Anda di halaman 1dari 38

A.

PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DALAM SEGITIGA


SIKU-SIKU

Gbr. 1

Gambar di atas menunjukkan segitiga siku-siku ABC dengan sudut-sudutnya

, dan

.
A , B 90 , C

Sisi di depan sudut siku-siku adalah sisi miring (hipotenusa).

Sisi siku-siku adalah sisi yang mengapit .

Sisi di samping

Sisi di depan

Sisi di samping adalah BC = a.

Sisi di depan adalah AB = c.

adalah AB = c.

adalah BC = a.

Pada gambar berikut,

adalah sudut lancip, pada kaki yang satu

terletak titik-titik P1, P2, P3, . Proyeksi titik-titik itu pada kaki yang lain
adalah P1, P2, P3, ., jika diteruskan segitiga-segitiga itu akan semakin
besar tetapi besar sudutnya tetap sama, yaitu sebesar
dibandingkan, masing-masing sisi segitiga tersebut adalah:

. Maka jika

Gbr. 2

AP1
AP2
AP3

AP1' AP2' AP3'


P1P1' P2P1' P3P3'

AP1
AP2
AP3
AP1'
AP2'
AP3'

P1P1' P2P2' P3P3'

Perbandingan trigonometri adalah perbandingan antara sisi-sisi pada


segitiga siku-siku dan masing-masing perbandingan antar segitiga siku-siku
mempunyai nama atau istilah tersendiri seperti misalnya sinus, kosinus,
tangen, kotangen, sekan, dan kosekan.

B. PERBANDINGAN

TRIGONOMETRI

SINUS

(sin),

COSINUS (cos), TANGENS (tan), KOTANGEN (cot),


SEKAN (sec), DAN KOSEKAN (cosec)
Perhatikan gambar berikut!

Gbr. 3

Pada gambar ini, berlaku:


b 1
1

a a sin
b
b 1
1
sec
c c cos
b
c 1
1
cot
a a tan
c

cos ec
sisi di depan sudut
a

sisi miring
b
sisi di samping sudut
cos

sisi miring
sisi di depan sudut
tan

sisi di samping sudut

sin

c
b
a
c

Contoh Soal
1) Diketahui segitiga ABC siku-siku di B dengan panjang AB = 5 cm dan
AC = 7 cm.
Tentukan : a) panjang BC
b) sin

c) perbandingan trigonometri lainnya dengan sudut


Jawab:
a) Gambar posisinya

pada dalil Phytagoras berlaku:


AC 2 AB 2 BC 2
BC 2 AC 2 AB 2
BC

49 25

24

BC

b)

7 2 52

46 2 6

sin sin

sisi di depan sudut


2 6

sisi miring
7

c)
cos cos

sisi di samping sudut 5

sisi miring
7

sisi di depan sudut


2 6

sisi di samping sudut


5
1
sisi di samping sudut
5
5
cot

6
tan
sisi di depan sudut
2 6 12
1
7
7
cos ec

sin
2 6 12 6
1
7
sec

cos
5
tan

2) Diketahui salah satu sudut segitiga siku-siku ABC adalah . Jika


diketahui sin
2 3,

hitunglah:

3
dan panjang sisi siku-siku di hadapan adalah
2

a)

cos dan tan

b)

sin

, cos , tan

Jawab:

Gambar posisinya (tentukan sisi yang belum diketahui)

2 3
3

b
2
2 1

b 2
b 4

sin

Gambar baru

a)

cos

sisi di samping sudut


2
1

sisi miring
4
2

tan

sisi di depan sudut


2 3

sisi di samping sudut


2

b)

sisi di depan sudut


2 1

sisi miring
4 2

sin

sisi disamping sudut


2 3
1

3
sisi miring
4
2
sisi di depan sudut
2
1
tan

3
sisi di samping sudut
2 3 3

cos

3) Perhatikan gambar berikut dan tentukanlah semua perbandingan


trigonometri sinus, cosinus, dan tangen dengan sudut dan .

