Anda di halaman 1dari 34

Ulkus Peptikum

Oleh :
Tri Fitri Sari
Pembimbing :
Dr. H. A. Sanoesi Tambunan, Sp.PD

Status
pasien
Identitas Pasien :
Nama : Ny. S
TTL
: Kebumen, 04 April 1944
Usia : 71 Tahun
Alamat : Jl. Kampung Serdang 11/9 Jakarta Pusat
Tgl MRS : 21 April 2015
No. RM : 76.XX.XX

anamnesis

Keluhan Utama :
BAB hitam sejak 2 SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke RSIJ Cempaka Putih dengan keluhan buang
air besar berwarna hitam sejak 2 hari SMRS. Pasien juga mengeluh
pusing terutama saat bangun tidur dan setelah jongkok. Badan
terasa lemas (+). Kadang-kadang disertai mual namun tidak ada
muntah. Pasien juga mengeluh perutnya terasa kembung dan panas.
Demam (-). Nafsu makan pasien menurun selama sakit. Penurunan
berat badan disangkal. Buang air kecil tidak ada keluhan. Buang air
besar konsistensi cair berwarna hitam > 10 kali selama 2 hari SMRS.
Pasien mengatakan pernah dirawat di RS pada tahun 1997 dengan
keluhan yang sama. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan dalam
jangka panjang disangkal.

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat keluhan serupa (+) tahun 1997 dan dirawat di
RS. Riwayat gastritis (+) sejak usia 40 Tahun, Hipertensi (+),
DM (+)

RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
Riwayat keluhan serupa disangkal. Riwayat HT (-), DM (-),
Gastritis (-)

Riwayat Alergi
Alergi makanan dan obat-obatan disangkal

RIWAYAT PENGOBATAN
Pasien hanya mengkonsumsi obat lambung yang dibeli di
apotek

RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Pasien makan kadang tidak teratur. Sering mengeluh
nyeri uluhati dan mengkonsumsi obat lambung.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran
: Composmentis
TTV
TD : 130/90 mmHg
N : 90 x per menit
RR: 20 x per menit
S : 36,5OC

Kepala
: Normocephal
Mata
: Simetris kanan dan kiri, Konjungtiva anemis +/
+, sklera ikterik (-/-)
Hidung
: Normonasi, sekret (-/-), epistaksis (-/-)
Telinga
: Normotia, serumen (-/-)
Mulut
: Mukosa bibir kering, anemis (+), sianosis (-),
Faring hiperemis (-), Tonsil T1-T1
Leher
: Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

Thoraks
Inspeksi :
Pergerakan dinding dada simetris.
Palpasi :
Vokal fremitus dextra-sinistra sama.
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : Vesikuler + / +, ronkhi -/- , wheezing -/BJ I & II murni reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi
: Cembung
Auskultasi
: BU (+) normal
Perkusi
: Timpani pada seluruh abdomen
Palpasi
: Supel, nyeri tekan epigastrium (+), hepar &
lien tidak teraba
Ekstremitas
Atas : Akral hangat, CRT > 2 detik, anemis (+/+), edema
(-/-), sianosis (-/-)
Bawah: Akral hangat, CRT > 2 detik, anemis (+/+), edema
(-/-), sianosis (-/-)

Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

7,8 gr/dl

11,7 15,5 gr/dl

12,01 ribu/L

3,6 11 ribu/L

22%

35% 47%

345 ribu/L

150 440 ribu/L

2,64 10^6/L

3,8 5,2 10^6/L

99 mg/dL

70-200 mg/dL

Natrium

135 mEq/L

135-147 mEq/L

Kalium

3,7 mEq/L

3,5-5,0 mEq/L

Klorida

98 mEq/L

94-111

Hemoglobin
Jumlah Leukosit
Hematokrit
Jumlah Trombosit
Eritrosit
GDS

Resume
Pasien 71 tahun datang ke RSIJCP dengan BAB
berwarna hitam > 10 kali sejak 2 hari SMRS. Pusing (+),
lemas (+), mual (+), perut kembung dan terasa panas, nyeri
uluhati (+), tidak nafsu makan (+). Riwayat keluhan serupa
tahun 1997 (+). Riwayat gastritis (+), HT (+), DM (+).
Pemeriksaan Fisik : TD = 130/90 mmHg
N = 90 kali / menit
R = 20 kali / menit
S = 36,5OC
Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (+)
Pemeriksaan laboratorium : Hb 7,8 gr/dL; Leukosit
12,01x103/L; Hematokrit 22%; Eritrosit 2,64x106/L

Daftar masalah
Melena
Nausea + Anoreksia
Cephalgia

assessment
Melena
S = Pasien mengeluh BAB hitam konsistensi cair > 10 kali sejak
2 hari SMRS.
O = TD = 130/90 mmHg
N = 90 kali / menit
R = 20 kali / menit
S = 36,5OC
Hb 7,8 gr/dL; Leukosit 12,01x103/L; Hematokrit 22%;
Eritrosit 2,64x106/L
A = Melena ec. Ulkus Peptikum
P = Inf NaCl 0,9%
Ceftriaxone 2x1 gr (iv)
Vitamin K 3x1 ampul (iv)
R/ Transfusi PRC 400 cc

assessment
Nausea + Anoreksia
S = Pasien mengeluh mual , nyeri uluhati serta tidak nafsu
makan.
O = Nyeri tekan epigastrium (+)
A = Dispepsia
P = Ranitidin 2x1 amp (iv)

assessment
Cephalgia
S = Pasien mengeluh pusing
O = TD : 130/90 mmHg
A = Hipertensi grade 1
P = Captopril 12,5 mg 2x1 tab

