Anda di halaman 1dari 25

PENDAHULUAN

Persendian atau artikulasio adalah suatu hubungan antara dua buah tulang
atau lebih yang dihubungkan melalui pembungkus jaringan ikat pada bagian luar
dan pada bagian dalam terdapat rongga sendi dengan permukaan tulang yang
dilapisioleh tulang rawan. 1,2,3
Fungsi dari sendi secara umum adalah untuk melakukan gerakan pada
tubuh.

Sendi

lutut

merupakan

bagian

dari

extremitas

inferior

yang

menghubungkan tungkai atas (paha) dengan tungkai bawah. Fungsi dari sendi
lutut ini adalah untuk mengatur pergerakan dari kaki. 1,2,3
Sendi lutut ini termasuk dalam jenis sendi engsel , yaitu pergerakan dua
condylus femoris diatas condylus tibiae. Gerakan yang dapat dilakukan oleh
sendi ini yaitu gerakan fleksi , ekstensi dan sedikit rotatio. Jika terjadi gerakan
yang melebihi kapasitas sendi maka akan dapat menimbulkan cedera yang antara
lain terjadi robekan pada capsul dan ligamentum di sekitar sendi.5,6
Trauma pada lutut lebih sering terjadi pada sisi medial dibandingkan pada
sisi lateral. Meniscus medialis melekat kuat pada ligamentum collaterale tibialis
dan

frekuensi kerusakan 20 kali lebih sering terjadi di bandingkan dengan

meniscus lateralis. Tulang patella dapat menjadi fraktur baik

secara sendiri

ataupun gabungan antara tulang-tulang pada ekstremitas inferior. Fraktur patella


biasanya jenis transversal sederhana, dimana dapat dikoreksi/perbaiki. Tetapi bila
fraktur patella kompleks dan disertai dengan dislokasi diperlukan tindakan bedah
yang berupa pengangkatan patella (patellectomy). Dislokasi pada sendi lutut
biasanya terjadi pada trauma yang berat , yang langsung mengenai sendi lutut.
Subluksasio dapat terjadi secara sekunder pada penyakit degeneratif ataupun pada
penyakit infeksi yang sudah berlangsung cukup lama.5,6
Oleh sebab itu, maka mengetahui cara mendiagnosa trauma pada lutut
adalah penting agar penderita dapat memperoleh penatalaksanaan yang tepat dan
sesuai. Salah satu pemeriksaan pencitraan terkini adalah MRI (Magnetic
Resonance Imaging). MRI merupakan salah satu cara pemeriksaan diagnosis
dalam ilmu kedokteran yang menghasilkan gambaran potongan tubuh manusia
dengan menggunakan medan magnit tanpa menggunakan sinar X. 4

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Anatomi Sendi Lutut

Persendian atau artikulasio adalah suatu hubungan antara dua buah tulang
atau lebih yang dihubungkan melalui pembungkus jaringan ikat pada bagian luar
dan pada bagian dalam terdapat rongga sendi dengan permukaan tulang yang
dilapisi oleh tulang rawan. 1,2,3
Fungsi dari sendi secara umum adalah untuk melakukan gerakan pada tubuh
Sendi lutut merupakan bagian dari extremitas inferior yang menghubungkan
tungkai atas (paha) dengan tungkai bawah. Fungsi dari sendi lutut ini adalah untuk
mengatur pergerakan dari kaki. Dan untuk menggerakkan kaki ini juga diperlukan
antara lain :
- Otot- otot yang membantu menggerakkan sendi
- Capsul sendi yang berfungsi untuk melindungi bagian tulang yang bersendi
supaya jangan lepas bila bergerak
- Adanya permukaan tulang yang dengan bentuk tertentu yang mengatur
luasnya gerakan.

- Adanya cairan dalam rongga sendi yang berfungsi untuk mengurangi


gesekanantara tulang pada permukaan sendi.
- Ligamentum-ligamentum yang ada di sekitar sendi lutut

yang

merupakanpenghubung kedua buah tulang yang bersendi sehingga tulang menjadi


kuat untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh.
Sendi lutut ini termasuk dalam jenis sendi engsel , yaitu pergerakan dua
condylus femoris diatas condylus tibiae. Gerakan yang dapat dilakukan oleh
sendi ini yaitu gerakan fleksi , ekstensi dan sedikit rotatio. Jika terjadi gerakan
yang melebihikapasitas sendi maka akan dapat menimbulkan cedera yang antara
lain terjadi robekan pada capsul dan ligamentum di sekitar sendi. 1,2,3

JENIS SENDI PADA LUTUT


Persendian pada sendi lutut termasuk dalam jenis sendi synovial (synovial
joint ), yaitu sendi yang mempunyai cairan sinovial yang berfungsi untuk
membantu pergerakan antara dua buah tulang yang bersendi agar lebih leluasa.
3

