Anda di halaman 1dari 17

10

BAB II
PROPOSAL PENELITIAN
2.1

Profil Perusahaan
Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan
terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di
Indonesia.
Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand
ternama yang disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove,
Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band,
Royco, Bango, dan lain-lain.
Selama ini, tujuan perusahaan kami tetap sama, dimana kami bekerja
untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari; membuat
pelanggan merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati
kehidupan melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk mereka
maupun orang lain; menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan
kecil setiap harinya yang bila digabungkan akan membuat perubahan besar
bagi dunia; dan senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang
memungkinkan kami untuk tumbuh sekaligus mengurangi dampak
lingkungan.
Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada
tahun 1981 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Pada
akhir tahun 2011, saham perseroan menempati peringkat keenam
kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Perseroan memiliki dua anak perusahaan : PT Anugrah Lever (dalam
likuidasi), kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah
perusahaan patungan untuk pemasaran kecap) yang telah konsolidasi dan PT

11

Technopia Lever, kepemilikan Perseroan sebesar 51%, bergerak di bidang


distribusi ekspor, dan impor produk dengan merek Domestos Nomos.
Bagi Unilever, sumber daya manusia adalah pusat dari seluruh
aktivitas perseroan. Kami memberikan prioritas pada mereka dalam
pengembangan profesionalisme, keseimbangan kehidupan, dan kemampuan
mereka untuk berkontribusi pada perusahaan. Terdapat lebih dari 6000
karyawan tersebar di seluruh nutrisi.
Perseroan mengelola dan mengembangkan bisnis perseroan secara
bertanggung jawab dan berkesinambungan. Nilai-nilai dan standar yang
Perseroan terapkan terangkum dalam Prinsip Bisnis Kami. Perseroan juga
membagi standar dan nilai-nilai tersebut dengan mitra usaha termasuk para
pemasok dan distributor kami.
Perseroan memiliki enam pabrik di Kawasan Industri Jababeka,
Cikarang, Bekasi, dan dua pabrik di Kawasan Industri Rungkut, Surabaya,
Jawa Timur, dengan kantor pusat di Jakarta. Produk-produk Perseroan
berjumlah sekitar 43 brand utama dan 1,000 SKU, dipasarkan melalui
jaringan yang melibatkan sekitar 500 distributor independen yang
menjangkau ratusan ribu toko yang tersebar di seluruh Indoneisa. Produkproduk tersebut didistribusikan melalui pusat distribusi milik sendiri,
gudang tambahan, depot dan fasilitas distribusi lainnya.
Sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial, Unilever
Indonesia menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR)
yang luas. Keempat pilar program kami adalah Lingkungan, Nutrisi,
Higiene dan Pertanian Berkelanjutan. Program CSR termasuk antara lain
kampanye Cuci Tangan dnegan Sabun (Lifebuoy), program Edukasi
kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent), program Pelestarian Makanan
Tradisional (Bango) serta program Memerangi Kelaparan untuk membantu
anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue Band).

12

2.1.1

Sejarah kami
Misi korporasi Unilever adalah untuk meningkatkan
vitalitas hidup. Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan benarbenar memahami pelanggan abad 21 dan kehidupan mereka.

2.1.2

Maju bersama Unilever Indonesia selama lebih dari tujuh


puluh tahun
PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5
Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No.
33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia.
Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie
dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di
Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22
Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada
tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.
Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini
Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi
PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh
notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama
perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini
disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C21.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan
di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan
dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.

13

Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24


Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham,
dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham
menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris
dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H.
tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C17533 HT.01.04-TH.2003.
Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun,
deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari
susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk
kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan
Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam
akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H.
tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai
distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta
ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu
Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C18482HT.01.04-TH.2000.

Perusahaan

memulai

operasi

komersialnya pada tahun 1933.


