Anda di halaman 1dari 7

BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN

Isti Tibah Atiroh


NIM 1202306

Abstrak
Perkembangan teknologi yang begitu pesat mengharuskan
adanya

inovasi

dalam

pembelajaran.

Inovasi

tersebut

salah

satunya adalah Blended Learning. Konsep Blended Learning ini


ialah pencampuran model pembelajaran konvensional dengan
belajar secara online. Teori belajar yang digunakan pun terdiri atas
berbagai teori belajar dari beberapa ahli dengan menyesuaikan
situasi dan kondisi belajar peserta didik. Peserta didik diharapkan
selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi
dirinya. Guru hanya berfungsi sebagai mediator, fasilitor

dan

teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya


konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. Blended Learning
ini

akan

memperkuat

model

belajar

konvensional

melalui

pengembangan teknologi pendidikan.

Kata kunci : Blended Learning, pembelajaran, Teknologi Informasi


dan Komunikasi (TIK)
A. Pendahuluan
Dewasa ini perkembangan teknologi begitu pesat, khususnya
pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Informasi
sudah dapat diakses di mana-mana dengan menggunakan
media komunikasi atau tanpa media komunikasi. Sehubungan
dengan itu, dapat diperkirakan akan terjadi perubahan dalam
setiap aspek kehidupan. Kini manusia tidak lagi merasakan
keterbatasan-keterbatasan

dalam

mendapatkan

informasi

seperti yang mereka rasakan pada zaman dulu karena hal

tersebut

dapat

diatasi

dengan

penggunaan

teknologi.

Contohnya Fani yang menjadi seorang TKW di Saudi Arabia, dia


memiliki keluaraga di Desa Batu Katak Kabupaten Semarang.
Suatu hari, desanya terkena bencana angin puting beliung yang
dahsyat.

Dengan adanya TIK, Fani akan cepat memeroleh

informasi itu karena TIK memudahkan para pengguna dalam


mengakses informasi di mana saja dan kapan saja.
Pengaruh

TIK dalam dunia pendidikan pun semakin terasa

karena dengan adanya TIK pola pembelajaran sedikit berbeda.


Dari pola tatap muka yang konvensional atau biasa ke arah
pendidikan yang terbuka dan bermedia.
Dengan adanya teknologi yang bisa jarak jauh, pembelajaran
pada masa kini pun ada yang melalui distance learning atau elearning dengan menggunakan jaringan Internet. Distance
learning yaitu belajar dengan jarak-jauh, namun tanpa interaksi
langsung antara guru dan para peserta didik.
Proses

pembelajaran

diarahkan

untuk

mewujudkan

kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.


Pembelajaran
dengan

dengan

menggunakan

distance learning

media

internet

atau

tidak menjadi andalan dalam

pembelajaran karena tidak adanya interaksi antara guru dengan


murid . Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), tatap muka atau
konvensional

merupakan proses pembelajaran utama yang

dilakukan di sebagian besar sekolah dan perguruan tinggi yang


ada di Indonesia. Namun PBM tatap muka ini cenderung
membuat siswa jenuh dan kurang aktif. Untuk itu perlu adanya
inovasi

pembelajaran,

yaitu

dengan

menerapkan

konsep

Blended Learning.
B. Konsep Blended Learning
Apa itu Blended Learning? Blended Learning berasal dari
kata Blended

dan Learning. Blend artinya campuran dan

Learning artinya belajar. Dari kedua unsur kata tersebut dapat

diketahui bahwa Blended Learning merupakan penyampuran


pola

belajar.

Menurut

Mosa

(dalam

Rusman,

2011:242)

menyampaikan bahwa pola belajar yang dicampurkan adalah


dua unsur utama yakni pembelajaran di kelas dengan online
learning. Dalam pembelajaran online ini terdapat pembelajaran
menggunakan

jaringan

internet

yang

di

dalamnya

ada

pembelajaran berbasis web.

Blended Learning
Blended Learning ini terdapat perpaduan dari : teknologi
multimedia, CD-ROM, video streaming, kelas virtual, e-mail,
voicemail dan lain-lain dengan bentuk tradisional pelatihan di
kelas dan pelatihan setiap
Learning

menjadi

solusi

apa yang dibutuhkannya. Blended


yang

paling

tepat

untuk

proses

pembelajaran yang sesuai, tidak hanya dengan kebutuhan


pembelajaran akan tetapi gaya pembelajar. Selain Blended
Learning ada istilah lain yang sering digunakan di antaranya
adalah Blended Blended Learning dan Hybrid Learning. Istilah
tersebut

mengandung

perampuran

atau

penggabungan
pembelajaran

arti

yang

kombinasi

atau
yang

sama

dalam

perpaduan,

pembelajaran.

percampuran
digunakan

yaitu
dua

sehingga

Intinya

pendekatan
tercipta

pola

pembelajaran baru dan tidak akan menimbulkan rasa bosan


pada pererta didik.
C. Karakteriksik Blended Learning
Menurut Sharpen (dalam Rusman 2011: 245) karakteristik
Blended Blended Learning:
1. Ketetapan sumber suplemen untuk program belajar yang
berhubungan

selama

garis

tradisional

sebagian

besar,

melalui institusional pendukung lingkungan belajar virtual;

2. Transformatif tingkat praktek pembelajaran didukung oleh


rancangan pembelajaran sampai mendalam;
3. Pandangan menyeluruh tentang teknologi untuk mendukung
pembelajaran.
Karakteristik

Blended

Blended

Learning

tersebut

adalah

ketetapan suplemen belajar yang berhubungan dengan kelas


tradisional atau tatap muka dengan menggunkan lingkungan
belajar virtual. Dalam pelaksanaan prakteknya harus didukung
oleh pembuatan rancangan pembelajaran yang matang dengan
teknologi sebagai pendukung tambahannya.