Secara anatomis persendian ini lebih kompleks daripada jenis sendi fibrous dan
sendi cartilaginosa. 1,2,3
Permukaan tulang yang bersendi pada synovial joint ini ditutupi oleh lapisan
hyaline cartilage yang tipis yang disebut articular cartilage , yang merupakan
bantalan pada persambungan tulang. Pada daerah ini terdapat rongga yang
dikelilingi oleh kapsul sendi. Dalam hal ini kapsul sendi merupakan pengikat
kedua tulang yang bersendi agar tulang tetap berada pada tempatnya pada waktu
terjadi gerakan. 1,2,3
Kapsul sendi ini terdiri dari 2 lapisan :
1. Lapisan luar
Disebut juga fibrous capsul , terdiri dari jaringan connective yang kuat yang
tidak teratur Dan akan berlanjut menjadi lapisan fibrous dari periosteum yang
menutupi bagian tulang. Dan sebagian lagi akan menebal dan membentuk
ligamentum.
2. Lapisan dalam
Disebut juga synovial membran, bagian dalam membatasi cavum sendi dan
bagian luar merupakan bagian dari articular cartilage.. Membran ini tipis dan
terdiri dari kumpulan jaringan connective. Membran ini menghasilkan cairan
synovial yang terdiri dari serum darah dan cairan sekresi dari sel synovial.
Cairan synovial ini merupakan campuran yang kompleks dari polisakarida protein
, lemak dan sel sel lainnya. Polisakarida ini mengandung hyaluronic acid yang
merupakan penentu kualitas dari cairan synovial dan berfungsi sebagai pelumas
dari permukaan sendi sehingga sendi mudah digerakkan
Ada 2 condylus yang menutupi bagian ujung bawah sendi pada femur dan 2
tibial condylus yang menutupi meniscus untuk stabilitas artikulasi femorotibial.
Patella yang merupakan jenis tulang sesamoid terletak pada segmen inferior dari
tendon quadriceps femoris, bersendi dengan femur, dimana patella ini terletak
diantara 2condylus femoralis pada permukaan anteroinferior.
Menurut arah gerakannya sendi lutut termasuk dalam sendi engsel ( mono
axial joints )yaitu sendi yang mempunyai arah gerakan pada satu sumbu. Sendi
lutut ini terdiri dari

bentuk conveks silinder pada tulang yang satu yang

digunakan untuk berhubungan dengan bentuk yang concave pada tulang lainnya.
4

Foto MRI Lutut

Sendi lutut merupakan persendian yang paling besar pada tubuh manusia.
Sendi ini terletak pada kaki yaitu antara tungkai atas dan tungkai bawah. Pada
dasarnya sendi lutut ini terdiri dari dua articulatio condylaris diantara condylus
femoris medialis dan lateralis dan condylus tibiae yang terkait dan sebuah sendi
pelana , diantara patella dan fascies patellaris femoris. 1,2,3,4

Secara umum sendi lutut termasuk kedalam golongan sendi engsel, tetapi
sebenarnya terdiri dari tiga bagian sendi yang kompleks yaitu :
1. condyloid articulatio diantara dua femoral condylus dan meniscus dan
berhubungan dengan condylus tibiae
2. satu articulatio jenis partial arthrodial diantara permukaan dorsal dari
patella dan femur.
Pada bagian atas sendi lutut terdapat condylus femoris yang berbentuk bulat,
pada bagian bawah terdapat condylus tibiae dan cartilago semilunaris. Pada
bagian bawah terdapat articulatio antara ujung bawah femur dengan patella.
Fascies articularis femoris . tibiae dan patella diliputi oleh cartilago hyaline.
Fascies articularis condylus medialis dan lateralis tibiae di klinik sering disebut
sebagai plateau tibialis medialis dan lateralis. 1,2,3
LIGAMENTUM PADA SENDI LUTUT
A. LIGAMENTUM EXTRACAPSULAR
1. Ligamentum Patellae
Melekat (diatas) pada tepi bawah patella dan pada bagian bawah melekat
pada tuberositas tibiae. Ligamentum patellae ini sebenarnya merupakan lanjutan
dari bagian pusat tendon bersama m. quadriceps femoris. Dipisahkan dari
membran synovial sendi oleh bantalan lemak intra patella dan dipisahkan dari
tibia oleh sebuah bursa yang kecil. Bursa infra patellaris superficialis memisahkan
ligamentum ini dari kulit. 1,2,3
2. Ligamentum Collaterale Fibulare
Ligamentum ini menyerupai tali dan melekat di bagian atas pada condylus
lateralis dan dibagian bawah melekat pada capitulum fibulae. Ligamentum ini
dipisahkan dari capsul sendi melalui jaringan lemak dan tendon m.popliteus. Dan
juga dipisahkan dari meniscus lateralis melalui bursa m.poplitei. 1,2,3
3. Ligamentum Collaterale Tibiae
Ligamentum ini berbentuk

