Anda di halaman 1dari 9

TERAPI ULKUS PEPTIKUM

TERAPI ULKUS PEPTIK


A. Tujua terapi adalah menghilangkan nyeri tukak, mengobati tukak, mencegah kekambuhan dan
mengurangi komplikasi yang beraitan dengan tukak. Pada penderita dengan H. Pylori positif,
tujuan terapi adalah mengatasi mikroba dan menyembuhkan penyakit dengan obat yang
efektif. (Sukandar E.Y, Dkk, 2009)
B. Pendekatan umum
1. Terapi Non Farmakaologi
- Pasien dengan tukak harus mengurangi stress, merokok dan penggunaan NSAID (termasuk
Aspirin), Jika NSAID tidak dapat dihentikan penggunaannya, maka harus dipertimbangkan
pemberian dosis yang lebih rendah atau diganti dengan Acetaminophen, COX2 inhibitor yang
relatif selektif .
- Walaupun tidak ada kebutuhan untuk diet khusus, pasien harus menghindari makanan dan
minuman yang menyebabkan dispepsia atau yang dapat menyebabkan penyakit tukak seperti;
makanan pedas, kafein, dan alkohol. (Sukandar E.Y, Dkk, 2009)
2.

Terapi Farmakologi
Pengobatan ulkus sangat tergantung pada penyebabnya,sehingga dibutuhkan diagnosa yang
tapat. (Nathan T, Dr; et all)Meskipun demikian, untuk pertolongan pertama, umumnya pasien
diberi Obat Antasid untuk menetralkan kadar asam yang berlebihan atau dengan obat PPI dan
atau R2 AH untuk mengurangi yang dilepaskan kedalam saluran pencernaan, sehingga dapat
membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh ulkus, bersama dengan mengambil
beberapa langkah-langkah seperti: menghindari merokok, hindari minum alkohol, kopi, dan teh,
dan menghindari penggunaan aspirin dan NSAID. (Pendegraft J.S)
Terapi diatas tidak bertujuan untuk menyembuhkan tetapi untuk membantu pasien dalam
mengurangi rasa perih dan tidak nyaman akibat Ulkus peptik (lebih bersifat pertolongan
pertama). Oleh karana itu terapi diatas tidak dianjurkan untuk pengobatan ulkus peptik.
Penanganan ulkus peptik sangat tergantung pada penyebab ulkus peptik tersebut:
Ulkus Peptik yang disebabkan oleh Bakteri dalam perut(khususnya Helicobacter pylori),
yang sangat umum
Ulkus peptik yang disebabkan oleh Penggunaan obat NSAIDatau aspirin terutama bila diminum
dalam jangka panjangmisalnya pada pasien radang sendi, yang kurang selalu tetapi sering
terjadi pada orang tua
Ulkus peptik yang disebabkan oleh kanker perut (jarang terjadi). (Nathan T, Dr; et all)
a.

Terapi untuk Ulkus Peptik yang disebabkan oleh Helicobacter pylori


Pengobatan
ini ditujukan
untuk memberantas infeksi
bakteri dengan
pengobatan antibiotik (dikenal sebagai 'terapi eradikasi') dan mengurangiproduksi asam di
perut. Ulkus kemudian dapat disembuhkan dan mencegah kekambuhan karena bakteri tidak
lagi di usus.
Pada
terapi
erakdisi
ini
ada beberapa protokol
pengobatan berbeda yang
sering digunakan, tapi NICE (National Institute for Health and Clinical Excellence)
merekomendasikan 'terapi tiga regimen' sebagai baris pertama. Ini terdiri dari: sehari dua
kali selama tujuh hari
saja pengobatan yang
terdiri
dari dua
antibiotik (baik metronidazol 400mg dan 250mg klaritromisin,
atauamoksisilin 1g
dan
klaritromisin 500 mg) dan dosis penuh Pompa Proton Inhibitor (PPI) misalnya
lansoprazole, pantoprazole. (Nathan T, Dr; et all)

Baru-baru ini FDA juga telah menyetujui terapi tripel regimen sepuluh hari dengan kombinasi
omeprazol, klaritromisin, dan amoksisilin. Ini adalah program terpendek dari setiap terapi yang
disetujui oleh FDA. Dosis oral yang dianjurkan adalah omeprazol 20 mg BID, klaritromisin 500
mg BID dan amoksisilin 1 g BID selama 10 hari. Pada pasien dengan ulkus duodenum aktif,
omeprazol dilanjutkan dengan dosis 20 mg sehari selama 18 hari.(Anonim, Treatment Of Peptic
Ulcer Disease)
Namun pada beberapa pasien pada penggunaan obat diatas tidak sepenuhnya efektif,
sehingga dibutuhkan kombinasi yang berbeda dariantibiotik. Sebuah protokol pengobatan yang
kurang umum digunakanmelibatkan mengambil tiga atau empat jenis obat empat kali sehari
selamatotal
14 hari
(inhibitor pompa proton
(PPI)
+ bismut subcitrate + amoksisilin +metronidazol). Perawatan
ini hanya
digunakan dalam
keadaan khusus.(Nathan T, Dr; et all)
Berikut ini beberapa Literatur tentang efektifitas kombinasi obat.
1.