Tinjauan pustaka
ulkus peptikum

Definisi
Penyakit ulkus peptikum adalah putusnya kontinuitas
mukosa lambung yang meluas sampai di bawah epitel.
Penyakit ulkus peptikum terjadi ketika faktor agresif
(gastrin, pepsin) menembus faktor defensif yang
melibatkan resistensi mukosa (mucus, bikarbonat,
mikrosirkulasi, prostaglandin, dinding mukosa) dan dari
efek Helicobacter pylori.

Anatomi

Fisiologi
Fungsi lambung :
Menyimpan makanan yang masuk sampai disalurkan ke
usus halus dengan kecepatan yang sesuai untuk
pencernaan dan penyerapan optimal.
Mensekresikan asam hidroklorida (HCl) dan enzim-enzim
yang memulai pencernaan protein

Terdapat empat aspek motilitas lambung :


1) Pengisian Lambung (gastric filling).
2) Penyimpanan Lambung
3) Pencampuran Lambung
4) Pengosongan Lambung

Etiologi
Umumnya yang berperan besar terjadinya ulkus adalah
Helicobacter pylori yang merupakan organisme yang
menghasilkan urease dan berkoloni pada mukosa antral
dari lambung dimana penyebab tersering ulkus
duodenum dan ulkus lambung.
Penyebab lain dari ulkus peptikum adalah penggunaan
NSAIDs, kurang dari 1% akibat gastrinoma (ZollingerEllison syndrome), luka bakar berat, dan faktor genetik.

Faktor Risiko
Helicobacter pylori paling banyak terjadi pada orang
dengan sosial ekonomi rendah dan bertambah seiring
dengan usia. Faktor risiko terjadinya ulkus adalah
herediter (berhubungaan dengan peningkatan jumlah sel
parietal), merokok, hipercalcemia, mastositosis, alkohol,
dan stress.

Patogenesis

Faktor Asam Lambung No Acid No Ulcer


Balance Theory 1974
Prostaglandin
Obat Anti Inflamasi Non- Steroid (OAINS)
Helicobacter pylori

Gambaran Klinis

Mual
Muntah
Kembung
nyeri ulu hati
Sendawa
rasa terbakar
rasa penuh
cepat merasa kenyang.

Pada ulkus duodenum rasa sakit timbul waktu pasien


merasa lapar, rasa sakit bisa membangunkan pasien
tengah malam, rasa sakit hilang setelah makan dan
minum obat antasida (Hunger Pain Food Relief =
HPFR). Sakit yang dirasakan seperti rasa terbakar, rasa
tidak nyaman yang mengganggu dan tidak terlokalisir.

Pada ulkus lambung rasa sakit timbul setelah makan,


rasa sakit di rasakan sebelah kiri, anoreksia, nafsu
makan berkurang, dan kehilangan berat badan.
Walaupun demikian, rasa sakit saja tidak dapat
menegakkan diagnosis ulkus lambung karena dispepsia
non ulkus juga dapat menimbulkan rasa sakit yang
sama. Muntah juga kadang timbul pada ulkus peptikum
yang disebabkan edema dan spasme seperti pada ulkus
kanal pilorik (obstruction gastric outlet).

Diagnosis

Penatalaksanaan
Non-Medika Mentosa
Makan dalam jumlah sedikit dan lebih sering, lebih baik
daripada makan yang sekaligus kenyang
Mengurangi makanan yang merangsang pengeluaran
asam lambung/ pepsin, makanan yang merangsang
timbulnya nyeri dan zat-zat lain yang dapat mengganggu
pertahanan mukosa gastroduodenal
Merokok
menghalangi
penyembuhan
ulkus,
menghambat sekresi bikarbonat pankreas, menambah
keasaman bulbus duodeni, menambah refluks
dudenogastrik akibat relaksasi sfingter pilorus sekaligus
meningkatkan kekambuhan ulkus

Antasida

Tindakan Pembedahan :
Elektif (gagal pengobatan/ ulkus refrakter)
Darurat (komplikasi: perdarahan, perforasi,
stenosis pilorik)
Ulkus lambung dengan keganasan

Komplikasi

Perdarahan
Anemia
Perforasi
Gastric Outlet Obstruction

Prognosis
Prognosis tergantung dari perjalanan penyakit dan
komplikasi yang terjadi. Kebanyakan pasien berhasil
diobati dengan eradikasi infeksi Helicobacter pylori,
menghindari NSAID, dan penggunaan yang tepat terapi
anti sekresi. Eradikasi infeksi Helicobacter pylori
menurunkan tingkat kekambuhan ulkus 60-90% menjadi
sekitar 10-20%.