Anda di halaman 1dari 4

Diet tinggi Serat

Diet tinggi adalah modifikasi dari susunan makanan biasa dengan menambah bahan
pangan yang banyak mengandung serat pangan.
a. Tujuan diet
Tujuan diet serat tinggi adalah untuk memberi makanan sesuai kebutuhan gizi yang
tinggi serat sehingga dapat merangsang peristaltik usus agar defekasi berjalan normal.
b. Syarat diet
Syarat-syarat diet serat tinggi:
Energi cukup sesuai dengan umur, gender, dan aktifitas.
Protein cukup yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total.
Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total.
Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total.
Vitamin dan mineral tinggi, terutama vitamin B untuk memelihara kekuatan otot
saluran cerna.
Cairan tinggi, yaitu 2-2,5 liter untuk membantu memperlancar defekasi. Pemberian
minum sebelum makan akan membantu merangsang peristaltik usus.
Serat tinggi, yaitu 30-50 gram/hari terutama serat tidak larut air yang berasal dari
beras tumbuk, beras merah, roti whole wheat, sayuran, dan buah.
c. Indikasi pemberian
Diet serat tinggi diberikan kepada pasien konstipasi kronis dan penyakit
divertikulosis. Lama pemberian diet disesuaikan dengan perkembangan penyakit
(Almatsier, 2002).

DIET HIPERTENSI
Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga hipertensi
arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat.
Peningkatan ini mennyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk
mendengarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah mengakibatkan da
pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantungberkontraksi
(sistole) atau berelaksasi diantara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat
istirahat adalah dalam kisaran sistolik 100-140 m mHg dan diastolic 60-90 m mHg.
Tekanan darah tinggi terjadi bla terus- menerus berada pada 140/90 m mHg atau
lebih.
Hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer (esensial) atau hipertensi
sekunder. Sekitar 90-95 % kasus tergolong hipertensi primer yang berarti tekanan
darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi
ginjal, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainya (hipertensi
sekunder).
Hipertensi adalah factor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan
jantung), gagal jantung , aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri
parifaer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan
darah arteri terkait dengan harapan hidup yang pendek. Perubahan pola makan dan
gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait
komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian
orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup.

v Tujuan Diet Hipertensi


1.
Mengurangi asupan garam
2.
Memperbanyak serat
3.
Menghentikan kebiasaan buruk
4.
Memperbanyak asupan kalium
5.
Penuhi kebutuhan magnesium
6.
Lengkapi kebutuhan kalsium
7.
Manfaatkan sayuran dan bumbu dapur
v DASH Diet untuk Penyakit Hipertensi dan Diabetes
DASH adalah kependekan dari Dietary Approach to Stop Hypertension atau diet
yang diterapkan khusus untuk penderita hipertensi.Namun ternyata DASH diet juga
berefek positif terhadap beberapa penyakit seperti stroke, obesitas, dan juga diabetes.
Serta memproteksi tubuh dari penyakit osteoporosis, kanker, diabetes, dan penyaki
tjantung.
Diet yang diformulasikan oleh cabang NIH (National Institue of Health) ini
menekankan pada banyak nya frekuensi, jenis, dan variasi makanan. Selain
menurunkan tekanan darah yang berpotensi pada penyakit jantung, diet DASH juga
dapat mengatur kadargu ladalam darah. Diet ini cocok untuk penderita diabetes sebab
diet DASH mampu menaikkan kesensitifan insulin hingga 50% dimana penderita
diabetes memiliki kesensitifan yang rendah terhadap insulin.
Dengan melakukan diet DASH secara benar dan rutin, Anda bisa menurunkan tekanan
darah (yang terkadang menjadi komplikasi diabetes) hanya dalam 2 minggu. Diet
DASH ini meliputi makanan rendah sodium (garam), biji-bijian utuh, buah-buahan,
sayuran, dan produk susu rendah lemak.Berbagai macam protein dari ikan, unggas,
danka cang-kacangan sangat dianjurkan. Anda tetap bisa mengonsumsi daging merah,
gula, danlemak dalam porsi yang sangat terbatas jika menjalani diet DASH. Karena
diet DASH diformulasikan untuk menurunkan tekanan darah maka jumlah sodium
(garam) yang dianjurkan adalah 1500 mg2300 mg. Jumlah ini di bawah yang
direkomendasikan diet-diet tradisional. Bawah ini adalah aturan frekuensi dan porsi
makanan dalam diet DASH yang hanya mencakup 2000 kalori per hari.
1.