Karena Blended

Blended Learning ini adalah model pembelajaran campuran


maka teori yang digunakan pun terdiri atas berbagai teori
belajar dari beberapa ahli dengan menyesuaikan situasi dan
kondisi belajar peserta didik.
Teori pembelajaran yang cocok dalam pembelajaran ini salah
satunya

ialah teori disiplin mental (Plato, Aristoteles) karena

menganggap bahwa para siswa memiliki kekuatan, kemampuan,


atau potensi-potensi tertentu dan dalam belajar mental siswa
didisiplinkan atau dilatih. Kita tidak perlu sepenuhnya campur
tangan

kepada

mereka

dalam

proses

belajar,

cukup

menyampaikan pengantar materi dan menjadi fasilitator jika ada


peserta didik yang bertanya atau membutuhkan sesuatu dalam
pembelajaran. Semakin mereka aktif dan langsung terlibat
dalam

proses

pembelajaran

maka

akan

ada

pengalaman

langsung. Pengalaman langsung inilah yang lebih efektif dalam


proses belajar karena memperluas dan mengubah jangkauan
abstraksi seseorang menjadi semakin nyata.
Model belajar konstruktivisme (indvidual learning) juga dapat
membuat peserta didik untuk membangun pengetahuan mereka
sendiri berdasarkan pengalaman individu dan menerapkannya
secara langsung pada lingkungan mereka. Adapun implikasi dari

teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak menurut


Poedjiadi (dalam Rusman 2011:247) adalah sebagai berikut :
(a) Tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme
adalah

menghasilkan

individu

atau

anak

yang

memiliki

kemampuan berpikir untuk menyelesaikan setiap persoalan


yang dihadapi;
(b) Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi
situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan
dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Selain itu, latihan
memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar
kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan
sehari-hari;
(c)

Peserta

didik

diharapkan

selalu

aktif

dan

dapat

menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru


hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor dan teman yang
membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi
pengetahuan pada diri peserta didik.

4. Penerapan Blended Learning


Pada dasarnya Blended Learning menekankan penggunaan
Internet. Seperti

pendapat Rosenberg

(2001) menekankan

bahwa Blended Learning merujuk pada penggunaan teknologi


Internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Teknologi dan
media lain pun dapat digunakan pada pembelajaran ini.
Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikann
melalui media ini ialah

teks, grafik animasi, simulasi, audio,

video dan harus ada kelompok diskusi. Perbedaan pembelajaran


konvensional

atau tradisional dengan Blended Learning yaitu

dalam kelas tradisional, posisi guru sebagai fokus utamanya jadi

guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan


untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya.
Sedangkan

dalam

pembelajaran

Blended

Learning

fokus

utamanya adalah pelajar. Pelajar harus mandiri pada waktu


tertentu

dan

bertanggung

jawab

untuk

pembelajarannya.

Suasana pembelajaran Blended Learning akan mengharuskan


peserta didik memainkan peranan yang lebih aktif dalam
pembelajarannya. Peserta didik membuat perancangan dan
mencari materi dengan usaha dan inisiatif sendiri. Blended
Learning

ini

tidak

berarti

menggantikan

model

belajar

konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar


tersebut melalui pengembangan teknologi pendidikan. Juga
memudahkan para guru dan peserta didiknya berkomunikasi
tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

5. Simpulan
Konsep Blended Learning merupakan salah satu inovasi
dalam pembelajaran. Inovasi ini menyangkut pencampuran
model belajar konvensional dan model belajar online dengan
jaringan

internet.

Pembelajaran

Blended

Learning

akan

mengharuskan peserta didik memainkan peranan yang lebih


aktif dalam pembelajarannya. Karena Blended Blended Learning
ini adalah model pembelajaran campuran maka teori yang
digunakan pun terdiri atas berbagai teori belajar dari beberapa
ahli dengan menyesuaikan situasi dan kondisi belajar peserta
didik. Teori pembelajaran yang cocok dalam pembelajaran ini
salah satunya

ialah teori disiplin mental (Plato, Aristoteles)

karena menganggap bahwa para siswa memiliki kekuatan,


kemampuan, atau potensi-potensi tertentu dan dalam belajar
mental siswa didisiplinkan atau dilatih. Namun Blended Learning
ini tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di
dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui
pengembangan teknologi pendidikan.

6. Daftar Pustaka
Rusman, dkk.(2011) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi
dan

Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.