Anda di halaman 1dari 14

Kasus 3

Seorang pasien perempuan, berusia 47 tahun, datang kontrol ke poli penyakit dalam dengan
keluhan sering kencing sejang 3 bulan. Frekuensi makannya masih seperti biasa, hanya lebih
sering minum. Pasien mengaku menderita tekanan darah tinggi sejak 10 tahun yang lalu,
tetapi tidak berobat karena tidak punya uang dan malas minum obat. Pasien juga mengaku
sering mengalami gatal-gatal pada kulitnya, terutama jika udara dingin. Hasil pemeriksaan
fisik TD 170/100 mmHg, nadi 80 kali per menit, pernapasan 20 kali per menit, suhu afebris,
TB 150 cm, BB 50 kg. Hasil pemeriksaan laboratorium : GDP 200 mg/dl, GD2PP : 250
mg/dl, kolesterol total 245 mg/dl, TG 250 mg/dl, HDL 25 mg/dl, albumin urin (++++).
I.

Daftar Permasalahan
a. Anamnesis
- Pasien perempuan, 47 tahun dengan keluhan sering kencing
- Frekuensi makan biasa, tetapi sering minum
- Menderita tekanan darah tinggi sejak 10 tahun yang lalu
- Tidak berobat karena tidak punya uang dan malas minum obat
- Gatal-gatal terutama jika udara dingin
b. Pemeriksaan fisik
- TD 170/100 mmHg
c. Pemeriksaan Laboratorium
- GDP 200 mg/dl
- GD2PP 250 mg/dl
- Kolesterol total 245 mg/dl
- TG 250 mg/dl
- HDL 25 mg/dl
- Albumin urin (++++)
II. Diagnosis
Nefropati diabetik dengan hipertensi grade II
Nefropati Diabetikum

Manifestasi klinis
Gejala

uremia

badan

lemah

,anoreksia,mual,

muntah.

Anemia,

overhidrasi,asidosis,hipertensi,kejang-kejang sampai koma uremik.neuropati, retinopati,


dan gangguan serebrovaskular atau gangguan profil lemak.

Manifestasi laboratorium.
Kadar glukosa darah meningkat ( GDN 126 mg%, GDPP 200 mg% , proteinuria
(mikroalbuminuria 30- 300 mg/24 jam atau makroalbiminuria 300 mg/24 jam ),profil
lipid ( kolesterol total,LDL,trigliserida meningkat dan HDL menurun )

Diagnosis dini

Penanda paling dini adanya nefropati diabetik adalah adanya mikroalbuminuria ( 30-300
mg/24 jam ) dan juga penanda terjadinya gangguan membran basal yang menjadi
petunjuk progresivitas penyakit kearah terjadinya nefropati klinis
Hipertensi
Tabel 1. Klasifikasi Tekanan Darah Menurut JNC 7
Klasifikasi Tekanan
TDS (mmHg)
TDD (mmHg)
Darah
Normal
< 120
Dan
< 80
Prehipertensi
120 139
Atau
80 89
Hipertensi stadium 1
140 159
Atau
90 99
Hipertensi stadium 2
160
Atau
100
TDS = Tekanan Darah Sistolik, TDD = Tekanan Darah Diastolik

III.

Tujuan Pengobatan
1. Mencegah atau menunda progresifitas penyakit ginjal dan memperbaiki kualitas
hidup pasien sebelum menjadi gagal ginjal terminal
2. Mengontrol tekanan darah pasien

Pada pasien di skenario memiliki BMI=BB/TB2 = 50/1,52 = 22,22


Berarti berdasarkan hasil perhitungan BMI pada pasien, pasien tergolong berat badan normal
(berdasarkan klasifikasi WHO)
IV.

Golongan Obat yang Digunakan sebagai Terapi


Pada prinsipnya pendekatan utama tatalaksana nefropati diabetik adalah dengan:
1) Pengendalian gula darah (olahraga, diet, obat anti diabetes);
2) Pengendalian tekanan darah (diet rendah garam, obat anti hipertensi);

3)

Perbaikan fungsi ginjal (diet rendah protein, pemberian ACE inhibitor dan atau
ARB);

4) Pengendalian faktor-faktor komorbiditas lain (pengendalian kadar lemak,


mengurangi obesitas, dll)
A. Obat Antihipertensi
Obat anti hipertensi yang dapat dipergunakan:
-