Karbohidrat dari Biji-bijian (6-8 kali konsumsi/hari)

Termasuk didalamnya adalah roti gandum, beras, sereal, dan pasta.1 kali konsumsi
misalnya 1 lembar roti gandum, 100 gr sereal, atau 70 gr nasi/pasta.SebaiknyaAnda
mengonsumsi beras merah ketimbang berasputih karena mengandung indeks glikemik
rendah (proses pencernaanya lama sehingga tidak membuat cepat lapar). Dan lebih
baik mengonsumsi pasta atau sereal berlabel mengandung 100% gandum
utuh.Sebenarnya bijian-bijian ini mengandung lemak jenuh yang rendah jadi jangan
menambahkan apapun seperti mentega, keju atau krim.
2.

Sayuran (4-5 kali konsumsi/hari)

Tomat, wortel, brokoli, dan sayuran lainnya mengandung serat, vitamin, potassium,
dan magnesium.Untuk 1 kali konsumsi takarannya adalah 1 mangkuk sup untuk
sayuran mentah dan mangkuk untuk sayuran yang telah di olah. Jika mengonsumsi
sayuran beku, periksalah terlebihdulu kandungan yang tertera pada label, pilih yang
mengandung sodium rendah atau tanpa garam.

3.

Buah-buahan (4-5 kali konsumsi/hari)

Seperti halnya sayur-sayuran, buahan-buahan mengandung banyak mineral yang


diperlukan tubuh.Untuk diet hipertensi dan diabetes sayuran dan buah-buahan
memang makanan yang tepat.Perlu diketahui beberapa buah bersifat asam
kontradiktif terhadap beberapa obat.Karena itu, penting untuk selalu konsultasikan
pada dokter jenis buah yang akan dikonsumsi jika anda sedang dalam pengobatan.
4.

Produk Susu (2-3 kali konsumsi/hari)

Susu, yogurt, keju, dan produk susu lainnya adalah sumber vitamin D dan kalsium.
Pilihlah produk olahan susu yang rendah lemak. Untuk olahan susu yang rendah
lemak, 1 kali konsumsi jumlah yang dianjurkan adalah 1 cangkir. Yogurt beku yang
rendah lemak juga sangat baik apalagi jika ditambah buah-buahan.
5.

Daging Tanpa Lemak, Unggas, Ikan ( kurang dari 6 kali konsumsi/hari)

Perlu diingat, sumber protein yang diperbolehkan adalah bebas lemak.Ayam dan
sejenisnya bisa dimasak tanpa kulit sedangkan daging harus dibuang lemaknya
terlebih dahulu. Per 1 kali konsumsi Anda dapat menyantap sumber protein ini
sejumlah 1 ons saja.
6.

Kacang-kacangan (4-5 kali konsumsi/minggu)

Almond, lentil, kacang merah, dan kacang-kacangan lainnya penuh dengan protein
dan mineral seperti magnesium dan potasium. Dalam hal ini, tahu dan tempe bisa
menjadi pilihan yang sangat baik. Jenis makanan ini harus dibatasi konsumsinya per
minggu sebab kacang-kacangan mengandung kalori tinggi dan lemak, meskipun
lemak yang dikandung adalah lemakbaik. 1 ons kacang-kacangan per sekali
konsumsi adalah porsi yang dianjurkan
.
7.

Lemak dan Minyak (2-3 kali konsumsi/hari)

Lemak masih tetap diperlukan tubuh untuk menyerap vitamin esensial untuk
meningkatkan sistem imunitas tubuh. Tetapi kebanyakan mengonsumsi lemak juga
sangat tidak baik karena akan meningkatkan resiko darah tinggi, obesitas, dan
diabetes mellitus. Per 1 kali konsumsi jumlah yang diperbolehkan adalah 1 sendok
teh magarin atau 1 sendok makan mayones rendah lemaka tau 2 sendok makan salad
dressing.
8.

Gula (kurangdari 5 kali konsumsi/minggu)

Dalam menjalani diet DASH, Anda takperlu mengeluarkan segala yang manis-manis
dari menu diet Anda. Per satu kali konsumsi 1 sendok makan gulapasir sudah sangat
cukup untuk jelly atau jus jeruk nipis anda. Diet ini sangat cocok untuk memproteksi
Anda dari segala macam penyakit berat apapun itu bentuknya. Selamat diet dan
selamat menjalani hidup sehat.

Pembuluh darah koroner yang menderita aterosklerotik, selain menjadi tidak elastis,
juga mengalami penyempitan sehingga tahanan terhadap aliran darah dalam
pembuluh koroner juga naik. Naiknya tekanan sistolik karena pembuluh darah tidak
elastic serta naiknya tekanan diastolic akibat penyempitan pembuluh darah tersebut,
dikenal dengan istilah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Nama lengkapnya adalah
hipertensi esensial.
Pembatasan jumlah cairan, ataupun pemberian cairan / air minum lebih daripada
biasanya kepada penderita, juga ternyata tidak ada pengaruhnya terhadap tekanan
darah.