Jawab: Lengkapi gambarnya!

sisi di depan sudut


a

sisi miring
b
sisi di depan sudut
c
sin

sisi miring
b
sisi di samping sudut
c
cos

sisi miring
b
sisi di samping sudut
a
cos

sisi miring
b
sisi di depan sudut
a
tan

sisi di samping sudut


c
sisi di depan sudut
c
tan

sisi di samping sudut


a
sin

4) Sebuah tangga disandarkan pada tembok. Jarak kaki tangga dengan


tembok 8 m. Jarak ujung tangga dengan dasar tembok adalah 15 m.
Jika sudut yang dibentuk oleh tangga dengan tembok adalah ,
tentukan perbandingan trigonometri:
a)

sinus

b)

cosec

c)

tan

Jawab:

Jarak kaki tangga dengan ujung tangga

82 152
64 225

289
17 m

a) sinus
sin

jarak ujung tangga dengan dasar tembok 15

jarak kaki tangga dengan ujung tangga


17

b) cosec
cos ec

1
1
17

sin 15 15
17

c) tan
tan

jarak ujung tangga dengan dasar tembok 15

jarak kaki tangga dengan tembok


8

Latihan1
1)

Tentukan panjang sisi-sisi yang belum diketahui dari gambar berikut:

a)

b)

c)

d)

2)

e)

Diketahui segitiga ABC siku-siku di B dengan panjang AB = 5 cm, BC =


2

cm. Tentukan:

a) panjang AC

d) tan

g) cosec

b) sin

e) cot

h) sin

c) cos

f) sec

i) cos

3)

Diketahui salah satu sudut segitiga siku-siku ABC adalah . Jika diketahui
sin

2
2

dan panjang sisi siku-siku di hadapan adalah 4 cm.

Hitunglah:
a) cos

d) cos

g) cosec

j) cosec

b) tan

e) tan

h) cot

k) cot

c) sin

f) sec

i) sec

4)

Sebuah tangga yang panjangnya 25 m disandarkan pada sebuah tembok.


Jarak ujung tangga dengan dasar tembok adalah 24 m. Jika sudut yang
dibentuk oleh tangga dengan tanah adalah , tentukan:
a)

sin

b)

cos

c) tan

e) cosec
d) sec

f) cot

5)

Dari segitiga ABC diketahui AC = 10 cm, AB = 17 cm, dan sin A =


Hitunglah:
a)

tinggi segitiga ABC yang ditarik dari titik C

3
.
5

b)

sisi BC

c)

perbandingan trigonometri lainnya untuk sudut A dari


sudut C

6)

Segitiga PQR siku-siku di Q. Jika PQ = 6 cm, PR = 5 cm, dan


cos RPQ

3
. Hitunglah:
5

a)

panjang PR dan PS

b)

tan RPQ

c)

tan SPQ

C. PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SUDUT-SUDUT


YANG BERELASI

Perhatikan gambar berikut!


P adalah sebuah titik pada busur x+Oy+ dan POx . Proyeksi titik
P pada Ox adalah P dan

OP' x; PP ' y

. Jika titik P kita putar

mengelilingi O dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam, maka P


akan berpindah dari sudut:
0 < <90, disebut kuadran I
90 < <180, disebut kuadran II
180 < <270, disebut kuadran III
270 < <360, disebut kuadran IV
Sehingga sudut yang dibentuk oleh P dengan sumbu x di berbagai kuadran,
masing-masing dapat didefinisikan sebagai berikut:
KUADRAN I
y
r
x
cos
r
y
tan
x

sin

KUADRAN II
y
sin
r
x
cos180
cos
r
y
tan 180
tan
x

sin 180

KUADRAN III

y
sin
r
x
cos180
cos
r
y
tan 180
tan
x

sin 180

KUADRAN IV
y
sin
r
x
cos 360 cos
r
y
tan 360
tan
x

sin 360

Contoh 1
Perhatikan gambar berikut! Tentukanlah perbandingan
trigonometri dari sudut yang dibentuk dengan sumbu x.
Jawab:
Proyeksikan P pada sumbu x, sehingga diperoleh:

y
6

r 10
x 8
cos
r
10
y 6
tan
x
8

sin

r OP

( 8) 2 6 2

64 36

100 10

x
8

y
6
r
10
sec
x 8
r 10
cos ec
y
6
cot

Contoh 2
Pada bidang Cartesius dengan pusat O, diketahui koordinat titik P (5, 12).
Jika sudut yang dibentuk oleh OP dengan sumbu x adalah , tentukanlah:
a) sin

b) cos

c) tan

Jawab:
Gambar posisinya:
Carilah sisi miring atau jari-jarinya (r).
r

52 122
25 144

169
13

a) sin

y 12

r 13

b) cos

x
5

r 13

c) tan

y 12

x
5

Latihan 2

1)

Perhatikan

gambar-gambar

di

bawah

ini,

kemudian

tentukanlah perbandingan trigonometrinya di setiap sudut yang dibentuk


oleh titik P dengan sumbu x!

a)

b)

d)
2)

c)

e)
Diketahui

cos

4
,
5

di kuadran II. Tentukan

perbandingan trigonometri dari sudut-sudut:


a) sin

b) tan

c) cot

d) sec

e) cosec

3)

Diketahui

tan

12
, 180 < <270. Tentukanlah
7

perbandingan trigonometri lainnya!


4)

Pada bidang Cartesius dengan pusat O, diketahui koordinat


titik P (8, -15). Jika sudut yang dibentuk oleh OP dengan sumbu x adalah

. Tentukan perbandingan trigonometri dari:


a) sin
b) cos
c) tan
d) cot
cosec
D. PERBANDINGAN

e) sec

TRIGONOMETRI

f)

SUDUT-SUDUT

ISTIMEWA
(0, 30, 45, 60, 90)
Perhatikan gambar berikut!

= 0, maka P berhimpit dengan

Jika

sumbu x, sehingga koordinat titik P (r,


0) dan perbandingan trigonometrinya:
sin
cos
tan

Jika

y
r
x
r
y
x

0
r
r
r
0
r

0
1
0

= 90, maka P berhimpit dengan sumbu y, sehingga koordinat titik P

(0, r) dan perbandingan trigonometrinya:


y r
1
r
r
x 0
cos 90 0
r
r
y r
tan 90
x 0

sin 90

Ingatlah sudut istimewa dalam segitiga siku-siku:


Gambar:

1)

2)

TABEL

sin

0
0

cos

tan

1
2

1
3
3

30
1
2

45
1
2
2
1
2

Coba tentukan cot , sec , dan cosec !


Contoh 1
Nyatakan dalam sudut lancip:
a) sin 120

b) cos 210

c) tan 320

Jawab:
a) sin 120 = sin (180 - 60) = sin 60 (kuadran II)
b) cos 210 = cos (180 + 30) = - cos 30 (kuadran III)
c) tan 320 = tan (360-40) = - tan 40 (kuadran IV)
Contoh 2
Nyatakan dalam sudut lancip yang positif
a) sin (-150)
Jawab:

b) cos (-60)

c) tan (-225)

60
1
2

3
1
2

90
1
0

a) sin (-150)

= -sin 150
= -sin (180 30)
= -sin 30 (kuadran III)

b) cos (-60)

= cos (360 60)


= cos 60 (kuadran IV)

c) tan (-225)

= -tan 225
= -tan (180 + 45)
= -tan 45 (kuadran II)

Contoh 3
Sederhanakanlah dan tentukan nilainya
a)

sin 60 + cos 60 + (sin 60 - cos 60)2

b)

tan 30 . cot 30 + (sin 30 + cos 30)2

Jawab:
a)
sin 60 cos 60 (sin 60 cos 60) 2
sin 60 cos 60 sin 2 60 cos 2 60 2 sin 60 cos 60

1
1 1

3
3
2
2 2

1
1
3
2
2

1
1 3 1
3
3
2
2 4 4
2
1
1
2

b)
tan 30 cot 30 (sin 30 cos 30) 2
1
tan 30
sin 2 30 2 sin 30 cos 30 cos 2 30
tan 30
2