seperti pita pipih yang melebar dan melekat

dibagian atas pada condylus medialis femoris dan pada bagian bawah melekat
pada margo infraglenoidalis tibiae. Ligamentum ini menembus dinding capsul
sendi dan sebagian melekat pada meniscus medialis. Di bagian bawah pada
7

margo infraglenoidalis, ligamentum ini menutupi tendon m. semimembranosus


dan a. inferior medialis genu. 1,2,3
4. Ligamentum Popliteum Obliquum
Merupakan ligamentum yang kuat, terletak pada bagian posterior dari sendi
lutut, letaknya membentang secara oblique ke medial dan bawah. Sebagian dari
ligamentum ini berjalan menurun pada dinding capsul dan fascia m.popliteus dan
sebagian lagi membelok ke atas menutupi tendon m.semimembranosus. 1,2,3
5. Ligamentum Transversum Genu
Ligamentum ini terletak membentang paling depan pada dua meniscus ,
terdiri dari jaringan connective, kadang- kadang ligamentum ini tertinggal dalam
perkembangannya , sehingga sering tidak dijumpai pada sebagian orang. 1,2,3
B. LIGAMENTUM INTRA CAPSULAR
Ligamentum cruciata adalah dua ligamentum intra capsular yang sangat
kuat, saling menyilang didalam rongga sendi. Ligamentum ini terdiri dari dua
bagian yaitu posterior dan anterior sesuai dengan perlekatannya pada tibiae.
Ligamentum ini penting karena merupakan pengikat utama antara femur dan
tibiae. 1,2,3
1. Ligamentum Cruciata Anterior
Ligamentum ini melekat pada area intercondylaris anterior tibiae dan
berjalan kearah atas, kebelakang dan lateral untuk melekat pada bagian posterior
permukaan medial condylus lateralis femoris. Ligamentum ini akan mengendur
bila

lutut ditekuk dan akan menegang bila lutut diluruskan sempurna.

Ligamentum cruciatum anterior berfungsi untuk mencegah femur bergeser ke


posterior terhadap tibiae. Bila sendi lutut berada dalam keadaan fleksi ligamentum
cruciatum anterior akan mencegah tibiae tertarik ke posterior.
2. Ligamentum Cruciatum Posterior
Ligamentum cruciatum posterior melekat pada area intercondylaris
posterior dan berjalan kearah atas , depan dan medial, untuk dilekatkan pada
bagian anterior permukaan lateral condylus medialis femoris. Seratserat anterior
akan mengendur bila lutut sedang ekstensi, namun akan menjadi tegang bila
sendi lutut dalam keadaan fleksi. Serat-serat posterior akan menjadi tegang dalam
8

keadaan ekstensi. Ligamentum cruciatum posterior berfungsi untuk mencegah


femur ke anterior terhadap tibiae. Bila sendi lutut dalam keadaan fleksi ,
ligamentum cruciatum posterior akan mencegah tibiae tertarik ke posterior.
CARTILAGO SEMILUNARIS (MENISCUS )
Cartilago semilunaris adalah lamella fibrocartilago berbentuk C , yang pada
potongan melintang berbentuk segitiga. Batas perifernya tebal dan cembung,
melekat pada bursa. Batas dalamnya cekung dan membentuk tepian bebas .
Permukaan atasnya cekung dan berhubungan langsung dengan condylus femoris.
1,2,3

Fungsi meniscus ini adalah memperdalam fascies articularis condylus tibialis


untuk menerima condylus femoris yang cekung. 1,2,3
1. Cartilago Semilunaris Medialis
Bentuknya hampir semi sirkular dan

bagian belakang jauh lebih lebar

daripada bagian depannya. Cornu anterior melekat pada area intercondylaris


anterior tibiae dan berhubungan dengan cartilago semilunaris lateralis melalui
beberapa serat yang disebut ligamentum transversum. Cornu posterior melekat
pada area intercondylaris posterior tibiae. Batas bagian perifernya melekat pada
simpai dan ligamentum collaterale sendi. Dan karena perlekatan inilah cartilago
semilunaris relatif tetap.
2. Cartilago Semilunaris Lateralis
Bentuknya hampir sirkular dan melebar
melekat pada area intercondylaris

secara merata. Cornu anterior

anterior, tepat

di depan eminentia

intercondylaris. Cornu posterior melekat pada area intercondylaris posterior, tepat


di belakang eminentia intercondylaris. Seberkas jaringan fibrosa biasanya keluar
dari cornu posterior dan mengikuti ligamentum cruciatum posterior ke condylus
medialis femoris. Batas perifer cartilago dipisahkan dari ligamentum collaterale
laterale

oleh tendon m. popliteus, sebagian kecil dari tendon melekat pada

cartilago ini. Akibat susunan yang demikian ini cartilago semilunaris lateralis
kurang terfiksasi pada tempatnya bila di bandingkan dengan cartilago semilunaris
medialis.