Berdasarkan ISO FARMAKOTERAPI (Sukandar E.Y, Dkk, 2009)

Obat
Regimen 2 Obat
1. Klaritomisin, 500mg 3x1 hari
selama 14 hari
PPI*, 2x1 hari
selama 14-28 hari
2. Klaritomisin 500mg 3x1 hari
selama 14 hari
RBC 400 mg 2x1 hari
selama 14-28 hari
3. Amoksisilin, 1 g 2x1 hari 3x1 hari
selama 14 hari
PPI*, 2x1 hari
selama 14-28 hari
Regimen 3 Obat
4. Klaritomisin, 500mg 2x1 hari
Selama 10- 14 hari
Amoksisilin, 1 g 2x1 hari
Selama 10- 14 hari
PPI*, 2x1 hari selama 10-14 hari
5. Klaritomisin, 500mg 2x1 hari
Selama 10- 14 hari
Metronidasol, 500 mg 2x1 hari
Selama 10- 14 hari
PPI*, 2x1 hari selama 10-14 hari
6. Amoksisilin, 500mg 2x1 hari
Selama 10- 14 hari
Metronidasol, 500 mg 2x1 hari
Selama 10- 14 hari
PPI*, 2x1 hari selama 10-14 hari

Efektivitas

Efek ikutan

Komplikasi

CukupBaik

RendahSedang

Sering

CukupBaik

Sering
RendahSedang

KurangCukup

Sering
RendahSedang
Sering

Baik-Sangat
baik
RendahSedang
Sering
Baik-Sangat
baik
Sedang
Sering
Baik
Sedang

7. Klaritomisin, 500mg 2x1 hari


Selama 10- 14 hari
RBC, 400 mg 2x1 hari selama 14
hari
8. Klaritomisin, 500mg 2x1 hari
Metronidazol, 500 mg 2x1 hari
Selama 14 hari
RBC, 400 mg 2x1 hari selama 14
hari
9. Klaritomisin, 500mg 2x1 hari
Tetrasiklin, 500 mg 2x1 hari
Selama 14 hari
RBC, 400 mg 2x1 hari selama 14
hari
Regimen 4 Obat
10. BSS, 500 mg 4x1 hari selama 14
hari
Metronidasol, 250-500mg 4x1 hari
Selama 14 hari
Tetrasiklin, 500 mg 4x1 hari
Selama 10- 14 hari
H2RA atau PPI^, Sebagai dosis
penggunaan standar secara langsung
11. BSS, 500 mg 4x1 hari selama 14
hari
Metronidasol, 250-500mg 4x1 hari
Selama 14 hari
Kalritomisin, 250-500 mg 4x1 hari
Selama 10- 14 hari
H2RA atau PPI^, Sebagai dosis
penggunaan standar secara langsung
12. BSS, 500 mg 4x1 hari selama 14
hari
Metronidasol, 250-500mg 4x1 hari
Selama 14 hari
Amoksisiklin, 500 mg 4x1 hari
Selama 10- 14 hari
H2RA atau PPI^, Sebagai dosis
penggunaan standar secara langsung
PPI
H2RA
RBC
BSS

Keterangan :
: Pompa Proton Inhibitor
: H2 Reseptor Antagonis
: Ranitidin Bismutsitrat
: Bismut Subsalisilat