2.1.3

Perluasan Unilever Indonesia


Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan
perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan
perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak
di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan
kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango,

14

Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi


perusahaan kepada PT Al.
Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan
perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan
perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di
bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan
menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7
November

2003, Texchem Resources

Berhad mengadakan

perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd,


yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat
untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia
Singapore Pte. Ltd.
Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8
Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang
saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia
(PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait).
Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual
beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings
Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004,
perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut
dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda
pengelompokan

saham

(pooling

of

interest).

Perusahaan

merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah


penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum
yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No.
740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever)
telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya

15

Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan


pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan
merek Buavita dan Gogo dari Ultra ke Unilever. Perjanjian
telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan
transaksi pada bulan Januari 2008.
2.1.4

Kronologi
1920-30

Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers

1933

Pabrik sabun Zeepfabrieken NV Lever Angke, Jakarta

1936

Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV


Angke, Jakarta

1941

Pabrik komestik Colibri NV, Surabaya

1942-46

Kendali oleh unilever dihentikan (Perang Dunia II)

1965-66

Di bawah kendali pemerintah

1967

Kendali usaha kembali ke Unilever

2.1.4.1 berdasarkan undang-undang penanaman modal asing


1981
1982

Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta


Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut,

Surabaya
1988

Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke

Pabrik Rungkut, Surabaya


1990

Terjun di bisnis teh

16

1992
1995

Membuka pabrik es krim


Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di

Cikarang, Bekasi
1996-98

Penggabungan instalasi produksi Cikarang,

Rungkut
1999

Deterjen Cair NSD Cikarang

2000

Terjun ke bisnis kecap

2001

Membuka pabrik teh Cikarang

2002

Membuka pusat distribusi sentral Jakarta

2003

Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar

2004

Terjun ke bisnis makanan ringan

2005

Membuka pabrik sampo cair Cikarang

2008

Terjun ke bisnis minuman sari buah

2010

Perusahaan memasuki bisnis pemurnian air dengan

meluncurkan Pureit
2011

Perusahaan mendirikan pabrik sabun mandi Dove di

Surabaya, sekaligus memperluas pabrik es krim Walls dan


Skin Care di Cikarang
2.1.5

Modal Awal Pemegang Saham


Unilever Indonesia go public dan tercatat di Bursa Efek Indonesia
sejak 11 Januari 1982.

Jumlah saham yang diterbitkan sebanyak

17

7.630.000.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10,-. Per akhir
2012, Unilever Indonesia menempati urutan ke tujuh terbesar untuk
kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia.
Tanggal
11 Januari 1982
15 Desember 1989
22 September 1933
2 Januari 1998
6 November 2000
3 September 2003

Tindakan Korporasi
Penawaran Umum
Saham
Bonus
(Kapitalisasi

Jumlah Saham
9,200,000
dari

selisih penilaian kembali aset tetap)


Saham bonus (kapitalisasi dari agio

1,533,334

717,891
saham)
Saham Pendiri
64,848,775
Pemecahan saham (nilai nominal Rp
686,700,000
1.000 menjadi Rp 100)
Pemecahan saham (nilai nominal Rp
6,867,000,000
1.000 menjadi Rp 10)

Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia:


Pemegang Sahm
Unilever Indonesia Holding B.V. memiliki 6,484,877,500 saham atau setara 85%
dari total jumlah saham UNVR. Publik memiliki 1,145,122,500 saham (15%).

2.2 Bagian Utama


2.2.1 Judul Penelitian Skripsi
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK
TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DETERGEN RINSO
2.2.2