Penghambat ACE
Penyekat reseptor angiotensin II
Penyekat reseptor beta selektif, dosis rendah
Diuretik dosis rendah
Penghambat reseptor alfa
Antagonis kalsium
Pemilihan golongan obat Anti Hipertensi

Golonga
n Obat
ACEI

ARB

blocker

Efficacy

Safety

Suitability

Menghambat perubahan

ESO: Acute Renal

I: pasien HT

enzim dipeptidase peptidil

Failure, hiperkalemi pada

KI: pasien

yang menghidrolisis

pasien gangguan ginjal

hipersensitif

angiotensin I menjadi

dan diabetes, batuk

terhadap ACEI,

angiotensin II,

kering, wheezing,

pasien yang diduga

menginaktivasi bradikinin.

angioedema

atau pasien penderita

Bersifat nefroprotektif
Bekerja pada reseptor AT1

ESO: efek samping lebih

renovaskuler
I: pasien HT

pada otot polos pembuluh

rendah dibanding obat

KI:

darah dan di otot jantung.

antihipertensi yang lain,

Efektif menurunkan TD

insufisiensi ginjal,

pada pasien HT dengan

hiperkalemia, hipotensi

kadar rennin yang tinggi.

ortostatik

Bersifat nefroprotektif
Penurunan curah jantung

ESO: bradikari, konduksi I: pasien HT

melalui kronotropik

AV abnormal, dan gagal

KI: pasien asma

negative, efek inotropik

jantung akut

bronchial

ESO: hipokalemia,

I: pasien HT

jantung dan inhibisi


Diuretic

pelepasan renin dari ginjal.


Menurunkan tekanan darah

dengan menyebabkan

hiperkalsemia,

KI: pasien

diuresis

hiperglikemia,

renovascular disease

hiperlipidemia, dan
disfungsi seksual
(thiazide) hiperkalemia
blocker

Menghambat reseptor 1

(diuretic hemat kalium)


ESO: hipotensi ortostatik

I: pasien HT

yang menginhibisi

yang disertai dengan

KI: -

katekolamin pada sel otot

pusing atau pingsan

polos vascular perifer yang

sesaat, palpitasi, dan juga

memberikan efek

sinkope dalam satu

vasodilatasi, tidak

hingga tiga jam setelah

mengubah aktivitas 2

dosis pertama atau terjadi

sehingga tidak

lebih lambat setelah dosis

menimbulkan efek

yang lebih tinggi.

takikardia.
Mengurangu resistensi
CCB

insulin
Menyebabkan relaksasi

ESO: hipotensi dan

I: pasien HT

jantung dan otot polos

menyebabkan iskemia

KI: -

dengan cara menghambat

miokard atau serebral,

channel kalsium yang

sakit kepala, muka

sensitive terhadap voltase.

merah, edema perifer.

Penilaian untuk pemilihan golongan obat antihipertensi:


Golongan
obat
ACEI
ARB
blocker
Diuretic
blocker
CCB

Efficacy

Safety

Suitability

Total

60
80
80
60
90
80

70
70
70
60
65
80

80
60
70
75
70
70

210
210
220
195
225
230

Golongan obat yang digunakan pada psien di skenario untuk menurunkan tekanan darahnya
dan memperbaiki fungsi ginjal adalah golongan ARB.

Golongan CCB
Keterangan
Amlodipin

Nifedipin

Suitability
I: diindikasikan untuk
pengobatan hipertensi,
dapat digunakan
sebagai agen tunggal
untuk mengontrol
tekanan darah pada
sebagian besar
penderita hipertensi.
Juga diindikasikan
untuk pengobatan
iskemia myokardial,
dapat digunankan
sebagai monoterapi
atau kombinasi dengan
obatKI: hipersensifitas
terhadap
dyhidropiridine,
gangguan fungsi ginjal
dan hati, kehamilan,
menyusui, anak-anak
I : terapi dan
propilaksi gangguan
koroner, terutama
angina pectoris,
hipertensi, insufisiensi

Efficacy
Sekelompok obat yang bekerja
dengan menghambat
masuknya ion chanel Ca+
melewati slow chanel yang
terdapat pada membran sel
(sarkolema).
Menghambat arus masuk ion
kalsium melalui saluran lambat
membran sel aktif,
mempengaruhi sel miokard
jantung dan sel otot polos
pembuluh darah, sehingga
mengurangi kemampuan
kontraksi miokard,
pembentukan dan propagasi
impuls elektrik dalam jantung,
tonus vaskuler sistemik atau
koroner.