Sering
Baik
Sering
Baik-Sangat
baik

Sedang
Sedang

Sering

Baik-Sangat
baik
Sedang
Tidak
Sering

Baik-Sangat
baik
Sedang-Tinggi

Baik-Sangat
baik

Tidak
Sering
Sedang-Tinggi

Cukup-Baik
Tidak
Sering
Sedang-Tinggi

*
^

: Penggunaan Omeprazol 20 mg, esomeprasol 20 mg, lansoprasol 30 mg, rabeprasol 20 mg


atau pantaprasol 40 mg 2x1 hari, Total dosis PPI perhari (contoh : Omeprazol 40 mg) dapat
diberikan 4 x 1 hari, hanya lansoprasol 30 mg diindikasikan sehari
: Dalam pengaturan uclear aktif supresi asam ditambahkan untuk mengurangi rasa sakit ketika
menggunakan H2RA, simetidin, ranitidin, pomitidin atau nizatidin dapat digunakan pad
apenyembuhan uclear untuk durasi 4-6 minggu.
Laporan rata-rata Eradiksi dalam percobaan klinis
Sangat Baik
(> 90%)
Baik
(80% - 90%)
Cukup (70% - 80%)
Kurang (<70%)
Catatan : Dalam buku (ISO Farmakologi) ini, Pada bagian Terapi farmakologi untu penyakit
Ulkus Peptik, disebutkan bahwa;
- Regimen 2 Obat kurang efektif dibandingkan dengan regimen 3 obat dan hanya
termasuk satu antibiotika yang dapat menyebabkan resistensi anti mikroba.
- Bismuth based four drugs regimens (Regimen empat obat denga bismuth) efektif, tetapi
memiliki aturan dosis yang kompleks dan tingginya efek yang tidak diinginkan.

2.

The Washington Manual of Medical Therapeutic 31st Edition


(Green B.D, MD; et all, 2004)

3. Anonim, TREATMENT OF PEPTIC ULCER DISEASE(Anonim, Treatment Of Peptic Ulcer


Disease)
Terapi
eradiksi sangat
dianjurkan untuk
semua
pasien dengan
ulkusduodenum atau ulkus peptik yang terinfeksi H pylori. Eradiksi bakteri akan menunjukkan
hasil penyembuhan tehadap lebih dari 90% pasien, sehingga pengobatan menjadi hemat
biaya serta memberikan keuntungan secara klinis. (Anonim, Treatment Of Peptic Ulcer Disease)
Klaritromisin dan amoksisilin adalah antibiotik pilihan untuk terapi tiga regimen (metronidazol
dapt digunakan untuk menggantikan amoksisilin pada pasien dengan alergi penisilin),
sedangkanmetronidazol dan
tetrasiklin adalah
komponen terapi empat
regimen. Terapi
tiga adalah regimen kurang
kompleks dan
biasanya dipilih
sebagai lini
pertama pengobatan. American
College of
Gastroenterology merekomendasikan kedua
pilihanpengobatan dilanjutkan selama 10 sampai 14 hari; Pada pemberian 7 dan 10

hari. Rejimen
pengobatan sama-samaberkhasiat,
tetapi
hari menunnjukkan paling efektif. (Peters G.L, PharmD; et all)