1 1
1
1

3
3
2
2
2
2
2

1 3 1
1
3
4 4 2
1
2
3
2
1

Latihan 3
1)

Nyatakanlah tiap-tiap trigonometri berikut ini dalam sudut lancip!


a) sin 135

c) tan 120

e) cos 225

b) cos 192

d) sin 254

f) tan 209

2)

Nyatakan tiap-tiap bentuk berikut dalam sudut lancip positif!


a) tan (-30)

c) cos (-315)

e) sin (-250)

b) sin (-75)

d) tan (-150)

f) cos (-162)

3)

Tentukan nilai dari sudut-sudut berikut tanpa menggunakan tabel!


a) cos (-150)

c) tan 120

e) tan 1350

b) sin 330

d) cos (-810)

f) sin (-675)

4)

Sederhanakanlah dan tentukan nilainya!


a)

(sin 60 + cos 60)2 + (sin 60 - 2 cos 60)

b)

(sin 30 + cosec 30) . tan 30 . sec 30

c)

cot2 45 cos 30 tan2 60 cot2 30

d)

cos 60 cos 135


tan 135

5)

Nyatakan benar atau salah pernyataan di bawah ini!


a)

cos2 30 + sin2 30 = 1

b)

cos2 120 = 1 sin2 120

c)

cot2 310 + 1 = cosec 310

d)

tan 150 =

6)

1
cot 50

Tunjukkan bahwa:
a)

sin2 60 + cos2 60 = 1

b)

sin2 150 + cos2 150 = 1

c)

sin2 315 + cos2 315 = 1

d)

tan 30 =

e)

tan 300 =

sin 30
cos 30
sin 300
cos 300

E. PENGUKURAN

SUDUT:

DERAJAT

DAN

RADIAN

(PENGULANGAN)
a)

Ukuran Derajat

Pada gambar di samping titik O adalah pusat lingkaran


dan A adalah titik pada lingkaran tersebut. Jika A bergerak berlawanan
arah putaran jarum jam dengan pusat O dan kembali lagi ke posisi
semula, maka dapat dikatakan bahwa A telah bergerak satu putaran atau
OA telah bergerak 360.
Jadi:

1 putaran = 360
1 =

b)

1
putaran
360

Ukuran Radian
Satu radian adalah besar sudut pusat lingkaran yang menghadap
busur lingkaran yang panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran seperti
gambar.
AB = OA = OB = r
maka besar AOB 1 radian.
Sehingga dapat dirumuskan:
1 radian

Panjang busur r
r

2 radian

Panjang busur 2r
r

2 radian

Keliling lingkaran
r

Contoh:
Berapakah ukuran sudut pusat suatu juring, jika panjang jari-jari 8 cm
dan panjang busurnya 16 cm.
Jawab:
Panjang busur

ukuran radian = Panjang jari - jari


=

16 cm
8 cm

=2
Jadi, ukuran sudut pusat juring itu adalah 2 rad.
c)

Hubungan antara Radian dengan Derajat


2 radian 360

radian 180

1 radian

180

Contoh 1:
Ubahlah 15 ke dalam ukuran radian!
Jawab:
15 15

radian
180

1
radian
12

Jadi, 15 =

Contoh 2:

1
radian.
12

maka
1

atau

radian
180

1 radian 57,3

Jadikanlah

7
radian ke dalam ukuran derajat!
12

Jawab:
7
7
radian
180
12
12
105

Jadi,

7
radian = 105
12

Latihan Soal
1)

Ubahlah ke dalam ukuran radian!


a) 15

d) 60

g) 210

j) 300

b) 30

e) 90

h) 240

k) 330

c) 45

f) 180

i) 270

l) 360

2)

Ubahlah ke dalam ukuran derajat!


a) 2

d)

g)

j)

e)

h)

1
2

k)

f)

4
b)

11

c)

i)

l)

12

F. MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI


Grafik fungsi trigonometri: f(x) = sin x, f(x) = cos x dan f (x) = tan x dapat
digambarkan dengan cara sebagai berikut:
a)

menggunakan tabel

b)

menggunakan lingkaran (r = 1 satuan)

