Anda di halaman 1dari 22

I.

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Ilmu

pengetahuan

dan

teknologi

dewasa

ini

telah

mengalami

perkembangan yang semakin maju. Hal ini perlu diimbangi dengan adanya
sumber daya manusia yang siap dan mampu menghadapi era globalisasi yang
penuh dengan persaingan. Sehingga mahasiswa sebagai calon tenaga profesional
harus memiliki bekal yang cukup, tidak saja menguasai ilmu yang bersifat teoritis
tetapi juga mampu untuk mengimplementasikannya ke kondisi yang nyata.
Setelah melewati perkuliahan, mahasiswa yang menjadi sarjana nanti akan
terjun ke dunia kerja. Seorang sarjana yang sudah terjun ke dalam dunia kerja,
harus mampu mengaplikasikan teori-teori yang dimiliki saat belajar di
perkuliahan, karena pada sektor industri baik perusahaan Negara maupun Swasta
sangat mengutamakan karakteristik dan jiwa profesionalisme dari seorang tenaga
kerja. Namun untuk Negara berkembang seperti Indonesia, profesionalisme
seorang sarjana belum dilakukan secara maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya
pengalaman bekerja di lapangan.
Penerapan ilmu yang didapat pada masa perkuliahan sangat dibutuhkan
untuk penguasaan ilmu dan teknologi proses. Akan tetapi, penerapan ilmu ini
harus didukung dari berbagai pihak yaitu dari Perguruan Tinggi,

industri,

Pemerintah dan lembaga penelitian lainnya untuk dapat membantu dan


mendukung sehingga dapat mempercepat alih teknologi proses tersebut.
Dalam hal ini pihak Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya telah
menyiapkan suatu program berupa mata kuliah Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswanya. Dengan demikian mahasiswa dapat
memahami ilmu teknik kimia secara lebih terarah, karena pada dasarnya ilmu
yang diperoleh pada bangku kuliah lebih bersifat ideal. Menyikapi hal tersebut,
Ikatan Mahasiswa Teknik

Kimia

Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

(IMATEK FT UNSRI) secara bersungguh-sungguh bersedia dalam membantu


meningkatkan industri di Indonesia dengan turut ambil bagian melalui kegiatan
Chemical Engineering Industry Tour 2014 (CHEIT 2014) IMATEK FT
UNSRI, sehingga mahasiswa Teknik Kimia sebagai salah satu calon SDM di

dunia industri pada masa yang akan dating mampun secara bersama-sama dengan
komponen lainnya melaksanakan pembangunan industri secara luas untuk
memajukan Negara Indonesia.
I.2. Tujuan
I.2.1.

Tujuan Umum

1) Menambah cakrawala pandang dan wawasan berpikir bagi mahasiswa teknik


kimia dalam aplikasi ilmu teknik kimia untuk skala industri.
2) Melihat dan mempelajari proses industri secara langsung dan mengaitkannya
dengan ilmu-ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
3) Mengenal lebih jauh dunia industri yang masih asing bagi mahasiswa teknik
kimia yang akan terjun ke dunia industri nantinya. Dari pengalaman kuliah
kerja lapangan akan dapat memberikan gambaran tentang dunia industri
sesungguhnya.
I.2.2. Tujuan Khusus
1) Peserta kunjungan dapat mengetahui jenis operasi dan proses Teknik Kimia
yang diterapkan pada proses produksi di PT. Clariant Indonesia.
2) Peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dapat mengetahui peralatan utama serta
peralatan penunjang yang ada di PT. Clariant Indonesia.
3) Peserta kunjungan dapat mengetahui bahan baku serta produk yang dihasilkan
oleh PT. Clariant Indonesia.
I.3. Manfaat
1) Mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru mengenai ilmu teknik kimia
yang diaplikasikan dalam skala industri.
2) Mendapatkan pengetahuan mengenai perbandingan proses teknik kimia yang
didapat selama perkuliahan dengan penerapan proses di dunia industri.
3) Mengetahui serta memahami jenis operasi dan proses bidang Teknik Kimia
yang digunakan pada proses produksi yang ada di PT. Clariant Indonesia.
4) Mengetahui peralatan yang digunakan sebagai peralatan utama dan penunjang
serta fungsi dari masing-masing peralatan tersebut di pada PT. Clariant.

5) Mengetahui aliran bahan baku di PT. Clariant sehingga menghasilkan produkproduk yang dipasarkan oleh PT. Clariant.

II. TINJAUAN LAPANGAN PT. CLARIANT INDONESIA


II.1. Teknik Lapangan PT. Clariant Indonesia
a) Tanggal

: 9 Juni 2014

b) Waktu

: 08.00-12.00 WIB

c) Dosen

: 1. Dr. Ir. Hj. Tri Kurnia Dewi, M.Sc.