Safety
ESO : sakit kepala,
udema, letih,
somnolensi, mual, nyeri
perut, kulit memerah,
palpitasi, pening.

ESO : ringan dan hanya


sementara, rasa panas,
rasa berat kepala, mual
dan pusing, udem
subcutan, hipotensi dan

Cost

Rp 380,-/tab 5
mg

Rp 435,-/tab 5
mg

koroner kronik
KI: wanita hamil dan
menyusui, syok
kardiogenik,
hipersensifitas.
I : angina pectoris
KI: hipotensi atau
syokkardiogenik,
gangguan konduksi
(AV blok tingkat 2 dan
3, SA blok), sick sinus
syndrome, penderita
dengan antiflutter, dll.

Verapamil

palpitasi.

Rp 603,-/tab 10
mg

ESO: hipotensi
ortostatik, maul,
konstipasi, sakit kepala
dan gelisah

Rp 327,-/tab

Skor:
Keterangan
Amlodipin
Nifedipin
Verapamil

Suitability
90
85
85

Efficacy
90
90
90

Safety
85
85
75

Total
265
260
250

P-drug amlodipin : Untuk hipertensi dan angina, dosis awal yang biasa digunakan adalah 5
mg satu kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 10 mg tergantung respon
pasien secara individual dan tingkat keparahan penyakitnya
B. Obat Antidiabetes
Ket.
Suitability

Efficacy

NPH
(Neutral Protamine Hagedorn)
Nama lain = isophane.
Merupakan insulin intermediate
yang mempunyai durasi kerja
10-16 jam. Indikasi : DM tipe I
dan II

NPH merupakan insulin dan


protamine yang berada pada
kadaan stokiometri sehingga
cristal yang terbentuk tidak
menyisakan bentuk aslinya.
Insulin tipe-tipe ini
mempunyai keuntungan PZI
Variabilitas dalam absorpsi,
pemberian preparat yang
tidak konsisten kepada

Score

Insulin Glargine

Score

85

Diabetes mellitus tipe I anak


dan dewasa, serta diabetes tipe
2 yang membutuhkan insulin
kerja panjang untuk
mengontrol hiperglikemia.

90

90

Insulin glargine merupakan


suatu analog recombinant
human insulin dengan kerja
panjang (hingga 24 jam).
Insulin diproduksi dengan
teknologi rekombinan DNA
menggunakan bakteri nonpatogen Escherichia coli
(K12). Berbeda dengan insulin
reguler, pada insulin glargine

90

Insulin Detemir

Score

I: DM tipe I (pada
anak dan dewasa),
DM tipe II
(dewasa). Bisa
diberikan sehari
sekali saat makam
malam dan 2x
sehari waktu tidur.
Bisa pada pasien
gemuk
Merupakan insulin
human analog
dengan onset kerja
2-4 jam dan durasi
kerja obat 22-24
jam.

90

90

pasien, dan perbedaan sifat


farmakokinetik dapat
menyebabkan respon
glukosa yang labil,
hipoglikemia nokturnal, dan
hiperglikemia saat puasa.

Safety

ESO: bertambah BB lebih


sering terjadi, resiko
hipogilekmik lebih tinggi

70

asam amino asparagine pada


posisi A21 digantikan dengan
glisin, dan 2 arginin
ditambahkan pada atom C
ujung dari rantai B. Insulin
glargine didisain kurang larut
pada pH netral, tapi larut
sempurna pada pH 4, seperti
dalam preparat injeksi.
Setelah injeksi subkutan,
larutan asam dinetralkan
sehingga membentuk
mikropresipitat.
Mikropresipitat ini lalu akan
mengeluarkan secara perlahan
insulin glargine. Pelepasan
kontinu selama 24 jam dengan
konsentrasi relatif konstan
tanpa peningkatan nyata.
Profil ini akan memungkinkan
pemberian sekali sehari
sebagai insulin basal (kerja
panjang). Lama kerja tidak
berbeda pada perbedaan
pemberian subkutan pada
perut, deltoid, atau paha.
Insulin glargine sebagian
dimetabolisme di ujung
karboksil rantai B pada depot
subkutan membentuk 2
metabolit aktif. Metabolit ini
memiliki aktivitas sama
seperti insulin pada uji in
vitro. Keduanya yaitu M1
(21A-Gly-insulin) dan M2
(21A-Gly-des-30B-Thrinsulin). Keduanya, bagian
obat yang tak berubah dan
hasil metabolime, ditemukan
di sirkulasi.
ESO: gangguan penglihatan
yang bersifat sementara,
retinopati berat, hipoglikemik
berat, reaksi antibodi terhadap
insulin, retensi natrium, udem,
bronkospasme, penurunan TD,
sirkulasi kolaps/syok dan
reaksi alergi berat
mengancam jiwa.
KI: hipersensitif terhadap
insulin glargine