Menggunakan Tabel

Contoh 1:
Gambarlah grafik f(x) = sin x; untuk 0 x 360 !!
Jawab:
Pertama-tama, buatlah tabel fungsi trigonometri tersebut:
x

0 30

45

1 1
2 2

f(x) 0

60

1
2

90
1

120

135

1
2

1
2

150 180 210


1
2

1
2

225

240

360

1
2

1
2

Berdasarkan tabel, diperoleh grafik f(x) = sin x sebagai berikut:

Grafik f ( x ) sin x
1
2

1
2 1
2

0 300

1
2
1
2

600

900 1200 1500 1800 2100 2400 2700 3000 3300 3600

1
2

2
3

Contoh
1 2:
Gambarlah grafik f(x) = cos x; untuk 0 x 360 !
Jawab:
Buatlah tabel fungsi trigonometrinya:

f(x) 1

30
1
2

45

1
2

60 90 120

1 0
2

1
2

135

1
2

150

180

210

-1

2
1
2

1
2

225

1
2

240 360
1
2

Grafik f (x ) cos x
1
12
2

13
1
2

0 300 600 900 1200 1500 1800 2100 2400 2700 3000 3300 3600

1 12

2 2
12
13

Contoh 3:
Gambarlah grafik f(x) = tan x; untuk 0 x 360 !
Jawab:
Buatlah tabel fungsi trigonometrinya:

x
f(x)

0
0

30
1
3
3

45
1

60
3

90
-

120
- 3

135
-1

150
-

1
3
3

180
0

210
1
3
3

225 240
3
1

360
-

Menggunakan Lingkaran Satuan


Berikut ini akan ditunjukkan cara membuat grafik fungsi
trigonometri menggunakan lingkaran satuan.
a) Membuat grafik fungsi f(x) = sin x menggunakan lingkaran satuan.
Langkah-langkah:
1)

Buatlah lingkaran satuan dan sebuah sumbu koordinat dengan


absisnya .
Pada lingkaran satuan, r = 1.
Untuk setiap sudut , sin =

2)

Pilihlah

beberapa

y
y
y.
r
1

titik

pada

lingkaran

yang

akan

ditransformasikan ke sumbu koordinat Y. Misalnya kita pilih titiktitik A1, A2, , A12 dengan interval 30. Lalu kita transformasikan
pada sumbu koordinat Y. Selanjutnya, hubungkanlah titik-titik
tersebut sehingga menjadi sebuah kurva mulus.
Contoh:

1
6

1
3

1
2

2
3

5
6

7
6

8
6

9
6

10
6

11
6

b) Membuat grafik fungsi f(x) = cos x dengan menggunakan lingkaran


satuan.
Cara dan langkah yang digunakan serupa dengan cara kita
mentransformasi grafik fungsi f(x) = sin x. Namun ada sedikit
perbedaan, yaitu pada penempatan atau posisi sumbu koordinat XY

yang akan ditransformasikan ke sumbu Y. Hal ini terjadi karena untuk


setiap sudut , maka kita perlu merotasikan lingkaran satuan sejauh 90
berlawanan arah perputaran jarum jam. Lalu dengan cara serupa dengan
pengerjaan grafik sinus kita transformasikan titik-titik di lingkaran ke
sumbu koordinat Y.

Latihan 4
Lukislah grafik berikut, untuk 0 x 360 !

1)

a) f(x) = -sin x

e) f(x) = sin x + 1

b) f(x) = -cos x

f) f(x) = cos x - 2

c) f(x) = 3 sin x

g) f(x) = 3 sin x + 1

d) f(x) =

1
cos x
2

Lukislah grafik berikut, umtuk 0 x 2 !

