Anda di halaman 1dari 6

A.

Kewajiban Negara
ketidakmampuan ( unablity), walaupun Negara Aplikasi dari apa itu hak asasi
manusia kita (Indonesia) memiliki instrumen hokum terhadap praktek diskriminasi
berdasarkan hak asasi manusia terlengkap di dunia. Pengejawantahan apa itu sumber
daya (Heribertus Jaka Triyana, 2006) merupakan suatu pendekatan operasional
Konsep Hak Asasi Manusia (HAM) penuh kehampaan tanpa makna jika kita mencakup
tiga elemen utama bagi eksistensi.
manusia baik sebagai mahkluk individu dan manusia. Tanggung jawab yang
demikian mahkluk sosial yaitu integritas manusia tidak dapat dikurangi dengan alasanalasan ( human integrity), kebebasan ( freedom) dan politik, ekonomi, maupun budaya.
(Heribertus kesamaan ( equality). Pemahaman atas Jaka Triyana, 2006) pengertian ini
menjadi jelas ketika pengakuan Alasan-alasan politik, ekonomi, social atas hak tersebut
diberikan dan dipandang budaya dan lain sebagainya terkadang sebagai proses
humanisasi manusia oleh pihak merupakan penghalusan praktek-praktek lain dalam
konteks vertikal (individu dengan diskriminasi terhadap pendidikan dengan negara) dan
horisontal (antar individu) baik mengunakan terminologi penghalusan bahasa secara de
facto maupun de jure. ( Harry yang pada akhirnya memicu perdebatan. Purwanto, 2000;
12) Diskriminasi terhadap hak untuk memperoleh Dengan demikian, pengertian dan
pendidikan berdasarkan kemampuan Negara pemahaman akan arti HAM dalam artian
untuk memenuhi yang terjadi dengan substansi maupun dalam pengertain legal
penghalusan bahasa kadang dilakukan dengan harus dikembalikan pada konsep dasar
kenapa melalukan kampanye HAM dan menjadi HAM itu ada.
HAM itu ada dan muncul semacam slogan-slogan provokatif yang karena hakhak asasi tersebut sifatnya sangat sengaja dihembuskan oleh para pecinta dan
mendasar atau asasi (fundamental) dalam para lawannya. Masalah HAM dalam bidang
pengertian bahwa pelaksanaannya mutlak pendidikan ini kadang tampak pula tidak
diperlukan agar manusia dapat berkembang hanya menjadi sekadar masalah hak

dalam sesuai dengan bakat, cita-cita, serta pengertiannya yang murni saja, melainkan
martabatnya sebagai manusia tanpa telah menjadi alat politik yang digunakan oleh
memandang perbedaan-perbedaan yang pihak tertentu untuk menekan, memojokkan
menyebabkan diskriminasi berdasarkan atau mengalahkan pihak yang lain. bangsa,
ras, agama dan jenis kelamin.
Prinsip- Dalam kaitan antara peran serta prinsip pemahaman HAM harus
dijadikan kewajiban negara dalam pemenuhan hak asasi pijakan utama sehingga
pengertian dan manusia, negara harus menjalankan kewajiban pemahaman HAM dari
segi substantif menjadi dengan langkah-langkah positif berdasarkan aplikatif. Prinsipprinsip tersebut adalah pada asas pencapaian hasil ( obligation of aplikasi dari konsep
the indivisibility dan the result) dan asas pelaksanaan dari instrumen-interdependence
dari nilai-nilai HAM itu instrument hokum hak asasi manusia sendiri. (Harry Purwanto,
2000; 8) internasional yang telah diratifikasi ( obligation Fungsi Negara sebagai of
conduct) seperti Konvensi Hak Anak tahun penanggungjawab bagi pelaksanaan 1989
atau the Convention of the Rights of perlindungan HAM, masih perlu disepakati Child
(CRC) dengan Keppres Nomor 36 tahun bersama tentang bagaimana mengefektifkan
1990. (Harry Purwanto, 2000; 24) peran negara dalam melindungi, memajukan, Pada
intinya asas pencapaian hasil memenuhi dan menghormati hak asasi ( obligation of
result) dan asas pelaksanaan manusia.
Dalam kenyataan sehari-hari, Negara Konvensi ( obligation of conduct)
mewajibkan sering melakukan pelanggaran melalui dalam pemenuhan hak berdasarkan
pada asas aparatnya yang menyelewengkan kekuasaan ketersediaan ( availibility),
kesempatan yang dimilikinya. Adanya berbagai kasus atas memperoleh ( accessability),
asas penerimaan pelanggaran hak asasi manusia serta adanya ( acceptability) dan
asas penyesuaian berbagai perbaikan kondisi dan kebijakan bagi ( adaptability)
berdasarkan kondisi Negara pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia
senyatanya.
Dengan demikian,

negara wajib bertumpu pada tanggung jawab negara.