CAPSULA ARTICULARIS
Capsula articularis terletak pada permukaan posterior

dari tendon m.

quadriceps femoris dan didepan menutupi patella menuju permukan anterior dari
femur diatas tubrositas

sendi. Kemudian capsula ini berlanjut sebagai loose

membran yang dipisahkan oleh jaringan lemak yang tebal dari ligamentum
patellae dan dari bagian tengah dari retinacula patellae menuju bagian atas tepi
dari dua meniscus dan ke bawah melekat pada ligamentum cruciatum anterior .
Selanjutnya capsula articularis ini menutupi kedua ligamentun cruciatum pada
sendi lutut sebagai suatu lembaran dan melintasi tepi posterior ligamentum
cruciatum posterior. Dari tepi medial dan

lateral dari fascies articularis

membentuk dua tonjolan , lipatan synovial, plica alares yang terkumpul pada
bagian bawah. Kesemuanya hal ini membentuk suatu synovial villi. 1,2,3
Plica synovialis patellaris, membentang pada bagian belakang yang mengarah
pada bidang sagital menuju cavum sendi dan melekat pada bagian paling bawah
dari tepi fossa intercondyloidea femoris. Plica ini merupakan lipatan sagital yang
lebar pada synovial membran. Lipatan ini membagi cavum sendi menjadi dua
bagian , berhubungan dengan dua pasang condylus femoris dan tibiae. 1,2,3
Lipatan capsul sendi pada bagian samping berjalan dekat pinggir tulang
rawan. Sehingga regio epicondylus tetap bebas. Kapsul sendi kemudian menutupi
permukaan cartilago , dan bagian permukaan anterior dari femur tidak ditutupi
oleh cartilago. 1,2,3
Pada tibia capsul sendi ini melekat mengelilingi margo infraglenoidalis,
sedikit bagian bawah dari permukaan cartilago, selanjutnya berjalan kebawah tepi
dari masingmasing meniscus. 1,2,3
BURSA PADA SENDI LUTUT
Bursa sendi merupakan suatu tube seperti kantong yang terletak di bagian
bawah

dan belakang pada sisi lateral didepan dan bawah tendon origo m.

popliteus. Bursa ini membuka kearah sendi melalui celah yang sempit diatas
meniscus lateralis dan tendon m. popliteus. 1,2,3

10

Banyak bursa berhubungan sendi lutut. Empat terdapat di depan, dan enam
terdapat di belakang sendi. Bursa ini terdapat pada tempat terjadinya gesekan di
antara tulang dengan kulit, otot, atau tendon. 1,2,3
A. BURSA ANTERIOR
1. Bursa Supra Patellaris
Terletak di bawah m. quadriceps femoris dan berhubungan erat dengan
rongga sendi.
2. Bursa Prepatellaris
Terletak pada jaringan subcutan diantara kulit dan bagian depan belahan
bawah patella dan bagian atas ligamentum patellae.
3. Bursa Infrapatellaris Superficialis
Terletak pada jaringan subcutan diantara kulit dan bagian depan belahan
bawah ligamentum patellae
4. Bursa Infapatellaris Profunda
Terletak di antara permukaan posterior dari ligamentum patellae dan
permukaan anterior tibiae. Bursa ini terpisah dari cavum sendi melalui
jaringan lemak dan hubungan antara keduanya ini jarang terjadi. 1,2,3
B. BURSA POSTERIOR
1. Recessus Subpopliteus
Ditemukan sehubungan dengan tendon m. popliteus dan berhubungandengan
rongga sendi.
2. Bursa M. Semimembranosus
Ditemukan sehubungan dengan insertio m. semimembranosus dan sering
berhubungan dengan rongga sendi.
Empat bursa lainnya ditemukan sehubungan dengan :
1. tendon insertio m. biceps femoris
2. tendon m. sartorius , m. gracilis dan m. semitendinosus sewaktu berjalan
ke insertionya pada tibia.
3. di bawah caput lateral origo m. gastrocnemius
4. di bawah caput medial origo m. Gastrocnemius. 1,2,3
11