2)

a) f (x) = sin 3x
b) f(x) = cos 2x
c) f(x) = sin
d)f(x) = cos

1
x
2
1
x
3

G. KOORDINAT KUTUB (PENGAYAAN)


Pada koordinat Cartesius letak suatu titik ditentukan berdasarkan jarak
dan arah terhadap dua garis yang saling tegak lurus. Garis tegak lurus itu
merupakan sumbu koordinat, misalnya titik P dapat dinyatakan dengan P (x,
y).
Dalam koordinat kutub letak titik P dalam diagram Cartesius ditentukan
oleh jaraknya (r satuan) dari O dan sudut dari sumbu x positif yang
berlawanan arah jarum jam. Sehingga secara umum koordinat titik P adalah
(r, ), serta dapat dinyatakan sebagai P (r, ).

Gambar:
1) P dalam koordinat Cartesius

2) P dalam koordinat kutub

Hubungan Koordinat Kutub dengan Korrdinat Cartesius

Pada gambar di atas titik P dapat dinyatakan dalam dua koordinat


sekaligus yaitu koordinat Cartesius dan koordinat kutub.
Perhatikan OPP ' !
OP = r, PP = y, OP = x.
sin

y
y r sin .
r

cos

x
x r cos .
r

Jika kita ubah koordinat Cartesius P (x, y) ke dalam koordinat kutub P (r,
), maka didapat:
r

x 2 y2

tan

sin
y
y
, sehingga tan 1
cos
x
x

Contoh 1:
Ubahlah koordinat titik P (4, 150) ke dalam koordinat Cartesius!
Jawab:
titik P (4, 150), berarti r = 4, = 150
x r cos
4 cos150
1
4
3
2
2 3

y r sin
4 sin 150
4

1
2

Jadi, titik P dalam koordinat Cartesius adalah P 2 3 , 2


Contoh 2:

Ubahlah koordinat titik P (8, -8) ke dalam koordinat kutub!


Jawab:
titik P (8, -8), berarti x = 8 dan y = -8

128

y
x
8

8
1 (kuadran IV)

8 2

315

tan

x 2 y2

82 8

64 64

Jadi, titik P dalam koordinat kutub adalah P 8 2 , 315

Latihan Soal
1)

Ubahlah koordinat titik berikut ke dalam koordinat Cartesius!


a)

P (6, 30)

b)

A (8, 120)

c)

Q (4, 225)

d)

B (10, 330)

e)

P (5, -150)

2)

Ubahlah ke dalam koordinat kutub!


a)

A (3, -3)

b)

B (2

3,

c)

P (-4,

4 3)

d)

Q (-5, -5)

e)

P(

2)

, -1)

H. IDENTITAS TRIGONOMETRI
a)

Hubungan antara Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut


Dengan menggunakan hubungan antara koordinat kutub dan
koordinat Cartesius suatu titik maka dapat ditentukan hubungan antara
perbandingan trigonometri sebagai berikut:

Perhatikan gambar di samping!


y
y r sin .
r
x
cos x r cos .
r
sin
tan
, cos 0.
cos

sin

karena

berlaku

di

sembarang

kuadran, atau P berputar sepanjang lingkaran sebesar , maka berlaku:


x 2 y2 r 2

r cos 2 r sin 2

r2

r 2cos 2 r 2sin 2 r 2
r 2 cos 2 sin 2 r 2

cos 2 sin 2 1

cos 2 sin 2 1

Hubungan di atas disebut dengan identitas trigonometri dan


dapat juga ditentukan identitas trigonometri lainnya , misalnya:
1) cos 2 sin 2 1

(bagilah ruas kiri dan ruas kanan dengan

cos 2 )

sin 2
1

2
cos cos 2

2) cos 2 sin 2 1

1 tan 2 sec 2

(bagilah ruas kiri dan ruas kanan dengan

sin 2 )

cos 2
1
1
2
sin
sin 2

b)

cot 2 1 cos ec 2

Membuktikan Identitas Trigonometri


Di bawah ini adalah beberapa cara dalam membuktikan identitas
trigonometri:
1)

Pilihlah ruas kanan atau ruas kiri yang perlu


disederhanakan (tergantung pada kerumitan soal).

2)

Menyederhanakan ruas kiri sama dengan ruas kanan.

3)

Menyederhanakan ruas kanan sama dengan ruas kiri.