80

ESO: hipokalsemi,
lipodistrofi,
pruritus, memar,
bertambah BB,
edema. Reaksi
injeksi : nyeri,
gatal, gatal bintik
merah bengkak, dan
peradangan.
KI: tidak boleh
digabung dengan
insulin lain yang
diluted maupun

70

TOTAL

245

TOTAL

260

mix.
TOTAL

P-drugs : insulin Glargine, Lanctus. Dosis Insulin glargine memiliki potensi yang
sama dengan insulin manusia. Pemberian sekali sehari relatif konstan menurunkan kadar
glukosa.
C. Obat untuk Dislipidemia
Golongan
Obat
Bile acid
sequestrants

HMG-CoA
Reductase
inhibitor

Efficacy

Suitability

Safety

Kerja utama adalah mengikat


dalam lumen saluran cerna,
dengan mengganggu stimulasi
terhadap sirkulasi
enterohepatik asam empedu,
yang menurunkan
penyimpanan asam empedu
dan merangsang hepatik
sintesis asam empedu dari
kolesterol. Dengan demikian
asam empedu yang kembali ke
hati akan menurun , hal ini
akan memacu hati memecah
kolesterol lebih banyak untuk
menghasilkan asam empedu
yg dkeluarkan melalui tinja.
Menghambat secara
kompetitif koenzim 3hidroksi-3-metilglutaril (HMG
CoA) reduktase, yakni enzim
yg bperan dalam sintesis
kolesterol, terutama dalam
hati. Dengan menurunnya
sintesis kolesterol di hati akan
menurunkan sintesis APO
B100, disamping itu
meningkatkan reseptor LDL
pada permukaan hati. Dengan
demikian kadar kolesterol
LDL darah akan ditarik ke
hati, dimana akan menurnkan
kdar LDL, dan VLDL.

Indikasi : pada pasien


hiperkolesterolemia primer
(hiperkolesterolemia
familial, hiperlipidemia,
hiperlipoproteinemia tipe
IIa) kemudian pada pasien
hipertrigliseridemia
kombinasi hiperlipidemia).
Kontraindikasi :
penyumbatan saluran
empedu.

ESO : konstipasi, mulas,


mual, dan kembung
paling sering
dilaporkan.
Yang mungkin timbul :
kenaikan konsentrasi AP
(alkalifosfatase),
gangguan vitamin larut
lemak (A,D,E,K),
hipernatremia,
hiperkloremia, dll

Indikasi :HDL rendah atau


TGS tinggi. Juga sebagai
terapi tambhan pda diet
untuk mengurangi
peningkatan kolesterol
total, c-LDL,
apolipoprotein B, dan
trigliserida, pada pasien
dengan
hiperkolesterolemia
primer, kombinasi
hiperlipidemia,
hiperkolesterolemia baik
homozigot/heterozigot.
Sebagai diet tambahan
untuk menurunkan kec
progresifitas aterosklerosis
pada hiperkolesterolemia
dan penyakit jantung
coroner.
Kontraindikasi : pasien

ESO yg sering terjadi :


adanya myositis yg
dtandai dgn nyeri otot
dan meningkatnya kadar
keratin fosfokinase.
Sakit kepala, perubahan
fungsi ginjal, efek
saluran cerna (nyeri
lambung, mual dan
muntah), sakit kepala,
perubahan uji fungsi
hati, parestesia,
flatulens, konstipasi,
diare, dan ruam kulit.
Yang paling ditakutkan :
rabdomilisis yang dapat
mematikan.

250

Derivat asam
fibrat

Obat ini bekerja mengaktifkan


enzim lipoprotein lipase yang
kerjanya memecahkan
trigliserid, sehingga
menurunkan TG plasma dan
di hati. Selain menurunkan
kdar TG, meningkatkan kadar
kolesterol HDL yang diduga
melalui peningkatan
apoprotein A-I, dan A-II.

