trauma ? Muntah ? BAB ? Haid lama ?
- Pola hidup ? Merokok , alcohol
- Riwayat anemia ? dulu , sekarang
- Riwayat pekerjaan ?
- Pola makan ? bergizi/ tdk?
- - lekas lelah
- Perdarahan menahun
- Makanan zat besi

Gejala

PF

- Pucat
- Memar
- Bitnik-bintik merah/bitu
- Kolinicia/kuku sendok
- Perdarahan gusi /GI
- Intestinal : teraba masa : pemb hati, ginjal (leukimmia
- Thoraks : retraksi sela iga
- Kebas
- Tanda neurologs : reflex tnp vit B12
- Ulkus kronik tungkai : thalassemia
PF
- Sel darah tepi
- Pucat, sianotik atrofi papil
- Indeks eritrosit : MCV, MCH, MCHC
lidah
- Takikardi, bisinsg jantung
- Takipneu
- Konjungtiva pucat

Diagnosis

5L: lemah lesu, letih


DJ cepat
Kolinychia
Pusing, pandangan kabur

Aplastik
- riwayat penyakit kronik (ginjal hati, diabet)
- kurang konsentrasi
- suku bangsa
- mengantuk
- tradisi ttt
- riwayat icterus, urin brwrn the pekat
- peny. Genetic : thalasemia
- sulit bernafas
- obat obatan
-

Sakit kepala
Biasanya pada bumil
org diet
pingsan

pucat
lemah, lelah, letih lesu
peradangan gusi

Hemolitik

- Ikterus, hepatomegaly
splenomegaly, kolelitiasis, ulkus
kaki
- Demam, menggigil
- Perasaan melayang
- Nyeri punggung & lambung

Bilirubin
SGOT
LDH
Retikulosit
Combs test AIHA
G6PD

Diagnosis banding

Edukasi

Dislipidemia & Obesitas

DM

Hipoglikemi

Kesemutan ujung jari, badan


lemas, lkesemutan , gataal, mata
kabur, nyeri pd ekstremitas
Luka sulit sembuh

Glokosa darah < 60 mg/dl

Rokok, HT, kadar lipid nyeri


dada, pola makan aktivitas,
kepatuhan obat

PP
- Hb
- Ht
- Leukosit
- Trombosit
- Jml eritrosit
- Morfologi sel darah
tepi/apusan sel darah tepi
-

Terapi

Neuropati Perifer DM tipe II


Riwayat DM

ENDOKRIN

Kesemutan , baal pada tangan dan


kaki

KU (tanda vital
BB & TB
TRM
P. neurologis lain
P. penunjangaaaa
- P. radiologis tulang
belakang & ekstremitas
- GDS >>

- KU (tanda vital : ada Bruit pd


arteri)
- BB & TB
- Lingkar perut
- P. Lab
- GDS >>
- HDL : N >60
- LDL : N <100
- Kolestrol N <200
- Trigliserida N <150

- KU (tanda vital : TD >130/85)


- BB & TB
- Sindr. Metabolic
- Lingkar pinggang >90cm,
>0 cm
- Trigliseroda
- HDL : N >60
- LDL : N <100
- GDP > 100 mg/dL

- R/ Tab simvastatin 10 mg S1dd


tab I nocte

- R/ tab metformin 500 mg S3dd


tab I
- R/ tab glibenclamid 3mg S3dd
tanb I

HNP, spondilolitis (pergeseran


tulang belakang)

Sulfas ferrosus 3x1 tab 325mg


Ferous Fumorat 3x1

- Makan makanan mengandung


zat besi
- Sarankan istirahat

- Hindari penyakitnya
- Hati dengan transfuse darah

- Kondisi ini dapat sbbkan komplikasi lanjutan : cegah dg kepatuhan


pengobatan
- Modifikasi pola makan dan gaya hidup
- Pemantauan glukosa
- Aktifitas fisik

- Sadar : gula murni 2030 gr/2sdm


permen/sirup, hentikan obaat,
monitor GDS
- tdak sadar : dekstrosa 40%,
GDS<100 : bolus 40%

