Anda di halaman 1dari 35

KOMUNIKASI

......proses penyampaian pesan/informasi dari


Komunikator secara langsung atau dengan
menggunakan media kepada Komunikan
dengan motif komunikasi tertentu untuk
diwujudkan dalam diri Komunikan....

Skema Proses Komunikasi


Sumber
Pesan/Informasi

KOMUNIKATOR
(Pengirim Pesan)

Kemungkinan bisa terjadi Noise (Gangguan)

Tanpa Media/Lisan

Pesan

Tanpa Media/Lisan

Dengan Media

Pesan

Dengan Media

Feedback / Umpan Balik

KOMUNIKAN
(Penerima Pesan)

KOMUNIKASI
Proses sosial yang selalu terjadi dalam diri manusia, sekalipun
memiliki keterbatasan fisik.
Melibatkan Pikiran (Kognisi), Emosi (Afeksi) dan Perilaku
(Konatif/Behavior)
Proses Komunikasi : Komunikasi Verbal, bentuk komunikasi
lisan/d dan Komunikasi Non Verbal : Simbol, Warna, Gerak
tubuh, Raut muka
Dalam proses Komunikasi, sedikitnya meliputi unsur :
Komunikator, Pesan, Media, Komunikan dan Umpan Balik.
Meski proses Komunikasi sudah menyatu dalam kehidupan
sehari-hari, tapi seringkali terjadi : Salah Memahami Pesan,
Salah Pengertian, Salah Sangka dan bentuk MissCommunication lainnya.

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN


PROSES KOMUNIKASI (1) :
Komunikator (Pengirim Pesan) :
Siapa Komunikatornya dan Bagaimana cara berkomunikasinya,
diantaranya meliputi : Suara/Intonasi, Style (Gaya), Bahasa Tubuh,
Etika, Kredibilitas dan Perilaku.

Pesan yang disampaikan :


Lambang Komunikasi yang digunakan, Bahasa, Etika/Norma sosial
dan Estetika

Media Komunikasi :
Jenis media komunikasi yang digunakan dan apakah sudah sesuai
dengan kebiasaan penggunaan media komunikasi dari komunikan.

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN


PROSES KOMUNIKASI (2) :

Komunikan (Penerima Pesan) :


Latar belakang pendidikan, ekonomi, interaksi sosial.

Situasi yang berkembang :


Situasi Psikologis Komunikator dan Komunikan
Situasi lingkungan sekitar
Pengaruh budaya atau kebiasaan.

Beberapa Bentuk Komunikasi

1. Komunikasi Intrapersona, bentuk komunikasi dalam diri


sendiri
2. Komunikasi Antar Persona, misal : berbicara melalui
Handphone/Telepon, diskusi, dll
3. Komunikasi Politik, misal : Debat Capres, tayangan Republik
BBM, Democrazy di televisi.
4. Komunikasi
Transedental,
Berdoa/Bersembahyang.

misal

saat

Sholat,

5. Komunikasi Antar Budaya, misal pertukaran kesenian antar


negara.

Gaya Komunikasi :

GAYA KOMUNIKASI

SAYA

DIA

AGRESIF

WIN

LOOSE

PASIF

LOOSE

WIN

ASERTIF

WIN

WIN

Gaya Komunikasi ASERTIF :


Asert : mengatakan/bersikap positip, yakin, terus terang atau tegas.

Asertif :

Menegakkan hak-hak pribadi dan mengungkapkan pikiran-pikiran secara


langsung, jujur dengan cara yang baik dan pantas dengan tidak melanggar
hak-hak orang lain.
Contoh ungkapan gaya komunikasi Asertif, cenderung :
1. Membuat pernyataan tegas (to the point)
2. Menggunakan pernyataan SAYA, misal : Saya Percaya.Saya ingin.

3. Membedakan antara Fakta dengan Pendapat. Misal, menurut pendapat saya..


4. Menghindari kata-kata negatif, misal : anda seharusnya.
5. Menggunakan pertanyaan terbuka untuk menemukan pendapat, pemikiran atau keinginan
orang lain. Misal : Bagaimana menurut pendapat anda..
6. Mencari jalan untuk memecahkan masalah. Misal, Bagaimana caranya..

Gaya Komunikasi PASIF :


1. Cenderung menggunakan kalimat yang panjang-panjang, bertele-tele dan memberatkan
dirinya.
2. Menghindari penggunaan kata Saya. Misalnya : Ini hanyalah pendapat saya, tetapi..
3. Menggunakan ungkapan untuk memperhalus kalimat. Misal : Sudilah kiranya..
4. Cenderung merendahkan diri.
5. Cenderung menggunakan ungkapan yang memudahkan orang lain untuk mengabaikan.
Misal : Ahgak apa-apa. Itu tidak penting kok..