2. Ir. H. Abdullah Saleh, M.S.

d) Jumlah Peserta

: 45 mahasiswa

II.2. Sejarah PT. Clariant Indonesia


Clariant dibentuk pada tahun 1995 sebagai spin off dari perusahaan kimia
Sandoz, yang didirikan di Basel pada tahun 1886. Clariant telah mengumpulkan
pengetahuan dan pengalaman kimia dan industri yang mencakup sekitar 150
tahun. PT Clariant Indonesia Cilegon Plant merupakan industri kimia yang
berlokasi di Jalan Australia 1 Blok F1 Krakatau Industrial Estate Cilegon
(KIEC), Banten. PT Clariant Indonesia memproduksi resin sintetik berbasis air,
baik berupa homopolimer maupun kopolimer. Polimerisasi dilakukan dalam fasa
emulsi, dengan monomer organik dalam pelarut berupa air demineralisasi.
Pembentukan

emulsi

dilakukan

dengan

bantuan

emulsifier

berupa

surfaktan, protective colloid, atau kombinasi keduanya. Produksi difasilitasi oleh


empat reaktor utama, dengan pengendalian proses yang telah terautomatisasi. Data
dan informasi yang diperoleh pada laporan ini merupakan hasil pembelajaran saat
melaksanakan Chemical Engineering Industry Tour (CHEIT) di PT. Clariant
Indonesia.

Gambar 2.1. PT. Clariant Indonesia

Clariant diperluas melalui penggabungan bisnis bahan kimia khusus


Hoechst (Jerman) pada tahun 1997, dan akuisisi dengan BTP plc (Inggris) pada
tahun 2000 dan Cibas Masterbatches division pada tahun 2006. Pada tahun 2008,
Clariant mengakuisisi pemasok pewarna terkemuka AS Rite Systems and Ricon
Colors. Akuisisi terbaru, perusahaan bahan kimia khusus yang sangat inovatif
Sd-Chemie (Jerman), yang telah selesai pada tanggal 21 April 2011.

Gambar 2.2. Perkembangan PT. Clariant

II.2.1. Profil Perusahaan


PT. Clariant Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri
kimia. Hubungan bisnis yang kuat dan komitmen terhadap pelayanan yang
memuaskan dalam kerja sama, membuat Clariant menjadi mitra pilihan bagi
pelanggannya. Clariant, mewakili 5 (lima) benua dengan 100 grup perusahaan,
dengan mempekerjakan SDM sekitar 23.000. berkantor pusat di Muttenz dekat
Basel, Swiss, itu menghasilkan penjualan sekitar CHF 8,2 Miliar pada tahun 2005.
Bisnis Clariant terorganisir dalam lima divisi: Tekstil, Kulit dan Kertas Kimia,
Pigmen dan Aditif, Fungsional Kimia, Ilmu Kimia, dan Biji Plastik.
Sebagai salah satu perusahaan kimia khusus terkemuka di dunia, Clariant
memberikan kontribusi untuk menciptakan nilai tambah dengan solusi inovatif
dan berkelanjutan bagi pelanggan dari berbagai industri. Portofolio Clariant
dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang sangat spesifik dengan presisi

sebanyak mungkin. Pada saat yang sama, penelitian dan pengembangan


difokuskan pada mengatasi tren kunci dari waktu saat ini. Ini termasuk efisiensi
energi, bahan baku terbarukan, mobilitas bebas emisi, dan melestarikan sumber
daya yang terbatas. Unit bisnis Clariant dibagi menjadi empat Area Bisnis: Care
Chemicals, Sumber Daya Alam, Katalis dan Energi, dan Plastik dan Coating.
Pada wilayah Asia Timur dan Pasifik memiliki kantor pusat di Singapura
dan merupakan organisasi Clariant di delapan negara: Singapura, Malaysia,
Indonesia, Thailand, Australia, Selandia Baru, Vietnam, dan Filipina, dengan dua
terakhir menjadi satellite countries dari Singapura. Keseluruhan bersama-sama
berada di sekitar 15 lokasi produksi utama dan sekitar 1500 karyawan di wilayah
ini. Di Singapura juga, Clariant bertempat di pusat Colorworks wilayah Asia
Pasifik di mana tempat produksi Clariant di Third Chin Bee Road, Jurong
Industrial Estate. Colorworks merupakan bagian dari jaringan layanan global
Clariant dalam lingkungan Clariant Masterbatches.
Pasar negara berkembang di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik
memberikan banyak kesempatan bagi Clariant. Mayoritas penjualan yang tercatat
di pasar inti daerah termasuk Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Clariant telah
melakukan diversifikasi kegiatan di sekitar kantor pusat regional dan
mengantisipasi pertumbuhan tahunan rata-rata untuk unit bisnis Clariant di
kawasan Asia Tenggara.
Clariant berkomitmen untuk terus bertumbuh dari kekuatan sendiri yang
inovatif. Produk-produk inovatif Clariant memainkan peran kunci dalam
manufaktur pelanggan dan proses pengobatan atau menambah nilai produk akhir
mereka. Keberhasilan perusahaan didasarkan pada kemampuan pengetahuan
karyawan dan kemampuan mereka dalam mengidentifikasikan kebutuhan
pelanggan baru pada tahap awal dan untuk bekerja sama dengan pelanggan dalam
mengembangkan inovatif, solusi yang efisien.
PT Clariant Indonesia merupakan salah satu tempat produksi di Asia yang
paling penting dan Clariant mempekerjakan lebih dari 550 orang untuk melayani
pasar regional serta lokal. Di Indonesia, terdapat 6 (Enam) lokasi beroperasi yang
berbeda yang terletak di pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Terdapat dua