pemberian

selama 14

Jika pasien memiliki riwayat penggunaan antibiotik makrolida, terapi empat regimen harus
digunakan. Dalam pemilihan PPI,tidak ada perbedaan yang cukup untuk masing-masing kelas.
b. Terapi untuk Ulkus Peptik yang disebabkan NSAID
NSAID dan aspirin dapat mengakibatkan kerusakan mukosa di mana saja di sepanjang
saluran pencernaan dan beresiko menimbulkan insiden gastritis dan ulkus peptikum. (Green
B.D, MD; et all, 2004)
Terapi untuk ulkus peptik yang diakibatkan oleh penggunaan NSAID, pertama-tama, jika
dimungkinkan perlu untuk menghentikan penggunaan obat-obat NSAID ini. Dalam keadaan
khusus, dokter mungkin merasa perlu bagi pasien untuk melanjutkan NSAID. Jika terdapat
bakteri Helicobacter pylori di perut, bakteri diperlakukan seperti dijelaskan sebelumnya. Jika
tidak ada tanda-tanda Helicobacter pylori, pengobatan bertujuan untuk mengurangi produksi
asam agar memungkinkan untuk menyembuhkan ulkus, menggunakan antagonis reseptor
histamin-2 (H2RA) atau PPI, (Nathan T, Dr; et all) atau sukralfat harus dimulai. PPI adalah
pilihan optimal karena bekerjan lebih cepat terhadap penyembuhan ulkus, bila dibandingkan
dengan H2RAs dan sukralfat. (Green B.D, MD; et all, 2004)
Jika NSAID tidak dapat dihentikan, NSAID diberikan dalam dosis efektif terendah dan
durasi terpendek, dan PPI harus diberikan untuk pengobatan pasien. Pasien dengan riwayat
penggunaan NSAID dalam jangka waktu lama, berisiko tinggi untuk terjadinya luka (ulkus) oleh
karena itu pemberian PPI atau misoprostol dimaksudkan untuk mengurangi risiko. Atau
mengganti NSAID dengan selektif COX-2 inhibitor dimana Siklooksigenase-2 (COX-2) inhibitor
toksisitasnya terhadap gastro intestal rendah, dibandingkan dengan NSAID tradisional. Pasien
dengan faktor risiko PUD yang memerlukan terapi NSAID dalam jangka waktu lama dapat
dianjurkan menggunaan COX-2 inhibitor bukan NSAID tradisional. Namun, penggunaan COX-2
inhibitor terbatas karena dapat mengakibatkan infark miokard dan kardiovaskuler trombotik. Jika
menggunakan inhibitor COX-2, dosis serendah mungkin celecoxib dapat dianjurkan untuk
membantu meminimalkan risiko efek terhadap kardiovaskular. (Anand BS, MD; et All), (Green
B.D, MD; et all, 2004)
Misoprostol, sendiri merupakan suatu turunan prostaglandin sintetik (200 mg PO qid),
dapat mencegah dan menyembuhkan kerusakan mukosa akibat penggunaan NSAID jika
diberikan dalam dosis penuh, tapi efek sampingnya (sakit perut, diare) menyebabkan
penggunaannya dibatasi, terutama pada orang tua. (Green B.D, MD; et all, 2004)
Pencegahan primer ulkus peptik akibat NSAID:
- Hindari penggunaan yang tidak perlu NSAID
- Gunakan acetaminophen atau salisilat nonacetylated bila mungkin
- Gunakan dosis efektif terendah dari NSAID dan atau beralih keNSAID yang memiliki toksisitas
rendah terhadap gastrointestinal, seperti NSAIDs yang lebih baru atau siklooksigenase-2 (COX2)inhibitor, (tidak dianjurkan untuk pasien yang dengan riwayatpenyakit jantung)
Rejimen profilaksis yang telah terbukti secara dramatis mengurangi risiko dan mengobati resiko
ulkus peptik akibat NSAID yaitu penggunaan analog prostaglandin atau PPI sesuai dengan
rejimen berikut:
Misoprostol 100-200 mcg PO 4 kali per hari
Omeprazole 20-40 mg PO setiap hari
Lansoprazole 15-30 mg PO setiap hari (Anand BS, MD; et All)

Referensi.
1.

Sukandar E.Y, Prof. Dr, Apt; Dkk, 2009, ISO Farmakoterapi, PT. ISFI Penerbit, Jakarta,
Indonesia.

2.

Nathan T, Dr; Brandt C.J, Dr; De Muckedell O.S, Dr, dr. Peptic Ulcers
Treatment,http://www.netdoctor.co.uk/diseases/facts/pepticulcertreatment.htm, accesed on,
March 19th 2012

3.

Anand BS, MD; Julian K, MD. Peptic Ulcer Disease Treatment &
Management, http://emedicine.medscape.com/article/181753-treatment#aw2aab6b6b1aa ,
accesed on, March 19th 2012

4.

Green B.D, MD; et all, 2004, The Washington Manual of Medical Therapeutics 31st Ed,
Washington University School of Medicine, Lippincott Williams & Wilkins Publishing

5.

Peters G.L, PharmD; et all, Overview of Peptic Ulcer


Disease,http://www.medscape.com/viewarticle/734791_7 ,US Pharmacist 2010 Jobson
Publishing, accesed on, March 17th 2012

6.

Anonim, Treatment Of Peptic Ulcer Disease,http://ww2.iehp.org/NR/rdonlyres/7B8FCC3C5055-4472-A52F-6020C7FCFE5D/0/PepticUlcer.pdf, accesed on, March 17th 2012

7.

Pendegraft J.S, Peptic Ulcer Causes Symptoms and


Treatments, http://www.articlesbase.com/diseases-and-conditions-articles/peptic-ulcer-causessymptoms-and-treatments-933361.html accesed on, March 19th 2012

H. Modal Untuk Melaksanakan Konseling Bagi Pasien


1. MENGUASAI ILMU
Kalau kita menguasai ilmu yang akn kita sampaikan, maka kita akan dapat berbicr lacr,
meyakinkn sehingga pasen akan puas dan pecaya, ini meupakan kunci utama. Kalu psien sudah
percaya maka mereka akan patuh.
2. KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Ini penting, karena teknik berbicara akan sangat berpengaruh pada keberhasilan komunikasi
I.