Gaya Komunikasi AGRESIF :


1. Cenderung menyatakan pendapatnya sebagai fakta. Misal, Apa yang saya
ungkapkan ini adalah fakta..
2. Suka menggunakan ungkapan/taka yang bersifat paksaan. Misal, seharusnya anda
melakukan

3. Cenderung merendahkan orang lain. Misal, Ahitu khan hanya pendapat anda
4. Cenderung menyalahkan orang lain.

Bandingkan..:
1. Anda selalu menginterupsi cerita sayadengan.Saya ingin bercerita tanpa
interupsi..
2. Anda sering terlambatdengan Dalam seminggu ini bapak/ibu sudah 3 kali
terlambat..
3. Cara yang paling tepat untuk memperbaiki mental pegawai adalah dengan
memberikan sanksi yang berat.bandingkan.Menurut pendapat saya, cara
uantuk memperbaiki mental pegawai adalah dengan memberikan sanksi
yang berat.
4. Relakah anda bekerja lembur hari ini?. Kiranya anda berkenan lembeur hari
ini.bandingkan.Mari sama-sama kita selesaikan pekerjaan ini hingga
pukul 18.00.

Keberhasilan Komunikasi, salah satunya


ditentukan oleh ........
Kemampuan

mendengarkan
Berbicara adalah hak setiap orang, tetapi ketika setiap orang lebih suka berbicara
maka keinginan untuk mendengarkan suara hati orang lain tak lagi mendapat
tempat. Disaat kita mau mendengarkan orang lain berbicara dengan beralaskan
Kebeningan Hati menjadi awal dari keinginan untuk menghargai orang lain dan
menghormati perbedaan pendapat.
.....itu sebabnya Sang Pencipta Kehidupan menganugerahkan 2 telinga, agar kita bisa menjadi
pendengar yang baik....

Kemampuan

berdialog
Berdialog merupakan cermin kesetaraan dalam berkomunikasi untuk
menghapuskan keraguan, menyingkirkan kecurigaan sekaligus memperoleh
kepastian dan kejelasan. Berdialog mengambil peran penting agar kita bisa
saling memahami. Berdialog dengan beralas Kebeningan Hati akan
menyempurnakan makna kesetaraan berkomunikasi.

membangun & mengembangkan

KOMUNIKASI INTERNAL
dan EKSTERNAL

Komunikasi Internal
adalah rangkaian kegiatan komunikasi yang dilaksanakan
secara terencana, baik dengan memanfaatkan media
komunikasi maupun tanpa media (komunikasi langsung) yang
ditujukan kepada Internal Stakeholders.

Internal Stakeholders

Pegawai/Karyawan

Kelurga Pegawai

Organisasi yang ada dalam Perusahaan

Tenaga Outsourcing

Pensiunan

Dan semua pihak yang berada dalam Perusahaan

Jejaring Komunikasi Internal

Contoh Bentuk Komunikasi


Internal :
Nota Dinas
Disposisi

Rapat Internal
dll

Mengapa Perlu Komunikasi


Internal ?

.........pada dasarnya setiap anggota Perusahaan adalah manusia


yang punya akal, budi, perasaan dan keinginan untuk dihargai,
dimotivasi dan diajak bicara...........

Citra Perusahaan
diperlukan agar Eksternal Stakeholders memberikan kepercayaan dan
dukungan kepada setiap aktifitas serta kebijakan perusahaan, sedangkan
publik Internal bangga menjadi Anggota Perusahaan,
sehingga
diharapkan produktivitasnya meningkat

Tujuan Komunikasi Internal


a)

Mengurangi jurang komunikasi antar anggota Perusahaan

b)

Terjalinnya komunikasi harmonis antar anggota Perusahaan

c)

Mengurangi kesenjangan informasi baik secara Horizontal


maupun Vertikal di internal perusahaan

d)

Tingkat Pengetahuan Anggota Perusahaan semakin setara,


baik mengenai Perusahaan maupun lingkungan strategis
perusahaan.

e)

Tercapainya pemahaman yang sama mengenai Visi, Misi dan


Nilai Bersama (Budaya Perusahaan) serta Pedoman Perilaku
(COC) pada seluruh anggota Perusahaan

PRINSIP DASAR MEMBANGUN


KOMUNIKASI INTERNAL
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Tersenyum
Keterbukaan dan Saling Peduli
Menyapa orang lain dengan nama mereka
Bersikap hangat, bersahabat & membantu
Bersikap antusias/semangat mengenai kehidupan
Bersikap tulus kepada orang lain
Mencari peluang untuk memuji orang lain
Menjaga dan Menghargai perasaan orang lain
Peduli dan Menghormati pendapat orang lain
Menjadi pendengar yang baik