Latar Belakang Masalah

18

Ketika konsumen memutuskan untuk membeli suatu


produk sebenarnya mereka memiliki alasan-alasan tertentu dalam
memilih sebuah produk, misalnya merasa puas dengan kualitas dan
pelayanan yang ditawarkan produk tersebut. Ada pula konsumen
yang membeli barang berdasarkan kebutuhan akan suatu barang
dan tidak sedikit konsumen yang membeli suatu produk secara
spontanitas, maksudnya konsumen membeli produk tersebut tanpa
ada rencana untuk membeli sebelumnya atau tanpa adanya
pertimbangan-pertimbangan khusus ketika memutuskan untuk
membeli.
Menurut Peter dan Olson (2000:162) keputusan pembelian
adalah

proses

pengintegrasian

yang

mengkombinasikan

pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif


dan memilih salah satu diantaranya. Jika konsumen tidak memiliki
pengalaman dengan suatu produk, mereka cenderung untuk
mempercayai merek yang disukai atau yang terkenal (Schiffman
dan Kanuk 2008:173).
Alasan

inilah

yang

mendorong

perusahaan

untuk

memperkuat posisi mereknya agar tercipta brand image yang


positif dan menancap kuat di benak konsumen karena melalui
brand image (citra merek), konsumen mampu mengenali sebuah
produk, mengevaluasi kualitas, mengurangi resiko pembelian, dan
memperoleh pengalaman dan kepuasan dari diferensiasi produk
tertentu (Lin dkk, 2007:122).
Brand image adalah persepsi tentang merek yang
merupakan refleksi memori konsumen akan asosiasinya pada
merek tersebut (Ferrinadewi, 2008:165). Komponen dari brand
image menurut Biel (1992) dalam jurnal Xian, dkk (2011:1876)
terdiri dari citra perusahaan, citra pemakai dan citra produk. Citra

19

perusahaan merupakan gambaran perusahaan di mata konsumen


berdasarkan pengetahuan, tanggapan serta pengalaman konsumen
terhadap perusahaan yang bersangkutan. Citra pemakai merupakan
sekumpulan karakteristik dari konsumen yang dihubungkan dengan
ciri khas dari konsumen suatu merek. Sedangkan citra produk
merupakan gambaran produk di mata konsumen berdasarkan
pengetahuan, tanggapan serta pengalaman konsumen terhadap
produk yang bersangkutan. Ketiga komponen ini merupakan faktor
penting yang membentuk suatu citra dari sebuah merek.
Rinso merupakan salah satu sabun deterjen yang memiliki
brand imageyang kuat. Hal ini dibuktikan Rinsomasih bisa
bersaing dengan merek merek yang lain yang ada di pasaran
Indonesia.
kondisi persaingan pasar yang semakin ketat mendorong
Rinsountuk secara terus menerus memperkuat citra mereknya agar
dapat meraih posisi tertinggi di hati konsumen. Berbagai macam
strategi pemasaran telah dilakukan oleh Rinsoguna memperkuat
citra mereknya di benak konsumen, seperti terus-menerus
menciptakan

strategi-strategi

dan

ide-ide

yang

inovatif,

menciptakan varian varian keharuman yang baru dengan tujuan


agar dapat lebih dekat dengan konsumen, diharapkan mampu
memperkuat citra positif Rinso. Serta di harapkan Rinso sebagai
deterjen yang paling disukai di Indonesia dan pada akhirnya
diharapkan citra merek ini dapat mempengaruhi konsumen dalam
memutuskan keputusan pembelian.

2.2.3

Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah :

20

a. Bagaimana

pengaruh

merk

sabun

terhadap

kepuasan

masyarakat.
b. Bagaimana pengaruh harga sabun terhadap daya beli
pelanggan.
c. Bagaimana

pengaruh

kualitas

produk

sabun

terhadap

persaingan produk.
d. Apakah pembelian discon dapat pempengaruhi daya beli
masyarakat.
2.2.4

Batasan Masalah
Dalam makalah ini kami membuat batasan masalah, yaitu:

Dalam penelitian kami hanya memakai sabun deterjen Rinso


sebagai opjek penelitian.

2.2.5

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah, membantu
konsumen dalam membandingkan sabun deterjen Rinso dengan
seterjen merk lain.

2.2.6

Manfaat Pustaka
a. Bagi Penulis

Untuk menguji kemampuan dalam menerapkan ilmu yang

diperoleh selama belajar.