wilayah untuk lokasi produksi, yaitu Tangerang dan Cilegon yang menghasilkan
50.000t/a Specialty Chemicals, Dyes, Optical Brighteners, Emulsions, Pigment
Preparations, dan Masterbatches. Produk dan jasa dari PT. Clariant Indonesia
sangat dikenal terutama untuk melayani tekstil, paper, Oil and Gas, Paint,
Adhesive, Coating, Printing, Plastik, Kemasan, Personal Care, dan Agro Industri.
II.3. Produk PT. Clariant Indonesia
PT. Clariant Indonesia merupakan salah satu tempat produksi Asia yang
paling penting Clariant mempekerjakan lebih dari 550 orang melayani pasar
regional lokal serta. Di Indonesia kami beroperasi dari 6 lokasi yang berbeda
yang terletak di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Lokasi produksi kami
dua, Tangerang dan Cilegon menghasilkan 50.000t/Specialty Chemicals, Pewarna,
Optical Brighteners, Emulsi, Persiapan Pigmen dan Master batches. Clariant
memiliki 11 unit bisnis Global
a) Industrial and Customer Specialities
b) Master batches
Merupakan pemain utama dalam pewarnaan, seperti misal nya pewarnaan
pada plastic kemasan, tetapi kalau tidak ada pewarna yang diberikan plastik
tersebut menjadi bening dan fungsi plastik sebagai penyedia untuk sektor
kemasan produk konsumen, tekstil, dan otomotif.
c) Pigmen
Produk global utama dalam pigmen organic dan pewarna untuk lapisan,
cetakan, plastic, dan aplikasi khusus.
d) Textile chemical
Produsen utama dalam bidang bahan pewarna untuk industri tekstil .
e) Oil and mining service
Pemimpin dalam penyedia produk dan layanan kepada industri minyak,
kilang minyak dan pertambangan.
f)

Leather services
Pemasok utama dalam bahan kimia dan layanan untuk industri kulit.

g) Additive

Pemasok utama untuk bahan penjinak api. Adapun aditif polimer


digunakan sebagai bahan lapisan plastik dan aplikasi lainnya.
h) Detergent and intermediates
Pemasok utama bahan baku penting dan intermediet untuk industri
deterjen, pertanian, dan farmasi.
i) Elmutions
Pemasok utama berbasis air/polimer dispersi untuk cat, lapisan, perekat,
konstruksi, sealant, dan untuk industri tekstil, kulit, dan kertas.
j) Paper specialities
Produk utama pencerah optik, pewarna, dan bahan kimia yang berfungsi
untuk aplikasi kertas dan kemasan.
k) Catalyst and energy
Provider of catalys for chemicals, petrochemical, polimer, refinery, and
automotive industries and high performance lithium-ion phosphate based
cathode battery material.
II.4. Bahan Baku PT. Clariant Indonesia
II.4.1. Bahan Dasar dan Perolehan Bahan Dasar
Bahan dasar untuk PT. Clariant Indonesia yang berupa surfaktan, katalis,
monomer, dan lain lain, 98% impor dari Korea, Jerman, dan Amerika. Selain
impor dari luar negeri, PT. Clariant Indonsesia disini juga membeli bahan baku
dari kawasan industri. Untuk lokasi pabrik yang berada di Cilegon, bahan baku
dapat dari perusahaan sekitarnya. Bahan baku utama yang digunakan di PT.
Clariant Indonesia berupa monomer. Bahan baku monomer yang terdiri dari sikat
minyak + sabun/surfaktan. Monomer yang digunakan unuk PT. Clariant Indonesia
adalah soft monomer dan hard monomer.
Dimana pembagiannya yaitu adalah:
1) Soft monomer:
a. Etil akrilat
b. Butil aklirat
c. Vinil ester

2) Hard monomer:
a. Styrene
b. Vinil asetat
Sifat dari bahan baku yang digunakan, kebanyakan flammable atau mudah
terbakar. Karena bahan baku yang digunakan mudah terbakar maka safety di
dalam pabrik sangat digalakkan. Apabila terjadi kondisi bahaya terdapat alarm
(safety induction) yang akan berbunyi, maka dilakukan evakuasi dan berkumpul
di pos yang telah ditentukan.
Bahan baku tersebut disimpan dalam bentuk liquid. Tangki atau storage
yang digunakan adalah ISO tank. Letak dari ISO tank tersebut juga berada di
bawah tanah dan ditutupi oleh atap. ISO tank yang diletakkan di bawah tanah ini
dimaksudkan karena alasan safety. Apabila terjadi kebocoran pada tank, maka
kebocoran itu tidak mencapai permukaan.
Bahan baku untuk masuk ke dalam reaktor menggunakan pompa atau
disalurkan melalui pipa. Karena PT. Clariant Indonesia ini memiliki alat yang
bisa dibilang otomatis maka, dapat dikontrol langsung dari control room. Karena
jumlah monomer yang digunakan untuk produksi itu banyak, maka disediakanlah
storage tersebut. Untuk bahan dasar yang lain, biasanya tidak terlalu banyak
jumlahnya, maka dapat secara manual ditambahkan. Walaupun raw material
berbahaya tetapi setalah keluar dari reaktor produk aman dan tidak berbahaya.
Emulsi Polimerisasi adalah jenis radikal polimerisasi itu mulai dengan
emulsi biasanya memasukkan air, monomer, dan surfaktan. Jenis yang paling
umum dari emulsi polimerisasi merupakan emulsi minyak dalam air, di mana
tetesan monomer (minyak) yang diemulsikan(dengan surfaktan) dalam fase air
yang kontinu. Pengemulsi atau stabilisator polimer yang larut dalam air, alkohol
polivinil tertentu : seperti hidroksietil atau selulosa, juga dapat digunakan untuk
bertindak sebagai. Nama"Emulsi Polimerisasi", polimerisasi berlangsung dalam
bentuk partikel lateks spontan bahwa dalam beberapa menit pertama dari proses.
Partikel lateks ini biasanya 100 nm dalam ukuran,dan terbuat dari banyak rantai
polimer secara individual.