Asam
nikotinik

Golongan ini diduga bkerja


menghambat enzim hormone
sensitive lipase di jaringan
adipose, dengan demikian
akan mengurangi jumlah asam
lemak bebas. Asam lemak
bebas ada dlm darah sebagian
besar ditangkap oleh hati dan
akan ditangkap sbg sumber
sintesis VLD. Dengan
menurunnya sintesis VLDL di
hati, akan mengakibatkan
penurunan kadar TG dan juga
kolesterol di plasma.
Pemberian asam nikotinik
ternyata juga meningkatkan
kadar HDL bahkan merupakan
obat terbaik untuk
meningkatkan HDL.

Ezetimbe

Merupakan obat hipolipid


terbaru, bekerja sebagai
penghambat selektif

dengan penyakit hati yg


aktif pada kehamilan
(karena itu diperlukan
kontrasepsi selama
pengobatan dan 1 bulan
stelahx) dan menyusui.
Indikasi :dapat
dipertimbangkan sebagai
lini pertama pada pasien
dmna kdar TG serum > 10
mmol/L. Hiperlipidemia
tipe IIa, IIb, III, IV dan V
pada pasien yg tidak
respon terhadap diet dan
tindakan lain yg sesuai.
Kontraindikasi :kehamilan
dan menyusui, penyakit
hati, insufisiensi ginjal.

Indikasi : untuk
hyperlipidemia campuran
atau agen sekunder dalam
terapi kombinasi untuk
hiperkolesterolemia. Obat
ini merupakan agen primer
atau alternative untuk
hipertrigliseridemia dan
dyslipidemia. Asam
nikotinat disarankan
digunakan bersama dengan
statin apabila statin
tunggal tidak cukup untuk
mengendalikan
dyslipidemia pasien.
Kontraindikasi :perdarahan
arteri, ulkus peptikum
aktif, kehamilan dan
menyusui.
Peringatan :DM, penyakit
hati, otot skelet, unstable
angina, infark miokard
akut, jaundis.
Indikasi :
hiperkolesterolemia
primer, karena

Gangguan saluran cerna


(3-5%), lemah, vertigo,
eksim (2%),
trombositopeni, anemia,
dermatitis, pruritus,
sakit kepala, pusing (2,4
%), pandangan kabur,
angiodema, miastenia,
myalgia, dapat
menyebabkan sindrom
seperti myositis
(terutma jika fungsi
ginjal terganggu).
Interaksi : penguat efek
kumarin, menurunkan
efek OHO dan statin.
ESO paling
sering :flushing yakni
perasaan panas pada
muka bahkan dibadan.
ESO yg lain :intoleransi
glukosa, kemerahan
pada kulit, dan gatal
karena mediasi
prostaglandin.
Gangguan GI juga
masalah yg biasa.
Abnormalitas
laboratorium :
peningkatan uji fungsi
hati, hiperurikemia, dan
hiperglisemia.

ESO sering : gguan


saluran pencernaan,
sakit kepala, lemas,

Asam lemak
omega 3

penyerapan kolesterol dari


membrane fili saluran cerna
baik yg berasal dari makanan
maupun dari asam empedu.

mekanismex yg unik baik


untuk terapi tambahan
yakni kombinasi dgn
statin, hiperkolesterolemia
familial homozigot.
Kontraindikasi :tidak
dianjurkan pada pasien
dengan penurunan fungsi
hati sedang-berat. Hati-hati
pada kehamilan dan
menyusui.

Atau yg dikenal jg dengan


minyak ikan yang kaya akan
asam eicosapentaenoic (EPA)
dan asam docasahexaenoic
(DHA). Minyak ikan
menurunkan sintesis VLDL.
Dengan demikian dapat juga
menurunkan kadar kolesterol
dan meningkatkan kadar
HDL.

Indikasi : gangguan
sekunder, gejala penyakit
jantung aterosklerosis.
Hiperkolesterolemia.
Kontraindikasi : -

myalgia.
ESO jarang : ruam dan
angioudem
ESO sgt jarang :
pankreatitis, kolelitiasis,
trombositopeni,
peningkatan kreatinin
kinase, miopati dan
rabdomiolisis.
ESO kombinasi statin :
skit kepala, lemas,
konstipasi, diare,
kembung, mual, dll.
Interaksi : antacid,
kolestiramin,
siklosporin, fibrat.
ESO : mual

Scoring
Keterangan
Bile acid
sequestrants
HMG-CoA
Reductase
inhibitor
Derivat asam fibrat
Asam nikotinik
Ezetimbe
Asam lemak
omega 3

Efficacy
90

Suitability
90

Safety
95

Total
275

90

95

85

270

95
95
85
85

90
90
90
85

95
80
90
90

280
265
265
260

Suitability
Indikasi : idem.
Tambahan =
pencegahan primer
penyakit jantung
coroner pd pria

Safety
ESO :Gangguan
saluran cerna (35%), lemah,
vertigo, eksim
(2%),

Cost
Generic (dosis 1,2
g/ hari dua dosis
terbagi; dosis
lazim 0,9-1,5 g
sehari).

