Anda di halaman 1dari 2

Lava Bantal Berbah

Lava Bantal merupakan situs yang merupakan peninggalan masa-masa awal kejayaan
Gunungapi Purba (volcanic arc). Umurnya lebih dari 30 juta tahun. Lokasi lava bantal
terletak di sebelah timur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya terletak di Sungai
Opak, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Lava bantal tersebut kontak langsung dengan formasi semilir, namun lava bantal
dan formasi semilir terletak pada dua desa yang berbeda, yaitu Desa Jogotirto dan Desa
Tegaltirto. Jika dilihat di lokasi, lava bantal dan formasi semilir dipisahkan oleh Sungai Opak
yang merupakan batas desa antara Desa Jogotirto dan Desa Tegaltirto.

Mengapa pada lokasi ini dinamakan sebagai lava bantal?


Apa yang menyebakan orang menyebut batuan pada situs ini dengan sebutan lava
bantal?

Batuan ini disebut lava bantal atau pillow lava karena bentukan geometrinya yang mirip
bantal. Lava bantal terbentuk akibat dari lava hasil erupsi yang berkontak langsung dengan
fluida (massa air, bisa di laut atau danau). Pembekuan yang cepat karena kontak dengan
massa air menyebabkan mineral-mineralnya tidak terbentuk dengan baik, dan membentuk
geometri serupa bantal.
Umur lava bantal Berbah ini diperkirakan lebih tua dari 30 juta tahun. Dari perkiraan
umur dan komposisi yang basaltis, diperkirakan gejala erupsi lelehan ini merupakan cikalbakal gunungapi di Pulau Jawa yang kemudian berkembang menjadi himpunan gunungapi
strato, yang erupsinya eksplosif, dan dengan komposisi umum andesitik. Jadi lava bantal
Berbah ini representasi dari bentuk awal volkanisme Pulau Jawa.
Pada kawasan ini lava bantal kontak langsung dengan formasi semilir. Formasi Semilir
tersingkap luas di sepanjang Pegunungan Selatan, pantai selatan Jawa bagian tengah. Formasi
Semilir didominasi oleh batuan vulkanik berupa tuf kristal, tuf lapili, dan breksi batuapung.
Bagian bawah dari formasi ini tersusun oleh batupasir berupa lithic-feldspathic wackes.
Lempung gampingan di bagian bawah mengandung fosil foraminifera , mengindikasikan
lingkungan laut dan umur Miosen Awal . Bagian atas terdiri atas breksi batuapung dan breksi
batuapung andesitan. Lingkungan pengendapan Formasi Semilir menunjukkan pendangkalan
ke arah atas, yang semula laut dangkal berubah menjadi darat. Fasies breksi batuapung dan
breksi batuapung andesitan diendapkan dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini
menunjukkan bahwa kegiatan kegunungapian meningkat pesat pada saat pengendapan bagian

atas formasi. Erupsi besar yang membentuk Formasi Semilir diduga berpusat di Cekungan
Baturetno.
Singkapan seperti ini tidak banyak dijumpai di sepanjang Pegunungan Selatan Jawa, dan
lava bantal Berbah adalah yang terbaik. Kelangkaan ini mempertegas bahwa lava bantal ini
merupakan fase awal mulai munculnya gunungapi di Jawa.
Situs purbakala seperti ini sangat bermanfaat, sebagai petunjuk bagaimana pulau jawa
pada zaman purbakala dahulu, bagaimana pulau jawa terbentuk, kaitannya dengan gunung
api modern yang ada di pulau jawa saat ini. Situs purbakala seperti ini seharusnya dilindungi.
Perhatian pemerintah sangat kurang pada hal seperti ini. Terbukti dengan adanya
penambangan liar disekitar wilayah lava bantal, dan juga adanya rencana pembangunan
bendungan pada kawasan lava bantal. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kawasan
lava bantal dibangun menjadi sebuah kawasan yang menarik untuk dikunjungi. Perlu
dibangun sebuah geopark dan museum disekitar kawasan lava bantal yang berisi penjelasan
penjelasan tentang bagaimana pulau jawa pada jaman purbakala, bagaimana pulau jawa
terbentuk, dan bagaimana kaitannya dengan lava bantal. sehingga setiap orang yang
berkunjung dapat melihat, mempelajari apa itu lava bantal, sehingga orang juga dapat
mengerti mengapa situs purbakala seperti lava bantal tersebut perlu dilindungi.