Partikel berhenti dari coagulating dengan setiap lain karena setiap partikel
dikelilingi oleh surfaktan (sabun); muatan surfaktan repels partikel lainnya
elektrostatis. Ketika polimer yang larut dalam air digunakan sebagai stabilisator
bukan sabun, tolakan berkembang antara partikel yang larut dalam air karena
polimer ini membentuk lapisan berbulu di sekitar partikel repels partikel lain itu,
karena mendorong partikel bersama-sama akan libatkan mengompresi Chains ini.
Emulsi polimerisasi digunakan untuk memproduksi beberapa polimer
komersial penting. Banyak polimer ini digunakan sebagai bahan padat dan harus
diisolasi dari berair dispersi polimerisasi setelah. Dalam kasus lain dispersi sendiri
adalah produk akhir. Sebuah dispersi akibat emulsi polimerisasi yang sering
disebut lateks (terutama jika berasal dari karet sintetis) atau emulsi (meskipun
emulsi ketat berbicara mengacu pada dispersi cairan bercampur dalam air). Emulsi
ini menemukan aplikasi dalam perekat, cat, pelapis kertas dan pelapis tekstil.
Mereka sering lebih dipilih daripada produk berbasis pelarut dalam aplikasi ini
karena tidak adanya VOC (Volatile Organic Compounds). Definisi IUPAC:
3) Emulsi Polimerisasi
Polimerisasi dimana monomer, inisiator, dispersi menengah, dan mungkin
koloid stabilizer awalnya merupakan sistem homogeny sehingga partikel koloid
dimensi dibentuk kontainer yang berisi polimer. Catatan: Dengan pengecualian
dari mini - emulsi polimerisasi, istilah "Emulsi Polimerisasi" Itu tidak berarti
terjadi di polimerisasi dari tetesan monomer emulsi.
4) Batch Emulsi Polimerisasi
Polimerisasi Emulsi di mana semua bahan yang ditempatkan dalam reaktor
sebelum reaksi. Keuntungan Emulsi Polimerisasi meliputi :
a) Polimer berat molekul tinggi dapat dibuat pada tingkat yang cepat
polimerisasi. Sebaliknya, dalam jumlah besar dan solusi gratis Polimerisasi
radikal, ada tradeoff antara berat molekul dan tingkat Polimerisasi .
b) Fase air yang kontinu merupakan pembalap yang sangat baik dari
panas,mengaktifkan tingkat polimerisasi cepat tanpa kehilangan kontrol suhu.

c) Karena molekul polimer yang terkandung dalam partikel, viskositas media


reaksi dari That Remains dekat dengan air dan tidak tergantung pada berat
molekul.
d)

Produk akhir dapat digunakan sebagai adalah dan tidak perlu umumnya
diubah atau diproses.

Kekurangan Emulsi Polimerisasi meliputi:


a) Surfaktan dan adjuvant lainnya polimerisasi tetap dalam polimer atau sulit
untuk menghapus
b) Untuk kering (terisolasi) polimer,penghapusan air merupakan proses yang
intensif energi
Biasanya emulsi polimerisasi yang dirancang untuk beroperasi pada konversi yang
tinggi dari monomer ke polimer. Hal ini dapat mengakibatkan pemindah rantai
yang signifikan untuk polimer, tidak bisa digunakan untuk kondensasi, ionik atau
Ziegler - Natta Polimerisasi, meskipun beberapa pengecualian dikenal.
II.4.2. Bahan Baku Pembuatan Latex
1) Air
Fungsi air yan digunakan adalah sebagai medium pendispersi yang dapat
menyerap

dan

menimbulkan

panas

yang

diakibatkan

oleh

reaksi

eksotermis.penggunaan air dalam proses polimerisasi emulsi ini biasanya berkisar


antara 35% - 65%.air yang digunakan harus memiliki kualitas yang baik agar
tidak mengganggu proses polimerisasi. Oleh karena itu,perlu digunakan air
demineral.
2) Monomer
Monomer Polimerisasi radikal, cair atau gas pada kondisi reaksi, dan
kurang larut dalam air. Monomer padat sulit untuk membubarkan dalam air. Jika
kelarutan monomer terlalu tinggi, pembentukan partikel tidak terjadi dan ketika
reaksi solusi mengurangi ke Polimerisasi itu. Etilene dan olefin lain harus hanya
dipolimerisasi pada tekanan yang sangat tinggi ( sampai 800 bar ).
3) Inisiator
Kedua generasi termal dan redoks radikal bebas telah digunakan dalam
emulsi polimerisasi. Garam persulfat yang umum digunakan dalam inisiasi kedua

mode. Ion persulfat mudah memecah menjadi sulfat radikal ion acerca di atas
50C, menyediakan sumber inisiasi termal. Redox inisiasi berlangsung ketika
oksidan, seperti garam persulfat, bahan pereduksi: seperti glukosa, rongalite, atau
sulfit, dan katalis redoks: seperti senyawa besi semua termasuk dalam resep
Polimerisasi. Resep redoks tidak dibatasi oleh suhu dan digunakan untuk
Polimerisasi itu terjadi di bawah 50C. Meskipun peroksida organik dan
hidroperoksida digunakan dalam Emulsi Polimerisasi, pemrakarsa yang larut air
dan biasanya partisi ke dalam fase air.Dalam inisiasi redoks, apakah oksidan atau
zat pereduksi (atau keduanya) harus larut dalam air, tetapi salah satu komponen
dapat larut dalam air.
4) Surfaktan
Pemilihan surfaktan yang benar sangat penting untuk pengembangan
proses