PEDOMAN MEMBANGUN KOMUNIKASI


INTERNAL
1. Hindari membicarakan hal-hal yang negatif tentang anggoata
perusahaan.
2. Membiasakan diri mengembangkan
saling pengertian melalui
komunikasi formal dan informal, serta berinteraksi secara terbuka,
tulus dan santun.
3. Menunjukkan kepedulian dan keinginan untuk saling membantu
antar anggota perusahaan yang tengah menghadapi permasalahan.
4. Membiasakan diri mengembangkan proses penyampaian gagasan
yang berbeda antara anggota perusahaan maupun kepada atasan
secara jelas dengan bahasa yang santun dan memperhatikan etika.
5. Membiasakan diri saling memberikan informasi untuk memberikan
kejelasan informasi dan menjernihkan suasana, apabila terjadi
kesalahan kebijakan manajemen atau keputusan atasan.
6. Membangun dan mengembangkan pergaulan sosial yang santun,
ramah, terbuka, akrab dan beretika dalam suasana formal maupun
informal.

Harus mulai darimana...?

Dimulai dari diri sendiri


Dimulai dari sekarang
KETELADANAN
Menjadikan diri kita sebagai
Inspirasi buat orang lain
(rekan kerja)

Komunikasi
Internal berjalan
baik

Media / Aktifitas Membangun Komunikasi Internal :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Komunikasi formal dan non formal


Media Internal (Majalah Internal, Papan Pengumuman, dll)
Coffee Morning/Tea Morning
Family Gathering
SBO (Spiritual, Budaya dan Olahraga)
de-el-el.....

Dampak Kegagalan Komunikasi


Internal
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ketidakpastian Informasi
Keresahan dan Ketidaknyamanan dalam bekerja
Berkembang rasa saling curiga dan tidak saling percaya
De-motivasi dalam bekerja (Motivasi kerja yang menurun)
Pesimis dan Tidak Peduli pada kondisi Perusahaan
Potensi Konflik Vertikal (Atasan dan Bawahan) dan Konflik Horizontal
(antar sesama karyawan)
7. Aksi Demo

CITRA POSITIP
Kinerja Perusahaan Melorot, Perusahaan Hancur

Dampak Keberhasilan Komunikasi


Internal
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kepastian dan Kejelasan Informasi dilingkaran dalam Perusahaan


Kenyamanan dalam bekerja dan Hubungan yang harmonis
Saling Percaya, Peduli dan Saling Menghargai
Menguatnya motivasi kerja
Optimis dan Peduli pada kondisi Perusahaan
Kebanggaan sebagai anggota Perusahaan
Solid, Saling Mendukung dan Menguatnya Jiwa Korsa

CITRA POSITIP

Kinerja Perusahaan Prima, Perusahaan Semakin Kokoh

Refleksi..............
Kehebatan orang per orangan merupakan Talenta dan Anugerah yang luar
biasa dari Sang Maha Pencipta. Namun, bila Kehebatan perorangan itu tak
dibarengi dengan Kebeningan Hati, Kehendak untuk Saling Peduli dan
keinginan untuk mau mendengarkan suara hati orang lain maka akan
membuka celah bagi Egoisme untuk menjelajah keseluruh sudut hati. Bila
Kehebatan perorangan dilandasai Kebeningan Hati, Saling Peduli dan
kehendak untuk mendengarkan suara hati orang lain, lalu dibingkai dalam
silaturrahmi yang tulus maka akan membentuk TIM KERJA YANG
TANGGUH.

Yusrial Djambak

Komunikasi Eksternal
Proses pengelolaan komunikasi yang direncanakan dan
dilaksanakan dengan sistematis yang diarahkan pada
Eksternal Stakeholders dengan tujuan membangun hubungan
baik, dukungan dan citra positip perusahaan.

Eksternal Stakeholders :
Pelanggan
Masyarakat sekitar
Pers/Wartawan
Pemda, DPRD & Instansi Pemerintah Lainnya

Lembaga Pendidikan
Dan lain-lain

Dari Eksternal Stakeholders yang ada saat ini, Fokus pembahasan


hanya pada PELANGGAN dan PERS/WARTAWAN

PELANGGAN
Potret Pelanggan / Masyarakat saat ini :

Lebih kritis

Mudah terprovokasi

Ingin dilayani sebaik mungkin, bila mungkin melebihi ekspetasi yang


diharapkan

Membutuhkan informasi yang Jelas, Pasti, Akurat dan Bisa Dipercaya

Gempuran
kemajuan
media
komunikasi,
membuat
pelanggan/masyarakat mudah mengakses/mendapatkan informasi
maupun menumpahkan kekecewaannya kepada media massa.