Neurologi

Definisi

Etilogi
Manifestasi
klinik

Diagnosis

Bells Palsy
Paralisis N.VII (Fascialis) yg
bersifat akut, unilateral, perifer dan
mempengaruhi LMN (simetri astas
bawah)
Viral, inflamasi, autoimun dan
iskemik
- Paralisis akut motoric otot wajah
atas dan bawah unilateral (dlm
periode jam)
- Nyeri belakang telinga, otalgia,
hiperakusis
- Nyeri okuler, epifora, penurunan
produksi air mata, kelemahan
kelopak mata (tdk bs menutup)
- Gang. Mengecap
- Rasa seperti tebal pd pipi mulut
- Hilangnya lipatan nasolabial dan
kening pd sisi yg lumpuh
- Sisi alis yg terkena rata
- Saat tersenyum, wajah distorsi dan
lateralisasi ke sisi berlawanan dr yg
lumpuh

HNP
Hernia Nukleus Pulposus : herniasisai materi inti dari annulus ke
kanalis spinalis vertebra

Penyakit degeneratif
- Servikal
- Nyeri menjalar di area lengan
- Tanda lesi LMN : kelemahan motoric atau hipestesi sesuai dg
dermatom disertai penurunan reflex fisiologis bisceps, trisceps
- Mielopati
- Lumbar
- Nyeri menjalar (radikuler) dari punggung hingga ke tungkai atau
kaki (tergantung dari dermatom radiks yg terkena)
- Gerakan punggung terbatas (fleksi ekstensi)
- Nyeri diperberat ketika batuk, bersin, mengejan
- Kelemahan motorik, reflek fisiologis achiilles
- Perubahan sensorik (baal kesemutan, rasa panas, seperti
ditusuktusuk) sesuai dermatom
- Gang. Otonom spt retensi urin

- Saraf kranial VII, XII


- Tent. Sentral / perifer
- Jika >6-mg MRI pons dan tulang
temporal
- Nerve conduction studies dan EMG
(elektromiografi) tent letak lesi
dan derajat kerusakan saraf
fascialis perifer

- Riwayat : terjatuh, angkat berat


- PFdeformitas, massa, nyeri tekan di vertebra Foto polos tulang
belakang
- Look, Feel Moof
- PF fisiologis
- Otonom (mengenai konus, kauda ekuina) : gang. BAB, BAK fgs
seksual
- P.Sensorik
- P. motoric : segmen otot yg lemah
- MRI setinggi lesi yg dicurigai dg kontras (jika suspek neoplasma /
metastasis)
- Nerve conduction studies dan EMG (elektromiografi) tent. Derajat
penjepitan syaraf, iritasi atau sdh terjadi dekompresi radiks

Diagnosis
Banding

Stroke

Genetit CVS, HT, merokok, fibrilasi atrium,


dislipidemi, obesitasc, riwaya
- KU : lemah/lumpug/mulut merot/pelo
- Deficit neurologis : hemiparesis (gk bs
gerak) hemihipestesia, afasia, disfagia,
gang. Kesadaran
- Stroke hemoragik : TIK, sakit kepala dan
kesadaran
- Stroke iskemik : GK lebih tenang, jarang
ada tanda TIK, kecuali jika terjadi oklusi
dii arteri besar atau terjadi hipoksia cukup
berat sehingga sbbkan edema (TIKsakit
kepala penurunan kesadaran : >> baik dr
perdarahan

- PF :
- GCS(klo pasien sadar cukup laporkan
kesadaran compos mentis)
- Tanda vital P.visik umum,
- P. neurologis (TRM (klo kaku kuduk -, dan
demam -, cukup periksa sampe brudzunski
1), Kranialis (VII,XII), Motorik (kekuatan
otot, reflek fisiologis dan patologis
- P.penunjang : EEG, Laboratorium, Foto
toraks (kardiomegali tanda HT u FR stroke),
CT Scan/MRI (Hipodens pd Stroke Iskemik,
Hiperdens pd Stroke hemoragik, Transcranial
Dropler (lihat adanya penyumbatan p.darah)
- kesadaean, nyeri kepala, Babinski + : Stroke
hemoragik INtraserebral

Neoplasma (Neofibroma,schwannoma), kista synovial, abses,


hyperthropic bone, spondylitis tuberculosis.