melaksanakan

kewajiban

internasional

dalam

Bahkan

sudah

diterima

dalam

masyarakat pemenuhan hak-hak anak secara maksimal internasional bahwa negara


memikul tanggung berdasarkan sumber daya yang ada. Jawab utama dalam
memajukan

dan

Ketidakadaan

sumber

daya

atau

kekurangan

memberikan

perlindungan atas hak asasi sumber daya bukanlah merupakan alasan Risalah Hukum
Fakultas Hukum Unmul untuk tidak malaksanakannya. Pelaksanaan pretasikan
kepentingan terbaik bagi anak. asas pelaksanaan Konvensi ( obligation of Walaupun
terjadi pergeseran dan conduct) mewajibkan negara untuk membuat pertentangan
dalam konteks apa yang rencana aksi atau program-program tertentu seharusnya
terjadi ( das sollen) dan apa yang bagi pemenuhan hak asasi manusia benar-benar
terjadi ( das sein) terhadap berdasarkan aplikasi prinsip efektivitas di pemahaman
substansi hak-hak anak sebagai wilayahnya dan atau didalam yurisdiksinya. Bagian
HAM, asumsi-asumsi pembenar (Heribertus Jaka Triyana, 2006) menjadi dasar
eksistensi dari hak-hak anak secara haiki. Asumsi-asumsi pembenar.

B. Hak Atas Pendidikan Sebagai Bagian dari Hak Asasi Manusia


1. Anak-anak merupakan aset (obyek) dari Pengertian hak anak atas pendidikan
komunitas sosial sehingga investasi dalamseharusnya dikembalikan pada
pengertian dan bentuk perlindungan, pengakuan dan pemahaman dasar tentang
apa itu hak asasi pemajuan akan hak-haknya akan kembali manusia itu sendiri.
Hillary Rodham pada penguatan struktur produktivitas dan menyatakan bahwa
konsep dasar dari substansi integrasi sosial dimasa yang akan datang; hak-hak
anak sebagai HAM merupakan suatu.

2.

Konsep hutang budi yang menyatakan slogan dalam proses pencapaian suatu
bahwa umat manusia berhutang pada penegertian dan pemahaman hakiki dari

hak- anak-anak terhadap semua yang terbaik hak anak itu sendiri. yang
dimilikinya untuk berlanjutnya Sebagai suatu proses, pengertian dan keadaban
manusia. (Hasil Temu Kosultasi pemahaman hak-hak asasi anak sebagai bagian
Diseminasi Aksi Nasional HAM Bidang dari HAM mengalami perubahan
substantive Pendidikan, Surabaya, 1-3 Juni 2006) berdasarkan evolusi dan
revolusi waktu dari

Asumsi-asumsi pembenar tersebut di konsep perlindungan ( protection) ke otonomi


atas pada akhirnya memberikan ( outonomy), dari konsep ketidakmatangan
konseptualisasi hak atas pendidikan dalam mental dan fisik ( nurturance) menjadi
ketentuan normatif internasional yaitu pada kematangan pribadi dalam penentuan sikap
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan nasibnya sendiri ( self determination),
serta Kovenan Hak Sipil dan Politik 1966, Kovenan dari konsep kesejahteraan
( welfare) ke Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya 1966 serta keadilan( justice).
Perubahan ini sangat pada Konvensi Hak Anak 1989. Van Beuren menentukan corak
pengakuan, pemenuhan, berargumentasi bahwa keempat peraturan perlindungan serta
penegakan hukum dari hak- normatif tersebut mengambil pendekatan hak anak di
setiap negara, demikian juga yang umum bahwa hak atas pendidikan merupakan terjadi
di Indonesia yang masih mengambil hak asasi manusia yang fundamental yang jalan
tengah diantara perubahan-perubahan eksistensinya tidak dapat dikurangi dalam
tersebut. keadaan apapun ( non derogable right). Perubahan orientasi substantive
Pendekatan umum ini didasarkan arti tersebut memiliki implikasi terhadap penting
pendidikan serta Pada konsep pertanyaan-pertanyaan teknis operasional pendidikan itu
sendiri. Novak menyatakan untuk pemenuhan hak atas pendidikan bahwa pendidikan
merupakan sarana dasar terhadap anak yang dilakukan oleh negara.