PERSARAFAN SENDI LUTUT


Persarafan pada sendi lutut adalah melalui cabang-cabang dari nervus yang
yang mensarafi otot-otot di sekitar sendi dan befungsi untuk mengatur pergerakan
pada sendi lutut. 1,2,3
Sehingga sendi lutut disarafi oleh :
1. N. Femoralis
2. N. Obturatorius
3. N. Peroneus communis
4. N. Tibialis
SUPLAI DARAH
Suplai darah pada sendi lutut berasal dari anastomose pembuluh darah
disekitar sendi ini. Dimana sendi lutut menerima darah dari descending genicular
arteri femoralis, cabang-cabang genicular arteri popliteal dan cabang descending
arteri circumflexia femoralis dan cabang ascending arteri tibialis anterior. 1,2,3
Aliran vena pada sendi lutut mengikuti perjalanan arteri untuk kemudian
akan memasuki vena femoralis. 1,2,3
SISTEM LYMPH
System limfe pada sendi lutut terutama terdapat pada perbatasan fascia
subcutaneous. Kemudian selanjutnya akan bergabung dengan lymph node sub
inguinal superficialis. Sebagian lagi aliran lymph ini akan memasuki lymph node
popliteal, dimana aliran lymph berjalan sepanjang vena femoralis menuju deep
inguinal lymph node. 1,2,3
PERGERAKAN SENDI LUTUT
Pergerakan pada sendi lutut meliputi gerakan fleksi , ekstensi , dan sedikit
rotasi. Gerakan fleksi dilaksanakan oleh m. biceps femoris , semimembranosus,
dan semitendinosus, serta dbantu oleh m.gracilis , m.sartorius dan m. popliteus.
Fleksi

sendi lutut dibatasi oleh bertemunya tungkai bawah bagian belakang

dengan paha. Ekstensi dilaksanakan oleh m. quadriceps femoris dan dibatasi


mula-mula oleh ligamentum cruciatum anterior yang menjadi tegang. Ekstensi
12

sendi lutut lebih lanjut

disertai rotasi medial dari femur dan tibia serta

ligamentum collaterale mediale dan lateral serta ligamentum popliteum obliquum


menjadi tegang , serat-serat posterior ligamentum cruciatum posterior juga di
eratkan. 1,2,3
Sehingga sewaktu sendi lutut mengalami ekstensi penuh ataupun sedikit
hiperekstensi , rotasi medial dari femur mengakibatkan pemutaran dan pengetatan
semua ligamentum utama dari sendi, dan lutut berubah menjadi struktur yang
secara mekanis kaku.
Rotasio femur sebenarnya mengembalikan femur pada tibia , dan cartilago
semilunaris dipadatkan mirip bantal karet diantara condylus femoris dan condylus
tibialis. Lutut berada dalam keadaan hiper-ekstensi dikatakan dalam keadaan
terkunci. Selama tahap awal ekstensi , condylus femoris yang bulat
menggelinding ke depan mirip roda di atas tanah, pada permukaan cartilago
semilunaris dan condylus lateralis. Bila sendi lutut di gerakkan ke depan , femur
ditahan oleh ligamentum cruciatum posterior, gerak menggelinding condylus
femoris diubah menjadi gerak memutar. Sewaktu ekstensi berlanjut , bagian yang
lebih rata pada condylus femoris bergerak kebawah dan cartilago semilunaris
harus menyesuaikan bentuknya pada

garis bentuk condylus femoris yang

berubah. 1,2,3
Selama tahap akhir ekstensi , bila femur mengalami rotasi medial, condylus
lateralis femoris bergerak ke depan, memaksa cartilago semilunaris lateralis ikut
bergerak ke depan. Sebelum fleksi sendi lutut dapat berlangsung , ligamentumligamentum

utama

harus

mengurai

kembali

dan

mengendur

untuk

memungkinkan terjadinya gerakan diantara permukaan sendi. Peristiwa mengurai


dan terlepas dari keadaan terkunci ini

dilaksanakan oleh m. popliteus, yang

memutar femur ke lateral pada tibia. Sewaktu condylus lateralis femoris bergerak
mundur , perlekatan m. popliteus pada cartilago semilunaris lateralis akibatnya
tertarik kebelakang. Sekali lagi cartilago semilunaris

harus menyesuaikan

bentuknya pada garis bentuk condylus yang berubah. Bila sendi lutut dalam
keadaan fleksi 90 derajat , maka kemungkinan rotasio sangat luas. Rotasi medial
dilakukan m. sartorius, m. gracilis dan m. semitendinosus. Rotasi

lateral

dilakukan oleh m. biceps femoris. Pada posisi fleksi, dalam batas tertentu tibia
13

secara pasif dapat di gerakkan ke depan dan belakang terhadap femur , hal ini
dimungkinkan karena

ligamentum utama

, terutama ligamentum cruciatum

sedang dalam keadaan kendur. 1,2,3


Jadi disini tampak bahwa stabilitas sendi lutut tergantung pada kekuatan
tonus otot yang bekerja terhadap sendi dan juga oleh kekuatan kigamentum. Dari
faktor-faktor ini , tonus otot berperan sangat penting, dan menjadi tugas ahli
fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan otot ini , terutama m. quadriceps
femoris, setelah terjadi cedera pada sendi lutut. 1,2,3
B. ASPEK KLINIS SENDI LUTUT
TRAUMA PADA LUTUT

