Anda di halaman 1dari 12

Kata Pengantar

Puji Syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, Karena berkat-Nya lah kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Fisika yang berjudul “Elastisitas/kekenyalan bahan” ini.

Isi yang saya ambil didalam karya tulis ini bersumber dari berbagai artikel-artikel yang terpercaya dan tentu tak perlu dipertanyakan lagi, sehingga pembaca dapat mempraktekkanya langsung tanpa takut terjadinya kesalahan, selain itu semua bagian– bagian materi telah kami susun sehingga pembaca mudah dalam memahami materi ini.

Karya tulis ini selesai berkat bimbingan Ibu Herlina S.Pd. Karena itu saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada beliau, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca.

Januari 2015

Bengkulu,

27

Penulis

Daftar isi

i

Kata pengantar ..........................................................i Daftar isi ...................................................................ii Bab I pendahuluan

  • 1.1. Latar belakang

...........................................1

  • 1.2. Rumusan masalah ..........................................1

  • 1.3. Tujuan pembelajaran ......................................1

  • 1.4. Manfaat pembelajaran ...................................2

Bab II Pembahasan

  • 2.1. Hubungan gaya dan Pertambahan Panjang

benda elastis.............................................................2

  • 2.2. Rancangan percobaan......................................

3

Bab III Penutup

  • 3.1. Kesimpulan.....................................................5

  • 3.2. Saran..............................................................6

  • 3.3. Daftar Pustaka................................................7

ii

Bab I Pendahuluan

  • 1.1. Latar Belakang

    • 1. Untuk menyelidiki hubungan gaya dan pertambahan panjang benda elastis.

    • 2. Untuk mengolah dan menganalisis hasil percobaan.

  • 1.2. Rumusan Masalah

    • 1. Apa itu pertambahan panjang benda elastis?

    • 2. Apa itu gaya benda elastis?

4.

Bagaimana rancangan percobaan?

  • 5. Mencari hasil analisis percobaan?

  • 1.3. Tujuan Pembelajaran

    • a. Menentukan hubungan antara gaya dan pertambahan panjang pegas

      • b. Menentukan konstanta suatupegas

1

  • 1.4. Manfaat Pembelajaran

    • 1. Agar kita mengerti hubungan gaya dan pertammbahan panjang benda elastis

Bab II Pembahasan

  • 2.1. Hubungan gaya dan Pertambahan panjang benda elastis

    • - Sifat elastis atau elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah

gaya luar yang diberikan kepada benda itu di hilangkan. Benda tak elastis (plastis) adalah beberapa benda yang tidak kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar dihilangkan. Contoh: tanah liat (lempung), adonan tepung kue, lilin mainan (plastisin). Benda elastis kebalikan dari benda plastis, Contoh: karet gelang, pentil dan lain-lain.

Jika suatu benda terkena gaya F, maka bentuk benda itu

akan berubah, besar perubahan

bentuk

benda (misalnya panjang atau lebar) sebesar ∆x, dalam banyak situasi ∆x berbanding lurus dengan besar gaya F yang diberikan oleh persamaan berikut:

F=-k.

x

  • - F = Gaya yang bekerja (N)

  • - X = Perubahan panjang pegas

  • - K = Konstanta pegas (N/m)

2

Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam kalimat ‘jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya, pernyataan ini dikemukakan pertama kali oleh Robert Hooke, seorang arsitek yang ditugaskan utuk membangun kembali gedung-gedung di London yang mengalami kebakaran pada tahun 1666 oleh karena itu persamaan di atas dikenal dengan hukum Hooke, dalam persamaan tersebut k merupakan suatu konstanta yang menunjukkan sifat benda

itu. Konstanta ini disebut konstanta Hooke.

  • 2.2. Rancangan Percobaan

Alat dan Bahan

  • 1. Dasar statif (1 buah)

  • 3. Bosshead

  • 4. Beban 50 gram (5 buah)

  • 5. Pegas helik

  • 6. Mistar

Langkah-langkah percobaan

  • 1. Susun alat percobaan seperti yang terlihat pada gambar berikut.

3. Bosshead 4. Beban 50 gram (5 buah) 5. Pegas helik 6. Mistar  Langkah-langkah percobaan

3

  • 2. Gantung satu beban pada ujung bawah pegas.Nilai untuk pegas.Catat dalam table pengamatan.

  • 3. Ukur panjang awal pegas .Agar tidak membingungkan,ukur panjang pegas dari suatu titik tetap teratas ke satu titik tetap terbawah.Catat dalam table pengamatan.

  • 4. Tambahkan satu beban pada beban awal tadi dan ukur panjang pegas seperti langkah percobaan yang ke 3.Catat berat total beban dan panjang pada table pengamatan.

  • 5. Ulangi langkah-langkah percobaan ke 4 dan lengkapi table data pengamatanberikut ini.

       

Konstanta

No

Massa Beban

Gaya beban

Perubahan panjang

 

F

.

(kg)

(F=m.g)

pegas

(K=

∆ x

 

)

 
  • 1. 0,49

0,05

 

13-8,5= 4,5

10,8

  • 2. 0,98

0,10

 

17,5-8,5= 9

10,8

  • 3. 1,47

0,15

 

22-8,5= 13,5

10,8

  • 4. 1,96

0,20

 

26,5-8,5= 18

10,8

  • 5. 2,45

0,25

 

31-8,5= 22,5

10,8

  • 2.3. Analisis percobaan

    • - x = Perubahan panjang pegas

    • - Keterangan :

  • - = massa beban

m

(gram)

L 1

= Panjang akhir

(m)

  • - = Gaya

F

(N)

ΔL

= Perubahan panjang

(m)

  • - L 0 = Panjang mula-mula (N/m)

(m)

K

= Konstanta

4

Grafik hubungan gaya dan perubahan panjang

∆ x

3

2.5

2

1.5

1

0.5

0

4.5 9 13.5 18 22.5
4.5
9
13.5
18
22.5

Column2

F

  • - Menurut grafik hasil pengamatan,gaya(F) berbanding lurus dengan pertambahan panjang ( x ).

Bab III Penutup

3.1. Kesimpulan

Beban yang diberikan akan mempengaruhi perubahan panjang, semakin kecil beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin besar beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar. Gaya yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang. Nilai konstanta pegas diperoleh dari perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang, nilai rata – rata konstanta

Jadi,dapat disimpulkan bahwa hubungan antara gaya dan perubahan panjang adalah sebanding.

5

3.2. Saran

Pembelajaran dengan cara praktek langsung untuk menganalisis suatu teori di Lab dan mempresentasikan langsung sangatlah bagus.Karena pelajar dapat memastikan/membuktikan langsung kebenaran teori tersebut berdasarkan eksperimennya.Jadi,pembelajaran dengan metode ini perlu ditingkatkan lagi.

6

7