Agar
penulis
mengetahui

tentang

masalah

dan

penyelesaiannya dalam suatu perusahaan


b. Bagi Akademik
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi instansi
sebagai bahan informasi, bahan pembanding, dan sebagai kerangka
acuan dalam memahami persoalan yang sama. Hasil ini diharapkan
dapat dipakai sebagai bahan evaluasi.
2.2.7

Tinjauan Pustaka
2.2.7.1 Hasil Penelitian Terdahulu

21

Dikarenakan ini merupakan penelitian pertama jadi


tidak ada penelitian terdahulu dalam pembuatan laporan
penelitian ini.
2.2.7.2 Landasan Teori
2.2.7.3 Model Empiris / Kerangka Teoritis
2.2.7.3.1

Bukti Empiris Hipotesis Teknik Analisis Data


Data yang dikumpulkan dalam penelitia
ini

akan dianalisis dengan

menggunakan

metode:
2.2.7.3.2

Uji Normalitas
Uji normalitas dilakuka untuk melihat
apakah dalam model regresi variabel terikat dan
variabel bebas keduanya mempunyai distribusi
normal ataukah tidak. Model regresi yang baik
adalah model regresi yang berdistribusi normal.
Analisis data mensyaratkan data berdistribusi
normal untuk

menghindari

bias

dalam

analisis data. Data outlier (tidak normal)


harus dibuang
dalam

karena

interpretasi

menimbulkan

dan

bias

mempengaruhi data

lainnya.
2.2.7.3.3

Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi

merupakan

angka sejauh mana kesesuaian

persamaan

regresi tersebut dengan


determinasi juga

data.

menunjukkan

variabel

dependen

yang

variabel

independen.

Koefisien
proporsi

dijelaskan
Semakin

oleh
besar

22

Koefisien

determinasi

besar

berarti

semakin

proporsi variabel dependen yang

dijelaskan oleh variabel independen, atau


dengan kata lain, apabila = 1 atau > 1,
maka dua variabel mempunyai hubungan
yang
atau

sempurna,
<

1,

sebaliknya
maka

apabila

dua variabel tidak

mempunyai hubungan yang sempurna Koefisien


digunakan secara keseluruhan untuk mengukur
ketepatan

yang paling baik

dari

regresi

berganda. Apabila R2 mendekati satu maka


dapat dikatakan semakin kuat model tersebut
menerangkan

variasi

variable

independen

terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika R2


mendekati nol maka semakin lemah

variasi

variabel independen menerangkan variabelvariabel dependen.


2.2.7.3.4

Analisis Regresi Sederhana


Analisis

regresi linear sederhana

digunakan

untuk

Produk

terhadap

(X),

mengetahui Kualitas
kepuasan konsumen

(Y). Persamaan regresi linear sederhana dicari


dengan rumus:
Y = a + bX + e
Dimana :
Y = kepuasan konsumen
a = Nilai Konstanta
b = Koefisien Regresi
X
= Variabel Bebas yaitu
Kualitas Pelayanan
2.2.7.4 Formulasi Hipotesis

23

Untuk

mengetahui

variabel independen

seberapa besar pengaruh

secara bersama-sama

(simultan)

terhadap variabel dependen digunakan ujianova atau


F-test.

Sedangkan

independen

pengaruh

masing-masing

variabel

secara parsial (individu) diukur dengan

menggunakan uji t-statistik.


1. Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik
t) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh
pengaruh satu variabel penjelas/ independen secara
individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Untuk melakukan uji t adalah sebagai berikut :
bila jumlah degree of freedom (df) adalah
20 atau lebih,
5%,

maka

dan

H0

derajat kepercayaan

sebesar

yang menyatakan bi = 0 dapat ditolak

bila t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut).