Bagi pengembangan manusia untuk Pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti: apa

mengembangkan diri serta personalitasnya. yang harus kita, (orang dewasa) dan
negara, Selanjutnya, Deklarasi tentang Hak atas lakukan jika anak-anak memiliki hak
asasi, Pembangunan menegaskan kembali bahwa apakah hak-hak anak itu penting jika
pendidikan merupakan prasyarat bagi kenyataannya anak-anak tidak bias terciptanya
pembangunan ekonomi, sosial, melaksanakan hak-hak asasinya, siapakah budaya dan
politik dalam usaha peningkatan anak itu sendiri dan bagaimana peran dan taraf hidup
manusia dalam proses posisi orang tua dan negara menginter- pembangunan
berdasarkan peran aktif serta Vol. 3, No. 1.
Dengan lebih tegas, Komite Hak sumber daya nasional dan internasional ketika
Ekonomi, Sosial dan Budaya menekankan arti Negara tersebut menentukan strategi

penting

hak

atas

pendidikan

sebagai

kendaraan

kebijaksanaan

pembangunannya dalam upaya utama untuk mengangkat dan memberdayakan


pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia anak-anak dari kemiskinan, sarana
untuk terutama hak ekonomi, sosial dan budaya. berpartisipasi secara aktif dan total
dalam Komite Hak Ekonomi, Sosial dan pembangunan komunitas sosialnya dan
Budaya, yang memiliki tugas untuk sebagai jalan ampuh menuju keadaban memonitor
dan mengawasi pelaksanaan manusia itu sendiri. Sejalan dengan pengertian Kovenan
memberikan interpretasi yang lebih HAM, pendidikan merupakan syarat bagi spesifik
dengan menyatakan bahwa pengakuan, pelaksanaan, pemenuhan, kewajiban tersebut
adalah kewajiban untuk perlindungan serta pemajuan dari HAM itu bergerak sesuai
dengan tujuan Kovenan secara sendiri. Disamping itu, Deklarasi Universal efektif dan
teranggarkan. HAM serta Konvensi Hak Anak menegaskan
kewajiban-kewajiban Negara kembali akan arti penting dari substansi menjawab
seluruhnya secara benar dengan pendidikan itu sendiri yaitu pendidikan lugas dan
mudah diterima terhadap aplikasi membantu anak untuk mengenali dirinya kewajiban
pencapaian hasil (obligations of sendiri, bakat serta kemampuannya dalam result)
menjadi kewajiban melaksanakan interaksi sosial dimana mereka berada. kemauan
dalam Konvensi (obligation of Dengan demikian dapat disimpulkan conduct) ketika
Undang-Undang Dasar 1945 dari pendekatan substansi bahwa hak anak atas

Amandemen mengamanatkan Negara pendidikan merupakan hak asasi manusia yang


memprioritaskan anggaran pendidikan fundamental sehingga keberadaanya tidak
sekurang-kurangya 20% dari anggaran dapat dikurangi dalam keadaan apapun
pendapatan dan belanja negara serta dari berdasarkan manfaat dan arti penting
anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk pendidikan bagi anak dalam
korelasinya memenuhi kebutuhan penyelenggaran sebagai mahkluk individu dan sosial.
pendidikan nasional. Disini terlihat jelas bahwa Majelis berusaha mendalilkan.
C. Indikator Sumber Daya Maksimal keputusannya berdasarkan aspek
kemanfaatan Yang Tersedia
ketika berbenturan dengan pertanyaan hokum Jika dilihat dan diperhatikan, frase
berapa sumber daya finansial maksimal untuk sumber daya maksimal yang tersedia
anggaran pendidikan yang jelas terdapat terdapat dua adjektif yang menerangkan satu
dalam ketentuan UUD 1945 terhadap sekian kata benda. Interpretasi literal
(gramatikal) jumlah sumber daya finansial yang potensial sangatlah sulit untuk
menentukan apa digunakan yang jelas terdapat dalam UU sebenarnya maksud frase
tersebut. Robertson APBN 2004. menyatakan bahwa kata maksimal berarti aspek
kemanfaatan inilah yang suatu idealisme yang merupakan slogan retoris menjadi
indikator terhadap kewajiban Negara hak asasi manusia; sedangkan kata yang
terhadap pemenuhan hak ekonomi, sosial dan tersedia berarti mengacu pada
kenyataan
budaya berdasarkan kewajiban berdasarkan yang sangat tergantung

pada kondisi

alokasi pemanfaatan sumber daya maksimal senyatanya dari suatu negara. Sumber
daya yang tersedia. dalam hal ini dapat diartikan sebagai sumber daya finansial,
natural, manusia, teknologi .