4)

Menyederhanakan kedua ruas untuk memperoleh hasil


yang sama.

Contoh 1:
Buktikan bahwa cos 4 cos 2 sin 4 sin 2 !
Jawab:
Ruas kiri cos 4 cos 2

cos 2 cos 2
2

1 sin 2 1 sin 2
2

1 2 sin 2 sin 4 1 sin 2


sin 4 sin 2
Ruas kanan (terbukti)

Contoh 2:
Buktikan bahwa

sin
1 cos

!
1 cos
sin

Jawab:
Ada 2 cara untuk membuktikan identitas trigonometri di atas, yaitu:
1)
1 - cos
sin
1 cos 1 cos

sin 1 cos

Ruas kanan

1 cos 2
sin 1 cos

sin 2
sin 1 cos
sin

1 cos
Ruas kiri (terbukti)

2) dengan menyederhanakan kedua ruas untuk memperoleh hasil yang sama


sin
1 cos

1 cos
sin
2
sin 1 cos 1 cos
1 cos 2 1 cos 2

karena ruas kiri = ruas kanan maka terbukti


sin
1 cos

1 cos
sin

Latihan 5
Buktikan identitas berikut ini!
1) cos 2 1 tan 2 1
2) 1 tan 2 1 cos 2 tan 2
3) cos sin 2 1 2 sin cos
4) cos 4 x1 tan 4 x cos 2 x sin 2 x
5) sin A cos 90 - A cos A sin 90 - A 1
6)

cos x
cos x

2 tan x
1 sin x 1 cos x

7)

1 tan x
sec x
sin x cos x

8)

cos 2 P
cos 2 P

2 sin P
1 - sin P 1 sin P

I. PERSAMAAN TRIGONOMETRI
Dengan mempelajari nilai trigonometri sudut-sudut istimewa dan
perbandingan trigonometri sudut berelasi, kita akan menyelesaikan
persamaan trigonometri yang sederhana dengan cara aljabar, seperti bentuk:
sin x

1
1
, cos x
3 dan tan x
2
2

Satu hal yang perlu diperhatikan, nilai sudut senantiasa berulang secara
periodik (1 periode = 360). Misalnya:
sin 30 sin 30 360
sin 30 2 360

sin 30 1 360
sin 30 k 360 (k B)

dan nilai negatif atau positif suatu sudut sangatlah berpengaruh pada
letak sudut di berbagai kuadran (kuadran I, II, III, dan IV) pada bidang
Cartesius.
Contoh 1:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sin x

1
!
2

Jawab:
1
adalah nilai sudut yang positif dari sinus, terletak di kuadran I dan
2

kuadran II, sehingga pengerjaan itu menjadi:


1
2
sin x sin 30

sin x

x1 30 k 360 (kuadran I), k B

atau
x2 180 30 k 360 (kuadran II)
150 k 360, k B
HP 30 k 360, 150 k 360

Contoh 2:
Tentukan himpunan penyelesaian dari sin x

1
, 0 x 360 !
2

Jawab:
nilai x dibatasi 0 x 360 , sehingga dengan proses pada jawaban
contoh soal 1, diambil k = 0 sehingga didapat HP = {30, 150}
Contoh 3:
Tentukan himpunan penyelesaian dari cos x

1
3 , 0 x 2 !
2

Jawab:
x dinyatakan dalam radian dengan 1

1
180

radian, sehingga didapat:

1
3 cos x cos150 (dalam derajat)
2
150
cos x cos
(dalam radian)
180
5
cosx cos
6
5
x k 2
6

cos x

5
6

untuk k 0 x1 (kuadran II)


5
untuk k 1 x2 2
6
5 12 7

(kuadran III)
6
6
6

7
5
,
6
6

HP

Contoh 4:
Tentukan himpunan penyelesaian dari

tan x

3 , 0 x 360 !