Metode Konseling
Beberapa metode Konseling yaitu :
1. Three Prime Questions
Bagaimana Penjelasan Dokter ttg Obat Anda ?
Bagaimana Penjelasan Dokter ttg Cara Pakai Obat Anda ?
Bagaimana Penjelasan Dokter ttg Harapan setelah minum/memakai Obat Anda ?
2. Final Verification
Meminta Pasien utk Mengulang Instruksi
Yakin Bahwa pesan tidak ada terlewat
Koreksi bila ada Salah Informasi
3. Show and Tell
Melakukan Cerita
Melakukan Peragaan
Melalui Gambar, Tayangan

J. Tahapan Proses Konseling


Tahapan-tahapan proses konseling meliputi yaitu :
1. Pengenalan/ pembuka
Tujuan : pendekatan dan membangun kepercayaan
Teknik :
a. Memperkenalkan diri
b. Menjelaskan tujuan konseling, mengapa dan berapa lama ?
Contoh Pengenalan/ pembukaan :
a. Sapa pasien dengan ramah
b. Perkenal diri anda
c. Jelaskan tujuan konseling
d. Informasikan lama waktu yang dibutuhkan
selamat pagi, saya Tanti, Apoteker disisni ( perkenalkan diri ). Saya ingin menanyakan beberapa
pertanyaan singkat tentang obat-obatan yang baru Anda peroleh (subjyek yang akan
ditanyakan ). Hanya butuh waktu beberapa menit saja (waktu yang dibutuhkan ). Informasi yang
Anda berikan nanti akan sangat membantu kita untuk mengenali masalah yang mungkin timbul
dari obat-oabt yang baru anda terima ini. (tujuan/iuran)
2. Penilaian Awal/Identifikasi

Tujuan : menilai pengetahuan pasien dan kebutuhan informasi yang harus dipenuhi.
Perhatikan apakah pasien baru/lama dan peresepan baru/lama/OTC
Teknik :Three Prime Questions
Contoh:
Pasien mendapat obat antihipertensi
Ny.
Jamilah:
Dokterbilang,
sayamemerlukanobatini,
tapisayamerasabaik-baiksaja,
mungkinsayabenar-benartidakmembutuhkannya?
Tn.Jamil: Saya tahu TD saya tinggi dan harus minum obat secara teratur, tapi jadwal saya sibuk
dan sering lupa?
Pasien baru: Apakah sudah mendapatkan informasi tentang: nama obat, kegunaan dan cara
penggunaan inhaler.. ?
Pasien Lama: Apakah ada masalah tentang cara penggunaan inhaler, kepatuhan..?
3. Pemberian Informasi
Tujuan: Mendorong perubahan sikap/prilaku agar memahami dan mengikuti regimen terapi.
Tehnik :Show & Tell
Contoh Pemberian informasi
Berikan informasi pokok tentang:
Nama obat dan bentuk sediaan
Kegunaan inhaler
Cara menggunakan inhaler
Cara penyimpanan (suhu<30 c="" cahaya="" span="" terlindung="">
Gunakan sarana: Poster, contoh inhaler
Cara Penggunaan Inhaler
Information Sheet ?
a.
b.
c.
d.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
4.

Mengeluarkan dahak / lendir(bila ada)


Latihan nafas
Periksa alat / wadah
Tahap penggunaan:
Kocok dulu dan buka penutup.
Tarik dan keluarkan nafas.
Pasang alat dimulut.
Ambil nafas pelan-dalam dan tekan alat
Tutup mulut,tahan nafas 5-10 detik,alat dilepas.
Keluarkan nafas lewat hidung,bila ada dosis ke-2, beri jarak 5 mnt.
Cuci mulut atau berkumur.
Verifikasi
Tujuan :
a. Untuk memastikan apakah pasien memahami informasi yang sudah disampaikan.
b. Mengulang hal-hal penting.
Tehnik : fill in the gaps
Contoh Penilaian akhir/ Verifikasi yaitu:
Bertanya tentang pemahaman informasi yang disampaikan.

Meminta pasien untuk menceritakan dan memperagakan ulang cara penggunaan.


5. Tindak lanjut
Tujuan :
a. Mengikuti perkembangan pasien
b. Monitoring keberhasilan pengobatan.
Tehnik :
a. Membuat patient medication record(PMR)
b. Komunikasi melalui telepon.
Contoh Penutup / Tindak lanjut:
Ingatkan waktu untuk kontrol
Berikan salam dan ucapkan semoga lekas sembuh
Lakukan pencatatan pada kartu konseling/ PMR.

K. Komponen konseling
Enam komponen konseling minimal yaitu:
a. Nama obat, jumlahnya dan indikasinya
b. Aturan pakai, cara dan lama pemakaian
c. Interaksi obat
d. Efek samping obat
e. Pengaruh terhadap pola hidup, pola makan
f. Cara penyimpanan