- Terapi steroid : Prednisolon 1


mg/kg atau 60mg/hari selama 6
hari diikuti tapering off dg total
pengobatan slm 10 hr
- Terapi antiviral : Asiklovair
5x400mg slm 10 hari
- Pembedahan : jika dekompresi
N.VII, dan tdk responsive dg terapi
farmakologi

Kompresk dingin yntuk nyeri akut panas


Analgesik gol. OAINS : Ibuprofen, asetaminofen
Imobilisasi : u/ gejala radikuler berat
Modifikasi aktivitas, dg aman
Fisioterapi
Collar neck/ korset lumbal 2mg
Injeksi kortikosteroid epidural pd radicular hebat lumbal
Indikasi bedah (disektomi anterior/laminektomi) : jika nyeri tak
tertahankan sesudah terapi 3bln, hasil EMG ada kompresi radiks, ada
deficit neurologis

Factor muskuler dna psikogenik


- Nyeri kepaala bilateral, konstan,
menekan, atau mengikat dg intensitas
ringan sampai sedang
- Ketegangan otot di daerah kulit
kepala/leher yang berlangsung dalam
hitungan menit-hari.
- Dapat dicetuskan oleh stress, depresi,
kekhawatiran, bunyi, kelaparan, dan
kurang tidur.
- Nyeri menghilang ketika beristirahat
- Px dapat insomnia, sulit konsentrasi dan
mengeluh sedang stress akut

Trauma Medulla Spinalis


Trauma tulang belakang yang
menyebabkan lesi di medulla
spinalis sehingga sbbkan gang.
Neurologis
Fraktur vertebra, luka tembus,
perdarahan epidural, traauma
- Hilangnya gerakan volunteer pd bag
tubuh di bawh lesi
- Hilangnya sensisasipd bag tubuh
setinggi lesi
- Terganggunya reflex pd semua
segmen medspin yg alami cedera
- Gang otonom : miksi, defekasi,
fungsi seks, berkeringat

- Anamnesis : Gejala mendadak( lama awitan,


aktivitas saat serangan), deskripsi gejala saat
muncul (memberat, perbaikan, menetap),
gejala penyerta (kesadaran, nyeri kepala,
mual, rasa berputar, kejang, gang,
penglihatan, gang fungsi kognitif)

R/ asam mefenamat 500 mg tab no. XV S3dd tab I pc


R/metilprednisolom 8 mg tab no. XV S 3dd tab I pc
R/ diazepam 5mg tab no. X S2dd tab I pc

Tatalaksana

TTH
Nyeri kepala yg dapat bersifat episodic
maupun kronik yg bersifat jarang,
berlangsung beberapa menithari.

- Asam asetil salisilat 80 mg/100 mg


- Sitikolin inj/oral 500mg

- Anamnesis : nyeri 30mnt-jam,


berdenyut, intensitas ringan-sedang,
BILATERAL, diperberat rutinitas N,
- Tanda vital dan neurologis N
- Nyeri dpt dirasakan bila daerah otot
servikal atas dipalpasi
- PF : Cranialis III,IV,VI, Motorik,
sensorik, TRM

Kaku leher
Tumor : muntah tidak didahului mual, pupil
udem, pandangan kabur
Migraine : unilateral, berdenyut, nyeri
bertambah dg aktivitas, aura, fotofobia,
mual muntah
Cluster : retroorbital
Meningitis : nyeri kepala, demam, kaku
kuduk
- Non farmakologi : konseling psikologis,
modalitas fisik (panas,pijat)
- Farmakologi : Analgesik (asam
mefenamat/ibuprofen) sederhana,
antidepresan trisiklik
R/ Ibuprofen tab 200 mg no. X S3dd tab I

- Anamnesis : mekanisme trauma


(jenis & waktu), ada tdknya nyeri,
gang. Sensorik (nyeri, suhu, tekan
raba), gang. Motoric yg dialami,
gang otonom (miksi,dll), gang.
Pernafasan (indikasi cedera
servikal)
- PF : Tanda vital, luka terbuka,
radang, nyeri tekan, P. neurologis
(sensorik, otonom, motoric, reflex)
- P. Lab : darah perifer lengkap,
urinalisis, GDS, ureum, kreatinin,
AGD
- Radiologi (Foto vertebra, CT
Scan/MRI