Jawab:
tan x 3 (nilai tan x yang positif di kuadran I atau kuadran III)
tan x tan 60
x 60 k 180 (1 periode untuk tan x adalah 180)

untuk k 0 maka x 60 (kuadran I)


untuk k 1 maka x 240 (kuadran III)
HP 60, 240

Latihan 6
1)

Tentukan Himpunan Penyelesaian (HP) yang memenuhi persamaaan


berikut ( 0 x 360 )!
a.

sin x = 1

b.

cos x =

c.

sin x

d. tan x

1
2
1
2

1
3
3

e. cos x 1
f. tan x = 1

Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut 0 x 2 !

2)

1
0
2

a.

sin x + 1 = 0

d. sin x

b.

2 cos x = 1

e. 2 cos x 2 0

c.

tan x

1
0
3

f.

1
tan x 1 0
3

J. RUMUS-RUMUS SEGITIGA
1. ATURAN SINUS
Dalam segitiga sembarang ABC berlaku rumus:
a
b
c

sin
sin
sin

Rumus di atas disebut dengan aturan sinus.


Bukti:

I.

Lihat ACD:
CD = b sin . (1)
Lihat BCD:
CD = a sin . (2)
dari (1) dan (2) diperoleh:
b sin a sin

a
b

(3)
sin sin

Lihat CAE: AE = b sin (4)

Lihat ABE: AE = c sin . (5)


dari (4) dan (5) diperoleh:
b sin c sin

b
c

(6)
sin
sin

dari (3) dan (6) diperoleh:


a
b
c

sin
sin
sin

II.

Aturan Sinus

Pada gambar di atas ABC adalah segitiga lancip, sedangkan


CD adalah garis tengah yang melalui C, sehingga didapat
D A dan CBD 90 .

jadi:
a
CD
a

2R

sin D

Jika

tumpul

(seperti

pada gambar

di bawah), maka

CDB 180 , jadi:


sin D sin 180
sin

Dalam BCD berlaku:


a
2R
a
sin
2R
a

2R
sin

sin D

Jadi dalam tiap-tiap ABC berlaku:


a
b
c

2R
sin
sin
sin

seringkali rumus tersebut juga ditulis:


a 2R sin
b 2R sin
c 2R sin

Dalam ABC sudut-sudut yang di depan; a, b, dan c dinamai


berturut-turut , , dan ; jari-jari lingkaran luar adalah R.
Contoh:
Diketahui ABC dengan AB =
Tentukan:

a) sudut C

10
3

6 , BC = 10 cm dan sudut A = 60.

b) panjang sisi AC

Jawab:
Kerjakan dengan aturan sinus:
a
c

sin A
sin C
C sin
sin C
a
10
6 sin 60
3

a)
10
1
1

6
3
3
2
1
sin C
2
2
C 45

a
b

sin A sin B
a sin B
b
sin A
10 sin 75

b)
sin 60
10 0,9659

0,8660
11,15

(dicari dengan tabel/kalkulator)

panjang sisi AC 11, 15 cm

Latihan 6
1)

Tulislah

aturan

segitiga berikut:

a)

b)

sinus

untuk

masing-masing

2)

Dengan aturan sinus tentukan unsur-unsur segitiga


yang ditanyakan:
a)

ABC; a = 16 cm, b = 7 cm, dan A = 50, c = ?

b)

KLM; k = 10 cm, m = 20 cm, dan M = 35, l = ?

c)

ABC; a = 6 cm, b = 8 cm, dan A = 60, C = ?

d)

PQR; q = 20 cm, r = 25 cm, dan R = 75, P = ?

3)

Puncak tiang bendera diamati oleh 2 pengamat


dari titik A dan B yang letaknya segaris dengan titik Q (pagian pangkal tiang).
Jika jarak titik A dan B adalah 100 m, sudut PAB = 60 dan sudut PBA = 75,
tentukan jarak puncak P dengan titik A dan titik B!

4)

Sebuah segitiga ABC dengan BC = 6 cm, AC = 10


cm, dan sudut BAC = 30. Tunjukkan bahwa terdapat dua kemungkinan
besarnya sudut ABC!

5)

Pada segitiga ABC diketahui besar sudut A = 45


dan sudut B = 30. Tunjukkan bahwa perbandingan a : b =

K. LUAS SEGITIGA

2 : 1!