emulsi

polimerisasi.Surfaktan

harus

mengaktifkan

tingkat

cepat

Polimerisasi, meminimalkan koagulum atau fouling dalam reaktor dan peralatan


proses lainnya, mencegah viskositas sangat tinggi selama polimerisasi (yang
mengarah ke perpindahan panas yang buruk), meningkatkan dan mempertahankan
atau bahkan properti dalam produk akhir: seperti kekuatan tarik, gloss dan
penyerapan air. Anionic, nonionik, kationik dan surfaktan telah digunakan,
meskipun surfaktan anionik yang jauh paling lazim. Surfaktan dengan konsentrasi
misel kritis rendah (CMC) yang disukai; tingkat polimerisasi menunjukkan
peningkatan dramatis ketika tingkat surfaktan berada di atas CMC, dan
minimalisasi surfaktan lebih disukai untuk alasan ekonomi dan (biasanya) dampak
buruk dari surfaktan pada sifat fisik polimer hasil. Campuran surfaktan yang
sering digunakan, termasuk Campuran surfaktan anionik dengan nonionik.
Campuran kationik dan surfaktan anionik membentuk garam larut dan tidak
berguna. Contoh surfaktan umum digunakan dalam mmulsi polimerisasi termasuk
asam lemak, natrium lauril sulfat, dan alpha olefin sulfonat.
5) Stabilisator Non surfaktan
Beberapa nilai polivinil alkohol, dan polimer larut air lainnya dapat
promosikan emulsi polimerisasi meskipun tidak membentuk misel biasanya dan

tidak bertindak sebagai surfaktan (misalnya, tegangan permukaan tidak lebih


rendah). Hal ini diyakini Itu tumbuh rantai polimer graft ke polimer larut dalam
air untuk menstabilkan partikel. Dispersi tersebut siap dengan stabilisator
menunjukkan stabilitas koloid sangat baik (misalnya, bubuk kering bisa dicampur
ke dalam dispersi tanpa menyebabkan koagulasi). Namun, sering menghasilkan
produk sangat sensitif air karena kehadiran polimer larut dalam air.
Bahan-bahan lain yang digunakan dalam emulsi polimerisasi termasuk
agen pemindah rantai, agen buffering, dan garam inert. Pengawet yang
ditambahkan ke produk yang dijual sebagai dispersi cair untuk menghambat
pertumbuhan bakteri.Ini ditambahkan setelah proses polimerisasi.
II.5.

Pemasaran serta Keamanan, Kesehatan kerja dan lingkungan(K3L)

II.5.1. Pemasaran
PT. Clariant mempunyai 4 kantor cabang yang ada di Indonesia yaitu di
daerah Cilegon, Tanggerang, Bandung dan Balikpapan serta duri. Dimana masingmasing cabang ini mempunyai peran penting tersendiri seperti di daerah Cilegon
sebagai pusat pembuatan bahan dasar dan penyiapan bahan dasar yang akan
diolah lebih lanjut di Tanggerang, di Tanggerang berfungsi sebagai pusat PT.
Clariant di Indonesia yang berfungsi pula sebagai office yang menyiadakan
layanan pesanan serta pabrik yang mengolah hasil lanjutan dari pabrik di Cilegon,
sedangkan di daerah Bandung dan Balikpapan hanya berfungsi sebagai office, dan
di Duri sebagai tempat oil drilling (tempat pengeboran minyak).
PT. Clariant memproduksi 11 produk, dimana 8 produk (3 produk di
daerah Cilegon dan 5 produk di daerah Tangerang) dan 3 produk diproduksi di
Swiss. Perusahaan di Indonesia dan di Swiss memiliki cara pemasaran yang sama
yaitu dikenal dengan nama by stock yaitu produk di stock dahulu untuk produk
yang memang sudah sehari-hari dipasarkan dan by request yaitu perusahaan
tertentu yang memesan khusus untuk spesifikasi produk yang mereka inginkan.
Pemasaran pada PT. Clariant Indonesia pada umumnya pada pabrik yang
membuat plastik seperti pabrik Tripolita dan Asahimas, bahan baku pembuatan
odol pada pabrik Unilever dan P&G, minyak pelumas untuk pengeboran dan PT.

Clariant menggunakan standar ISO 14001 / OHSAS 18001 yang mengenai sistem
management keselamatan para pekerja.
II.5.2. Keamanan, Kesehatan kerja dan lingkungan(K3L)
Pada PT. Clariant pada dasarnya memang suatu pabrik kimia yang
mengolah bahan baku yang cukup bahaya, tetapi dengan alat safety telah
memfasilitasi alat safety untuk para pekerja dan digunakan secara tepat guna maka
dari itu selama 13 tahun belakangan tidak memiliki record accident pada
pekerjanya sehingga mendapatkan penghargaan Zero Accident-Indusry Ministry
Of Man Power. Dari segi pengontrollan yang dilakukan oleh para pekerja didasari
oleh SAP yang telah dipakai dari tahun 2003 hingga sekarang.
II.6. Struktur Organisasi
Clariant AG adalah perusahaan global khusus bahan kimia, yang berkantor
pusat di Muttenz, Swiss, yang tercantum pada SIX Swiss Exchange. Struktur
organisasi Clariant terdiri dari 7 unit bisnis, serta Layanan Bisnis, Kelompok
Teknologi & Inovasi, Service Center regional, dan Corporate Center, di mana
fungsi kunci terpusat. Komite Eksekutif bertanggung jawab atas pengelolaan
Group.