Ada lagi.?

Kondisi Komunikasi Pelayanan kepada pelanggan :


Cenderung defensif (bertahan)
Seringkali tidak mau disalahkan
Pelanggan masih relatif terbatas dalam menerima informasi tentang
kelistrikan.
Sulit meminta maaf, bila kurang memberikan pelayanan yang baik
kepada pelanggan.
Pelanggan sering diposisikan sebagai Robot yang tidak mengetahui
apa-apa tentang masalah/pelayanan kelistrikan.
Pelanggan sering memperoleh informasi yang abu-abu, tidak jelas,
tidak akurat.
Pelanggan seringkali memperoleh informasi dari sumber yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya.
Ada lagi.?

Kiat Berkomunikasi Dengan


Pelanggan

1. Posisikan diri sebagai pihak yang dapat dipercaya, salah satunya dengan
cara menguasai setiap permasalahan yang ada.
2. Pengendalian diri
3. Bersikap Empati dan Simpatik
4. Posisikan pelanggan sebagai rekan berbicara/berdialog
yang
seimbang/setara.
5. Bersikap santun, ramah, menjaga etika dan jangan ragu menanyakan
nama pelanggan serta membiasakan diri menyapa pelanggan dengan
namanya....(perhatikan cara bicara operator Call Center Pesawat,
Bank, dll)
6. Perhatikan performance (penampilan) diri yang Good Looking.

7.

Hindari adu argumentasi. Sebaiknya berikan Saran Perbaikan,


Solusi/Jalan Keluar dari permasalahan yang dihadapi pelanggan
dan bukan menyalahkan.
8. Jadilah pendengar yang baik dari setiap keluhan / permasalahan
yang dihadapi pelanggan.
9. Perhatikan Bahasa Tubuh sehingga memberikan
kesan
memberikan perhatian dan menghargai pelanggan.
10. Biasakan berbicara/menyampaikan pesan dengan bahasa yang
mudah dipahami, jelas dan akurat
11. Biasakan diri mengucapkan TERIMA KASIH

Hubungan Pers / Wartawan


Pers :
Lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan
kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki,
menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam
bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik
maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak,
media elektronik dan segala jenis saluran yang ada.

WARTAWAN :
Setiap orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik
disebut dengan wartawan. Yang dimaksudkan dengan tugas jurnalistik
disini
adalah
mencari,
memperoleh,
mengolah
dan
menyajikan/menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan,
gambar, suara, suara dan gambar dengan menggunakan media massa
cetak maupun elektronik.

Peranan Pers :
Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai
dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi
manusia serta menghormati kebhinekaan, mengembangkan pendapat
umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar, melakukan
pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan
dengan kepentingan umum, memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Pers menjalankan fungsi : Media Informasi, Pendidikan, Hiburan


dan Kontrol Sosial serta berfungsi sebagai Lembaga Ekonomi.

Kewajiban Pers :
o Berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati
norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga
tak bersalah.
o Pers wajib melayani Hak Jawab
o Pers wajib melayani Hak Tolak

Sekilas Potret Media Cetak Pasca Orde


Baru (Era Reformasi)
1.
2.

3.
4.

Di Jaman Orde Baru media hanya dibatasi pada 180


SIUPP.
Pada menjelang Pemilu 1999 berkembang menjadi
sekitar 1.600 media (setelah Pemilu berlangsung pada
berguguran). Kini hanya ada sekitar 900 media yang
bertahan hidup.
Profesi Wartawan menjadi Primadona, Lembaga
Profesi Wartawan/Jurnalis berjamur.
Partai, politikus dan pengusaha berlomba bikin media
untuk memperoleh pengaruh politik dan kekuasaan serta
menggunakan media sebagai pembentuk opini publik.

Koridor Hukum aktifitas Pers :


UU Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
UU Pokok Penyiaran No. 32 Tahun 2002

Pertimbangan dalam mengelola hubungan dengan pers :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memahami fungsi pers dan profesi wartawan


Tidak alergi terhadap wartawan
Bersikap terbuka, bijak memilih dan memilah informasi
Gunakan hak jawab dan hak koreksi, Jangan mencampuri
urusan redaksional
Bijak berbicara
Sebisa mungkin hindari kebiasaan menggunakan materi/uang.
Posisikan Pers/Wartawan sebagai Mitra Kerja

...terima kasih...
Komunikasi seringkali menjadi perkara sepele, tapi tak jarang kita tergelincir,
terjerembab hanya karena keliru dalam berkomunikasi. Jadi berkomunikasilah
dengan belajar MENDENGAR dan BERDIALOG