Anda di halaman 1dari 5

1.

Latar Belakang
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian
tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam
media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah
tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan
bergenerasi menjadi tanaman lengkap (Tribowo, 2008).
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman,
khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang
dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai
sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar
sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit
dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin,
kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional
(Zulkarnain, 2009).
Teknik kultur jaringan (kultur in vitro) mensyaratkan kondisi steril baik ruang,
peralatan, bahan maupun seluruh rangkaian kerjanya. Hal ini disebabkan karena
pertumbuhan eksplan didalam kultur harus selalu dalam kondisi aseptis. Untuk itu semua
tahapan pelaksanaan teknik kultur in vitro harus dilaksanakan didalam laboratorium dan
harus ditunjang oleh organisasi serta perlengkapan laboratorium yang memadai serta tata
cara kerja yang teliti dari si peneliti. Laboratorium sebaiknya mempunyai pembagian
ruangan yang diatur sedemikian rupa sehingga tiap kegiatan terpisah satu dengan yang
lainnya, tetapi masih dapat saling berhubungan dan mudah dicapai.
Alat-alat yang digunakan dalam kultur jaringan tumbuhan harus steril. Maka dari
itu dalam laboratorium bioteknologi terdapat ruangan- ruangan khusus yaitu ruang
masak, ruang persiapan, ruang transfer/tanam, ruang inkubasi/kultur.
Maka berdasarkan hal tersebut di atas, perlu di lakukan pengenalan ruang dan alatalat dalam praktikum kultur jaringan tumbuhan. Hal ini di harapkan dapat membantu
jalannya praktikum kultur jaringan tumbuhan selanjutnya.
2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada pelaksanaan praktikum ini yaitu untuk memahami
ruang-ruang dan alat laboratorium kultur jaringan tumbuhan.
3. Alat dan bahan
a. Laboratorium kultur jaringan tumbuhan
b. Botol kultur dan penutupnya
c. Rak botol kultur
d. Kompor gas
e. Tabung gas

f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.

Timbangan
Shaker
Kulkas
Almari bahan
Rak botol kultur
Karet
Pinset
Scalpel
Autoclave
Sprayer
Laminar Air Flow (LAF)
Bentuke aneh, durung ngerti jengene
Bunsen

Bahan
a. Alkohol 70% dan 96%
b. Spirtus
c. Fungsida sistemik (misalnya merk benlate, previcur N, derosal 500 EC)
d. Bakterisida sistemik (misalnya streptomycine)
e. Deterjen
f. Larutan pemutih pakaian
g. HgCl2
h. Tween-20
i. Akuades steril
4. Cara Kerja
1. Praktikan mengikuti asisten masuk dalam ruangan.
2. Asisten menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam kultur jaringan
3. Praktikan mencatat nama alat dan fungsi masing-masing alat tersebut.
4. Memindahkan catatan tersebut pada buku penuntun.
5. Mendokumentasikan alat-alat yang ada di Laboratorium kultur jaringan tumbuhan

5. Hasil dan Pembahasan


N

Nama Ruang

O
1

Ruang Masak

Ruang Persiapan

Fungsi

Karakteristik

Alat

yang

ada

di

ruangan
dalamnya
Untuk
Suhu ruangan, 1. Botol kultur
2. Rak botol kultur
mensterilisasi alat ruangan
dan tutupnya
kultur
jaringan tertutup, steril.
3. Kompor gas
dengan
4. Tabung gas
5. Autoclave
menggunakan
autoclave
Ruangan

ini Suhu ruangan, 1.Shaker


2.Timbangan
dipergunakan
ruangan tidak
3.Kulkas
sebagai
tempat lembab,
4.Almari bahan

untuk

tertutup, steril.

mempersiapkan
eksplan, medium
3

Ruang
Steril/transfer

dan alat-alat.
Ruang
transfer Suhu ruangan, 1.Laminar air flow
2.Lampu Bunsen
merupakan
tidak lembab,
3.Scalpel
ruangan dimana tertutup, steril 4.Pinset
5.Karet
semua kegiatan
6.Sprayer
aseptis dimulai.
7.Belum tahu namanya
Kegiatan

yang

dilakukan
meliputi

sterilisasi, isolasi
bagian-bagian
tanaman

dan

penanaman
eksplan
4

Ruang Inkubasi

dalam

medium.
Ruangan

ini Suhu

dipergunakan

sesuai 1.Rak-rak

dengan

kultur

3-4

tingkat

dengan

untuk memelihara kebutuhan

lampu

fluorescent,

eksplan

jarak tiap tingkat 40

yang (AC),

telah

ditanam Intensitas

pada

medium cahaya

secara aseptis.

- 50 cm.
yang

baik

dari

lampu
fluorescent
adalah
100-400

antara
foot

candel (10004000
Tertutup,
Steril.

lux).