Gambar 2.3. Struktur Organisasi

II.7. Ekonomi
Realisasi misi Clariant ditentukan oleh karyawan Clariant, yang bekerja
untuk kinerja perusahaan sesuai dengan struktur yang dirancang dan tugas yang
dialokasikan. Di Clariant orientasi proses adalah salah satu pilar dari Sistem
Manajemen Clariant. Untuk mendukung realisasi prinsip dan pemenuhan
persyaratan dasar dari standar ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001. Clariant
adalah salah satu yang pertama dari seribu perusahaan di dunia yang bisa berhasil
disertifikasi sesuai dengan standar Sistem Manajemen Energi.
Dalam konteks ini, Clariant menganggap Sistem Manajemen terpadu dan
bersertifikat untuk kualitas, lingkungan, keselamatan dan kesehatan sebagai
prasyarat penting untuk mencapai keunggulan bisnis. Clariant telah disertifikasi
secara global sesuai dengan standar-standar ini sejak tahun 2007. Clariant
menggunakan persyaratan diterima secara internasional dan mekanisme yang
terkait kontrol untuk perbaikan terus-menerus produk, Sistem Manajemen layanan
Clariant, dan perilaku budaya.
Di Indonesia, PT Clariant Indonesia melakukan perluasan pabrik di Kota
Tangerang guna meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jajaran produk
untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. PT Clariant Indonesia
merealisasikan pembangunan pabrik di kawasan Tangerang dengan total investasi
sebesar US$ 15 juta. Mulai beroperasinya pabrik baru ini dapat memberikan
kontribusi terhadap pertumbuhan penjualan perusahaan di tahun-tahun mendatang
serta dapat terus melakukan pertumbuhan dalam setiap lini bisnisnya di kawasan
Asia Tenggara dan Pasifik.
Innovation is a key driver of progress on the path to profitable growth at
Clariant (inovasi adalah kunci utama kemajuan menuju pertumbuhan yang

menguntungkan di Clariant), memang telah dibuktikan. Perusahaan di bidang


industri kimia ini mampu tampil sebagai leader yang memproduksi dan memasok
ke berbagai industri di seluruh dunia.
Chief Executive Officer (CEO) PT Clariant Indonesia Hariolf Kottmann
mengatakan permintaan yang tinggi baik di pasar dalam negeri dan luar negeri

untuk produk pigmen, masterbatches, perawatan pribadi serta bahan rumah tangga
mengharuskan perusahaan meningkatkan kapasistas produksi.
Clariant telah menerapkan sistem manajemen global terpadu dan sangat
efisien untuk keberhasilan pelaksanaan strategi dan tujuan keberlanjutan. Berbagai
persyaratan yang diakui secara internasional dan mekanisme kontrol mereka
digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen sesuai dengan perilaku
budaya PT Clariant Indonesia.
Metode serta dukungan organisasi diberikan kepada karyawan dalam
rangka inisiatif Clariant. Keunggulan Clariant serta pelaksanaan seluruh dunia
konsep Lean Sigma; dengan demikian, karyawan Clariant memungkinkan untuk
berkontribusi pada perubahan yang diperlukan untuk realisasi misi dan mencapai
visi Clariant.
II.8. Sistem Utilitas
Disetiap industri, baik pabrik skala besar maupun pabrik skala kecil sangat
erat kaitannya dengan sistem utilitas tidak terkecuali dengan PT. Clariant. Sistem
utilitas merupakan suatu unit penunjang operasional pabrik, di luar unit proses dan
unit operasi, yang tugasnya menyediakan, mempersiapkan dan mendistribusikan
bahan-bahan penunjang operasional pabrik. Tugas utama dari sistem utilitas
adalah sebagai penyedia, pensuplai, dan pendistribusi dalam suatu proses industri
disetiap unit yang membutuhkannya. Air merupakan salah satu hal yang sangat
penting sebagai media penunjang suatu proses industri.
Sebagian industri ada yang membuat sistem utilitas sendiri untuk
kepentingan proses pada pabrik dan ada juga industri yang hanya mensuplai air
dari PDAM yang berada tidak jauh dari lokasi berdirinya pabrik atau dalam kata
lain tidak memiliki sistem utilitas sendiri. PT. Clariant merupakan salah satu
industri berskala kecil yang bahan baku sistem utilitasnya di dapat dari PDAM
yang berada disekitaran lokasi pabrik. Hal ini dikarenakan PT. Clariant
menganggap bahwa pensuplaian air melalui PDAM dianggap jauh lebih
menguntungkan dari pada bahan baku yang diolah sendiri dengan menggunakan
air laut. PT. Clariant juga mengadakan hubungan kerja sama menyangkut dengan
hal bahan baku sistem utilitas dengan PT. Krakatau Steel. Alasan dilakukannya