Vertigo
Perasaan berputar akibat gang.
Simetri tonik [d ,asukan nucleus
vestibuler

Meningitis TB

Trauma kepala, labirinitis virus


- KU : pusing berputar
- Factor pemberat : pergerakan posisi
kepala
- Gang. Keseimbangan, gangguan
pendengaran, tinnitus, gangguang
penglihatan, gang somatosensorik,
gang. Fungsi motoric
- Gejala otonom : mual, muntah,
berkeringat
- Keluhan neurologis
- Riwayat pemakaian obat
vestibulotoksik :aminoglikosida
(kanamisin, neomisis, amikasin,
streptomisin, gentamisin) diuretk kuat
(furosemide, asam etakrinat,
bumetamid)antineoplastic (sisplastin),
salisilat, kuinin
- Riwayat peny keluarga
- spontan

- nyeri kepala
gebat
- demam

- PF : kepala, leher termasuk p. saraf


kranialis
- Telinga hidung tenggorok
- P. neurotologi (Tes fungsi oculomotor
(Smooth pursuit : menilai gerakan
bola mata terkonjugasi/tdk),
Nistagmus, Saccade, head thrust,
Head shake, aktivitas visual dinamik,
Romberg

- KU
- Tanda vital
- GCS / compos
mentis
- TRM + Bilateral
- PF neuro lain
PP
- Darah perifer
lengkap
- Pungsi lumbal

Meningitis
bakteri/ fungal

Metylprednisolon
<3jam : 30mg/kgBB 1 jam pertama
dan 5,4 mg/kgBB 23 jam
selanjutnya
3-8 jam : sama dg <3 jam tp
dilanjutkan pd 47 jam selanjutnya
>8 Jam : tdk dianjurkan pemberian
kortikosteroid

- Antihistamin (diphenhydramine 4x2550mg)


- Antagonis Ca (Chlorpomazine 3x2550 mg)
- Obat simptometik (efedrin x10-25mg)
- Obat penennag minor (lorazepam
4x10-25mg/ diazepam 2-3x2-5mg)

THT

etiologi

Gejala

Diagnosis

DD
Tatalaksana

Faringitis

Laringitis

Paparan udara dingin, daya tahan


tubuh , iritasi kronik (rokok,
alcohol, makanan, rx asam
lambung)

Virus, bakteri, jamur, paparan


suara berlebihan, inf pita suara,
pajanan polutan eksogen, GERD
,Bronkitis, pneumonia

Nyeri tenggorokan
Sakit menelan
Batuk
Lemas
Anoreksia
Demam
Suara serak
Sakit pada leher
F.viral (Rhinovirus) : diawali
rhinitis, demam + , rinore + mual
- F. bacterial : nyeri kepala hebat,
muntah, demam tinggi, jarang
batuk
- F. kronik atrofi : tenggorokan
kering, tebal, mulut berbau
PF (orofaring)
- F. viral : faring + tonsil
hiperemis
- F. Bakterial : tonsil membesar,
hiperemis, tdpt eksudat, muncul
bercak petechie pd palatum
+faring, kelenjar limfa leher ant

Epiglottitis, tonsillitis
- Istirahat cukup
- Byk minum air putih
- Kumur-kumur antiseptic krn
bakteri
- Ab Penicilin G Benzatin 50.000
U/kgBB/IM
- Amoksisislin 50 mg/kgBB
3xsehati selama 10 hari
- R/ tab ibuprofen 200 mg no.x S3
dd tab I
- R/ tab cefadroxil 00 mg no.x
s012h dd tab I

Tonsilitis

- Suara sesak/hilang suara


(afonia)
- Sesak nafas &stridor
- Nyeri tenggorokan ketika
berbicara & menelan
- Batuk kering , lama2 disertai
dahak kental
- Gejela common cold
- Obstruksi jalan nafas ada
udem laring

- Rasa nkering nyeri di tenggorokan


& saat menelan makin lama makin
ketat sampe gak mau makan
menyebar ke sendi&telinga (referred
pain)
- plummy voice suara pasien
terdengar spt org dg mulut penuh terisi
makanan
- Mulut berbau
- Ludah menumpuk