Trauma pada lutut lebih sering terjadi pada sisi medial dibandingkan pada
sisi lateral. Ligamentum collaterale laterale ( fibulare ) lebih kuat mengikat sendi
daripada ligamentum collaterale medial ( fibula ). Kerusakan pada ligamentum
collaterale terjadi sebagai akibat dari pukulan pada lutut pada sisi yang
berlawanan. Pukulan yang berat pada sisi medial dari lutut , yang mana dapat
menimbulkan kerusakan pada ligamentum collaterale fibulare , adalah jarang
14

terjadi bila di bandingkan dengan pukulan pada sisi lateral lutut. Meniscus
medialis melekat kuat pada ligamentum collaterale tibialis dan

frekuensi

kerusakan 20 kali lebih sering terjadi di bandingkan dengan meniscus lateralis. 4,5,6
Meniscus yang robek dapat menimbulkan bunyi click selama ekstensi dari
kaki, bila kerukan lebih berat potongan sobekan dari cartilago dapat bergerak di
antara permukaan persendian tibia dan femur.. Hal ini menyebabkan lutut menjadi
terkunci pada posisi sedikit fleksi.

Bila lutut di gerakkan ke anterior dengan

berlebihan ataupun bila lutut hiper-ekstensi

, ligamentum cruciatum anterior

dapat robek sehingga menyebabkab sendi lutut menjadi tidak stabil. Dan bila lutut
di gerakkan ke posterior dengan berlebihan maka ligamentum cruciatum posterior
dapat robek. Tindakan bedah pada ligamentum cruciatum melalui transplantasi
ataupun artificial ligamentum di gunakan untuk memperbaiki kerusakan. 4,5,6
Jenis trauma yang sering terjadi pada pemain sepak bola adalah melalui blok
ataupun tackle pada sisi lateral lutut yang menyebabkan lutut tertekuk kedalam,
membuka sisi medial dari sendi dan merobek ligamentum collateral mediale.
Meniscus medialis sering robek juga, sebab ligamentum ini melekat erat pada
meniscus medialis, pada cedera yang berat ligamentu cruciatum anterior , yag juga
melekat pada meniscus medialis juga ikut rusak. 4,5,6
OSTEOCHONDRITIS

Sering terjadi pada cartilago pada permukan dorsal dari

patella. Dan

mengganggu pergerakan dari sendi lutut dan sering menimbulkan nyeri pada
daerah patella bila sendi di gerakkan. Bagian cartilago dari permukaan dorsal
15

patella

sama

seperti pada permukaan sendi femur pada saat berada dalam

rongg sendi. Hal ini dapat menimbulkan nyeri pada sendi lutut dan mengunci
sendi .Penguncian

ini

menunjukkan

ketidakmampuan

fungsi

dari sendi.

Walaupun sendi ini terkunci tetapi masih dapat di fleksikan lebih dari 90 derajat.
4,5,6

FRAKTUR PATELLA
Tulang patella dapat menjadi fraktur baik secara sendiri ataupun gabungan
antara tulang-tulang pada ekstremitas inferior. Fraktur patella biasanya jenis
transversal sederhana, dimana dapat dikoreksi/perbaiki. Tetapi bila fraktur patella
kompleks dan disertai dengan dislokasi diperlukan tindakan bedah yang berupa
pengangkatan patella (patellectomy) , agar dapat mengembalikan fungsi sendi
lutut dengan lebih baik. 4,5,6
DISLOKASI SENDI LUTUT
Dislokasi pada sendi lutut biasanya terjadi pada trauma yang berat , yang
langsung mengenai sendi lutut. Subluksasio dapat terjadi secara sekunder pada
penyakit degeneratif ataupun pada penyakit infeksi yang sudah berlangsung cukup
lama. Tulang tibia dapat menjadi dislokasi ke ventral , dorsal ataupun ke setiap
sisi . Dapat juga terjadi rotasi yang abnormal pada femur Mekanisme terjadinya
dislokasi pada sendi lutut biasanya melalui hiperekstensi dan torsi pada sendi
lutut. Dislokasi akut pada sendi lutut sering disertai dengan kerusakan pada
pembuluh darah ataupun persarafan pada popliteal space. 4,5,6

ACL
16

Istilah cruciate berasal dari kata crux yang artinya (menyilang) dan crucial
(sangat penting). Cruciate ligament saling bersilangan satu sama yang
lain.menyerupai huruf X. Ligament ini longgar ketika knee join flexi dan tegang
ketika ekstensi penuh. ACL adalah stabilisater untuk knee joint pada aktivitas
pivot. ACL berukuran besar sebesar jari kita dan panjangnya rata2 38mm dan
lebar rata2 10mm.dan dapat menahan tekanan seberat 500 pon sekitar 226kg.