kerjasama itu karena PT. Krakatau Steel masih satu kawasan industri dengan PT.
Clariant sehingga tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dan harga energi
yang dibeli menjadi lebih murah.
Jenis cooling tower yang digunakan pada PT. Clariant adalah force draft.
Jenis cooling tower mempunyai letak fan berada dibagaian bawah cooling tower.
Prinsip kerjanya adalah udara dihembuskan ke menara oleh sebuah fan yang
terletak pada saluran udara masuk sehingga terjadi kontak langsung dengan air
yang jatuh. Kapasitas dari air yang masuk dan air yang dijadikan sebagai make-up
water di PT. Clariant ini tidak diketahui dengan pasti karena tidak setiap saat
dilakukan pengecekan terhadap kinerja cooling tower di industri ini. Akan tetapi,
make-up water dilakukan sebanyak satu kali dalam satu hari selama cooling tower
di PT. Clariant ini bekerja.
Temperatur yang bekerja pada cooling tower ini berada pada kisaran 800C.
Dimana dalam pengoprasiannya, cooling tower pada PT. Clariant ini juga
dilakukan chemical injection untuk mencegah timbulnya korosi yang diakibatkan
oleh pH yang terlalu asam, mencegah terbentuknya scaling, dan juga
dimaksudkan untuk menahan pertumbuhan semua jenis mikroorganisme yang
dapat mengganggu jalannya operasi dari cooling tower ini sendiri.
Waktu tinggal yang biasanya dibutuhkan untuk proses pembersihan
cooling tower pad PT. Clariant ini berkisar antara 16-20 jam. Rata-rata waktu
tinggal yang dibutuhkan adalah sekitar 12 jam dan paling cepat lebih kurang 8
jam dalam setiap satu kali proses pembersihan.
PT Clariant Indonesia Cilegon Plant mempunyai 1 buah Boiler yang
berbahan bakar gas alam. Bahan bakar gas ini disuplai dari pihak ketiga. Sebelum
menggunakan gas sebagai bahan bakar, sebelumnya PT.Clariant menggunakan
bahan bakar solar. Namun, mengingat harga bahan bakar solar yang semakin
tinggi dan ketersediaannya yang semakin sedikit, maka PT Clariant menggunakan
gas sebagai pengganti solar. Jumlah penggunaan bahan bakar gas yang di gunakan
tidak dapat di perkirakan karena bergantung dari kapasitas produksi pabrik yang
bergantung pada order dan stock pabrik.

PT Clariant Indonesia Cilegon Plant memenuhi kebutuhan listriknya


menggunakan sumber dari luar pabrik yaitu dari PT Krakatau Daya Listrik (KDL)
dan PLN. Secara garis besar, jaringan transmisi dan distribusi milik PT KDL
berupa jaringan listrik bawah tanah (underground). Bila hendak dibandingkan dari
segi kehandalan, jaringan listrik underground akan lebih mudah dioperasikan
daripada jaringan overhead (hantaran udara). Awalnya pembangkit PT KDL ini
dirancang untuk beroperasi secara mandiri (isolated system). Namun seiring
berjalannya waktu, pembangunan pabrik-pabrik baru di Kawasan Industri
Krakatau juga terus berkembang. Untuk mengantisipasi hal tersebut PLTU PT
KDL berinterkoneksi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). PT Clariant
Indonesia Cilegon Plant membeli listrik dari pihak luar dikarenakan luas tanah
yang dimiliki oleh PT. Clariant tidak begitu luas untuk meletakkan alat generator,
genset listrik dan lain-lain.
II.9. Proses Produksi dan Peralatan
II.9.1. Proses Produksi
PT. Clariant adalah salah satu perusahaan yang beralamat di Krakatau
Industrial Estate. Alamat lengkap dari PT Clariant ini yaitu Jl. Australia 1
Kawasan Industri Krakatau Steel Kav F-1, Cilegon. Clariant adalah perusahaan
yang bergerak di bidang industri kimia. Bisnis Clariant terorganisasi dalam lima
devisi produksi yaitu tekstil, kulit dan kertas kimia, pigmen dan adiktif, fungsional
kimia, ilmu kimia, dan biji plastik.
a. Penyedia bahan kimia
PT Clariant sebagai industri khusus yang akan menyediakan bahan kimia
khusus untuk dipasarkan ke industri kimia lain. Seperti zat kimia yang akan
digunakan pada shampoo ataupun sabun.
b. Sebagai penyedia zat warna plastik.
c. Penyedia pigmen warna, contohnya untuk pewarnaan cat.
Proses produksi untuk menghasilkan produk-produk tersebut dijalankan
dalam kondisi batch dengan keadaan temperatur yang rendah yaitu antara 600850C. Tekanan yang digunakan pada proses produksi di PT Clariant Cilegon ini