D.
E. Sediaan Derivat asam fibrat :
Sediaan
Gemfibrozil

Efficacy
Obat ini bekerja
mengaktifkan
enzim lipoprotein
lipase yang
kerjanya

memecahkan
trigliserid,
sehingga
menurunkan TG
plasma dan di hati.
Selain
menurunkan kdar
TG, meningkatkan
kadar kolesterol
HDL yang diduga
melalui
peningkatan
apoprotein A-I,
dan A-II.

usia 40-55 tahun


dengan
hyperlipidemia yg
tdk merespon
KI : alcoholism,
gguan hati, batu
empedu, hamil &
menyusui

Bezafibrat

Indikasi : idem
KI : gguan hati
atau ginjal berat,
hipoalbuminemia,
sirosis empedu,
sindrom nefrotik,
hamil & laktasi.

Fenofibrat

Indikasi : s.d.a
KI : s.d.a

Ciprofibrat &
Klofibrat

Indikasi : s.d.a
KI : s.d.a

trombositopeni,
anemia, dermatitis,
pruritus, sakit
kepala, pusing (2,4
%), pandangan
kabur, angiodema,
miastenia,
myalgia, dapat
menyebabkan
sindrom seperti
myositis (terutma
jika fungsi ginjal
terganggu).

ESO : gguan
saluran cerna
(mual, anoreksia,
nyeri lambung),
pruritus, ruam,
urtikari, impotensi,
sakit kepala,
pusing, rambut
rontok,
miotoksisitas.
ESO : s.d.a

ESO : s.d.a

Kapsul 300 mg
12x10 kaps
44.628
@kapsul Rp 371,Kapsul 300 mg
(10x10) 37.380
@kaps Rp
373,Tablet 600 mg
10x10 kaps
66.592
@kapsul Rp 665,-

Generik (200 mg
3x1). Sediaan :
tablet salut 200
mg

Paten (initial 300


mg dosis terbagi;
dosis lazim 200400 mg; ANAK :
5 mg/kgBB).
Sediaan : kapsul
100,200,300 mg.
Paten (dosis 100
mg/ hari).
Sediaan : tablet
100 mg

F. Scoring
Keterangan
Gemfibrozil
Bezafibrat
Fenofibrat
Ciprofibrat &
klofibrat

Efficacy
90
90
90
90

Suitability
95
90
90
90

Safety
80
85
85
85

G.
H. P-drug : Gemfibrozil. Dengan dosis 600-1200 mg per hari.

Cost
90
85
80
80

TOTAL
355
350
345
345

dr. Woo Bin Pertiwi


SIP: 2011/123/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Bromo no 9 Pengsong, Labuapi
Telp. (0370) 628988
Mataram, 8 Juni 2015
R/ Tab. Amlodipin 5 mg No. XIV
S.u.d.d. tab 1 p.c
A
R/ Inj. Insulin IU 10 Pen 1
S.u.d.d Inj. I.C. o.n.

A
R/ Tab Gemfibrozil mg 600 No.XXVIII
S.b.d.d. tab 1 p.c
A
Pro
: Ny. P
Umur : 47Tahun
Alamat: Mataram

V.

Edukasi
1) Pengendalian gula darah dengan olahraga secara teratur
2) Pengendalian tekanan darah dengan diet rendah garam
3) Perbaikan fungsi ginjal dengan diet rendah protein
4) Pengendalian faktor-faktor komorbiditas lain yakni pengendalian kadar lemak
5) Cara penggunaan :
i. Buka vial insulin
ii. Ambil sekitar 0,5 ml
iii. Injeksi pada bagian tubuh seperti terlihat pada gambar dibawah ini
secara im atau sc :

Cara penyimpanan
1. Jika belum digunakan : Simpan ampul insulin dalam lemari
es dengan suhu 2-8oC.
2. Jika sudah digunakan : simpan dalam suhu 25-30 oC (suhu
ruangan).
3. Tidak boleh terkena sinar matahari