Laboratorium yang baik untuk pekerjaan teknik kultur jaringan harus memenuhi
kriteria aman, bersih, memiliki organisasi dan penataan ruang yang sesuai. Kondisi
bagian dalam laboratorium mutlak harus bersih, mulai dari lantai, dinding, meja, alat-alat
yang digunakan, maupun udara diruangan laboratorium tersebut. Harus diusahakan
semaksimal mungkin bebas dari debu, karena debu adalah sumber kontaminan yang
paling potensial. Oleh karena itu laboratorium kultur jaringan harus tertutup rapat tanpa
ada ventilasi. Jendela-jendela dibuat permanen dari kaca (tidak bisa dibuka). Didalam
ruangan diberi pengatur udara (AC) untuk mempertahankan suhunya konstan (25-28)C.
Lantai laboratorium juga harus dibersihkan secara rutin dengan antiseptik, meja dan
dinding juga harus dibersihkan dengan larutan antiseptik. Ruangan didalam laboratorium
harus dijaga tetap bersih dan bebas dari debu, hewan kecil dan insek. Praktikan yang
akan masuk laboratorium harus melepas sepatunya dan harus mengenakan jas praktikum.
Kebersihan laboratorium secara umum sangat menentukan keberhasilan kerja kultur
jaringan.
Pelaksanaan kerja kultur jaringan tumbuhan memiliki tahapan-tahapan dan urutan
kerja yang khusus. Tahapan-tahapan kerja didalam laboratorium kultur jaringan dibagi
dalam 4 kelompok yaitu: persiapan, inokulasi,pemeliharaan, dan aklimatisasi. Masingmasing tahapan pekerjaan tersebut harus terpisah satu dengan lainnya dan dengan
menggunakan peralatan tersendiri.
Didalam ruang masak Ruangan ini dipergunakan sebagai tempat untuk sterilisasi
alat-alat kultur jaringan tumbuhan. Sesuai dengan fungsinya, fasilitas yang dibutuhkan
didalam ruangan ini adalah Botol kultur Rak botol kultur dan tutupnya, Kompor gas.
Tabung gas, Autoclave.
Ruang persiapan, Ruangan ini dipergunakan sebagai tempat untuk mempersiapkan
eksplan, medium dan alat-alat. Ruang persiapan biasanya

dipergunakan untuk

menyimpan medium dan alat-alat yang sudali steril, untuk menyimpan alat-alat
gelas,bahan-bahan kimia dan pembuatan medium (ruang timbang). Persiapan eksplan
yang dilakukan meliputi pencucian, pemotongan/pembuangan bagianbagian tanaman
yang tidak dipergunakan serta perlakuan awal untuk mengurangi kontaminan yang ada
dipermukaan tanaman. Persiapan medium meliputi penimbangan bahan kimia medium,
pengenceran medium, penuangan kedalam wadah kultur dan sterilisasi. Sesuai dengan
fungsinya, fasilitas yang dibutuhkan didalam ruangan ini adalah Shaker, Timbangan,
Kulkas dam Almari bahan.
Ruang steril atau ruang tanam merupakan ruangan dimana semua kegiatan aseptis
dimulai. Kegiatan yang dilakukan meliputi : sterilisasi, isolasi bagian-bagian tanaman

dan penanaman eksplan dalam medium. Kegiatan subkultur, sterilisasi medium dengan
ultrafiltrasi juga dilakukan diruangan ini. Ruangan ini mutlak harus steril, sehingga
sedapat mungkin bebas dari debu dan hewan kecil. Ruang transfer harus terisolir
sedemikian rupa tetapi masih dapat berhubungan dengan ruang persiapan dan ruang
inkubasi. Pintu penghubung harus selalu dalam keadaan tertutup. Sesuai dengan
fungsinya, fasilitas yang

dibutuhkan didalam ruangan ini adalah Laminar air flow,

Lampu Bunsen, Scalpel, Pinset, Karet, Sprayer, Belum tahu namanya.


Ruang inkubasi atau ruang kultur Ruang kultur merupakan ruang besar dengar
kemungkinan perluasan bila diperlukan. Kebersihannya harus diperhatikan dan sedapat
mungkn dihindari

terlalu banyak keluar masuknya orang-orang yang tidak

berkepentingan. Ruangan ini dipergunakan untuk memelihara eksplan yang telah


ditanam pada medium secara aseptis.
Botol-botol kultur diatur dengan menempatkannya pada rak-rak terbuka yang
bertingkat (3-4 tingkat) dengan lampu fluorescent, jarak tiap tingkat 40-50 cm. Jarak
antara rak harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan lalulintas pemeriksa
kultur. Didalam ruang kultur, lingkungan fisik diatur sedemikian rupa sehingga
mendukung pertumbuhan yang optimal, untuk itu perlu ada pengaturan terhadap suhu
dan cahaya. Unsur-unsur dan cahaya yang perlu diperhatikan adalah kualitas, lama
penyinaran dan intensitas cahaya.
6. Kesimpulan
Laboratorium kultur jaringan tumbuhan terdapat beberapa ruangan yaitu ruang
masak untuk sterilisasi alat-alat, ruang persiapan tempat untuk mempersiapkan eksplan,
medium dan alat-alat, ruang steril/tanam merupakan ruangan dimana semua kegiatan
aseptis dimulai, dan ruang inkubasi untuk memelihara eksplan yang telah ditanam pada
medium secara aseptis.
7. Daftar Pustaka