yaitu mendekati keadaan atmosfer sekitar 1,8 bar atau 1,8 kPa. Sistem operasi dari
proses batch tersebut yaitu berupa closed operation system. Dalam proses
produksi di PT Clariant, reaktor yang digunakan berjumlah empat buah reaktor
dengan total kapasitas sebesar 60 m3. Dalam menjamin terciptanya K3 pada
proses produksi bahan di perusahaan ini, semua alat industri yang digunakan oleh
PT Clariant ini telah dijamin tidak akan mengeluarkan percikan api selama proses
produksi berlangsung. Selain itu, proses kontrol produksi yang digunakan
dilakukan menggunakan DCS Automation Recipe System.
II.9.2. Peralatan utama
1) RATB (Reaktor Atmosferik Tangki Berpengaduk)
Reaksi dalam RATB berlangsung pada temperatur 70-90 0C dan tekanan 1
atnosfer. RATB yang digunakan berjumlah 4 unit yaitu : A200, A500, A700,
dan A900. Kapasitas masing-masing tangki adalah 60 m3.
Waktu tinggal rekasi 12 jam. Namun untuk produk tertentu membutuhkan
waktu tinggal sampai 20 jam. Reaksi berlangsung secara batch, dimana satu
reaksi berjalan sampai selesai kemudian produk akan dikeluarkan dari reaktor
untuk disimpan di storage. Setelah batch selesai, maka akan dilakukan
pencucian tangki dengan menggunakan air bertekanan 150 bar.
2) Isotank (Tangki monomer)
Tangki monomer merupakan tempat penyimpanan monomer sementara
sebelum digunakan untuk produksi. Tangki diletakkan dengan posisi yang
lebih rendah dari permukaan tanah untuk menjaga agar temperaturnya tidak
terpengaruh oleh keadaan cuaca.
3) Vessel pendukung reaktor.
Vessel ini berfungsi untuk melakukan preparasi bahan baku, misalnya
dilakukan pemanasan monomer terlebih dahulu. Proses conditioning pada
vessel ini berlangsung 3-4 jam.
4) Boiler
Boiler digunakan untuk menghasilkan steam. Steam ini akan dipakai untuk
menaikkan temperatur monomer yang bereaksi pada temperatur yang
melebihi temperatur ruangan.

Sumber air untuk boiler diperoleh dari kawasan industri tempat PT Clariant
berada.
5) Cooling Tower
Unit cooling tower yang digunakan berukuran kecil karena jumlah air
pendingin yang dibutuhkan juga sedikit. Unit yang digunakan adalah tipe
force draft.
6) Control room
Control room berfungsi untuk mengoperasikan unit reaktor dan vessel
pendukung reaktor secara otomatis. Selain itu, control room juga berfungsi
untuk mengamati dan mengendalikan kondisi operasi yang terjadi pada
reaktor.
7) Storage
Untuk penyimpanan produk akhir digunakan berbagai macam storage,
diantaranya tangki, barel, dan kontainer.Untuk mencegah overheat maka
storage juga dilengkapi dengan spray.
8) Warehouse
Warehouse digunakan untuk menyimpan produk jadi yang telah siap untuk
didistribusikan ke konsumen.
II.10.

Storage dan Alat Tranportasi

II.10.1.Storage Tank
Dalam setiap pabrik pasti memiliki tempat untuk menyimpan bahan baku
ataupun untuk hasil produk yang sudah jadi. Bahan baku yang di proses lebih
lanjut untuk menjadi water based polymer emulsion berupa vynil asetat monomer
(vinyl acetat, butyl acetate, methyl methacrylate, dan styrene) berwujud cair atau
liquid sehingga memerlukan storage khusus. PT. Clariant memiliki beberapa
macam tipe storage yakni iso tank, barel, drum dan container. Penyimpanan
produk yang sudah jadi ada yang di simpan berdasarkan permintaan dari
konsumen itu sendiri. Pada dasarnya digunakan dua jenis storage di PT. Clariant
yaitu Tank Farm dan Warehouse. Tank Farm digunakan untuk penyimpanan yang
membutuhkan skala besar, sedangkan warehouse digunakan sebagai storage raw
material yang berskala kecil.

Gambar 2.4 Tank Farm


II.10.2.Alat Transportasi
Dari segi transportasi pabrik ini hanya menggunakan 2 alat tarnsportasi
secara darat dan laut. Transportasi laut menggunakan kapal dan transportasi darat
menggunakan truk yang digunakan untuk sarana transportasi mengangkut bahan
baku (vinyl actate monomer) yang diambil dari China ke Cilegon yang akan
diolah menjadi beberapa produk di PT. Clariant. Selain itu, sarana transportasi laut
juga digunakan untuk mengirimkan produk yang sudah jadi dalam bentuk liquid
yang dimasukkan ke dalam drum yang telah diisolasi sedemikian rupa yang akan
di ekspor menggunakan kapal.

III. KESIMPULAN
1) PT. Clariant merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil, kulit
dan kertas kimia, pigmen dan adiktif, fungsional kimia, ilmu kimia, dan biji
plastik. Proses produksi untuk menghasilkan produk-produk tersebut
dijalankan dalam kondisi batch dengan keadaan temperatur yang rendah yaitu
antara 600-850C. Tekanan yang digunakan pada proses produksi di PT Clariant
Cilegon ini yaitu mendekati keadaan atmosfer sekitar 1,8 bar atau 1,8 kPa.
Sistem operasi dari proses batch tersebut yaitu berupa closed operation
system.
2) PT. Clariant memiliki beberapa peralatan utama untuk memproduksi
produknya yakni RATB (Reaktor Atmosferik Tangki Berpengaduk), isotank
(Tangki monomer), vessel pendukung reaktor, boiler, cooling tower, control
room, storage dan warehouse.
3) Bahan baku utama yang digunakan di PT. Clariant Indonesia berupa monomer
dengan menghasilkan produk-produk yang berguna dibidang industrial and
customer specialities, master batches, pigmen, textile chemical, oil and
mining service, leather services, additive, detergent and intermediates,
elmutions, paper specialities, dan catalyst and energy.