P.fisik : (laringoskop indirect)


laring hipofaring
- mukosa laring hiperemis, udem
- obstruksi jalan nafas stridor,
air hunger
P. penunjang
- rontgen leher AP lateral
- -darah lengkap

PF orofaring
Tonsilitis akut :
- tonsil udem, hiperemis, detritus
- palatum mole, arkus faring udem &
hiperemis
- kel. Submandibular membesar, nyeri
tekan +
Tonsilitis kronil
- tonsil membesar, permukaan tidak rata
- kripta melebar, pembesaran kel. Limfe
submandibula
Faringitis, laryngitis

Benda asing pada laring


Faringitis
- Istirahat (suara yg cuku)
- Ab. Penicillin
- Kortikosteroid R/ deksametason
3x0,5 mg
- Sumbatan laring pasang pipa
endotrakea
- Hindari udara kering
- Minum cairan yg banyak

- Makan makanan lunak, makan cukup


- Hindari makanan mengiritasi
- Tonnsilitis virus : istirahat, minum
uckup, analgetik, antiviral
- Tonsillitis bakteri : amoksisilin,
eritromisin (3x500mg/hr), steroid :
dexametason (3x0,5 mg)
- Tonsillitis kronik : obat kumur
desinfektan, indikasi tonsilektomi

- Byk minum air putih


- Jangan minum es dulu, tll manis,
berminyak

Influenza

Epistaksis

Daya tahan tubuh ,


kepadatan hunian &
penduduk, perubahan
musim/cuaca

Trauma, inf/alergi
(rhinitis,sinusitis), peny CVS
(HT,kel. Pemb darah), riw obat
(NSAID, warfarin,heparin),
tumor, deviasi septum,
penngaruh lingkungan (tinggal
di daerah sangat tinggi, tek
udara rendah, udara sgt kering)

Demam
Bersin, rinore
Batuk
Sakit tenggorokan
Nyeri sendi dan badan
Sakit kepala
Badan lemah
Kriteria : tiba-tiba/akut.
Demam, gejala tidak ada
lokasi spesifik, tdp penyakit
serupa di ling

PF : rongga hidung
tanda patognomonis (Febris,
rinore, mukosa hidung
edema)

Otitis media

PF
- Rhinoskopi ant
- Rhinoskopi post : penting pd
pasien epistaksis berulang +
secret hidung kronik
(singkirkan neoplasma)
PP
- Darah lengkap
- Skrinnign koagulopati (PT,
APTT, trombosit, waktu
perdarahan)

Pendengaran menurun
Telinga terasa penih
Nyeri makin berat
Demam
Batuk , pilek sebelumnya
Nyeri kepala
muntah

- KU
- Tanda vital
- PF THT : liang telinga & tes
penala fungsi pendengaran (jika
pendengaran )
- Ro kepala :jika ada tinnitus / ada
riwayat trauma

Otitis eksterna
- Edema stratum korneum,
oklusi apopilosebasea
ditambah pertumbuhan
bakteri edema, nyeri ,
timbul OE
- Perubahan pH liang telinga
N/Asam basa
- Liang telinga lembab
- Trauma ringan saat korek
telinga
- Tdk ada serumen
- Radang pada liang telinga
- Ntyeri tekan tragus

Sensori Neural Hearing


lose (SNHL)

- Penderngaran berperlahan

- KU
- Tanda vital
- PF THT : liang telinga &
tes penala fungsi
pendengaran
- Audiometri (nada murni)
- Ro : bila ada riwayat
trauma

Rhinitis
- Antipiretik (PCT, Ibuprofen
3-x 200-400mg/hr)
- Dekongestan
- AH
R/ Chlorfeniramin tab 4mg
s2dd
- antitusif

- anti nyeri : ibuprofen, paracetamol


- antibiotic : amoksisilin,
azithromisis
- timpanosisntesis/miringotomi
(jika nyeri tdk tertahankan, tdak
ada respon trhdap Ab, OM dg
komplikasi, Om pd neonates, pd
imunokompremais

- Menggunakan earplug
- Rujuk untuk pemakaian
hearing aid