Anda di halaman 1dari 5

# KODE ETIK DOKTER HEWAN INDONESIA #

BAB I
KEWAJIBAN UMUM
Pasal 1
Dokter Hewan merupakan Warga Negara yang baik yang memanifestasikan dirinya
dalam cara berpikir, bertindak dan menampilkan diri dalam sikap dan budi pekerti luhur dan
penuh sopan santun.
Pasal 2
Dokter Hewan diharapkan menjujung tinggi Sumpah/Janji Kode Etik Dokter Hewan.
Pasal 3
Dokter Hewan tidak akan menggunakan profesinya
perikemanusiaan dan usaha pelestarian sumber daya alam.

bertentangan

dengan

Pasal 4
Dokter Hewan tidak mencantumkan gelar yang tidak ada relevansinya dengan profesi
yang dijalankannya.
Pasal 5
Dokter Hewan wajib mematuhi perundangan dan peraturan yang berlaku.
Pasal 6
Dokter Hewan wajib berhati hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap
penemuan teknik therapi atau obat baru yang belum teruji kebenarannya.
Pasal 7
Dokter Hewan wajib berhati-hati dalam menulis artikel atau hasil analisa yang dapat
menimbulkan polemik maupun kekhawatiran publik tanpa didasari kajian ilmiah
Pasal 8
Dokter Hewan menerima imbalan sesuai dengan jasa yang diberikan kecuali dengan
keikhlasan, sepengetahuan dan kehendak klien sendiri.
BAB II
KEWAJIBAN TERHADAP PROFESI
Pasal 9
Dokter Hewan dalam menjalankan profesinya wajib mematuhi persyaratan umum dan
khusus yang berlaku sehingga citra profesi dan korsa terpelihara karenanya
Pasal 10
Dokter Hewan tidak mengajarkan ilmu kedokteran hewan yang bisa mendorong ilmu
tersebut disalah gunakan.

Pasal 11
Dokter Hewan yang melakukan praktek memasang papan nama sebagai informasi
praktek yang tidak berlebihan.
Pasal 12
Dokter Hewan yang tidak melakukan praktek hendaknya merujuk ke Dokter Hewan
praktek apabila ada klien yang meminta jasa pelayanan medik.
Pasal 13
Pemasangan iklan dalam media massa hanya dalam rangka pemberitahuan mulai
buka, pindah atau penutupan prakteknya.
Pasal 14
Dokter Hewan dianjurkan menulis artikel dalam media massa dan jurnal veteriner.
Pasal 15
Dokter Hewan tidak membantu atau mendorong adanya praktek ilegal bahkan wajib
melaporkan bilamana mengetahui adanya praktek ilegal itu.
Pasal 16
Dokter Hewan wajib melaporkan kejadian penyakit menular kepada instansi yang
berwenang.
Pasal 17
Dokter Hewan ikut berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan Kesehatan
Masyarakat Veteriner, kesejahteraan hewan dan pelestarian alam.
BAB III
KEWAJIBAN TERHADAP PASIEN
Pasal 18
Dokter Hewan memperlakukan pasien dengan penuh perhatian dan kasih sayang
sebagaimana arti tersebut bagi pemiliknya, dan menggunakan segala pengetahuannya,
keterampilannya dan pengalamannya untuk kepentingan pasiennya.
Pasal 19
Dokter Hewan siap menolong pasien dalam keadaan darurat dan atau memberikan
jalan keluarnya apabila tidak mampu dengan merujuk ke sejawat lainnya yang mampu
melakukannya.
Pasal 20
Pasien yang selesai dikonsultasikan oleh seorang sejawat wajib dikembalikan kepada
sejawat yang meminta konsultasi.
Pasal 21
Dokter Hewan dengan persetujuan kliennya dapat melakukan Euthanasia (mercy
sleeping), karena diyakininya tindakan itulah yang terbaik sebagai jalan keluar bagi pasien
dan kliennya.

