Anda di halaman 1dari 10

LEIMIOMA

13.204

DEFINISI

tumor jinak yang berasal dari sel otot polos


dan jaringan ikat uterus.
Mioma uteri adalah neoplasma yang paling
sering terjadi dalam uterus. Diperkirakan
sekitar 45% wanita memiliki mioma pada usia
50 an namun sebagian besar bersifat
asimptomatik.

KARAKTERISTIK TUMOR

Mioma uteri hampir selalu berbentuk bulat


berbatas tegas dengan sekitarnya, berwarna
putih , padat dan pada irisan melintang akan
terlihat adanya lapisan lapisan yang
membentuknya.
Meskipun berbatas tegas, mioma uteri tidak
memiliki kapsul , pseudocapsule terbentuk
akibat adanya otot polos perifer yang
tertekan.

FAKTOR RESIKO

Usia
Ras
Nulipara
Riwayat keluarga
Obesitas
Pemberian pil kontrasepsi oral atau DMPA
depo medroksiprogesteron asetat dapat
mengurangi resiko
- See more at:
http://reproduksiumj.blogspot.com/2009/10
/mioma-uteri.html#sthash.adLjSPdt.dpuf

GEJALA KLINIS

Perdarahan haid berlebihan


Nyeri panggul
Rasa tidak enak pada abdomen bagian bawah

JENIS

INTRAMURAL
SUBSEROSA
SUBMUKOSA

Leiomyoma subserosa : berasal dari perbatasan


miosit dengan serosa uterus, dan
pertumbuhannya mengarah ke luar kavum uteri
dan uterus itu sendiri. Jika tumor ini hanya
menempel dengan myometrium progenitornya
lewat sebuah tangkai maka disebutpedunculated
leiomyomas. Jika tumor ini menempelkan dirinya
ke dekat struktur pelvis terdekat lainnya maka
disebutParastic leiomyoma.
Leiomyoma intramural: adalah mioma yang
tumbuh di tengah dinding uterus/ di lapisan
ototnya.
Leiomyoma submukosa: mioma yang dekat
dengan endometrium dan tumbuh mengarah dan
menonjol di kavum uteri.

DIAGNOSIS

USG (ultrasonografi) > gambaran bervariasi, dapat


hypo hingga hyperechoic,tergantung rasio otot polos
dan jaringan ikannya dan apabila adanya degenerasi.
Kalsifikasi dan degenerasi kistik lebih hiperechoic,
sedangkan kistik atau degenerasi miksoid lebih
hipoechoic.
SIS (Saline-infusion sonography), hysteorscopy dan
hysterosalpingography (HSG) untuk melihat kavum
endometrium jika ditemukan keluhan menoragia,
dismenorea atau infertilitas yang dicurigai karena
tumor.
Doppler imaging untuk membedakan mioma uteri
dengan polip endometrium atau adenomiosis.
MRI (magnetic resonance imaging) > lebih akurat
untuk melihat ukuran, jumlah dan lokasinya.

TALAK

Terapi dengan obat: anti inflamasi non steorid


(NSAID), obat kombinasi kontrasepsi oral (COC),
dan agonis GnRH. GnRH agonis biasanya juga
digunakan untuk obat preoperatif sebelum
pembedahan untuk mengecilkan ukuran tumor.
Disemenorea : NSAID, COC dan GnRH agonis
Menorrhagia: COC dan GnRH agonis
Dyspareunia: GnRH agonis
Tekanan di pelvis: GnRH agonis
Infertilitas: GnRH agonis
Terapi pembedahan: meliputi histerektomi,
miomektomi dan miolisis.

Miomektomi: reseksi tumor, adalah pilihan


untuk wanita dengan gejala namun ingin
memiliki anak, atau untuk mereka yang
menolak histerektomi.
Miolisis, yakni menginduksi nekrosis dan
penyusutan mioma uteri dengan kauter
mono atau bipolar, laser vaporization atau
krioterapi. Dilaukan dengan teknik
laparoskopi.
Histerektomi: pengangkatan uterus, adalah
tatalaksana definitif dan pembedahan
tersering dari mioma uteri.