PCL

17

4,5,6

Istilah posterior cruciate ligament tegang ketika knee joint mengadakn


flexi dan berguna untuk membatasi pergerakan femur ke anterior dan tibia ke
posterior terutama ketika knee mengadakan flexi. PCL sangat kuat maka cedera
sangat jarang terjadi. 4,5,6
MODALITAS UNTUK KASUS ACL DAN PCL
MRI adalah modalitas yang sangat penting guna tercapainya diagnosa
yang tepat. Karena dengan pemeriksaan MRI ligament di knee joint dapat terlihat
denga jelas sekali. Berdasarkan pengalaman mengerjakan tingkat keberhasilan
sangat tinggi. 4,5,6
1.

Nyeri Lutut Akut


Patah tulang yang sering terjadi karena kecelakaan lalu lintas dan olah raga.
Tanda dan gejalanya: bengkak, membiru, nyeri sangat dominan sampai tidak
dapat berjalan.

18

2.

Ligamen robek atau keseleo. Paling sering terjadi pada ligamen medial
collateral karena kecelakaan olah raga.
Tanda dan gejalanya: terasa lutut seperti ada yang merobek, bengkak, serta
membiru pada daerah benturan. 4,5,6

3.

Tendon robek yang dapat terjadi pada sebagian atau seluruh bagian dari
tendon. Sering terjadi pada atlit yang sudah tua, misalnya saat jogging.
Tanda dan gejalanya: nyeri terjadi saat gerakan menendang atau meluruskan
tungkai. Kalau robeknya banyak, maka tidak dapat melipat tungkainya. Tulang
patella bisa terlihat bergeser dari posisinya. 4,5,6

4.

Trauma bantalan lutut, yang terjadi karena proses keausan karena usia.
Tanda dan gejalanya: lutut bisa terkunci tidak dapat bergerak atau terasa
tergerus saat bergerak. 4,5,6

19

5.

Dislokasi lutut, yang merupakan kasus gawat darurat. Biasa terjadi karena
kecelakaan lalu lintas saat lutut membentur dashboard. Bila syaraf dan
pembuluh darah terjepit, maka ada kalanya tungkai harus diamputasi. 4,5,6

6.

Dislokasi patella, sering terjadi pada atlit volley atau tenis karena gerakan
meregang pada tungkai.
Tanda dan gejala: tulang patella keluar dari posisinya. 4,5,6

Nyeri Lutut Kronis


1. Arthritis, atau peradangan pada sendi lutut. Bisa terjadi karena osteo arthritis
atau OA (karena degenerasi dari tulang rawan), rheumatoid arthritis atau RA
(suatu penyakit autoimmune), atau gout arthritis atau GA (karena peningkatan
asam urat).

2. Bursitis, yang disebabkan oleh trauma, infeksi atau peningkatan asam urat.

20

3. Infeksi. Pada lutut dapat terjadi karena bakteri di antaranya gonorrhea. Nyeri
lutut akan dikeluhkan bersamaan dengan demam.

4. Jumpers Knee. Suatu istilah yang didapat dari gerakan yang membuat lutut
tersebut nyeri. Biasa terjadi pada pemain basket. Yang terjadi adalah tendonitis
yang bersifat kronis. 4,5,6
Faktor Resiko Nyeri Lutut
Setiap aktivitas sebenarnya berpotensi menyebabkan trauma pada lutut dan
merupakan faktor resiko untuk nyeri lutut. Tapi lebih tinggi resikonya pada:
1.

Atlit dengan gerakan oleh raga yang berat untuk lutut.

2.

Obesitas

3.

Merokok

Komplikasi Nyeri Lutut


Yang utama adalah terbatasnya mobilitas dan kesulitan berjalan. Pada nyeri
lutut kronis, lutut dapat menjadi benar-benar rusak dan tidak berfungsi lagi. 4,5,6

21

Kapan Mencari Pertolongan Medis


1.

Bila sudah mengganggu gerakan berjalan

2.

Disertai dengan bengkak

3.

Disertai dengan perubahan warna menjadi merah pada lutut dan terasa

hangat.
4.

Disertai dengan demam

5.

Nyeri tidak dapat tertahankan

6.

Luka terbuka pada lutut

7.

Ada luka tusuk pada lutut. 4,5,6

Pemeriksan Penunjang
1.

Rontgen dan CT Scan. Dapat melihat ada tidaknya fraktur pada sendi

lutut dan dapat melihat adanya perubahan patologis pada sendi lutut.
2.

Pemeriksaan Darah. Untuk melihat RA dan DM

3.

MRI. Untuk melihat kerusakan pada tendon dan ligamen.

4.

Arthroscopy. Menggunakan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam

sendi lutut. 4,5,6


Penanganan Nyeri Lutut
Dilakukan Sendiri
1.

Hindari trauma lanjutan, dan istirahat dengan posisi lutut lebih tinggi dari

tubuh.
2.