kata lain kita

menerima

menyatakan

bahwa

secara

Dengan

hipotesis alternatif, yang


suatu

individual

variabel

independen

mempengaruhi

dependen.Membandingkan

nilai

statistik

variabel
dengan

nilai kritis menurut tabel. Apabila nilai statistik t hasil


perhitungan lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel, kita
menerima

hipotesis

alternatif yang

menyatakan

bahwa suatu variabel independen secara individual


mempengaruhi variabel dependen.
2.2.8

Hipotesis Operasional
Dalam penelitian ini tidak ada hasil hipotesis operasional

2.2.9

Metode Penelitian
Jenis Dan Sumber Data
penelitian

lapangan

karena

Jenis

penelitian

ini

adalah

pengamatan langsung ke obyek

yang diteliti guna mendapatkan data yang relevan, penelitian ini


termasuk

penelitian

kuantitatif

dimana

peneliti dapat

24

menentukan hanya beberapa variabel saja dari obyek


diteliti

kemudian

dapat

mengukurnya. Apabila

membuat

peneliti

yang

instrumen untuk

menggunakan

teknik

observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda gerak


atau

proses

sesuatu.

Apabila

peneliti

menggunakan

dokumentasi, maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber


data, sedangkan isi catatan subjek penelitian atau variabel
penelitian. Data

yang

diperlukan

dalam

penelitian

adalah data primer dan sekunder.


1. Sumber
data primer yaitu data yang
langsung

dari sumber pertama. Sumber

ini

diperoleh

data

primer

yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah


data

yang

diperoleh

dengan

cara menyebarkan

kuesioner kepada konsumen sabun deterjen.


2. Sumber data sekunder adalah sumber yang dapat
memberikan informasi atau data

tambahan

dapat memperkuat

baik yang berupa

data pokok,

yang

manusia
atau benda (majalah, buku, Koran
dll).
3. Populasi Dan Sampel, Populasi adalah keseluruhan subjek
penelitian. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi
yang

diteliti. Penelitian ini adalah Accidental Sampling,

yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan,


yaitu mengambil siapa saja nasabah yang menabung yang
secara kebetulan bertemu dengan

peneliti dan dapat

digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang


ditemui

itu

memenuhi

cocok
standar

sebagai
error

sumber

sampel,

data.42

maka

Untuk

digunakan

rumus Slovin.
4. Metode Pengumpulan Data, Untuk mengumpulkan data
tentang pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap

loyalitas

nasabah, maka metode yang digunakan adalah melalui

25

penyebaran

angket

(kuesioner),dokumentasi

dan

wawancara.
2.2.10

Sistematik Penelitian
BAB I

: PENDAHULUAN
Pendahuluan, berisi uraian mengenal latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan

BAB II

dan

manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan.


: TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka menerangkan mengenai teori yang
digunakan untuk mendekati permasalahan yang
akan

diteliti,

dan

memuat jawaban sementara

atas rumusan masalah, dan pengkajian hasil dari


penelitian-penelitian terdahulu, kerangka pemikiran
BAB III

teoritik.
: METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi
penelitian

terdiri dari lokasi

penelitian, sampel, penelitian, variabel penelitian,


sumber data, jenis data, penentu skala pengukuran,
validitas
BAB IV

dan

reliabilitas,

instrumen,

metode

analisis data.
: ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Gambaran
umum
Deterjen Rinso,
deskriptif data penelitian

dan responden,

uji

validitas dan reliabilitas, uji normalitas, deskriptif


variabel penelitian, hasil analisis data dan
BAB V

hipotesis, pembahasan.
: KESIMPULAN DAN SARAN
Pada
bab ini disusun
terhadap

suatu

uji

kesimpulan

pokok permasalahan yang telah dibahas

sebelumnya. Sedangkan saran diperuntukkan bagi


pembaca

dan

lembaga

yang

diteliti,

agar

saran yang dipaparkan dapat memberi pengetahuan


dan manfaat dalam kebijakan manajemen sumber

26

daya manusia, serta dapat

dikembangkan menjadi

bahan kajian penelitian berikutnya


2.3 Bagian Akhir
2.3.1 Daftar Pustaka
http://www.unilever.co.id/
https://www.rinso.co.id/
2.3.2

Lampiran