Pasal 22
Dokter Hewan yang melakukan praktek pada suatu peternakan, mengutamakan
kesehatan hewan dan pencegahan terhadap perluasan penyakit yang dapat berakibat kerugian
ekonomi dan sosial.
BAB IV
KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN
Pasal 23
Dokter Hewan menghargai klien untuk memilih Dokter Hewan yang diminati.
Pasal 24
Dokter Hewan menghargai klien untuk setuju / tidak setuju dengan prosedur dan
tindakan medik yang hendak dilakukan Dokter Hewan setelah diberi penjelasan akan alasanalasannya sesuai dengan ilmu Kedokteran Hewan.
Pasal 25
Dokter Hewan tidak menanggapi keluhan ( complain ) versi klien mengenai sejawat
lainnya.
Pasal 26
Dokter Hewan melakukan client education dan memberikan penjelasan mengenai
penyakit yang sedang diderita hewannya dan kemungkinan kemungkinan lainnya yang
dapat terjadi. Dalam segala hal yang penting dan harus dilakukan demi kebaikan pasien
dengan segala resikonya maka dokter hewan menyampaikan secara transparan termasuk
segala resiko yang terburuk sekalipun.
Pasal 27
Dokter Hewan yang melakukan praktek, tehnical service, tehnical sales dan konsultan
veteriner tidak memaksakan kehendak dalam pemakaian obat, vaksin maupun imbuhan
pakan tanpa argumentasi ilmiah.
BAB V
KEWAJIBAN TERHADAP SEJAWAT DOKTER HEWAN
Pasal 28
Dokter Hewan memperlakukan sejawat lainnya seperti dia ingin diperlakukan seperti
dirinya sendiri.
Pasal 29
Dokter Hewan tidak akan mencemarkan nama baik sejawat Dokter Hewan lainnya
Pasal 30
Dokter Hewan wajib menjawab konsultasi yang diminta sejawatnya menurut
pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang dapat dipertanggung jawabkan secara
ilmiah dan etikal serta telah terbukti menyelesaikan masalah yang sama dengan baik dan
benar.

Pasal 31
Dokter Hewan memberikan pengalamannya yang bermanfaat dalam pertemuan
sejawat.
Pasal 32
Dokter Hewan tidak melakukan pendekatan-pendekatan/menghasut klien dengan
maksud untuk menyarankan berpindah ke sejawat lainnya.
Pasal 33
Dokter hewan yang akan membuka pelayanan kesehatan hewan/medik veteriner dan
melakukan praktek di suatu tempat dalam wilayah tertentu , harus membuat pemberitahuan
kepada sejawat Dokter hewan yang lebih dahulu berpraktek di lingkungan yang sama atau
berdekatan .
BAB VI
KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI
Pasal 34
Dokter Hewan wajib memelihara bahkan meningkatkan kondisi dirinya sehingga
selalu berpenampilan prima dalam menjalankan profesinya.
Pasal 35
Dokter Hewan tidak mengiklankan kelebihan dirinya secara berlebihan.
Pasal 36
Dokter Hewan wajib selalu mempertajam pengetahuan, keterampilan dan
meningkatkan perilakunya dengan cara mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi Kedokteran Hewan terkini .
BAB VII
PENUTUP
Pasal 37
Dokter Hewan harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghayati,
mematuhi dan mengamalkan Kode Etik Dokter Hewan Indonesia dalam pekerjaan
profesinya sehari-hari, demi martabat profesi dan kepercayaan masyarakat kepada
pengabdian dokter hewan bagi masyarakat, bangsa dan negara melalui dunia hewan
(Manusya Mriga Satwa Sewaka).
Kode Etik Dokter Hewan Indonesia, merupakan perjanjian yang mengikat setiap
Dokter Hewan untuk mematuhi norma-norma dan nilai-nilai yang baik dan buruk , salah dan
benar yang disepakati nasional dan berlaku bagi korps profesi dokter hewan di Indonesia
,harus dihayati dan diimplementasikan secara bertanggung jawab dalam melaksanakan
pekerjaan profesinya .
Kode Etik dan nilai-nilai etika yang bersifat spesifik medik veteriner dan melekat
pada tindakan teknis medis oleh dokter hewan sesuai dengan kespesialisasian spesies
maupun disiplin ilmu kedokteran hewan perlu disusun tersendiri.

Oleh karena itu, setiap Dokter Hewan harus menjaga citra profesi dan nama baik
dokter hewan sebagai profesi yang mulia dengan menjauhkan diri dari perbuatan yang
bertentangan atau tidak sesuai dengan UU ,Kode Etik dan Sumpah profesi .
.