Kompres dengan es 2 sampai 3 kali sehari selama masing-masing 20-30

menit.
3.

Tekan sendi lutut dengan Verband elastis.

4.

Gunakan obat OTC untuk analgetik dan anti inflamasi. 4,5,6

Dilakukan Dokter
Akan sangat tergantung dari penyebab dan jenis nyeri lututnya, seperti yang
telah diuraikan di atas.
1.

Memberikan analgetik dan anti inflamasi per oral


22

a.

Mulai dari golongan seperti ibuprofen, metampiron (yang sering juga

dikombinasikan dengan neurotropic vitamin)


b.

Golongan piroxicam dan meloxicam

c.

Golongan natrium atau kalium diclofenac

d.

Golongan profenid

e.

Sampai ke golongan Cox-2 inhibitor. 4,5,6

2.

Memberikan analgetik dan anti inflamasi topikal

3.

Memberikan terapi suntik pada lokasi yang nyeri

4.

Memperbaiki sendi lutut bila terjadi dislokasi

5.

Membebat lutut

6.

Fisioterapi atau aktivitas pijatan bila merupakan suatu kejadian keseleo.

7.

Sampai dengan amputasi bila memang sendi lutut tidak dapat diperbaiki.

4,5,6

Pencegahan Nyeri Lutut


1.

Menjaga berat badan agar tidak menjadi overweight apa lagi obesitas.

2.

Tidak merokok dan hindari asap rokok orang lain.

3.

Sering lakukan gerakan peregangan di antara aktivitas sehari-hari.

4.

Lindungi lutut dengan optimal saat melakukan gerakan olah raga, apa lagi

yang bersifat ekstrim.


5.

Apa pun yang aktivitas Anda, apa bila memang sudah terasa nyeri,

cobalah untuk berhenti. 4,5,6

23

BAB III
KESIMPULAN

Sendi

lutut

merupakan

bagian

dari

extremitas

inferior

yang

menghubungkan tungkai atas (paha) dengan tungkai bawah. Fungsi dari sendi
lutut ini adalah untuk mengatur pergerakan dari kaki
Gerakan yang dapat

dilakukan oleh sendi ini yaitu gerakan fleksi ,

ekstensi dan sedikit rotatio. Jika terjadi gerakan yang melebihi kapasitas sendi
maka akan dapat menimbulkan cedera yang antara lain terjadi robekan pada
capsul dan ligamentum di sekitar sendi.
Trauma pada lutut lebih sering terjadi pada sisi medial dibandingkan pada
sisi lateral. Tulang patella dapat menjadi fraktur baik secara sendiri ataupun
gabungan antara tulang-tulang pada ekstremitas inferior. Dislokasi pada sendi
lutut biasanya terjadi pada trauma yang berat , yang langsung mengenai sendi
lutut. Subluksasio dapat

terjadi secara sekunder pada penyakit degeneratif

ataupun pada penyakit infeksi yang sudah berlangsung cukup lama.


Oleh karena alasan tersebut, maka mengetahui cara mendiagnosa trauma
pada lutut adalah penting agar penderita dapat memperoleh penatalaksanaan yang
tepat dan sesuai. Salah satu pemeriksaan pencitraan terkini adalah MRI (Magnetic
Resonance Imaging). MRI merupakan salah satu cara pemeriksaan diagnosis
dalam ilmu kedokteran yang menghasilkan gambaran potongan tubuh manusia
dengan menggunakan medan magnit tanpa menggunakan sinar X.
Penatalaksanaan secara umum terbagi atas farmakologi dan non
farmakologi. Saat ini sudah mulai dikembangkan terapi-terapi baru untuk trauma
lutut. Sedangkan prognosis untuk trauma lutut pada umumnya baik dengan
penatalaksanaan yang tepat dan adekuat.

24

DAFTAR PUSTAKA

1. Lumongga, Fitriani. 2008. Anatomi Sendi Lutut. Fakultas Kedokteran


Universitas Sumatera Utara.
2. Snell, Richard S. 2006. Sendi Lutut. Dalam: Anatomi Klinik untuk
Mahasiswa Kedokteran. Edisi ke-6. EGC. Jakarta.
3. Anatomi Sendi Lutut. 2010.
http://alitspracticalorthopaedic.blogspot.com/2010/09/anatomi-sendilutut.html, (diunduh pada tanggal 30 September 2012)
4. MRI Lutut. http://www.exscanuk.co.uk/mri-scan-images.html (diunduh pada
tanggal 30 September 2012)
5. Nyeri Lutut. http://www.mitrakeluarga.com/gading/nyeri-lutut/ (diunduh pada
tanggal 30 September 2012)
6. Knee Pain. 2012. http://indramuhtadi.weebly.com/4/post/2012/5/topik-ke-86knee-pain.html (diunduh pada tanggal 30 September 2012)

25